Laporan Keuangan Saham ARNA September 2026: Penjualan Rp2,51 Triliun, Laba Naik 22,82%

KUHUNI.COM – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026. Penjualan bersih perseroan meningkat 15,57% menjadi Rp2,51 triliun, sedangkan laba tahun berjalan naik 22,82% menjadi Rp375,88 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, penjualan bersih ARNA mencapai Rp2.512.401.641.132. Pada Januari–September 2025, penjualan tercatat Rp2.173.867.053.047.

Pertumbuhan laba juga lebih tinggi daripada kenaikan penjualan. Laba tahun berjalan meningkat dari Rp306.026.761.601 menjadi Rp375.876.512.493. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp369,62 miliar, naik 22,35% secara tahunan.

Contoh keramik produk Arwana. Sumber foto: arwanacitra.com 

Selain peningkatan penjualan dan laba, ARNA mencatat kenaikan laba usaha, perbaikan margin laba, serta arus kas operasi yang lebih besar. Namun, saldo kas dan setara kas pada akhir September 2026 turun dibandingkan akhir 2025, sementara total liabilitas meningkat.

Ringkasan Kinerja Keuangan ARNA September 2026

Berikut perbandingan kinerja keuangan konsolidasian ARNA untuk sembilan bulan pertama 2026 dan 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba per saham.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Penjualan bersih 2.512.401.641.132 2.173.867.053.047 +338.534.588.085 +15,57%
Beban pokok penjualan 1.716.277.556.898 1.514.203.239.677 +202.074.317.221 +13,35%
Laba kotor 796.124.084.234 659.663.813.370 +136.460.270.864 +20,69%
Beban penjualan 224.432.296.865 198.381.859.347 +26.050.437.518 +13,13%
Beban umum dan administrasi 76.277.847.576 64.875.697.112 +11.402.150.464 +17,58%
Rugi selisih kurs neto 16.825.903.435 6.837.092.674 +9.988.810.761 +146,10%
Laba usaha 485.304.012.877 393.267.333.593 +92.036.679.284 +23,40%
Laba sebelum pajak 488.021.699.508 393.093.309.040 +94.928.390.468 +24,15%
Beban pajak penghasilan neto 112.145.187.015 87.066.547.439 +25.078.639.576 +28,80%
Laba tahun berjalan 375.876.512.493 306.026.761.601 +69.849.750.892 +22,82%
Laba pemilik entitas induk 369.624.785.399 302.107.808.347 +67.516.977.052 +22,35%
Laba per saham Rp53,15 Rp42,87 +Rp10,28 +23,98%

Penjualan ARNA Tumbuh 15,57% Menjadi Rp2,51 Triliun

Penjualan bersih menjadi salah satu penopang kinerja ARNA selama Januari–September 2026. Perseroan membukukan penjualan Rp2,51 triliun, bertambah Rp338,53 miliar dibandingkan Rp2,17 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut setara dengan 15,57% secara tahunan. Kenaikan penjualan menunjukkan peningkatan nilai pendapatan yang dibukukan perseroan selama periode laporan.

Laba Kotor ARNA Naik 20,69%, Margin Ikut Meningkat

Laba kotor ARNA meningkat dari Rp659,66 miliar pada Januari–September 2025 menjadi Rp796,12 miliar pada periode yang sama 2026. Kenaikannya mencapai Rp136,46 miliar atau 20,69%, lebih tinggi daripada pertumbuhan penjualan yang sebesar 15,57%.

Beban pokok penjualan meningkat 13,35% menjadi Rp1,72 triliun. Dengan demikian, laju kenaikan beban pokok penjualan lebih rendah daripada pertumbuhan penjualan, sehingga laba kotor tumbuh lebih cepat.

Margin laba kotor ARNA naik dari sekitar 30,35% menjadi 31,69%, atau meningkat sekitar 1,34 poin persentase. Artinya, bagian penjualan yang tersisa setelah dikurangi beban pokok penjualan menjadi lebih besar dibandingkan periode pembanding.

Baca Laporan Keuangan Emiten

  1. Laporan Keuangan DEWA 9 Bulan 2026: Laba Melonjak 114,5% Jadi Rp513 Miliar
  2. Pendapatan Waskita Karya (WKST) Naik 53,7% pada 9 Bulan 2026, Rugi Bersih Masih Rp3,26 Triliun
  3. Laporan Keuangan DIGI September 2026: Pendapatan Turun, Rugi Bersih Menyusut Jadi Rp730 Juta
  4. Laporan Keuangan AXIO September 2026: Pendapatan Naik 24%, Laba Bersih Tembus Rp61 Miliar
  5. Laporan Keuangan BPFI September 2026: Laba Bersih Naik 89% Jadi Rp97,81 Miliar
  6. Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
  7. Laporan Keuangan BOBA September 2026: Penjualan dan Laba Bersih Meningkat
  8. Laporan Keuangan Saham ARNA September 2026: Penjualan Rp2,51 Triliun, Laba Naik 22,82%

Laba Usaha ARNA Naik 23,40% Menjadi Rp485,30 Miliar

Laba usaha ARNA meningkat menjadi Rp485,30 miliar dari Rp393,27 miliar pada periode sembilan bulan pertama 2025. Secara nominal, kenaikannya mencapai Rp92,04 miliar atau 23,40%.

Pertumbuhan laba usaha yang melampaui pertumbuhan penjualan menunjukkan bahwa laba dari kegiatan usaha meningkat lebih cepat daripada pendapatan. Margin laba usaha pun naik dari sekitar 18,09% menjadi 19,32%, bertambah sekitar 1,23 poin persentase.

Namun, sejumlah beban juga meningkat. Beban penjualan bertambah Rp26,05 miliar atau 13,13%, sedangkan beban umum dan administrasi naik Rp11,40 miliar atau 17,58%.

Rugi selisih kurs neto meningkat dari Rp6,84 miliar menjadi Rp16,83 miliar. Nilai kerugian bertambah sekitar Rp9,99 miliar. Kenaikan rugi selisih kurs menjadi salah satu pos yang perlu dicermati, meskipun laba usaha secara keseluruhan tetap meningkat.

Di sisi lain, laba penjualan aset tetap meningkat dari Rp727,43 juta menjadi Rp853,60 juta. Pendapatan lain-lain juga naik dari Rp2,97 miliar menjadi Rp5,86 miliar.

Laba Sebelum Pajak Tumbuh 24,15%

Laba sebelum pajak penghasilan ARNA mencapai Rp488,02 miliar, meningkat Rp94,93 miliar atau 24,15% dibandingkan Rp393,09 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Pendapatan keuangan neto turun dari Rp8,01 miliar menjadi Rp6,67 miliar, berkurang Rp1,34 miliar atau 16,76%. Sementara itu, beban keuangan menyusut dari Rp8,19 miliar menjadi Rp3,95 miliar, turun sekitar Rp4,23 miliar atau 51,73%.

Laba Bersih ARNA Naik 22,82% Menjadi Rp375,88 Miliar

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan neto sebesar Rp112,15 miliar, ARNA membukukan laba tahun berjalan Rp375,88 miliar. Angka tersebut naik Rp69,85 miliar atau 22,82% dari Rp306,03 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban pajak penghasilan neto meningkat dari Rp87,07 miliar menjadi Rp112,15 miliar, bertambah Rp25,08 miliar atau 28,80%. Dengan demikian, pertumbuhan beban pajak secara persentase lebih tinggi daripada kenaikan laba sebelum pajak.

Meski demikian, laba bersih tetap tumbuh karena kenaikan laba sebelum pajak lebih besar daripada tambahan beban pajak. Margin laba bersih meningkat dari sekitar 14,08% menjadi 14,96%, atau bertambah sekitar 0,88 poin persentase.

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp369,62 miliar, sedangkan bagian laba untuk kepentingan nonpengendali sebesar Rp6,25 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, masing-masing tercatat Rp302,11 miliar dan Rp3,92 miliar.

Laba per Saham ARNA Naik Menjadi Rp53,15

Laba per saham atau earnings per share (EPS) ARNA meningkat dari Rp42,87 menjadi Rp53,15. Kenaikan sebesar Rp10,28 tersebut setara dengan 23,98%.

EPS menggambarkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa untuk setiap saham berdasarkan perhitungan akuntansi. Angka ini bukan dividen per saham dan tidak menunjukkan jumlah kas yang pasti diterima investor.

Aset ARNA Naik Menjadi Rp2,99 Triliun

Pada 30 September 2026, total aset konsolidasian ARNA mencapai Rp2,99 triliun, naik Rp108,38 miliar atau 3,76% dibandingkan Rp2,88 triliun pada 31 Desember 2025.

Pos Keuangan 30 September 2026 31 Desember 2025 Perubahan (%)
Kas dan setara kas Rp260,00 miliar Rp377,94 miliar -31,21%
Piutang usaha pihak berelasi Rp831,70 miliar Rp802,66 miliar +3,62%
Piutang usaha pihak ketiga Rp152,04 miliar Rp82,50 miliar +84,29%
Persediaan Rp160,49 miliar Rp118,52 miliar +35,41%
Total aset lancar Rp1.456,85 miliar Rp1.429,22 miliar +1,93%
Aset tetap Rp1.475,90 miliar Rp1.395,78 miliar +5,74%
Total aset tidak lancar Rp1.535,38 miliar Rp1.454,64 miliar +5,55%
Total aset Rp2.992,24 miliar Rp2.883,86 miliar +3,76%

Perubahan yang menonjol terlihat pada piutang usaha pihak ketiga, yang naik 84,29% menjadi Rp152,04 miliar, serta persediaan yang meningkat 35,41% menjadi Rp160,49 miliar.

Kenaikan piutang menunjukkan nilai tagihan yang tercatat lebih besar pada akhir periode, sedangkan pertumbuhan persediaan menunjukkan nilai stok yang tercatat meningkat. Namun, kenaikan kedua pos tersebut tidak otomatis berarti terjadi masalah penagihan atau penumpukan barang. Penilaiannya memerlukan informasi mengenai umur piutang, kebijakan kredit, perputaran persediaan, dan aktivitas usaha.

Aset tetap bertambah Rp80,12 miliar menjadi Rp1,48 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan adanya pengeluaran untuk perolehan aset tetap selama periode berjalan, meskipun perubahan bersih aset tetap juga dipengaruhi penyusutan, pelepasan aset, dan pos terkait lainnya.

Liabilitas ARNA Naik 9,08%, Ekuitas Bertambah 1,15%

Total liabilitas ARNA mencapai Rp1,04 triliun per 30 September 2026, meningkat Rp86,18 miliar atau 9,08% dibandingkan Rp949,19 miliar pada akhir 2025.

Liabilitas jangka pendek naik dari Rp740,05 miliar menjadi Rp847,88 miliar, bertambah 14,57%. Sebaliknya, liabilitas jangka panjang turun dari Rp209,13 miliar menjadi Rp187,48 miliar, berkurang 10,35%.

Pos Keuangan 30 September 2026 31 Desember 2025 Perubahan (%)
Utang bank jangka pendek Rp1,03 miliar Rp72,42 miliar -98,57%
Utang usaha pihak ketiga Rp441,89 miliar Rp328,60 miliar +34,47%
Beban akrual Rp194,16 miliar Rp153,10 miliar +26,82%
Total liabilitas jangka pendek Rp847,88 miliar Rp740,05 miliar +14,57%
Total liabilitas jangka panjang Rp187,48 miliar Rp209,13 miliar -10,35%
Total liabilitas Rp1.035,36 miliar Rp949,19 miliar +9,08%
Total ekuitas Rp1.956,87 miliar Rp1.934,67 miliar +1,15%

Perubahan yang perlu diperhatikan adalah kenaikan utang usaha pihak ketiga sebesar Rp113,29 miliar dan kenaikan beban akrual sebesar Rp41,06 miliar. Pada saat yang sama, utang bank jangka pendek turun tajam menjadi Rp1,03 miliar.

Perlu dibedakan bahwa total liabilitas tidak sama dengan utang berbunga. Liabilitas juga mencakup kewajiban usaha, beban akrual, pajak, dan kewajiban imbalan kerja. Oleh karena itu, kenaikan total liabilitas tidak dapat langsung diartikan sebagai kenaikan pinjaman bank.

Ekuitas meningkat Rp22,20 miliar menjadi Rp1,96 triliun. Kenaikan saldo laba turut mendukung ekuitas, tetapi dampaknya diimbangi pembayaran dividen dan pembelian saham treasuri selama periode berjalan.

Arus Kas Operasi ARNA Naik 38,03%

Arus kas dari aktivitas operasi ARNA mencapai Rp618,38 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, naik Rp170,37 miliar atau 38,03% dibandingkan Rp448,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pos Arus Kas Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Kas neto dari aktivitas operasi Rp618.379.522.072 Rp448.007.097.751 +Rp170.372.424.321 +38,03%
Kas neto untuk aktivitas investasi -Rp192.247.117.129 -Rp186.592.313.140 -Rp5.654.803.989 Arus keluar naik 3,03%
Kas neto untuk aktivitas pendanaan -Rp544.155.551.127 -Rp417.060.950.720 -Rp127.094.600.407 Arus keluar naik 30,47%
Perubahan neto kas -Rp118.023.146.184 -Rp155.646.166.109 +Rp37.623.019.925 Penurunan kas menyempit 24,17%

Kenaikan arus kas operasi menunjukkan bahwa kas bersih yang dihasilkan kegiatan operasional lebih besar daripada periode pembanding. Penerimaan kas dari pelanggan naik menjadi Rp2,41 triliun dari Rp2,14 triliun.

Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, dan beban operasi lainnya meningkat menjadi Rp1,66 triliun dari Rp1,57 triliun. Pembayaran pajak juga bertambah menjadi Rp139,79 miliar, sedangkan pembayaran bunga turun menjadi Rp1,75 miliar dari Rp5,99 miliar.

Arus kas operasi yang lebih besar daripada laba bersih merupakan indikator yang perlu diperhatikan. Pada Januari–September 2026, kas neto dari aktivitas operasi mencapai sekitar 164,52% dari laba tahun berjalan, dibandingkan sekitar 146,39% pada periode yang sama 2025.

Pengeluaran Investasi dan Pendanaan Menekan Saldo Kas

Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi mencapai Rp192,25 miliar, naik sekitar 3,03% dibandingkan Rp186,59 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pengeluaran terbesar dalam aktivitas investasi adalah perolehan aset tetap sebesar Rp183,13 miliar, meningkat dibandingkan Rp177,59 miliar pada periode pembanding. Perseroan juga membayar uang muka aset tetap sebesar Rp10,26 miliar.

Dalam aktivitas pendanaan, arus kas keluar bersih mencapai Rp544,16 miliar, dibandingkan Rp417,06 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Salah satu penggunaan kas adalah pembayaran dividen oleh perusahaan sebesar Rp316,15 miliar. Pembelian saham treasuri mencapai Rp35,96 miliar.

Walaupun arus kas operasi meningkat, besarnya arus keluar untuk investasi dan pendanaan menyebabkan kas dan setara kas turun Rp118,02 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, setelah memperhitungkan pengaruh perubahan kurs.

Saldo kas akhir periode tercatat Rp260,00 miliar, turun 31,21% dibandingkan Rp377,94 miliar pada 31 Desember 2025. Namun, jika dibandingkan dengan perubahan kas neto pada sembilan bulan pertama 2025, penurunan kas pada 2026 lebih kecil.

Rasio Keuangan ARNA Menunjukkan Perbaikan Margin

Sejumlah rasio sederhana dapat membantu memberikan gambaran tambahan mengenai kinerja ARNA. Rasio berikut dihitung dari angka laporan keuangan yang tersedia dan bukan merupakan penilaian menyeluruh atas kondisi perusahaan.

Rasio 2026 Pembanding Keterangan
Margin laba kotor 31,69% 30,35% Naik 1,34 poin persentase
Margin laba usaha 19,32% 18,09% Naik 1,23 poin persentase
Margin laba bersih 14,96% 14,08% Naik 0,88 poin persentase
Rasio lancar 1,72 kali 1,93 kali Turun sekitar 0,21 kali
Liabilitas terhadap aset 34,60% 32,91% Naik 1,69 poin persentase
Liabilitas terhadap ekuitas 52,91% 49,06% Naik 3,85 poin persentase

Rasio lancar dihitung dengan membagi aset lancar dengan liabilitas jangka pendek. Rasio ARNA turun dari sekitar 1,93 kali pada akhir 2025 menjadi 1,72 kali per 30 September 2026. Artinya, aset lancar relatif terhadap kewajiban jangka pendek berkurang, meskipun aset lancar secara nominal masih meningkat.

Rasio liabilitas terhadap aset naik menjadi 34,60%, sedangkan rasio liabilitas terhadap ekuitas meningkat menjadi 52,91%. Perubahan ini mencerminkan kenaikan proporsi liabilitas dalam struktur pendanaan perusahaan. Rasio tersebut mencakup seluruh liabilitas, bukan hanya pinjaman berbunga.

Dividen dan Saham Treasuri Memengaruhi Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas mencatat pembayaran dividen kas oleh perusahaan sebesar Rp316,15 miliar selama periode berjalan. Selain itu, pembayaran dividen oleh entitas anak kepada kepentingan nonpengendali tercatat Rp1,56 miliar.

Perseroan juga melakukan pembelian saham treasuri sebesar Rp35,96 miliar. Transaksi tersebut menambah nilai saham treasuri yang mengurangi ekuitas, dari Rp183,07 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp219,03 miliar per 30 September 2026.

Saldo laba meningkat menjadi Rp2,04 triliun dari Rp1,98 triliun pada akhir 2025. Peningkatan saldo laba tersebut berlangsung bersamaan dengan pembagian dividen, sehingga perubahan ekuitas tidak hanya ditentukan oleh laba periode berjalan.

Kesimpulan Kinerja Keuangan ARNA September 2026

PT Arwana Citramulia Tbk mencatat pertumbuhan kinerja selama Januari–September 2026. Penjualan bersih naik 15,57% menjadi Rp2,51 triliun, laba kotor meningkat 20,69% menjadi Rp796,12 miliar, dan laba tahun berjalan tumbuh 22,82% menjadi Rp375,88 miliar.

Margin laba kotor, margin laba usaha, dan margin laba bersih juga meningkat. Arus kas operasi bertambah 38,03% menjadi Rp618,38 miliar, menunjukkan kenaikan kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas operasional.

Meski demikian, beberapa hal tetap perlu dicermati. Saldo kas turun menjadi Rp260,00 miliar, total liabilitas meningkat 9,08%, rasio lancar menurun, dan piutang usaha pihak ketiga serta persediaan mengalami kenaikan cukup besar.

Dengan demikian, kinerja laba dan arus kas operasi ARNA menunjukkan perkembangan positif, sementara perubahan modal kerja, saldo kas, dan struktur liabilitas tetap menjadi bagian penting dalam menilai perkembangan kondisi keuangan perseroan. Informasi ini merupakan analisis laporan keuangan dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham.

FAQ Laporan Keuangan ARNA September 2026

Berapa penjualan ARNA hingga September 2026?

Penjualan bersih ARNA mencapai Rp2,51 triliun, meningkat 15,57% dibandingkan Rp2,17 triliun pada Januari–September 2025.

Berapa laba bersih ARNA hingga September 2026?

Laba tahun berjalan ARNA mencapai Rp375,88 miliar, naik 22,82% dibandingkan Rp306,03 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berapa laba usaha ARNA pada 2026?

Laba usaha ARNA mencapai Rp485,30 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, meningkat 23,40% dibandingkan Rp393,27 miliar pada periode pembanding.

Bagaimana arus kas operasi ARNA?

Arus kas operasi ARNA mencapai Rp618,38 miliar, meningkat 38,03% dibandingkan Rp448,01 miliar pada Januari–September 2025.

Berapa total aset ARNA per September 2026?

Total aset ARNA mencapai Rp2,99 triliun pada 30 September 2026, naik 3,76% dibandingkan posisi 31 Desember 2025.

Apakah saldo kas ARNA meningkat?

Tidak. Kas dan setara kas turun menjadi Rp260,00 miliar dari Rp377,94 miliar pada akhir 2025, terutama karena perubahan bersih arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Serial Belajar Saham:

  1. Apa Itu Trading? Pengertian Trading untuk Pemula
  2. Manajemen Risiko dalam Trading: Panduan Lengkap untuk Pemula
  3. Apa Itu Trading Saham? Pengertian, Cara Kerja dan Contohnya untuk Pemula
  4. 20 Istilah Penting Dalam Saham yang Wajib Diketahui Pemula
  5. Panduan Lengkap Investasi Saham untuk Pemula
  6. Cara Trading Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
  7. Cara Main Saham Modal Kecil: Mulai Rp100 Ribu, Rp500 Ribu, atau Rp1 Juta
  8. 25 Aplikasi Trading Terpercaya dan Resmi di Indonesia yang Terdaftar OJK dan BEI
  9. Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia: Resmi Terdaftar di BEI dan OJK
  10. 12 Teknik Scalping Saham Paling Efektif untuk Dapat Cuan
  11. Analisis Teknikal untuk Pemula: Cara Membaca Grafik Saham dari Nol
  12. Cara Membaca Grafik Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
  13. Apa Itu Support dan Resistance? Pengertian, Cara Menentukan dan Contohnya
  14. Cara Membaca Candlestick Saham: Panduan Lengkap untuk Pemula
  15. Apa Itu Volume Saham? Pengertian, Cara Membaca dan Contohnya
  16. Apa Itu Moving Average? Pengertian, Cara Membaca, Rumus dan Contohnya
  17. Apa Itu RSI? Pengertian, Cara Membaca dan Menggunakan RSI Saham
  18. Apa Itu Stop Loss? Pengertian, Cara Menentukan dan Contohnya
  19. Alat Bantu Kalkulator Average Down Saham Online

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan  rekomendasi atau perintah jual atau beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan