Asuransi Mobil Terbaik 2021, Terbaru!

Kuhuni.com – Asuransi mobil terbaik 2021 menjadi topik menarik untuk dibahas. Sebab asuransi mobil itu harus kita pahami sebelum membeli asuransi mobil. Terkadang saat membeli mobil baru, kita sudah dapat satu paket asuransi mobil tertentu. Nah, di sini kita harus jeli dengan asuransi yang kita terima. Apakah mau diambil atau mau pilih asuransi dari luar? Hal ini yang perlu diperhatikan saat beli mobil baru. Beda dengan beli asuransi baru. Dimana kita bebas milih sesuai dengan kebutuhan kita.

Asuransi mobil adalah asuransi yang bertujuan memberikan perlindungan atau proteksi pada mobil apabila mengalami kerusakan baik rusak ringan dan parah, perlindungan dari kehilangan atau dimaling. Asuransi mobil juga memberikan manfaat tambahan  seperti penggantian kerusakan karena kerusuhan, banjir atau bencana alam.

Jumlah Kredit Macet Bank BNI Meningkat, NPL Mencapai 4,12 Persen Kuartal I/2021

NPL Bank BNI Kuartal 1 2021

Dari hasil laporan keuangan Bank BNI kuartal 1 tahun 2021 yang telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia. Bank BNI (BBNI) sampai akhir Maret 2021 sudah menyalurkan kredit dengan total Rp 559,33 triliun. Turun 4,58% dibanding akhir tahun 2020 total kredit yang diberikan mencapai Rp 586,20 triliun. Bank BNI memiliki cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp 46,23 triliun, sehingga total kredit bersihnya sebesar  Rp 513,10 triliun.

CKPN Bank BNI (BBNI) selama 3 bulan pertama di tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 4,53% jadi Rp 46,23 triliun dari sebelumnya hanya Rp 44,22 triliun di akhir tahun 2020.

Jumlah Kredit Macet Bank BRI, BNI, BCA dan Mandari, Lihat Kredit Macet Terbesar dan Terkecil!

Kredit Macet Bank Tahun 2020

Kuhuni.com
– Perbankan raksasa di Indonesia telah melaporkan hasil kinerja sepanjang tahun 2020. Rata-rata kinerja bank besar di Indonesia mencatatkan penurunan laba bersih.


Bank besar di Indonesia seperti Bank BRI, Mandiri, BCA dan BNI sepanjang tahun 2020 kompak mengalami penurunan laba bersih. Penurunan laba bersih rata-rata terjadi kerena meningkatnya cadangan kerugian penurunan nilai setiap bank.


Dari laporang keuangan masing-masing bank juga menunjukkan adanya peningkatan terhadap kredit macet. Berikut ini akan diuraikan jumlah kredit macet dari masing-masing bank besar di atas. Bank manakah jumlah kredit macetnya paling besar? Dan bank Mana jumlah kredit macetnya yang paling kecil?

PUSING KARENA KARTU KREDIT? LAKUKAN 7 TIPS BERIKUT!

Tips Memakai Kartu Kredit
Kuhuni.com - Cermati pemakaian kartu kredit Anda. Bagi orang perkotaan pasti sering mendengarkan topik kartu kredit. Hal ini perlu dicermati. Ada yang membicarakan hal buruk, ada juga yang baik. Kartu kredit sebenarnya memiliki manfaat baik bagi penggunanya. Asalkan kita mau belajar, tahu cara dan tips mengelola kartu kredit. Berikut beberapa tips mengunakan kartu kredit yang bisa Anda lakukan.

CKPN Bank BCA, BRI, BNI dan Mandiri. Ternyata CKPN Bank BRI Naik Paling Sedikit.

CKPN Bank di Indonesia
 

Kuhuni.com – Jakarta. CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) kredit bank terbesar di Indonesia seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BCA dan BNI mengalami kenaikan di tahun 2020. Kenaikan  CKPN ini terjadi akibat dampak Virus Corona yang sedang melanda seluruh dunia, termasuk di Indonesia.


Namun ada hal yang menarik yang perlu kita perhatikan dari CKPN empat bank besar di atas. Yaitu bank mana yang CKPN naik paling tinggi dan yang paling rendah? Untuk mengetahui hal tersebut penulis tentu saja langsung mengunduh laporang keuangan masing-masing bank di idx.co.id dan mengamati satu persatu. Dalam tulisan kali ini penulis hanya fokus melihat CKPN kredit yang diberikan bank baik ke pihak ketiga dan pihak berelasi. Berikut hasil pengamatan yang  penulis dapatkan setelah membaca laporang keuangan tahunan masing-masing bank.

Laba Bersih Adira Tahun 2020 Anjlok 51,36% Jadi Rp 1 T

Laba Bersih Adira Tahun 2020

Kuhuni.com
– Laba bersih Adira Dinamika Multi FinanceTbk (ADMF) tahun buku 2020 sebesar Rp 1,02 triliun. Laba bersih ADMF tahun 2020 ini turun hingga -51,36% dibandingkan  tahun 2019 laba bersihnya mencapai Rp 2,10 triliun.

Laba Bersih BRIS Kuartal 3 2020 Melonjak 237,57% Jadi Rp 190,58 M

Laba bersih BRIS kuartal 3 2020

Kuhuni.com – Laba bersih Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) pada kuartal 3 tahun 2020 sebesar Rp 190,58 miliar. Laba bersih BRIS kuartal 3 tahun 2020 naik tajam hingga 237,57% dibandingkan kuartal 3 tahun 2019 laba bersih hanya Rp 56,45 miliar.

Laba Bersih BACA Kuartal II-2020 Turun 9,26%


Laba Bersih BACA Kuartal II-2020 Turun 9,26%


Kuhuni.com – Laba bersih PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) pada semester 1 atau kuartal II tahun 2020 sebesar Rp 51,98 miliar. Laba bersih BACA kuartal II 2020 turun 9,26% dibandingkan kuartal II tahun 2019 laba bersihnya mencapai Rp 57,29 miliar.

Daftar Jumlah Kredit Macet Bank Buku Empat, Siapa Juaranya?


Kuhuni.com – Jakarta. Kredit macet bank buku empat (IV) akan mengalami kenaikan akibat pandemi Virus Corona yang sedang melanda Indonesia. Saat ini ada 7 bank yang masuk dalam daftar bank buku empat. Yaitu Bank BRI, Mandiri, BCA, BNI, Danamon, CIMB Niaga dan Bank Pan Indonesia. Bank buku empat sendiri yaitu bank yang memiliki modal inti di atas 30 triliun.


Ada beberapa bank yang berpotensi masuk ke dalam daftar bank buku empat yaitu Bank BTPN. Saat ini Bank BTPN memiliki ekuitas Rp 29,9 triliun, hampir mencapai di atas 30 triliun. Bank  OCBC NISP Tbk juga menjadi kandidat bank buku empat. Sekarang, Bank OCBC memiliki ekuitas sebesar Rp 27,9 triliun. Sehingga tim riset Kuhuni akan memasukkan daftar kredit macet Bank BTPN dan Bank OCBC sebagai tambahan.

Pada kuartal pertama tahun 2020 ini, daftar bank di atas telah melaporkan kinerjanya dalam laporan keuangannya masing-masing. Berikut daftar kredit macet masing-masing dari bank tersebut.

Kredit Macet Bank Danamon (BDMN)

Bank Danamon melaporkan kredit macet sebesar Rp Rp 2.621.540.000.000 atau  Rp 2,6 triliun hingga 31 Maret 2020. Pada kuartal pertama tahun 2020 ini BDMN memiliki rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto 3,68 % dan NPL-net sebesar 1,64 %.

Bank Danamon hingga 31 Maret 2020 telah menyalurkan kredit total Rp 113.125.296.000.000 atau Rp 113,1 triliun. Dan Bank Danamon menyisihkan CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) sebesar Rp 4.520.758.000.000 atau Rp 4,5 triliun. Sehingga kredit bersih yang disalurkan BDMN sebesar Rp. 108,6 triliun.


Kredit Macet Bank Pan Indonesia (PNBN)

Bank Pan Indonesia memiliki kredit macet sebesar Rp 3.174.885.000.000 atau Rp 3,1 triliun hingga kuartal pertama tahun 2020. Serta PNBN memiliki rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto (konsolidasi) 2,96% dan  rasio NPL neto 0,60%.

Bank Pan Indonesia hingga tanggal 31 Maret 2020 telah menyalurkan kredit Rp 139.864.286.000.000 atau Rp 139,8 triliun. PNBN melaporkan  CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) sebesar Rp 6.645.901.000.000 atau Rp 6,6 triliun. Sehingga total kredit bersih yang telah disalurkan Bank Panin Rp. 133,2 triliun.

Kredit Macet Bank BNI (BBNI)

Sampai pada tanggal 31 Maret 2020, Bank BNI (BBNI) mencatatkan kredit macet sebesar Rp 6.119.158.000.000 atau Rp 6,1 triliun. Bank BNI memiliki rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto sebesar 2,45%  dan  rasio NPL neto 0,58%.

Bank BNI pada kuartal pertama tahun 2020 telah memberikan kredit total Rp 579.604.360.000.000 atau Rp 579,6 triliun. Dan besaran CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) Bank BNI yaitu Rp 32.686.673.000.000 atau Rp 32,6 triliun. Sehingga total kredit bersih yang disalurkan Bank BNI adalah Rp 546,9 triliun.

Kredit Macet Bank BCA (BBCA)

Bank BCA melaporkan total kredit macet hingga 31 Maret 2020 sebesar Rp. 6.907.389.000.000 atau Rp. 6,9 triliun. Bank BCA mencatatkan rasio non-performing loan (NPL) bruto 1,60% dan rasio NPL neto sebesar 0,59%.

Bank BCA hingga tanggal 31 Maret 2020 telah menyalurkan kredit sebesar Rp 596.409.652.000.000 atau Rp 596,4 triliun. Dari total kredit tersebut BBCA melaporkan nilai CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) sebesar Rp. 22.045.913.000.000. atau Rp 22 triliun. Sehingga total kredit bersih yang diberikan Bank BCA yakni Rp 574 triliun.

Kredit Macet Bank CIMB Niaga (BNGA)

Tiga bulan pertama di tahun 2020 ini Bank CIMB Niaga melaporkan kredit macet sebesar Rp 7.758.401.000.000 atau Rp 7,7 triliun. Bank CIMB Niaga sampai pada tanggal 31 Maret 2020 memiliki rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto dan neto konsolidasian  masing-masing adalah sebesar 3,03% dan 1,56%.

Hingga kuartal pertama tahun 2020 Bank CIMB Niaga telah menyalurkan kredit sebesar Rp 190,888,850.000.000 atau Rp 190,8 triliun. Serta Bank CIMB Niaga menganggarkan CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) sebesar Rp 10,260,631.000.000 atau Rp 10,2 triliun, sehingga kredit bersih yang diberikan Rp 180,6 triliun.

Kredit Macet Bank Mandiri (BMRI)

Bank Mandiri melaporkan jumlah kredit macet hingga kuartal pertama tahun 2020 sebesar Rp 13.217.353.000.000 atau Rp 13,2 triliun. BMRI (Bank Mandiri dan entitas anak) memiliki rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto 2,36 % dan NPL-net sebesar 0,52 %. Sedangkan rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto BMRI (hanya Bank Mandiri) sebesar 2,40 % dan NPL-net 0,47%.

Bank Mandiri sampai tanggal 31 Maret 2020 telah menyalurkan kredit sebesar Rp 881.384.594.000.000 atau Rp 881,3 triliun. Dan BMRI  menyisihkan CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) sebesar Rp 53.871.929.000.000 atau Rp 53,8 triliun, sehingga kredit bersih yang disalurkan BMRI total Rp 827,5 triliun.

Kredit Macet Bank BRI (BBRI)

Bagaimana dengan kredit macet Bank BRI? Hingga tanggal 31 Maret 2020 Bank BRI mencatat kredit macet sebesar Rp 19.866.789.000.000 atau Rp 19,8 triliun. Sementara rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto Bank BRI (entitas induk) 2,81% dan  rasio NPL neto 0,63%.

Bank pemilik aset terbesar di Indonesia ini hingga tanggal 31 Maret 2020 BBRI telah menyalurkan total kredit sebesar Rp. 901.805.704.000.000 atau Rp 901,8 triliun. Bank BRI melaporkan nilai CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) dari total kredit yang disalurkan sebesar Rp 56.862.633.000.000 atau Rp. 56,8 triliun. Sehingga Bank BRI telah menyalurkan kredit bersih sebesar Rp 844,9 triliun.

Kredit Macet Bank OCBC NISP (NISP)

Bank OCBC NISP memiliki kredit macet sebesar Rp 1.689.818.000.000 atau Rp 1,6 triliun hingga kuartal pertama tahun 2020. NISP memiliki rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto 1,80 % dan NPL-net 0,88%. Bank  OCBC NISP hingga tanggal 31 Maret telah menyalurkan kredit sebesar Rp 123.874.389.000.000 atau Rp 123,87 triliun dan menyisihkan CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) sebesar Rp 4,56 triliun. Sehingga total kredit bersih yang disalurkan NISP sebesar Rp 119,31 triliun.

Kredit Macet Bank BTPN (BTPN)

Bank BTPN memiliki kredit macet sebesar Rp 619 miliar hingga 31 Maret 2020. Serta BTPN memiliki rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto 0,97 % dan NPL-net 0,46% (BTPN dan entitas anak). Bank BTPN hingga tanggal 31 Maret telah menyalurkan kredit sebesar Rp 157 triliun dan menyisihkan CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) sebesar Rp 2 triliun. Sehingga total kredit bersih yang disalurkan BTPN sebesar Rp 155 triliun.

Dapat disimpulkan bahwa jumlah kredit macet bank buku empat (IV) pada kuartal pertama tahun 2020 mencapai Rp 59,4 triliun. Apabila ditambah Bank BTPN dan Bank OCBC NISP menjadi Rp 61,6 triliun.

Jumlah Kredit Macet Bank BRI, BCA dan BNI, Siapa Terbesar?



Kuhuni.com – Jakarta. Kredit macet bank mulai mengalami kenaikan akibat ekonomi yang semakin buruk. Kredit macet ini juga mulai menjalar ke bank besar di Indonesia. Hingga akhir maret ini sejumlah bank besar di Indonesia sudah menyampaikan laporan keuangan. Meskipun demikian kredit macet yang tercatat di laporang keuangan tersebut masih belum mencerminkan dampak dari pandemi Virus Corona di Indonesia.

Sebab, Virus Corona mulai terdeteksi di Indonesia yaitu sejak awal Maret. Dan PSBB baru mulai diterapkan sejak awal April. Seperti Jakarta sebagai pusat awal penyebaran Virus Corona baru menerapkan PSBB pada tanggal 10 April 2020. Jadi bisa disimpulkan laporan keuangan bank besar di tanah air belum mencerminkan dampak dari Virus Corona. Dampak dari keterpurukan ekonomi yang sendang terjadi saat ini akan mulai tercermin di laporan keuangan di berikutnya di tahun 2020 ini.

Dari laporan keuangan kuartal pertama tahun 2020 sejumah bank besar seperti bank buku 4 sudah menyampaikan besaran kredit macetnya. Berikut tim Kuhuni sudah melakukan riset  dari laporan keuangan pada sejumlah bank dan mengurutkan besaran kredit macetnya.

Kredit Macet Bank BNI

Bank BNI hingga kuartal pertama di tahun 2020 telah menyalurkan kredit sebesar Rp 579.604.360.000.000 atau Rp 579,6 triliun. Total CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) Bank BNI yaitu Rp 32.686.673.000.000 atau Rp 32,6 triliun. Sehingga total pinjaman bersih yang disalurkan Bank BNI adalah Rp 546,9 triliun.

Bank BNI mencatatkan kredit macet sebesar Rp 6.119.158.000.000 atau Rp 6,1 triliun sampai pada tanggal 31 Maret 2020. Rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto Bank BNI 2,45%  dan  rasio NPL neto BNI adalah 0,58%.

Kredit Macet Bank BCA

Bank BCA hingga tanggal 31 Maret 2020 sudah menyalurkan kredit dengan total sebesar Rp 596.409.652.000.000 atau Rp 596,4 triliun. Dari total kredit tersebut Bank BCA melaporkan nilai CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) sebesar Rp. 22.045.913.000.000. atau Rp 22 triliun. Sehingga total pinjaman bersih yang telah diberikan Bank BCA yaitu Rp 574 triliun.

Bank BCA juga melaporkan total kredit macet hingga 31 Maret 2020 yaitu sebesar Rp. 6.907.389.000.000 atau Rp. 6,9 triliun. Sebagai tambahan, hingga pada tanggal 31 Maret 2020, rasio non-performing loan (NPL) bruto Bank BCA sebesar 1,60% dan rasio NPL neto Bank BCA  0,59%..

Kredit Macet Bank BRI

Bagaimana dengan kredit macet Bank BRI? Pertama mari kita lihat total kredit yang telah disalurkan bank pemilik aset terbesar di Indonesia ini. Sampai pada tanggal 31 Maret 2020 Bank BRI telah menyalurkan total kredit sebesar Rp. 901.805.704.000.000 atau Rp 901,8 triliun. Bank BRI melaporkan nilai CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) dari total kredit yang disalurkan sebesar Rp 56.862.633.000.000 atau Rp. 56,8 triliun. Sehingga Bank BRI telah menyalurkan kredit bersih sebesar Rp 844,9 triliun.

Bagaimana dengan kredit macet Bank BRI? Hingga tanggal 31 Maret 2020 Bank BRI mencatat kredit macet sebesar Rp 19.866.789.000.000 atau Rp 19,8 triliun. Rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto Bank BRI (entitas induk) 2,81% dan  rasio NPL neto BRI adalah 0,63%.

Dari data di atas dapat disimpulkan Bank BRI menduduki peringkat pertama yang memiliki total nilai kredit macet terbesar. Bahkan mencapi 3 kali nilai kredit macet Bank BNI. Riset kredit macet ini akan kembali dirilis untuk menampilkan kredit macet Bank Mandiri. Berhubung Bank Mandiri hingga akhir bulan Mei belum merilis laporan keuangan kuartal pertama tahun 2020, sehingga tim Kuhuni belum bisa menampilkan datanya.



Berita Utama

Bank BCA Merestrukturisasi Kredit Senilai Rp 99 Triliun hingga Kuartal 1 2021

Kuhuni.com – Bank BCA (BBCA) hingga kuartal 1 2021 telah merestrukturisasi kredit sebesar Rp 99,10 triliun. Dari laporan keuangan Bank BCA ...