Laporan Keuangan Adhi Commuter (IDX: ADCP) 2021, Laba Rp34 Miliar


Laporan Keuangan 
Adhi Commuter 2021 untuk periode 6 bulan pertama menunjukkan pendapatan perseroan sebesar Rp 201,02 miliar, turun tipis dari sebelumnya Rp209,36 miliar. Sementara beban pokok juga ikut turun jadi Rp150,21 miliar dari sebelumnya Rp197,19 miliar.

Laba bersih Adhi Commuter tercatat meningkat jadi Rp33,93 miliar, dari sebelumnya hanya Rp375 juta. Bila diperhatikan dari laporan keuangan ADCP 2021 di bawah.

Laba bersih Adhi Commuter (IDX: ADCP) selama 2 tahun berturut-turut mengalami kenaikan. Tahun 2018 Adhi Commuter mencatatkan laba bersih sebesar Rp64,53 miliar. Pada tahun 2019 Adhi Commuter kembali berhasil meraih laba sebesar Rp150,31 miliar atau naik 2 kali lipat dari sebelumnya. Pada tahun 2020 ADCP laba bersih turun jadi Rp133,25 miliar.

LIHAT JUGA: Laporan Keuangan Sumber Tani Agung (IDX: STTA) 2021

Total aset perseroan tercatat sebesar Rp5,57 triliun. Total liabilitas ADCP sebesar Rp3,57 triliun. Terakhir ekutias Adhi Commuter sebesar Rp2 triliun.

Laba Bersih Bank Mandiri (IDX: BMRI) 2021 Meningkat 66,8%, Jadi Rp 28,03 T

IDX BMRI 

Kuhuni.com – Jakarta, 27 Januari 2022. Bank Mandiri (IDX: BMRI) sepanjang tahun 2021 berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 28,03 triliun atau meningkat 66,8% dibanding tahun 2020.

"Sepanjang tahun 2021, Bank Mandiri telah secara aktif mengimplementasikan transformasi digital untuk mencapai strategi jangka panjang dan menghasilkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan," ujar Darmawan Junaidi Direktur Utama Bank Mandiri dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri 2021 di Jakarta, Kamis (27/1).

Menurut Darmawan Junaidi, pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi perseroan yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Tercatat, hingga akhir 2021, laju kredit perseroan secara konsolidasi mampu tumbuh positif sebesar 8,86% secara YoY menjadi Rp 1.050,16 triliun lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit Industri sebesar 5,2% YoY.

Kontrak Baru PP Presisi 2021 Tembus Rp5,6 Triliun

Kuhuni.com – Jakarta. Hingga akhir 2021, kontrak baru PP Presisi Tbk (IDX: PPRE) berhasil tembus Rp5,6 triliun, meningkat sebesar 100% YoY dari Rp2,8 triliun, periode yang sama tahun lalu dan melampaui target 2021 sebesar 153%.

Kinerja tersebut tercapai dari usaha penambahan kontrak baru secara berkesinambungan yang mana di penghujung tahun 2021 masih dapat membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp280 miliar, berupa mining development serta proyek civil work.

“Pencapaian kontrak baru PPRE tahun 2021 yang meningkat 100% year on year, bahkan melampaui terget, merupakan prestasi tersendiri yang patut dibanggakan karena perolehan kontrak baru tersebut bahkan hampir pulih seperti pencapaian tahun 2019 sebelum pandemic covid 19 melanda. Hal inilah yang memicu optimisme kami untuk meningkatkan perolehan kontrak baru pada tahun 2022,” ujar Rully Noviandar, Direktur Utama PP Presisi.

Krakatau Steel (IDX: KRAS) Lunasi Utang Rp2,7 Triliun ke Bank BUMN

Kuhuni.com – Jakarta. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (IDX: KRAS) Jumat, 24 Desember 2021 mengumumkan telah melaksanakan kewajiban pembayaran utang Tranche B sebesar Rp2,7 triliun.

Krakatau Steel dapat menyelesaikan fasilitas Working Capital Bridging Loan (WCBL) yang sebesar USD200 juta kepada tiga bank BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (IDX: BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI).

Tardi , Direktur Keuangan Krakatau Steel mengatakan “Sesuai dengan perjanjian kredit restrukturisasi, Krakatau Steel telah melakukan pembayaran atas outstanding fasilitas kredit yang sebesar USD200 juta yang jatuh tempo pada bulan Desember 2021.”

LIHAT JUGA: Saham BBCA, Apakah Masih Menguntungkan Cek Faktanya!

Laporan keuangan KAEF Q3 2021, Laba Bersih Melonjak 311%


Laporan keuangan Kimia Farma
(IDX: KAEF) tahun 2021 untuk periode 9 bulan pertama telah dirilis perseroan. Dari hasil laporan keuangan di bawah dapat kita lihat pendapatan Kimia Farma (KAEF) Q3 2021 mencapai Rp 9,49 triliun. Pendapatan Kimia Farma meningkat dibanding periode yang sama dengan tahun lalu hanya sebesar Rp 7,04 triliun.

LIHAT JUGA: Saham BBCA, Apakah Masih Menguntungkan Cek Faktanya!

Beban pokok pendapatan juga naik jadi Rp 6,16 triliun dari sebelumnya Rp 4,41 triliun.

Laba bersih KAEF kuartal 3 tahun 2021 yang dapat di diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik jadi Rp 301,93 miliar, melonjak 311% dibandingkan kuartal 3 tahun 2020 hanya Rp 37,19 miliar. Laba bersih per saham KAEF juga naik menjadi Rp 53,06 per saham (Q3-2020 Rp 6,70 per saham).

PTPP Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana Alam Semeru Jawa Timur


Kuhuni.com
– Jakarta. PT PP (Persero) Tbk (IDX: PTPP), salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka, terdepan, dan terbesar di Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana alam erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (“TJSL”). Bantuan yang diberikan oleh PTPP tersebut disalurkan di 3 (tiga) titik lokasi, yaitu: Kantor PKK Kecamatan Pronowijo, Pendopo Kantor Bupati Lumajang, dan Desa Jarit Kecamatan Candipuro.

Bantuan tanggap darurat pertama untuk erupsi Gunung Semeru diserahkan oleh Tim PTPP kepada Posko Bencana di Kantor PKK Kecamatan Pronojiwo pada Minggu malam (05/12). Bantuan yang diberikan terdiri dari makanan siap saji, air mineral, paket sembako, perlengkapan satefy, perlengkapan mandi, keperluan anak & bayi, kebutuhan sandang, dan kebutuhan korban bencana lainnya.

Kontrak Baru PP Presisi Melesat Menjadi Rp5,3 Triliun


Kuhuni.com
– Jakarta. Kontrak baru PP Presisi (IDX:PPRE) melesat menjadi Rp5,3 triliun. Pencapaian perolehan kontrak baru tersebut berupa tambahan kontrak baru selama November yang berhasil dibukukan sebesar Rp504 miliar berasal dari proyek pengembangan pertambangan nikel Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara.

 “Kapasitas & kapabilitas PP Presisi dalam pengembangan pertambangan kembali dipercaya dengan diperolehnya tambahan kontrak pengembangan pertambangan nikel Weda Bay. Kontrak tersebut merupakan kelanjutan dari kontrak yang telah diperoleh sebelumnya, sehingga secara keseluruhan total kontrak yang telah dikantongi PPRE dari Weda Bay mencapai Rp 1,2 triliun.

LIHAT JUGA: Deposit Saham Termurah dan Menguntungkan

PTPP Tuntaskan Pembangunan Gedung Keuangan Negara Jayapura dengan Kualitas Terbaik


Kuhuni.com
– Jakarta. PT PP (Persero) Tbk (IDX:PTPP) salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka, terbesar, dan terdepan di Indonesia menghadiri acara peresmian Gedung Keuangan Negara di Jayapura. Acara tersebut diresmikan secara langsung oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani yang ditandai secara simbolis dengan penandatanganan prasasti.

Dalam acara peresmian Gedungan Keuangan Negara yang dilaksanakan pada hari ini Jumat (26/11) turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban, Gubernur Papua Lukas Enembe, Walikota Jayapura Benhur Tomi Mao, Kapolda Papua Mathius D. Fakhiri, Direktur Operasi Bidang Gedung PTPP Anton Satyo Hendriatmo, dan para pejabat daerah setempat.

Laporan keuangan Garuda Q3 2021, Rugi USD 1,66 miliar


Laporan keuangan
Garuda (GIAA) tahun 2021 untuk periode 9 bulan pertama telah dirilis perseroan. Dari hasil laporan keuangan  di bawah dapat kita lihat pendapatan  PT Garuda Indonesia Tbk (IDX:GIAA) Q3 2021 mencapai USD 939,02 juta. Pendapatan ini turun dibanding periode yang sama dengan tahun lalu sebesar USD 1,13 miliar.

Beban usaha juga turun jadi USD 1,98 miliar dari sebelumnya USD 2,24 miliar.

Kerugian bersih GIAA kuartal 3 tahun 2021 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk jadi minus USD 1,66 miliar (apabila dikonversi ke rupiah 1 USD 14.200, maka kerugian Garuda mencapai Rp 23,57 triliun). Kerugian ini meningkat dibanding kuartal 3 tahun 2020 minus USD 1,09 miliar. Rugi bersih per saham GIAA juga naik menjadi USD -0,06422 per saham (Q3-2020  USD -0,04152 per saham).

Laporan keuangan WSKT Q3 2021, Laba Rp 252,71 Miliar


Laporan keuangan
Waskita Tbk (WSKT) tahun 2021 untuk periode 9 bulan pertama telah dirilis perseroan. Dari hasil laporan keuangan  di bawah dapat kita lihat pendapatan  PT Waskita Tbk (WSKT) Q3 2021 mencapai Rp 7,12 triliun. Pendapatan ini turun dibanding periode yang sama dengan tahun lalu hanya sebesar Rp 11,74 triliun.

Beban pokok pendapatan juga turun jadi Rp 6,84 triliun dari sebelumnya Rp 10,97 triliun.

Laba bersih WSKT kuartal 3 tahun 2021 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk jadi Rp 252,71 miliar atau berhasil meraih kinerja positif dibandingkan kuartal 3 tahun 2020 mengalami kerugian hingga Rp 2,63 triliun. Laba bersih per saham WSKT juga naik menjadi Rp 18,62 per saham (Q3-2020  Rp -194,27 per saham).

Aplikasi Trading Saham Terbaik

Aplikasi Trading Saham Terbaik
Aplikasi Trading Saham Terbaik Resmi Terdaftar di OJK

Berita Utama

Trading Forex untuk Pemula: Modal Kecil Untung Besar

Aplikasi online trading yang banyak tersedia saat ini, membuat investasi forex bertumbuh dengan cepat. Kini semua orang bisa berinvestasi fo...