Kenapa Main Saham Bisa Rugi? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor

Rugi main saham hampir pasti pernah dialami para investor maupun trader. Masalah terbesar bukan sekadar saat harga saham turun, tetapi bagaimana seseorang menghadapi kerugian tersebut.

Ada investor sudah rugi 5%, tetapi bisa keluar dengan tenang. Ada juga yang awalnya hanya rugi 10%, tetapi karena terus berharap harga akan naik, kerugiannya menjadi 30%, 50%, bahkan lebih besar.

Di sinilah persoalan yang sebenarnya.

Harga saham naik dan turun adalah risiko pasar. Tetapi membiarkan kerugian semakin besar merupakan kesalahan si investor dalam mengambil keputusan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan bahwa setiap investor memiliki profil risiko, tujuan, jangka waktu, dan tingkat toleransi risiko yang berbeda. Karena itu, pemilihan produk investasi seharusnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing investor.

9 Cerita Lucu Bikin Ngakak Puas

Membaca cerita lucu yang bikin ngakak puas pasti sangat menyenangkan. Kita semua pasti pernah membaca cerita panajng yang sangat lucu, sampai membuat kita ketawa ngakak dan keluar air mata.

Bisa tertawa lepas saat membaca cerita yang kocok dan lucu sangat bagus untuk kesehatan kita. Bahkan bisa menghilangkan kepenatan dan stres. Suasana hati yang awalnya tidak enak bisa berubah jadi lebih baik. Berikut beberapa kumpulan cerita lucu yang buat ngakak dan tertawa lepas.

cerita lucu bikin ngakak puas
Ngakak puas sampai keluar air mata

 

9 Cerita Lucu Bikin Ngakak Puas

1. Cerita Lucu Mukidi Beli Susu ke Supermarket Bikin Ngakak

Cerita Lucu Mukidi bermula saat Marni, istri tercintanya ngirim WA. Isi wa istrinya menyuruh Mukidi belanja ke supermarket.

Sepulang kerja Mukidi pun singgah  ke supermarket yang sering dia lewati. Mukidi lalu melihat daftar belanjaan yang dikirim istrinya di wa.

Mukidi pun langsung mengambil semua daftar pesanan istrinya. Tak lupa Mukidi membeli susu kotak untuk buah hatinya. Mukidi tahu anaknya sangat doyan minum susu kotak.

Saat tiba di kasir Mukidi pun membayar uang belanjaan dan heran saat mengetahui harga susu yang dia beli turun banyak.

Mukidi pun bertanya pada perempuan penjaga kasir.

"Susunya turun ya?" tanya mukidi dengan polos.

"Yang sopan dong," balas si perempuan dengan muka garang.

Mukidi terdiam, YA TUHAN SALAH SAYA APA YA...😞

Baca Juga: Cara Mendapatkan Passive Income dari Saham 


2. Cerita Lucu Kacang Mede Nenek yang Bikin Ngakak

Nuni baru saja pindah ke kota dan tinggal di kompleks perumahan yang bagus. Sebagai warga baru, Nuni pun memperkenalkan diri ke tetangganya.

"Hi nek, kenalin Saya Nuni tetangga baru nenek.”

"Salam kenal Nuni" jawab nenek "Ayo silahkan duduk.” Nuni pun duduk.

Mereka pun mulai ngobrol sana sini. Saat itu melihat ada kacang mede di dalam stoples. Nuni pun ngiler ingin mencicipi.

“Maaf nek, apa saya boleh mencicipi kacangnya," pinta Nuni.

“Oh… tentu. Silahkan ayo silakan dimakan.”

Mereka berdua terus asik ngobrol sampai-sampai kacangnya habis. Nuni pun baru sadar dan minta maaf.

"aduh nek, saya minta maaf. Kacangnya sampai habis." ucap Nuni dengan perasaan malu.

"Tidak apa-apa kok. Malah nenek senang."

"serius nek, kok bisa senang. Kan saya sudah habisin kacang mede nenek," kata Nuni penasaran.

"Iya, soalnya cucu nenek sering bawa silver queen. Nenek cuma bisa isap coklatnya aja sampai habis. Terus Kacang Mede ya nenek kumpulin di toples itu."

“Apa!!?!%*&”🙊🙊😅

Baca Juga: 5 Broker Forex Terbaik di Dunia untuk Pemula 


3. Cerita Lucu Ujian Seleksi Sekretaris yang Bikin Ngakak

Cerita lucu kali ini mengisahkan prose seleksi penerimaan sekretaris di sebuah perusahaan terkenal. Gaji yang ditawarkan pun sangat besar.

Setelah serangkain ujian dan test selesai akhirnya terpilihlah 5 orang wanita cantik untuk memperebutkan 1 posisi sebagai sekretaris di sebuah perusahaan. Nah, si Bos bingung mau milih yang mana dari 5 wanita tersebut, karena semuanya memiliki kualifikasi yang bagus.

Akhirnya sang Bos pun melakukan tatap muka dengan ke-5 calon sekretarisnya.

Bos: “Oke, kalian ber-5 sudah berhasil melewati serangkaian ujian dan test yang berat. Sekarang ujian terakhir. Sayangnya saya hanya  pilih 1 di antara kalian untuk menempati posisi sebagai sekretaris saya di perusahaan ini, dengan gaji 20 juta/bulan.”

Si Bos menghela nafas sebentar, “cantik-cantik juga semuanya,” ucap si Bos dalam hati.

“Oke, Sekarang saya butuh 1 jawaban terbaik dan logis dari kalian,” ucap si Bos. “Pertanyaannya dengarkan baik-baik. Wanita memiliki 2 mulut! Yaitu mulut atas, dan mulut bawah, apakah perbedaan dari kedua mulut tersebut?” Tanya si Bos akhirnya.

Kelima wanita cantik tadi langsung berpikir sejenak, dan ini jawaban mereka:

Wanita Pertama “Yang 1 vertikal, dan 1 lagi horizontal, Pak…”

“Hem… sangat baik, kamu memiliki pandangan sosiologis yg bagus,” ujar si Bos sambil tersenyum puas.

Wanita kedua “Yang 1 berbulu, dan 1 lagi tidak, Pak..”

“Mengesankan, kamu sangat realistis,” ucap si Bos dengan mengangguk.

Wanita ketiga “Yang 1 bisa bicara, 1 lagi tidak bisa bicara Pak”

“Cukup bagus, kamu mengedepankan aspek komunikatif, hal penting bagi seorang sekertaris perusahaan,” kata si Bos.

Wanita keempat “Yang 1 ada gigi, 1 lagi ompong Pak”

“ Hahahaha…” si Bos tertawa puas “kamu orang yang sangat humoris…” ucap si Bos.

Wanita yang kelima pun bingung. Semua jawaban yang terlintas di otaknya sudah di sebutkan oleh yang lain. Tiba-tiba dia menemukan ide jenius.

Sambil tersenyum manja, wanita kelima menjawab “Mulut yang 1 dipake sendiri… mulut yang lain dipake sama… Bosss.” (sambil tersipu malu)

Si Bos tersentak kaget, dan langsung berdiri. “YAA….!! KAMU SAYA TERIMA!” kata si Bos.

Baca Juga: Trading Forex untuk Pemula: Modal Kecil Untung Besar

 

4. Cerita Lucu 3 Menantu yang Bikin Ngakak

Cerita lucu yang satu ini mengisahkan seorang Ibu Mertua yang ingin menguji manantunya. Apakah menantunya menyanginya atau hanya sayang pada putrinya.

Begini kisahnya.

Sang Ibu Mertua memutuskan menguji mereka satu per satu. Hari 1 dia mengajak menantu pertama naik perahu motor berlayar ke laut.

Setiba di tengah Laut dia pun sengaja menjatuhkan diri dari perahu dan terlempar ke laut. Si menantu tanpa pikir panjang langsung melompat ke laut buat nyelamatin mertuanya.

Keesokan harinya setelah mereka pulang. Si menantu kanget melihat mobil Avanza keluaran terbaru terparkir di halaman rumah. Lalu ada tulisan  “Dari ibu mertuamu”.

Kini tiba giliran menantu 2 yang diajak bepergian ke laut. Seperti biasa, Ibu mertua pun menjatuhkan diri dari perahu.  Esok harinya menantu kedua melihat Toyota Alphard terparkir di halaman rumah.

Terakhir menantu 3 diajak ke tengah laut. Si Ibu Mertua kembali pura-pura tercebur ke laut. Namun, malangnya nasib menimpa.  Kali ini si menantu ketiga malah tertawa memandangi ibu mertuanya yang megap-megap di dalam air. Bahkan dia juga mengejek ibu mertuanya itu, sambil berputar membawa perahunya pulang.

Esok harinya ketika si menantu 3 bangun tidur, di depan rumahnya terparkir Lamborghini  dan ada tertulis “Dari ayah mertuamu.”

Baca: 25 Cerita Lucu Pendek Bikin Ngakak, Dijamin Stress Hilang

 

5. Cerita Lucu Rahasia Tarzan Terbongkar yang Bikin Ngakak Sampai Keluar Air Mata

Ini adalah cerita lucu yang menggemparkan para kawanan monyet karena rahasia Tarzan akhirnya terbongkar.

Tarzan dan Monyet sudah lama hidup bersama di hutan rimba. Pada suatu hari para monyet mulai curiga sama si Tarzan. Soalnya, hanya Tarzan yang selalu pakai celana. Sementara monyet tidak.

Monyet  "Tarzan, kenapa sih kau selalu pakai celana? Kami semua tak pakai. Ada rahasia apa sih?" tanya Monyet.

"Nggak ada rahasia apa kok," jawab Tarzan.

"Kita kan kawan baik,” ucap Monyet. “Udah lama lagi, masak sama kita saja ada rahasia!"

"Aku bilang nggak ada, ya nggak ada!" Balas Tarzan.

Monyet  sangat tidak puas dengan jawaban Tarzan. Si Monyet pun makin penasaran.  Jadi dia pun mengajak kawannya ke pondok Tarzan dan mengintai untuk mencari rahasia Tarzan.

Seperti biasa, sebelum mandi Tarzan selalu buka celananya (karena hanya itu satu-satunya celananya).

Begitu melihat Tarzan bugil.  Para Monyet pun ketawa terbahak-bahak sampai sakit perut.

Monyet pun berkata, "Pantesan saja dia pakai celana. Rupanya dia maluuu woi… karena Ekor dia ada di depan, pendek dan buntet lagi."

Hahahaha.... Para Monyet Tertawa puas.

BACA JUGA: 20 Cerita Lucu Panjang Bikin Ngakak Sampai Sakit Perut 


6. Cerita Lucu Tidur Bersama Anggota DPR yang Bikin Ngakak

Cerita lucu kali ini datang dari anggota dewan yang terhormat. Begini kisahnya.

Ada seorang laki-laki anggota DPR yang terhorat. Siang itu sang anggota DPR menerima telpon. Terdengarlah suara perempuan dari seberang.

"Selamat siang Bapak Anggota Dewan, " dari nadanya perempuan itu masih muda.

"Siang, ini siapa ya?" Tanya sang DPR.

"Saya Putri yang pernah tidur sama bapak waktu itu" jawab si perempuan.

"Hah, apa???" sang anggota DPR terkejut.

"Kalau Bapak tidak ingin rahasia kita terbongkar, Bapak harus memberi saya uang tutup mulut!" ancam si perempuan dari seberang telpon.

"Oke, baiklah" jawab anggota Dewan itu pasrah. Dia tidak ingin nama baiknya sebagai anggota DPR tercoreng. Apalagi masuk berita, bisa mampus dia karena tidak sesuai dengan citranya yang agamis.

Setelah memberikan uang. Lalu dia mikir-mikir. Di mana pernah meniduri perempuan tersebut? Di luar negeri? Di Bandung? Di Jakarta? Atau hanya di Bali? Hmm.

Berselang beberapa hari kemudian. Si perempuan tadi menelepon lagi. Lalu meminta uang kembali. Laki-laki itu pasrah dan mengirimkan uang kembali lewat kurir. Anehnya, beberapa minggu kemudian, wanita itu meminta hal yang sama dengan ancaman yang sama.

Si anggota Dewan akhirnya dengan pasrah mengabulkan permintaan tersebut. Walaupun begitu, anggota Dewan itu menjawab dalam teleponnya.

"Oke, aku kabulkan permintaanmu. Tetapi, jangan bikin penasaran dong. Aku cuma ingin tahu emangnya kita pernah tidur bersama di mana dan kapan?"

Dengan tenang, wanita itu menjawab.

"Kita kan sama-sama anggota DPR Pak. Kita pernah tertidur bersama di ruang sidang."

"Apaaaaa?" Sang anggota DPR pun pingsan karena sudah mengirim total 1 Miliar.

 

7. Cerita Lucu Tata Tertib Perusahaan PT. Kadang Sukses

Inilah cerita lucu dari tata tertib perusahaan PT. Kadang Sukses. Perusahaan ini membuat gebrakan aturan out the box.

Aturan Jam Makan Siang

Bagi Karyawan yang kurus mendapatkan istirahat makan selama satu jam, karena mereka perlu makan lebih banyak supaya kelihatan sehat. Karyawan yang berukuran "normal" mendapat jam istirahat makan siang selama 30 menit agar mendapatkan pola makan yang tidak berlebihan untuk mempertahankan bentuk tubuhnya.

Karyawan yang gendut, mendapat waktu istirahat 5 menit, karena mereka cuma butuh minum VEGETTA dan pil diet.

Baca: 100 Status Cerita Lucu untuk Facebook Pro yang Bikin Ngakak

Aturan Pakaian Kerja
Anda disarankan berpakaian sesuai gaji yang anda terima. Bila kami melihat anda berpakaian mewah, membawa tas hermes atau memakai ikat pinggang gucci, maka perusahaan menganggap anda hidup berkecukupan dengan gaji anda yang sekarang. Dengan demikian tidak ada kenaikan gaji sampai anda terlihat melarat lagi.

Aturan Pakai WC Kantor

Perusahaan menilai selama ini terlampau banyak waktu dibuang di WC!. Mulai saat ini, kantor akan mengatur jadwal ke WC bagi karyawan sesuai urutan alfabet nama.

Sebagai contoh: Karyawan dengan awal nama "A" boleh ke WC jam 8.00 sampai jam 8.20. Karyawan dengan awal nama "B" dari jam 8.20 sampai 8.40, begitu seterusnya sampai Z.

Bila anda tidak sempat ke WC dalam jadwal tersebut, anda harus menunggu sampai keesokan harinya. Dalam kasus emergency, karyawan boleh menukar jadwal WC dengan karyawan lain. Supervisor dari kedua karyawan tersebut harus memberi ijin tertulis sebelumnya.

Aturan Ijin Sakit
Perusahaan tidak menerima surat keterangan sakit dari dokter sebagai bukti bahwa anda
sakit. Kalau anda mampu mengunjungi dokter, kami nilai anda juga mampu bekerja.

Aturan Hari Bebas
Semua karyawan berhak mendapatkan 104 hari bebas kerja setiap tahunnya, yaitu pada
hari sabtu dan minggu!

Aturan Hak Cuti
Semua karyawan diberikan masa cuti pada waktu yang bersamaan setiap tahunnya
yaitu  1 januari.

Terima kasih atas kesetiaan anda pada perusahaan. Kami adalah perusahaan yang sangat peduli dengan sikap positif dan keseimbangan karyawan.

 Baca: 15 Cerita Lucu Bikin Ngakak Sampai Nangis

8. Cerita Lucu Cara Berpikir

Cerita lucu ini datang dari sebuah sekolah dasar. Anak-anak zaman now memang sangat cerdas jauh melampaui zaman dulu.

Ada seorang guru bertanya pada salah satu muridnya.
Bu Guru “Udin tolong jawab pertanyaan ibu ya. Kalau ada 5 ekor burung di Atap, kemudian ditembak satu, berapa yang masih tertinggal?” tanya Bu Guru.

“Habis dong Bu, kan lainnya pada terbang,” jawab Udin.
Bu Guru : “Salah, harusnya dijawab masih tinggal 4 ekor, tapi saya senang dengan cara berpikir kamu Udin.”

Kemudian Udin balik bertanya pada Gurunya.  “Bu Guru tolong jawab pertanyaan saya.  Kalo ada tiga orang cewek, masing-masing membawa es krim, cewek pertama makan es krim dengan dikunyah sedikit-sedikit. Yang kedua menggigit es krim dan contongnya dan yang ketiga dengan menjilati dan mengulumnya.  Manakah diantara ketiga cewek itu yang sudah menikah?” tanya Udin.

Bu Guru “Hmmm, Pasti yang makannya dengan menjilati dan mengulum es krim ya.”

“Salah,” ucap Udin. “Harusnya dijawab yang memakai cincin kawin, tapi saya senang melihat cara berpikir Bu Guru.”

Baca: 5 Cerita Lucu yang Panjang Bikin Ngakak

9. Cerita Lucu Rahasia Pria Gemuk Setelah Menikah yang Bikin Ngakak

Terungkap sudah rahasia kenapa pria selalu gemuk setelah menikah.

Rahasia ini akhirnya berhasil ditemukan para ilmuwan setelah melakukan penelitian yang sangat panjang dan bertahun-tahun.

Ternyata ini rahasianya.

Pria setiap malam selalu dapat jatah: 2 Susu + 2 Paha dan 1 Kue Apem.

Sementara perempuan hanya dapat 2 Telor Puyuh + 1 Pisang. 😆😆😆

ARA Saham IPO Terbaru 2026: Batas Auto Reject Atas 35%, 25%, dan 20%

ARA saham IPO menjadi salah satu hal yang perlu diketahui investor sebelum membeli saham perusahaan yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

ARA merupakan singkatan dari Auto Rejection Atas, yaitu batas maksimal kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan. Jika investor memasukkan pesanan beli di atas batas yang ditentukan, sistem perdagangan BEI akan menolaknya secara otomatis.

Namun, batas ARA saham IPO tidak sama untuk semua saham. Besarnya ARA bergantung pada rentang harga saham dan papan pencatatannya.


ara saham ipo
Ara saham ipo

Berdasarkan ketentuan BEI yang berlaku saat ini, batas ARA untuk saham pada Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru adalah 35%, 25%, atau 20%, tergantung harga saham.

Sementara itu, saham yang tercatat di Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus (Watchlist) memiliki ketentuan ARA tersendiri.

Berapa Batas ARA Saham IPO 2026?

Berikut batas Auto Rejection Atas saham yang berlaku di BEI:

Papan/Rentang Harga

Batas ARA

Papan Utama, Papan Pengembangan, Papan Ekonomi Baru: Rp50–Rp200

35%

Papan Utama, Papan Pengembangan, Papan Ekonomi Baru: >Rp200–Rp5.000

25%

Papan Utama, Papan Pengembangan, Papan Ekonomi Baru: >Rp5.000

20%

Papan Akselerasi & Watchlist: Rp1–Rp10

Rp1

Papan Akselerasi & Watchlist: >Rp10

10%

Ketentuan tersebut efektif sejak 8 April 2025 berdasarkan Peraturan BEI Nomor II-A Kep-00003/BEI/04-2025. BEI juga menetapkan bahwa perdagangan perdana saham hasil penawaran umum menggunakan 1 kali persentase batas Auto Rejection yang berlaku.

Artinya, saham IPO tidak otomatis memiliki batas ARA dua kali lipat dari batas normal.

1. ARA Saham IPO Harga Rp50 sampai Rp200

Saham IPO dengan harga perdana Rp50 sampai Rp200 memiliki batas ARA sebesar 35% apabila saham tersebut berada pada Papan Utama, Papan Pengembangan, atau Papan Ekonomi Baru.

Sebagai contoh, sebuah saham IPO ditawarkan dengan harga Rp100 per saham.

Perhitungannya:

Rp100 × 35% = Rp35

Maka harga saham setelah naik sebesar batas ARA menjadi:

Rp100 + Rp35 = Rp135

Jadi, secara persentase, saham IPO dengan harga Rp100 dapat naik maksimal 35% atau menjadi Rp135 apabila langsung mencapai ARA.

Contoh lain, jika harga IPO Rp150:

Rp150 × 35% = Rp52,50

Harga secara teoritis menjadi Rp202,50. Namun, harga transaksi di Bursa tetap mengikuti fraksi harga saham yang berlaku.

Perlu diperhatikan saat harga melewati Rp200

Ada hal penting yang sering membuat investor bingung.

Misalnya saham IPO dibuka pada harga Rp150 dan kemudian naik hingga melewati Rp200. Ketika harga acuannya sudah berada di kelompok harga di atas Rp200 sampai Rp5.000, batas persentase ARA berikutnya mengikuti kelompok tersebut, yaitu 25%.

Jadi, persentase ARA tidak selamanya 35%.

2. ARA Saham IPO Harga di Atas Rp200 sampai Rp5.000

Untuk saham dengan harga lebih dari Rp200 sampai Rp5.000, batas ARA adalah 25%.

Misalnya harga IPO ditetapkan Rp500.

Perhitungannya:

Rp500 × 25% = Rp125

Jika saham tersebut mencapai batas ARA, harga maksimal berdasarkan persentase tersebut menjadi:

Rp500 + Rp125 = Rp625

Contoh lain, saham IPO dengan harga Rp1.000.

Rp1.000 × 25% = Rp250

Maka harga setelah naik 25% menjadi:

Rp1.250

Ketentuan 25% ini berlaku untuk saham pada Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru dalam rentang harga tersebut.

3. ARA Saham IPO Harga di Atas Rp5.000

Bagaimana jika harga saham IPO berada di atas Rp5.000?

Batas ARA yang berlaku adalah 20%.

Contohnya, sebuah perusahaan menetapkan harga IPO Rp10.000 per saham.

Perhitungannya:

Rp10.000 × 20% = Rp2.000

Jika mencapai batas ARA, harga saham menjadi:

Rp12.000

Jadi, saham dengan harga di atas Rp5.000 tidak menggunakan batas ARA 25% atau 35%, tetapi 20%.

4. Bagaimana ARA Saham IPO Papan Akselerasi?

Saham yang tercatat di Papan Akselerasi memiliki aturan berbeda.

Untuk harga saham Rp1 sampai Rp10, batas ARA bukan dihitung berdasarkan persentase. Batas perubahannya adalah Rp1.

Sementara untuk harga saham di atas Rp10, batas ARA adalah 10%.

Contohnya, saham Papan Akselerasi memiliki harga Rp50.

Maka batas ARA:

Rp50 × 10% = Rp5

Harga maksimal berdasarkan batas ARA menjadi:

Rp55

Sedangkan jika harga saham Papan Akselerasi Rp10, batas perubahannya adalah Rp1, bukan 10%.

Dengan demikian:

Harga Saham Akselerasi

Batas ARA

Rp1–Rp10

Rp1

Di atas Rp10

10%

BEI saat ini mencantumkan Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus dalam kelompok yang menggunakan ketentuan tersebut.

5. Apakah ARA Saham IPO Sama dengan ARA Saham Biasa?

Untuk perdagangan perdana, BEI menetapkan bahwa Auto Rejection saham hasil penawaran umum yang pertama kali diperdagangkan di Bursa ditetapkan sebesar 1 kali persentase batas Auto Rejection yang berlaku.

Dengan demikian, investor tidak perlu menggunakan rumus lama yang menganggap batas ARA saham IPO dua kali lipat.

Misalnya saham IPO berada pada rentang harga Rp50–Rp200.

Batas ARA yang berlaku adalah:

35% × 1 = 35%

Jika harga IPO Rp100, batas kenaikannya secara persentase adalah Rp35.

Harga menjadi sekitar Rp135, dengan tetap memperhatikan ketentuan fraksi harga.

Aturan ini tercantum langsung dalam mekanisme perdagangan BEI.

6. Cara Menghitung ARA Saham IPO

Untuk mempermudah, investor bisa menggunakan rumus sederhana:

Nilai ARA = Harga Saham × Persentase ARA

Kemudian:

Harga ARA = Harga Saham + Nilai ARA

Berikut beberapa contoh.

IPO Rp100

Harga IPO = Rp100
ARA = 35%

Rp100 × 35% = Rp35

Harga ARA = Rp135

IPO Rp500

Harga IPO = Rp500
ARA = 25%

Rp500 × 25% = Rp125

Harga ARA = Rp625

IPO Rp2.000

Harga IPO = Rp2.000
ARA = 25%

Rp2.000 × 25% = Rp500

Harga ARA = Rp2.500

IPO Rp10.000

Harga IPO = Rp10.000
ARA = 20%

Rp10.000 × 20% = Rp2.000

Harga ARA = Rp12.000

Baca Juga: 10 Aplikasi Trading Saham Terbaik

Perhitungan di atas merupakan ilustrasi berdasarkan persentase batas ARA. Harga transaksi aktual tetap mengikuti fraksi harga dan mekanisme perdagangan BEI.

7. Apakah ARA Saham IPO Hari Kedua Tetap Sama?

Belum tentu.

Pada perdagangan berikutnya, batas ARA dihitung berdasarkan harga acuan yang berlaku.

BEI menjelaskan bahwa harga acuan untuk pembatasan harga dapat menggunakan harga previous, harga teoretis hasil aksi korporasi, atau harga perdana untuk saham perusahaan yang baru pertama kali diperdagangkan di Bursa, sesuai kondisi yang berlaku.

Selain itu, perubahan harga saham dapat membuat saham masuk ke kelompok harga yang berbeda.

Misalnya:

·         Harga awal Rp150 → kelompok ARA 35%

·         Harga kemudian berada di atas Rp200 → masuk kelompok ARA 25%

Karena itu, investor tidak bisa berasumsi bahwa sebuah saham akan selalu memiliki batas ARA 35% setiap hari hanya karena harga IPO-nya berada di bawah Rp200.

8. ARA Bukan Berarti Saham Pasti Bagus

Saham yang ARA pada hari pertama memang menarik perhatian pasar.

Namun, ARA bukan ukuran bahwa sebuah perusahaan memiliki fundamental yang bagus.

ARA hanya menunjukkan bahwa harga saham telah mencapai batas kenaikan yang ditentukan dalam sistem perdagangan Bursa.

Kenaikan tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

·         Permintaan investor yang tinggi;

·         Jumlah saham yang ditawarkan saat IPO;

·         Jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan;

·         Valuasi perusahaan;

·         Prospek industri;

·         Sentimen pasar;

·         Kondisi IHSG;

·         Ekspektasi investor terhadap kinerja perusahaan.

Karena itu, investor sebaiknya tidak membeli saham IPO hanya karena melihat saham tersebut ARA.

9. ARA dan ARB Saham Terbaru

Selain ARA, investor juga perlu memahami ARB atau Auto Rejection Bawah.

Jika ARA membatasi kenaikan harga, ARB membatasi penurunan harga saham.

Untuk saham pada Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, batas saat ini adalah:

·         ARA 35% dan ARB 15% untuk harga Rp50–Rp200;

·         ARA 25% dan ARB 15% untuk harga >Rp200–Rp5.000;

·         ARA 20% dan ARB 15% untuk harga >Rp5.000.

Sementara Papan Akselerasi dan Watchlist menggunakan ketentuan tersendiri.

Perubahan batas ARB menjadi 15% merupakan bagian dari kebijakan asymmetric auto rejection yang efektif diberlakukan sejak 8 April 2025.

Baca Juga: Pengertian Saham Akselerasi dan Ciri-cirinya


Kesimpulan

ARA saham IPO 2026 tidak lagi bisa disamaratakan 35% untuk semua saham.

Untuk saham Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, batas ARA berdasarkan harga adalah:

·         Rp50–Rp200: 35%

·         Di atas Rp200–Rp5.000: 25%

·         Di atas Rp5.000: 20%

Sementara untuk Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus, batasnya adalah:

·         Rp1–Rp10: Rp1

·         Di atas Rp10: 10%

Khusus perdagangan perdana saham hasil IPO, BEI menetapkan penerapan Auto Rejection sebesar 1 kali persentase batas ARA yang berlaku.

Jadi, jika ada saham IPO dengan harga Rp100, batas ARA-nya 35%. Jika harga IPO Rp500, batas ARA-nya 25%. Sedangkan jika harga IPO Rp10.000, batas ARA-nya 20%.

Investor juga perlu memahami bahwa saham yang ARA bukan berarti otomatis merupakan saham yang bagus. ARA hanya menunjukkan bahwa harga telah mencapai batas kenaikan yang ditetapkan Bursa.

FAQ ARA Saham IPO

Berapa persen ARA saham IPO 2026?
Batas ARA saham IPO adalah 35%, 25%, atau 20% untuk saham Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, tergantung rentang harga saham. Papan Akselerasi dan Watchlist memiliki ketentuan tersendiri.

Apakah semua saham IPO bisa ARA 35%?
Tidak. Batas 35% berlaku untuk saham dengan harga Rp50 sampai Rp200 pada Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru.

Berapa ARA saham IPO harga Rp500?
Saham IPO dengan harga Rp500 berada pada kelompok >Rp200 sampai Rp5.000, sehingga batas ARA-nya 25%.

Berapa ARA saham IPO harga Rp100?
Batas ARA-nya 35%. Secara sederhana, Rp100 dapat naik Rp35 menjadi Rp135, dengan memperhatikan fraksi harga yang berlaku.

Berapa ARA saham IPO harga Rp10.000?
Batas ARA untuk harga di atas Rp5.000 adalah 20%. Dengan harga Rp10.000, kenaikan berdasarkan batas tersebut adalah Rp2.000, sehingga menjadi Rp12.000.

Apakah ARA saham IPO hari kedua tetap sama?
Tidak selalu. Batas ARA perdagangan berikutnya mengikuti harga acuan dan kelompok harga saham pada hari tersebut.

Apakah saham yang ARA berarti bagus?
Tidak. ARA hanya merupakan batas kenaikan harga dalam mekanisme perdagangan Bursa dan bukan ukuran fundamental perusahaan.


Sumber data: Bursa Efek Indonesia

12 Teknik Scalping Saham Paling Efektif untuk Dapat Cuan (Update 2026)

teknik scalping saham
Ilustrasi: Teknik Scalping Saham Paling Efektif untuk Dapat Cuan /  Kuhuni.com


Teknik scalping saham
adalah strategi trading super cepat di mana trader membeli dan menjual saham dalam waktu sangat singkat, biasanya hanya dalam hitungan menit — bahkan detik.

Tujuannya sederhana: memanfaatkan selisih harga kecil dari pergerakan saham untuk menghasilkan keuntungan yang konsisten.

Dalam praktiknya, seorang scalper (sebutan untuk pelaku scalping) bisa melakukan puluhan hingga ratusan transaksi dalam sehari. Keberhasilan mereka ditentukan oleh jumlah transaksi yang menang lebih banyak daripada yang rugi.

Karena kecepatannya, scalping sangat bergantung pada analisis teknikal, bukan fundamental. Trader harus memahami pergerakan grafik, volume, dan momentum harga secara real-time.

“Scalping bukan soal siapa yang paling cepat membeli, tapi siapa yang paling disiplin menutup posisi tepat waktu.”

Daftar Bank Berdasarkan KBMI 2026: Bank KBMI 4, KBMI 3, KBMI 2 dan KBMI 1

bank kbmi 1 2 3 4
Ilustrasi Daftar Bank KBMI 1, KBMI 2, KBMI 3 dan KBMI 4. Kuhuni.com


Di tengah dinamika sektor keuangan Indonesia yang terus berkembang, klasifikasi bank menjadi sebuah hal yang esensial. Sejak tahun 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperkenalkan sistem pengelompokan bank berdasarkan modal inti yang disebut Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI).

Jika Anda seorang nasabah, investor, atau pemerhati ekonomi, memahami Daftar Bank berdasarkan KBMI adalah kunci untuk menilai stabilitas, layanan, dan prospek pertumbuhan sebuah bank.

Artikel panjang dan mendalam ini akan mengupas tuntas klasifikasi KBMI 1, KBMI 2, KBMI 3, dan KBMI 4, lengkap dengan data terkini mengenai bank-bank di setiap kelompok per tahun 2026, berdasarkan modal inti (ekuitas) mereka. Tujuannya sederhana: menjadikan Anda pembaca yang cerdas dalam memilih dan berinvestasi di sektor perbankan.

Daftar Pialang Berjangka Resmi BAPPEBTI September 2026 – Broker Trading Legal dan Terpercaya

 


Broker Forex Terpercaya – Broker Trading forex menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati di Indonesia. Namun, risiko penipuan di dunia forex masih tinggi apabila trader menggunakan broker ilegal. Karena itu, memilih broker forex terpercaya adalah hal yang wajib.

Di Indonesia, broker forex tidak diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), melainkan oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Semua perusahaan pialang berjangka yang menawarkan layanan forex, emas, indeks, maupun komoditi harus mendapatkan izin resmi dari Bappebti.

Mengapa Harus Memilih Broker Forex yang Terdaftar di Bappebti?

  1. Legal dan diawasi pemerintah – Broker yang terdaftar di Bappebti beroperasi di bawah hukum Indonesia.
  2. Keamanan dana terjamin – Dana nasabah ditempatkan di rekening terpisah (segregated account) sehingga lebih aman.
  3. Transparan dan fair – Semua transaksi diawasi sehingga trader terlindungi dari manipulasi harga.
  4. Alamat dan kantor jelas – Broker resmi memiliki kantor pusat di Indonesia dan mudah dihubungi.

Broker ilegal yang tidak memiliki izin Bappebti biasanya menawarkan iming-iming keuntungan tinggi, padahal berisiko merugikan. Karena itu, jangan sekali-sekali membuka akun di broker ilegal.

Nyangkut di Saham, Lalu Mengaku Jadi Investor!

Nyangkut di saham
Trading Saham. Gambar oleh stocksnap /pixabay


Pernah melihat tulisan di grup WhatsApp seperti ini?

"Besok saham DADA terbang!"

Atau di Telegram:

"Ada info orang dalam. Katanya perusahaan ini mau dapat proyek besar."

Kemudian ada yang menambahkan:

"Gas sekarang sebelum ketinggalan!"

Harga saham pun mulai naik.

Melihat grafik hijau, kita ikut membeli.

Awalnya senang.

Harga naik 3%.

Lalu 5%.

Kita mulai membayangkan keuntungan.

Tetapi tiba-tiba harga berbalik.

Turun 5%.

Turun lagi 10%.

Besoknya turun lagi.

Kita mulai panik.

Mau jual rugi, rasanya sayang.

Akhirnya muncul kalimat yang sangat sering terdengar di pasar saham:

"Ya sudah, saya simpan saja. Sekarang saya jadi investor jangka panjang."

Padahal, kalau jujur, sebenarnya bukan menjadi investor.

Tetapi nyangkut.

Inilah salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan trader saham.


Awalnya Mau Trading, Akhirnya Jadi Investor

Kita mulai dari sebuah cerita sederhana.

Misalnya, ada trader bernama Andi.

Andi punya uang Rp10 juta.

Tujuannya jelas: trading saham.

Dia masuk ke sebuah saham karena melihat pesan di grup Telegram.

Pesannya kira-kira seperti ini:

"XYZ akan ada aksi korporasi besar. Target 2.000. Sekarang masih 1.500. Jangan sampai ketinggalan!"

Andi tidak tahu siapa yang mengirim informasi tersebut.

Dia juga tidak tahu sumbernya dari mana.

Tetapi karena banyak anggota grup ikut membahas saham tersebut, Andi merasa informasi itu benar.

Akhirnya dia membeli saham XYZ di harga Rp1.500.

Beberapa jam kemudian harga naik menjadi Rp1.550.

Andi senang.

"Benar nih informasinya!"

Keesokan harinya harga justru turun.

Rp1.500.

Rp1.450.

Rp1.400.

Andi mulai berpikir:

"Mungkin besok naik lagi."

Ternyata besok turun menjadi Rp1.300.

Kerugian sudah sekitar 13%.

Andi mulai bingung.

Kalau dijual sekarang, kerugiannya sekitar Rp1,3 juta.

Akhirnya dia memilih tidak menjual.

Dia berkata:

"Saya simpan saja. Anggap investasi."

Di sinilah masalahnya.

Andi tidak pernah membeli saham itu untuk investasi.

Dia membelinya untuk trading.

Karena harga turun, rencana trading berubah menjadi investasi.


Apa Bedanya Trader dan Investor?

Sebenarnya sederhana.

Trader membeli karena melihat peluang pergerakan harga.

Investor membeli karena percaya pada bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Misalnya harga saham ABC Rp1.000.

Trader mungkin berpikir:

"Kalau naik ke Rp1.100, saya jual."

Berarti targetnya berdasarkan pergerakan harga.

Sementara investor mungkin berpikir:

"Perusahaan ini labanya tumbuh, utangnya terkendali, bisnisnya bagus, dan saya yakin lima tahun lagi perusahaan ini akan lebih besar."

Berarti alasan membeli berdasarkan bisnis perusahaan.

Jadi ketika saham turun, keduanya juga berbeda.

Trader harus bertanya:

"Apakah alasan trading saya masih berlaku?"

Investor harus bertanya:

"Apakah bisnis perusahaan masih bagus?"

Masalah terjadi ketika seseorang membeli sebagai trader, tetapi ketika rugi tiba-tiba menggunakan alasan investor.

"Saya Jadi Investor" Kadang Hanya Alasan karena Rugi

Ini bagian yang sering tidak enak untuk dibicarakan.

Ada orang yang mengatakan:

"Saya bukan nyangkut. Saya memang investasi jangka panjang."

Padahal tiga hari sebelumnya dia membeli saham karena ada rumor di grup Telegram.

Kalau memang sejak awal ingin investasi, seharusnya sebelum membeli dia sudah mempelajari perusahaan.

Misalnya:

  • perusahaan bergerak di bidang apa;
  • berapa laba perusahaan;
  • apakah labanya tumbuh;
  • berapa utangnya;
  • bagaimana arus kasnya;
  • bagaimana prospek bisnisnya;
  • apakah harga sahamnya masuk akal.

Kalau semua itu tidak dilakukan, kemudian setelah harga turun baru berkata "saya investor jangka panjang", itu bukan strategi investasi.

Itu lebih mirip mengubah nama kerugian menjadi investasi.


Kenapa Rumor Sangat Berbahaya?

Karena rumor biasanya datang ketika kita tidak punya cukup informasi.

Contohnya begini.

Di grup WhatsApp muncul pesan:

"Katanya perusahaan ABC akan mendapatkan proyek Rp10 triliun."

Kita langsung tertarik.

Masalahnya, kata "katanya" tidak bisa dipakai untuk membeli saham.

Kita tidak tahu:

  • siapa yang mengatakan;
  • dari mana informasinya;
  • apakah proyek benar-benar ada;
  • apakah perusahaan sudah mendapat kontrak;
  • berapa keuntungan yang akan diperoleh;
  • kapan proyek dimulai;
  • apakah informasi tersebut sudah diumumkan secara resmi.

Tetapi karena terdengar menarik, kita langsung membeli.

Inilah yang sering terjadi.

Rumor masuk lebih cepat daripada analisis.


Grup Telegram dan WhatsApp Bukan Masalah

Yang perlu dipahami, bukan berarti semua grup Telegram atau WhatsApp itu buruk.

Ada banyak grup yang isinya edukasi.

Ada juga orang yang berbagi analisis dengan serius.

Masalahnya adalah ketika kita menelan informasi mentah-mentah.

Misalnya seseorang menulis:

"BBBR akan naik. Ada bandar masuk!"

Kita jangan langsung bertanya:

"Beli di harga berapa?"

Pertanyaan pertama seharusnya:

"Dasarnya apa?"

Kalau jawabannya:

"Katanya teman saya."

Kita harus berhenti.

Karena kalau kita membeli hanya berdasarkan informasi yang tidak jelas, kita sebenarnya sedang meminjam keyakinan orang lain untuk mempertaruhkan uang sendiri.


Media Sosial Juga Bisa Membuat Kita Terjebak

Sekarang informasi saham sangat mudah ditemukan.

Buka TikTok.

Ada orang membahas saham.

Buka Instagram.

Ada yang menunjukkan keuntungan trading.

Buka YouTube.

Ada yang mengatakan:

"Saham ini bisa 10 kali lipat!"

Buka X atau media sosial lainnya.

Ada orang yang mengatakan:

"Besok saham ini akan terbang!"

Masalahnya, kita sering hanya melihat bagian akhirnya.

Kita melihat orang tersebut mendapatkan keuntungan.

Kita tidak melihat berapa kali dia salah.

Kita juga tidak tahu apakah dia benar-benar membeli saham tersebut.

Bahkan kita tidak tahu apakah tujuan kontennya memang memberikan edukasi atau sekadar mendapatkan penonton.

Contoh sederhana

Ada seseorang membuat video:

"Saya cuan Rp20 juta dari saham ABC!"

Kita melihat hasilnya.

Tetapi kita tidak melihat mungkin sebelum itu dia mengalami kerugian Rp30 juta.

Atau mungkin modalnya Rp500 juta, sehingga keuntungan Rp20 juta hanya sekitar 4%.

Kalau kita hanya melihat angka Rp20 juta, kita bisa mendapatkan gambaran yang salah.

Media sosial sering menunjukkan hasil, tetapi tidak selalu menunjukkan seluruh proses.


Masalah Terbesar Bukan Rumornya

Sebenarnya masalah terbesar bukan rumor.

Masalahnya adalah kita membeli saham tanpa memiliki alasan sendiri.

Bayangkan kita membeli rumah.

Apakah kita akan membeli rumah hanya karena tetangga berkata:

"Rumah ini nanti pasti mahal."

Tentu tidak.

Kita mungkin akan melihat:

  • lokasi;
  • kondisi bangunan;
  • harga;
  • akses jalan;
  • lingkungan;
  • sertifikat;
  • potensi kawasan.

Saham seharusnya juga begitu.

Saham bukan sekadar kode seperti BBRI, BBCA, ANTM atau lainnya.

Di balik kode tersebut ada perusahaan dan bisnis nyata.

Kalau kita membeli saham, sebenarnya kita sedang membeli sebagian kecil dari sebuah perusahaan.

Karena itu, kita harus tahu apa yang kita beli.

Baca:
Aplikasi Trading Saham Terbaik 2026 Terdaftar Resmi di OJK

Jangan Membeli Saham Hanya karena Takut Ketinggalan

Ada satu penyakit yang sangat sering terjadi pada trader pemula:

FOMO.

Fear of Missing Out.

Artinya, takut ketinggalan.

Misalnya kita melihat saham ABC naik 10%.

Kita merasa:

"Waduh, kalau tidak beli sekarang saya ketinggalan."

Akhirnya kita membeli.

Padahal harga sudah naik jauh.

Kemudian harga berhenti naik.

Lalu turun.

Kita panik.

Padahal kalau kita tidak membeli karena FOMO, tidak ada kerugian sama sekali.

Tidak membeli saham juga merupakan keputusan.

Kita tidak harus memiliki saham setiap hari.

Pasar saham buka hampir setiap hari perdagangan.

Peluang akan selalu muncul lagi.

Baca: Cara Mendapatkan Dividen dari Saham: Panduan Lengkap untuk Investor Pemula 

Kalau Sudah Terlanjur Nyangkut, Apa yang Harus Dilakukan?

Ini pertanyaan penting.

Misalnya kita sudah membeli saham karena rumor.

Kemudian saham turun 20%.

Jangan langsung berkata:

"Saya jadi investor."

Berhenti sebentar.

Lalu tanyakan tiga hal.

Pertama: Kenapa saya membeli saham ini?

Apakah karena fundamental?

Atau karena rumor?

Atau karena seseorang di Telegram mengatakan akan naik?

Kalau jawabannya hanya rumor, berarti kita harus mengakui bahwa alasan awalnya memang lemah.

Kedua: Kalau hari ini saya belum punya saham ini, apakah saya masih mau membelinya?

Ini pertanyaan yang sangat bagus.

Bayangkan uang kita kembali menjadi cash.

Kemudian saham tersebut sekarang berada di harga yang sama.

Apakah kita akan membeli?

Kalau jawabannya tidak, mengapa kita masih mempertahankannya?

Ketiga: Apa alasan saya tetap memegang saham ini?

Kalau jawabannya:

"Karena sudah rugi."

Itu bukan alasan investasi.

Kerugian masa lalu tidak otomatis membuat saham tersebut layak dipertahankan.

Baca:5 Trik Pemula Trading Saham agar Tidak Rugi Sejak Hari Pertama

Jangan Mengubah Trading yang Salah Menjadi Investasi

Inilah pelajaran paling penting.

Trading yang gagal tidak otomatis berubah menjadi investasi.

Kalau kita membeli saham karena berharap naik 10% dalam beberapa hari, lalu harga turun 30%, kita tidak bisa begitu saja mengatakan:

"Saya pegang lima tahun."

Boleh saja.

Tetapi sebelum itu, kita harus melakukan analisis ulang.

Apakah perusahaannya memang layak dimiliki selama lima tahun?

Kalau iya, kita memiliki alasan baru untuk menjadi investor.

Kalau tidak, kita sebenarnya hanya sedang menunggu harga kembali ke modal.

Dan itu dua hal yang berbeda.

Kesalahan Ini Bisa Terjadi pada Siapa Saja

Tidak perlu malu kalau pernah mengalaminya.

Hampir semua orang yang pernah masuk pasar saham pasti pernah membuat keputusan yang salah.

Masalahnya bukan pernah salah.

Masalahnya adalah tidak belajar dari kesalahan tersebut.

Kalau hari ini kita nyangkut karena rumor, kita bisa belajar.

Mulai sekarang, sebelum membeli saham, biasakan bertanya:

"Kenapa saya membeli saham ini?"

Kemudian tulis jawabannya.

Misalnya:

"Saya membeli karena laba perusahaan tumbuh, valuasinya masih masuk akal dan saya melihat prospek bisnisnya bagus."

Atau:

"Saya membeli untuk trading karena ada pola harga tertentu dan saya sudah menentukan batas kerugian."

Dengan begitu, ketika harga turun, kita tahu apa yang harus dilakukan.

Kita tidak perlu membuat alasan baru.

Baca:Rahasia Trading Saham yang Jarang Diketahui, Pemula Bisa Untung Besar

Kesimpulan

Membeli saham berdasarkan rumor dari Telegram, WhatsApp, TikTok, YouTube atau media sosial adalah salah satu kesalahan yang sering dilakukan trader pemula.

Bukan berarti semua informasi dari media sosial salah.

Tetapi informasi orang lain tidak boleh menggantikan keputusan kita sendiri.

Jangan membeli hanya karena seseorang berkata:

"Besok terbang."

Jangan membeli hanya karena:

"Bandar masuk."

Dan jangan membeli hanya karena:

"Kalau tidak beli sekarang, bakal ketinggalan."

Yang paling penting adalah tahu kenapa kita membeli saham tersebut.

Karena ketika harga naik, kita tahu kapan harus mengambil keuntungan.

Ketika harga turun, kita juga tahu kapan harus mengakui bahwa analisis kita salah.

Dan yang paling penting:

Jangan sampai niat awalnya trading, tetapi karena nyangkut akhirnya mengaku menjadi investor.

Menjadi investor itu Keputusan, bukan karena nyangkut.

Terbaru

      Konten Pilihan