10 Saham yang Diborong dan Dijual Asing 2025: Asing "Buang" Big Banks, Borong TLKM & Sektor Mineral

Net Buy Asing
Ilustrasi Net Sell dan Net Buy Asing / Kuhuni.com


Kuhuni.com – Pergerakan investor asing di pasar saham Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan pola rotasi sektor yang sangat drastis. Hingga penutupan perdagangan 3 Desember 2025, data transaksi menunjukkan tekanan jual (net sell) yang masif pada sektor perbankan raksasa, sementara arus dana masuk (net buy) mengalir deras ke sektor telekomunikasi dan pertambangan mineral.

Bagi Anda yang sedang menyusun strategi investasi akhir tahun atau rebalancing portofolio 2026, memahami peta aliran dana asing ini sangat krusial. Berikut adalah ulasan lengkap data Net Sell dan Net Buy Investor Asing Sepanjang 2025.

Peta Net Sell Asing 2025: Aksi Profit Taking di "Big 4" Perbankan

Tahun 2025 tampaknya menjadi tahun profit taking besar-besaran bagi investor asing di sektor perbankan. Empat bank terbesar di Indonesia (The Big 4) mendominasi daftar jual bersih.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar ini dengan nilai jual bersih yang fantastis, mencapai hampir Rp27 triliun. Angka ini mengindikasikan bahwa asing mulai mengurangi porsi kepemilikan mereka di saham blue chip perbankan setelah kenaikan signifikan di tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: 12 Teknik Scalping Saham Paling Efektif untuk Dapat Cuan

Selain perbankan, sektor energi (batu bara) seperti ADRO dan konsumer (ICBP, AMRT) juga tak luput dari tekanan jual.

Tabel 10 Saham dengan Net Sell Asing Terbesar (YTD 3 Des 2025)

NoKode SahamNama EmitenNilai Net SellSektor
1BBCABank Central AsiaRp26,82 TriliunKeuangan
2BMRIBank MandiriRp14,91 TriliunKeuangan
3BBRIBank Rakyat IndonesiaRp6,81 TriliunKeuangan
4ADROAlamtri Resources IndonesiaRp4,79 TriliunEnergi
5BBNIBank Negara IndonesiaRp4,32 TriliunKeuangan
6ICBPIndofood CBPRp2,76 TriliunKonsumer
7KLBFKalbe FarmaRp2,48 TriliunKesehatan
8BUMIBumi ResourcesRp2,48 TriliunEnergi
9SSIASurya Semesta InternusaRp1,37 TriliunProperti
10AMRTSumber Alfaria TrijayaRp1,24 TriliunRitel

Insight: Total net sell asing hanya dari dua bank terbesar (BBCA & BMRI) sudah melebihi Rp41 Triliun. Ini menjadi sinyal kuat adanya rotasi sektor atau capital outflow dari saham penggerak utama indeks.


Peta Net Buy 2025: Rotasi ke Telko dan Mineral

Di tengah tekanan jual pada perbankan, investor asing tidak sepenuhnya meninggalkan Indonesia. Mereka melakukan akumulasi masif pada saham-saham dengan valuasi menarik atau yang memiliki cerita pertumbuhan baru (growth story), khususnya di sektor mineral dan energi terbarukan.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi juara bertahan dengan akumulasi beli bersih sebesar Rp6,85 triliun. Setelah tertekan di tahun sebelumnya, saham telko kembali dilirik asing sebagai sektor defensif dengan dividen menarik.

Selain itu, tema hilirisasi dan mineral strategis (Emas & Tembaga) terlihat jelas dengan masuknya nama-nama seperti BRMS, ANTM, dan AMMN di daftar teratas.

Tabel 10 Saham dengan Net Buy Asing Terbesar (YTD 3 Des 2025)

NoKode SahamNama EmitenNilai Net BuySektor
1TLKMTelkom IndonesiaRp6,85 TriliunInfrastruktur
2ASIIAstra InternationalRp5,09 TriliunKonglomerasi
3BRMSBumi Resources MineralsRp4,67 TriliunMineral
4ANTMAneka TambangRp4,27 TriliunMineral
5AMMNAmman Mineral InternasionalRp2,93 TriliunMineral
6BRENBarito Renewables EnergyRp2,65 TriliunEBT
7AADIAdaro Andalan IndonesiaRp1,88 TriliunEnergi
8BRISBank Syariah IndonesiaRp1,51 TriliunKeuangan
9FILMMD EntertainmentRp1,46 TriliunMedia
10RATURaharja Energi CepuRp1,35 TriliunEnergi
top 10 net sell asing 2025
Daftar 10 Saham yang dibeli dan dijual asing tahun 2025 angka dalam triliun rupiah. Kuhuni.com

Baca:


Analisis Tren Pasar Saham Menuju 2026

Berdasarkan data di atas, ada beberapa poin penting yang bisa diambil oleh investor ritel:

  1. Rotasi Sektor (Sector Rotation): Asing terlihat memindahkan dana dari sektor yang sudah "matang" dan naik tinggi (Perbankan Big Caps) ke sektor yang sempat tertinggal (Telko/ASII) atau sektor masa depan (Mineral/EBT).

  2. Fenomena Saham Baru: Munculnya nama baru seperti AADI (Adaro Andalan) dan RATU dalam daftar Top Net Buy menunjukkan minat asing pada emiten IPO atau Spin-off yang memiliki fundamental kuat atau prospek dividen.

  3. Divergensi Energi: Sementara ADRO (induk) dilepas asing senilai Rp4,79 T, anak usahanya AADI justru dikoleksi Rp1,88 T, menunjukkan preferensi spesifik investor terhadap aset tertentu dalam grup yang sama.

Kesimpulan

Data foreign flow 2025 memberikan sinyal hati-hati pada sektor perbankan namun membuka peluang di sektor komoditas mineral dan infrastruktur. Bagi Anda yang ingin mengikuti jejak "uang besar", perhatikan level support saham-saham yang sedang diakumulasi asing tersebut.

Disclaimer: Artikel ini hanya berupa informasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan