Pinjaman Online: Syarat, Biaya, dan Tips Cerdas Agar Tidak Terjebak

Pinjaman online (Pinjol) menjadi salah satu pilihan masyarakat ketika membutuhkan dana tambahan untuk berbagai keperluan, mulai dari kebutuhan mendesak, biaya pendidikan, hingga modal usaha. Proses pengajuannya dapat dilakukan secara online melalui aplikasi pinjol, sehingga calon kita tidak selalu harus datang langsung ke kantor.

Sebelum mengajukan pinjaman online, ada beberapa hal penting yang perlu kita pahami. Mulai dari izin resmi OJK, bunga dan biaya admin, tenor pembayaran, hingga kemampuan kita bayar cicilan.

pinjol ojk
Pinjaman online resmi terdaftar OJK

Artikel ini khusus membahas pengertian pinjaman online, cara kerjanya, syarat pengajuan, risiko yang perlu diperhatikan, serta tips cerdas agar tidak terjebak.

Apa Itu Pinjaman Online?

Pinjaman online adalah fasilitas pendanaan yang proses pengajuannya dilakukan secara online lewat aplikasi atau situs web. Dalam konteks layanan pendanaan berbasis teknologi di Indonesia, salah satu bentuknya adalah Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), yang juga dikenal masyarakat sebagai fintech lending atau pinjol.

Melalui layanan ini, calon penerima dana dapat mengajukan pendanaan secara online tanpa harus menjalani seluruh proses secara tatap muka.

94 Aplikasi Pinjaman Online Terdaftar di OJK, Aman dan Resmi

Aplikasi Pinjaman Online Terdaftar di OJK – Semua aplikasi pinjaman online (pinjol) terpercaya hanya terdaftar di OJK dan mimiliki nomor izin resmi dari OJK. Aplikasi pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK dinyatakan ilegal dan dilarang oleh OJK untuk beroperasi

Aplikasi pinjaman online adalah sebuah platform yang disedikan perusahaan fintech (financial technology) untuk memberikan pinjaman uang ke nasabah. Pinjaman online (pinjol) diberikan secara online ke nasabah tanpa ketemu atau datang ke kantor. Semua transaksi pinjol dilakukan secara online lewat aplikasi.

Pinjaman online biasanya cepat cair karena persyaratannya cukup mudah. Tidak sesulit meminjam uang ke bank. Para perusahaan fintech memberikan syarat peminjaman yang mudah seperti hanya butuh indentitas diri (KTP) dan keterangan surat kerja atau punya slip gaji.

pinjol
Pengajuan pinjaman di aplikasi pinjaman online yang terdaftar di OJK

Asing Net Sell Rp6,67 Triliun di BEI, UBS Pimpin Nilai Transaksi Broker Sepekan

JAKARTA, Kuhuni.com — Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp6.671,26 miliar atau sekitar Rp6,67 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang perdagangan 19-23 Oktober 2026.

Aksi jual bersih tersebut terjadi ketika IHSG justru menguat 4,90 persen dalam sepekan. IHSG naik dari level 5.185,105 pada akhir pekan sebelumnya menjadi 5.439,258 pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Di sisi lain, aktivitas perusahaan sekuritas juga sangat besar. Stockbit Sekuritas Digital menjadi anggota bursa dengan volume transaksi terbesar, sementara UBS Sekuritas Indonesia memimpin berdasarkan nilai transaksi.

trading loss
Ilustrasi seorang trader mengalami kerugian

Asing Jual Bersih Rp6,67 Triliun

Berdasarkan data BEI, investor asing melakukan pembelian saham dengan nilai Rp36.952,02 miliar sepanjang pekan 19-23 Oktober 2026.

Sementara itu, nilai penjualan asing mencapai Rp43.623,28 miliar.

Dengan demikian, nilai penjualan lebih besar Rp6.671,26 miliar dibandingkan pembelian. Selisih tersebut tercatat sebagai net sell asing.

IHSG Menguat 4,90 Persen ke 5.439,258, Ini Rangkuman Pasar Saham BEI Sepekan 19-23 Oktober 2026

JAKARTA, Kuhuni.com — Pasar saham Indonesia mencatat penguatan signifikan sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 19-23 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.439,258, naik 254,153 poin atau 4,90 persen dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya di level 5.185,105.

Penguatan IHSG tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya nilai transaksi dan frekuensi perdagangan saham. Namun, volume rata-rata perdagangan harian justru mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Dok. Kuhuni.com

Berdasarkan laporan IDX Weekly Statistics Bursa Efek Indonesia untuk periode 19-23 Oktober 2026, kapitalisasi pasar BEI juga meningkat dari Rp9.157 triliun menjadi Rp9.583 triliun atau bertambah 4,66 persen.

IHSG Naik 4,90 Persen dalam Sepekan

IHSG mengawali pekan dari posisi penutupan sebelumnya sebesar 5.185,105 dan mengakhiri perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026 pada level 5.439,258.

Dengan demikian, indeks utama pasar saham Indonesia tersebut bertambah 254,153 poin dalam satu pekan.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak cukup volatil. Level tertinggi mingguan tercatat di 5.455,211, sementara level terendah berada di 4.907,370.

Indikator Pekan Sebelumnya 19-23 Oktober 2026 Perubahan
IHSG Close5.185,1055.439,258+4,90%
IHSG Low5.185,1054.907,370-5,36%
IHSG High6.128,7235.455,211-10,99%

Nilai Transaksi Harian Naik 25,42 Persen

Aktivitas perdagangan saham mengalami peningkatan dari sisi nilai transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian pada pekan 19-23 Oktober 2026 mencapai Rp20.337 miliar, dibandingkan Rp16.215 miliar pada pekan sebelumnya.

Artinya, rata-rata nilai transaksi harian meningkat Rp4.122 miliar atau 25,42 persen.

Kenaikan juga terlihat pada frekuensi perdagangan. Rata-rata frekuensi harian meningkat dari 1.717 ribu kali menjadi 1.953 ribu kali atau naik 13,80 persen.

Namun, rata-rata volume harian turun 9,39 persen dari 44.102 juta saham menjadi 39.959 juta saham.

IndikatorPekan LaluPekan IniPerubahan
Volume harian44.102 juta saham39.959 juta saham-9,39%
Nilai transaksi harianRp16.215 miliarRp20.337 miliar+25,42%
Frekuensi harian1.717 ribu1.953 ribu+13,80%
Kapitalisasi pasarRp9.157 triliunRp9.583 triliun+4,66%

Total Perdagangan Saham Mencapai Rp101,68 Triliun

Secara keseluruhan, perdagangan saham selama pekan tersebut menghasilkan volume sebesar 199.795.671.547 saham. Nilai transaksi mencapai Rp101.683.566.631.983, dengan total frekuensi transaksi sebanyak 9.767.365 kali.

Pasar reguler menjadi penyumbang terbesar aktivitas perdagangan. Volume di pasar reguler mencapai 186.002.242.400 saham atau 93,10 persen dari total volume. Nilai transaksi pasar reguler mencapai Rp90.116.987.268.400 atau 88,62 persen dari total nilai transaksi.

Sementara itu, pasar negosiasi menyumbang volume 13.793.230.047 saham atau 6,90 persen dengan nilai Rp11.566.516.154.483 atau 11,38 persen.

Berita IHSG:

Saham Bank Menjadi Penggerak IHSG

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi motor penguatan IHSG sepanjang pekan. BMRI mencatat kenaikan harga 15,04 persen dan memberikan kontribusi 40,65 poin terhadap IHSG.

BBRI naik 10,23 persen dengan kontribusi 39,76 poin, sedangkan TLKM melonjak 17,89 persen dan menyumbang 31,31 poin.

BREN, BBNI, ASII, BRPT, AMMN, UNTR, dan TPIA juga masuk dalam jajaran saham yang memberikan kontribusi positif terhadap IHSG.

TRUK Menjadi Top Gainer, ALDO Top Loser

Pergerakan saham individu juga sangat beragam. TRUK menjadi saham dengan kenaikan terbesar sepanjang pekan dengan lonjakan 87,11 persen, dari 3.220 menjadi 6.025.

PNSE berada di posisi kedua dengan kenaikan 70,57 persen, disusul WMUU 63,64 persen dan TOBA 53,85 persen.

Top GainerHarga Pekan LaluHarga Pekan IniKenaikan
TRUK3.2206.02587,11%
PNSE38465570,57%
WMUU223663,64%
TOBA33852053,85%
ANDI192847,37%

Di sisi lain, ALDO menjadi top loser dengan penurunan 29,92 persen, dari 1.955 menjadi 1.370.

AIMS turun 29,29 persen, MMIX turun 28,92 persen, IFSH turun 24,50 persen dan ALKA turun 21,79 persen.

Indeks BEI Kompak Menguat

Penguatan tidak hanya terjadi pada IHSG. Sejumlah indeks utama BEI juga mencatat kenaikan signifikan. IDX30 naik 7,95 persen, LQ45 naik 7,57 persen, IDX SMC Liquid naik 6,53 persen, serta IDX High Dividend 20 naik 10,03 persen.

IDX BUMN20 menjadi salah satu indeks dengan performa paling kuat, yakni naik 12,84 persen. Sementara IDX-MES BUMN 17 meningkat 11,83 persen dan SMinfra18 naik 11,62 persen.

Di indeks sektoral, Transportation & Logistic mencatat kenaikan 9,02 persen. Energy naik 6,37 persen, Financials 4,96 persen, Properties & Real Estate 5,39 persen, dan Infrastructures 5,68 persen.

Sektor Technology menjadi pengecualian karena hanya meningkat 0,03 persen.

Kesimpulan

Perdagangan BEI sepanjang 19-23 Oktober 2026 menunjukkan pemulihan yang kuat pada IHSG dan mayoritas indeks. IHSG naik 4,90 persen, kapitalisasi pasar bertambah 4,66 persen, sementara nilai transaksi harian meningkat 25,42 persen.

Di tengah penguatan tersebut, pasar tetap memperlihatkan volatilitas tinggi pada saham individual. TRUK menjadi top gainer dengan kenaikan 87,11 persen, sedangkan ALDO menjadi top loser dengan penurunan 29,92 persen.

Sumber: Bursa Efek Indonesia, IDX Weekly Statistics periode 19-23 Oktober 2026.

Berapa Modal Minimal untuk Trading Saham? Panduan Modal Rp100 Ribu, Rp500 Ribu, Rp1 Juta hingga Rp5 Juta

Berapa Modal Minimal untuk Trading Saham? Pertanyaan ini sering muncul dari orang yang baru ingin mencoba trading saham.

Ada yang mengira harus memiliki modal puluhan juta rupiah. Ada juga yang berpikir trading saham bisa dimulai hanya dengan Rp10 ribu.

Mana yang benar?

Jawabannya, tidak ada satu angka modal minimal yang sama untuk semua orang.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi saham dilakukan menggunakan satuan lot, dengan ketentuan 1 lot = 100 lembar saham. Karena harga setiap saham berbeda, modal yang dibutuhkan untuk membeli 1 lot juga berbeda.

Contohnya, jika harga saham Rp1.000 per lembar, maka 1 lot membutuhkan sekitar:

100 × Rp1.000 = Rp100.000

Sementara jika harga saham Rp5.000, maka 1 lot membutuhkan:

100 × Rp5.000 = Rp500.000

Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “berapa modal minimal trading saham?”, tetapi juga:

“Berapa modal yang realistis untuk trading saham sesuai strategi dan risiko yang saya sanggup tanggung?”

Artikel ini membahasnya dari modal Rp100 ribu, Rp500 ribu, Rp1 juta, Rp2 juta, hingga Rp5 juta, lengkap dengan contoh sederhana untuk pemula.

modal beli saham
Ilustrasi Modal untuk Trading Saham

Berapa Modal Minimal untuk Trading Saham?

Secara nominal, seseorang bisa mulai membeli saham dengan modal yang sangat kecil karena 1 lot hanya terdiri dari 100 lembar saham.

Namun, modal minimal secara praktik tergantung pada harga saham yang dipilih dan biaya transaksi.

Rumus sederhananya:

Modal membeli saham = harga saham × 100 × jumlah lot

Misalnya harga saham Rp500.

Maka harga 1 lot:

Rp500 × 100 = Rp50.000

Kalau harga saham Rp1.000:

Rp1.000 × 100 = Rp100.000

Kalau harga saham Rp2.000:

Rp2.000 × 100 = Rp200.000

BEI juga memberikan contoh bahwa dengan modal Rp100 ribu, investor sudah dapat membeli 1 lot saham jika harga sahamnya berada di sekitar Rp1.000 per lembar.

Tetapi untuk trading, modal yang terlalu kecil memiliki keterbatasan.

Sebab trader bukan hanya perlu membeli saham. Trader juga harus memperhitungkan biaya transaksi, ruang untuk menentukan stop loss, target profit, dan kemungkinan beberapa posisi tidak langsung menghasilkan keuntungan.

Laba AKRA Naik 32% Jadi Rp2,44 Triliun hingga September 2026

Kuhuni.com — PT AKR Corporindo Tbk (IDX: AKRA) membukukan pertumbuhan kinerja selama sembilan bulan pertama 2026. Hingga 30 September 2026, pendapatan konsolidasian mencapai Rp46,53 triliun, naik 43,63% dibandingkan Rp32,40 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih periode berjalan meningkat 32,37% menjadi Rp2,44 triliun dari Rp1,85 triliun.

Pertumbuhan pendapatan juga diikuti kenaikan laba bruto dan laba usaha. Namun, margin laba bruto menyusut dan arus kas bersih dari aktivitas operasi turun menjadi Rp3,01 triliun. Dari sisi neraca, total aset dan ekuitas meningkat dibandingkan akhir 2025, sementara total liabilitas juga bertambah.

Berikut analisis laporan keuangan AKRA untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026, berdasarkan laporan yang disampaikan perusahaan. Laporan posisi keuangan per 30 September 2026 berstatus tidak diaudit.

AKR Corporindo Tbk/Dok AKRA

Pendapatan AKRA Tumbuh 43,63%

Total pendapatan AKRA mencapai Rp46,53 triliun pada Januari–September 2026, dibandingkan Rp32,40 triliun pada periode yang sama 2025. Kenaikan tersebut terutama tercermin pada pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, yang meningkat dari Rp32,18 triliun menjadi Rp46,33 triliun.

Komponen9M 20269M 2025Perubahan
Pendapatan dari kontrak dengan pelangganRp46,33 triliunRp32,18 triliun+43,98%
Pendapatan sewaRp203,97 miliarRp219,35 miliar-7,01%
Total pendapatanRp46,53 triliunRp32,40 triliun+43,63%
Beban pokok penjualan dan pendapatanRp42,92 triliunRp29,63 triliun+44,86%
Laba brutoRp3,61 triliunRp2,77 triliun+30,48%

Pertumbuhan pendapatan yang tinggi perlu dibaca bersama kenaikan beban pokok. Beban pokok penjualan dan pendapatan bertambah 44,86%, sedikit lebih cepat daripada pertumbuhan total pendapatan sebesar 43,63%. Akibatnya, laba bruto tumbuh 30,48%, lebih lambat dibandingkan kenaikan pendapatan.

Terbaru

      Konten Pilihan