Harga Saham GGRM 10 Tahun Terakhir

harga saham ggrm 10 tahun terakhir

Harga saham Gudang Garam (IDX: GGRM) terus turun sepanjang tahun 2021. Harga saham GGRM dari awal Januari hingga September 2021 sudah turun sebesar 22%. Harga saham GGRM pada Januari 2021 masih berada di level Rp 41.000 per lembar. Namun, September 2021 harga saham GGRM kembali turun ke Rp 31. 900 per lembar.

Harga tertinggi saham Gudang Garam (GGRM) Rp 83.800 per lembar di tahun 2017 dan di tahun 2018. Namun, tahun 2019 harga saham GGRM anjlok ke harga Rp 53.000 per lembar atau -37%. Kemudian, terus anjlok hingga tahun 2020 di level Rp 41.000 atau minus 23%. Berikut histori harga saham GGRM selama 10 tahun terakhir.

Saham RUNS Naik 108%, Apakah akan kembali ARA?

idx runs

Kuhuni.com – Saham RUNS sejak pertama kali IPO sudah naik sebesar 108%. Harga saham RUNS awalnya dijual ke pasar di harga Rp 254 per lembar dan kini sahamnya sudah melonjak ke harga Rp 530 per lembar.

Harga saham PT Global Sukses Solusi Tbk ( IDX : RUNS)  sejak IPO di Bursa Efek pada tanggal 8 September 2021 sudah mengalami ARA ( auto reject atas) selama 8 hari berturut-turut. Saham RUNS pada perdangan tanggal 17 September 2021, volume transaksi mencapai 2,9 juta lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,57 miliar.

Dividen HEXA 2021: US$ 0,0839 Per Lembar

Dividen HEXA

Kuhuni.com – Dividen HEXA 2021 sebesar US$ 0.083902 per lembar atau setara dengan US$ 70,47 juta atau setara dengan Rp 1 triliun (kurs Rp 14.257 per USD). Dividen tunai HEXA tahun 2021 meningkat dibanding dividen tahun sebelumnya. Berikut histori pembagian dividen HEXA selama 5 tahun terakhir ini.

Hexindo Adiperkasa Tbk (IDX: HEXA) selama 5 tahun terakhir rasio pembagian dividen selalu mencapai di atas 80% dari laba bersih.

Berikut Histori Dividen HEXA 5 tahun terakhir:

  1. Tahun 2020 dividen HEXA sebesar US$ 0.3661 per lembar.
  2. Tahun 2019 dividen HEXA sebesar US$ 0.358 per lembar saham.
  3. Tahun 2018 dividen HEXA sebesar US$ 0.2148 per lembar saham.
  4. Tahun buku 2017 dividen HEXA sebesar US$ 0.01721 per lembar saham.
  5. Tahun buku 2016 dividen HEXA sebesar US$ 0.1262 per lembar saham. Jumlah dividen tahun 2016 merupakan jumlah dividen terbesar dibanding tahun yang lain.

Lihat Juga:

1.    Daftar Aplikasi Trading Saham Harian Terbaik

2.    20 Saham ini Bagi Dividen 2021, No 20 Paling Oke

3.    Dividen Bukit Asam PTBA dari Tahun ke Tahun 

4.    Daftar Broker Saham Asing di Indonesia

5.    Daftar Broker Forex Terpercaya

Laba bersih Hexindo Adiperkasa Tbk (IDX: HEXA)  tahun buku 2020 tercatat sebesar US$ 38,43 juta dan laba bersih per saham sebesar US$ 0.04576. Dengan demikian di tahun 2021 ini HEXA kembali membagikan dividen jumbo. Dividen yang dibagikan melebihi laba bersih. Dividen tunai HEXA tahun 2021 adalah sebesar US$ 0.083902 per lembar saham, dengan catatan rasio pembayaran dividen mencapai 200%. Atau sebesar ±Rp 1.200 per lembar. Dengan demikian perkiraan dividen yield HEXA sebesar 26% dari harga saham Rp 4.570 per lembar.

Lihat Juga: 5 Aplikasi Jual Beli Saham Terbaik di Indonesia

Jumlah dividen HEXA 2021 ini telah diputuskan di RUPS Hexindo Adiperkasa Tbk (IDX: HEXA) tanggal 17 September 2021. Jadwal pembagian dividen HEXA 2021 akan disampaikan perseroan lewat Bursa Efek dan KSEI.

Saham GTSI ARB: Apakah harga saham GTSI akan ke Rp 50?

 

GTSI ARB

Saham GTSI ARB (auto rejek bawah) selama 3 hari berturut-turut. Sejak saham GTSI IPO tanggal 8 September 2021, harga sahamnya langsung turun 7 % ke harga Rp 93 per lembar. Selanjutnya tanggal 9 September 2021 harga saham GTSI kembali ARB di harga Rp 87 per lembar. Terakhir tanggal 10 September 2021 harga saham GTSI langsung ARB atau turun 6,90 % di harga Rp 81 per lembar.

Saham PT GTS Internasional (GTSI) pada perdangan sesi pertama tanggal 10 September 2021 kembali ditawarkan sebanyak 5 juta lembar saham. Namun saham GTSI tidak ada yang siap membeli, sehingga para investor ritel tidak bisa menjual sahamnya.

Baca Juga: Profil Budi Haryono: Komisaris Utama PT GTSInternasional (GTSI)

Saham GTSI: Mimpi Buruk Bagi Investor Ritel

harga saham gtsi

Kuhuni.com – Saham PT GTS Internasional (GTSI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Harga saham GTSI pun langsung  mengalami ARB auto rejection bawah di harga Rp 93 per lembar atau turun 7%.

Turunnya harga saham GTSI menjadi mimpi buruk bagi investor ritel yang sudah terlanjur membeli di saat IPO. Ingin hati mendapat cuan dari saham IPO GTSI, malah berubah jadi mimpi buruk karena harga sahamnya langsung turun.

Saham GTSI pada pukul 10:40 WIB tanggal 8 September 2021, antri jual (offer) mencapai 4,7 juta lot atau sekitar 470 juta lembar. Artinya banyak investor yang ingin menjual sahamnya segera.

LIHAT JUGA: Profil dan Sejarah SingkatSaham PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)

Harga saham GTSI pada saat IPO ditawarkan ke masyarakat sebesar Rp 100 per lembar. Dan jumlah saham GTSI yang ditawarkan sebanyak 2,4 miliar dan  GTS Internasional (GTSI) berhasil meraup dana IPO sebesar Rp 240 miliar.

Siapa pemilik Saham GTS Internasional (GTSI)?

Dari prospektus yang diterbitkan oleh perseroan, PT GTS Internasional (GTSI) dimiliki dan dikendalikan oleh Hutomo Madala Putra atau lebih dikenal dengan nama Tommy Soeharto bersama dengan saudaranya Sigit Harjojudanto.

LIHAT JUGA: Aplikasi Trading Saham Harian Terbaik

PT GTS Internasional (GTSI) berada di bawah nuangan PT Hampuss. Perhatikan sturuktur kepemilikan saham di gambar bawah berikut.

pemilik saham gtsi

PT GTS Internasional (GTSI) adalah perusahaan yang bergerak dibidang Angkutan Laut Dalam Negeri dan Luar Negeri untuk Barang Khusus seperti Gas Alam dan Buatan.

 LIHAT JUGA: Profil dan Sejarah Singkat Saham PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)  

Bagaimana harga saham GTSI apakah akan kembali turun?

Saham GTSI bisa saja kembali turun apabila tidak ada yang berminat membeli sahamnya. Namun apabila investor berminat dan berbondong-bondong membeli saham yang ditawarkan, maka harga sahamnya pun akan naik.

Namun, yang menjadi pertanyaan? Siapa yang bersedia untuk membeli saham yang ditawarkan hingga mencapai ratusan juta lembar? Apakah Anda sebagai investor bersedia?

Lihat Juga: Apakah Harga Saham GTSI akan ke Gocap?

Jadwal IPO Saham BMHS (Bundamedik Tbk)

Saham BMHS

Kuhuni.com
– IPO Bundamedik Tbk dimulai tanggal 30 Juni 2021 dan tanggal 1-2 Juli 2021. PT Bundamedik Tbk memiliki kode saham BMHS dan akan berencana listing di Bursa Efek Indonesia tanggal 5 Juli 2021.

Penawaran awal saham BMHS sudah berlangsung sejak tanggal 17-22 Juni 2021 secara online (E-IPO). Sementara tanggal efektif untuk penawaran umum akan dinformasikan pada tanggal 28 Juni 2021.

11 Saham Ini Bayar Dividen Tunai Juli 2021, No 11 Paling Oke


Kuhuni.com –
Saham bayar dividen tunai Juli 2021 ke pemegang saham diantaranya saham SMAR, MERK, MICE, TPIA, SCCO dan saham lainnya. Berikut daftar saham yang membayar dividen ke investor Juli 2021.

Saham yang Membayar Dividen Tunai Juli 2021

1. Dividen Saham SMAR

Dividen tunai saham SMAR (Smart Tbk) 2021 sebesar Rp 160 per lembar saham. Pembagian dividen ke pemegang saham dibayar tanggal 2 Juli 2021. Sementara yang berhak mendapat dividen yaitu pemegang saham yang masih memiliki sahamnya hingga cum date 23 Juni 2021.

Aplikasi Trader yang Terdaftar di OJK: Paling Aktif Mei 2021

Mirae Sekuritas (YP)

Aplikasi Trader yang Terdaftar di OJK – Paling aktif Mei 2021
yaitu Neo Host Mobile milik Mirae Aset Sekuritas (YP), MOST Mobile Mandiri Sekuritas milik Mandiri Sekuritas (CC) dan CGS-CIMB iTrade milik CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (YU). Berikut daftar selengkapnya berdasarkan hasil statistik dari Bursa Efek Indonesia Mei 2021.

Aplikasi Trader yang Terdaftar di OJK: Nilai Transaksi Terbesar Mei 2021

Dividen Bank BUMN 2021 Mencapai Rp 23,21 Triliun


Dividen Bank BUMN 2021 sebesar Rp 23,21 triliun. Dividen Bank BUMN ini berasal dari bank milik negara yaitu Bank BRI, BNI, BTN dan Mandiri.

Jumlah dividen Bank BUMN yang diterima oleh negara mencapai Rp 13,53 triliun atau sebesar 58 persen dari total dividen yang dibagikan ke pemegang saham. Sisanya diterima oleh pemegang saham publik atau sekitar 42 persen.

Dividen Himbara (Bank BUMN) tahun 2021 ini menurun sebesar 43,33% dibanding jumlah dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 40,96 triliun. Dengan demikian penerimaan kas negara juga menurun dibanding perolehan dividen tahun 2020 yang mencapai  Rp 23,9 triliun.


Dividen Bank BRI (BBRI) 2021

Dividen BBRI 2021 sebesar Rp 12,12 triliun atau Rp 98,9 per lembar. Jumlah dividen BBRI 2021 ini menurun 41 persen dibanding jumlah dividen tahun 2020 mencapai Rp 20,62 triliun.

Pendapatan negara dari dividen Bank BRI tahun 2021 juga akhirnya turun jadi Rp 6,88 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 11,7 triliun di tahun 2020. Turunnya jumlah dividen Bank BRI disebabkan oleh menurunnya laba bersih yang diperoleh perseroan.

LIHAT JUGA: Histori Dividen BRI Sejak IPO

Dividen Bank Mandiri (BMRI) 2021

Dividen Bank Mandiri (BMRI) 2021 sebesar Rp 10,27 triliun atau  Rp 220,27 per lembar. Jumlah dividen BMRI 2021 ini turun sebesar  37 persen dibanding dividen tahun 2020 mencapai Rp 16,48 triliun.

Dividen yang diperoleh negara dari Bank Mandiri akhirnya juga turun menjadi Rp 6,16 triliun dari sebelumnya di tahun 2020 mencapai Rp 9,89 triliun. Turunnya jumlah dividen yang dibagikan juga sama dengan yang dialami Bank BRI yaitu karena turunnya laba yang diperoleh Bank Mandiri.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank Mandiri Sejak IPO

Dividen Bank BNI (BBNI) 2021

Dividen BBNI 2021 sebesar Rp 820,1 miliar atau Rp 44 per lembar. Jumlah dividen BBNI 2021 turun sebesar 80% dibanding dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 3,84 triliun.

Jumlah dividen yang didapatkan negara dari Bank BNI tahun 2021 sebesar Rp 492,58 miliar, turun drastis dibanding dividen tahun 2020 mencapai Rp 2,3 triliun. Penurunan ini juga disebabkan karena turunnya laba bersih Bank BNI di tahun 2020.

Dividen Bank BTN (BBTN) 2021

Bank BTN tahun 2021 tidak membagikan dividen. Alhasil negara tidak mendapat setoran dividen dari bank BUMN yang satu ini. Sementara tahun 2020 Bank BTN masih membagikan dividen sebesar Rp 20,92 miliar dan negara mendapat dividen sebesar Rp 12,55 miliar dari Bank BTN.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank BTN Sejak IPO

Siap-siap Bagi Dividen, Adira Mau RUPST


Kuhuni.com
- Pembagian dividen Adira Finance (ADMF) tahun 2021 akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  tanggal 30 Juni 2021. RUPST Adira akan diselenggarakan pukul 14:00 WIB  di Hall Adira Millennium Centennial Center Lantai 60 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 25 Jakarta 12920.

Salah satu agenda pembahasan dalam RUPST  Adira adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2020. Adira (ADMF) selama tahun 2020 berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 1,02 triliun.

Adira Finance sejak tahun 2005 selalu royal membagikan dividen ke pemgang saham. Bahkan Adira pernah membagikan dividen sebesar Rp 2.700 per lembar di tahunn 2014 dan dividen yield mencapai 37 persen.

Dividen Adira tertinggi selanjutnya ada di tahun 2020 mencapai Rp 1.054 per lembar dan dividen yield sebesar 13 persen.

Adira Finane belum pernah absen membagikan dividen ke investor. Tiap tahunnya selalu membagikan dividen hingga 50 persen dari laba bersih.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Adira Sejak IPO

Informasi Singkat Adira Finance

Adira Finance adalah perusahaan pembiayaan yang memberikan kredit motor, kredit mobil, kredit elektronik dan furnitur, kredit multiguna, pembiayaan syariah umrah dan Asuransi Adira.

Adira berdiri sejak tahun 1990 dan mulai beroperasi sejak tahun 1991. Per 31 Maret 2021 Adira Finance (ADMF) telah memberikan pembiayaan ke konsumen sebesar Rp 46,59 triliun. Terdiri dari pembiayaan mobil sebesar Rp 25,06 triliun, pembiayaan sepeda motor Rp 17, 66 triliun, pembiayaan barang elektronik dan furniture Rp 182,53 miliar dan pembiyaan lainnya sebesar Rp 3,68 triliun.

Hingga akhir Maret 2021 Adira Finance (ADMF) memiliki total aset sebesar Rp 25,58 triliun dan ekuitas sebesar Rp 8,19 triliun.

LIHAT JUGA: Asuransi Mobil Terbaik 2021, Terbaru!

Pilih Topik

Analisa 43 Broker 26 Dividen 302 IPO 37 Kinerja 83 Profil 30 Saham 169

Berita Utama

Saham BBCA: Harga, Cara Beli, Keuntungan dan Profil

Saham BBCA Saham BBCA (Bank BCA) adalah saham kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia. Saham Bank BCA Oktober 2021 memiliki market...

Pilihan Pembaca