Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%

KUHUNI.COM – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (IDX: PJAA) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp781,77 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Namun, pendapatan tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring penurunan laba bruto dan laba usaha.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026, perusahaan mencatat laba bersih tahun berjalan Rp25,30 miliar, turun 56,52% dibandingkan Rp58,19 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Laporan posisi keuangan per September 2026 berstatus tidak diaudit, sedangkan posisi pembanding per 31 Desember 2025 telah diaudit.

ancol
Wahana permainan di Dufan Ancol. Sumber foto: ancol.com

Ringkasan Kinerja Keuangan PJAA

Pos Keuangan 9M 2026 9M 2025 Perubahan
Pendapatan usahaRp781.774 jutaRp798.529 juta-2,10%
Laba brutoRp318.704 jutaRp358.495 juta-11,10%
Laba usahaRp116.803 jutaRp164.289 juta-28,90%
Laba sebelum pajakRp48.234 jutaRp87.946 juta-45,15%
Laba bersihRp25.302 jutaRp58.185 juta-56,52%
Laba per saham dasarRp16Rp37-56,76%
Kas bersih dari operasiRp80.675 jutaRp113.604 juta-28,98%

Catatan: 9M berarti sembilan bulan yang berakhir pada 30 September. Angka dalam laporan keuangan dinyatakan dalam jutaan rupiah, kecuali laba per saham.

Investor Asing Net Sell Rp92,09 Triliun di BEI hingga 21 Oktober 2026

JAKARTA, Kuhuni.com — Investor asing masih mencatat penjualan bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara kumulatif sejak awal 2026. Berdasarkan IDX Daily Statistics tanggal 21 Oktober 2026, akumulasi net sell investor asing mencapai Rp92,09 triliun.

Data BEI mencatat nilai penjualan bersih tersebut sebesar Rp92.093,43 miliar sejak awal tahun atau year to date (YTD).

Meski demikian, pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026, investor asing justru membukukan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp12,49 miliar. Dengan demikian, transaksi harian investor asing menunjukkan pembelian bersih, sementara posisi kumulatif sejak awal tahun masih berada di wilayah penjualan bersih.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Dokumentasi Kuhuni.com

Apa Arti Net Sell Asing di Pasar Saham?

Net sell asing merupakan kondisi ketika nilai penjualan saham oleh investor asing lebih besar dibandingkan nilai pembeliannya dalam periode tertentu. Sebaliknya, net buy terjadi ketika nilai pembelian lebih besar daripada penjualan.

Laporan keuangan PTPP September 2026: pendapatan turun 12,69%, dan laba tahun berjalan Rp4,57 miliar

KUHUNI.COM – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp9,37 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Nilai tersebut turun 12,69% dibandingkan Rp10,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan juga menyusut sekitar 69,99% menjadi Rp4,57 miliar dari sebelumnya Rp15,25 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, laba kotor PTPP turun 27,62% menjadi Rp1,17 triliun. Laba sebelum pajak tercatat Rp31,91 miliar, sedangkan jumlah laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp62,46 miliar, meningkat dibandingkan Rp41,19 miliar pada Januari–September 2025.

Logo PT PP Tbk (IDX: PTPP)

Ringkasan Kinerja Keuangan PTPP September 2026

Berikut perbandingan kinerja keuangan konsolidasian PTPP untuk sembilan bulan pertama 2026 dan 2025. Angka laporan laba rugi dan arus kas disajikan untuk periode Januari–September, sedangkan laporan posisi keuangan membandingkan 30 September 2026 dengan 31 Desember 2025.

Pos Keuangan 2026 Pembanding Perubahan
Pendapatan usahaRp9.373.871.333.373Rp10.736.544.850.602-12,69%
Laba kotorRp1.169.558.229.629Rp1.615.764.120.075-27,62%
Laba sebelum pajakRp31.910.874.758Rp45.844.903.708-30,39%
Laba tahun berjalanRp4.574.433.654Rp15.247.500.642-69,99%
Jumlah laba komprehensifRp62.462.313.256Rp41.192.230.150+51,64%
Arus kas operasi-Rp2.628.719.596.955-Rp656.377.709.903Arus keluar membesar
Total asetRp43.087.526.440.795Rp42.984.452.327.034+0,24%
Total liabilitasRp38.719.647.785.115Rp38.679.035.984.611+0,11%
Total ekuitasRp4.367.878.655.680Rp4.305.416.342.423+1,45%
Kas dan setara kasRp1.785.425.692.019Rp2.893.604.323.721-38,30%

Pendapatan PTPP Turun 12,69% Menjadi Rp9,37 Triliun

Pendapatan usaha PT PP (Persero) Tbk mencapai Rp9.373.871.333.373 pada Januari–September 2026. Angka tersebut turun Rp1.362.673.517.229 atau sekitar 12,69% dibandingkan Rp10.736.544.850.602 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban pokok pendapatan turun dari Rp9.120.780.730.527 menjadi Rp8.204.313.103.744. Meski beban pokok turun sekitar 10,05%, penurunan pendapatan yang lebih besar membuat laba kotor ikut tertekan.

Laba kotor PTPP tercatat Rp1.169.558.229.629, dibandingkan Rp1.615.764.120.075 pada Januari–September 2025. Nilai tersebut berkurang Rp446.205.890.446 atau 27,62%.

Margin laba kotor turun dari sekitar 15,05% menjadi 12,48%. Penurunan sekitar 2,57 poin persentase tersebut menunjukkan bahwa porsi pendapatan yang tersisa setelah dikurangi beban pokok pendapatan lebih kecil dibandingkan periode pembanding.

Rugi Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) Membengkak Jadi Rp706 Juta hingga September 2026

KUHUNI.COM – PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) mencatat penurunan pendapatan selama sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perseroan turun 27,43% menjadi Rp928 juta, sedangkan rugi bersih membesar menjadi Rp706,03 juta dibandingkan rugi Rp172,62 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang tidak diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, pendapatan AIMS tercatat Rp928.000.000. Pada Januari–September 2025, pendapatan perseroan mencapai Rp1.278.750.000.

Di tengah penurunan pendapatan, beban umum dan administrasi meningkat 12,53%. Pada sisi neraca, total aset naik 3,24% menjadi Rp4,43 miliar, tetapi total liabilitas meningkat 23,85% menjadi Rp4,39 miliar. Ekuitas pun turun tajam menjadi Rp43,34 juta pada akhir September 2026.

Logo Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS)

Ringkasan Kinerja Keuangan AIMS September 2026

Berikut perbandingan laporan laba rugi AIMS untuk sembilan bulan pertama 2026 dan 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba atau rugi per saham.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan
Pendapatan928.000.0001.278.750.000-350.750.000-27,43%
Beban pokok pendapatan————
Laba kotor928.000.0001.278.750.000-350.750.000-27,43%
Beban umum dan administrasi1.629.098.8541.447.747.912+181.350.942+12,53%
Beban lain-lain4.932.2463.620.484+1.311.762+36,23%
Rugi sebelum pajak706.031.100172.618.396Rugi bertambah 533.412.704Rugi naik 309,00%
Rugi bersih periode berjalan706.031.100172.618.396Rugi bertambah 533.412.704Rugi naik 309,00%
Rugi per sahamRp3,21Rp0,78Rugi per saham bertambah Rp2,43Rugi per saham naik 311,54%

Pendapatan AIMS Turun 27,43% Menjadi Rp928 Juta

Pendapatan PT Artha Mahiya Investama Tbk mencapai Rp928 juta selama Januari–September 2026. Angka tersebut turun Rp350,75 juta atau 27,43% dibandingkan Rp1,28 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan berlangsung bersamaan dengan kenaikan beban umum dan administrasi. Kondisi tersebut menekan hasil usaha perseroan dan membuat rugi bersih membesar dibandingkan periode pembanding.

Laporan mencatat beban pokok pendapatan nihil pada kedua periode. Dengan demikian, laba kotor sama dengan pendapatan, yakni Rp928 juta pada 2026 dan Rp1,28 miliar pada 2025. Namun, nilai laba kotor tersebut belum cukup untuk menutup beban umum dan administrasi serta beban lain-lain.

Cara Menjual Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol

Cara menjual saham untuk pemula sebenarnya tidak sulit. Investor hanya perlu membuka aplikasi sekuritas, memilih saham yang dimiliki, memasukkan jumlah lot yang ingin dijual, menentukan harga jual, lalu menunggu order tersebut berhasil atau match.

Yang sering membuat pemula bingung bukan cara menekan tombol jual, tetapi kapan harus menjual saham, pada harga berapa saham sebaiknya dijual, dan bagaimana menghitung keuntungan atau kerugiannya.

Karena itu, memahami cara menjual saham dengan benar sangat penting sebelum mulai aktif melakukan transaksi di Bursa Efek Indonesia.

BEI menjelaskan bahwa investor melakukan transaksi saham melalui aplikasi perusahaan sekuritas. Saat menjual saham, investor menentukan harga jual dan jumlah lot, kemudian menunggu sampai ada pembeli yang cocok dengan harga tersebut.

buy and sell bbri
Seorang trader sedang melakukan trading saham bbri di aplikasi trading

Cara Menjual Saham untuk Pemula

Secara sederhana, cara menjual saham dapat dilakukan dengan langkah berikut:

  1. Buka aplikasi sekuritas.
  2. Pastikan saham yang ingin dijual tersedia di portofolio.
  3. Pilih menu Sell atau Jual.
  4. Pilih kode saham.
  5. Masukkan jumlah saham dalam lot.
  6. Tentukan harga jual.
  7. Kirim atau konfirmasi order jual.
  8. Tunggu sampai order berhasil match.
  9. Setelah transaksi selesai, hasil penjualan akan masuk ke saldo sesuai mekanisme penyelesaian transaksi.

Nama menu pada setiap aplikasi sekuritas bisa berbeda, tetapi prinsipnya hampir sama.

GUNA Raup Pendapatan Rp1,49 Triliun, Laba Bersih Naik 15,01% hingga September 2026

KUHUNI.COM – PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba selama sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan neto perseroan meningkat 19,08% menjadi Rp1,49 triliun, sedangkan laba tahun berjalan naik 15,01% menjadi Rp87,44 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, GUNA membukukan pendapatan neto sebesar Rp1.493.362.996.838. Pada Januari–September 2025, pendapatan neto tercatat Rp1.254.064.046.689.

Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba bruto sebesar 25,57% dan laba operasi sebesar 22,69%. Namun, kenaikan beban pokok pendapatan, beban operasional, dan beban pajak menahan pertumbuhan laba bersih. Di sisi lain, arus kas operasi turun, sementara total liabilitas meningkat seiring bertambahnya pinjaman bank jangka panjang.

 Laporan Keuangan Saham GUNA per September 2026. Sumber tangkapan layar laporan keuangan yang diterbitkan perseroan

Ringkasan Kinerja Keuangan GUNA September 2026

Berikut perbandingan kinerja keuangan konsolidasian GUNA untuk sembilan bulan pertama 2026 dan 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba per saham dan persentase.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan
Pendapatan neto1.493.362.996.8381.254.064.046.689+239.298.950.149+19,08%
Beban pokok pendapatan1.291.021.581.2731.092.921.333.065+198.100.248.208+18,13%
Laba bruto202.341.415.565161.142.713.624+41.198.701.941+25,57%
Beban penjualan16.796.229.88011.677.403.356+5.118.826.524+43,84%
Beban umum dan administrasi55.468.530.74744.481.149.503+10.987.381.244+24,70%
Rugi selisih kurs neto4.001.799.5621.772.381.802+2.229.417.760+125,79%
Laba operasi127.389.948.339103.830.883.496+23.559.064.843+22,69%
Laba sebelum pajak115.436.961.84897.470.838.254+17.966.123.594+18,43%
Beban pajak penghasilan27.994.707.92221.443.584.416+6.551.123.506+30,55%
Laba tahun berjalan87.442.253.92676.027.253.838+11.415.000.088+15,01%
Laba pemilik entitas induk57.030.302.44248.014.528.813+9.015.773.629+18,78%
Laba per sahamRp22,81Rp19,21+Rp3,60+18,74%

Pendapatan GUNA Naik 19,08% Menjadi Rp1,49 Triliun

Pendapatan neto PT Gunanusa Eramandiri Tbk mencapai Rp1,49 triliun selama Januari–September 2026. Nilai tersebut meningkat Rp239,30 miliar dibandingkan Rp1,25 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan sebesar 19,08% menjadi salah satu pendorong kenaikan laba bruto dan laba operasi. Meski demikian, kenaikan pendapatan belum sepenuhnya tercermin pada pertumbuhan laba bersih karena sejumlah beban juga meningkat selama periode laporan.

Apa Itu Take Profit? Pengertian, Cara Menggunakan dan Contohnya

Take profit adalah tindakan menjual saham setelah harga naik untuk mengunci keuntungan yang sudah diperoleh. Dalam trading saham, take profit menjadi salah satu bagian penting dari rencana transaksi karena keuntungan dari kenaikan harga baru benar-benar terealisasi setelah saham dijual.

Sederhananya, kalau stop loss digunakan untuk membatasi kerugian, maka take profit digunakan untuk mengamankan keuntungan.

Misalnya, seorang trader membeli saham di harga Rp1.000. Setelah beberapa waktu, harga naik menjadi Rp1.200. Jika trader menjual saham tersebut di Rp1.200, maka terdapat keuntungan Rp200 per saham sebelum memperhitungkan biaya transaksi.

OJK menjelaskan bahwa capital gain merupakan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual saham. OJK juga menggunakan istilah “ambil untung” untuk tindakan menjual aset atau surat berharga pada saat harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan.

pengertian take profit

Apa Itu Take Profit?

Take profit adalah strategi menjual saham pada harga yang telah ditentukan sebelumnya setelah harga saham naik sesuai target keuntungan.

Tujuan utamanya adalah mengubah keuntungan yang masih berada di atas kertas menjadi keuntungan yang sudah terealisasi.

Contohnya:

Keterangan Contoh
Harga beli Rp1.000
Target take profit Rp1.200
Harga jual Rp1.200
Keuntungan per saham Rp200

Kalau membeli 10 lot, berarti memiliki 1.000 lembar saham karena 1 lot saham terdiri dari 100 lembar.

Dengan demikian:

Keuntungan kotor = 1.000 × (Rp1.200 - Rp1.000)

= Rp200.000

Angka tersebut masih merupakan keuntungan kotor karena belum memperhitungkan biaya transaksi.

Laporan Keuangan Saham ARNA September 2026: Penjualan Rp2,51 Triliun, Laba Naik 22,82%

KUHUNI.COM – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026. Penjualan bersih perseroan meningkat 15,57% menjadi Rp2,51 triliun, sedangkan laba tahun berjalan naik 22,82% menjadi Rp375,88 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, penjualan bersih ARNA mencapai Rp2.512.401.641.132. Pada Januari–September 2025, penjualan tercatat Rp2.173.867.053.047.

Pertumbuhan laba juga lebih tinggi daripada kenaikan penjualan. Laba tahun berjalan meningkat dari Rp306.026.761.601 menjadi Rp375.876.512.493. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp369,62 miliar, naik 22,35% secara tahunan.

Contoh keramik produk Arwana. Sumber foto: arwanacitra.com 

Selain peningkatan penjualan dan laba, ARNA mencatat kenaikan laba usaha, perbaikan margin laba, serta arus kas operasi yang lebih besar. Namun, saldo kas dan setara kas pada akhir September 2026 turun dibandingkan akhir 2025, sementara total liabilitas meningkat.

Ringkasan Kinerja Keuangan ARNA September 2026

Berikut perbandingan kinerja keuangan konsolidasian ARNA untuk sembilan bulan pertama 2026 dan 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba per saham.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Penjualan bersih 2.512.401.641.132 2.173.867.053.047 +338.534.588.085 +15,57%
Beban pokok penjualan 1.716.277.556.898 1.514.203.239.677 +202.074.317.221 +13,35%
Laba kotor 796.124.084.234 659.663.813.370 +136.460.270.864 +20,69%
Beban penjualan 224.432.296.865 198.381.859.347 +26.050.437.518 +13,13%
Beban umum dan administrasi 76.277.847.576 64.875.697.112 +11.402.150.464 +17,58%
Rugi selisih kurs neto 16.825.903.435 6.837.092.674 +9.988.810.761 +146,10%
Laba usaha 485.304.012.877 393.267.333.593 +92.036.679.284 +23,40%
Laba sebelum pajak 488.021.699.508 393.093.309.040 +94.928.390.468 +24,15%
Beban pajak penghasilan neto 112.145.187.015 87.066.547.439 +25.078.639.576 +28,80%
Laba tahun berjalan 375.876.512.493 306.026.761.601 +69.849.750.892 +22,82%
Laba pemilik entitas induk 369.624.785.399 302.107.808.347 +67.516.977.052 +22,35%
Laba per saham Rp53,15 Rp42,87 +Rp10,28 +23,98%

Penjualan ARNA Tumbuh 15,57% Menjadi Rp2,51 Triliun

Penjualan bersih menjadi salah satu penopang kinerja ARNA selama Januari–September 2026. Perseroan membukukan penjualan Rp2,51 triliun, bertambah Rp338,53 miliar dibandingkan Rp2,17 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Terbaru

      Konten Pilihan