Jadwal IPO Saham BMHS (Bundamedik Tbk)

Saham BMHS

Kuhuni.com
– IPO Bundamedik Tbk dimulai tanggal 30 Juni 2021 dan tanggal 1-2 Juli 2021. PT Bundamedik Tbk memiliki kode saham BMHS dan akan berencana listing di Bursa Efek Indonesia tanggal 5 Juli 2021.

Penawaran awal saham BMHS sudah berlangsung sejak tanggal 17-22 Juni 2021 secara online (E-IPO). Sementara tanggal efektif untuk penawaran umum akan dinformasikan pada tanggal 28 Juni 2021.

11 Saham Ini Bayar Dividen Tunai Juli 2021, No 11 Paling Oke


Kuhuni.com –
Saham bayar dividen tunai Juli 2021 ke pemegang saham diantaranya saham SMAR, MERK, MICE, TPIA, SCCO dan saham lainnya. Berikut daftar saham yang membayar dividen ke investor Juli 2021.

Saham yang Membayar Dividen Tunai Juli 2021

1. Dividen Saham SMAR

Dividen tunai saham SMAR (Smart Tbk) 2021 sebesar Rp 160 per lembar saham. Pembagian dividen ke pemegang saham dibayar tanggal 2 Juli 2021. Sementara yang berhak mendapat dividen yaitu pemegang saham yang masih memiliki sahamnya hingga cum date 23 Juni 2021.

Aplikasi Trader yang Terdaftar di OJK: Paling Aktif Mei 2021

Mirae Sekuritas (YP)

Aplikasi Trader yang Terdaftar di OJK – Paling aktif Mei 2021
yaitu Neo Host Mobile milik Mirae Aset Sekuritas (YP), MOST Mobile Mandiri Sekuritas milik Mandiri Sekuritas (CC) dan CGS-CIMB iTrade milik CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (YU). Berikut daftar selengkapnya berdasarkan hasil statistik dari Bursa Efek Indonesia Mei 2021.

Aplikasi Trader yang Terdaftar di OJK: Nilai Transaksi Terbesar Mei 2021

Dividen Bank BUMN 2021 Mencapai Rp 23,21 Triliun


Dividen Bank BUMN 2021 sebesar Rp 23,21 triliun. Dividen Bank BUMN ini berasal dari bank milik negara yaitu Bank BRI, BNI, BTN dan Mandiri.

Jumlah dividen Bank BUMN yang diterima oleh negara mencapai Rp 13,53 triliun atau sebesar 58 persen dari total dividen yang dibagikan ke pemegang saham. Sisanya diterima oleh pemegang saham publik atau sekitar 42 persen.

Dividen Himbara (Bank BUMN) tahun 2021 ini menurun sebesar 43,33% dibanding jumlah dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 40,96 triliun. Dengan demikian penerimaan kas negara juga menurun dibanding perolehan dividen tahun 2020 yang mencapai  Rp 23,9 triliun.


Dividen Bank BRI (BBRI) 2021

Dividen BBRI 2021 sebesar Rp 12,12 triliun atau Rp 98,9 per lembar. Jumlah dividen BBRI 2021 ini menurun 41 persen dibanding jumlah dividen tahun 2020 mencapai Rp 20,62 triliun.

Pendapatan negara dari dividen Bank BRI tahun 2021 juga akhirnya turun jadi Rp 6,88 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 11,7 triliun di tahun 2020. Turunnya jumlah dividen Bank BRI disebabkan oleh menurunnya laba bersih yang diperoleh perseroan.

LIHAT JUGA: Histori Dividen BRI Sejak IPO

Dividen Bank Mandiri (BMRI) 2021

Dividen Bank Mandiri (BMRI) 2021 sebesar Rp 10,27 triliun atau  Rp 220,27 per lembar. Jumlah dividen BMRI 2021 ini turun sebesar  37 persen dibanding dividen tahun 2020 mencapai Rp 16,48 triliun.

Dividen yang diperoleh negara dari Bank Mandiri akhirnya juga turun menjadi Rp 6,16 triliun dari sebelumnya di tahun 2020 mencapai Rp 9,89 triliun. Turunnya jumlah dividen yang dibagikan juga sama dengan yang dialami Bank BRI yaitu karena turunnya laba yang diperoleh Bank Mandiri.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank Mandiri Sejak IPO

Dividen Bank BNI (BBNI) 2021

Dividen BBNI 2021 sebesar Rp 820,1 miliar atau Rp 44 per lembar. Jumlah dividen BBNI 2021 turun sebesar 80% dibanding dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 3,84 triliun.

Jumlah dividen yang didapatkan negara dari Bank BNI tahun 2021 sebesar Rp 492,58 miliar, turun drastis dibanding dividen tahun 2020 mencapai Rp 2,3 triliun. Penurunan ini juga disebabkan karena turunnya laba bersih Bank BNI di tahun 2020.

Dividen Bank BTN (BBTN) 2021

Bank BTN tahun 2021 tidak membagikan dividen. Alhasil negara tidak mendapat setoran dividen dari bank BUMN yang satu ini. Sementara tahun 2020 Bank BTN masih membagikan dividen sebesar Rp 20,92 miliar dan negara mendapat dividen sebesar Rp 12,55 miliar dari Bank BTN.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank BTN Sejak IPO

Deposito OCBC NISP: Informasi Suku Bunga Terbaru 2021


Deposito OCBC NISP
adalah simpanan tabungan berjangka yang disediakan oleh Bank OCBC NISP kepada nasabah dengan memberi keuntungan berupa bunga dalam jangka waktu tertentu.

Bunga Deposito OCBC NISP dapat dioptimalkan dengan cara memperpanjang pokok dan bunga. OCBC NISP menawarkan ke nasabah berupa perpanjangan bunga dan pokok, sehingga bunga akan dibungakan kembali saat diperpanjang atau bunga berbunga.

Siap-siap Bagi Dividen, Adira Mau RUPST


Kuhuni.com
- Pembagian dividen Adira Finance (ADMF) tahun 2021 akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  tanggal 30 Juni 2021. RUPST Adira akan diselenggarakan pukul 14:00 WIB  di Hall Adira Millennium Centennial Center Lantai 60 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 25 Jakarta 12920.

Salah satu agenda pembahasan dalam RUPST  Adira adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2020. Adira (ADMF) selama tahun 2020 berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 1,02 triliun.

Adira Finance sejak tahun 2005 selalu royal membagikan dividen ke pemgang saham. Bahkan Adira pernah membagikan dividen sebesar Rp 2.700 per lembar di tahunn 2014 dan dividen yield mencapai 37 persen.

Dividen Adira tertinggi selanjutnya ada di tahun 2020 mencapai Rp 1.054 per lembar dan dividen yield sebesar 13 persen.

Adira Finane belum pernah absen membagikan dividen ke investor. Tiap tahunnya selalu membagikan dividen hingga 50 persen dari laba bersih.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Adira Sejak IPO

Informasi Singkat Adira Finance

Adira Finance adalah perusahaan pembiayaan yang memberikan kredit motor, kredit mobil, kredit elektronik dan furnitur, kredit multiguna, pembiayaan syariah umrah dan Asuransi Adira.

Adira berdiri sejak tahun 1990 dan mulai beroperasi sejak tahun 1991. Per 31 Maret 2021 Adira Finance (ADMF) telah memberikan pembiayaan ke konsumen sebesar Rp 46,59 triliun. Terdiri dari pembiayaan mobil sebesar Rp 25,06 triliun, pembiayaan sepeda motor Rp 17, 66 triliun, pembiayaan barang elektronik dan furniture Rp 182,53 miliar dan pembiyaan lainnya sebesar Rp 3,68 triliun.

Hingga akhir Maret 2021 Adira Finance (ADMF) memiliki total aset sebesar Rp 25,58 triliun dan ekuitas sebesar Rp 8,19 triliun.

LIHAT JUGA: Asuransi Mobil Terbaik 2021, Terbaru!

20 Saham Ini Bagi Dividen Juni 2021, No 20 Paling Oke


Kuhuni.com –
Jadwal dividen Juni 2021 telah diumumkan dan banyak saham yang bagi dividen ke investor. Pembagian dividen ada di bulan Juli 2021 dan sebagian besar di bulan Juni 2021. Sementara untuk cum dividen semuanya di bulan Juni.

Misalnya Telkom akan membagikan dividen tanggal 2 Juli 2021 ke para investor. Unilever, TOWR,MPMX, KINO, WTON, Kalbe Farma dan saham lainnya membagi dividen bulan Juni 2021.

Cara mendapatkan dividen saham. Bagi investor yang ingin mendapatkan dividen saham-saham yang disebutkan di atas. Kamu cukup membeli sahamnya sebelum tanggal cum date. Setelah itu kamu akan mendapatkan dividen dari saham yang sudah kamu beli.

Saham yang bagi dividen perlu diperhatikan berapa dividen yield yang akan diperoleh. Apa itu dividen yield? Dividen yield adalah persentase nilai yang kita dapatkan saat membeli saham. Persentase ini diperoleh dengan cara membagi jumlah dividen per lembar dengan harga saham yang kita beli.

Kredit Macet Bank BRI, BNI, BCA dan Mandari Kuartal I/2021, Siapa Terbesar?


Kuhuni.com
– Kredit macet Bank BCA, BRI, BNI dan Bank Mandiri kuartal 1 tahun 2021. Bank mana yang memiliki kredit macet terbesar? Dan bank mana yang memiliki kredit macet terkecil? Berikut ulasan kredit macetnya.

1. Kredit Macet Bank BNI (BBNI) Kuartal 1 Tahun 2021

Kredit macet Bank BNI (BBNI) hingga kuartal I/2021 tercatat sebesar Rp 12,13 triliun. Meningkat sebesar 2,70% dari sebelumnya Rp 11,81 triliun pada akhir tahun 2020.

Bank BNI memiliki rasio rasio kredit bermasalah (NPL) bruto sebesar 4,12% dan rasio NPL neto 1,03%. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto Bank BNI turun dibandingkan akhir tahun 2020 yang NPL bruto mencapai 4,25%. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) neto mengalami kenaikan dari sebelumnya hanya 0,98%.

Kode Broker Saham Indonesia: Update Terkini


Kuhuni.com
 – Kode broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai 2021 mencapai 95 broker saham. Pada tahun 2020 masih terdapat 101 broker saham yang aktif di BEI. Namun sepanjang tahun 2020 ada 6 broker saham yang diberhentikan karena melakukan pelanggaran dan juga tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan BEI.

Bagi trader saham maupun para investor pemula di pasar saham. Tentunya harus lebih hati-hati untuk memilih broker saham. Jangan sampai broker yang saham kamu pilih tiba-tiba disaspen. Berikut daftar broker saham di Bursa Efek Indonesia yang masih aktif.

Tidak adil, toh?


Gaji ketua KPK itu berkisar 120 juta sebulan (termasuk tunjangan dll). Gaji staf-staf KPK bervariasi sekitar 20 s/d 50 juta sebulan.  Tinggi? Wajarlah, pekerjaan mereka penting sekali. Melawan korupsi.

Kalian tahu berapa gaji ditambah bonus komisaris BUMN? Kalau yang sekelas Telkom, PLN, Pertamina, Mandiri, itu sebulan bisa 1.000.000.000 s/d 2.000.000.000, alias milyaran.

Nah, nasibnya adalah, untuk jadi PNS KPK, pegawai-pegawai KPK yang sudah belasan tahun mengabdi, sudah nyata sekali prestasi kerja mereka, kongkrit, nangkepin koruptor, mereka harus ikut buanyak sekali test, termasuk Test Wawasan Kebangsaan. Barulah jadi PNS.

Sekarang pertanyaannya, untuk jadi komisaris, testnya apa?

Luar Biasa! Laba BCA Salip BRI dan Mandiri Kuartal I/2021


Kuhuni.com
– Laba bersih Bank BRI (BBRI) kuartal 1 tahun 2021 Rp 16,37 triliun. Laba bersih BBRI kuartal I/2021 turun 16,37 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Dari segi pendapatan BBRI juga mengalami penurunan di kuartal I/2021 jadi Rp 29,63 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 30,38 triliun. Alhasil laba bersih per saham BBRI pada kuartal 1 tahun 2021 menjadi Rp 55 per lembar saham (QI-2020 Rp 66 per lembar saham).

Jadi kenapa laba bersih Bank BRI turun? Laba Bersih Bank BRI kuartal I/2021 turun karena naiknya beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan Bank BRI menjadi Rp 8,46 triliun sedangkan kuartal I/2020 hanya Rp 6,54 triliun atau naik 29,3 persen.

Cara Mendapatkan Dividen Saham


Cara mendapatkan dividen saham itu cukup mudah. Kamu hanya perlu memiliki sahamnya hingga cum date. Jika belum punya, kamu tinggal beli sahamnya saat atau sebelum cum date. Kamu pun akan mendapatkan dividen saham dan uang hasil dividen saham akan ditransfer ke rekening kamu.

Contoh cara mendapatkan dividen saham BBRI (Bank BRI)

Dividen saham biasaya dibagikan setiap tahun, pembagian dilakukan setelah diputuskan di RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan). Misalnya tahun 2021 saham BBRI membagikan dividen sebesar Rp 90,90 per lembar. Pengumuman pembagian dividen saham BBRI biasanya diumumkan di KSEI dan Bursa Efek Indonesia. Bentuk pengumuman dan jadwal pembagian dividen biasanya seperti berikut:

  1. Cum Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi: Tanggal 5 April 2021
  2. Ex Dividen di Pasar Regular & Pasar Negosiasi: Tanggal 6 April 2021
  3. Cum Dividen di Pasar Tunai: Tanggal 7 April 2021
  4. Ex Dividen di Pasar Tunai: Tanggal 8 April 2021
  5. Pencatatan (Recording Date): Tanggal 7 April 2021
  6. Pembayaran Dividen Tunai: Tanggal 28 April 2021
  7. Dividen BBRI Per Lembar: Rp 90,905

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank BRI

Nah, bagaimana cara mendapatkan dividen saham BBRI? Caranya yaitu perhatikan tanggal cum date. Pada contoh di atas, cum date BBRI yaitu tanggal 5 April 2021. Jika kamu ingin mendapatkan dividen BBRI, maka kamu harus membeli sahamnya terakhir tanggal 5 April 2021. Maka, otomatis kamu akan dapat dividen.

Bagaimana kalau kita sudah punya saham BBRI sebelumnya? Kalau kamu sudah punya saham BBRI, jangan jual saat tanggal cum date di 5 April 2021. Kalau kamu menjual sahamnya di tanggal cum date, otomatis kamu tidak dapat dividen.

Bagaimana kalau saya jual di tanggal ex dividen? Tidak masalah, kamu akan tetap dapat dividen.

Kapan uang dividen akan diterima? Uang dividen akan diterima investor pada tanggal pembayaran dividen tunai. Contoh untuk dividen saham BBRI di atas yaitu tanggal 28 April 2021.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Unilever

Berapa jumlah dividen yang akan saya terima? Jumlah dividen yang akan kamu terima tergantung dari jumlah saham yang kamu miliki. Misalnya untuk saham BBRI di atas. Katakan kamu membeli 100 lot saham BBRI.

100 lot = 10.000 lembar saham.
Dividen BBRI per lembar yaitu Rp 90,90

Maka, jumlah dividen yang akan kamu terima yaitu: 10.000 × 90,90 = Rp 909.000, (sembilan ratus sembilan ribu rupiah). Tanpa ada potongan pajak, karena pajak dividen telah dihapuskan untuk para investor warga Negara Indonesia sejak Maret 2021.

LIHAT JUGA: 20 Istilah Pasar Saham yang Sering Dipakai dan Wajib Diketahui Para Pemula

Tanya jawab cara mendapatkan dividen saham

Siapa yang berhak menerima dividen?

Yang berhak menerima dividen yaitu para investor yang namanya terdaftar dalam daftar pemegang saham saat dilakukannya pencatatan. Nama para investor akan tercatat apabila memiliki sahamnya hingga cum date.

Berapa lama pembagian dividen saham?

Dividen saham biasanya dibagikan satu tahun sekali setelah diadakannya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Namun, ada juga saham yang membagikan dividen dua kali dalam setahun yaitu dalam bentuk dividen interim dan dividen tunai.

Jual saham saat ex date apakah dapat dividen?

Ya, tetap dapat dividen. Namun, harga saham biasanya akan turun setelah cum date selesai.

1 lot dapat dividen berapa?

1 lot sama dengan 100 lembar saham. Maka jumlah yang kamu dapat yaitu dikalikan dengan jumlah dividen per lembar. Misalnya dividen BBRI sebesar Rp 90,90 per lembar. Maka jumlah yang kamu dapat yaitu sebesar Rp 9.090

Dividen ditransfer kemana?

Dividen akan ditransfer ke rekening milik investor atau biasa disebut RDI. Kamu bisa mengecek RDI kamu saat tanggal pembayaran dividen. Pastikan dividen saham yang kamu miliki sudah masuk rekening.

Apakah semua saham bagi dividen?

Tidak, saham yang bagi dividen biasanya saham-saham yang memperoleh laba atau untung. Namun, ada juga beberapa saham yang untung, tetapi tidak bagi dividen. Biasanya labanya di tahan untuk modal, tidak dibagikan ke investor.

Siapa yang menentukan akan bagi dividen?

Yang menentukan yaitu investor pengendali atau pengendali perusahaan. Pengendali perusahaan biasanya pemegang saham terbesar. 

Dividen ICBP 2021: Estimasi Rp 3,27 Triliun


Kuhuni.com –
 Dividen ICBP 2021 estimasi sebesar ±Rp 281 per lembar atau setara dengan ±Rp 3,27 triliun. Perkiraan jumlah dividen tunai ICBP tahun 2021 didasari dari histori pembagian dividen ICBP selama 5 tahun terakhir ini.

Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) selama lima tahun terakhir selalu rutin membagikan dividen ke pemegang saham. Dividend payout rasio (DPR) ICBP selama 5 tahun terakhir rata-rata berkisar sebesar 49% dari laba bersihnya. Hanya sekali di tahun buku 2016 DPR turun hanya sebesar 24% dari laba bersih yang diperoleh.

Histori Dividen Unilever dari Tahun Ke Tahun


Kuhuni.com
– Histori Dividen Unilever (UNVR) dari info grafis di atas menunjukkan bahwa Unilever Indonesia royal membagikan dividen ke investor. Jumlah dividen Unilever per lembar dari tahun ke tahun senantiasa mengalami kenaikan. Hanya beberapa kali ada penurunan.

Jumlah dividen Unilever sejak tahun 2010 sampai tahun 2014 terus mengalami kenaikan tiap tahun. Kemudian dividen tahun 2015 mengalami penurunan. Namun, dari tahun 2016 sampai 2019, dividen Unilever kembali naik tiap tahun.

Histori Dividen GGRM / Gudang Garam


Kuhuni.com -
Histori jumlah dividen Gudang Garam (GGRM) sejak tahun 2010 selalu mengalami pasang surut. Selama 10 tahun terakhir Gudang Garam (GGRM) rutin membagikan dividen ke pemegang saham.

Dividen yield dan jumlah dividen per lembar GGRM selalu mengalami perubahan di tahun-tahun tertentu. Apabila kita perhatikan dari info grafis di atas. Jumlah dividen Gudang Garam dari tahun 2010 hingga 2012 senantiasa mengalami kenaikan. Kemudian di tahun 2013, 2014 dan 2015 jumlah dividen GGRM sama tiap tahun sebesar Rp 800 per lembar. Selanjutnya di tahun 2016 hingga 2019 dividen GGRM meningkat tajam, tetapi jumlahnya tetap sama tiap tahun yaitu sebesar Rp 2.600 per lembar.

Histori Dividen Indofood / INDF


Kuhuni.com
- Histori dividen Indofood Sukses Makmur (INDF) sejak tahun 2010 sampai 2020 dapat kita lihat dari info grafis di atas. Jumlah dividen Indofood dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dan penurunan.

Jumlah dividen Indofood (INDF) tertinggi ada di tahun 2018 sebesar Rp 302 per lembar. Lalu diikuti pada tahun 2020 sejumlah Rp 278 per lembar dan tahun 2017 sebesar Rp 235 per lembar.

Bank BCA Merestrukturisasi Kredit Senilai Rp 99 Triliun hingga Kuartal 1 2021


Kuhuni.com – Bank BCA (BBCA) hingga kuartal 1 2021 telah merestrukturisasi kredit sebesar Rp 99,10 triliun. Dari laporan keuangan Bank BCA kuartal 1 2021, perseroan menyatakan bahwa Bank BCA memberikan fasilitas restrukturisasi dengan modifikasi persyaratan kredit, pengurangan, atau pengampunan sebagian saldo kredit dan/atau keduanya. Bank BCA juga tidak mempunyai komitmen untuk memberikan fasilitas kredit tambahan terhadap kredit yang telah direstrukturisasi.

Kredit yang telah direstrukturisasi terdiri dari kredit lancar sebesar Rp 86,73 triliun. Kredit kategori dalam perhatian khusus sebesar rp 7,53 triliun. Kategori kurang lancar sebesar Rp 923,30 miliar. Diragukan sebesar Rp 773,51 miliar dan kategori macet sebesar Rp 3,13 miliar.

Bank BNI Merestrukturisasi Kredit Senilai Rp 130 Triliun hingga Kuartal 1 2021


Kuhuni.com - Bank BNI Tbk (BBNI) hingga 31 Maret 2021 sudah merestrukturisasi kredit sebesar Rp 130,65 triliun. Fasilitas restrukturisasi kredit ini berupa penurunan suku bunga kresit sebesar Rp 27,79 triliun. Perpanjangan jangka waktu kredit sebesar Rp 40,94 triliun. Penambahan fasilitas kredit, perjanjian penyelesaian hutang dan interest balloon payments (IBP) sebesar Rp 61,91 triliun.

Sementara jumlah kredit yang telah direstrukturisasi dalam kategori kredit bermasalah sebesar Rp11.76 triliun dari total kredit yang direstrukturisasi.

20 Saham Ini Meraih Kinerja Terbaik Kuartal I/2021


1. Laba Bersih Saham BJTM Kuartal I/2021

Kuhuni.com – Laba bersih Bank Jatim kuartal 1 2021 menjadi Rp 448,15 miliar, naik 2,20% dibanding kuartal I/2020 laba bersih hanya Rp 439,28 miliar. Dengan demikian laba bersih per saham BJTM juga ikut naik jadi Rp 29,85 per saham dari sebelumnya hanya Rp 29,26 per saham pada QI/2020.

Bank Jatim (BJTM) kuartal 1 tahun 2021 berhasil meraih pendapatan bunga dan syariah Rp 1,60 triliun. Mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu yang pendapatan bunga dan syariah hanya sebesar Rp 1,48 triliun.

2. Laba Bersih Saham PGAS Kuartal I/2021

Laba bersih saham PGAS (Perusahaan Gas Negara) kuartal 1 tahun 2021 sebesar US$ 61,57 juta. Meningkat 29 persen dibanding kuartal I/2020 laba bersihnya hanya US$ 47,77 juta.

Saham PGAS kuartal I/2021 berhasil meraih pendapatan bersih sebesar US$ 733,15 juta. Turun 16,09% dibanding kuartal I/2020 pendapatan mencapai US$ 873,80 juta.

9 Saham Ini Bagi Dividen Mei 2021, No 1 Paling OK

 

Kuhuni.com – Pembagian dividen tunai di awal bulan Mei 2021 ini diramaikan oleh beberapa saham. Beberapa emiten mencatatkan dividen yield di atas bunga deposito bank. Sedangkan yang lainnya ada yang di bawah.

Berikut saham-saham yang membagikan dividen Mei 2021:

1. Jadwal Dividen Adaro Energy (ADRO) 2021

Dividen tunai Adaro Energy Tbk (ADRO) tahun 2021 sebesar USD 0,00459 per lembar saham atau setara dengan Rp 66,09 per lembar saham (memakai kurs 1 USD=14.400). Jadwal pembagian dividen tunai ADRO ke pemegang saham tanggal 25 Mei 2021. Sementara Cum dividen ADRO tanggal 4 Mei 2021. Pencatatan (recording date) tanggal 6 Mei 2021. Dividen yield ADRO sebesar 5,3% dihitung dari penutupan harga saham tanggal  3 Mei 2021 ditutup pada level Rp 1.240.

Berita Utama

Jadwal IPO Bukalapak

Kuhuni.com  – IPO Bukalapak (IDX: BUKA) berencana listing di Bursa Efek Indonesia tanggal 6 Agustus 2021. Jadwal IPO Bukalapak dimulai tangg...