Kontrak Baru PP Presisi 2021 Tembus Rp5,6 Triliun

Kuhuni.com – Jakarta. Hingga akhir 2021, kontrak baru PP Presisi Tbk (IDX: PPRE) berhasil tembus Rp5,6 triliun, meningkat sebesar 100% YoY dari Rp2,8 triliun, periode yang sama tahun lalu dan melampaui target 2021 sebesar 153%.

Kinerja tersebut tercapai dari usaha penambahan kontrak baru secara berkesinambungan yang mana di penghujung tahun 2021 masih dapat membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp280 miliar, berupa mining development serta proyek civil work.

“Pencapaian kontrak baru PPRE tahun 2021 yang meningkat 100% year on year, bahkan melampaui terget, merupakan prestasi tersendiri yang patut dibanggakan karena perolehan kontrak baru tersebut bahkan hampir pulih seperti pencapaian tahun 2019 sebelum pandemic covid 19 melanda. Hal inilah yang memicu optimisme kami untuk meningkatkan perolehan kontrak baru pada tahun 2022,” ujar Rully Noviandar, Direktur Utama PP Presisi.

Krakatau Steel (IDX: KRAS) Lunasi Utang Rp2,7 Triliun ke Bank BUMN

Kuhuni.com – Jakarta. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (IDX: KRAS) Jumat, 24 Desember 2021 mengumumkan telah melaksanakan kewajiban pembayaran utang Tranche B sebesar Rp2,7 triliun.

Krakatau Steel dapat menyelesaikan fasilitas Working Capital Bridging Loan (WCBL) yang sebesar USD200 juta kepada tiga bank BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (IDX: BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI).

Tardi , Direktur Keuangan Krakatau Steel mengatakan “Sesuai dengan perjanjian kredit restrukturisasi, Krakatau Steel telah melakukan pembayaran atas outstanding fasilitas kredit yang sebesar USD200 juta yang jatuh tempo pada bulan Desember 2021.”

LIHAT JUGA: Saham BBCA, Apakah Masih Menguntungkan Cek Faktanya!

Laporan keuangan KAEF Q3 2021, Laba Bersih Melonjak 311%


Laporan keuangan Kimia Farma
(IDX: KAEF) tahun 2021 untuk periode 9 bulan pertama telah dirilis perseroan. Dari hasil laporan keuangan di bawah dapat kita lihat pendapatan Kimia Farma (KAEF) Q3 2021 mencapai Rp 9,49 triliun. Pendapatan Kimia Farma meningkat dibanding periode yang sama dengan tahun lalu hanya sebesar Rp 7,04 triliun.

LIHAT JUGA: Saham BBCA, Apakah Masih Menguntungkan Cek Faktanya!

Beban pokok pendapatan juga naik jadi Rp 6,16 triliun dari sebelumnya Rp 4,41 triliun.

Laba bersih KAEF kuartal 3 tahun 2021 yang dapat di diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik jadi Rp 301,93 miliar, melonjak 311% dibandingkan kuartal 3 tahun 2020 hanya Rp 37,19 miliar. Laba bersih per saham KAEF juga naik menjadi Rp 53,06 per saham (Q3-2020 Rp 6,70 per saham).

PTPP Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana Alam Semeru Jawa Timur


Kuhuni.com
– Jakarta. PT PP (Persero) Tbk (IDX: PTPP), salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka, terdepan, dan terbesar di Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana alam erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (“TJSL”). Bantuan yang diberikan oleh PTPP tersebut disalurkan di 3 (tiga) titik lokasi, yaitu: Kantor PKK Kecamatan Pronowijo, Pendopo Kantor Bupati Lumajang, dan Desa Jarit Kecamatan Candipuro.

Bantuan tanggap darurat pertama untuk erupsi Gunung Semeru diserahkan oleh Tim PTPP kepada Posko Bencana di Kantor PKK Kecamatan Pronojiwo pada Minggu malam (05/12). Bantuan yang diberikan terdiri dari makanan siap saji, air mineral, paket sembako, perlengkapan satefy, perlengkapan mandi, keperluan anak & bayi, kebutuhan sandang, dan kebutuhan korban bencana lainnya.

Kontrak Baru PP Presisi Melesat Menjadi Rp5,3 Triliun


Kuhuni.com
– Jakarta. Kontrak baru PP Presisi (IDX:PPRE) melesat menjadi Rp5,3 triliun. Pencapaian perolehan kontrak baru tersebut berupa tambahan kontrak baru selama November yang berhasil dibukukan sebesar Rp504 miliar berasal dari proyek pengembangan pertambangan nikel Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara.

 “Kapasitas & kapabilitas PP Presisi dalam pengembangan pertambangan kembali dipercaya dengan diperolehnya tambahan kontrak pengembangan pertambangan nikel Weda Bay. Kontrak tersebut merupakan kelanjutan dari kontrak yang telah diperoleh sebelumnya, sehingga secara keseluruhan total kontrak yang telah dikantongi PPRE dari Weda Bay mencapai Rp 1,2 triliun.

LIHAT JUGA: Deposit Saham Termurah dan Menguntungkan

PTPP Tuntaskan Pembangunan Gedung Keuangan Negara Jayapura dengan Kualitas Terbaik


Kuhuni.com
– Jakarta. PT PP (Persero) Tbk (IDX:PTPP) salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka, terbesar, dan terdepan di Indonesia menghadiri acara peresmian Gedung Keuangan Negara di Jayapura. Acara tersebut diresmikan secara langsung oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani yang ditandai secara simbolis dengan penandatanganan prasasti.

Dalam acara peresmian Gedungan Keuangan Negara yang dilaksanakan pada hari ini Jumat (26/11) turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban, Gubernur Papua Lukas Enembe, Walikota Jayapura Benhur Tomi Mao, Kapolda Papua Mathius D. Fakhiri, Direktur Operasi Bidang Gedung PTPP Anton Satyo Hendriatmo, dan para pejabat daerah setempat.

Laporan keuangan Garuda Q3 2021, Rugi USD 1,66 miliar


Laporan keuangan
Garuda (GIAA) tahun 2021 untuk periode 9 bulan pertama telah dirilis perseroan. Dari hasil laporan keuangan  di bawah dapat kita lihat pendapatan  PT Garuda Indonesia Tbk (IDX:GIAA) Q3 2021 mencapai USD 939,02 juta. Pendapatan ini turun dibanding periode yang sama dengan tahun lalu sebesar USD 1,13 miliar.

Beban usaha juga turun jadi USD 1,98 miliar dari sebelumnya USD 2,24 miliar.

Kerugian bersih GIAA kuartal 3 tahun 2021 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk jadi minus USD 1,66 miliar (apabila dikonversi ke rupiah 1 USD 14.200, maka kerugian Garuda mencapai Rp 23,57 triliun). Kerugian ini meningkat dibanding kuartal 3 tahun 2020 minus USD 1,09 miliar. Rugi bersih per saham GIAA juga naik menjadi USD -0,06422 per saham (Q3-2020  USD -0,04152 per saham).

Laporan Keuangan ADCP/ Adhi Commuter 2021, Laba Rp 34 Miliar


Laporan Keuangan 
Adhi Commuter 2021 untuk periode 6 bulan pertama menunjukkan pendapatan perseroan sebesar Rp 201,02 miliar, turun tipis dari sebelumnya Rp 209,36 miliar. Sementara beban pokok juga ikut turun jadi Rp 150,21 miliar dari sebelumnya Rp 197,19 miliar.

Laba bersih Adhi Commuter tercatat meningkat jadi Rp 33,93 miliar, dari sebelumnya hanya Rp 375 juta. Total aset perseroan tercatat sebesar Rp 5,57 triliun. Total liabilitas ADCP sebesar Rp 3,57 triliun. Terakhir ekutias Adhi Commuter sebesar Rp 2 triliun.

Laporan keuangan WSKT Q3 2021, Laba Rp 252,71 Miliar


Laporan keuangan
Waskita Tbk (WSKT) tahun 2021 untuk periode 9 bulan pertama telah dirilis perseroan. Dari hasil laporan keuangan  di bawah dapat kita lihat pendapatan  PT Waskita Tbk (WSKT) Q3 2021 mencapai Rp 7,12 triliun. Pendapatan ini turun dibanding periode yang sama dengan tahun lalu hanya sebesar Rp 11,74 triliun.

Beban pokok pendapatan juga turun jadi Rp 6,84 triliun dari sebelumnya Rp 10,97 triliun.

Laba bersih WSKT kuartal 3 tahun 2021 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk jadi Rp 252,71 miliar atau berhasil meraih kinerja positif dibandingkan kuartal 3 tahun 2020 mengalami kerugian hingga Rp 2,63 triliun. Laba bersih per saham WSKT juga naik menjadi Rp 18,62 per saham (Q3-2020  Rp -194,27 per saham).

Laporan keuangan PPRE Q3 2021, Laba Melonjak 246 Persen


Laporan keuangan
PP Presisi (PPRE) tahun 2021 untuk periode 9 bulan pertama telah dirilis perseroan. Dari hasil laporan keuangan  di bawah dapat kita lihat pendapatan  PT PP Presisi Tbk (IDX:PPRE) Q3 2021 mencapai Rp 1,88 triliun. Pendapatan ini naik dibanding periode yang sama dengan tahun lalu hanya Rp 1,59 triliun.

Beban pokok pendapatan juga ikut naik jadi Rp 1,56 triliun dari sebelumnya Rp 1,29 triliun.

Laba bersih PPRE kuartal 3 tahun 2021 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik jadi Rp 56,48 miliar, melonjak 246% dibanding kuartal 3 tahun 2020 hanya Rp 16,29 miliar. Laba bersih per saham PPRE juga naik menjadi Rp 5,5 per saham (Q3-2020  Rp 1,6 per saham).

Laporan keuangan ANTM Q3 2021, Laba Bersih Meningkat 105%


Laporan keuangan
Aneka Tambang Tbk (ANTM) tahun 2021 untuk periode 9 bulan pertama telah dirilis perseroan. Dari hasil laporan keuangan  di bawah dapat kita lihat pendapatan  PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Q3 2021 mencapai Rp 26,47 triliun. Pendapatan ini melonjak dibanding periode yang sama dengan tahun lalu hanya sebesar Rp 18,03 triliun.

Beban pokok pendapatan juga meningkat jadi Rp 21,33 triliun dari sebelumnya Rp 15,13 triliun.

Laba bersih ANTM kuartal 3 tahun 2021 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik jadi Rp 1,71 triliun atau melonjak 105% dibandingkan kuartal 3 tahun 2020 hanya Rp 835,78 miliar. Laba bersih per saham ANTM juga naik menjadi Rp 71,18 per saham (Q3-2020  Rp 34,78 per saham).


LIHAT JUGA: Laba Bersih JSMR Q3 2021 Meroket 375% 

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sampai akhir September 2021 memiliki total aset sebesar Rp 33,30 triliun. Jumlah liabilitas ANTM tercatat sebesar Rp 12,95 triliun. Terakhir, ANTM memiliki total ekuitas sebesar Rp 20,34 triliun.

Laporan keuangan JSMR Q3 2021, Laba Bersih meroket 375%


Laporan keuangan
Jasa Marga Tbk (JSMR) tahun 2021 untuk periode 9 bulan pertama telah dirilis perseroan. Dari hasil laporan keuangan  di bawah dapat kita lihat pendapatan  PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Q3 2021 mencapai Rp 10,63 triliun. Pendapatan ini naik tipis dibanding periode yang sama dengan tahun lalu hanya sebesar Rp 10,54 triliun.

Beban pokok pendapatan turun sedikit jadi Rp 6,19 triliun dari sebelumnya Rp 6,64 triliun.

Laba bersih JSMR kuartal 3 tahun 2021 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik jadi Rp 749,41 miliar atau meroket 375% dibandingkan kuartal 3 tahun 2020 hanya Rp 157,60. Laba bersih per saham JSMR juga naik menjadi Rp 103,26 per saham (Q3-2020  Rp 21,71 per saham).

Jadwal Dividen IPCM / Jasa Armada Indonesia 2021

dividen saham ipcm

Kuhuni.com –
 Dividen IPCM (Jasa Armada Indonesia) 2021 sebesar Rp 10,17 per lembar. Jadwal pembagian dividen ke pemegang saham dibayar tangggal 16 Juli 2021. Cum dividen Jasa Armada Indonesia tanggal 25 Juni 2021.

Harga saham IPCM pada perdagangan tanggal 24 Juni 2021 ditutup pada level Rp 276. Dengan demikian perkiraan dividen yield IPCM sebesar 3,6%.

KLBF, INAF, MIKA, SOHO: Ini Daftar Saham Kesehatan IDX Healthcare


Kuhuni.com
– Saham kesehatan khususnya rumah sakit dan farmasi mengalami cuan besar awal perdangan minggu terakhir Juni 2021. Naiknya saham penghuni konstituen IDX Healthcare
 menjadi faktor pendukung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Saham yang naik seperti KLBF, MIKA, INAF, PYFA dan KAEF dan saham lainnya naik hingga di atas 20 persen bahkan diantaranya ada sampai auto rejection atas (ARA). Naiknya saham rumah sakit, farmasi, dan laboratoiun ini tentu saja karena adanya kenaikan kasus Covid-19. Hal ini mendorong sektor saham farmasi, rumah sakit masih dibutuhkan hingga pandemic Covid-19 berakhir.

Dividen Bank BUMN 2021 Mencapai Rp 23,21 Triliun


Dividen Bank BUMN 2021 sebesar Rp 23,21 triliun. Dividen Bank BUMN ini berasal dari bank milik negara yaitu Bank BRI, BNI, BTN dan Mandiri.

Jumlah dividen Bank BUMN yang diterima oleh negara mencapai Rp 13,53 triliun atau sebesar 58 persen dari total dividen yang dibagikan ke pemegang saham. Sisanya diterima oleh pemegang saham publik atau sekitar 42 persen.

Dividen Himbara (Bank BUMN) tahun 2021 ini menurun sebesar 43,33% dibanding jumlah dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 40,96 triliun. Dengan demikian penerimaan kas negara juga menurun dibanding perolehan dividen tahun 2020 yang mencapai  Rp 23,9 triliun.


Dividen Bank BRI (BBRI) 2021

Dividen BBRI 2021 sebesar Rp 12,12 triliun atau Rp 98,9 per lembar. Jumlah dividen BBRI 2021 ini menurun 41 persen dibanding jumlah dividen tahun 2020 mencapai Rp 20,62 triliun.

Pendapatan negara dari dividen Bank BRI tahun 2021 juga akhirnya turun jadi Rp 6,88 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 11,7 triliun di tahun 2020. Turunnya jumlah dividen Bank BRI disebabkan oleh menurunnya laba bersih yang diperoleh perseroan.

LIHAT JUGA: Histori Dividen BRI Sejak IPO

Dividen Bank Mandiri (BMRI) 2021

Dividen Bank Mandiri (BMRI) 2021 sebesar Rp 10,27 triliun atau  Rp 220,27 per lembar. Jumlah dividen BMRI 2021 ini turun sebesar  37 persen dibanding dividen tahun 2020 mencapai Rp 16,48 triliun.

Dividen yang diperoleh negara dari Bank Mandiri akhirnya juga turun menjadi Rp 6,16 triliun dari sebelumnya di tahun 2020 mencapai Rp 9,89 triliun. Turunnya jumlah dividen yang dibagikan juga sama dengan yang dialami Bank BRI yaitu karena turunnya laba yang diperoleh Bank Mandiri.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank Mandiri Sejak IPO

Dividen Bank BNI (BBNI) 2021

Dividen BBNI 2021 sebesar Rp 820,1 miliar atau Rp 44 per lembar. Jumlah dividen BBNI 2021 turun sebesar 80% dibanding dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 3,84 triliun.

Jumlah dividen yang didapatkan negara dari Bank BNI tahun 2021 sebesar Rp 492,58 miliar, turun drastis dibanding dividen tahun 2020 mencapai Rp 2,3 triliun. Penurunan ini juga disebabkan karena turunnya laba bersih Bank BNI di tahun 2020.

Dividen Bank BTN (BBTN) 2021

Bank BTN tahun 2021 tidak membagikan dividen. Alhasil negara tidak mendapat setoran dividen dari bank BUMN yang satu ini. Sementara tahun 2020 Bank BTN masih membagikan dividen sebesar Rp 20,92 miliar dan negara mendapat dividen sebesar Rp 12,55 miliar dari Bank BTN.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank BTN Sejak IPO

Dividen Pertamina 2021 Turun 53 Persen

pertamina

Dividen Pertamina 2021 sebesar
Rp 4 Triliun. Jumlah dividen Pertamina tahun 2020 ini turun sebesar 53 persen dibanding dividen Pertamina tahun 2020 yang mencapai Rp 8,5 triliun.

PT Pertamina (Persero) menyetor dividen ke kas negara sebagai pemegang saham pengendali mencapai Rp 4 triliun. Rasio pembagian dividen tahun 2021 mencapai 26,11 persen dari laba bersih tahun buku 2020 sebesar Rp 15,3 triliun (US$ 1,05 miliar).

Turunnya jumlah dividen Pertamina tahun 2021 disebabkan menurunnya laba bersih yang diperoleh Pertamina di tahunn 2020.  Laba bersih Pertamina tahun 2020 sebesar US$ 1,05 miliar, turun 58,44% dibanding laba bersih 2019 yang mencapai US$ 2,52 miliar.

Jadwal Dividen PPRE / PP Presisi 2021


Kuhuni.com –
 Dividen PPRE (PP Presisi) 2021 sebesar Rp 1,16 per lembar. Jadwal pembagian dividen anak perusahaan PT PP Tbk ke pemegang saham dibayar tangggal 9 Juli 2021. Dividen PP Presisi turun 82 persen dibanding jumlah dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 6,5 per lembar.

Saham PPRE pada perdagangan tanggal 11 Juni 2021 ditutup pada level Rp 180. Dengan demikian perkiraan dividen yield PPRE sebesar 0,6%.

Dividen WEGE 2021 Anjlok 72 Persen


Kuhuni.com -
Dividen WEGE 2021 sebesar Rp 3,21 per lembar atau sebesar Rp 30,73 miliar. Jumlah dividen anak usaha WIKA ini menurun tajam dibanding dividen 2020 yang mencapai Rp 11,8 per lembar atau turun sebesar 72 persen. Turunnya dividen WEGE kali ini disebabkan anjloknya laba perseroan di tahun 2020.

Harga saham WEGE tanggal 3 Juni 2021 ditutup di level Rp 202, maka perkiraan dividen yield saham WEGE yaitu 1,5 persen.

Dividen TLKM 2021 Rp 168 Per Lembar, Dividen Yield 5 persen


Kuhuni.com –
 Dividen TLKM (Telkom) 2021 sebesar Rp 168,01 per lembar atau setara dengan Rp 16,64 triliun. Jumlah pembagian dividen TLKM 2021 telah ditetapkan dalam hasil rapat umum pemegang saham tanggal 28 Mei 2021 di Auditorium Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Jumlah dividen TLKM 2021 meningkat sebesar 9 persen dibanding tahun lalu yang dividennya hanya Rp 154,06 per lembar. Sementara rasio jumlah dividen Telkom 2021 mencapai 80 persen dari laba bersih TLKM. Jumlah dividend payout rasio (DPR) kali ini tidak berbeda jauh dengan DPR tahun 2020.

Tahun 2020 IPCC / IPC Car Terminal Rugi 23,77 Miliar


Kuhuni.com
– Laba bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) tahun 2020 minus 23,77 miliar. Sepanjang tahun 2020 IPCC mengalami kerugian, padahal di tahun 2019 IPPC masih berhasil mencatatkan keuntungan sebesar Rp 135,30 miliar.

Total pendapatan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di tahun 2020 sebesar Rp 356,53 miliar. Turun 31,85% dibanding  tahun 2019 yang mencapai Rp 523,21 miliar. Beban pokok pendapatan IPCC tahun 2020 juga ikut turun menjadi Rp 280,82 miliar dari sebelumnya mencapai Rp 305,57 miliar di tahun 2019.  Laba kotor IPCC juga turun drastic menjadi Rp 75,71 miliar dari sebelumnya mencapai Rp 217,64 miliar.

LIHAT JUGA: Tahun 2020 Waskita Rugi 7,37 Triliun

Menurunnya pendapatan IPCC sepanjang tahun 2020 akhirnya tidak mampu menutupi seluruh biaya operasional, sehingga IPCC mengalami kerugian. Alhasil laba bersih per saham IPCC juga jadi minus yaitu sebesar  Rp -13,07 per saham dari sebelumnya mencapai Rp 74,41 per saham di tahun 2019.

Per 31 Desember 2020 PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) memiliki total aset sebesar Rp 1,82 triliun. Mengalami kenaikan dibanding tahun 2019 yang asetnya Rp 1,26 triliun.

LIHAT JUGA: 20 Istilah Saham yang Sering Dipakai dan Wajib Diketahui

Jumlah aset lancar  IPCC tercatat sebesar Rp 599,96 miliar yang di dalamnya terdapat kas sebesar Rp 519,65 miliar. Sementara Aset tidak lancar sebesar Rp 1,22 triliun.

Hingga tahun 2020 IPCC memiliki hutang/liabilitas sebesar Rp 820,11 miliar. Mengalami kenaikan drastis dibanding tahun 2019 hanya Rp 191,59 miliar. Jumlah hutang jangka pendek sebesar Rp 134,86 miliar. Hutang jangka panjang sebesar Rp 685,25 miliar mengalami kenaikan tajam dibanding tahun 2019 hutang jangka panjangnya tidak ada. Kenaikan hutang jangka panjang ini berupa biaya sewa.

LIHAT JUGA: Tanya Jawab tentang Dividen

Terakhir, IPCC memiliki total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,00 triliun. Mengalami penurunan dibanding tahun 2019 mencapai  Rp 1,07 triliun.

Translate

Berita Terbaru

    Berita Utama

    5 Broker Saham Terbaik: Dijamin Aman untuk Investasi Saham 2022

      Broker Saham Terbaik – Broker saham atau sekuritas memiliki peranan penting dalam investasi saham. Bagi semua investor baik pemula dan ah...