Cara trading saham untuk pemula sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Pemula hanya perlu memahami bagaimana cara membuka rekening saham, memilih saham, memasukkan order beli, memantau pergerakan harga, hingga menjual saham untuk mengambil keuntungan atau membatasi kerugian.
Namun, ada satu hal
penting yang harus dipahami sejak awal.
Trading saham bukan
sekadar membeli saham ketika harga turun lalu menjualnya ketika harga naik.
Di balik setiap
transaksi terdapat analisis, strategi, biaya, risiko, dan keputusan yang harus
dibuat dengan disiplin.
Karena itu, sebelum
mulai trading saham, pemula sebaiknya memahami terlebih dahulu apa itu
trading saham, bagaimana cara kerjanya, berapa modal yang dibutuhkan, bagaimana
memilih saham, kapan harus membeli, kapan harus menjual, dan bagaimana
mengelola risiko.
Artikel ini akan
membahas cara trading saham untuk pemula dari nol dengan bahasa
sederhana.
![]() |
| Seorang investor sedang melakukan trading saham BBCA. Kuhuni.com |
Apa Itu Trading Saham?
Trading saham adalah
kegiatan membeli dan menjual saham dengan tujuan memperoleh keuntungan dari
perubahan harga.
Contohnya sederhana.
Anda membeli saham
ABCD pada harga Rp1.000 per saham.
Beberapa waktu
kemudian harga naik menjadi Rp1.100.
Jika saham tersebut
dijual pada harga Rp1.100, terdapat selisih Rp100 per saham.
Sebaliknya, jika harga
turun menjadi Rp900 dan saham dijual, Anda mengalami kerugian Rp100 per saham.
Jadi, rumus
sederhananya:
Keuntungan atau
kerugian = harga jual - harga beli
Tentu saja, perhitungan sebenarnya perlu memperhitungkan biaya transaksi dan ketentuan pajak yang berlaku.
Untuk mendalami apa itu trading saham bisa baca artikel berikut: Apa Itu Trading Saham? Pengertian, Cara Kerja dan Contohnya untuk Pemula
Atau baca artikel berikut untuk mengetahui pengertian trading dan apa saja jenis-jenisnya: Apa Itu Trading? Pengertian Trading untuk Pemula
Apakah Trading Saham Cocok untuk Pemula?
Bisa.
Tetapi pemula
sebaiknya tidak langsung berpikir tentang berapa banyak uang yang bisa
diperoleh.
Hal pertama yang harus
dipelajari adalah bagaimana cara menjaga modal.
OJK menjelaskan bahwa
investasi di pasar modal tetap memiliki risiko. Risiko tersebut antara lain
risiko fluktuasi harga, risiko likuiditas, dan risiko lainnya sesuai produk
yang digunakan.
Artinya, ketika mulai
trading saham, Anda harus siap menghadapi dua kemungkinan:
Untung atau rugi.
Jangan percaya jika
ada pihak yang mengatakan trading saham pasti menghasilkan keuntungan.
![]() |
| Ilustrasi trading saham BBCA. Kuhuni.com |
Cara Trading Saham untuk Pemula
Jika Anda benar-benar
baru mulai, berikut langkah-langkah trading saham dari nol.
1. Tentukan Tujuan Trading
Sebelum membuka
aplikasi saham, tentukan terlebih dahulu alasan Anda ingin trading.
Apakah ingin:
- mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga
saham;
- belajar pasar modal;
- menambah penghasilan;
- atau membangun pengalaman sebelum
berinvestasi lebih besar?
Tujuan ini penting
karena akan menentukan strategi yang digunakan.
Jangan trading hanya
karena melihat teman atau influencer mendapatkan keuntungan.
2. Siapkan Dana yang Bisa Ditanggung Risikonya
Trading saham
menggunakan uang sungguhan.
Jika harga saham
turun, nilai uang Anda juga dapat turun.
Karena itu, jangan
menggunakan:
- uang untuk kebutuhan sehari-hari;
- uang sekolah;
- uang cicilan;
- dana darurat;
- atau uang yang sebenarnya harus digunakan
untuk kebutuhan penting.
Gunakan dana yang
memang siap menghadapi risiko.
OJK juga menyarankan
calon investor untuk memahami produk investasi dan menyesuaikannya dengan
kondisi serta kemampuan finansial.
3. Buka Rekening Saham
Untuk membeli saham di BEI, Anda perlu menggunakan jasa perusahaan sekuritas. Secara sederhana, prosesnya seperti membuka rekening bank.
Baca: Daftar Perusahaan Sekuritas Resmi di Indonesia (Update Terbaru)
Bedanya, rekening
tersebut digunakan untuk melakukan transaksi efek.
BEI menjelaskan bahwa
saat mulai berinvestasi saham terdapat rekening efek di perusahaan efek dan
Rekening Dana Nasabah atau RDN di bank administrator RDN. RDN dibukakan oleh
perusahaan efek tempat investor berinvestasi.
Saat memilih
sekuritas, jangan hanya melihat aplikasi yang paling terkenal.
Perhatikan juga:
- legalitas;
- biaya transaksi;
- kualitas aplikasi;
- layanan pelanggan;
- kemudahan deposit dan penarikan dana;
- serta fitur analisis yang tersedia.
BEI juga mengingatkan
calon investor untuk memperhatikan izin operasional perusahaan tempat membeli
produk investasi.
4. Isi Saldo RDN
Setelah rekening saham
selesai dibuat, Anda dapat menyetorkan dana ke RDN.
Dana tersebut nantinya
digunakan untuk membeli saham.
Misalnya Anda
menyetorkan:
Rp1.000.000
Maka secara sederhana
dana tersebut menjadi modal yang tersedia untuk melakukan transaksi, dengan
tetap memperhitungkan biaya transaksi.
Tidak perlu langsung
menyetor puluhan juta rupiah.
Untuk belajar, modal
kecil justru dapat membantu mengurangi tekanan psikologis.
5. Pahami Istilah Lot
Ini penting bagi
pemula.
Di pasar saham
Indonesia, transaksi saham dilakukan menggunakan satuan lot.
1 lot = 100 lembar
saham.
Misalnya harga saham
ABCD adalah Rp1.000.
Maka harga 1 lot:
100 × Rp1.000 =
Rp100.000
Jika ingin membeli 5
lot:
5 × Rp100.000 =
Rp500.000
Jadi, jika modal Anda
Rp1 juta, secara sederhana Anda bisa membeli saham senilai sekitar Rp1 juta
sesuai harga saham dan jumlah lot yang dipilih, sebelum memperhitungkan biaya
transaksi.
6. Jangan Langsung Membeli Saham
Ini salah satu
kesalahan pemula.
Setelah rekening aktif
dan saldo masuk, jangan langsung mencari saham yang sedang naik.
Pelajari terlebih
dahulu saham yang ingin dibeli.
Minimal perhatikan:
- bisnis perusahaan;
- harga saham;
- tren harga;
- volume perdagangan;
- kondisi pasar;
- laporan keuangan;
- berita perusahaan;
- serta risiko saham tersebut.
OJK juga menyarankan
investor untuk mempelajari pilihan investasi dan mengatur strategi sebelum
berinvestasi.
| Seorang trader sedang melakukan trading saham bbri di aplikasi trading |
7. Pilih Saham untuk Trading
Tidak semua saham
cocok digunakan untuk trading dengan cara yang sama.
Trader biasanya
memperhatikan saham yang mempunyai transaksi aktif dan pergerakan harga yang
cukup untuk menghasilkan peluang.
Namun, jangan
mengartikan saham yang bergerak paling cepat sebagai saham yang paling bagus.
Pergerakan yang sangat
cepat juga berarti risikonya bisa lebih besar.
Untuk pemula, lebih
baik memahami terlebih dahulu saham yang akan diperdagangkan daripada mengejar
saham yang sedang ramai.
8. Pelajari Grafik Saham
Setelah menemukan
saham yang menarik, lihat grafiknya.
Grafik membantu trader
melihat bagaimana harga bergerak dari waktu ke waktu.
Beberapa istilah dasar
yang perlu dipahami antara lain:
- candlestick;
- tren;
- support;
- resistance;
- volume;
- moving average;
- dan indikator teknikal lainnya.
Tidak perlu langsung
menggunakan banyak indikator.
Pemula justru lebih
baik memulai dengan membaca harga, volume, tren, support, dan resistance.
9. Tentukan Kapan Membeli
Jangan membeli saham
hanya karena harganya terlihat murah.
Harga saham Rp500
belum tentu murah.
Sebaliknya, saham
Rp5.000 belum tentu mahal.
Yang lebih penting
adalah melihat kondisi perusahaan dan pergerakan sahamnya.
Dalam trading, Anda
perlu mempunyai alasan mengapa membeli pada harga tertentu.
Misalnya:
“Saya membeli
karena harga sedang berada di area support dan muncul sinyal kenaikan.”
Dengan demikian,
keputusan membeli mempunyai dasar.
10. Masukkan Order Buy
Setelah menentukan
saham dan harga beli, Anda dapat memasukkan order melalui aplikasi sekuritas.
BEI menjelaskan bahwa
ketika membeli saham, investor menentukan harga beli dan jumlah lot. Pesanan
kemudian masuk ke sistem perdagangan dan menunggu bertemu dengan pesanan jual
yang sesuai.
Misalnya:
Saham: ABCD
Harga: Rp1.000
Jumlah: 5 lot
Nilai transaksi:
5 × 100 × Rp1.000 =
Rp500.000
Jika terdapat penjual
yang menawarkan saham pada harga yang sesuai, transaksi dapat terjadi atau match.
11. Kenali Istilah Bid dan Offer
Ketika membuka
aplikasi saham, Anda akan sering melihat istilah bid dan offer.
Bid adalah daftar harga yang ingin digunakan
pembeli.
Offer atau ask adalah daftar harga yang ditawarkan
oleh penjual.
Contohnya:
|
Bid |
Offer |
|
Rp995 |
Rp1.005 |
|
Rp990 |
Rp1.010 |
|
Rp985 |
Rp1.015 |
Jika Anda ingin
membeli pada harga Rp995, Anda memasukkan order pada harga tersebut.
Jika ingin membeli
langsung dari penjual yang menawarkan Rp1.005, order dapat dimasukkan pada
harga Rp1.005.
BEI menjelaskan bahwa
transaksi terjadi ketika harga bid dan offer bertemu.
12. Tentukan Target Keuntungan
Sebelum membeli saham,
sebaiknya sudah mempunyai target.
Misalnya:
Harga beli =
Rp1.000
Target jual =
Rp1.100
Jika harga mencapai
target tersebut dan kondisi sesuai dengan rencana, trader dapat menjual saham.
Jangan mengubah target
hanya karena merasa harga masih akan naik.
Memang bisa saja harga
terus naik.
Tetapi bisa juga harga
tiba-tiba berbalik turun.
13. Tentukan Batas Kerugian
Ini bahkan lebih
penting daripada menentukan target keuntungan.
Misalnya:
Harga beli =
Rp1.000
Batas kerugian =
Rp950
Artinya, jika harga
turun hingga area tersebut, trader sudah mempunyai rencana untuk keluar.
Tujuannya bukan supaya
trader tidak pernah rugi.
Itu tidak realistis.
Tujuannya adalah mencegah
satu transaksi yang salah menghabiskan terlalu banyak modal.
14. Jangan Takut Mengambil Kerugian Kecil
Banyak pemula
melakukan kesalahan berikut:
Harga beli Rp1.000.
Harga turun menjadi
Rp950.
Trader berkata:
“Tunggu dulu, mungkin
besok naik.”
Harga turun lagi
menjadi Rp900.
Trader kembali
berkata:
“Tunggu, nanti pasti
balik.”
Harga turun menjadi
Rp800.
Kerugian akhirnya
menjadi jauh lebih besar.
Masalahnya bukan hanya
salah memilih saham.
Masalahnya adalah
tidak mempunyai rencana ketika analisis ternyata salah.
Dalam trading, kerugian
kecil masih dapat dikelola. Kerugian besar jauh lebih sulit diperbaiki.
15. Jual Saham Sesuai Rencana
Jika harga mencapai
target keuntungan atau batas kerugian sesuai strategi, lakukan tindakan yang
sudah direncanakan.
Jangan membuat
keputusan karena panik atau serakah.
BEI menjelaskan bahwa
ketika menjual saham, investor menentukan harga jual dan jumlah lot. Order
kemudian menunggu bertemu dengan pembeli yang bersedia membeli pada harga
tersebut.
Contoh Trading Saham untuk Pemula
Sekarang kita gunakan
contoh yang sangat sederhana.
Misalnya Anda
mempunyai modal:
Rp1.000.000
Anda memilih saham
ABCD dengan harga:
Rp1.000 per saham
Anda membeli:
10 lot
Karena 1 lot = 100
saham:
10 × 100 = 1.000
saham
Nilai pembelian:
1.000 × Rp1.000 =
Rp1.000.000
Kemudian harga naik
menjadi Rp1.100.
Nilai penjualan:
1.000 × Rp1.100 =
Rp1.100.000
Keuntungan kotor:
Rp1.100.000 -
Rp1.000.000 = Rp100.000
Secara persentase:
Rp100.000 ÷
Rp1.000.000 × 100% = 10%
Jadi keuntungan kotor
adalah 10%.
Tetapi keuntungan
bersih sebenarnya harus dikurangi biaya transaksi dan memperhatikan ketentuan
pajak yang berlaku.
Bagaimana Jika Harga Turun?
Sekarang misalnya
harga saham justru turun menjadi Rp900.
Nilai saham:
1.000 × Rp900 =
Rp900.000
Kerugian kotor:
Rp1.000.000 -
Rp900.000 = Rp100.000
Artinya:
Rugi 10%
Dari satu contoh
sederhana ini kita bisa melihat bahwa trading mempunyai dua sisi.
Harga naik → bisa
untung.
Harga turun → bisa
rugi.
Cara Trading Saham dengan Modal Rp100 Ribu
Apakah modal Rp100
ribu bisa digunakan untuk trading saham?
Bisa, tergantung
harga saham yang dipilih.
Misalnya harga saham
Rp500 per lembar.
1 lot membutuhkan:
100 × Rp500 =
Rp50.000
Dengan Rp100.000,
secara nilai saham Anda bisa membeli 2 lot, sebelum memperhitungkan biaya
transaksi.
Namun, jangan berpikir
bahwa modal Rp100 ribu harus menghasilkan keuntungan besar.
Jika mendapatkan
keuntungan 5%, misalnya, keuntungan kotornya hanya sekitar:
Rp100.000 × 5% =
Rp5.000
Ini penting dipahami.
Modal kecil
menghasilkan nominal keuntungan yang juga kecil jika persentase keuntungannya
sama.
Karena itu, jangan
tergoda menggunakan risiko berlebihan hanya untuk mendapatkan keuntungan besar
dari modal kecil.
Cara Trading Saham dengan Modal Rp500 Ribu
Dengan modal Rp500
ribu, pilihan saham dan jumlah lot menjadi lebih fleksibel.
Misalnya membeli saham
seharga Rp1.000 sebanyak 5 lot.
Nilai transaksi:
5 × 100 × Rp1.000 =
Rp500.000
Jika saham naik 10%,
keuntungan kotor sekitar:
Rp50.000
Sekali lagi, angka
tersebut belum memperhitungkan biaya transaksi.
Modal Rp500 ribu sudah
cukup untuk belajar membaca pergerakan harga dan membangun kebiasaan trading
yang disiplin.
Cara Trading Saham dengan Modal Rp1 Juta
Modal Rp1 juta
memberikan ruang yang sedikit lebih besar.
Misalnya:
Harga saham =
Rp1.000
Jumlah = 10 lot
Nilai transaksi =
Rp1 juta
Jika harga naik 5%,
keuntungan kotor:
Rp50.000
Jika harga naik 10%,
keuntungan kotor:
Rp100.000
Namun, jika harga
turun 10%, kerugiannya juga sekitar Rp100.000.
Jadi, semakin besar
modal, semakin besar pula nominal keuntungan maupun kerugiannya jika
persentasenya sama.
![]() |
| Modal kecil dan sedang untuk trading saham. Kuhuni.com |
Berapa Modal Ideal untuk Trading Saham?
Tidak ada angka yang
bisa disebut sebagai modal ideal untuk semua orang.
Modal trading harus
disesuaikan dengan:
- kemampuan finansial;
- strategi;
- harga saham;
- biaya transaksi;
- target;
- dan kemampuan menanggung kerugian.
Jangan menentukan
modal berdasarkan keinginan mendapatkan keuntungan.
Tentukan modal
berdasarkan kemampuan menanggung risiko.
Baca: Cara Main Saham Modal Kecil: Mulai Rp100 Ribu, Rp500 Ribu, atau Rp1 Juta
Cara Memilih Saham untuk Trading
Pemula sering
bertanya:
“Saham apa yang
bagus untuk trading?”
Jawabannya tidak
selalu sama setiap hari.
Saham yang menarik
untuk trading hari ini belum tentu menarik besok.
Beberapa hal yang
dapat diperhatikan antara lain:
Likuiditas
Saham dengan transaksi
aktif biasanya lebih mudah diperjualbelikan.
Volume
Volume dapat
memberikan gambaran mengenai aktivitas perdagangan saham.
Tren
Perhatikan apakah
harga sedang naik, turun, atau bergerak mendatar.
Support dan
Resistance
Area ini dapat
digunakan sebagai salah satu bahan menentukan rencana masuk dan keluar.
Berita dan Sentimen
Berita perusahaan
maupun kondisi pasar dapat memengaruhi harga saham.
Fundamental
Meskipun trading lebih
fokus pada harga, mengetahui kondisi perusahaan tetap bermanfaat.
Trading Saham dengan Analisis Teknikal
Analisis teknikal
banyak digunakan trader untuk menentukan kapan membeli dan menjual.
Trader dapat
menggunakan:
- candlestick;
- support;
- resistance;
- moving average;
- RSI;
- MACD;
- volume.
Tetapi jangan berpikir
semakin banyak indikator berarti semakin akurat.
Pemula justru dapat
mulai dari beberapa alat yang sederhana.
Contohnya:
Tren +
support/resistance + volume.
Setelah memahami dasar
tersebut, barulah menambah indikator lain jika memang diperlukan.
Trading Saham dengan Analisis Fundamental
Analisis fundamental
melihat kondisi perusahaan.
Beberapa hal yang bisa
dipelajari:
- pendapatan;
- laba;
- utang;
- arus kas;
- aset;
- prospek bisnis;
- industri;
- dan valuasi.
Walaupun trader tidak
selalu menahan saham dalam waktu lama, kondisi fundamental dapat membantu
memahami kualitas perusahaan dan berita yang berpotensi memengaruhi harga.
Apa Itu Cut Loss dalam Trading Saham?
Cut loss adalah tindakan menjual saham untuk membatasi
kerugian ketika harga bergerak berlawanan dengan rencana.
Contohnya:
Anda membeli saham
Rp1.000.
Sebelum membeli, Anda
menentukan batas kerugian pada Rp950.
Jika harga turun ke
area tersebut, Anda menjual sesuai strategi.
Tujuannya adalah
menjaga agar kerugian tidak berkembang menjadi semakin besar.
Cut loss memang terasa
tidak menyenangkan.
Tetapi dalam trading, kerugian
yang sudah direncanakan biasanya lebih mudah dikelola daripada kerugian yang
dibiarkan tanpa batas.
Apa Itu Take Profit?
Take profit adalah tindakan menjual saham untuk
merealisasikan keuntungan ketika harga telah mencapai target yang ditentukan.
Contohnya:
Harga beli = Rp1.000.
Target keuntungan =
10%.
Target jual = Rp1.100.
Jika harga mencapai
Rp1.100, trader dapat menjual sesuai strategi.
Take profit membantu
trader agar tidak terus mengejar harga.
![]() |
| Kesalahan pemula yang sering terjadi saat trading saham. Kuhuni.com |
Kesalahan Trading Saham yang Sering Dilakukan Pemula
1. Membeli karena
Ikut-ikutan
Teman membeli saham
tertentu, lalu ikut membeli tanpa melakukan analisis.
2. Mengejar Saham
yang Sedang Naik
Saham naik 20%,
kemudian langsung dibeli karena takut ketinggalan.
Ini disebut FOMO.
3. Tidak Memiliki
Stop Loss
Pemula sering berharap
harga akan kembali naik.
Akibatnya kerugian
kecil berubah menjadi kerugian besar.
4. Menggunakan
Seluruh Modal
Semua uang dimasukkan
ke satu saham.
Jika harga turun,
seluruh modal ikut terdampak.
5. Trading dengan
Emosi
Setelah rugi, langsung
melakukan transaksi besar untuk mengembalikan kerugian.
6. Menggunakan Utang
Trading menggunakan utang sangat berbahaya apalagi saham turun dan mengalami kerugian. Untuk itu gunakan uang nganggur (uang dingin) atau free cash.
7. Percaya
Keuntungan Pasti
Tidak ada strategi
yang bisa menjamin setiap transaksi menghasilkan keuntungan.
OJK juga mengingatkan
masyarakat agar bijak berinvestasi dan tidak mudah terperdaya oleh ajakan atau
cerita kesuksesan dari pihak lain.
Apakah Trading Saham Bisa Kaya?
Pertanyaan ini sangat
sering muncul.
Jawabannya:
Bisa mendapatkan
keuntungan, tetapi tidak ada jaminan menjadi kaya dari trading saham.
Trader yang berhasil
biasanya tidak hanya mencari keuntungan.
Mereka juga
memikirkan:
- berapa besar risiko;
- berapa besar kerugian;
- berapa modal yang digunakan;
- berapa biaya transaksi;
- dan bagaimana mempertahankan modal dalam
jangka panjang.
Jangan menjadikan
cerita seseorang yang mendapatkan keuntungan besar sebagai bukti bahwa trading
selalu mudah.
Kita tidak tahu berapa
besar kerugian yang mungkin dialami orang tersebut pada transaksi lainnya.
![]() |
| Resiko trading saham yaitu capital loss, saham turun dan resiko likuiditas. Kuhuni.com |
Apakah Trading Saham Aman?
Trading saham
dilakukan dalam ekosistem pasar modal yang memiliki regulator dan lembaga
terkait.
Namun, aman secara
sistem tidak berarti bebas dari risiko kerugian.
OJK menjelaskan bahwa
risiko investasi di pasar modal tetap ada. Salah satunya adalah risiko pasar
akibat fluktuasi harga yang dapat menyebabkan capital loss.
Karena itu, ada dua
hal berbeda:
Keamanan sistem
perdagangan
dan
risiko kehilangan
uang karena harga saham turun.
Pemula harus memahami
keduanya.
Baca: Kenapa Main Saham Bisa Rugi? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor
Tips Trading Saham untuk Pemula
Jika diringkas,
berikut beberapa tips yang paling penting:
Pertama, belajar
sebelum membeli.
Jangan menjadikan
pasar saham sebagai tempat belajar dengan uang dalam jumlah besar.
Kedua, gunakan dana
yang siap menghadapi risiko.
Jangan gunakan dana
kebutuhan pokok.
Ketiga, mulai
dengan modal yang kecil.
Tujuan awal adalah
mendapatkan pengalaman.
Keempat, buat
rencana sebelum membeli.
Tentukan alasan beli,
target keuntungan, dan batas kerugian.
Kelima, jangan
FOMO.
Tidak semua saham yang
naik harus dibeli.
Keenam, jangan
balas dendam setelah rugi.
Kerugian adalah bagian
dari trading.
Ketujuh, evaluasi
setiap transaksi.
Catat alasan membeli
dan menjual.
Kedelapan, jangan
percaya keuntungan pasti.
Trading selalu
mempunyai risiko.
Checklist Sebelum
Membeli Saham
Sebelum menekan tombol
Buy, coba tanyakan kepada diri sendiri:
- Mengapa saya membeli saham ini?
- Apakah saya memahami perusahaannya?
- Berapa harga beli saya?
- Berapa target keuntungan saya?
- Berapa batas kerugian saya?
- Berapa lot yang akan saya beli?
- Berapa maksimal uang yang siap saya
risikokan?
- Apakah saham ini cukup likuid?
- Apakah keputusan ini berdasarkan analisis
atau FOMO?
Jika Anda tidak bisa
menjawab pertanyaan tersebut, jangan terburu-buru membeli.
Baca:
- 89 Daftar Aplikasi Trading Saham Resmi di Indonesia
- 20 Istilah Penting Dalam Saham yang Wajib Diketahui Pemula
- Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia: Resmi Terdaftar di BEI dan OJK (Update Terbaru)
- 15 Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia: Pilihan untuk Pemula dan Trader
- 25 Aplikasi Trading Terpercaya dan Resmi di Indonesia yang Terdaftar OJK dan BEI
Kesimpulan
Cara trading saham
untuk pemula sebenarnya dapat
dipelajari secara bertahap.
Langkahnya dimulai
dari membuka rekening saham pada perusahaan sekuritas, menyetorkan dana ke RDN,
mempelajari saham, menentukan strategi, memasukkan order beli, memantau harga,
kemudian menjual saham sesuai rencana.
Namun, bagian paling
penting bukan sekadar mengetahui tombol Buy dan Sell.
Pemula harus belajar mengelola
risiko.
Trading saham dapat
memberikan keuntungan dari kenaikan harga, tetapi harga saham juga dapat turun
sehingga menimbulkan kerugian. Karena itu, jangan menggunakan dana yang tidak
siap menghadapi risiko dan jangan percaya pada janji keuntungan pasti.
Jika baru mulai, tidak
perlu terburu-buru mengejar keuntungan besar.
Mulailah dengan
modal kecil, pelajari cara kerja pasar, buat rencana trading, disiplin
menjalankan batas risiko, lalu evaluasi setiap transaksi.
Tujuan pertama seorang
trader pemula bukan menjadi kaya.
Tujuan pertama
adalah belajar agar tidak kehilangan modal karena kesalahan yang sebenarnya
bisa dihindari.
FAQ Cara Trading Saham untuk Pemula
Bagaimana cara
trading saham untuk pemula?
Pemula dapat memulai
dengan membuka rekening pada perusahaan sekuritas, menyetor dana ke RDN,
memilih saham, melakukan analisis, membeli saham melalui aplikasi sekuritas,
kemudian menjualnya sesuai strategi.
Berapa modal untuk
mulai trading saham?
Tidak ada satu jumlah
yang wajib untuk semua orang. Modal tergantung harga saham, jumlah lot, biaya
transaksi, strategi, dan kemampuan menanggung risiko.
Apakah modal Rp100
ribu bisa untuk trading saham?
Bisa, tergantung harga
saham yang dipilih. Karena 1 lot terdiri dari 100 saham, saham dengan harga
Rp500 membutuhkan sekitar Rp50 ribu untuk 1 lot sebelum biaya transaksi.
Apa itu cut loss?
Cut loss adalah
menjual saham untuk membatasi kerugian ketika harga bergerak berlawanan dengan
rencana trading.
Apa itu take
profit?
Take profit adalah
menjual saham ketika harga sudah mencapai target keuntungan yang telah
ditentukan.
Apakah trading
saham harus dilakukan setiap hari?
Tidak. Trader tidak
harus melakukan transaksi setiap hari. Transaksi sebaiknya dilakukan ketika
terdapat peluang yang sesuai dengan strategi.
Apakah trading
saham bisa rugi?
Bisa. Jika harga jual
lebih rendah daripada harga beli, trader mengalami capital loss.
Apa saham yang
bagus untuk trading?
Tidak ada satu saham
yang selalu bagus untuk trading. Pilihan saham dapat berubah sesuai kondisi
pasar, likuiditas, volume, tren, sentimen, dan strategi trader.
Apakah pemula
sebaiknya trading atau investasi?
Keduanya dapat dipelajari, tetapi pemula perlu memahami perbedaan tujuan dan risikonya. Trading lebih menekankan pergerakan harga, sedangkan investasi biasanya berorientasi lebih panjang.





0 comments
Posting Komentar