Kuhuni.com - PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) membukukan peningkatan penjualan dan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan periode yang berakhir pada 30 September 2026, penjualan dan pendapatan usaha perseroan mencapai Rp160,05 miliar.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Rp132,84 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba periode berjalan BOBA naik menjadi Rp17,20 miliar dari Rp16,70 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Laporan keuangan kuartal III 2026 tersebut berstatus tidak diaudit. Perbandingan kinerja dilakukan antara periode 1 Januari–30 September 2026 dan periode yang sama pada 2025.
Penjualan BOBA Naik 20,48% pada September 2026
Penjualan dan pendapatan usaha PT Formosa Ingredient Factory Tbk tercatat sebesar Rp160.045.280.655 hingga 30 September 2026. Pada periode yang sama tahun 2025, penjualan perseroan mencapai Rp132.838.256.385.
Dengan demikian, penjualan BOBA meningkat sekitar 20,48% secara tahunan, atau bertambah sekitar Rp27,21 miliar.
Pertumbuhan penjualan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan laba kotor perseroan selama sembilan bulan pertama 2026.
![]() |
| Laporan Keuangan BOBA September 2026 |
Laba Kotor BOBA Meningkat Menjadi Rp48,84 Miliar
Laba kotor BOBA mencapai Rp48.842.228.046 pada sembilan bulan pertama 2026, meningkat dibandingkan Rp45.880.330.690 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara tahunan, laba kotor naik sekitar 6,46%. Namun, kenaikan laba kotor lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan karena beban pokok penjualan dan pendapatan juga meningkat.
Beban pokok penjualan dan pendapatan BOBA tercatat sebesar Rp111.203.052.609, dibandingkan Rp86.957.925.695 pada periode yang sama tahun 2025.
| Keterangan | 9 Bulan 2026 | 9 Bulan 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Penjualan dan pendapatan usaha | Rp160,05 miliar | Rp132,84 miliar | +20,48% |
| Beban pokok penjualan dan pendapatan | Rp111,20 miliar | Rp86,96 miliar | +27,88% |
| Laba kotor | Rp48,84 miliar | Rp45,88 miliar | +6,46% |
| Laba sebelum pajak | Rp22,28 miliar | Rp21,52 miliar | +3,51% |
| Laba periode berjalan | Rp17,20 miliar | Rp16,70 miliar | +2,96% |
Beban Operasional BOBA Ikut Meningkat
Di tengah pertumbuhan penjualan, sejumlah beban operasional BOBA juga mengalami kenaikan.
Beban penjualan tercatat sebesar Rp4,82 miliar, dibandingkan Rp4,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp23,13 miliar dari Rp19,66 miliar.
Kenaikan beban tersebut perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi seberapa besar pertumbuhan penjualan yang akhirnya dikonversi menjadi laba.
Rincian Beban Operasional BOBA
| Komponen | 9 Bulan 2026 | 9 Bulan 2025 |
|---|---|---|
| Beban penjualan | Rp4,82 miliar | Rp4,58 miliar |
| Beban umum dan administrasi | Rp23,13 miliar | Rp19,66 miliar |
| Beban bunga dan keuangan | Rp115,71 juta | Rp33,47 juta |
Laba Bersih BOBA Naik Menjadi Rp17,20 Miliar
BOBA membukukan laba periode berjalan sebesar Rp17.199.104.129 hingga September 2026. Angka ini meningkat dibandingkan Rp16.704.954.562 pada periode yang sama tahun 2025.
Secara tahunan, laba bersih meningkat sekitar 2,96%, atau bertambah sekitar Rp494,15 juta.
Sementara itu, laba sebelum pajak mencapai Rp22.276.428.536, dibandingkan Rp21.520.786.214 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan laba sebelum pajak sekitar 3,51%.
Margin Laba BOBA Perlu Dicermati
Walaupun penjualan BOBA meningkat 20,48%, laba bersih hanya tumbuh sekitar 2,96%. Perbedaan laju pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kenaikan penjualan belum sepenuhnya tercermin dalam pertumbuhan laba.
Berdasarkan angka laporan keuangan, margin laba kotor BOBA turun dari sekitar 34,54% pada sembilan bulan 2025 menjadi 30,52% pada sembilan bulan 2026.
Margin laba bersih juga turun dari sekitar 12,57% menjadi 10,75%. Perhitungan tersebut menggunakan laba periode berjalan dibagi penjualan dan pendapatan usaha pada masing-masing periode.
Investor dapat memantau apakah kenaikan beban pokok dan beban operasional berlanjut pada periode berikutnya, serta apakah perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan penjualan sekaligus memperbaiki margin keuntungan.
Aset BOBA Meningkat Menjadi Rp219,18 Miliar
Dari sisi neraca, total aset BOBA pada 30 September 2026 tercatat sebesar Rp219.177.030.696. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Rp183.043.932.404 pada 31 Desember 2025.
Artinya, total aset bertambah sekitar Rp36,13 miliar atau 19,74% sejak akhir 2025.
Kas dan Piutang BOBA
Kas dan setara kas BOBA pada akhir September 2026 tercatat sebesar Rp9.998.887.268, turun dari Rp11.284.383.250 pada akhir 2025.
Di sisi lain, piutang usaha pihak ketiga meningkat menjadi Rp34.495.355.177 dari Rp9.626.840.862. Piutang usaha pihak berelasi tercatat sebesar Rp5.617.799.258, turun dari Rp8.405.155.686.
Jumlah aset lancar mencapai Rp71.230.051.906, meningkat dari Rp48.809.797.391 pada akhir 2025.
Liabilitas BOBA Naik Menjadi Rp43,68 Miliar
Total liabilitas BOBA pada 30 September 2026 tercatat sebesar Rp43.683.513.553, meningkat dibandingkan Rp15.503.519.390 pada 31 Desember 2025.
Liabilitas jangka pendek mencapai Rp41.949.562.917, sedangkan liabilitas jangka panjang sebesar Rp1.733.950.636.
Utang usaha pihak ketiga meningkat menjadi Rp34.145.407.900 dari Rp10.700.692.707. Sementara itu, utang pajak tercatat sebesar Rp2.393.893.061, dibandingkan Rp1.218.816.994 pada akhir 2025.
Kenaikan liabilitas perlu dianalisis bersama pertumbuhan aset, piutang, dan kemampuan perusahaan menghasilkan kas. Data neraca ini saja belum cukup untuk menyimpulkan kondisi arus kas operasional karena laporan arus kas tidak termasuk dalam data yang diberikan.
Ekuitas BOBA Mencapai Rp175,49 Miliar
Total ekuitas BOBA pada akhir September 2026 mencapai Rp175.493.517.143, meningkat dari Rp167.540.413.014 pada akhir 2025.
Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya meningkat menjadi Rp49.583.551.545 dari Rp42.630.447.416. Sementara itu, saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya tercatat sebesar Rp5.651.450.000.
Dengan total aset Rp219,18 miliar dan total liabilitas Rp43,68 miliar, ekuitas menjadi komponen terbesar dalam struktur pendanaan perusahaan pada tanggal pelaporan.
Laba per Saham BOBA Naik Menjadi Rp15
Laporan laba rugi BOBA mencatat laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp15 pada sembilan bulan pertama 2026, meningkat dari Rp14 pada periode yang sama tahun 2025.
Kenaikan laba per saham ini sejalan dengan pertumbuhan laba bersih perseroan. Namun, penilaian terhadap saham BOBA juga perlu mempertimbangkan harga saham di pasar, valuasi, prospek usaha, dan perkembangan kinerja pada periode berikutnya.
Ringkasan Laporan Keuangan BOBA September 2026
| Indikator | September 2026 | Pembanding |
|---|---|---|
| Penjualan | Rp160,05 miliar | Rp132,84 miliar |
| Laba kotor | Rp48,84 miliar | Rp45,88 miliar |
| Laba sebelum pajak | Rp22,28 miliar | Rp21,52 miliar |
| Laba bersih | Rp17,20 miliar | Rp16,70 miliar |
| Total aset | Rp219,18 miliar | Rp183,04 miliar |
| Total liabilitas | Rp43,68 miliar | Rp15,50 miliar |
| Total ekuitas | Rp175,49 miliar | Rp167,54 miliar |
| Laba per saham dasar | Rp15 | Rp14 |
Catatan: angka penjualan, laba, dan laba per saham membandingkan periode sembilan bulan 2026 dengan periode yang sama tahun 2025. Angka aset, liabilitas, dan ekuitas membandingkan posisi 30 September 2026 dengan 31 Desember 2025.
Baca Laporan Keuangan Emiten
- Laporan Keuangan DEWA 9 Bulan 2026: Laba Melonjak 114,5% Jadi Rp513 Miliar
- Pendapatan Waskita Karya (WKST) Naik 53,7% pada 9 Bulan 2026, Rugi Bersih Masih Rp3,26 Triliun
- Laporan Keuangan DIGI September 2026: Pendapatan Turun, Rugi Bersih Menyusut Jadi Rp730 Juta
- Laporan Keuangan AXIO September 2026: Pendapatan Naik 24%, Laba Bersih Tembus Rp61 Miliar
- Laporan Keuangan BPFI September 2026: Laba Bersih Naik 89% Jadi Rp97,81 Miliar
- Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
- Laporan Keuangan BOBA September 2026: Penjualan dan Laba Bersih Meningkat
Kesimpulan
Laporan keuangan BOBA September 2026 menunjukkan penjualan yang tumbuh 20,48% menjadi Rp160,05 miliar. Laba bersih juga meningkat sekitar 2,96% menjadi Rp17,20 miliar.
Namun, pertumbuhan laba bersih yang lebih lambat dibandingkan penjualan perlu dicermati karena beban pokok penjualan dan beban operasional meningkat. Margin laba kotor dan margin laba bersih juga lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset BOBA naik menjadi Rp219,18 miliar dan ekuitas mencapai Rp175,49 miliar. Sementara itu, liabilitas meningkat menjadi Rp43,68 miliar.
Investor yang memantau saham BOBA dapat membandingkan perkembangan penjualan, margin keuntungan, piutang usaha, liabilitas, dan arus kas pada laporan keuangan berikutnya sebelum mengambil keputusan investasi.
FAQ Laporan Keuangan BOBA
Berapa penjualan BOBA September 2026?
Penjualan dan pendapatan usaha BOBA mencapai Rp160,05 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, naik dari Rp132,84 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berapa laba bersih BOBA September 2026?
Laba periode berjalan BOBA mencapai Rp17,20 miliar, meningkat dari Rp16,70 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Berapa total aset BOBA pada September 2026?
Total aset BOBA tercatat sebesar Rp219,18 miliar pada 30 September 2026, dibandingkan Rp183,04 miliar pada 31 Desember 2025.
Berapa laba per saham BOBA?
Laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan tercatat sebesar Rp15 pada sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan Rp14 pada periode yang sama tahun 2025.
Sumber: Laporan keuangan PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026. Laporan berstatus tidak diaudit.

0 comments
Posting Komentar