Dividen BJBR dari Tahun ke Tahun: Lengkap Dividen Per Saham dan Dividend Yield

Dividen BJBR dari tahun ke tahun menjadi salah satu informasi yang banyak dicari investor yang tertarik dengan saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB.

BJBR merupakan kode saham Bank BJB yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu hal yang sering diperhatikan investor dari saham perbankan adalah kemampuan perusahaan dalam membagikan dividen kepada pemegang saham.

histori dividen bank bjb
Dividen saham bjbr dari tahun ke tahun. Sumber foto bank bjb.

Melihat riwayat dividen dapat membantu investor mengetahui bagaimana dividen per saham BJBR berubah dari tahun ke tahun serta bagaimana dividend yield-nya.

Berdasarkan data tabel di bawah, dividen BJBR tercatat mulai dari Rp59,67 per saham pada 2011 dan mencapai Rp85,54 per saham pada 2026.

Dividen BJBR dari Tahun ke Tahun

Berikut daftar dividen BJBR dari tahun ke tahun mulai dari tahun 2011 sampai 2026:

TahunDividen Per LembarDividend Yield
2026Rp85,549,56%
2025Rp85,258,93%
2024Rp95,057,95%
2023Rp104,557,58%
2022Rp99,116,54%
2021Rp95,745,98%
2020Rp94,0210,28%
2019Rp89,404,74%
2018Rp90,303,89%
2017Rp89,004,41%
2016Rp84,808,79%
2015Rp71,607,42%
2014Rp78,106,82%
2013Rp68,465,27%
2012Rp61,075,31%
2011Rp59,670,00%

Catatan: dividend yield mengikuti data harga saat tanggal ex dividen. Dividend yield dapat berubah tergantung harga saham yang digunakan sebagai dasar perhitungan.


Apa Itu Dividen BJBR?

Sebelum melihat datanya lebih jauh, investor pemula perlu memahami apa yang dimaksud dengan dividen.

Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.

Jadi, ketika Bank BJB memutuskan membagikan dividen, pemegang saham BJBR yang memenuhi ketentuan berhak menerima dividen sesuai jumlah saham yang dimilikinya.

Misalnya, jika dividen BJBR sebesar Rp85,54 per saham dan seorang investor memiliki 10.000 saham, maka secara sederhana:

10.000 saham × Rp85,54 = Rp855.400

Artinya, investor tersebut berhak memperoleh dividen bruto sebesar Rp855.400, sebelum memperhitungkan pajak atau ketentuan lain yang berlaku.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Dividen dari Saham


Dividen BJBR 2026

Berdasarkan data dalam artikel ini, dividen BJBR pada 2026 tercatat sebesar Rp85,54 per saham dengan dividend yield sebesar 9,56%.

Angka dividen tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, dividen BJBR tercatat sebesar Rp85,25 per saham.

Dengan demikian, dari 2025 ke 2026, dividen per saham meningkat:

Rp85,54 - Rp85,25 = Rp0,29

Kenaikannya relatif kecil secara nominal.

Namun, dividend yield meningkat dari 8,93% pada 2025 menjadi 9,56% pada 2026 berdasarkan data yang digunakan.


Dividen BJBR 2025

Pada 2025, dividen BJBR tercatat sebesar:

Rp85,25 per saham

Dividend yield yang tercatat dalam data adalah:

8,93%

Angka ini lebih rendah dibandingkan dividen per saham pada 2024 yang mencapai Rp95,05.

Artinya, meskipun Bank BJB tetap membagikan dividen, besarnya dividen per saham mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.


Dividen BJBR 2024

Pada 2024, dividen BJBR tercatat sebesar:

Rp95,05 per saham

Dividend yield:

7,95%

Dividen tersebut lebih rendah dibandingkan 2023 yang mencapai Rp104,55 per saham.


Dividen BJBR 2023

Dividen BJBR pada 2023 merupakan salah satu angka tertinggi dalam data historis yang disajikan.

Dividen per saham mencapai:

Rp104,55

Sementara dividend yield tercatat:

7,58%

Jika dibandingkan dengan 2022, dividen per saham meningkat dari Rp99,11 menjadi Rp104,55.


Dividen BJBR 2022

Pada 2022, dividen BJBR tercatat sebesar:

Rp99,11 per saham

Dengan dividend yield:

6,54%

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dividen 2021 sebesar Rp95,74 per saham.


Dividen BJBR 2021

Dividen BJBR pada 2021 tercatat:

Rp95,74 per saham

Dividend yield:

5,98%

Angka dividen ini kemudian meningkat pada 2022 menjadi Rp99,11 per saham.


Dividen BJBR 2020

Pada 2020, dividen BJBR tercatat sebesar:

Rp94,02 per saham

Sementara dividend yield mencapai:

10,28%

Dividend yield 2020 menjadi salah satu angka tertinggi dalam data historis ini.

Perlu dipahami bahwa dividend yield tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah dividen, tetapi juga oleh harga saham.

Karena itu, dividend yield yang tinggi tidak selalu berarti jumlah dividen per saham merupakan yang tertinggi.


Dividen BJBR 2019

Pada 2019, dividen BJBR tercatat:

Rp89,40 per saham

Dividend yield:

4,74%

Dividen per saham pada tahun tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan 2018 yang tercatat Rp90,30.


Dividen BJBR 2018

Dividen BJBR pada 2018 tercatat sebesar:

Rp90,30 per saham

Dividend yield:

3,89%

Dari sisi dividend yield, angka 2018 merupakan salah satu yang lebih rendah dibandingkan beberapa tahun lainnya dalam data ini.


Dividen BJBR 2017

Pada 2017, dividen BJBR tercatat:

Rp89,00 per saham

Dividend yield:

4,41%

Angka dividen tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan 2018 yang mencapai Rp90,30.


Dividen BJBR 2016

Pada 2016, dividen BJBR tercatat sebesar:

Rp84,80 per saham

Dividend yield:

8,79%

Dividend yield pada tahun tersebut relatif tinggi dibandingkan beberapa tahun di sekitarnya.


Dividen BJBR 2015

Dividen BJBR pada 2015 tercatat:

Rp71,60 per saham

Dividend yield:

7,42%

Angka ini lebih rendah dibandingkan 2014 yang mencapai Rp78,10 per saham.


Dividen BJBR 2014

Pada 2014, dividen BJBR tercatat:

Rp78,10 per saham

Dividend yield:

6,82%


Dividen BJBR 2013

Pada 2013, dividen BJBR tercatat sebesar:

Rp68,46 per saham

Dividend yield:

5,27%

Angka dividen per saham dalam data asli tercatat Rp68,46371 dan dibulatkan menjadi Rp68,46 dalam tabel agar lebih mudah dibaca.


Dividen BJBR 2012

Pada 2012, dividen BJBR tercatat:

Rp61,07 per saham

Dividend yield:

5,31%

Baca Juga: 46 Daftar Saham Perbankan Indonesia: Lengkap dengan Jumlah Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan


Perkembangan Dividen BJBR dalam 16 Tahun

Jika melihat perjalanan dividen BJBR dari 2011 hingga 2026, terlihat bahwa nominal dividen per saham mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Pada 2011, dividen tercatat:

Rp59,67 per saham

Kemudian pada 2026:

Rp85,54 per saham

Dengan demikian, secara nominal dividen per saham pada data ini lebih tinggi dibandingkan 15 tahun sebelumnya.

Namun, pergerakannya tidak selalu naik setiap tahun.

Contohnya:

2023: Rp104,55
2024: Rp95,05
2025: Rp85,25
2026: Rp85,54

Artinya, setelah mencapai Rp104,55 pada 2023, dividen per saham turun pada 2024 dan 2025, kemudian sedikit meningkat pada 2026.


Dividen BJBR Tertinggi dalam Data

Berdasarkan data di atas, dividen per saham BJBR tertinggi terjadi pada:

2023: Rp104,55 per saham

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan:

  • 2022: Rp99,11

  • 2024: Rp95,05

  • 2021: Rp95,74

  • 2020: Rp94,02

Dengan demikian, jika menggunakan dividen per saham sebagai ukuran, 2023 merupakan tahun dengan angka tertinggi dalam daftar ini.


Dividend Yield BJBR Tertinggi

Berbeda dengan dividen per saham, dividend yield tertinggi dalam data tidak terjadi pada tahun yang sama dengan dividen per saham tertinggi.

Dividend yield tertinggi dalam data ini tercatat pada:

2020: 10,28%

Sementara dividend yield pada 2026 tercatat:

9,56%

Ini menunjukkan mengapa investor perlu membedakan antara dividen per saham dan dividend yield.

Baca Juga: Jadwal Dividen 2026, Cek Cum Dividen dan Tanggal Pembayaran


Apa Bedanya Dividen Per Saham dan Dividend Yield?

Keduanya sering dianggap sama, padahal berbeda.

Dividen per saham

Dividen per saham menunjukkan berapa uang yang dibagikan perusahaan untuk setiap lembar saham.

Contohnya:

Dividen BJBR = Rp85,54 per saham

Jika investor memiliki 10.000 saham:

10.000 × Rp85,54 = Rp855.400

Dividend yield

Dividend yield menunjukkan berapa besar dividen dibandingkan dengan harga saham.

Rumus sederhananya:

Dividend Yield = Dividen per Saham ÷ Harga Saham × 100%

Contohnya, jika dividen Rp85,54 dan harga saham Rp1.000:

Rp85,54 ÷ Rp1.000 × 100% = 8,55%

Karena itu, dividend yield bisa berubah walaupun jumlah dividen per saham tidak berubah, karena harga saham bergerak setiap hari.


Apakah Dividen BJBR Selalu Naik Setiap Tahun?

Tidak.

Data historis menunjukkan bahwa dividen BJBR mengalami kenaikan dan penurunan.

Contohnya:

2022 → Rp99,11

2023 → Rp104,55

2024 → Rp95,05

2025 → Rp85,25

2026 → Rp85,54

Dari data tersebut terlihat bahwa dividen tidak bergerak naik secara konsisten setiap tahun.

Hal ini penting dipahami investor yang mencari saham untuk memperoleh pendapatan dividen.

Riwayat dividen dapat menjadi bahan analisis, tetapi dividen masa lalu tidak menjamin jumlah dividen pada tahun berikutnya.


Cara Menghitung Dividen BJBR yang Diterima Investor

Cara menghitung dividen yang diterima sebenarnya cukup sederhana.

Gunakan rumus:

Jumlah Dividen = Jumlah Saham × Dividen per Saham

Misalnya dividen BJBR sebesar Rp85,54 per saham.

Jika memiliki 1.000 saham

1.000 × Rp85,54 = Rp85.540

Jika memiliki 10.000 saham

10.000 × Rp85,54 = Rp855.400

Jika memiliki 100.000 saham

100.000 × Rp85,54 = Rp8.554.000

Angka tersebut merupakan perhitungan bruto. Jumlah bersih yang diterima investor dapat berbeda setelah memperhitungkan pajak atau ketentuan perpajakan yang berlaku.


Apakah BJBR Cocok untuk Investor Pemburu Dividen?

Riwayat dividen BJBR dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi investor yang menggunakan strategi investasi berbasis dividen.

Namun, investor sebaiknya tidak hanya melihat dividend yield.

Ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Pertumbuhan laba perusahaan.

  • Pendapatan perusahaan.

  • Rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio.

  • Kualitas aset.

  • Tingkat kredit bermasalah.

  • Permodalan bank.

  • Pertumbuhan kredit.

  • Arus kas dan kondisi keuangan.

  • Harga saham saat membeli.

  • Kebijakan dividen perusahaan.

Hal ini penting karena dividend yield yang tinggi bisa terjadi ketika harga saham turun, bukan semata-mata karena perusahaan meningkatkan dividennya.

Baca Juga


Kesimpulan

Dividen BJBR dari tahun ke tahun mengalami perubahan, baik kenaikan maupun penurunan.

 Dividen per saham BJBR tercatat Rp59,67 pada 2011 dan mencapai Rp85,54 pada 2026.

Dividen per saham tertinggi dalam daftar ini terjadi pada 2023 sebesar Rp104,55 per saham.

Sementara itu, dividend yield tertinggi tercatat pada 2020 sebesar 10,28%.

Pada 2026, dividen BJBR tercatat sebesar Rp85,54 per saham dengan dividend yield 9,56%.

Bagi investor pemula, hal terpenting adalah memahami bahwa dividen per saham dan dividend yield merupakan dua hal yang berbeda. Dividen per saham menunjukkan nominal uang yang dibagikan untuk setiap lembar saham, sedangkan dividend yield membandingkan dividen dengan harga saham.

Karena harga saham berubah setiap hari, dividend yield juga dapat berubah.

Oleh karena itu, riwayat dividen BJBR sebaiknya digunakan sebagai salah satu bahan analisis, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.

FAQ Dividen BJBR

Berapa dividen BJBR 2026?

Berdasarkan data yang digunakan dalam artikel ini, dividen BJBR 2026 sebesar Rp85,54 per saham dengan dividend yield 9,56%.

Berapa dividen BJBR 2025?

Dividen BJBR pada 2025 tercatat sebesar Rp85,25 per saham, dengan dividend yield 8,93%.

Berapa dividen BJBR 2024?

Dividen BJBR pada 2024 tercatat sebesar Rp95,05 per saham, dengan dividend yield 7,95%.

Berapa dividen BJBR tertinggi?

Berdasarkan data dalam artikel ini, dividen per saham BJBR tertinggi tercatat pada 2023, yaitu Rp104,55 per saham.

Kapan dividen BJBR dibagikan?

Tanggal pembagian dividen berbeda setiap tahun. Investor perlu melihat pengumuman resmi perusahaan dan jadwal dividen yang berlaku pada tahun tersebut, termasuk cum date, ex date, recording date, dan payment date.

Apa itu dividend yield BJBR?

Dividend yield adalah perbandingan antara dividen per saham dengan harga saham. Rumus sederhananya:

Dividend Yield = Dividen per Saham ÷ Harga Saham × 100%

Apakah dividend yield BJBR selalu sama setiap tahun?

Tidak. Dividend yield dapat berubah karena dua faktor utama, yaitu perubahan jumlah dividen dan perubahan harga saham.

Berapa dividen BJBR jika memiliki 10.000 saham?

Jika menggunakan dividen Rp85,54 per saham, maka:

10.000 × Rp85,54 = Rp855.400

Nilai tersebut merupakan perhitungan bruto sebelum pajak atau ketentuan lain yang berlaku.


Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan  rekomendasi atau perintah jual atau beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

41 Daftar Saham Kesehatan di Indonesia: Kode, IPO dan Papan Pencatatan

Daftar saham kesehatan di Indonesia menjadi salah satu informasi yang banyak dicari investor yang ingin berinvestasi di sektor kesehatan.

Sektor kesehatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup beragam. Isinya bukan hanya perusahaan rumah sakit, tetapi juga perusahaan farmasi, alat kesehatan, laboratorium, distribusi produk kesehatan, hingga perusahaan yang bergerak di bidang bioteknologi.

Bagi investor pemula, mengenali daftar saham kesehatan bisa menjadi langkah awal sebelum melakukan analisis lebih jauh terhadap suatu emiten.

41 Daftar Saham Kesehatan di Indonesia
Ilustrasi Daftar Saham Kesehatan di Indonesia. Foto oleh Free-Photos / Pixabay

Dalam artikel ini, kami menyajikan 41 saham kesehatan di Indonesia berdasarkan data perusahaan tercatat, kemudian mengelompokkannya berdasarkan papan pencatatan, yaitu Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Pemantauan Khusus.

Jadwal Dividen 2026, Cek Cum Dividen dan Tanggal Pembayaran

Memasuki periode pembagian dividen, para investor biasanya mulai berburu Dividen 2026 untuk mengoptimalkan imbal hasil portofolio mereka. Para emiten di BEI biasanya ramai membagikan dividen di sepanjang tahun 2026.

dividen 2026
Jadwal Dividen 2026. Foto dokumentasi Kuhuni.com

59 Daftar Saham yang Kena Suspensi BEI: Ada 7 Tahun Lebih

Daftar saham yang kena suspensi BEI menjadi perhatian investor karena saham yang dihentikan sementara perdagangannya tidak dapat diperjualbelikan secara normal di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Suspensi saham dapat berlangsung hanya beberapa hari, tetapi ada juga yang berjalan selama bertahun-tahun. Semakin lama saham berada dalam status suspensi, semakin besar perhatian investor terhadap kondisi perusahaan dan kemungkinan kelanjutan pencatatannya di Bursa.

Per 31 Agustus 2026, BEI mencatat terdapat 59 perusahaan tercatat yang sahamnya telah disuspensi lebih dari enam bulan. Sebagian besar masuk dalam daftar emiten yang berpotensi mengalami delisting apabila tidak memenuhi ketentuan Bursa.

59 Daftar Saham yang Kena Suspensi BEI
Ilustrasi Daftar Saham yang Kena Suspensi BEI 2026


Dalam artikel ini, lama suspensi dihitung sejak tanggal awal suspensi sampai 31 Agustus 2026.

59 Daftar Saham yang Kena Suspensi BEI

Berikut daftar lengkap 59 saham yang masih masuk dalam kelompok suspensi berkepanjangan per Agustus 2026.

NoKodeNama PerusahaanSektorTanggal SuspensiLama Suspensi s.d. 31 Agustus 2026
1ALMIPT Alumindo Light Metal Industry TbkBasic Materials30 Okt 20241 tahun 10 bulan 1 hari
2ALTOPT Tri Banyan Tirta TbkConsumer Non-Cyclicals30 Jun 20251 tahun 2 bulan 1 hari
3ARMYPT Armidian Karyatama TbkProperties & Real Estate2 Des 20196 tahun 8 bulan 29 hari
4ARTIPT Ratu Prabu Energi TbkEnergy2 Jul 20242 tahun 1 bulan 29 hari
5BEBSPT Berkah Beton Sadaya TbkBasic Materials17 Feb 20251 tahun 6 bulan 14 hari
6BIKAPT Binakarya Jaya Abadi TbkProperties & Real Estate2 Jul 20242 tahun 1 bulan 29 hari
7BIMAPT Primarindo Asia Infrastructure TbkConsumer Cyclicals19 Nov 20259 bulan 12 hari
8BOSSPT Borneo Olah Sarana Sukses TbkEnergy16 Feb 20242 tahun 6 bulan 15 hari
9BTELPT Bakrie Telecom TbkInfrastructures27 Mei 20197 tahun 3 bulan 4 hari
10CBMFPT Cahaya Bintang Medan TbkConsumer Cyclicals16 Feb 20233 tahun 6 bulan 15 hari
11CPRIPT Capri Nusa Satu Properti TbkProperties & Real Estate3 Jul 20233 tahun 1 bulan 28 hari
12DEALPT Dewata Freightinternational TbkTransportation & Logistic16 Feb 20242 tahun 6 bulan 15 hari
13DPNSPT Duta Pertiwi Nusantara TbkBasic Materials31 Okt 202510 bulan
14ETWAPT Eterindo Wahanatama TbkBasic Materials1 Feb 20242 tahun 6 bulan 30 hari
15FASWPT Fajar Surya Wisesa TbkBasic Materials31 Jan 20251 tahun 7 bulan
16FIMPPT Fimperkasa Utama TbkInfrastructures13 Agu 20251 tahun 18 hari
17GAMAPT Aksara Global Development TbkProperties & Real Estate3 Jul 20233 tahun 1 bulan 28 hari
18GLOBPT Globe Kita Terang TbkConsumer Cyclicals27 Okt 202510 bulan 4 hari
19HKMUPT HK Metals Utama TbkBasic Materials3 Jul 20233 tahun 1 bulan 28 hari
20HOMEPT Hotel Mandarine Regency TbkConsumer Cyclicals3 Feb 20206 tahun 6 bulan 28 hari
21HOTLPT Saraswati Griya Lestari TbkConsumer Cyclicals1 Agu 20224 tahun 30 hari
22INAFPT Indofarma TbkHealthcare2 Jul 20242 tahun 1 bulan 29 hari
23IIKPPT Inti Agri Resources TbkConsumer Cyclicals16 Feb 20242 tahun 6 bulan 15 hari
24INRUPT Toba Pulp Lestari TbkBasic Materials17 Des 20258 bulan 14 hari
25IPPEPT Indo Pureco Pratama TbkConsumer Non-Cyclicals6 Sep 20241 tahun 11 bulan 25 hari
26JSKYPT Sky Energy Indonesia TbkEnergy1 Agu 20224 tahun 30 hari
27KAYUPT Darmi Bersaudara TbkBasic Materials18 Apr 20242 tahun 4 bulan 13 hari
28KBRIPT Kertas Basuki Rachmat Indonesia TbkBasic Materials23 Apr 20197 tahun 4 bulan 8 hari
29KIASPT Keramika Indonesia Assosiasi TbkIndustrials1 Agu 20251 tahun 30 hari
30LMSHPT Lionmesh Prima TbkBasic Materials31 Jan 20251 tahun 7 bulan
31MAGPPT Multi Agro Gemilang Plantation TbkConsumer Non-Cyclicals18 Jul 20224 tahun 1 bulan 13 hari
32MENNPT Menn Teknologi Indonesia TbkTechnology29 Okt 202510 bulan 2 hari
33MFMIPT Multifiling Mitra Indonesia TbkIndustrials31 Jan 20251 tahun 7 bulan
34MKNTPT Mitra Komunikasi Nusantara TbkConsumer Cyclicals2 Jul 20242 tahun 1 bulan 29 hari
35MTPSPT Meta Epsi TbkInfrastructures5 Nov 20259 bulan 26 hari
36MTSMPT Metro Realty TbkProperties & Real Estate31 Jan 20251 tahun 7 bulan
37NUSAPT Sinergi Megah Internusa TbkConsumer Cyclicals31 Agu 20206 tahun
38PLINPT Plaza Indonesia Realty TbkProperties & Real Estate31 Jan 20251 tahun 7 bulan
39PMMPPT Panca Mitra Multiperdana TbkConsumer Non-Cyclicals30 Jun 20251 tahun 2 bulan 1 hari
40POLLPT Pollux Properties Indonesia TbkProperties & Real Estate2 Jul 20242 tahun 1 bulan 29 hari
41POOLPT Pool Advista Indonesia TbkFinancials10 Jun 20206 tahun 2 bulan 21 hari
42POSAPT Bliss Properti Indonesia TbkProperties & Real Estate24 Nov 20205 tahun 9 bulan 7 hari
43PTMRPT Master Print TbkBasic Materials26 Jun 20251 tahun 2 bulan 5 hari
44PUREPT Trinitan Metals and Minerals TbkBasic Materials1 Agu 20224 tahun 30 hari
45RIMOPT Rimo International Lestari TbkProperties & Real Estate11 Feb 20206 tahun 6 bulan 20 hari
46SIMAPT Siwani Makmur TbkBasic Materials17 Feb 20206 tahun 6 bulan 14 hari
47SMCBPT Solusi Bangun Indonesia TbkBasic Materials31 Jan 20251 tahun 7 bulan
48SMRUPT SMR Utama TbkEnergy23 Jan 20206 tahun 7 bulan 8 hari
49SWATPT Sriwahana Adityakarta TbkBasic Materials30 Jun 20251 tahun 2 bulan 1 hari
50TECHPT Indosterling Technomedia TbkTechnology7 Agu 20233 tahun 24 hari
51TGRAPT Terregra Asia Energy TbkInfrastructures23 Jun 20251 tahun 2 bulan 8 hari
52TGUKPT Platinum Wahab Nusantara TbkConsumer Non-Cyclicals26 Mei 20251 tahun 3 bulan 5 hari
53TOPSPT Totalindo Eka Persada TbkInfrastructures6 Nov 20259 bulan 25 hari
54TRAMPT Trada Alam Minera TbkEnergy23 Jan 20206 tahun 7 bulan 8 hari
55TRIOPT Trikomsel Oke TbkConsumer Cyclicals17 Jul 20197 tahun 1 bulan 14 hari
56WICOPT Wicaksana Overseas International TbkConsumer Non-Cyclicals31 Jan 20251 tahun 7 bulan
57WIKAPT Wijaya Karya (Persero) TbkInfrastructures18 Feb 20251 tahun 6 bulan 13 hari
58WSKTPT Waskita Karya (Persero) TbkInfrastructures8 Mei 20233 tahun 3 bulan 23 hari
59ZBRAPT Dosni Roha Indonesia TbkIndustrials30 Jun 20251 tahun 2 bulan 1 hari

Catatan: lama suspensi di atas dihitung secara kalender dari tanggal suspensi yang tercantum sampai 31 Agustus 2026. Angka tersebut bukan pembulatan jumlah bulan yang digunakan dalam pengumuman BEI.

Baca Juga: Nyangkut di Saham, Lalu Mengaku Jadi Investor!

KBRI Menjadi Salah Satu Saham dengan Suspensi Terlama

Dari daftar tersebut, KBRI termasuk saham dengan masa suspensi paling panjang.

Saham PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk telah disuspensi sejak 23 April 2019. Jika dihitung sampai 31 Agustus 2026, durasinya mencapai sekitar 7 tahun 4 bulan.

BTEL juga telah mengalami suspensi selama lebih dari tujuh tahun, tepatnya sejak 27 Mei 2019.

Sementara itu, TRIO telah disuspensi sejak 17 Juli 2019 dan mencapai sekitar 7 tahun 1 bulan pada akhir Agustus 2026.

Selain ketiganya, beberapa saham lain juga telah mengalami suspensi selama lebih dari enam tahun, seperti ARMY, HOME, NUSA, POOL, RIMO, SIMA, SMRU, dan TRAM.

Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Saham untuk Pemula

Laporan mengenai daftar emiten yang berpotensi delisting juga menunjukkan bahwa KBRI, BTEL, dan TRIO termasuk perusahaan dengan masa suspensi yang sangat panjang.

Ada 59 Saham yang Disuspensi Lebih dari Enam Bulan

BEI pada 2026 mengumumkan bahwa terdapat 59 perusahaan tercatat yang telah mengalami suspensi selama enam bulan atau lebih.

Daftar tersebut penting karena suspensi yang berlangsung panjang dapat menjadi salah satu kondisi yang membuat suatu emiten masuk dalam radar penghapusan pencatatan saham atau delisting.

Pada akhir Juni 2026, jumlahnya juga tercatat 59 emiten. BEI menyebut perusahaan-perusahaan tersebut telah mengalami suspensi sekurang-kurangnya enam bulan.

Artinya, daftar yang disajikan dalam artikel ini bukan sekadar daftar saham yang sedang berhenti diperdagangkan selama beberapa hari karena pergerakan harga yang tidak biasa.

Sebagian besar merupakan saham dengan suspensi berkepanjangan.

Apa Itu Suspensi Saham?

Suspensi saham adalah penghentian sementara perdagangan suatu saham oleh Bursa Efek Indonesia.

Ketika saham terkena suspensi, investor tidak dapat melakukan transaksi normal atas saham tersebut di pasar yang dikenai suspensi.

Alasan suspensi bisa bermacam-macam.

BEI dapat menghentikan perdagangan saham antara lain karena adanya kondisi atau informasi tertentu yang perlu diperhatikan investor, pelanggaran kewajiban perusahaan tercatat, keterlambatan penyampaian laporan, masalah pembayaran kewajiban, maupun kondisi lain sesuai peraturan Bursa.

Karena itu, suspensi tidak selalu berarti perusahaan bangkrut.

Namun, jika suspensi berlangsung lama, investor perlu mencermati alasan penghentian perdagangan dan perkembangan perusahaan.


Kenapa Saham Bisa Disuspensi BEI?

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan perdagangan saham dihentikan sementara.

Salah satunya adalah ketika perusahaan tidak memenuhi kewajiban yang ditetapkan Bursa.

Contohnya adalah keterlambatan penyampaian laporan keuangan dan pembayaran denda.

Pada Juni 2026, BEI bahkan mengenakan suspensi terhadap sejumlah emiten yang belum memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan auditan tahun buku 2025 dan kewajiban terkait lainnya.

Suspensi juga dapat berkaitan dengan persoalan lain, termasuk pemenuhan ketentuan pencatatan dan kondisi perusahaan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian investor.

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat tulisan "saham disuspensi", tetapi juga mencari tahu mengapa saham tersebut disuspensi.

Apa Risiko Membeli Saham yang Disuspensi?

Risiko terbesar adalah investor tidak dapat menjual saham secara normal selama suspensi berlangsung. Tetapi bisa menjualnya hanya di pasar nego.

Misalnya seorang investor membeli saham pada harga Rp100.

Kemudian saham tersebut disuspensi.

Jika investor membutuhkan uang dalam waktu dekat, saham tersebut tidak bisa begitu saja dijual seperti saham yang masih aktif diperdagangkan.

Inilah yang disebut sebagai risiko likuiditas.

Masalah dapat menjadi lebih berat apabila suspensi berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Investor bisa memiliki saham secara administratif, tetapi tidak memiliki kesempatan untuk menjualnya di pasar selama perdagangan masih dihentikan.

Suspensi Lama Bisa Berujung Delisting

Suspensi berkepanjangan juga perlu mendapat perhatian karena dapat berkaitan dengan risiko delisting.

BEI memiliki ketentuan mengenai penghapusan pencatatan saham. Salah satu kondisi yang dapat menjadi dasar adalah apabila saham telah disuspensi dalam jangka waktu tertentu.

Dalam pemberitaan mengenai daftar 59 emiten per 30 Juni 2026, BEI menempatkan perusahaan-perusahaan yang telah disuspensi lebih dari enam bulan dalam daftar yang berpotensi mengalami penghapusan pencatatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, masuk daftar potensi delisting bukan berarti saham tersebut langsung dihapus dari BEI.

Investor tetap perlu melihat pengumuman resmi Bursa dan perkembangan masing-masing perusahaan.

Sektor Apa yang Paling Banyak Mengalami Suspensi?

Dari 59 saham dalam daftar di atas, sektor Basic Materials terlihat cukup dominan.

Selain itu terdapat cukup banyak emiten dari:

  • Properties & Real Estate;

  • Consumer Cyclicals;

  • Infrastructures;

  • Energy;

  • Consumer Non-Cyclicals;

  • Industrials;

  • Technology;

  • Healthcare;

  • Financials; dan

  • Transportation & Logistic.

Artinya, suspensi saham tidak hanya terjadi pada satu sektor tertentu.

Kondisi ini menunjukkan bahwa alasan suspensi dapat berkaitan dengan berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan, bukan hanya kondisi satu industri.

Saham Suspensi Terlama 

Jika dilihat berdasarkan tanggal awal suspensi, berikut beberapa emiten dalam daftar yang memiliki masa suspensi paling panjang:

KodeTanggal SuspensiLama hingga 31 Agustus 2026
KBRI23 Apr 20197 tahun 4 bulan 8 hari
BTEL27 Mei 20197 tahun 3 bulan 4 hari
TRIO17 Jul 20197 tahun 1 bulan 14 hari
ARMY2 Des 20196 tahun 8 bulan 29 hari
SMRU23 Jan 20206 tahun 7 bulan 8 hari
TRAM23 Jan 20206 tahun 7 bulan 8 hari
SIMA17 Feb 20206 tahun 6 bulan 14 hari
RIMO11 Feb 20206 tahun 6 bulan 20 hari
HOME3 Feb 20206 tahun 6 bulan 28 hari
NUSA31 Agu 20206 tahun

KBRI, BTEL, dan TRIO juga disebut sebagai beberapa emiten dengan masa suspensi terlama dalam daftar potensi forced delisting yang dirilis pada 2026.

Bagaimana Investor Mengetahui Saham Sedang Disuspensi?

Investor dapat memantau pengumuman dan informasi perdagangan melalui kanal resmi BEI.

BEI menyediakan halaman Pengumuman yang memuat berbagai keterbukaan informasi dan pengumuman Bursa. Untuk data historis, BEI juga menjelaskan bahwa data yang lebih lama dapat diakses melalui TICMI.

Investor juga sebaiknya membaca keterbukaan informasi dari perusahaan terkait.

Hal ini penting karena status suspensi dapat berubah. Saham yang hari ini tidak dapat diperdagangkan belum tentu akan berada dalam kondisi yang sama selamanya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Punya Saham yang Disuspensi?

Jangan langsung panik.

Langkah pertama adalah mencari tahu alasan suspensi.

Kemudian perhatikan pengumuman terbaru dari BEI dan keterbukaan informasi perusahaan.

Investor juga perlu melihat apakah ada perkembangan mengenai:

  • laporan keuangan;

  • pembayaran kewajiban;

  • restrukturisasi utang;

  • aksi korporasi;

  • pemenuhan ketentuan Bursa;

  • rencana pembukaan kembali perdagangan; atau

  • potensi delisting.

Yang paling penting, jangan menganggap bahwa harga saham akan otomatis kembali naik setelah suspensi dibuka.

Ketika perdagangan dibuka kembali, harga saham dapat bergerak sangat berbeda dibandingkan sebelum suspensi.

Kesimpulan

Terdapat 59 saham yang masuk dalam daftar suspensi berkepanjangan hingga Agustus 2026, berdasarkan daftar yang diumumkan BEI untuk emiten yang telah mengalami suspensi lebih dari enam bulan.

Masa suspensinya sangat beragam.

Ada saham yang baru disuspensi sekitar sembilan bulan, tetapi ada pula yang sudah tidak diperdagangkan selama lebih dari tujuh tahun.

KBRI menjadi salah satu saham dengan masa suspensi terlama dalam daftar, yakni sekitar 7 tahun 4 bulan sampai 31 Agustus 2026. Disusul BTEL sekitar 7 tahun 3 bulan dan TRIO sekitar 7 tahun 1 bulan.

Bagi investor, suspensi saham bukan sekadar masalah harga yang tidak bergerak.

Risiko yang paling perlu diperhatikan adalah hilangnya likuiditas, karena saham tidak dapat diperdagangkan secara normal selama suspensi berlangsung.

Jika suspensi terus berlanjut, investor juga perlu memperhatikan kemungkinan delisting sesuai ketentuan Bursa.

Karena itu, sebelum membeli saham, investor tidak cukup hanya melihat harga dan potensi keuntungan. Kondisi perusahaan, keterbukaan informasi, kewajiban kepada Bursa, serta status perdagangan saham juga perlu diperhatikan.

FAQ Saham Suspensi BEI

Apa itu suspensi saham?
Suspensi saham adalah penghentian sementara perdagangan saham oleh Bursa Efek Indonesia. Selama suspensi, saham tidak dapat diperdagangkan secara normal pada pasar yang terkena penghentian.

Berapa saham yang disuspensi lebih dari enam bulan pada Agustus 2026?
BEI mencatat 59 perusahaan tercatat yang sahamnya telah disuspensi lebih dari enam bulan per 31 Agustus 2026.

Apa saham dengan suspensi terlama dalam daftar?
KBRI termasuk yang terlama, dengan tanggal awal suspensi 23 April 2019. Sampai 31 Agustus 2026, lama suspensinya sekitar 7 tahun 4 bulan.

Apakah saham yang disuspensi pasti delisting?
Tidak. Suspensi dan delisting merupakan tindakan yang berbeda. Namun, suspensi berkepanjangan dapat membuat suatu emiten masuk dalam kondisi yang berpotensi menyebabkan penghapusan pencatatan sesuai peraturan Bursa.

Apakah saham yang disuspensi masih bisa dijual?
Bisa dijual tetapi hanya di pasar nego lewat sekuritas. Untuk pasar reguler tidak bisa diperdagangkan atau dijual.

Apa yang harus dilakukan jika memiliki saham yang disuspensi?
Investor sebaiknya memantau pengumuman BEI dan keterbukaan informasi perusahaan, serta memahami alasan suspensi dan perkembangan terbaru perusahaan.

29 Daftar Saham Bank di IndonesiaTerdaftar di Papan Utama BEI

Kuhuni.comAda 29 saham bank yang tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Bank besar seperti BCA, BRI, Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) memperkuat posisi sektor keuangan. Kehadiran mereka mencerminkan stabilitas, kinerja kuat, dan kepercayaan tinggi dari investor.

Saham bank papan utama juga dikenal memiliki likuiditas tinggi. Investor domestik maupun asing banyak menjadikannya pilihan utama untuk investasi jangka panjang.

Daftar saham Bank di Papan Utama Bursa Efek Indonesia
Ilustrasi gambar sebuah kantor pusat sebuah Bank. Foto Mediasaham.com

48 Saham Dapat SP3 BEI dan Denda Rp150 Juta

Kuhuni.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenakan sanksi berupa SP3 dan denda Rp150 juta kepada sejumlah saham belum memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan.

Berdasarkan data surat BEI bertanggal 15 Januari 2026 yang dihimpun kuhuni.com, terdapat 48 saham yang mendapatkan sanksi tersebut.

Seluruh emiten dalam daftar tersebut memiliki kewajiban yang sama, yaitu penyampaian laporan keuangan, dengan sanksi SP3 dan denda sebesar Rp150 juta untuk masing-masing emiten.

saham yang kena denda bursa efek indonesia
Daftar saham yang kena saksi denda dari BEI. Kuhuni.com


Daftar 48 Saham yang Mendapat SP3 dan Denda Rp150 Juta

Berikut daftar saham berdasarkan data surat BEI tanggal 15 Januari 2026:

15 Sekuritas dengan Nilai Transaksi Terbesar Agustus 2026, Lokal Mulai Unggul dari Asing

Kuhuni.com, Jakarta — Persaingan perusahaan sekuritas di pasar saham Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026 semakin menarik. Berdasarkan data total trade value atau nilai total transaksi secara year to date (YTD) hingga Agustus 2026, Stockbit Sekuritas Digital berada di posisi teratas dengan nilai transaksi mencapai Rp748,38 triliun.

Stockbit mengungguli Mandiri Sekuritas yang mencatat Rp673,29 triliun dan UBS Sekuritas Indonesia sebesar Rp672,32 triliun.

15b sekuritas dengan nilai transaksi terbesar di indonesia
Top broker Indonesia / Kuhuni.com

Selain melihat peringkat masing-masing sekuritas, data tersebut juga dapat dikelompokkan berdasarkan status sekuritas lokal dan asing.

Hasilnya cukup menarik. Dari 15 sekuritas dengan nilai transaksi terbesar dalam data ini, sekuritas lokal mencatat nilai transaksi gabungan Rp2.542,38 triliun, sedangkan sekuritas asing mencapai Rp2.363,68 triliun.

Dengan demikian, kelompok lokal memiliki nilai transaksi sekitar Rp178,70 triliun lebih besar dibandingkan kelompok asing.

Cara Mendapatkan Dividen dari Saham: Panduan Lengkap untuk Investor Pemula

Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham sesuai keputusan perusahaan dan ketentuan yang berlaku.

Dividen dapat diberikan dalam bentuk dividen tunai (cash dividend) maupun bentuk lain, seperti dividen saham (stock dividend).

Bagi investor, dividen menjadi salah satu cara memperoleh hasil dari investasi saham selain capital gain, yaitu keuntungan yang berasal dari kenaikan harga saham.

Namun, membeli saham perusahaan yang membagikan dividen saja belum cukup. Investor perlu memahami cum date, ex date, recording date, dan payment date agar mengetahui kapan harus memiliki saham dan kapan dividen akan dibayarkan.

cara dapat dividen saham
Cara mendapatkan dividen saham. Kuhuni.com

Apa Itu Dividen Saham?

Dividen adalah bagian dari laba atau keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham berdasarkan keputusan perusahaan.

Misalnya sebuah perusahaan menetapkan dividen sebesar Rp100 per saham.

Investor yang memiliki 1.000 lembar saham secara bruto berhak atas:

1.000 × Rp100 = Rp100.000

Jumlah yang diterima investor dapat berbeda dari perhitungan bruto tersebut apabila terdapat pajak atau ketentuan lain yang berlaku.

Tidak semua perusahaan membagikan dividen. Sebagian perusahaan memilih menggunakan laba untuk ekspansi, membayar kewajiban, memperkuat modal, atau kebutuhan perusahaan lainnya.

Karena itu, investor perlu melihat kebijakan dividen dan kondisi keuangan perusahaan, bukan hanya besar kecilnya dividen.

Cara Mendapatkan Dividen dari Saham

Secara sederhana, langkah mendapatkan dividen adalah sebagai berikut:

1. Pilih saham yang membagikan dividen

Investor dapat mencari perusahaan yang memiliki riwayat pembagian dividen.

Namun, jangan hanya melihat apakah perusahaan pernah membayar dividen. Perhatikan juga:

  • laba perusahaan;

  • arus kas;

  • riwayat pembagian dividen;

  • payout ratio;

  • utang;

  • prospek bisnis;

  • kebijakan dividen perusahaan.

Perusahaan yang pernah membagikan dividen tidak berarti pasti akan membagikan dividen dengan jumlah yang sama pada tahun berikutnya.

2. Perhatikan jadwal pembagian dividen

Setiap pembagian dividen memiliki jadwal yang diumumkan perusahaan.

Tanggal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Cum dividend

  • Ex dividend

  • Recording date

  • Payment date

KSEI juga mempublikasikan jadwal corporate action yang mencantumkan tanggal cum dividend, ex dividend, recording date, dan pembayaran dividen.

3. Beli saham sebelum atau pada cum date

Investor yang ingin memperoleh dividen perlu memperhatikan cum dividend date.

Untuk perdagangan di pasar reguler dan negosiasi, cum date merupakan akhir periode perdagangan saham dengan hak atas dividen.

Setelah itu masuk ke periode ex dividend, yaitu perdagangan saham tanpa hak atas dividen tersebut.

Jadi, jangan hanya melihat tanggal pembayaran dividen. Investor harus melihat jadwal cum dan ex dividend yang diumumkan emiten.

4. Pastikan saham tercatat pada recording date

Setelah periode cum dan ex dividend, terdapat recording date.

Recording date merupakan tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen.

KSEI menjelaskan bahwa dividen tunai diberikan kepada pemegang saham yang tercatat pada recording date sesuai jadwal corporate action.

5. Tunggu payment date

Setelah seluruh proses selesai, perusahaan akan membayar dividen pada payment date.

Untuk saham yang berada dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen tunai dilakukan melalui KSEI dan kemudian didistribusikan ke RDN pada perusahaan efek atau bank kustodian tempat investor membuka rekening efek.

Contoh Cara Mendapatkan Dividen

Misalnya:

  • Harga saham: Rp4.000

  • Dividen: Rp100 per saham

  • Kepemilikan: 10 lot

  • 1 lot: 100 saham

Jumlah saham:

10 × 100 = 1.000 saham

Dividen bruto:

1.000 × Rp100 = Rp100.000

Jadi investor memiliki hak atas dividen bruto sebesar Rp100.000, sebelum memperhitungkan pajak atau ketentuan lain yang berlaku.

Syarat Mendapatkan Dividen Saham

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan investor.

1. Memiliki rekening saham

Investor perlu memiliki rekening efek pada perusahaan sekuritas agar dapat melakukan transaksi saham.

Investor juga memiliki RDN untuk kebutuhan dana transaksi pasar modal.

2. Memiliki saham sesuai ketentuan jadwal dividen

Investor harus memiliki saham pada periode yang memberikan hak atas dividen.

Untuk perdagangan pasar reguler dan negosiasi, investor perlu memperhatikan cum date dan ex date yang tercantum dalam pengumuman pembagian dividen.

3. Tercatat sebagai pemegang saham yang berhak

Recording date digunakan untuk menentukan daftar pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

KSEI menjelaskan bahwa data pada Sub Rekening Efek digunakan dalam proses administrasi corporate action, termasuk pembagian dividen.

4. Menunggu pembayaran dividen

Investor tidak perlu menjual saham untuk mendapatkan dividen.

Jika investor memenuhi ketentuan dan tercatat sebagai pemegang saham yang berhak, dividen akan dibayarkan sesuai jadwal.

Empat Tanggal Penting Dividen

Agar lebih mudah dipahami, berikut empat tanggal yang perlu diketahui.

IstilahPengertian
Cum DividendAkhir periode perdagangan saham dengan hak dividen
Ex DividendAwal periode perdagangan saham tanpa hak dividen
Recording DateTanggal pencatatan pemegang saham yang berhak
Payment DateTanggal pembayaran dividen

Dalam praktiknya, jadwal dapat berbeda antara pasar reguler/negosiasi dan pasar tunai. Karena itu, investor sebaiknya selalu menggunakan jadwal resmi yang diumumkan emiten dan KSEI.

Kalau Saham Dijual Saat Ex Date, Apakah Tetap Dapat Dividen?

Pada kondisi perdagangan pasar reguler, investor yang sudah membeli saham sebelum batas cum dividend dan kemudian menjualnya pada periode ex dividend tetap dapat menerima dividen tersebut, selama haknya sudah terbentuk sesuai mekanisme corporate action.

Contohnya:

  • Cum dividend: 22 Juni

  • Ex dividend: 23 Juni

  • Recording date: 24 Juni

  • Payment date: 15 Juli

Investor yang memenuhi ketentuan hingga cum date kemudian menjual saham pada ex date tetap memiliki hak atas dividen yang sudah menjadi haknya.

KSEI menunjukkan struktur jadwal seperti ini dalam pengumuman pembagian dividen.

Namun, investor perlu membedakan hak atas dividen dengan kepemilikan saham setelah ex date. Setelah saham memasuki ex dividend, saham tersebut diperdagangkan tanpa hak atas dividen yang sedang dibagikan.

1 Lot Saham Dapat Dividen Berapa?

Karena 1 lot = 100 lembar saham, jumlah dividen dapat dihitung dengan rumus:

Dividen = Dividen per saham × jumlah saham

Misalnya perusahaan membagikan dividen Rp90,90 per saham.

Maka investor yang memiliki 1 lot:

100 × Rp90,90 = Rp9.090

Jadi, 1 lot saham tersebut memberikan dividen bruto sebesar Rp9.090.

Semakin banyak saham yang dimiliki, semakin besar pula dividen yang diterima jika dividen per sahamnya sama.


Dividen Masuk ke Mana?

Untuk saham yang disimpan dalam penitipan kolektif KSEI, dividen tunai didistribusikan melalui KSEI dan kemudian masuk ke Rekening Dana Nasabah (RDN) pada perusahaan efek atau bank kustodian tempat investor membuka rekening efek.

Investor biasanya dapat melihat transaksi tersebut melalui aplikasi sekuritas yang digunakan.


Apakah Semua Saham Membagikan Dividen?

Tidak.

Tidak semua perusahaan membagikan dividen.

Ada perusahaan yang membagikan sebagian laba kepada pemegang saham, sementara sebagian lainnya memilih menahan laba untuk kebutuhan perusahaan.

Contohnya, perusahaan yang sedang melakukan ekspansi besar mungkin menggunakan laba untuk membangun pabrik, membuka cabang, mengembangkan produk, atau membiayai investasi lainnya.

Karena itu, jangan membeli saham hanya karena perusahaan pernah membagikan dividen.

Berapa Kali Dividen Dibagikan dalam Setahun?

Tidak ada kewajiban bahwa semua perusahaan harus membagikan dividen dengan frekuensi yang sama.

Ada perusahaan yang membagikan dividen satu kali dalam setahun, sementara perusahaan lain dapat membagikan dividen interim sebelum RUPS Tahunan dan kemudian membagikan dividen final setelah keputusan RUPS.

Jadi, investor harus melihat pengumuman resmi masing-masing perusahaan.


Siapa yang Menentukan Pembagian Dividen?

Pembagian dividen merupakan bagian dari keputusan perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk dividen yang berasal dari penggunaan laba perusahaan, keputusan pembagian dan jumlahnya berkaitan dengan keputusan RUPS.

Besarnya dividen yang dibagikan juga dipengaruhi oleh laba, kondisi keuangan, kebutuhan investasi, kebijakan perusahaan, serta keputusan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.


Tips Mendapatkan Dividen

1. Jangan hanya mengejar dividend yield tinggi

Dividend yield memang penting, tetapi jangan digunakan sebagai satu-satunya pertimbangan.

Dividend yield yang tinggi bisa terjadi karena dividen besar, tetapi bisa juga karena harga saham sedang turun.

Rumus sederhananya:

Dividend Yield = Dividen per Saham ÷ Harga Saham × 100%

Misalnya dividen Rp100 dan harga saham Rp2.000:

Rp100 ÷ Rp2.000 × 100% = 5%

2. Lihat riwayat dividen

Periksa apakah perusahaan konsisten membagikan dividen dan bagaimana perkembangan jumlah dividennya.

Riwayat masa lalu tetap bukan jaminan bahwa dividen yang sama akan dibayarkan pada masa depan.

3. Perhatikan laba dan arus kas

Dividen pada dasarnya berkaitan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan menyediakan dana untuk dibagikan.

Karena itu, investor sebaiknya melihat laporan keuangan dan tidak hanya melihat angka dividend yield.

4. Perhatikan payout ratio

Dividend payout ratio (DPR) menunjukkan seberapa besar bagian laba yang dibagikan sebagai dividen.

Misalnya perusahaan memperoleh laba Rp1 triliun dan membagikan Rp500 miliar sebagai dividen.

Secara sederhana, DPR-nya:

Rp500 miliar ÷ Rp1 triliun × 100% = 50%

Artinya sekitar 50% laba dibagikan sebagai dividen.

5. Jangan membeli saham hanya untuk mengejar dividen

Ada investor yang membeli saham menjelang cum date karena ingin mendapatkan dividen.

Namun, harga saham dapat bergerak naik atau turun setelah memasuki ex dividend.

Karena itu, mendapatkan dividen bukan berarti investasi otomatis menghasilkan keuntungan total.

Investor perlu memperhitungkan dividen dan perubahan harga saham.


Apakah Harga Saham Turun Setelah Ex Dividend?

Harga saham dapat mengalami penyesuaian ketika memasuki periode ex dividend karena saham tersebut tidak lagi membawa hak atas dividen yang sedang dibagikan.

Namun, penurunan harga tidak selalu persis sama dengan nilai dividen karena harga saham juga dipengaruhi oleh kondisi pasar, sentimen investor, kinerja perusahaan, permintaan dan penawaran, serta faktor lainnya.

Jadi, jangan menganggap membeli saham sebelum cum date lalu menjual setelah ex date sebagai cara mendapatkan keuntungan tanpa risiko.


Dividen vs Capital Gain

Investor saham pada dasarnya dapat memperoleh hasil dari dua sumber utama:

Capital gain

Keuntungan dari kenaikan harga saham.

Contoh:

Beli Rp1.000
Jual Rp1.300

Capital gain = Rp300 per saham sebelum biaya transaksi.

Dividen

Pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham.

Contoh:

Dividen = Rp100 per saham.

Keduanya dapat menjadi bagian dari hasil investasi saham, tetapi tidak ada jaminan bahwa investor akan selalu memperoleh capital gain maupun dividen.

Kesimpulan

Cara mendapatkan dividen dari saham sebenarnya cukup sederhana, tetapi investor harus memahami jadwal corporate action.

Hal terpenting adalah mengetahui cum dividend, ex dividend, recording date, dan payment date.

Investor yang memenuhi ketentuan sebagai pemegang saham yang berhak akan menerima dividen sesuai jadwal yang ditetapkan perusahaan.

Untuk saham dalam penitipan kolektif KSEI, dividen tunai didistribusikan melalui KSEI dan diteruskan ke RDN investor melalui perusahaan efek atau bank kustodian.

Namun, investor sebaiknya tidak membeli saham hanya karena mengejar dividen. Besarnya dividen perlu dilihat bersama dengan kinerja perusahaan, laba, arus kas, payout ratio, valuasi, dan risiko perubahan harga saham.

Dividen dapat menjadi salah satu sumber hasil investasi saham, tetapi bukan berarti setiap saham yang membayar dividen pasti menghasilkan keuntungan investasi secara keseluruhan.

Baca Juga: 10 Aplikasi Trading Saham Terdaftar OJK: Paling Banyak Digunakan

Tanya Jawab Seputar Dividen Saham

Siapa yang berhak menerima dividen?

Pemegang saham yang memenuhi ketentuan corporate action dan tercatat sebagai pemegang saham yang berhak pada recording date.

Apakah harus memiliki saham sampai payment date?

Tidak. Hak dividen ditentukan berdasarkan jadwal dan mekanisme corporate action. Investor tidak harus terus memegang saham sampai tanggal pembayaran untuk menerima dividen yang sudah menjadi haknya.

Apakah menjual saham saat ex date tetap mendapatkan dividen?

Untuk saham yang diperdagangkan di pasar reguler, investor yang telah memiliki hak dividen sebelum memasuki ex date tetap berhak menerima dividen tersebut.

1 lot saham dapat dividen berapa?

Jika 1 lot terdiri dari 100 saham dan dividen Rp100 per saham, maka dividen bruto:

100 × Rp100 = Rp10.000.

Dividen masuk ke mana?

Untuk saham dalam penitipan kolektif KSEI, dividen tunai didistribusikan melalui KSEI ke RDN pada perusahaan efek atau bank kustodian investor.

Apakah semua perusahaan membagikan dividen?

Tidak. Pembagian dividen bergantung pada kondisi perusahaan dan keputusan sesuai ketentuan yang berlaku.

Apakah dividen selalu dibagikan setahun sekali?

Tidak. Frekuensi pembagian dividen berbeda-beda antarperusahaan. Ada perusahaan yang membagikan dividen tahunan dan ada pula yang dapat membagikan dividen interim.

Apa perbedaan cum date dan recording date?

Cum date merupakan akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen, sedangkan recording date merupakan tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Apa itu dividend yield?

Dividend yield adalah perbandingan dividen per saham dengan harga saham. Rumusnya:

Dividend Yield = Dividen per Saham ÷ Harga Saham × 100%.

Apakah membeli saham sebelum cum date pasti untung?

Tidak. Mendapatkan hak dividen tidak menjamin keuntungan investasi secara keseluruhan karena harga saham dapat bergerak naik atau turun.



Baca JUGA:

Terbaru

      Konten Pilihan