Kenapa Saham DMAS "Jalan di Tempat" Padahal Bid Offer Tebal? Ini Alasannya!

saham dmas
Trading Saham DMAS. Kuhuni.com


Bagi investor di Bursa Efek Indonesia (BEI), melihat orderbook PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) sering kali menimbulkan tanda tanya besar. Anda mungkin sering melihat antrean Bid dan Offer yang mencapai jutaan lembar, namun anehnya, harga saham seolah "mati suri" atau bergerak dalam rentang yang sangat sempit (sideways).

Fenomena ini sering kali memicu rasa frustrasi, terutama bagi investor ritel yang mengharapkan kenaikan harga cepat (capital gain). Berdasarkan data transaksi terbaru per 23 Desember 2025, saham pengelola kawasan industri Deltamas ini kembali menunjukkan pola "tembok raksasa" yang mengunci pergerakan harga.

Mengapa hal ini terjadi? Apakah DMAS masih layak dikoleksi di tahun 2026? Mari kita bedah secara mendalam dari sisi teknikal, bandarmologi, hingga fundamental.

Superbank (SUPA) Ambles Mentok ARB ke Rp1.050, Broker FZ, CP dan MG Distribusi Masif

Saham Superbank (SUPA) Mentok ARB 14,63%, Broker FZ Lepas Kepemilikan Masif | Mediasaham.com
Logo Superbank / SUPA


Tekanan jual masif melanda saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) pada perdagangan Senin, 22 Desember 2025. Saham bank digital ini tercatat anjlok tajam hingga 14,63% dan menyentuh level Auto Reject Bawah (ARB) di posisi Rp1.050 per lembar saham.

Berdasarkan data perdagangan, SUPA sempat dibuka pada level tertinggi Rp1.230 sebelum akhirnya merosot ke zona merah hingga penutupan pasar. Sepanjang hari, total volume perdagangan mencapai 1.169.944.700 saham dengan nilai transaksi fantastis sebesar Rp1.262.423.030.000.

Peluang Akumulasi BBRI? Mengupas Laba 9M25, Kekuatan Modal dan Menuju Rebound 2026

kantor pusat bank bri
Bank BRI / Dokumentasi Kuhuni.com

Rangkuman

Aspek Ringkasan Analisis BBRI (9M25) Status/Implikasi
Laba Bersih Turun 9,1% menjadi Rp 41,23 Triliun. Jangka Pendek Tertekan (Keputusan Manajemen)
Penyebab Laba Turun Kenaikan Beban CKPN (Pencadangan) dan Beban Bunga (CoF). Neraca "Dibersihkan" (Persiapan 2026)
NPL Gross Sedikit memburuk menjadi 3,08%. Kualitas Aset Diawasi (Fokus Segmen Mikro)
NPL Net Sangat sehat di 0,97%. Cadangan Sangat Memadai (Bantalan Tebal)
Permodalan CAR sangat kuat: 23,01%. Modal Super Tebal (Aman & Potensi Dividen Tinggi)
Likuiditas LDR 93,5%. Didukung peningkatan DPK Giro/CASA. Likuiditas Ketat, Struktur Dana Membaik
Holding UMi Pegadaian (aset melonjak) & PNM jadi mesin pertumbuhan. Diversifikasi Kuat
Proyeksi 2026 Pemulihan (Turnaround). Laba diproyeksikan rebound. Prospek Jangka Panjang Cerah (CKPN turun, CoF turun)
Rekomendasi Peluang Akumulasi Jangka Panjang (Dividen yield tinggi meski laba turun). Peluang Investasi


Laporan Analisis Mendalam Laporan Keungan Bank BRI (BBRI)

Periode Analisis: 9 Bulan Berakhir 30 September 2025 (9M25)

Status Dokumen: Audited/Limited Review (Interim) berdasarkan laporan keungan Bank BRI.

Jadwal Dividen 2026: Strategi Investasi Awal Tahun, Saham IPCM dan BSSR Tebar Cuan!

Jadwal Dividen 2026: Strategi Cuan Saham IPCM dan BSSR di Awal Tahun
dividen 2026
Jadwal Dividen 2026. Foto dokumentasi Kuhuni.com


Jadwal Dividen 2026: Strategi Investasi Awal Tahun

Memasuki periode Januari, para investor mulai berburu Jadwal Dividen 2026 untuk mengoptimalkan imbal hasil portofolio mereka. Di penghujung 2025 ini, dua emiten dari sektor berbeda, yaitu PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) dan PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), telah resmi mengumumkan rencana pembagian dividen interim yang akan cair pada Januari 2026.

Daftar Bank Berdasarkan KBMI 2025: Bank KBMI 4, KBMI 3, KBMI 2 dan KBMI 1

bank kbmi 1 2 3 4
Ilustrasi Daftar Bank KBMI 1, KBMI 2, KBMI 3 dan KBMI 4. Kuhuni.com


Di tengah dinamika sektor keuangan Indonesia yang terus berkembang, klasifikasi bank menjadi sebuah hal yang esensial. Sejak tahun 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperkenalkan sistem pengelompokan bank berdasarkan modal inti yang disebut Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI).

Jika Anda seorang nasabah, investor, atau pemerhati ekonomi, memahami Daftar Bank berdasarkan KBMI adalah kunci untuk menilai stabilitas, layanan, dan prospek pertumbuhan sebuah bank.

Artikel panjang dan mendalam ini akan mengupas tuntas klasifikasi KBMI 1, KBMI 2, KBMI 3, dan KBMI 4, lengkap dengan data terkini mengenai bank-bank di setiap kelompok per tahun 2025, berdasarkan modal inti (ekuitas) mereka. Tujuannya sederhana: menjadikan Anda pembaca yang cerdas dalam memilih dan berinvestasi di sektor perbankan.

Laporan Keuangan Bank BRI (BBRI) Oktober 2025, Laba Bersih Turun Rp 4,67 Triliun (Bank Only)

gedung kantor pusat bank bri
Gedung Kantor Pusat Bank BRI. Dokumentasi Kuhuni.com


PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau yang dikenal sebagai BRI, terus menunjukkan perannya sebagai salah satu pilar perbankan di Indonesia. Laporan keuangan bulanan (individual) BRI per 31 Oktober 2025 dan perbandingan dengan periode yang sama tahun 2024 (bank only) menyajikan gambaran kinerja yang komprehensif, mencakup Posisi Keuangan, Laba Rugi, dan Komitmen Kontinjensi.

Analisis ini akan mengupas tuntas angka-angka kunci, melihat tren pertumbuhan dan tantangan yang dihadapi BRI, serta memberikan perspektif mendalam bagi para investor dan pemangku kepentingan.

Laporan Keuangan BMRI Oktober 2025 Laba Bersih Turun 9,70% Jadi Rp 38,88 T

Ilustrasi Laporan Keuangan Bank Mandiri / Kuhuni.com

 Rangkuman Laporan Keuangan BMRI Oktober 2025

Analisis Laporan Keuangan Bulanan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) per 31 Oktober 2025 menunjukkan neraca yang semakin kuat dan ekspansi kredit yang solid, namun laba bersih mengalami koreksi. Berikut adalah poin-poin pentingnya:

  • Total Aset tumbuh impresif 14,00% YoY, menembus angka Rp 2.000 triliun.
  • Didorong oleh kenaikan Kredit yang Diberikan sebesar 11,07% YoY.
  • Pendapatan Bunga Bersih (NII) mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,55% YoY.
  • Beban Impairment (Kerugian Penurunan Nilai Aset) turun signifikan 25,08%, mengindikasikan perbaikan kualitas aset.
  • Laba Bersih Periode Berjalan terkoreksi sebesar 9,70% YoY.
  • Terjadi lonjakan masif pada Deposito sebesar 51,37% YoY, yang dapat memengaruhi biaya dana (cost of fund) bank.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) kembali menunjukkan posisi yang kokoh dengan rilis Laporan Keuangan Bulanan per 31 Oktober 2025. Analisis komprehensif ini membedah pertumbuhan Aset, Liabilitas, serta mengevaluasi kinerja Laba/Rugi Bank Mandiri dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (31 Oktober 2024).

Dividen Interim IPCC 2025 Rp26,16 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya!

jadwal pembagian dividen ipcc
Ilustrasi Pembagian Dividen IPCC / Kuhuni.com


PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) telah mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar nilai Rp26,1629 per saham.

Apa Itu Dividen Interim IPCC 2025?

Dividen interim IPCC 2025 adalah pembagian keuntungan sementara oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) kepada pemegang sahamnya untuk tahun buku 2025.

Berdasarkan persetujuan Dewan Komisaris pada 4 Desember 2025, perusahaan akan membagikan total Rp47,57 miliar, yang setara dengan Rp26,1629 per saham. Dana ini dialokasikan berdasarkan kinerja keuangan perseroan selama periode sembilan bulan pertama tahun ini.

Terbaru

      Konten Pilihan