Cara Menghitung Bunga Pinjaman KUR BRI 2026: Rumus, Contoh, dan Simulasi Angsuran

Cara menghitung bunga pinjaman KUR BRI perlu dipahami sebelum mengajukan Kredit Usaha Rakyat. Dengan mengetahui cara perhitungannya, calon debitur dapat memperkirakan angsuran bulanan, total bunga, dan jumlah uang yang harus dikembalikan kepada bank.

Misalnya, seorang pedagang ingin meminjam Rp50 juta untuk menambah persediaan barang dagangan. Sebelum mengajukan pinjaman, ia perlu mengetahui berapa cicilan yang harus dibayar setiap bulan dan apakah pendapatan usahanya cukup untuk membayar angsuran tersebut.

Dalam artikel ini, kita akan membahas rumus menghitung bunga KUR BRI, perbedaan bunga flat dan bunga efektif, serta contoh simulasi pinjaman dengan bahasa yang mudah dipahami.

KUR BRI
Ilustrasi pencairan KUR BRI. Kuhuni.com

Apa Itu Bunga Pinjaman KUR BRI?

Bunga pinjaman adalah biaya yang dibayarkan peminjam kepada bank atas uang yang dipinjam. Bunga tersebut menjadi bagian dari kewajiban pembayaran selain pokok pinjaman.

KUR atau Kredit Usaha Rakyat merupakan program pembiayaan bagi pelaku usaha produktif yang memenuhi persyaratan. Dana pinjaman dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Besarnya bunga KUR ditentukan berdasarkan jenis KUR, ketentuan program yang berlaku, serta skema pembiayaan yang tercantum dalam perjanjian kredit.

Karena itu, sebelum menghitung cicilan KUR BRI, calon debitur perlu mengetahui tiga hal berikut:

  • Jumlah pinjaman atau plafon kredit.
  • Suku bunga yang berlaku untuk pengajuan tersebut.
  • Jangka waktu pinjaman atau tenor.

Apakah Trading Bisa Rugi? Ini Risikonya

Apakah trading bisa rugi? Jawabannya adalah ya, sangat bisa. Setiap aktivitas trading memiliki kemungkinan mengalami kerugian karena harga aset dapat bergerak berlawanan dengan posisi yang diambil.

Jika Anda membeli saham pada harga Rp1.000 kemudian menjualnya pada harga Rp900, Anda mengalami kerugian Rp100 per saham.

trading loss
Ilustrasi seorang trader mengalami kerugian

Begitu juga dalam trading forex atau perdagangan berjangka. Jika pergerakan harga berlawanan dengan posisi yang diambil, trader dapat mengalami kerugian. Bahkan pada perdagangan berjangka yang menggunakan leverage, kerugian dapat berkembang sangat cepat dan dalam kondisi tertentu dapat melebihi margin awal. Bappebti secara khusus mengingatkan calon nasabah mengenai risiko tersebut.

Karena itu, pemula tidak cukup hanya mempelajari cara mendapatkan keuntungan dari trading. Hal yang sama pentingnya adalah memahami mengapa trading bisa rugi dan bagaimana cara membatasi kerugian.

Apakah Trading Bisa Rugi?

Ya, trading bisa rugi.

Kerugian terjadi ketika nilai posisi yang Anda ambil bergerak berlawanan dengan perkiraan atau strategi yang digunakan.

Contohnya sangat sederhana.

  • Harga beli saham: Rp1.000
  • Harga jual: Rp900
  • Kerugian: Rp100 per saham

Jika Anda memiliki 1.000 saham:

1.000 × Rp100 = Rp100.000

Artinya, Anda mengalami kerugian kotor Rp100 ribu.

Kerugian tersebut belum memperhitungkan biaya transaksi.

Inilah alasan mengapa trading tidak boleh dipandang hanya dari sisi keuntungan.

Jika ada peluang mendapatkan profit, selalu ada kemungkinan mengalami loss.

Laporan Keuangan Vale Indonesia (INCO) per September 2026, Laba US$147,12 Juta Melonjak 180,57%

Kuhuni.com, Jakarta — PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat kinerja keuangan yang menguat sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perseroan mencapai US$896,07 juta, naik US$190,68 juta atau 27,03% dibandingkan US$705,39 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan pendapatan tersebut diikuti peningkatan laba bruto, laba usaha, hingga laba bersih. Laba periode berjalan INCO mencapai US$147,12 juta, melonjak US$94,68 juta atau 180,57% dibandingkan US$52,45 juta pada sembilan bulan 2025.

Dump Truck Tambang sedang beroperasi di areal pertambangan

Jadwal Dividen Nusantara Sejahtera Raya (CNMA) 2026: Catat Histori dan Yield-nya!

KUHUNI.COM, JAKARTA — PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, resmi mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026. Perseroan siap membagikan dividen tunai sebesar Rp4 per saham kepada para pemegang saham yang berhak.

Berdasarkan pengumuman perseroan, keputusan pembagian dividen interim ini telah mengantongi persetujuan Dewan Komisaris melalui Keputusan Nomor 142/NSR-SK-BOC/X/2026 pada 27 Oktober 2026, merujuk pada Keputusan Direksi Nomor 141/NSR-SK-BOD/X/2026. Nilai dividen tersebut akan dibayarkan sesuai jumlah kepemilikan saham investor setelah dikurangi saham treasuri.

Ilustrasi pembagian dividen CNMA

Berapa Dividend Yield CNMA Hari Ini?

Pada penutupan perdagangan Kamis (29/10/2026), saham CNMA parkir di level Rp72 per lembar saham.

Dengan besaran dividen interim sebesar Rp4 per saham, maka dividend yield interim yang dihasilkan pada harga penutupan hari ini adalah sebesar 5,56%.

Jadwal Pembagian Dividen Interim CNMA 2026

Bagi investor yang ingin mendapatkan hak atas dividen interim pengelola Cinema XXI ini, berikut adalah rincian tanggal penting yang wajib dicermati dalam Jadwal Dividen CNMA 2026:

Laporan Keuangan Saham MTDL per September 2026 Laba Bersih Rp443,92 Miliar, Turun 5%

Kuhuni.com, Jakarta — PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp22,09 triliun hingga 30 September 2026, meningkat 17,46% dibandingkan Rp18,81 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan naik 2,33% menjadi Rp688,10 miliar dari Rp672,41 miliar.

Ilustrasi Kinerja Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Sumber foto: Mediasaham.com

Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba kotor menjadi Rp1,60 triliun. Namun, peningkatan beban pokok pendapatan, beban usaha, biaya keuangan, serta kerugian kurs turut memengaruhi pertumbuhan laba perusahaan teknologi informasi tersebut.

Pendapatan MTDL Tumbuh 17,46%

Hingga September 2026, pendapatan bersih Metrodata mencapai Rp22,09 triliun, naik Rp3,28 triliun dibandingkan Rp18,81 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp20,49 triliun dari Rp17,40 triliun.

Dengan perkembangan tersebut, laba kotor MTDL naik 13,25% menjadi Rp1,60 triliun dari Rp1,41 triliun. Margin laba kotor tercatat sekitar 7,23%, sedikit lebih rendah dibandingkan sekitar 7,50% pada periode sebelumnya.

Ini Rangkuman IHSG (29/10/2026): IHSG Anjlok 3,49%, Asing Jualan Rp1,08 Triliun, Seluruh Sektor Turut Melemah, Saham ALKA dan YPAS Top Gainer

KUHUNI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.098,057, turun 184,255 poin atau 3,49% dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.282,312.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.320,895 sebelum bergerak turun hingga 5.098,057. Posisi terendah harian tersebut sekaligus menjadi level penutupan indeks.

Di tengah pelemahan indeks, investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp1,08 triliun. Secara kumulatif sejak awal tahun, nilai jual bersih asing mencapai Rp97,78 triliun.

Nilai transaksi saham di BEI mencapai Rp11,29 triliun dengan volume 22,64 miliar saham dan frekuensi 1,31 juta kali transaksi. Hampir seluruh indeks utama, indeks sektoral, dan indeks syariah yang tercantum dalam laporan BEI ditutup melemah.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Dok. Kuhuni.com

IHSG Turun 184 Poin ke Level 5.098

Penurunan IHSG sebesar 3,49% menjadi salah satu catatan utama perdagangan saham hari ini. Indeks berakhir 184,255 poin lebih rendah dibandingkan penutupan Rabu, 28 Oktober 2026, di level 5.282,312.

IndikatorData 29 Oktober 2026
Penutupan IHSG5.098,057
Penutupan sebelumnya5.282,312
Perubahan poin-184,255 poin
Perubahan persentase-3,49%
Tertinggi harian5.320,895
Terendah harian5.098,057
Volume saham22,64 miliar saham
Nilai transaksi sahamRp11,29 triliun
Frekuensi transaksi1,31 juta kali
Kapitalisasi pasar BEIRp8.967 triliun
Kapitalisasi IHSG berdasarkan free floatRp2.209 triliun

Dengan koreksi tersebut, kinerja IHSG sejak awal tahun atau year to date (YTD) tercatat minus 41,04%. Angka ini menggambarkan penurunan indeks secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, bukan hanya perubahan pada perdagangan hari ini.

Terbaru

      Konten Pilihan