Investasi ORI 020: Cara Membeli dan Keuntunganya

Obligasi Negara Ritel

ORI (Obligasi Negara Ritel) adalah salah satu insturmen investasi berupa Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan ke masyarakat Indonesia di Pasar Perdana. ORI yang ditawarkan pemerintah ke masyarakat biasanya memiliki nomor seri. Pemerintah kali ini menawarkan ORI 020.

ORI 020 adalah jenis investasi yang aman, mudah, terjangkau serta menguntungkan bagi masyarakat. Investasi ORI020 ini dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia berbentuk SBN. Pemerintah akan membayar bunga setiap bulan ke investor / masyarakat yang sudah membeli ORI 020. Nantinya pemerintah akan membayar bunga dalam bentuk kupon ori 20 atau kupon ori020.

Kenapa pemerintah mengeluarkan ORI 020? Pemerintah mengeluarkan ORI 020 karena pemerintah membutuhkan uang untuk  menutupi kekurangan APBN. Pemerintah pun meminjam uang dari masyarakat. Artinya pemerintah ngutang ke masyarakat. Berikut keterangan ORI 020.

Daftar Aplikasi Pinjaman Online Terpercaya dan Terdaftar di OJK

aplikasi pinjaman online

Aplikasi pinjaman online terpercaya – Semua aplikasi pinjol terpercaya hanya terdaftar di OJK dan mimiliki nomor izin resmi dari OJK. Aplikasi pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK dinyatakan ilegal dan dilarang oleh OJK untuk beroperasi.

Aplikasi pinjaman online adalah sebuah platform yang disedikan perusahaan fintech (financial technology) untuk memberikan pinjaman uang ke nasabah. Pinjaman online (pinjol) diberikan secara online ke nasabah tanpa ketemu atau datang ke kantor. Semua transaksi pinjol dilakukan secara online lewat aplikasi.

Pinjaman online biasanya gampang dan cepat cair karena persyaratannya cukup mudah. Tidak sesulit meminjam uang ke bank. Para perusahaan fintech memberikan syarat peminjaman yang mudah seperti hanya butuh indentitas diri (KTP) dan keterangan surat kerja atau punya slip gaji.

Bunga Deposito Bank BRI: Cara Menghitung Bunga Deposito BRI

Bank BRI

Bunga Deposito Bank BRI - Deposito BRI adalah simpanan berjangka dalam periode waktu tertentu dengan memberikan keuntungan berupa bunga deposito kepada nasabah.

Pendapatan bunga deposito BRI dapat dioptimalkan dengan cara memperpanjang pokok dan bunga. Bank BRI memberikan penawaran ke nasabah untuk meperpanjang pokok dan bunga setiap bulan, sehingga keuntungan yang diperoleh lebih besar. Hal ini sering dikenal dengan istilah bunga berbunga.

Bagi nasabah yang membuka deposito di kantor cabang Bank BRI, sebaiknya meminta ke CS (costumer service) untuk memperpanjang pokok dan bunga tiap bulan. Apabila tidak menyampaikannya, maka secara otomatis yang diperpanjang hanya pokoknya saja.

Dividen Bank BUMN 2021 Mencapai Rp 23,21 Triliun


Dividen Bank BUMN 2021 sebesar Rp 23,21 triliun. Dividen Bank BUMN ini berasal dari bank milik negara yaitu Bank BRI, BNI, BTN dan Mandiri.

Jumlah dividen Bank BUMN yang diterima oleh negara mencapai Rp 13,53 triliun atau sebesar 58 persen dari total dividen yang dibagikan ke pemegang saham. Sisanya diterima oleh pemegang saham publik atau sekitar 42 persen.

Dividen Himbara (Bank BUMN) tahun 2021 ini menurun sebesar 43,33% dibanding jumlah dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 40,96 triliun. Dengan demikian penerimaan kas negara juga menurun dibanding perolehan dividen tahun 2020 yang mencapai  Rp 23,9 triliun.


Dividen Bank BRI (BBRI) 2021

Dividen BBRI 2021 sebesar Rp 12,12 triliun atau Rp 98,9 per lembar. Jumlah dividen BBRI 2021 ini menurun 41 persen dibanding jumlah dividen tahun 2020 mencapai Rp 20,62 triliun.

Pendapatan negara dari dividen Bank BRI tahun 2021 juga akhirnya turun jadi Rp 6,88 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 11,7 triliun di tahun 2020. Turunnya jumlah dividen Bank BRI disebabkan oleh menurunnya laba bersih yang diperoleh perseroan.

LIHAT JUGA: Histori Dividen BRI Sejak IPO

Dividen Bank Mandiri (BMRI) 2021

Dividen Bank Mandiri (BMRI) 2021 sebesar Rp 10,27 triliun atau  Rp 220,27 per lembar. Jumlah dividen BMRI 2021 ini turun sebesar  37 persen dibanding dividen tahun 2020 mencapai Rp 16,48 triliun.

Dividen yang diperoleh negara dari Bank Mandiri akhirnya juga turun menjadi Rp 6,16 triliun dari sebelumnya di tahun 2020 mencapai Rp 9,89 triliun. Turunnya jumlah dividen yang dibagikan juga sama dengan yang dialami Bank BRI yaitu karena turunnya laba yang diperoleh Bank Mandiri.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank Mandiri Sejak IPO

Dividen Bank BNI (BBNI) 2021

Dividen BBNI 2021 sebesar Rp 820,1 miliar atau Rp 44 per lembar. Jumlah dividen BBNI 2021 turun sebesar 80% dibanding dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 3,84 triliun.

Jumlah dividen yang didapatkan negara dari Bank BNI tahun 2021 sebesar Rp 492,58 miliar, turun drastis dibanding dividen tahun 2020 mencapai Rp 2,3 triliun. Penurunan ini juga disebabkan karena turunnya laba bersih Bank BNI di tahun 2020.

Dividen Bank BTN (BBTN) 2021

Bank BTN tahun 2021 tidak membagikan dividen. Alhasil negara tidak mendapat setoran dividen dari bank BUMN yang satu ini. Sementara tahun 2020 Bank BTN masih membagikan dividen sebesar Rp 20,92 miliar dan negara mendapat dividen sebesar Rp 12,55 miliar dari Bank BTN.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank BTN Sejak IPO

Deposito OCBC NISP: Informasi Suku Bunga Terbaru 2021


Deposito OCBC NISP
adalah simpanan tabungan berjangka yang disediakan oleh Bank OCBC NISP kepada nasabah dengan memberi keuntungan berupa bunga dalam jangka waktu tertentu.

Bunga Deposito OCBC NISP dapat dioptimalkan dengan cara memperpanjang pokok dan bunga. OCBC NISP menawarkan ke nasabah berupa perpanjangan bunga dan pokok, sehingga bunga akan dibungakan kembali saat diperpanjang atau bunga berbunga.

Asuransi Mobil Terbaik 2021, Terbaru!

Kuhuni.com – Asuransi mobil terbaik 2021 menjadi topik menarik untuk dibahas. Sebab asuransi mobil itu harus kita pahami sebelum membeli asuransi mobil. Terkadang saat membeli mobil baru, kita sudah dapat satu paket asuransi mobil tertentu. Nah, di sini kita harus jeli dengan asuransi yang kita terima. Apakah mau diambil atau mau pilih asuransi dari luar? Hal ini yang perlu diperhatikan saat beli mobil baru. Beda dengan beli asuransi baru. Dimana kita bebas milih sesuai dengan kebutuhan kita.

Asuransi mobil adalah asuransi yang bertujuan memberikan perlindungan atau proteksi pada mobil apabila mengalami kerusakan baik rusak ringan dan parah, perlindungan dari kehilangan atau dimaling. Asuransi mobil juga memberikan manfaat tambahan  seperti penggantian kerusakan karena kerusuhan, banjir atau bencana alam.

Jumlah Kredit Macet Bank BNI Meningkat, NPL Mencapai 4,12 Persen Kuartal I/2021

NPL Bank BNI Kuartal 1 2021

Dari hasil laporan keuangan Bank BNI kuartal 1 tahun 2021 yang telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia. Bank BNI (BBNI) sampai akhir Maret 2021 sudah menyalurkan kredit dengan total Rp 559,33 triliun. Turun 4,58% dibanding akhir tahun 2020 total kredit yang diberikan mencapai Rp 586,20 triliun. Bank BNI memiliki cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp 46,23 triliun, sehingga total kredit bersihnya sebesar  Rp 513,10 triliun.

CKPN Bank BNI (BBNI) selama 3 bulan pertama di tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 4,53% jadi Rp 46,23 triliun dari sebelumnya hanya Rp 44,22 triliun di akhir tahun 2020.

Jumlah Kredit Macet Bank BRI, BNI, BCA dan Mandari, Lihat Kredit Macet Terbesar dan Terkecil!

Kredit Macet Bank Tahun 2020

Kuhuni.com
– Perbankan raksasa di Indonesia telah melaporkan hasil kinerja sepanjang tahun 2020. Rata-rata kinerja bank besar di Indonesia mencatatkan penurunan laba bersih.


Bank besar di Indonesia seperti Bank BRI, Mandiri, BCA dan BNI sepanjang tahun 2020 kompak mengalami penurunan laba bersih. Penurunan laba bersih rata-rata terjadi kerena meningkatnya cadangan kerugian penurunan nilai setiap bank.


Dari laporang keuangan masing-masing bank juga menunjukkan adanya peningkatan terhadap kredit macet. Berikut ini akan diuraikan jumlah kredit macet dari masing-masing bank besar di atas. Bank manakah jumlah kredit macetnya paling besar? Dan bank Mana jumlah kredit macetnya yang paling kecil?

Waspada! Perusahaan Pialang Asuransi dan Investasi Trading Ini Memalsukan Izin dari OJK

Investasi Trading Memalsukan Ijin
Kuhuni.comPemalsuan surat izin pialang asuransi dan investasi trading kembali terjadi di tanah air. Kali ini ada 13 perusahaan yang melakukan pemalsuan atas surat izin seperti Izin Usaha Pialang Asuransi, Investasi Trading, Produk Investasi, Titip Dana dan Agen Penjamin.

PUSING KARENA KARTU KREDIT? LAKUKAN 7 TIPS BERIKUT!

Tips Memakai Kartu Kredit
Kuhuni.com - Cermati pemakaian kartu kredit Anda. Bagi orang perkotaan pasti sering mendengarkan topik kartu kredit. Hal ini perlu dicermati. Ada yang membicarakan hal buruk, ada juga yang baik. Kartu kredit sebenarnya memiliki manfaat baik bagi penggunanya. Asalkan kita mau belajar, tahu cara dan tips mengelola kartu kredit. Berikut beberapa tips mengunakan kartu kredit yang bisa Anda lakukan.

CKPN Bank BCA, BRI, BNI dan Mandiri. Ternyata CKPN Bank BRI Naik Paling Sedikit.

CKPN Bank di Indonesia
 

Kuhuni.com – Jakarta. CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) kredit bank terbesar di Indonesia seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BCA dan BNI mengalami kenaikan di tahun 2020. Kenaikan  CKPN ini terjadi akibat dampak Virus Corona yang sedang melanda seluruh dunia, termasuk di Indonesia.


Namun ada hal yang menarik yang perlu kita perhatikan dari CKPN empat bank besar di atas. Yaitu bank mana yang CKPN naik paling tinggi dan yang paling rendah? Untuk mengetahui hal tersebut penulis tentu saja langsung mengunduh laporang keuangan masing-masing bank di idx.co.id dan mengamati satu persatu. Dalam tulisan kali ini penulis hanya fokus melihat CKPN kredit yang diberikan bank baik ke pihak ketiga dan pihak berelasi. Berikut hasil pengamatan yang  penulis dapatkan setelah membaca laporang keuangan tahunan masing-masing bank.

Laba Bersih BRIS Kuartal 3 2020 Melonjak 237,57% Jadi Rp 190,58 M

Laba bersih BRIS kuartal 3 2020

Kuhuni.com – Laba bersih Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) pada kuartal 3 tahun 2020 sebesar Rp 190,58 miliar. Laba bersih BRIS kuartal 3 tahun 2020 naik tajam hingga 237,57% dibandingkan kuartal 3 tahun 2019 laba bersih hanya Rp 56,45 miliar.

Laba Bersih BACA Kuartal II-2020 Turun 9,26%


Laba Bersih BACA Kuartal II-2020 Turun 9,26%


Kuhuni.com – Laba bersih PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) pada semester 1 atau kuartal II tahun 2020 sebesar Rp 51,98 miliar. Laba bersih BACA kuartal II 2020 turun 9,26% dibandingkan kuartal II tahun 2019 laba bersihnya mencapai Rp 57,29 miliar.

Berapa Jumlah Kredit Bermasalah Bank BTN?


Jumlah Kredit Bermasalah Bank BTN

Kuhuni.com – Kredit bermasalah Bank BTN (BBTN) atau Non-Performing Loan  (NPL) kuartal 1 tahun 2020 seberapa besar dan mengkhawatirkan? Belakangan ini muncul berita yang menyatakan bahwa ada beberapa bank yang mengalami kesulitan  likuiditas di tengah pandemi covid 19. Berita ini tentu saja membuat sebahagian investor ritel di pasar modal merasa tidak nyaman bahkan ketakutan. Ketakutan yang muncul di tengah-tengah investor ritel  dan masyarakat akan keberadaan berita buruk tersebut cukup wajar di tengah kondisi perekonomian yang terpuruk saat ini. Ditambah berita kasus-kasus gagal bayar yang sedang terjadi seperti Jiwasraya, KSP Indosurya dan kasus-kasus lainnya tentu saja membuat investor ritel dan masyarakat seperti merasa trauma, khususnya bagi mereka-mereka yang tersangkut dananya.

Pembagian Dividen Emiten 2020


Kuhuni.com - Jakarta. Dividen adalah laba perusahaan yang dibagikan ke pemegang saham. Ada perusahaan yang membagikan dividen dua kali dalam satu tahun, berupa dividen interim dan dividen final. Contohnya adalah ASII, BBCA, UNTR, ITMG dan lainnya. Saham BUMN seperti BBRI, TLKM, BMRI, BBNI, JSMR, PTBA dan saham lainnya lebih sering membagikan dividen satu kali dalam satu tahun dalam bentuk dividen final.

Dividend payout rasio (DPR) atau rasio pembayaran dividen yang dibagikan pada pemegang saham biasanya ditentukan dalam RUPS. Semakin besar persentase DPR, maka jumlah dividen yang dibagikan juga semakin besar. Sebaliknya semakin kecil persentasi DPR, maka jumlah dividen yang dibagikan juga makin kecil.

Daftar Jumlah Kredit Macet Bank Buku Empat, Siapa Juaranya?


Kuhuni.com – Jakarta. Kredit macet bank buku empat (IV) akan mengalami kenaikan akibat pandemi Virus Corona yang sedang melanda Indonesia. Saat ini ada 7 bank yang masuk dalam daftar bank buku empat. Yaitu Bank BRI, Mandiri, BCA, BNI, Danamon, CIMB Niaga dan Bank Pan Indonesia. Bank buku empat sendiri yaitu bank yang memiliki modal inti di atas 30 triliun.


Ada beberapa bank yang berpotensi masuk ke dalam daftar bank buku empat yaitu Bank BTPN. Saat ini Bank BTPN memiliki ekuitas Rp 29,9 triliun, hampir mencapai di atas 30 triliun. Bank  OCBC NISP Tbk juga menjadi kandidat bank buku empat. Sekarang, Bank OCBC memiliki ekuitas sebesar Rp 27,9 triliun. Sehingga tim riset Kuhuni akan memasukkan daftar kredit macet Bank BTPN dan Bank OCBC sebagai tambahan.

Pada kuartal pertama tahun 2020 ini, daftar bank di atas telah melaporkan kinerjanya dalam laporan keuangannya masing-masing. Berikut daftar kredit macet masing-masing dari bank tersebut.

Jumlah Kredit Macet Bank BRI, BCA dan BNI, Siapa Terbesar?



Kuhuni.com – Jakarta. Kredit macet bank mulai mengalami kenaikan akibat ekonomi yang semakin buruk. Kredit macet ini juga mulai menjalar ke bank besar di Indonesia. Hingga akhir maret ini sejumlah bank besar di Indonesia sudah menyampaikan laporan keuangan. Meskipun demikian kredit macet yang tercatat di laporang keuangan tersebut masih belum mencerminkan dampak dari pandemi Virus Corona di Indonesia.

Sebab, Virus Corona mulai terdeteksi di Indonesia yaitu sejak awal Maret. Dan PSBB baru mulai diterapkan sejak awal April. Seperti Jakarta sebagai pusat awal penyebaran Virus Corona baru menerapkan PSBB pada tanggal 10 April 2020. Jadi bisa disimpulkan laporan keuangan bank besar di tanah air belum mencerminkan dampak dari Virus Corona. Dampak dari keterpurukan ekonomi yang sendang terjadi saat ini akan mulai tercermin di laporan keuangan di berikutnya di tahun 2020 ini.


Dari laporan keuangan kuartal pertama tahun 2020 sejumah bank besar seperti bank buku 4 sudah menyampaikan besaran kredit macetnya. Berikut tim Kuhuni sudah melakukan riset  dari laporan keuangan pada sejumlah bank dan mengurutkan besaran kredit macetnya.

Kredit Macet Bank BNI

Bank BNI hingga kuartal pertama di tahun 2020 telah menyalurkan kredit sebesar Rp 579.604.360.000.000 atau Rp 579,6 triliun. Total CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) Bank BNI yaitu Rp 32.686.673.000.000 atau Rp 32,6 triliun. Sehingga total pinjaman bersih yang disalurkan Bank BNI adalah Rp 546,9 triliun.

Bank BNI mencatatkan kredit macet sebesar Rp 6.119.158.000.000 atau Rp 6,1 triliun sampai pada tanggal 31 Maret 2020. Rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto Bank BNI 2,45%  dan  rasio NPL neto BNI adalah 0,58%.

Kredit Macet Bank BCA

Bank BCA hingga tanggal 31 Maret 2020 sudah menyalurkan kredit dengan total sebesar Rp 596.409.652.000.000 atau Rp 596,4 triliun. Dari total kredit tersebut Bank BCA melaporkan nilai CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) sebesar Rp. 22.045.913.000.000. atau Rp 22 triliun. Sehingga total pinjaman bersih yang telah diberikan Bank BCA yaitu Rp 574 triliun.

Bank BCA juga melaporkan total kredit macet hingga 31 Maret 2020 yaitu sebesar Rp. 6.907.389.000.000 atau Rp. 6,9 triliun. Sebagai tambahan, hingga pada tanggal 31 Maret 2020, rasio non-performing loan (NPL) bruto Bank BCA sebesar 1,60% dan rasio NPL neto Bank BCA  0,59%..

Kredit Macet Bank BRI

Bagaimana dengan kredit macet Bank BRI? Pertama mari kita lihat total kredit yang telah disalurkan bank pemilik aset terbesar di Indonesia ini. Sampai pada tanggal 31 Maret 2020 Bank BRI telah menyalurkan total kredit sebesar Rp. 901.805.704.000.000 atau Rp 901,8 triliun. Bank BRI melaporkan nilai CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) dari total kredit yang disalurkan sebesar Rp 56.862.633.000.000 atau Rp. 56,8 triliun. Sehingga Bank BRI telah menyalurkan kredit bersih sebesar Rp 844,9 triliun.


Bagaimana dengan kredit macet Bank BRI? Hingga tanggal 31 Maret 2020 Bank BRI mencatat kredit macet sebesar Rp 19.866.789.000.000 atau Rp 19,8 triliun. Rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto Bank BRI (entitas induk) 2,81% dan  rasio NPL neto BRI adalah 0,63%.

Dari data di atas dapat disimpulkan Bank BRI menduduki peringkat pertama yang memiliki total nilai kredit macet terbesar. Bahkan mencapi 3 kali nilai kredit macet Bank BNI. Riset kredit macet ini akan kembali dirilis untuk menampilkan kredit macet Bank Mandiri. Berhubung Bank Mandiri hingga akhir bulan Mei belum merilis laporan keuangan kuartal pertama tahun 2020, sehingga tim Kuhuni belum bisa menampilkan datanya.

Awas! Pinjaman Online Ilegal Berkedok Koperasi





Kuhuni.com – Jakarta. Pinjaman online ilegal kembali tumbuh subur di masyarakat. Kali ini pada tanggal 22 Mei 2020, Satgas Waspda Investasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menemukan 50 aplikasi Koperasi Simpan Pinjam (lihat daftarnya di bawah) yang memberikan penawaran pinjaman online ilegal.

Berita Utama

7 Saham Ini Bagi Dividen Oktober 2021: Cek Dividen Tertinggi!

Dividen saham Tertinggi Oktober 2021 yaitu dividen saham MBAP dan saham UNTR. Sementara saham-saham lainnya membagikan dividen yang lebih ...

Pilihan Pembaca