Dividen BBCA 10 Tahun Terakhir (2015-2025): Data Lengkap, Kenaikan Konsisten, dan Analisis Mendalam

Dividen BBCA 10 Tahun Terakhir (2015-2025): Data Lengkap, Kenaikan Konsisten, dan Analisis Mendalam

Dividen BBCA 10 tahun terakhir
Bank BCA

Rangkuman

  • Dividen BBCA (PT Bank Central Asia Tbk) telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat konsisten selama satu dekade terakhir. Total dividen yang dibayarkan per lembar saham selalu meningkat setiap tahun kalender, menjadikannya salah satu dividend growth stock terbaik di BEI.
  • Kenaikan Total 10 Tahun (2015-2024): Dividen BBCA telah meningkat lebih dari 896%.
  • Pertumbuhan Rata-Rata Tahunan: Sekitar +25,88%.
  • Dividen Terbaru 2025: Total pembayaran dividen yang diterima investor pada tahun kalender 2025 diperkirakan mencapai Rp305 per lembar, naik 9,91% dari tahun sebelumnya.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) adalah blue chip perbankan yang memiliki rekam jejak dividen paling konsisten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama satu dekade terakhir, BBCA terus menunjukkan performa luar biasa, baik dari sisi kinerja bisnis maupun pembagian dividen kepada para pemegang saham.

Artikel ini menyajikan data lengkap total dividen BBCA yang dibagikan selama 10 tahun terakhir berdasarkan Tahun Kalender Pembayaran (dividen final tahun sebelumnya + dividen interim tahun berjalan), lengkap dengan persentase kenaikan tiap tahun, dan analisis mendalam mengapa BBCA tetap menjadi saham favorit investor dividen.


Total Dividen BBCA per Saham Berdasarkan Tahun Kalender (2015–2025)

Data di bawah ini mencerminkan total uang tunai yang diterima investor dalam satu tahun kalender. Data sudah disesuaikan (adjusted) terhadap aksi korporasi yang pernah dilakukan perusahaan.

Tahun Kalender Pembayaran Total Dividen (Rp/Lembar) Kenaikan / Penurunan (%) Keterangan
201530.6
201635+14,4%
201742+20,0%
201852+23,8%
201971+36,5%Kenaikan tertinggi sebelum 2023
202091+28,2%Pertumbuhan tetap kuat saat pandemi
2021111.4+22,3%
2022120+7,7%
2023212.5+77,1%Kenaikan dividen terbesar
2024277.5+30,6%Total pembayaran tertinggi
2025305+9,91%Pertumbuhan berlanjut
Rata-Rata+25,88%Pertumbuhan rata-rata tahunan (2015-2024)

Analisis: Mengapa Dividen BBCA Terus Naik?

Dividen BBCA telah meningkat lebih dari 10 kali lipat, dari Rp30,6 pada 2015 menjadi Rp305 pada 2025. Konsistensi kenaikan dividen tiap tahun menegaskan BBCA sebagai emiten terbaik dalam hal pembagian dividen di sektor perbankan Indonesia.

Baca: Saham BBCA:  Profil, Harga, Cara Beli dan Keuntungan Beli Saham BCA

Dividen BBCA 10 Tahun Terakhir (Rincian per Tahun)

1. Dividen BBCA 2015 (Rp30,6 per lembar)
Angka ini menandai komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pembagian keuntungan secara konsisten kepada para pemegang saham.

2. Dividen BBCA 2016 (Rp35 per lembar, Naik +14,4%)
Kenaikan ini mencerminkan profitabilitas yang semakin solid dan efisiensi kinerja operasional BBCA setelah periode konsolidasi.

3. Dividen BBCA 2017 (Rp42 per lembar, Naik +20,0%)
BBCA semakin kuat di sektor kredit dan jasa perbankan digital, mendorong pertumbuhan laba bersih di atas target.

4. Dividen BBCA 2018 (Rp52 per lembar, Naik +23,8%)
Total dividen tahun 2018 sebesar Rp52 per lembar. BBCA menikmati ekspansi besar pada layanan digital dan pembayaran elektronik — cikal bakal transformasi digitalnya saat ini.

5. Dividen BBCA 2019 (Rp71 per lembar, Naik +36,5%)
Kenaikan dividen tahun 2019 meningkat tajam. BBCA semakin mengukuhkan diri sebagai bank dengan return on equity (ROE) terbaik di industri perbankan nasional.

6. Dividen BBCA 2020 (Rp91 per lembar, Naik +28,2%)
Meskipun dunia dilanda pandemi COVID-19, BBCA tetap membagikan dividen yang meningkat dibandingkan tahun 2019. Kenaikan ini membuktikan ketahanan bisnis Bank BCA di masa krisis.

7. Dividen BBCA 2021 (Rp111,4 per lembar, Naik +22,3%)
Peningkatan ini sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional dan pertumbuhan kredit konsumtif yang kembali normal. Bank BCA tetap konsisten membagikan dividen dalam jumlah yang meningkat setiap tahunnya.

8. Dividen BBCA 2022 (Rp120 per lembar, Tumbuh +7,7%)
Ini adalah kenaikan dividen paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan melambat, BBCA tetap menunjukkan komitmen jangka panjang kepada pemegang saham.

9. Dividen BBCA 2023 (Rp212,5 per lembar, Melonjak +77,1%)
Lonjakan tinggi ini menjadikannya kenaikan dividen terbesar. Kinerja laba bersih dan pendapatan bunga yang meningkat tajam menjadi faktor utama lonjakan ini.

10. Dividen BBCA 2024 (Rp277,5 per lembar, Naik +30,6%)
Angka ini menjadi total dividen tertinggi per lembar yang pernah dibagikan saham BBCA ke investor hingga saat itu.

11. Dividen BBCA 2025 (Rp305 per lembar, Naik +9,91%)
Pertumbuhan dividen BBCA berlanjut, didorong oleh fundamental bisnis yang kuat dan target laba yang lebih tinggi.

Faktor Pendorong Kenaikan Dividen BBCA

  1. Kinerja Laba yang Konsisten Naik
    BBCA berhasil menjaga pertumbuhan laba bersih rata-rata di atas 10–15% per tahun, berkat efisiensi operasional dan digitalisasi layanan.
  2. Rasio Pembayaran Dividen yang Menarik
    Rata-rata dividend payout ratio (DPR) BBCA berada di kisaran 40–50%, ideal bagi investor jangka panjang.
  3. Manajemen Risiko yang Disiplin
    BBCA dikenal sangat selektif dalam penyaluran kredit, menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah di bawah 1%, menjamin laba stabil.
  4. Transformasi Digital yang Efektif
    Ekspansi layanan digital seperti myBCA, KlikBCA, dan BCA Mobile memperkuat efisiensi dan menekan biaya operasional.
  5. Kepercayaan Investor Tinggi
    Saham BBCA tetap menjadi blue chip pilihan utama karena dividen yang stabil dan pertumbuhan harga saham yang kuat.

Pembagian Dividen BBCA Terbaru 2025: Rincian dan Jadwal

Pembagian dividen BBCA dibagikan dua kali dalam setahun: dividen interim dan dividen final.

Rincian Dividen Interim Terbaru (Dibayarkan Desember 2025)

  • Besar Dividen Interim 2025: Rp55 per saham (Naik 10% dari interim 2024).
  • Yield Interim: Sekitar 0,64% (berdasarkan harga pengumuman Rp8.475).

Jadwal Pembagian Dividen BBCA Interim 2025

PeristiwaTanggal Resmi
Pengumuman24 November 2025
Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi)2 Desember 2025
Ex Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi)3 Desember 2025
Record Date (Daftar Pemegang Saham)4 Desember 2025, pukul 16.00 WIB
Tanggal Pembayaran Dividen22 Desember 2025

Artinya, investor harus memiliki saham BBCA maksimal saat Cum Date (2 Desember 2025) untuk berhak menerima dividen.

Cara Mendapatkan Dividen BBCA

  1. Punya Saham BBCA di Rekening Efek: Miliki saham BBCA yang tersimpan di sekuritas Anda.
  2. Beli Saham Sebelum Cum Date: Beli saham sebelum tanggal Cum Date Reguler (2 Desember 2025).
  3. Tercatat di Record Date: Anda otomatis masuk daftar pemegang saham yang berhak apabila sudah memiliki saham sampai 4 Desember 2025 pukul 16.00 WIB.
  4. Dividen Dibayarkan Otomatis: Pada 22 Desember 2025, dividen akan otomatis ditransfer ke rekening RDN atau rekening bank Anda.

Tanya Jawab (FAQ) Seputar Dividen BBCA

1. Kapan BBCA Membayar Dividen dalam Setahun?
BBCA biasanya membayar dividen dua kali dalam setahun: Dividen Interim (sekitar Desember) dan Dividen Final (sekitar Maret–April).
2. Apakah Dividen BBCA Selalu Naik Setiap Tahun?
Ya, secara historis, dalam periode 2015–2025, total dividen per lembar saham BBCA yang diterima investor dalam setahun kalender selalu menunjukkan kenaikan dan tidak pernah turun.
3. Berapa Dividend Payout Ratio (DPR) BBCA?
Rata-rata Dividend Payout Ratio (DPR) BBCA berada di kisaran 40% hingga 50% dari total laba bersih perusahaan.
4. Apa Itu Dividen Adjusted (Disesuaikan) BBCA?
Dividen Adjusted adalah nilai dividen yang telah disesuaikan karena adanya aksi korporasi stock split. Data dividen yang tercantum di artikel ini adalah data yang sudah disesuaikan.
5. Apakah BBCA Termasuk Saham Pembayar Dividen yang Baik?
Ya. BBCA adalah Saham Dividen Jangka Panjang Terbaik (dividend growth stock) karena konsistensi pembayaran dan tingkat kenaikan dividen yang tinggi.

Baca Juga:

Ringkasan Akhir

Kenaikan Total Dividen 10 Tahun (2015-2024)+896%
Rata-rata Pertumbuhan TahunanSekitar +25,88% per tahun
KesimpulanBBCA adalah Saham Dividen Jangka Panjang Terbaik di BEI

Bagi investor yang mencari saham jangka panjang dengan imbal hasil stabil, BBCA tetap menjadi pilihan utama untuk mendapatkan dividen yang terus naik tiap tahun.

Laba Bersih BCA (BBCA) Oktober 2025 Capai Rp48,25 Triliun, Ini Penyebab Pertumbuhan Melambat

BBCA
Ilustrasi Bank BCA

 

Rangkuman Kinerja Bank BCA Oktober 2025:

  • Laba Bersih Kumulatif: Rp 48,25 Triliun.
  • Pertumbuhan Laba: Melambat menjadi 4,39% YoY (Jan-Okt 2025).
  • Penyebab Perlambatan: Kenaikan biaya pencadangan (provisi) sebesar 109,82% YoY sebagai langkah antisipasi risiko.
  • Kekuatan Utama: Likuiditas super tebal dengan Rasio CASA 84,07%.

Sumber: Laporan Keuangan BBCA per Oktober 2025.

Kuhuni.com, Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan kinerja laba bersih yang solid, namun mengalami perlambatan pertumbuhan hingga Oktober 2025. Laba bersih (bank only) BCA pada periode Januari-Oktober 2025 mencapai angka signifikan Rp 48,25 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 4,39% year on year (yoy).

10 Saham yang Diborong dan Dijual Asing 2025: Asing "Buang" Big Banks, Borong TLKM & Sektor Mineral

Net Buy Asing
Ilustrasi Net Sell dan Net Buy Asing / Kuhuni.com


Kuhuni.com – Pergerakan investor asing di pasar saham Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan pola rotasi sektor yang sangat drastis. Hingga penutupan perdagangan 3 Desember 2025, data transaksi menunjukkan tekanan jual (net sell) yang masif pada sektor perbankan raksasa, sementara arus dana masuk (net buy) mengalir deras ke sektor telekomunikasi dan pertambangan mineral.

Bagi Anda yang sedang menyusun strategi investasi akhir tahun atau rebalancing portofolio 2026, memahami peta aliran dana asing ini sangat krusial. Berikut adalah ulasan lengkap data Net Sell dan Net Buy Investor Asing Sepanjang 2025.

Laba Bersih BCA Naik 5,7% di 9 Bulan 2025, Tembus Rp43,4 Triliun Didukung Pertumbuhan Kredit dan CASA

Bank BCA

Kuhuni.com, Jakarta — PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) mencatat kinerja positif hingga akhir kuartal III-2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dirilis perseroan, laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 5,7% secara tahunan (YoY) menjadi Rp43,41 triliun, dibandingkan Rp41,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 7,6% YoY, peningkatan pendapatan bunga bersih, serta ekspansi dana murah (CASA) yang tetap dominan dalam struktur pendanaan BCA.

“Pertumbuhan kredit yang pruden dan kualitas aset yang terjaga menjadi fondasi utama kinerja positif kami di 2025,” ujar Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, dalam keterangannya.

Laba Bersih BRI, Mandiri, dan BCA Semester I 2025: BRI dan Mandiri Turun, BCA Melesat Naik 11%”

Kuhuni.com – Laba bersih Bank BRI (BBRI) semester I tahun 2025 tercatat sebesar Rp26,53 triliun. Laba bersih BBRI semester I/2025 turun 11,3 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp29,89 triliun.

Dari segi pendapatan, BRI justru masih mencatatkan kenaikan. Pendapatan bunga dan syariah BBRI semester I/2025 naik menjadi Rp102,37 triliun dari sebelumnya Rp99,79 triliun atau tumbuh 2,6 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, meski pendapatan tumbuh, laba bersih BRI tetap turun.

Jadi kenapa laba bersih Bank BRI turun? Penyebab utamanya adalah naiknya beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset (CKPN). Semester I/2025, beban CKPN BRI naik menjadi Rp23,49 triliun sedangkan semester I/2024 hanya Rp21,34 triliun atau naik 10,1 persen.

Bank Mandiri (BMRI)

Bagaimana dengan laba Bersih Bank Mandiri (BMRI) Semester 1 Tahun 2025? Laba bersih Bank Mandiri semester I/2025 tercatat Rp30,76 triliun, turun 2,5% dibanding semester I/2024 yang mencapai Rp31,55 triliun.

Pendapatan bunga dan syariah Bank Mandiri naik menjadi Rp102,38 triliun dari sebelumnya Rp99,79 triliun (naik 2,6%). Namun, kenaikan beban cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) membuat laba bersih sedikit tertekan.

Jadi, mengapa laba bersih Bank Mandiri turun? Laba Bersih BMRI kuartal I/2021 turun karena membengkaknya cadangan kerugian penurunan nilai. Beban CKPN Mandiri naik signifikan menjadi Rp22,84 triliun pada Semester I 2025. Angka ini meningkat Rp2,11 triliun atau 10,2% dibanding Semester I 2024 yang tercatat Rp20,73 triliun.


Bank Central Asia (BCA) – BBCA

Berbeda dengan dua bank BUMN, BCA justru mencatat kinerja positif. Laba bersih BCA semester I/2025 mencapai Rp23,62 triliun, naik 11% dibandingkan semester I/2024 yang sebesar Rp21,27 triliun.

Pendapatan bunga dan syariah naik menjadi Rp49,31 triliun dari Rp46,07 triliun (naik 7%). Meski beban bunga meningkat, BCA berhasil menekan beban operasional sehingga efisiensi tetap terjaga.

 Baca Juga: 10 Aplikasi Trading Saham Terdaftar OJK: Paling Banyak Digunakan

Analisis Perbandingan

Dari hasil kinerja tiga bank besar tersebut, terlihat bahwa:

  • BCA unggul dalam pertumbuhan laba meskipun asetnya lebih kecil dibanding Mandiri dan BRI. Kenaikan laba bersih 11% menunjukkan kemampuan BCA menekan beban bunga dan operasional.
  • BRI mengalami penurunan laba cukup dalam (-11,3%) akibat kenaikan CKPN yang signifikan, walaupun pendapatan bunga tetap tumbuh.
  • Mandiri turun tipis (-2,5%), lebih stabil dibanding BRI, tetapi tetap belum mampu menjaga pertumbuhan laba bersih.

Menariknya, dari sisi aset, Bank Mandiri (Rp2.514,68 triliun) dan BRI (Rp2.106,37 triliun) jauh lebih besar daripada BCA (Rp1.504,12 triliun). Namun justru BCA berhasil mencatatkan pertumbuhan laba positif, sementara dua bank pelat merah mengalami penurunan.

Saham BBCA: Harga, Cara Beli, Keuntungan dan Profil

Saham BCA


Saham BBCA

Saham BBCA (Bank BCA) adalah saham bank dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia. Saham Bank BCA Agustus 2025 memiliki market kapitalisasi mencapai Rp 985 triliun. Bank BCA selalu berada di urutan pertama maket kapitalisasi terbesar di bursa khususnya perbankan. Sampai saat ini posisinya belum pernah bisa tergoyang oleh saham bank lain.

BBCA termasuk saham blue chip dan saham BBCA bisa dibeli dan di jual oleh investor ritel. Saham BBCA salah satu saham yang harga sahamnya terus naik tiap tahun. September 2025, saham BBCA dijual di harga Rp 8000  per lembar. Kamu tertarik buat beli saham BBCA? Simak caranya.

 

Cara Beli Saham BBCA

Cara membeli saham BCA sebenarnya cukup mudah. Apalagi kamu sudah memiliki akun broker sekuritas, kamu cukup mentransfer dana ke Rekening Dana Investor sebanyak 800 ribu rupiah. Saham BBCA minimal beli 1 lot. 1 lot setara dengan 100 lembar saham, maka 1 lot harganya 800 ribu rupiah. Jika kamu ingin beli 10 lot berarti uang yang harus kamu sediakan sebesar Rp 8 juta.

Dividen BBCA 2022 Rp120 per lembar, Cek Cara Mendapatkan Dividen Bank BCA

bank bca
Dividen BBCA 2022 – Bank BCA Tbk (IDX: BBCA) untuk tahun 2022 diprediksi akan kembali membagi dividen final. Ada pun dividen final BBCA tahun 2022 diperkirakan lebih besar dari dividen tahun 2021.

Berapa Dividen BBCA Per Lembar Tahun 2022?

Berdasarkan hasil laporan keuangan tahun buku 2021. Bank BCA berhasil meraih laba sebesar Rp31,42 triliun atau sebesar Rp255 per saham.

Laba bersih BBCA ini meningkat sebesar 15,81% dibanding  tahun buku 2020 laba bersih sebesar Rp27,13 triliun atau Rp106 per saham.

Apabila dilihat dari histori pembagian dividen BBCA daritahun ke tahun. Bank BCA selalu membagikan dividen di tas 47%  dari total laba bersih yang didapat.

Harga Saham BBCA Hari Ini – Bank BCA Tbk (IDX: BBCA)

 


Harga Saham BBCA Hari Ini:

Analisis Fundamental Saham BBCA

Jadwal Dividen Interim BBCA 2021 dan Cara Mendapatkannya!

Bank BCA

Dividen interim BBCA tahun 2021 Rp 25 per lembar saham. Jadwal pembagian dividen BCA ke investor tanggal 7 Desember 2021. Cum date dividen BBCA tanggal 16 November 2021.

Selama tahun 2021, saham BCA telah membagikan dividen total sebesar Rp 111,4 per lembar saham. Sebelumnya BBCA telah membagikan dividen final sebesar Rp 86,4 per lembar pada bul an April lalu.

Saham BBCA pada perdagangan tanggal 5 November 2021 ditutup di level Rp 7.450. Dengan demikian perkiraan dividend yield BBCA sebesar 0,33%.

Laporan Keuangan Saham Bank KBMI 4 2021, Cek Bank Terbaik!

Laporan Keuangan Saham Bank KBMI 4 2021

Laporan Keuangan Saham – Saham perbankan Bank KBMI 4 telah merilis laporan keuangan kuartal 3 tahun 2021. Rata-rata saham Bank 4 menunjukkan kinerja yang bagus di triwulan ketiga ini.

Bank KBMI 4 adalah bank yang memiliki modal inti lebih dari Rp 70 triliun. Daftar Bank KBMI 4 yaitu Bank BRI, Bank BCA, Bank Mandiri dan Bank BNI.

Berikut laporang keuangan saham-saham Bank KBMI 4 yang ada di Bursa Efek Indonesia:

1. Laporan Keuangan Saham BBRI (Bank BRI) Kuartal Q3 2021

Laporan keuangan saham BBRI / Bank BRI telah dirilis perseroan. Dari hasil laporan keuangan Bank BRI menunjukkan laba bersih BRI kuartal 3 2021 naik jadi Rp 19.25 triliun, meningkat 36,41% dibandingkan kuartal 3 tahun 2020 laba bersih hanya Rp 14,11 triliun. Dengan demikian laba bersih per saham BBRI pada kuartal 3 tahun 2021 menjadi Rp 154 per lembar saham (Q3-2020  Rp 115 per lembar saham).

LIHAT JUGA: Histori Dividen BBRI dari Tahun ke Tahun

Bank BRI (IDX: BBRI) kuartal 3 tahun 2021 berhasil meraih pendapatan bunga dan syariah sebesar Rp 90 triliun. Pendapatan ini meningkat dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 85,85 triliun.

Laba Bersih Bank BCA Meningkat Rp 23,87 Triliun Kuartal III/2021

BCA


Kuhuni.com – Laporan keuangan Bank BCA 2021 Kuartal 3 telah dirilis oleh perseroan. Dari hasil laporan keuangan Bank BCA menunjukkan pendapatan bunga dan syariah Bank BCA Tbk (BBCA) kuartal 3 tahun 2021 sebesar Rp 49,13 triliun. Pendapatan ini naik sedikit dibanding periode yang sama tahun 2020 yang mencapai Rp 49,07 triliun. Sementara beban bunga dan syariah mengalami penurunan jadi Rp 7,22 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 8,55 triliun di kuartal 3 tahun 2020.

Dengan demikian pada kuartal 3 tahun 2021 pendapatan bersih bunga dan syariah Bank BCA turut meningkat manjadi Rp 41,91 triliun dari sebelumnya hanya Rp 40,51 triliun.

Pada kuartal ketiga tahun 2021 pendapatan operasional Saham BCA naik jadi Rp 16,06 triliun dari sebelumnya Rp 15,68 triliun.

LIHAT JUGA: Saham BBCA, Apakah Masih Menguntungkan Cek Faktanya!

Cara Mengganti Kartu ATM BCA Non Chip ke Chip

BCA


Bank BCA (IDX: BBCA) resmi mengumumkan akan menghentikan layanan kartu ATM BCA Strip Magnetik. Pada tanggal 30 November 2021 kartu ATM BCA non chip tidak bisa lagi digunakan alias diblokir.

Nasabah Bank BCA yang masih memiliki ATM berbentuk magenetik wajib segera mengganti ke ATM  BCA Chip. Bagaimana cara menggantinya? Berikut cara mengganti kartu ATM BCA lama ke ATM chip.

185 Saham Margin Juni 2021


Saham Margin adalah saham yang bisa kita beli dengan cara mengutang. Saham margin dapat dibeli lebih dari jumlah uang yang tersedia di rekening nasabah. Misalnya, kamu punya uang di rekening 10 juta rupiah. Kamu bisa membeli saham yang masuk dalam kategori saham margin hingga 20 juta rupiah atau lebih.

Broker/sekuritas biasaya memberikan pinjaman pada setiap nasabah untuk menggunakan margin trading. Margin trading yang tersendia biasanya berbeda-beda setiap sekuritas.

Kredit Macet Bank BRI, BNI, BCA dan Mandiri Kuartal I/2021, Siapa Terbesar?


Kuhuni.com
– Kredit macet adalah kredit yang cicilannya terlambat dibayar dan berpotensi untuk tidak dibayar. Untuk itu setiap bank biasanya melakukan pengawasan terhadap kredit yang diberikan ke setiap debitur. Baik dibitur perorangan maupun korporasi.

Kredit macet bank seperti Bank BCA, BRI, BNI dan Bank Mandiri juga selalu dinformasikan jumlahnya setiap kuartal ke pada publik. Pelaporan ini dilakukan untuk memberikan keterbukaan informasi mengenai kualitas kredit yang dimiliki setiap bank. Berikut akan diuraikan jumlah kredit macet dari masing-masing bank besar di atas pada kuartal 1 tahun 2021. Bank mana yang memiliki kredit macet terbesar? Dan bank mana yang memiliki kredit macet terkecil? Berikut ulasan kredit macetnya.

Kredit Macet Bank BNI, BCA, BRI dan Mandiri Kuartal 1 Tahun 2021

1. Kredit Macet Bank BNI

Kredit macet Bank BNI (BBNI) hingga kuartal I/2021 tercatat sebesar Rp 12,13 triliun. Meningkat sebesar 2,70% dari sebelumnya Rp 11,81 triliun pada akhir tahun 2020.

Bank BNI memiliki rasio rasio kredit bermasalah (NPL) bruto sebesar 4,12% dan rasio NPL neto 1,03%. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto Bank BNI turun dibandingkan akhir tahun 2020 yang NPL bruto mencapai 4,25%. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) neto mengalami kenaikan dari sebelumnya hanya 0,98%.

2. Kredit Macet Bank BCA

Kredit macet Bank BCA kuartal I/2021 macet sebesar Rp 8,13 triliun. Meningkat sebesar 13,14% dibanding akhir tahun 2020 kredit macetnya hanya sebesar Rp 7,18 triliun.

Kredit macet terbesar terjadi di sektor ekonomi Perdangan, Restoran dan Hotel sebesar Rp 4,29 triliun. Bank BCA memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) bruto 1,83%, naik dibanding akhir tahun 2020 NPL tercatat sebesar 1,79%.

LIHAT JUGA: Luar Biasa! Laba BCA Salip BRI dan Mandiri Kuartal I/2021

3. Kredit Macet Bank Mandiri

Kredit macet Bank Mandiri sebesar Rp 20,00 triliun. Turun sebesar 12% dari sebelumnya mencapai Rp 22,78 triliun di akhir tahun 2020. Kredit bermasalah banyak terjadi di modal kerja sebesar Rp 11,84 dan investasi sebesar Rp 2,05 triliun.

Bank Mandiri memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) bruto 3,30%, meningkat dibanding akhir tahun 2020 hanya 3,29%.

4. Kredit Macet BRI

Kredit macet BRI sebesar Rp 9,47 triliun di kuartal 1 tahun 2021. Naik 10% dibanding tahun 2020 kredit macetnya hanya Rp 8,60 triliun. Bank BRI memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) bruto 3,12% meningkat dibanding akhir tahun 2020 hanya 2,94%.

LIHAT JUGA: Aplikasi Trading Saham Terbaik dan Resmi Terdaftar di OJK

Kesimpulan

Bank Mandiri memiliki jumlah kredit macet paling besar yaitu Rp 20 triliun. Lalu diikuti kredit macet Bank BNI sebesar Rp 12,13 triliun. Kredit Macet Bank BCA paling sedikit hanya sebesar Rp 8, 13 triliun dan diikuti Bank BRI Rp 9,47 triliun.

Kredit macet yang paling besar dimiliki oleh BNI. Bank BNI memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) bruto paling tinggi yaitu sebesar 4,12%, kemudian diikuti oleh Bank Mandiri sebesar 3,30%. Bank BCA memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) bruto paling rendah hanya 1,83%.

LIHAT JUGA: Histori Dividen BCA Sejak IPO

Luar Biasa! Laba BCA Salip BRI dan Mandiri Kuartal I/2021


Kuhuni.com
– Laba bersih Bank BRI (BBRI) kuartal 1 tahun 2021 Rp 16,37 triliun. Laba bersih BBRI kuartal I/2021 turun 16,37 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Dari segi pendapatan BBRI juga mengalami penurunan di kuartal I/2021 jadi Rp 29,63 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 30,38 triliun. Alhasil laba bersih per saham BBRI pada kuartal 1 tahun 2021 menjadi Rp 55 per lembar saham (QI-2020 Rp 66 per lembar saham).

Jadi kenapa laba bersih Bank BRI turun? Laba Bersih Bank BRI kuartal I/2021 turun karena naiknya beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan Bank BRI menjadi Rp 8,46 triliun sedangkan kuartal I/2020 hanya Rp 6,54 triliun atau naik 29,3 persen.

Bank BCA Merestrukturisasi Kredit Senilai Rp 99 Triliun hingga Kuartal 1 2021


Kuhuni.com – Bank BCA (BBCA) hingga kuartal 1 2021 telah merestrukturisasi kredit sebesar Rp 99,10 triliun. Dari laporan keuangan Bank BCA kuartal 1 2021, perseroan menyatakan bahwa Bank BCA memberikan fasilitas restrukturisasi dengan modifikasi persyaratan kredit, pengurangan, atau pengampunan sebagian saldo kredit dan/atau keduanya. Bank BCA juga tidak mempunyai komitmen untuk memberikan fasilitas kredit tambahan terhadap kredit yang telah direstrukturisasi.

Kredit yang telah direstrukturisasi terdiri dari kredit lancar sebesar Rp 86,73 triliun. Kredit kategori dalam perhatian khusus sebesar rp 7,53 triliun. Kategori kurang lancar sebesar Rp 923,30 miliar. Diragukan sebesar Rp 773,51 miliar dan kategori macet sebesar Rp 3,13 miliar.

Lowongan Kerja Bank BCA Sebagai Banker, Terbuka untuk S1-S2

 

Kuhuni.com – Lowongan kerja Bank BCA 2021 kembali dibuka untuk posisi Banker Program & Personal Banker. Lowongan pekerjaan ini dibuka hingga 31 Desember 2021. Bagi peserta yang lolos nanti akan ditempatkan di Jakarta, Bogor, Bekasi.

Bagi peserta yang lolos seleksi kerja di Bank BCA akan ditempatkan di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Surabaya. Sementara untuk proses seleksi akan dilaksanakan di Jakarta dan Surabaya.

BJTM, BJBR dan BBCA Cetak Kenaikan Laba Bersih Kuartal 1 2021

Kuhuni.com – Laba bersih Bank Jatim kuartal 1 2021 menjadi Rp 448,15 miliar, naik 2,20% dibanding kuartal I/2020 laba bersih hanya Rp 439,28 miliar. Dengan demikian laba bersih per saham BJTM juga ikut naik jadi Rp 29,85 per saham dari sebelumnya hanya Rp 29,26 per saham pada QI/2020.

Bank Jatim (BJTM) kuartal 1 tahun 2021 berhasil meraih pendapatan bunga dan syariah Rp 1,60 triliun. Mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu yang pendapatan bunga dan syariah hanya sebesar Rp 1,48 triliun.

Kredit Macet dan CKPN Bank BCA Kuartal I/2021, Naik Apa Turun?


Dari hasil laporan keuangan Bank BCA (BBCA) kuartal 1 tahun 2021. Sampai tanggal 31 Maret 2021 Bank BCA (BBCA) sudah menyalurkan kredit sebesar
Rp 572,73 triliun. Jumlah kredit hingga kuartal 1 tahun 2021 ini turun 0,32 % dibanding total kredit tahun 2020 yang mencapai Rp 586,93 triliun.

Dari total kredit yang diberikan, Bank BCA menyisihkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) kredit mencapai Rp 29,50 triliun. CKPN Bank BCA hingga kuartal 1 tahun 2021 mengalami kenaikan 9,49% dari sebelumnya di akhir tahun 2020 hanya Rp 26,94 triliun. Dengan demikian Bank BCA memiliki kredit bersih sebesar  yang disalurkan sebesar Rp 543,23 triliun.

Masa Pandemi Laba Bersih Bank BCA Meningkat dan Aset Naik Mencapai 1.000 Triliun Lebih


Kuhuni.com
– Pendapatan bunga dan syariah Bank BCA Tbk (BBCA) kuartal 1 tahun 2021 sebesar Rp 16,52 triliun. Pendapatan ini turun sedikit dibanding periode yang sama tahun 2020 yang mencapai Rp 16,74 triliun. Sementara beban bunga dan syariah mengalami penurunan jadi Rp 2,47 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 13,59 triliun di kuartal 1 tahun 2020. Dengan demikian pada kuartal 1 tahun 2021 pendapatan bersih bunga dan syariah Bank BCA turut meningkat manjadi Rp 14,05 triliun dari sebelumnya hanya Rp 13,58 triliun.

Pada kuartal pertama tahun 2021 pendapata operasional Bank BCA mengalami penurunan jadi Rp 5,15 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 5,98 triliun. Pendapatan operasional ini terdiri dari pendapatan provisi dan komisi Rp 3,43 triliun, pendapatan transaksi Rp 604,18 miliar dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 1,11 triliun.

Terbaru

      Konten Pilihan