Laba Bersih BTPN Syariah (BTPS) Kuartal 1 2021 Turun 6,74 Persen

Laba Bersih BTPS Kuartal 1 2021

Kuhuni.com
– Tahun 2021 kuartal 1 pendapatan pengelolaan dana Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) sebesar Rp 1,11 triliun. Pendapatan ini turun sebesar 5,77% dibanding kuartal 1 tahun 2020 yang mencapai Rp 1,18 triliun. Hak bagi hasil milik BTPS tercatat sebesar Rp 1,00 triliun setelah dikurangi hak pihak ketiga sebesar Rp 110,45 miliar.

Tahun 2021 Dividen Astra Merosot 46,72 Persen

Dividen Astra 2021

Kuhuni.com –
Astra International Tbk (ASII) baru saja selesai melangsukan RUPST. Salah satu agenda perseroan adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2020. Dari hasil RUPST, ASII menyetujui untuk membagikan dividen sebesar Rp 4,6 triliun atau setara dengan Rp 114 per saham. Jumlah dividen tahun buku 2020 turun 46,72% dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp 214 per saham.

Kinerja Anak Perusahaan Astra (AALI, AUTO dan ASGR) Kuartal 1 2020

Kinerja Anak Usaha Astra Kuartal 1 2021

Laba Bersih Astra Otoparts Tbk (AUTO) Kuartal 1 2020 Naik 42,88%

Kuartal 1 tahun 2021 PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) meraih pendapatan sebesar Rp 3,62 triliun. Pendapatan ini turun 5,72% dibanding sebelumnya berhasil meraih pendapatan sebanyak Rp 3,84 triliun. Beban pokok pendapatan Astra Otoparts tercatat sebesar Rp 3,15 triliun. Maka, laba kotor AUTO sebesar Rp 461,18 miliar. Turun  17,31% dibanding periode Januari-Maret 2020 yang mencapai Rp 557,77 miliar. Sementara beban umum dan administrasi sebanyak Rp 214,24 miliar. Mengalami penurunan sedikit dari sebelumnya mencapai Rp 237,69 miliar.


Laba bersih Astra Otoparts Tbk (AUTO kuartal 1 tahun 2021 sebesar Rp 163,92 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 42,88% dibanding periode yang sama tahun lalu hanya Rp 114,72 miliar. Alhasil laba bersih per saham AUTO juga naik menjadi Rp 34 per lembar saham.

Laba Bersih UNTR Kuartal 1 Tahun 2021 Mengalami Kenaikan

laba bersih untr kuartal 1 tahun 2021

Kuhuni.com
– Kuartal 1 tahun 2021 PT United Tractors Tbk (UNTR) meraih total pendapatan bersih sebesar Rp 17,89 triliun. Pendapatan UNTR turun 2,27% dibanding kuartal 1 tahun 2020 yang mencapai Rp 18,31 triliun

Pendapatan ini terdiri dari penjualan barang (mesin konstruksi, batubara, emas, dll) sebesar Rp 10,02 triliun atau naik dibanding kuartal 1 tahun 2020 yang hanya Rp 9,02 triliun. Pendapatan jasa (kontraktor penambangan, konstruksi, dll) sebesar Rp 17,89 triliun atau turun dibanding Q1-2020 yang mencapai Rp 18,31 triliun.

Laba Bersih Astra International Kuartal 1 2021 Turun 22,49%

laba bersih asii kuartal 1 2021

Kuhuni.com
– Pendapatan bersih Astra International Tbk (ASII) kuarta satu tahun 2021 sebesar Rp 51,70 triliun. Mengalami penurunan pendapatan sebesar 4% dibanding kuartal 1 tahun 2020 yang pendapatannya mencapai Rp 54,00 triliun.

Pendapatan ini terdiri dari; penjualan barang sebesar  Rp 35,72 triliun, turun dibanding kuartal 1 tahun 2020 yang mencapai Rp 37,40 triliun.

Pendapatan jasa keuangan sebesar Rp 6,09 triliun, naik dibanding periode yang sama tahun 2020 yang hanya Rp 5,20 triliun.

Pendapatan jasa dan sewa sebesar Rp 9,87 triliun, turun dari sebelumnya mencapai Rp 11,38 triliun.

Profil dan Sejarah Bisnis Unilever Indonesia Sejak Tahun 1933

Unilever Indonesia

Kuhuni.com
 – Unilever Indonesia adalah perusahaan fast moving consumer goods terdepan di Indonesia.. Unilever Indonesia memiliki kegiatan usaha memproduksi, memasarkan dan mendistribusikan barang-barang konsumsi, termasuk di dalamnya sabun, deterjen, margarin, es krim, bumbu-bumbu masak, kecap, produkproduk kosmetik, minuman dengan bahan pokok teh dan minuman sari buah.

Unilever Indonesia memiliki brand-brand ternama Indonesia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Royco, Bango, Buavita dan banyak lagi.

Unilever saat ini memiliki sembilan pabrik yang berlokasi di kawasan industri Jababeka, Cikarang dan Rungkut, Surabaya. Kantor pusat Unilever Indonesia (UNVR) berlokasi di Bumi Serpong Damai pada lahan seluas 3 hektar, yang dibangun secara khusus untuk ditempati oleh lebih dari 1.200 karyawan.

15 Saham Ini Dapat “Tato” Dari BEI, Cek Apakah Saham Kamu Ada?

Notasi Saham Dari Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia memberikan notasi khusus pada saham-saham yang terdaftar di bursa. Notasi khusus ini memiliki arti sesuai dengan simbol yang tertera di kode masing-masing saham. Melansir data dari Bursa Efek Indonesia per tanggal 20 April 2021. Bursa Efek kembali memberikan notasi khusus ke beberapa saham. Berikut 15 saham yang mendapat “tato” dari BEI.

1. Saham Sepatu Bata Tbk (BATA)

Notasi saham: BATA.M

M:  artinya Adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)

 

2. Saham PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)

Notasi saham: HKMU.M

M:  artinya Adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)

 

Lihat Juga: Jumlah Kredit Macet Bank BRI, BNI, BCA dan Mandiri Tahun 2020


3. Saham Provident Agro Tbk (PALM)

Notasi saham: PALM.C

C : artinya Kejadian perkara hukum terhadap Perusahaan Tercatat, Anak Perusahaan Tercatat dan/atau anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perusahaan Tercatat yang berdampak material.

 

4. Saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE)

Notasi saham: TELE.MEL

M : Adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)
E : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
L : Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan

 

5. Saham PT Golden Plantation Tbk (GOLL)

Notasi saham: GOLL.BLCY

B: Adanya permohonan Pernyataan Pailit
L: Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
C: Kejadian perkara hukum terhadap Perusahaan Tercatat, Anak Perusahaan Tercatat dan/atau anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perusahaan Tercatat yang berdampak Material
Y: Perusahaan Tercatat yang belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir

 

6. Saham PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL)

Notasi saham: POLL.M

M: Adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)

7. Saham COWELL DEVELOPMENT Tbk (COWL)

Notasi saham: COWL.LY

L: Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
Y: Perusahaan Tercatat yang belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir

 

8. Saham Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)

Notasi saham: KBRI.LSY

L: Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
S: Laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha
Y: Perusahaan Tercatat yang belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir

 

9. Saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

Notasi saham: WSBP.M

M: Adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)

Lihat Juga:  Histori Dividen Bank BCA Sejak IPO


10. Saham PT Grand Kartech Tbk (KRAH)

Notasi saham: KRAH.MLY

M: Adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)
L: Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
Y: Perusahaan Tercatat yang belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir

 

11. Saham PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)

Notasi saham: NUSA.LCY

L: Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
C: Kejadian perkara hukum terhadap Perusahaan Tercatat, Anak Perusahaan Tercatat dan/atau anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perusahaan Tercatat yang berdampak Material
Y: Perusahaan Tercatat yang belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir

 

12. Saham PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)

Notasi saham: MTRA.BLY

B: Adanya permohonan Pernyataan Pailit
L: Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
Y: Perusahaan Tercatat yang belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir

 

13. Saham PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)

Notasi saham: MABA.DLY

D: Adanya Opini “Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer)” dari Akuntan Publik
L: Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
Y: Perusahaan Tercatat yang belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir

 

14. Saham Sugih Energy Tbk (SUGI)

Notasi saham: SUGI.LY

L: Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
Y: Perusahaan Tercatat yang belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir

 

15. Saham Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW)

Notasi saham: JKSW.ES

E: Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
S: Laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha

Jumlah Kredit Macet Bank BRI, BNI, BCA dan Mandari, Lihat Kredit Macet Terbesar dan Terkecil!

Kredit Macet Bank Tahun 2020

Kuhuni.com
– Perbankan raksasa di Indonesia telah melaporkan hasil kinerja sepanjang tahun 2020. Rata-rata kinerja bank besar di Indonesia mencatatkan penurunan laba bersih.


Bank besar di Indonesia seperti Bank BRI, Mandiri, BCA dan BNI sepanjang tahun 2020 kompak mengalami penurunan laba bersih. Penurunan laba bersih rata-rata terjadi kerena meningkatnya cadangan kerugian penurunan nilai setiap bank.


Dari laporang keuangan masing-masing bank juga menunjukkan adanya peningkatan terhadap kredit macet. Berikut ini akan diuraikan jumlah kredit macet dari masing-masing bank besar di atas. Bank manakah jumlah kredit macetnya paling besar? Dan bank Mana jumlah kredit macetnya yang paling kecil?

CKPN Kredit Bank BCA Naik 80,80% Ternyata Sektor Ini Penyebabnya!

CKPN Bank BCA

Bank BCA (BBCA) hingga tahun 2020 telah memberikan kredit sebesar Rp 574,58 triliun. Jumlah kredit ini turun 2,10 % dibanding jumlah kredit tahun 2019 yang mencapai Rp 586,93 triliun (perhatikan total perbandingan kredit pada gambar di bawah).

Jadwal Dividen TPIA Tahun 2021

Dividen TPIA Tahun 2021

Kuhuni.com –
Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) membagikan dividen final sebesar Rp 31.60 per lembar saham. Jadwal pembagian dividen tunai TPIA ke pemegang saham akan dibayar pada 4 Mei 2021. Cum dividen saham TPIA tanggal 23 April 2021.

Jadwal Dividen CINT / Chitose Tahun 2021

Dividen CINT / Chitose 2021

Kuhuni.com –
Tahun 2021 Chitose Internasional Tbk (CINT) membagikan dividen tunai sebesar Rp 1 per lembar saham. Jumlah dividen ini setara dengan 1 miliar rupiah. Kali ini Chitose membagikan seluruh laba bersih tahun 2020 ke pemegang saham.

Jadwal Pembagian Dividen Multifiling Mitra Indonesia (MFMI) Tahun 2021

Dividen MFMI 2021

Kuhuni.com –
PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI) membagikan dividen tunai sebesar Rp 17 per lembar dan dividen interim tahun 2021 sebesar Rp 15 per lembar. Jadwal pembayaran dividen tunai dan interim MFMI ke pemegang saham akan dibayar pada 3 Mei 2021. Sementara Cum dividen tunai dan interim MFMI tanggal 20 April 2021.

Berita Utama

Jumlah Kredit Macet Bank BRI, BNI, BCA dan Mandari, Lihat Kredit Macet Terbesar dan Terkecil!

Kuhuni.com – Perbankan raksasa di Indonesia telah melaporkan hasil kinerja sepanjang tahun 2020. Rata-rata kinerja bank besar di Indonesia ...