Dividen Telkom 2021: Triliunan Rupiah Menanti Investor


Kuhuni.com –
 Dividen Telkom  2021 sudah menanti para investor. Jumlah dan jadwal pembagian dividen PT Telkom Indonesia (TLKM) 2021 akan segera diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  tanggal 28 Mei 2021. RUPST Telkom akan diselenggarakan di Auditorium Telkom Landmark Tower Lt. 6 Jl Jend. Gatot Subroto Kav. 52 Jakarta 12710.

Dalam surat edaran yang diterbitkan perseroan di Bursa Efek Indonesia. Salah satu agenda pembahasan dalam RUPST adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2020. Telkom (TLKM) berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 20,80 triliun di tahun 2020 atau naik 11,47%. Telkom juga mencatatkan uang kas sebesar Rp 20,58 triliun. Artinya Telkom siap membagikan dividen karena punya uang kas yang cukup.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Telkom Sejak IPO

Telkom selama ini dikenal sebagai saham yang rajin membagi dividen ke investor. Jumlah dividen yang dibagikan selalu mencapai triliunan rupiah. Telkom juga salah satu emiten yang selalu masuk di jajaran IDX High Dividen 20.

LIHAT JUGA: 9 Saham Ini Bagi Dividen Mei 2021, No 1 Paling OK

Rasio dividen Telkom (TLKM) 5 tahun terakhir selalu di atas 70%.  Berikut dividen TLKM 5 tahun terakhir.
Dividen Telkom 2020 sebesar Rp 154,06 per lembar. Rasio dividen dari laba bersih sebesar 81,95%.
Dividen Telkom 2019 sebesar Rp 163,82 per lembar. Rasio dividen dari laba bersih sebesar 90,01%.
Dividen Telkom 2018 sebesar Rp 167,66 per lembar. saham. Rasio dividen dari laba bersih sebesar 76,21%.
Dividen Telkom 2017 sebesar Rp 136,76 per lembar saham. Rasio dividen dari laba bersih sebesar 79,06%.
Dividen Telkom 2016 sebesar Rp 114,02 per lembar saham. Rasio dividen dari laba bersih sebesar 74,52%.

LIHAT JUGA: Histori Dividen BRI Sejak IPO

Dividen TLKM 2021

Kuhuni.com – Dividen Telkom (TLKM) 2021 diestimasikan antara ±Rp 160 per lembar hingga ±Rp 170 per lembar. Estimasi jumlah dividen TLKM 2021 ini dilihat dari kinerja Telkom tahun 2020 serta ketersedian uang kas Telkom untuk membagikan dividen.

Telkom (TLKM) 5 tahun terakhir rutin membagikan dividen dengan rasion di atas 70 persen dari laba bersihnya.  Berikut histori dividen TLKM 5 tahun terakhir.

Laba Bersih Telkom (TLKM) Semester 1 2020 Turun 0,8% Menjadi Rp 10,98 T


Laba Bersih Telkom (TLKM) Semester 1 2020

Kuhuni.com - Laba bersih Telkom (TLKM) semester  1 tahun 2020 sebesar Rp 10,98 triliun. Laba bersih Telkom kuartal II tahun 2020 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun sedikit 0,80% dibandingkan kuartal II tahun 2019 laba bersih mencapai Rp 11,07 triliun.

Laporan keuangan  Telekomunikasi Indonesia Tbk Kuartal II tahun 2020
Sumber: Laporan keuangan  Telekomunikasi Indonesia Tbk Kuartal II tahun 2020
Bila diperhatikan pada laporan keuangan Telkom di atas. Total pendapatan  PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dari Januari hingga Juni 2020 sebesar Rp 66,85 triliun. Pendapatan TLKM semester 1 2020 turun 3,58% dibanding semester 1 2019 yang pendapatannya mencapai  Rp 69,34 triliun. Pendapatan TLKM di semester 1 2020 ini terdiri dari.
  1. Pendapatan telepon sebesar  Rp 10,45 triliun, turun dibanding semester 1 tahun 2019 yang mencapai Rp 14,25 triliun.
  2. Pendapatan interkoneksi sebesar Rp 4,12 triliun, naik dibanding semester 1 tahun 2019 yang hanya Rp 3,30 triliun.
  3. Pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika sebesar Rp 37,91 triliun, naik dibanding semester 1 tahun 2019 yang hanya Rp 36,78 triliun.
  4. Pendapatan jaringan sebesar Rp 838 miliar, turun dibanding semester 1 tahun 2019 yang hanya Rp 931 miliar.
  5. Pendapatan indihome sebesar Rp 10,36 triliun, naik dibanding semester 1 tahun 2019 yang hanya Rp 8,70 triliun.
  6. Pendapatan lainnya (Manage service dan terminal, call center service, E-payment, E-health) sebesar Rp 2,24 triliun, turun dibanding semester 1 tahun 2019 yang mencapai Rp 5,36 triliun.


Bila diperhatikan pendapatan Telkom di sektor indihome, data, internet, dan jasa teknologi informatika  mengalami kenaikan, sementara sektor lainnya mengalami penurunan  yang lebih besar. Sehingga membuat pendapatan Telkom turun hingga Rp 2,48 triliun.

Sementara untuk biaya beban Telkom yang terdiri yakni beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi pada kuartal II tahun 2020 sebesar Rp 16,22 triliun, turun dibanding semester 1 tahun 2019 yang mencapai Rp 21,79 triliun. Beban penyusutan dan amortisasi sebesar Rp 13,92 triliun, naik dibanding semester 1 tahun 2019 yang hanya Rp 11,46 triliun.

Beban karyawan sebesar Rp 13,92 triliun, naik dibanding semester 1 tahun 2019 yang hanya Rp 6,48 triliun. Beban interkoneksi sebesar Rp 2,95 triliun, naik dibanding semester 1 tahun 2019 yang hanya Rp 2,73 triliun. Beban umum dan administrasi sebesar Rp 3,12 triliun, turun dibanding semester 1 tahun 2019 yang mencapai Rp 3,21 triliun. Beban pemasaran sebesar Rp 1,45 triliun, turun dibanding semester 1 tahun 2019 yang mencapai Rp 1,99 triliun.

Telkom mencatatkan penghasilan dari pendanaan sebesar Rp 483 miliar. Sementara biaya pendanaan sebesar Rp 2,31triliun, naik dibanding dibanding semester 1 2019 yang hanya Rp 2,05 triliun. Pada semester 1 2020 Telkom berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 15,43 triliun, turun sedikit dibanding semester 1 tahun 2019 yang hanya Rp 15,44 triliun. Sementara laba bersih juga menurun sedikit setelah dikurangi kepemilikan dari nonpengendali sebesar Rp 4,44 triliun, sehingga laba per saham juga ikut turun. Laba bersih per saham Telkom pada kuartal II tahun 2020 menjadi Rp 110,93 per saham (QII-2019  Rp 111,83 per saham).

Hingga 30 Juni 2020 Telkom memiliki total aset sebesar Rp 246,35 triliun. Terdiri dari aset lancar sebesar Rp 54,96 triliun yang di dalamnya terdapat kas dan setara kas sebesar Rp 28,23 triliun. Sementara Aset tidak lancar sebesar Rp 191,39 triliun. Jumlah liabilitas/hutang Telkom tercatat sebesar Rp 136,06 triliun. Terdiri dari jumlah hutang jangka pendek sebesar Rp 84,82 triliun yang di dalamnya terdapat pinjaman bank Rp 8,42 triliun. Sedangkan hutang jangka panjang sebesar Rp 51,24 triliun yang di dalamnya terdapat pinjaman  bank dan surat utang Rp 39,71 triliun. Terakhir, Telkom memiliki total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 95,93 triliun.

BACA JUGA:

Laba Bersih TLKM Turun 5,8% Kuartal I-2020 Jadi Rp 5,86 T


Laba bersih TLKM Telkom PT Telekomunikasi Indonesia 2020

Kuhuni.com - Laba bersih PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) pada kuartal 1 tahun 2020 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 5,86 triliun. TLKM mencatatkan penurunan laba bersih 5,8% dibanding kuartal yang sama di tahun 2019 yang pendapatan bersihnya mencapai Rp 6,2 triliun.

Jadwal Pembagian Dividen TLKM / Telekomunikasi Indonesia Tbk 2020


Dividen TLKM (Telekomunikasi Indonesia Tbk) 2020

Kuhuni.com – Dividen TLKM tahun 2020 sebesar Rp 154 per saham. Jadwal pembagian dividen tunai Telkom (TLKM) kepada pemegang saham dibayarkan pada tanggal 23 Juli 2020. Dividen TLKM kali ini turun dibanding tahun 2019 (Rp 163,8) atau -8%. Telkom sejak IPO tahun 1995 selalu rutin membagi dividen setiap tahun mulai 1996 sampai sekarang (lihat histori dividen Telkom).

Laba Bersih TLKM Tahun 2019 Naik 3,5%, tetapi Minus 15% Dibandingkan ke Tahun 2017

Laporan usulann penggunaan laba bersih tahun 2017 pada saat RUPS. Foto/tim Kuhuni 

Kuhuni.com, Jakarta. Pada tahun 2019 PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mendapatkan laba bersih sebesar Rp 18,663 triliun atau laba bersih per sahamnya Rp 188,4. Laba ini meningkat sedikit dibanding laba bersih tahun 2018 sebesar Rp 18,032 triliun atau naik tipis sebesar 3,5%.

Namun, apabila laba bersih tahun 2019 dibandingkan ke tahun 2016 dan 2017 ternyata masih mengalami minus atau penurunan. Pada tahun 2016, TLKM berhasil mendapat laba bersih Rp 19,352 triliun dan di tahun 2017 Rp Rp 22,144 triliun atau mengalami minus 15%.

Dari sisi pendapatan, pada tahun 2019 TLKM berhasil meraih sebesar Rp 135,567 triliun. Naik tipis sebesar 3,66% dibandingkan tahun 2018 dari Rp 139,785 triliun. Dibandingkan ke tahun 2017 naik 5,7% dari Rp 128,256 triliun.

Berikut uraian pendapatan TLKM

Jenis Pendapatan
Dalam Miliar Rupiah
2019
2018
%
Pendapatan telepon
Telepon bergerak
25.09
30.431
-17,55%
Telepon tidak bergerak
2.888
3.195
-9,61%
Pendapatan interkoneksi
    6.286
5.463
15,06%
Pendapatan data, internet, dan
jasa teknologi informatika 


Internet dan data selular
55.675
45.154
23,30%
Internet, komunikasi data, dan jasa teknologi informatika
9.027
10.386
-13,08%
Short Messaging Services (“SMS”)
7.063
9.185
-23,10%
Lain-lain
1.023
827
23,70%

Pendapatan jaringan
1.848
1.707
8,26%
Pendapatan Indihome
18.325
14.31
28,06%
Pendapatan lainnya



CPE dan terminal
1.732
1.45
19,45%
Sewa menara telekomunikasi
1.239
909
36,30%
Penjualan periferal
1.109
1.851
-40,09%
Call center service
800
1.052
-23,95%
E-payment
566
449
26,06%
E-health
523
563
-7,10%
Lain-lain
2.373
3.852
-38,40%
  
Jumlah total pendapatan
135.567
130.784
3,66%

Histori Dividen Telkom Sejak IPO 1995


Histori Dividen Telkom Sejak IPO

Tahun

Rupiah

Keterangan

1996

24.48

1997

41.25

1998

48.5

1999

50.99

2000

107.76

2001

88.16

2002

210.82

2003

331.16

2004

309.06

Stock Split 1:2

2005

144.9

2006

267.31

2007

303.21

2008

407.15

2009

323.59

2010

288.16

2011

295.84

2012

371.05

2013

436.10

Stock Split 1:5

2014

102.40

2015

Tidak ada dividen

2016

114.02

2017

136.76

2018

167.66

2019

163.82

·       Pembagian dividen dihitung berdasarkan tahun. Bukan berdasarkan tahun buku emiten
·       Data diolah dari laporan keuangan emiten

Berita Utama

Bank BCA Merestrukturisasi Kredit Senilai Rp 99 Triliun hingga Kuartal 1 2021

Kuhuni.com – Bank BCA (BBCA) hingga kuartal 1 2021 telah merestrukturisasi kredit sebesar Rp 99,10 triliun. Dari laporan keuangan Bank BCA ...