![]() |
| Ilustrasi Daftar Bank KBMI 1, KBMI 2, KBMI 3 dan KBMI 4. Kuhuni.com |
Di tengah dinamika sektor keuangan Indonesia yang terus berkembang, klasifikasi bank menjadi sebuah hal yang esensial. Sejak tahun 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperkenalkan sistem pengelompokan bank berdasarkan modal inti yang disebut Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI).
Jika Anda seorang nasabah, investor, atau pemerhati ekonomi, memahami Daftar Bank berdasarkan KBMI adalah kunci untuk menilai stabilitas, layanan, dan prospek pertumbuhan sebuah bank.
Artikel panjang dan mendalam ini akan mengupas tuntas klasifikasi KBMI 1, KBMI 2, KBMI 3, dan KBMI 4, lengkap dengan data terkini mengenai bank-bank di setiap kelompok per tahun 2025, berdasarkan modal inti (ekuitas) mereka. Tujuannya sederhana: menjadikan Anda pembaca yang cerdas dalam memilih dan berinvestasi di sektor perbankan.
Daftar Isi
- Apa itu KBMI? Definisi dan Tujuan Klasifikasi Bank
- KBMI 4: The Giants of Indonesian Banking (Modal Inti > Rp70 Triliun)
- KBMI 3: Bank Nasional dengan Kapabilitas Luas (Modal Inti > Rp14 Triliun s.d. Rp70 Triliun)
- KBMI 2: Fokus dan Inovasi Digital (Modal Inti > Rp6 Triliun s.d. Rp14 Triliun)
- KBMI 1: Fokus pada Segmen Pasar Spesifik (Modal Inti ≤ Rp6 Triliun)
- Keuntungan Memahami Klasifikasi KBMI
- Proyeksi dan Arah Kebijakan OJK
- Tanya Jawab (FAQ) Lengkap Mengenai KBMI
- Kesimpulan: Pilih Bank Sesuai Kebutuhan Anda
Apa itu KBMI? Definisi dan Tujuan Klasifikasi Bank
KBMI adalah pengelompokan bank umum di Indonesia berdasarkan jumlah Modal Inti (seperti yang tercantum dalam laporan keuangan) yang mereka miliki. Klasifikasi ini menggantikan sistem sebelumnya, BUKU (Bank Umum Kelompok Usaha), dan dirancang untuk:
- Meningkatkan Stabilitas: Mendorong bank-bank kecil untuk memperkuat modal intinya.
- Menyesuaikan Regulasi: Menerapkan aturan prudensial yang berbeda (misalnya, terkait penerapan Basel III) sesuai dengan kompleksitas dan kemampuan bank.
- Memperjelas Lingkup Usaha: Setiap KBMI memiliki batasan dan izin usaha yang berbeda, mulai dari layanan valuta asing, jaringan kantor, hingga produk derivatif.
Klasifikasi KBMI terbagi menjadi empat kelompok utama:
| Kelompok KBMI | Batasan Modal Inti | Lingkup Usaha Utama |
|---|---|---|
| KBMI 4 | > Rp70 Triliun | Skala global, layanan transaksi super kompleks. |
| KBMI 3 | > Rp14 Triliun s.d. Rp70 Triliun | Skala nasional, mampu menerapkan regulasi kompleks (Basel III). |
| KBMI 2 | > Rp6 Triliun s.d. Rp14 Triliun | Fokus segmentasi/digital, layanan valuta asing diperbolehkan. |
| KBMI 1 | ≤ Rp6 Triliun | Kegiatan usaha terbatas, umumnya fokus UMKM/segmen spesifik. |
![]() |
| Daftar Bank KBMI 4 yaitu BCA, BRI, BNI dan Mandiri. Kuhuni.com |
KBMI 4: The Big Four Indonesian Banking (Modal Inti > Rp70 Triliun)
Kelompok bank KBMI 4 adalah kasta tertinggi dalam sistem perbankan nasional. Bank-bank ini tidak hanya dominan di pasar domestik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat regional dan global. Mereka memiliki permodalan yang sangat kuat, jaringan yang luas (termasuk kantor cabang di luar negeri), dan sistem teknologi yang mumpuni untuk melayani transaksi super kompleks. Bank KBMI 4 sering disebut sebagai "The Big Four" Indonesia.
Daftar Bank KBMI 4 Terbaru 2026
| No | Nama Bank | Kode Saham | Ekuitas 2025 (Triliun Rp) |
|---|---|---|---|
| 1 | Bank Mandiri Tbk | BMRI | 380,10 |
| 2 | Bank Rakyat Indonesia Tbk | BBRI | 345,50 |
| 3 | Bank Central Asia Tbk | BBCA | 280,30 |
| 4 | Bank Negara Indonesia Tbk | BBNI | 210,50 |
Analisis Singkat KBMI 4:
Empat bank ini menguasai lebih dari 60% total aset perbankan nasional. Bank Mandiri, BRI, BCA, dan BNI adalah bank-bank yang paling solid dari sisi permodalan. Bagi investor, keempat saham ini sering menjadi blue chip utama. Bagi nasabah korporasi, KBMI 4 adalah mitra utama untuk transaksi skala besar dan internasional.
![]() |
| Ilustrasi Bank KBMI 3. Kuhuni.com |
KBMI 3: Bank Nasional dengan Kapabilitas Luas (Modal Inti > Rp14 Triliun s.d. Rp70 Triliun)
Bank yang termasuk dalam kelompok KBMI 3 merupakan pilar penting yang menjembatani antara bank raksasa dan bank regional/spesialis. Dengan modal inti di atas Rp14 triliun, bank-bank ini wajib memenuhi standar regulasi prudensial yang kompleks, seperti penerapan penuh Basel III. Kemampuan mereka mencakup layanan perbankan yang luas, produk investasi yang beragam, dan cakupan wilayah operasional yang menjangkau seluruh Indonesia. Kelompok ini juga diisi oleh bank-bank syariah besar dan beberapa bank BUMN/BUMD yang kuat.
Daftar Bank KBMI 3 Terbaru 2026
| No | Nama Bank | Kode Saham | Ekuitas 2025 (Triliun Rp) |
|---|---|---|---|
| 1 | Bank Syariah Indonesia Tbk | BRIS | 56,10 |
| 2 | Bank OCBC NISP Tbk | NISP | 44,00 |
| 3 | Bank Danamon Indonesia Tbk | BDMN | 38,50 |
| 4 | Bank Permata Tbk | BNLI | 37,10 |
| 5 | Bank Tabungan Negara Tbk | BBTN | 34,80 |
| 6 | Bank BTPN Tbk | BTPN | 34,50 |
| 7 | Bank CIMB Niaga Tbk | BNGA | 33,10 |
| 8 | Bank Pan Indonesia Tbk | PNBN | 28,50 |
| 9 | Bank Mega Tbk | MEGA | 27,10 |
| 10 | Bank BJB Tbk | BJBR | 20,80 |
| 11 | Bank Maybank Indonesia Tbk | BNII | 20,50 |
| 12 | Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk | SDRA | 15,10 |
| 13 | Bank Jatim Tbk | BJTM | 14,20 |
Analisis Singkat KBMI 3:
Kelompok ini sangat beragam, dari bank syariah terbesar (BRIS), bank multifinance yang kuat (BDMN, NISP, BNGA), hingga bank daerah yang menjadi regional champion (BJBR, BJTM). Peningkatan modal inti ini menunjukkan kesiapan mereka untuk mengambil risiko bisnis yang lebih besar dan berinovasi pada produk yang lebih canggih. Investor sering mengincar bank-bank di kelompok ini yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi menuju KBMI 4.
![]() |
| Ilustrasi Bank KBMI 2 |
KBMI 2: Fokus dan Inovasi Digital (Modal Inti > Rp6 Triliun s.d. Rp14 Triliun)
Kelompok Bank KBMI 2 sering menjadi sorotan utama karena di sinilah banyak pemain bank digital dan bank dengan segmentasi spesifik berada. Dengan modal inti antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun, bank-bank ini diizinkan untuk melakukan kegiatan yang lebih kompleks dibandingkan KBMI 1, termasuk:
- Kegiatan Valuta Asing (Valas) yang lebih leluasa.
- Layanan Digital Banking Lintas Batas yang inovatif.
- Penerbitan kartu kredit dan produk turunan lainnya.
Persaingan di kelompok ini sangat ketat, didorong oleh kebutuhan untuk mencapai ambang batas modal agar tidak terperosok ke KBMI 1 dan untuk terus berinovasi dalam layanan digital.
Daftar Bank KBMI 2 Terbaru 2026
| No | Nama Bank | Kode Saham | Ekuitas 2025 (Triliun Rp) |
|---|---|---|---|
| 1 | Bank BTPN Syariah Tbk | BTPS | 14,00 |
| 2 | Krom Bank Indonesia Tbk | BBSI | 12,50 |
| 3 | Bank KB Bukopin Tbk | BBKP | 11,50 |
| 4 | Bank Jago Tbk | ARTO | 9,10 |
| 5 | Allo Bank Indonesia Tbk | BBHI | 8,00 |
| 6 | Bank Raya Indonesia Tbk | AGRO | 7,80 |
Analisis Singkat KBMI 2:
Tampak jelas dominasi bank-bank dengan fokus digital atau spesialis di sini. Bank Jago (ARTO), Allo Bank (BBHI), dan Bank Raya (AGRO) adalah contoh bank-bank digital murni yang telah memperkuat modalnya untuk bersaing. Sementara itu, BTPN Syariah (BTPS) adalah bank spesialis yang unik dengan fokus pembiayaan ultra mikro. Bagi nasabah yang mengutamakan layanan digital dan user experience yang modern, bank-bank KBMI 2 menawarkan solusi paling inovatif.
![]() |
| Ilustrasi Bank KBMI 1 |
KBMI 1: Fokus pada Segmen Pasar Spesifik (Modal Inti ≤ Rp6 Triliun)
KBMI 1 adalah kelompok bank dengan Modal Inti paling kecil, yaitu kurang dari atau sama dengan Rp6 triliun. Bank-bank dalam kelompok ini memiliki batasan kegiatan usaha yang paling ketat dan umumnya berfokus pada segmentasi pasar yang spesifik, seperti:
- Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
- Melayani nasabah di wilayah regional tertentu.
- Menjadi bank niche dengan fokus produk tertentu.
Aturan OJK mengharuskan bank-bank di kelompok ini untuk terus berupaya meningkatkan modal intinya agar dapat naik kelas ke KBMI 2, atau berintegrasi/merger dengan bank lain untuk mencapai efisiensi dan stabilitas yang lebih baik.
Daftar Bank KBMI 1 Terbaru 2026
| No | Nama Bank | Kode Saham | Ekuitas 2025 (Triliun Rp) |
|---|---|---|---|
| 1 | Bank Capital Indonesia Tbk | BACA | 5,80 |
| 2 | Bank Neo Commerce Tbk | BBYB | 5,50 |
| 3 | Bank Sinarmas Tbk | BSIM | 5,40 |
| 4 | Bank Mayapada Internasional Tbk | MAYA | 5,10 |
| 5 | Bank QNB Indonesia Tbk | BKSW | 4,70 |
| 6 | Bank China Construction Bank Indonesia Tbk | MCOR | 4,50 |
| 7 | Bank Nationalnobu Tbk | NOBU | 4,50 |
| 8 | Bank IBK Indonesia Tbk | AGRS | 4,00 |
| 9 | Bank Mestika Dharma Tbk | BBMD | 4,00 |
| 10 | Bank Amar Indonesia Tbk | AMAR | 3,70 |
| 11 | Bank Bumi Arta Tbk | BNBA | 3,50 |
| 12 | Bank Aladin Syariah Tbk | BANK | 3,30 |
| 13 | Bank Victoria International Tbk | BVIC | 3,30 |
| 14 | Bank Artha Graha Internasional Tbk | INPC | 3,20 |
| 15 | Bank MNC Internasional Tbk | BABP | 3,10 |
| 16 | Bank Ganesha Tbk | BGTG | 3,10 |
| 17 | Bank Oke Indonesia Tbk | DNAR | 3,10 |
| 18 | Bank Ina Perdana Tbk | BINA | 3,00 |
| 19 | Bank Maspion Indonesia Tbk | BMAS | 3,00 |
| 20 | Bank Of India Indonesia Tbk | BSWD | 3,00 |
| 21 | Bank Multiarta Sentosa Tbk | MASB | 2,80 |
| 22 | Bank JTrust Indonesia Tbk | BCIC | 2,50 |
| 23 | Bank Banten Tbk | BEKS | 2,20 |
| 24 | Bank Panin Dubai Syariah Tbk | PNBS | 1,90 |
Analisis Singkat KBMI 1:
Kelompok ini diisi oleh bank-bank legacy yang belum mencapai batas modal minimal, serta beberapa bank yang tengah bertransformasi menjadi bank digital (Neo Commerce dan Aladin Syariah). Perhatian utama bagi bank-bank KBMI 1 adalah kebutuhan untuk terus melakukan aksi korporasi penguatan modal (melalui Rights Issue atau penambahan modal dari pemegang saham) untuk memastikan keberlanjutan usaha mereka dan memenuhi batas modal minimum yang ditetapkan OJK.
Kabar terbaru Desember 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menghapus kategori KBMI 1 (bank bermodal inti di bawah Rp6 triliun) untuk mendorong konsolidasi dan memperkuat fundamental perbankan nasional agar lebih siap menghadapi tantangan digitalisasi dan ekonomi, dengan mengajak bank-bank kecil untuk merger atau naik kelas ke KBMI 2.
Keuntungan Memahami Klasifikasi KBMI
Bagi nasabah dan investor, pengetahuan tentang Daftar Bank berdasarkan KBMI memberikan keuntungan strategis yang signifikan:
1. Untuk Nasabah: Menilai Stabilitas dan Lingkup Layanan
- Stabilitas Keuangan: Bank KBMI 4 dan KBMI 3 memiliki modal yang sangat kuat, menunjukkan tingkat ketahanan yang lebih tinggi. Meskipun simpanan nasabah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu, memilih bank dengan modal kuat selalu lebih menenangkan.
- Inovasi dan Teknologi: Bank KBMI 2 dan KBMI 3 sering menjadi pemimpin dalam inovasi layanan digital, menawarkan user experience dan produk perbankan digital yang paling mutakhir.
- Cakupan Jaringan: Bank KBMI 4 menawarkan jaringan kantor cabang dan ATM terluas, baik di dalam maupun luar negeri.
2. Untuk Investor Saham: Mengukur Potensi dan Risiko
- Aman dan Dividen: Bank KBMI 4 adalah pilihan investor konservatif. Saham mereka dianggap sangat aman (karena ukurannya yang besar) dan sering memberikan dividen yang stabil.
- Pertumbuhan (Growth): Bank KBMI 3 dan KBMI 2 sering dicari oleh investor yang mencari pertumbuhan (growth stock). Kenaikan modal inti dan perluasan layanan dapat mendongkrak harga saham secara signifikan.
- Risiko Peningkatan Modal: Bank KBMI 1 sering kali memiliki risiko yang lebih tinggi, terutama karena adanya tuntutan untuk terus menambah modal. Namun, potensi capital gain bisa sangat tinggi jika berhasil melakukan konsolidasi atau Rights Issue besar.
Proyeksi dan Arah Kebijakan OJK
Klasifikasi KBMI bukan sekadar pembagian, melainkan sebuah instrumen kebijakan untuk mendorong konsolidasi dan efisiensi di sektor perbankan.
- Konsolidasi KBMI 1: OJK secara konsisten mendorong bank-bank KBMI 1 untuk mencari investor baru, merger, atau melakukan Rights Issue agar bisa naik kelas. Kabar Terbaru OJK berencana menghapus KBMI 1.
- Perbankan Digital: Batasan modal KBMI 2 menjadi target minimum bagi bank-bank yang ingin serius bermain di segmen digital, mengingat kebutuhan investasi teknologi yang mahal.
- Implementasi Basel III: Bank KBMI 3 dan KBMI 4 menjadi ujung tombak dalam penerapan standar permodalan dan likuiditas global (Basel III), memastikan sistem keuangan Indonesia terintegrasi dengan standar internasional.
Memperhatikan data Ekuitas 2025, tampak jelas bahwa persaingan antar-kelompok KBMI semakin ketat, dengan beberapa bank di KBMI 3 mendekati batas atas Rp70 Triliun dan beberapa bank di KBMI 2 yang hampir mencapai Rp14 Triliun untuk naik ke KBMI 3.
Tanya Jawab (FAQ) Lengkap Mengenai KBMI
Berikut adalah kumpulan pertanyaan yang sering diajukan mengenai Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) di Indonesia:
1. Definisi dan Batasan Modal Inti
Q: Apa itu KBMI? / Apa arti KBMI bank?
A: KBMI adalah singkatan dari Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti. Ini adalah sistem klasifikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membagi bank umum menjadi empat kelompok (KBMI 1, 2, 3, dan 4) berdasarkan besaran modal inti (ekuitas) yang mereka miliki. Klasifikasi ini menentukan lingkup kegiatan usaha dan regulasi prudensial yang harus dipenuhi bank.
Q: KBMI 1 modal berapa?
A: Bank yang termasuk dalam KBMI 1 adalah bank umum yang memiliki batas Modal Inti (Ekuitas) sebesar $\leq \text{Rp6 Triliun}$ (kurang dari atau sama dengan Rp6 Triliun). Bank-bank ini memiliki kegiatan usaha yang paling terbatas dan umumnya berfokus pada kredit UMKM atau segmen pasar spesifik.
Q: Berapa batas modal inti untuk setiap kelompok KBMI?
A: Batasannya adalah sebagai berikut:
| Kelompok KBMI | Batas Modal Inti (Ekuitas) |
|---|---|
| KBMI 4 | > Rp70 Triliun |
| KBMI 3 | > Rp14 Triliun s.d. Rp70 Triliun |
| KBMI 2 | > Rp6 Triliun s.d. Rp14 Triliun |
| KBMI 1 | ≤ Rp6 Triliun |
Q: Apa dasar hukum yang mengatur klasifikasi KBMI?
A: Klasifikasi KBMI diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, yang menggantikan sistem Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) sebelumnya.
2. Daftar Bank Berdasarkan KBMI (Data 2026)
Q: Bank KBMI 4 apa saja?
A: Berdasarkan data ekuitas terbaru tahun 2025, bank yang masuk dalam kelompok KBMI 4 (Modal Inti > Rp70 Triliun) adalah: Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Q: KBMI 3 bank apa?
A: Bank-bank yang masuk dalam kelompok KBMI 3 (Modal Inti > Rp14 Triliun s.d. Rp70 Triliun) antara lain: Bank Syariah Indonesia (BRIS), Bank OCBC NISP (NISP), Bank Danamon (BDMN), Bank Permata (BNLI), dan lainnya. (Lihat tabel lengkap di bagian KBMI 3).
Q: Apakah bank digital selalu masuk KBMI 2 atau KBMI 1?
A: Tidak selalu. Klasifikasi didasarkan pada besaran modal, bukan hanya model bisnisnya. Bank digital dapat berada di KBMI 1 (misalnya Bank Neo Commerce) atau KBMI 2 (misalnya Bank Jago dan Allo Bank) tergantung pada suntikan modal yang mereka terima. Bank digital yang sangat besar berpotensi naik ke KBMI 3.
3. Implikasi bagi Nasabah dan Investor
Q: Apa perbedaan utama antara KBMI 4 dan KBMI 3?
A: KBMI 4 memiliki modal inti di atas Rp70 T dan diizinkan beroperasi di kancah global (skala bisnis dan layanan transaksi super kompleks). Sementara itu, KBMI 3 memiliki modal inti antara Rp14 T s.d. Rp70 T, mampu melayani transaksi yang luas secara nasional, dan menjadi kelompok yang diwajibkan menerapkan standar Basel III.
Q: Apakah simpanan saya aman di bank KBMI 1?
A: Ya, simpanan Anda tetap aman. Semua simpanan nasabah di bank umum, terlepas dari kelompok KBMI-nya, dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas maksimum penjaminan (saat ini Rp2 miliar per nasabah per bank).
Q: Bank dari KBMI mana yang cenderung memiliki suku bunga deposito tertinggi?
A: Umumnya, bank dengan modal yang lebih kecil, terutama KBMI 1 dan KBMI 2, sering menawarkan suku bunga deposito yang lebih tinggi. Ini adalah strategi mereka untuk menarik dana masyarakat guna memperkuat likuiditas dan permodalan.
Kesimpulan: Pilih Bank Sesuai Kebutuhan Anda
Memahami Daftar Bank berdasarkan KBMI adalah langkah awal yang krusial. Bank KBMI 4 menawarkan stabilitas tak tertandingi; KBMI 3 menawarkan keseimbangan antara stabilitas dan diversifikasi layanan; KBMI 2 adalah arena inovasi digital; dan KBMI 1 adalah tempat bank-bank spesialis beroperasi.
Baca: 46 Daftar Saham Perbankan Indonesia: Lengkap dengan Jumlah Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan
Klasifikasi ini memberikan transparansi yang lebih baik mengenai kapabilitas dan risiko setiap bank. Pastikan pilihan Anda—baik sebagai nasabah yang mencari layanan terbaik atau investor yang mencari keuntungan optimal—selalu didasarkan pada pemahaman yang solid mengenai posisi bank tersebut dalam peta KBMI.





0 comments
Posting Komentar