![]() |
| Logo Superbank / SUPA |
Tekanan jual masif melanda saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) pada perdagangan Senin, 22 Desember 2025. Saham bank digital ini tercatat anjlok tajam hingga 14,63% dan menyentuh level Auto Reject Bawah (ARB) di posisi Rp1.050 per lembar saham.
Berdasarkan data perdagangan, SUPA sempat dibuka pada level tertinggi Rp1.230 sebelum akhirnya merosot ke zona merah hingga penutupan pasar. Sepanjang hari, total volume perdagangan mencapai 1.169.944.700 saham dengan nilai transaksi fantastis sebesar Rp1.262.423.030.000.
Analisis Broker Summary: Distribusi Masif
Melihat komposisi transaksi berdasarkan data broker summary, terlihat adanya aksi distribusi atau tekanan jual yang cukup kuat dari beberapa sekuritas utama:
| Top Seller (Broker) | Volume (Lot) | Nilai Jual (IDR) |
|---|---|---|
| FZ | -1.075.426 | -113.447.048.500 |
| CP | -524.260 | -58.368.438.500 |
| MG | -433.217 | -50.682.171.000 |
Data menunjukkan broker FZ menjadi penjual terbesar dengan nilai mencapai Rp113,4 miliar.
Di sisi lain, minat beli mencoba menahan kejatuhan harga, dipimpin oleh broker XL (Stockbit Sekuritas) yang mencatatkan akumulasi sebanyak 891.433 lot dengan nilai beli bersih mencapai Rp101.906.991.000. Broker lain seperti CC (Mandiri Sekuritas) dan RF (Buana Sekuritas) juga terpantau melakukan aksi beli dengan nilai masing-masing Rp46,6 miliar dan Rp42,5 miliar.
Statistik Perdagangan SUPA
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Harga Tertinggi | Rp1.230 |
| Harga Terendah / Penutupan | Rp1.050 |
| Selisih Penurunan | -180 Poin (14,63%) |
| Frekuensi Transaksi | 352.437 kali |
Aksi jual yang dominan dari broker FZ, CP, dan MG membuat tekanan pada harga saham SUPA tidak terbendung meski volume beli dari broker retail dan institusi lain cukup besar. Investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi pada saham sektor bank digital ini di hari perdagangan berikutnya.
Dapatkan update pergerakan pasar modal dan analisis bandermology terbaru hanya di Kuhuni.com.
Disclaimer: Berita ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Segala keputusan investasi berada di tangan investor masing-masing.

0 comments
Posting Komentar