Laporan Keuangan AXIO September 2026: Pendapatan Naik 24%, Laba Bersih Tembus Rp61 Miliar

Kuhuni.com, Jakarta - PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan hingga 30 September 2026. Pendapatan perusahaan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, diikuti kenaikan laba kotor, laba usaha, dan laba bersih. Namun, pertumbuhan bisnis tersebut juga diiringi kenaikan total liabilitas serta tekanan arus kas dari aktivitas operasi.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, pendapatan AXIO mencapai Rp1,36 triliun hingga September 2026, naik dari Rp1,09 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Laba tahun berjalan tercatat sekitar Rp61,11 miliar, sedangkan laba per saham dasar meningkat menjadi Rp10,45.

Laporan Keuangan AXIO 2026
Laporan Keuangan AXIO Q3 2026. Sumber data dari LK AXIO

Ringkasan Kinerja Keuangan AXIO September 2026

Berikut ringkasan sejumlah indikator utama laporan keuangan AXIO untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Indikator 2026 2025 Perubahan
PendapatanRp1,36 triliunRp1,09 triliun+24,23%
Laba kotorRp224,99 miliarRp169,35 miliar+32,85%
Laba usahaRp101,23 miliarRp57,49 miliar+76,09%
Laba sebelum pajakRp77,83 miliarRp43,50 miliar+78,94%
Laba tahun berjalanRp61,11 miliarRp35,19 miliar+73,67%
Laba per saham dasarRp10,45Rp5,69+83,65%

Angka perubahan dihitung dari nilai laporan keuangan yang disajikan. Perlu diperhatikan bahwa angka laba tahun berjalan pada laporan laba rugi berbeda dengan total laba yang tercantum pada bagian atribusi laba. Karena itu, rincian laba tersebut perlu dicermati saat membaca laporan lengkap.

Pendapatan AXIO Tumbuh Menjadi Rp1,36 Triliun

Hingga 30 September 2026, AXIO membukukan pendapatan sebesar Rp1.358.620.116.611, meningkat dari Rp1.093.777.660.312 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan sekitar 24,23% ini menunjukkan pertumbuhan pendapatan konsolidasian perusahaan.

Beban pokok pendapatan ikut meningkat dari Rp924,42 miliar menjadi Rp1,13 triliun. Meski demikian, pertumbuhan pendapatan lebih tinggi daripada kenaikan beban pokok, sehingga laba kotor perusahaan tetap meningkat secara signifikan.

Laba kotor AXIO mencapai Rp224,99 miliar, dibandingkan Rp169,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba kotor juga meningkat dari sekitar 15,48% menjadi 16,56%.

Peningkatan margin tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh laba kotor yang lebih besar dari setiap rupiah pendapatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, perkembangan selanjutnya tetap bergantung pada pengendalian beban operasional, biaya pendanaan, serta kemampuan mengubah penjualan menjadi arus kas.

Laba Usaha AXIO Naik 76%

AXIO mencatat laba usaha sebesar Rp101,23 miliar hingga September 2026, naik sekitar 76,09% dibandingkan Rp57,49 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Sejumlah pos beban usaha mengalami kenaikan. Beban penjualan meningkat dari Rp62,06 miliar menjadi Rp70,48 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi naik dari Rp52,40 miliar menjadi Rp56,03 miliar. Beban operasional lainnya juga meningkat menjadi Rp9,64 miliar dari Rp4,32 miliar.

Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya naik menjadi Rp12,39 miliar dari Rp6,91 miliar. Secara keseluruhan, kenaikan laba kotor dan pendapatan operasional lainnya mampu mengimbangi peningkatan sejumlah beban usaha, sehingga laba usaha tumbuh lebih cepat daripada pendapatan.

Margin laba usaha meningkat menjadi sekitar 7,45%, dari sekitar 5,26% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam kinerja operasional AXIO selama sembilan bulan pertama 2026.

Laba Bersih AXIO Meningkat Menjadi Rp61,11 Miliar

Laba sebelum pajak AXIO tercatat sebesar Rp77,83 miliar, meningkat dari Rp43,50 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan kini dan manfaat pajak tangguhan, laba tahun berjalan dalam laporan laba rugi mencapai Rp61,11 miliar.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Rp35,19 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Berdasarkan angka laba tahun berjalan dalam laporan laba rugi, margin laba bersih meningkat dari sekitar 3,22% menjadi 4,50%.

Adapun laba per saham dasar atau earnings per share (EPS) tercatat sebesar Rp10,45, dibandingkan Rp5,69 pada periode sebelumnya. Kenaikan EPS menunjukkan peningkatan laba yang tersedia per saham berdasarkan perhitungan dalam laporan keuangan.

Meski demikian, investor sebaiknya turut memperhatikan arus kas operasi dan perubahan kebutuhan modal kerja. Pertumbuhan laba tidak selalu berarti perusahaan menghasilkan kas dalam jumlah yang sama pada periode berjalan.

Aset AXIO Naik Menjadi Rp1,42 Triliun

Per 30 September 2026, total aset AXIO tercatat sebesar Rp1.417,48 triliun? Tidak, total aset perusahaan mencapai sekitar Rp1,42 triliun, meningkat dari Rp1,25 triliun pada 31 Desember 2025.

Aset lancar meningkat dari Rp836,79 miliar menjadi Rp1,03 triliun. Sementara itu, aset tidak lancar turun dari Rp408,27 miliar menjadi Rp384,22 miliar.

Komponen aset lancar terbesar adalah persediaan dan piutang usaha pihak ketiga. Persediaan meningkat menjadi Rp739,09 miliar dari Rp589,39 miliar pada akhir 2025. Kenaikan ini menunjukkan semakin besarnya dana yang tersimpan dalam persediaan, sehingga perputaran barang dan pengelolaan stok menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Piutang usaha pihak ketiga juga meningkat dari Rp85,81 miliar menjadi Rp194,58 miliar. Pertumbuhan piutang yang cukup besar perlu dicermati bersama perkembangan penjualan dan penerimaan kas dari pelanggan, termasuk kemampuan perusahaan menagih piutang sesuai jadwal.

Sebaliknya, saldo kas dan bank turun tajam dari Rp52,24 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp11,15 miliar per 30 September 2026. Penurunan ini sejalan dengan arus kas operasi yang negatif selama periode berjalan.

Liabilitas AXIO Meningkat, Utang Bank Jangka Pendek Bertambah

Total liabilitas AXIO meningkat menjadi Rp843,32 miliar per 30 September 2026, dibandingkan Rp707,96 miliar pada 31 Desember 2025. Kenaikan tersebut terutama terlihat pada liabilitas jangka pendek.

Komponen 30 Sep 2026 31 Des 2025
Total liabilitas jangka pendekRp749,93 miliarRp696,59 miliar
Utang bank jangka pendekRp287,84 miliarRp126,00 miliar
Utang usaha pihak ketigaRp338,85 miliarRp343,50 miliar
Total liabilitas jangka panjangRp93,39 miliarRp11,37 miliar
Total liabilitasRp843,32 miliarRp707,96 miliar

Utang bank jangka pendek meningkat dari Rp126 miliar menjadi Rp287,84 miliar. Pada saat yang sama, utang bank jangka panjang yang tercatat setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun mencapai Rp81 miliar, sedangkan pada akhir 2025 tidak terdapat saldo pada pos tersebut.

Kenaikan utang bank perlu dinilai bersama kebutuhan modal kerja, pertumbuhan persediaan, piutang usaha, dan kemampuan perusahaan menghasilkan kas. Biaya keuangan AXIO juga meningkat menjadi Rp23,40 miliar dari Rp13,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan meningkatnya kewajiban pendanaan, kemampuan perusahaan mengelola likuiditas dan memenuhi pembayaran utang menjadi salah satu aspek penting untuk dipantau investor.

Ekuitas AXIO Meningkat Menjadi Rp574,13 Miliar

Total ekuitas AXIO tercatat sebesar Rp574,13 miliar per 30 September 2026, meningkat dari Rp537,10 miliar pada 31 Desember 2025. Kenaikan tersebut terutama tercermin pada saldo laba yang tidak ditentukan penggunaannya, yang bertambah dari Rp168,45 miliar menjadi Rp206,12 miliar.

Modal saham tetap sebesar Rp146,00 miliar, sedangkan tambahan modal disetor tercatat Rp117,34 miliar. Dengan demikian, peningkatan ekuitas selama periode tersebut terutama berasal dari perubahan saldo laba dan komponen ekuitas lainnya, bukan dari penambahan modal saham.

Walaupun ekuitas meningkat, perusahaan tetap perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, pendanaan melalui utang, dan likuiditas. Kenaikan ekuitas menjadi salah satu indikator yang dapat dibaca bersama perkembangan aset dan liabilitas perusahaan.

Arus Kas Operasi AXIO Berbalik Negatif

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari laporan keuangan AXIO September 2026 adalah arus kas dari aktivitas operasi. Selama sembilan bulan pertama 2026, perusahaan mencatat arus kas operasi negatif sebesar Rp97,82 miliar, berbalik dari arus kas positif Rp29,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejumlah faktor memengaruhi arus kas operasi tersebut, termasuk pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk kegiatan operasional, pembayaran kepada karyawan, pembayaran pajak penghasilan, serta penerimaan kas dari restitusi pajak.

Penerimaan kas dari pelanggan tercatat sekitar Rp1,27 triliun. Namun, pembayaran kepada pemasok mencapai sekitar Rp1,24 triliun, ditambah berbagai pengeluaran operasional lainnya. Walaupun perusahaan mencatat pertumbuhan laba, besarnya arus kas keluar menunjukkan bahwa pengelolaan modal kerja perlu menjadi perhatian.

Arus kas dari aktivitas investasi juga negatif Rp30,47 miliar, terutama terkait belanja aset tetap. Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan positif Rp87,20 miliar, didukung penerimaan utang bank jangka pendek yang lebih besar daripada pembayaran kembali pinjaman dan kewajiban pendanaan lainnya.

Secara keseluruhan, kas dan bank turun Rp41,10 miliar sepanjang periode berjalan, dari Rp52,24 miliar pada awal tahun menjadi Rp11,15 miliar pada 30 September 2026.

Rangkuman Arus Kas AXIO September 2026

Komponen Arus Kas 2026 2025
Aktivitas operasi(Rp97,82 miliar)Rp29,35 miliar
Aktivitas investasi(Rp30,47 miliar)(Rp65,65 miliar)
Aktivitas pendanaanRp87,20 miliar(Rp6,73 miliar)
Penurunan neto kas dan bankRp41,10 miliarRp43,03 miliar
Kas dan bank akhir periodeRp11,15 miliarRp10,77 miliar

Angka arus kas akhir periode 2025 pada tabel mengacu pada laporan arus kas sembilan bulan yang disajikan sebagai pembanding. Adapun saldo kas dan bank pada laporan posisi keuangan per 31 Desember 2025 adalah Rp52,24 miliar. Kedua angka tersebut menggunakan titik waktu yang berbeda.

Prospek Saham AXIO Setelah Laporan Keuangan September 2026

Kinerja AXIO hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang cukup kuat. Pendapatan meningkat sekitar 24%, laba kotor naik hampir 33%, sedangkan laba usaha bertambah sekitar 76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan margin laba kotor dan laba usaha menjadi perkembangan positif dari sisi operasional. Namun, ada beberapa faktor yang perlu dipantau investor, terutama arus kas operasi yang berbalik negatif, penurunan saldo kas dan bank, kenaikan piutang usaha, serta bertambahnya utang bank jangka pendek.

Investor juga dapat mencermati perkembangan persediaan dan piutang pada periode berikutnya. Kedua komponen tersebut menyerap modal kerja, sehingga kecepatan perputaran persediaan dan penagihan piutang dapat memengaruhi kemampuan perusahaan menghasilkan kas dari kegiatan bisnis.

Laporan keuangan ini dapat menjadi salah satu dasar untuk menilai kinerja fundamental saham AXIO. Namun, keputusan investasi sebaiknya juga mempertimbangkan harga saham, valuasi, prospek bisnis, kondisi industri, dan toleransi risiko masing-masing investor. Pertumbuhan laba saja tidak cukup untuk memastikan arah pergerakan harga saham.

Baca Laporan Keuangan Emiten

  1. Laporan Keuangan DEWA 9 Bulan 2026: Laba Melonjak 114,5% Jadi Rp513 Miliar
  2. Pendapatan Waskita Karya (WKST) Naik 53,7% pada 9 Bulan 2026, Rugi Bersih Masih Rp3,26 Triliun
  3. Laporan Keuangan DIGI September 2026: Pendapatan Turun, Rugi Bersih Menyusut Jadi Rp730 Juta
  4. Laporan Keuangan AXIO September 2026: Pendapatan Naik 24%, Laba Bersih Tembus Rp61 Miliar
  5. Laporan Keuangan BPFI September 2026: Laba Bersih Naik 89% Jadi Rp97,81 Miliar

Kesimpulan

Laporan keuangan AXIO September 2026 menunjukkan bahwa PT Tera Data Indonusa Tbk membukukan pendapatan Rp1,36 triliun dan laba tahun berjalan sekitar Rp61,11 miliar. Keduanya meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usaha juga tumbuh menjadi Rp101,23 miliar, disertai kenaikan margin laba kotor dan laba usaha.

Di sisi lain, arus kas operasi tercatat negatif Rp97,82 miliar dan saldo kas serta bank turun menjadi Rp11,15 miliar. Total liabilitas meningkat menjadi Rp843,32 miliar, dengan kenaikan yang cukup besar pada utang bank jangka pendek.

Dengan demikian, kinerja AXIO memperlihatkan pertumbuhan profitabilitas, tetapi pengelolaan modal kerja, likuiditas, dan kewajiban pendanaan tetap menjadi aspek penting untuk dipantau pada periode laporan keuangan berikutnya.

FAQ Laporan Keuangan AXIO September 2026

Berapa pendapatan AXIO hingga September 2026?

Pendapatan AXIO mencapai Rp1,36 triliun hingga 30 September 2026, naik dari Rp1,09 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Berapa laba bersih AXIO pada September 2026?

Laporan laba rugi mencatat laba tahun berjalan sekitar Rp61,11 miliar hingga September 2026, dibandingkan Rp35,19 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berapa laba per saham AXIO pada September 2026?

Laba per saham dasar AXIO tercatat sebesar Rp10,45, meningkat dari Rp5,69 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagaimana kondisi arus kas AXIO pada September 2026?

Arus kas dari aktivitas operasi tercatat negatif Rp97,82 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, arus kas operasi masih positif Rp29,35 miliar.

Apakah laporan keuangan AXIO menunjukkan kinerja yang membaik?

Dari sisi pendapatan dan laba, kinerja AXIO membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, investor juga perlu memperhatikan arus kas operasi negatif, penurunan saldo kas, kenaikan piutang, serta peningkatan utang bank jangka pendek sebelum menilai prospek sahamnya.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan  rekomendasi atau perintah jual atau beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan