Laporan Keuangan ANDA Semester I 2026, Catat Laba Bersih Rp11,77 Miliar Naik 261%

Kuhuni.com, Jakarta — PT Andalan Artha Primanusa Tbk (IDX: ANDA) membukukan laba neto tahun berjalan sebesar Rp11,77 miliar pada enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 261,0% dibandingkan laba neto Rp3,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba terjadi ketika pendapatan neto perusahaan justru mengalami penurunan. Pada semester I 2026, pendapatan neto tercatat Rp200,12 miliar, turun 8,68% dibandingkan Rp219,15 miliar pada semester I 2025. Namun, beban pokok pendapatan turun lebih dalam, sehingga laba bruto meningkat menjadi Rp51,81 miliar dari Rp43,18 miliar.

Ilustrasi Pelaksanaa IPO Saham ANDA. Dok.Kuhuni.com

Pendapatan Turun, Laba Bruto Meningkat

Berdasarkan laporan laba rugi, beban pokok pendapatan ANDA turun menjadi Rp148,31 miliar dari Rp175,97 miliar. Penurunan beban pokok tersebut mencapai sekitar 15,72%, lebih besar dibandingkan penurunan pendapatan neto. Kondisi ini mendorong laba bruto tumbuh sekitar 20,00% secara tahunan.

Perusahaan juga mencatat pendapatan operasi lainnya sebesar Rp7,14 miliar, meningkat dibandingkan Rp761,09 juta pada semester I 2025. Sementara itu, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp24,28 miliar dari Rp20,91 miliar. Beban operasi lainnya tercatat Rp137,43 juta, sedangkan pada periode pembanding tidak terdapat nilai beban pada pos tersebut.

Jadwal IPO Andalan Artha Primanusa (ANDA) Mulai 5 hingga 17 November 2026: Incar Dana Segar Rp 316 Miliar

KUHUNI.COM, JAKARTA — Pasar modal Indonesia kembali kedatangan calon emiten baru dari sektor energi. PT Andalan Artha Primanusa Tbk resmi membuka masa penawaran awal (book building) untuk aksi Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering / IPO) terhitung mulai tanggal 5 hingga 17 November 2026.

Dalam prospektus awalnya, perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian ini menetapkan kode saham ANDA. Perseroan mematok rentang harga penawaran awal di kisaran Rp 158 hingga Rp 189 per saham.

Ilustrasi Pelaksanaa IPO Saham ANDA. Dok.Kuhuni.com

Rincian Penawaran Saham & Valuasi Dana IPO

Dalam aksi korporasi ini, ANDA melepas sebanyak-banyaknya 1.676.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 25,10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan IPO.

Dengan menggunakan batas atas harga book building di level Rp 189 per saham, total dana segar yang diincar dari IPO ini mencapai maksimal Rp 316,76 miliar. Sementara jika menggunakan batas bawah di level Rp 158 per saham, dana yang dihimpun berada di kisaran Rp 264,81 miliar.

Penerbitan Waran Seri I Berinsentif Jumbo

Selain melepas saham baru, ANDA juga memaniskan aksi korporasinya dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 239.429.000 Waran Seri I, atau setara dengan 4,79% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran IPO disampaikan.

  • Rasio Waran: Setiap pemegang 7 saham baru hasil IPO berhak memperoleh 1 Waran Seri I.
  • Harga Pelaksanaan: Rp 695 per saham.
  • Potensi Dana Tambahan: Jika seluruh waran dieksekusi, perseroan berpotensi meraup tambahan dana segar hingga Rp 166,40 miliar.
  • Periode Pelaksanaan: Berlaku mulai 1 Juni 2027 hingga 1 Desember 2028.

Ringkasan IPO PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA)

Parameter Keterangan

Detail Informasi

Nama Perusahaan

PT Andalan Artha Primanusa Tbk

Kode Saham

ANDA

Sektor / Kegiatan Usaha

Energy / Aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya

Jumlah Saham Ditawarkan

1.676.000.000 saham (16.760.000 lot)

Porsi Saham Publik

25,10% dari modal disetor penuh

Nilai Nominal

Rp 10 per saham

Kisaran Harga Book Building

Rp 158 – Rp 189 per saham

Target Dana IPO

Hingga Rp 316,76 miliar

Waran Seri I

239.429.000 waran (Rasio 7:1)

Harga Pelaksanaan Waran

Rp 695 per saham

Periode Book Building

5 – 17 November 2026

Penjamin Pelaksana Emisi Efek

PT Henan Putihrai Sekuritas

Peran Penjamin Emisi & Prospek Sektor Energi

Dalam hajatan IPO ini, PT Henan Putihrai Sekuritas bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan menggunakan skema kesanggupan penuh (full commitment). Artinya, penjamin emisi menyatakan kesanggupannya untuk mengambil sisa saham yang tidak terserap oleh pasar sesuai dengan ketentuan penjaminan. Baca profil broker PD di sini.

Kehadiran ANDA di bursa memberikan alternatif pilihan menarik bagi investor ritel maupun institusi yang ingin mendiversifikasikan portofolionya ke emiten penunjang sektor energi dan pertambangan.

Baca: Analisis Saham IPO 205: Siapa Broker Teraktif, Papan Pencatatan dan Jenis Usaha (Konten Premium)

Kendati demikian, investor diimbau untuk mencermati bahwa harga Rp 158–Rp 189 masih bersifat book building dan harga final baru akan ditetapkan setelah masa penawaran awal rampung. Selalu lakukan analisis mandiri (independent analysis) dan baca prospektus resmi secara seksama sebelum mengambil keputusan investasi.

12 Cara Menghindari Kerugian Saat Trading untuk Pemula

Cara menghindari kerugian saat trading merupakan hal penting yang perlu dipahami sebelum seseorang mulai membeli dan menjual saham, forex, atau instrumen keuangan lainnya. Trading memang memberikan peluang memperoleh keuntungan dari perubahan harga, tetapi aktivitas ini juga memiliki risiko kerugian yang tidak boleh diabaikan.

Banyak trader pemula terlalu fokus mencari keuntungan besar, tetapi belum memiliki rencana untuk melindungi modalnya. Akibatnya, satu transaksi yang merugi bisa menghabiskan sebagian besar dana trading. Ada juga trader yang terus menahan posisi rugi karena berharap harga akan kembali naik, padahal pergerakan pasar tidak selalu sesuai harapan.

day trading
Image by TheInvestorPost / Pixabay

Untuk mengurangi risiko tersebut, trader perlu memahami manajemen risiko, menentukan batas kerugian, mengatur modal, dan mengendalikan emosi. Jika Anda masih baru mengenal dunia trading, sebaiknya pahami terlebih dahulu apa itu trading dan bagaimana cara kerjanya sebelum mulai menggunakan uang asli.

Artikel ini membahas 12 cara menghindari kerugian saat trading yang bisa dipelajari oleh pemula, baik dalam trading saham maupun forex.

Kenapa Trader Bisa Rugi? 10 Kesalahan Pemula yang Harus Dihindari

Kenapa trader bisa rugi padahal sudah belajar analisis saham atau forex? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan trader pemula. Banyak orang mulai trading dengan harapan mendapatkan keuntungan, tetapi justru mengalami kerugian karena salah mengambil keputusan, tidak memiliki strategi, atau sulit mengendalikan emosi.

Sebenarnya, kerugian dalam trading tidak selalu terjadi karena seseorang tidak bisa membaca grafik. Trader bisa mengalami kerugian karena membeli aset tanpa analisis, menggunakan modal terlalu besar, tidak membatasi kerugian, hingga terlalu percaya diri setelah mendapatkan keuntungan.

trading loss
Ilustrasi seorang trader mengalami kerugian

Trading saham maupun forex memiliki risiko. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan bahwa penjualan saham di bawah harga beli dapat menyebabkan capital loss. Karena itu, trader perlu memahami risiko sebelum bertransaksi dan tidak hanya berfokus pada potensi keuntungan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 kesalahan trader pemula yang bisa menyebabkan kerugian, lengkap dengan contoh sederhana dan cara menghindarinya.

BSU Rp 900 Ribu Segera Cair Lewat Kantor Pos? Simak Syarat dan Cara Ambil Lewat Pospay

KUHUNI.COM, JAKARTA — Pemerintah kembali menggulirkan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp900.000 bagi para pekerja atau buruh dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bantuan langsung tunai (BLT) ini dijadwalkan cair pada kuartal IV (Oktober–Desember) 2026.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan 13,3 juta pekerja di seluruh Indonesia. Mengingat penyaluran dilakukan secara sekaligus untuk periode tiga bulan (Oktober, November, dan Desember), maka setiap pekerja yang memenuhi syarat akan langsung menerima total dana sebesar Rp900.000 (Rp300.000 per bulan).

pencairan BSU
Ilustrasi Pencairan BSU

Bagi para pekerja yang tidak memiliki rekening bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BTN), pencairan dana umumnya dilakukan melalui PT Pos Indonesia menggunakan aplikasi Pospay. Dengan aplikasi ini, penerima dapat memunculkan kode QR (QR Code) atau barcode untuk dicairkan langsung di Kantor Pos terdekat.

Berikut adalah panduan lengkap cara mengecek status penerima, memunculkan kode QR di Pospay, hingga alur pencairan dana BSU Rp900.000 di Kantor Pos.

Danamon (BDMN) Raih Laba Bersih Rp3,50 Triliun hingga September 2026, Naik 18,67%

Kuhuni.com, Jakarta — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,50 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 18,67% dibandingkan Rp2,95 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Teller Bank Danamon melayani Nasabah. Dok: Danamon.co.id

Dalam laporan keuangan konsolidasian, Bank Danamon mencatat laba bersih sebesar Rp3,89 triliun, meningkat dari Rp3,07 triliun pada periode sebelumnya. Sementara itu, pendapatan bunga neto tumbuh menjadi Rp15,95 triliun dari Rp14,66 triliun.

Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp302,45 triliun per 30 September 2026, meningkat dibandingkan Rp281,74 triliun pada 31 Desember 2025. Total kredit yang diberikan kepada pihak ketiga tercatat Rp180,41 triliun, sedangkan simpanan nasabah pihak ketiga mencapai Rp187,71 triliun.

Harga Emas Masih Sukar Tembus US$ 4.000, Cermati Level Support dan Resisten Hari Ini

KUHUNI.COM, JAKARTA — Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/11) dan masih melanjutkan koreksi tipis pada perdagangan pagi ini, Rabu (4/11). Para investor tampak cenderung menahan diri (wait and see) menantikan kejelasan iklim geopolitik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap pergerakan harga energi global.

Melansir data Bloomberg, harga emas dunia di pasar spot pada Selasa (3/11) ditutup melemah 0,39% ke level US$3.931,7 per troy ons. Tren koreksi berlanjut terbatas pada perdagangan Rabu (4/11) pukul 07.57 WIB, di mana harga sang logam mulia tergerus tipis 0,02% ke posisi US$3.931 per troy ons.

Ketidakpastian geopolitik menjadi faktor utama penahan laju emas. Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan tengah mengkaji proposal draf damai baru dari pihak mediator guna menghindari eskalasi perang total yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu. Kendati demikian, laporan media lokal Iran menyebutkan belum ada kemajuan signifikan dalam perundingan tersebut.

Dinamika ini mendorong kenaikan harga minyak mentah jenis Brent sebesar 1,15% ke level US$104,82 per barel pada pagi ini. Lonjakan harga energi mengancam tingginya laju inflasi global, yang pada gilirannya memperkecil ruang bagi bank-bank sentral dunia untuk memangkas suku bunga acuan. Kondisi suku bunga yang tetap tinggi menjadi sentimen negatif bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Emas batangan. Dok. Bank Sinarmas

Laporan Keuangan ISAT Q3 2026: Laba Bersih Tembus Rp4,92 triliun Triliun Meningkat 37%

Kuhuni.com, Jakarta — PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026. Hingga 30 September 2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp45,75 triliun, meningkat 11,15% dibandingkan Rp41,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba periode berjalan sebesar 33,07% menjadi Rp5,12 triliun dari Rp3,84 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,20% menjadi Rp4,92 triliun, dibandingkan Rp3,59 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Indosat/ioh.co.id

Pendapatan Selular dan MIDI Menjadi Penopang Pertumbuhan

Pendapatan Indosat terutama ditopang oleh segmen selular yang menghasilkan Rp37,85 triliun selama Januari-September 2026. Angka tersebut meningkat 9,54% dibandingkan Rp34,56 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen Multimedia, Komunikasi Data, Internet (MIDI) mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Pendapatan MIDI mencapai Rp7,24 triliun, naik 20,66% dari Rp6,00 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Sementara itu, pendapatan telekomunikasi tetap meningkat 8,64% menjadi Rp656,18 miliar dari Rp603,99 miliar.

Segmen Pendapatan 9M 2026 9M 2025 Pertumbuhan
Selular Rp37,85 triliun Rp34,56 triliun 9,54%
MIDI Rp7,24 triliun Rp6,00 triliun 20,66%
Telekomunikasi tetap Rp656,18 miliar Rp603,99 miliar 8,64%
Total pendapatan Rp45,75 triliun Rp41,16 triliun 11,15%

Secara nominal, segmen selular memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan konsolidasian. Adapun MIDI menjadi segmen dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di antara tiga kelompok pendapatan yang dilaporkan Indosat.

Laba Bersih Meningkat 33,07%

Dari sisi profitabilitas, Indosat membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp6,46 triliun, meningkat 36,16% dibandingkan Rp4,75 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan Rp1,35 triliun, laba periode berjalan tercatat Rp5,12 triliun.

Laba periode berjalan tersebut tumbuh 33,07% dibandingkan Rp3,84 triliun pada Januari-September 2025. Dari total laba, sebesar Rp4,92 triliun diatribusikan kepada pemilik entitas induk, sedangkan Rp193,37 miliar merupakan bagian kepentingan non-pengendali.

Laba per saham dasar dan dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat menjadi Rp152,61 per saham dari Rp111,23 per saham pada periode pembanding. Kenaikannya mencapai 37,20%.

Indikator 9M 2026 9M 2025 Perubahan
Pendapatan Rp45,75 triliun Rp41,16 triliun +11,15%
Laba sebelum pajak Rp6,46 triliun Rp4,75 triliun +36,16%
Laba periode berjalan Rp5,12 triliun Rp3,84 triliun +33,07%
Laba diatribusikan kepada pemilik induk Rp4,92 triliun Rp3,59 triliun +37,20%
Laba per saham Rp152,61 Rp111,23 +37,20%

Margin laba periode berjalan terhadap pendapatan turut meningkat menjadi sekitar 11,18%, dibandingkan 9,34% pada periode sembilan bulan pertama 2025. Hal ini menunjukkan pertumbuhan laba bersih lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan.

Beban Penyelenggaraan Jasa dan Karyawan Meningkat

Seiring pertumbuhan pendapatan, sejumlah komponen beban Indosat juga mengalami kenaikan. Beban penyelenggaraan jasa menjadi komponen terbesar, mencapai Rp19,45 triliun atau meningkat 10,51% dibandingkan Rp17,60 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban penyusutan dan amortisasi naik 6,67% menjadi Rp12,68 triliun dari Rp11,89 triliun. Beban karyawan juga meningkat cukup tinggi, yakni 42,22% menjadi Rp3,30 triliun dari Rp2,32 triliun.

Sementara itu, beban pemasaran bertambah 7,70% menjadi Rp1,30 triliun. Berbeda dengan beberapa komponen tersebut, beban umum dan administrasi turun 4,94% menjadi Rp653,00 miliar dari Rp686,93 miliar.

Komponen Beban 9M 2026 9M 2025 Perubahan
Penyelenggaraan jasa Rp19,45 triliun Rp17,60 triliun +10,51%
Penyusutan dan amortisasi Rp12,68 triliun Rp11,89 triliun +6,67%
Karyawan Rp3,30 triliun Rp2,32 triliun +42,22%
Pemasaran Rp1,30 triliun Rp1,21 triliun +7,70%
Umum dan administrasi Rp653,00 miliar Rp686,93 miliar -4,94%

Total beban yang tercatat dalam laporan laba rugi meningkat 7,78% menjadi Rp35,91 triliun dari Rp33,32 triliun. Di sisi lain, Indosat mencatat keuntungan bersih Rp1,51 triliun yang berkaitan dengan hilangnya pengendalian atas entitas anak dan transaksi sewa balik. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pos tersebut tidak tercatat.

Biaya keuangan meningkat menjadi Rp3,75 triliun dari Rp3,23 triliun, atau naik sekitar 15,87%. Kenaikan biaya keuangan ini menjadi salah satu komponen yang turut membentuk hasil laba sebelum pajak perusahaan.

Total Aset Indosat Naik Menjadi Rp147,64 Triliun

Pada sisi neraca, total aset Indosat per 30 September 2026 mencapai Rp147,64 triliun. Jumlah tersebut meningkat 24,45% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp118,63 triliun.

Kenaikan terutama berasal dari aset tidak lancar yang bertambah 29,11% menjadi Rp128,63 triliun dari Rp99,63 triliun. Aset tetap meningkat menjadi Rp99,18 triliun dari Rp75,10 triliun, sedangkan investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama naik menjadi Rp3,03 triliun dari Rp1,04 triliun.

Kas dan setara kas juga meningkat signifikan menjadi Rp8,21 triliun dari Rp5,08 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total aset lancar relatif stabil di Rp19,01 triliun, dibandingkan Rp19,00 triliun pada posisi akhir tahun sebelumnya.

Posisi Keuangan 30 Sep 2026 31 Des 2025 Perubahan
Total aset Rp147,64 triliun Rp118,63 triliun +24,45%
Aset lancar Rp19,01 triliun Rp19,00 triliun +0,04%
Aset tidak lancar Rp128,63 triliun Rp99,63 triliun +29,11%
Aset tetap Rp99,18 triliun Rp75,10 triliun +32,07%
Kas dan setara kas Rp8,21 triliun Rp5,08 triliun +61,80%

Liabilitas Meningkat 35,05%

Sejalan dengan kenaikan aset, total liabilitas Indosat meningkat menjadi Rp106,85 triliun per 30 September 2026 dari Rp79,12 triliun pada akhir Desember 2025. Kenaikan tersebut mencapai 35,05%.

Liabilitas jangka pendek tercatat Rp50,89 triliun, meningkat 66,86% dari Rp30,50 triliun. Salah satu pos yang mengalami kenaikan besar adalah utang pengadaan jangka pendek, dari Rp8,85 triliun menjadi Rp20,46 triliun.

Pinjaman jangka pendek yang pada akhir 2025 belum tercatat, per September 2026 mencapai Rp7,55 triliun. Utang pajak penghasilan juga meningkat menjadi Rp2,53 triliun dari Rp370,31 miliar.

Liabilitas jangka panjang naik 15,09% menjadi Rp55,96 triliun dari Rp48,62 triliun. Di dalamnya, liabilitas sewa jangka panjang mencapai Rp43,43 triliun, meningkat dari Rp33,10 triliun pada akhir tahun sebelumnya.

Sementara itu, total ekuitas Indosat tumbuh 3,25% menjadi Rp40,79 triliun dari Rp39,51 triliun. Saldo laba belum dicadangkan meningkat menjadi Rp18,61 triliun dari Rp17,26 triliun.

Komponen 30 Sep 2026 31 Des 2025 Perubahan
Total liabilitas Rp106,85 triliun Rp79,12 triliun +35,05%
Liabilitas jangka pendek Rp50,89 triliun Rp30,50 triliun +66,86%
Liabilitas jangka panjang Rp55,96 triliun Rp48,62 triliun +15,09%
Total ekuitas Rp40,79 triliun Rp39,51 triliun +3,25%

Arus Kas Operasi Turun, Belanja Modal Meningkat

Dari sisi arus kas, Indosat memperoleh arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp14,19 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Nilai tersebut turun 9,72% dibandingkan Rp15,72 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penerimaan kas dari pelanggan meningkat menjadi Rp44,34 triliun dari Rp40,15 triliun. Namun, pengeluaran kepada regulator, operator lain, pemasok, dan pihak lainnya juga naik menjadi Rp22,56 triliun dari Rp17,82 triliun. Pembayaran biaya keuangan meningkat menjadi Rp3,60 triliun dari Rp3,24 triliun.

Arus kas investasi mencatat penggunaan kas bersih Rp15,29 triliun, lebih besar dibandingkan Rp10,04 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Salah satu faktor utamanya adalah kenaikan belanja perolehan aset tetap menjadi Rp16,96 triliun dari Rp10,25 triliun, atau meningkat 65,41%.

Pengeluaran untuk perolehan aset takberwujud juga meningkat menjadi Rp379,83 miliar dari Rp29,42 miliar. Pada periode berjalan, Indosat turut mencatat penerimaan Rp1,90 triliun dari penjualan kepemilikan di entitas anak dan transaksi sewa balik atas bagian aset yang dialihkan.

Berbeda dengan arus kas operasi dan investasi, aktivitas pendanaan menghasilkan arus kas bersih positif Rp4,13 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, aktivitas pendanaan justru menggunakan kas bersih Rp7,72 triliun.

Baca Laporan Keuangan Emiten

  1. Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
  2. Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%
  3. Laba AKRA Naik 32% Jadi Rp2,44 Triliun hingga September 2026
  4. Laba BTPS Naik 7% Jadi Rp1,01 Triliun hingga September 2026
  5. Clipan Finance Cetak Laba Rp153,65 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Masih Tertekan
  6. IPCC Catat Pendapatan Rp645,48 Miliar hingga September 2026, Laba Bersih Turun 6,89%
  7. Sunter Lakeside Hotel (SNLK) Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Menyusut 39,36%
  8. Laporan Keuangan Bank Mandiri (BMRI) per September 2026, Laba Naik 13,86% Jadi Rp47,11 Triliun
  9. Bank Aladin Syariah (BANK) Catat Laba Bersih Rp47,26 Miliar hingga September 2026, Turun 63,10%
  10. Bukalapak (BUKA) Catat Rugi Rp881,06 Miliar hingga September 2026
  11. Laporan Keuangan Vale Indonesia (INCO) per September 2026, Laba US$147,12 Juta  Melonjak 180,57%
  12. Laporan Keuangan Telkom Indonesia (TLKM) Q3 2026: Pendapatan Naik Jadi Rp113,50 Triliun namun Laba Bersih Turun

Penerimaan pendanaan pada 2026 antara lain berasal dari transaksi penjualan kepemilikan entitas anak dan sewa balik atas bagian aset yang dipertahankan sebesar Rp9,79 triliun, penerimaan pinjaman jangka pendek Rp7,40 triliun, serta pinjaman jangka panjang Rp3,35 triliun. Di sisi pengeluaran, perusahaan membayar dividen kepada pemegang saham sebesar Rp3,58 triliun.

Arus Kas 9M 2026 9M 2025 Keterangan
Aktivitas operasi Rp14,19 triliun Rp15,72 triliun Turun 9,72%
Aktivitas investasi (Rp15,29 triliun) (Rp10,04 triliun) Penggunaan kas naik 52,29%
Aktivitas pendanaan Rp4,13 triliun (Rp7,72 triliun) Berbalik positif
Kenaikan (penurunan) bersih kas Rp3,14 triliun (Rp2,03 triliun) Berbalik positif

Kas dan Setara Kas Mencapai Rp8,21 Triliun

Secara keseluruhan, Indosat mencatat kenaikan bersih kas dan setara kas sebesar Rp3,14 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut berbalik dari penurunan bersih Rp2,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan tambahan dampak selisih kurs sebesar Rp108,20 miliar, kas dan setara kas Indosat pada akhir September 2026 mencapai Rp8,21 triliun. Posisi tersebut meningkat dari Rp5,08 triliun pada awal periode atau akhir Desember 2025.

Secara keseluruhan, kinerja Indosat hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang solid. Pendapatan meningkat 11,15%, sementara laba periode berjalan tumbuh 33,07% dan laba per saham naik 37,20%. Pada saat yang sama, total aset bertambah menjadi Rp147,64 triliun dan kas akhir periode mencapai Rp8,21 triliun. Perkembangan tersebut berjalan beriringan dengan kenaikan liabilitas serta belanja modal yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan rekomendasi atau perintah untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

Terbaru

      Konten Pilihan