PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI), perusahaan media digital yang dikenal melalui portal berita dan platform digital, mencatatkan perbaikan kinerja rugi pada sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian, pendapatan perseroan mencapai Rp26,48 miliar hingga 30 September 2026, turun 5,27% dibandingkan Rp27,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski pendapatan mengalami penurunan, laba kotor DIGI meningkat menjadi Rp15,09 miliar dari Rp12,51 miliar. Rugi usaha juga menyusut dari Rp2,63 miliar menjadi Rp690,33 juta. Sementara itu, rugi bersih periode berjalan turun menjadi Rp729,93 juta, dibandingkan Rp2,79 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
![]() |
| Laporan Keuangan DIGI per 30 September 2026. Sumber tangkapan layar laporan keungan perseroan |
Di sisi neraca, total aset DIGI mencapai Rp16,81 miliar per 30 September 2026. Namun, perseroan masih mencatatkan defisiensi modal sebesar Rp4,60 miliar dan kas serta bank turun menjadi Rp490,36 juta.
Ringkasan Laporan Keuangan DIGI 9 Bulan 2026
Berikut perbandingan kinerja laba rugi konsolidasian PT Arkadia Digital Media Tbk untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026 dan 30 September 2025.
| Pos Keuangan | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp26,48 miliar | Rp27,95 miliar | -5,27% |
| Laba kotor | Rp15,09 miliar | Rp12,51 miliar | +20,62% |
| Rugi usaha | Rp690,33 juta | Rp2,63 miliar | Rugi menyusut |
| Rugi sebelum pajak | Rp859,07 juta | Rp2,87 miliar | Rugi menyusut |
| Rugi periode berjalan | Rp729,93 juta | Rp2,79 miliar | Rugi menyusut |
| Rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk | Rp730,23 juta | Rp2,79 miliar | Rugi menyusut |
| Rugi per saham dasar | Rp0,45 | Rp1,72 | Rugi per saham menyusut |
Secara umum, kinerja DIGI menunjukkan perbaikan dari sisi profitabilitas meskipun pendapatan turun. Peningkatan laba kotor dan penurunan rugi usaha menjadi faktor penting dalam perubahan hasil keuangan perseroan.
Pendapatan DIGI Turun 5,27%
Pendapatan PT Arkadia Digital Media Tbk mencapai Rp26,48 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, turun dari Rp27,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara nominal, pendapatan berkurang sekitar Rp1,47 miliar.
Penurunan pendapatan menunjukkan bahwa aktivitas usaha perseroan belum mencatatkan pertumbuhan pada periode tersebut. Meski demikian, penurunan pendapatan tidak diikuti pelemahan laba kotor. Hal ini terlihat dari meningkatnya laba kotor dan margin laba kotor dibandingkan sembilan bulan pertama 2025.
Laba Kotor DIGI Naik 20,62%
Di tengah penurunan pendapatan, laba kotor DIGI meningkat dari Rp12,51 miliar menjadi Rp15,09 miliar. Kenaikannya mencapai sekitar 20,62%.
Perbaikan ini berkaitan dengan beban pokok pendapatan yang turun menjadi Rp11,38 miliar dari Rp15,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan kata lain, penurunan beban pokok pendapatan lebih besar daripada penurunan pendapatan, sehingga laba kotor perseroan meningkat.
Margin laba kotor DIGI juga membaik. Pada sembilan bulan pertama 2025, margin laba kotor berada di kisaran 44,77%. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 57,00% pada periode yang sama 2026.
Peningkatan margin menunjukkan bahwa porsi pendapatan yang tersisa setelah dikurangi beban pokok pendapatan menjadi lebih besar. Namun, untuk menilai keberlanjutan perbaikan tersebut, investor perlu mencermati komposisi pendapatan dan beban pokok pada periode berikutnya.
Rugi Usaha DIGI Menyusut Menjadi Rp690,33 Juta
Rugi usaha DIGI turun signifikan menjadi Rp690,33 juta pada sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan Rp2,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan tersebut terjadi karena peningkatan laba kotor membantu mengimbangi beban operasional dan pos lain-lain. Pada periode yang sama, beban pemasaran meningkat tipis menjadi Rp272,21 juta dari Rp264,24 juta. Sementara itu, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp13,74 miliar dari Rp13,53 miliar.
Pendapatan atau beban lain-lain tercatat sebagai beban bersih sebesar Rp1,77 miliar, meningkat dibandingkan beban Rp1,35 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Walaupun beberapa beban meningkat, rugi usaha secara keseluruhan tetap menyusut seiring kenaikan laba kotor.
Rugi Bersih DIGI Turun Menjadi Rp729,93 Juta
Rugi periode berjalan DIGI tercatat Rp729,93 juta pada sembilan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rugi Rp2,79 miliar pada periode yang sama 2025.
Sementara itu, rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp730,23 juta, dibandingkan Rp2,79 miliar pada tahun sebelumnya. Perbedaan kecil antara kedua angka tersebut berasal dari bagian hasil yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali.
Perbaikan rugi bersih menunjukkan bahwa perseroan berhasil memperkecil kerugian dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, DIGI masih belum membukukan laba bersih hingga akhir September 2026.
Beban Keuangan DIGI Turun 32,81%
Beban keuangan DIGI turun menjadi Rp177,30 juta pada sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan Rp263,89 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut mencapai sekitar 32,81%.
Perseroan juga mencatatkan pendapatan keuangan sebesar Rp8,56 juta, lebih rendah dibandingkan Rp24,20 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan laba usaha yang masih negatif, beban keuangan tetap menjadi salah satu komponen yang memengaruhi hasil akhir perseroan. Penurunan biaya pendanaan membantu mengurangi tekanan terhadap laba sebelum pajak, meskipun dampaknya lebih kecil dibandingkan perubahan laba kotor dan beban operasional.
Total Aset DIGI Turun 4,86%
Total aset DIGI per 30 September 2026 tercatat Rp16,81 miliar, turun dari Rp17,67 miliar pada 31 Desember 2025. Penurunan tersebut mencapai sekitar 4,86%.
| Pos Neraca | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total aset | Rp16,81 miliar | Rp17,67 miliar | -4,86% |
| Total liabilitas | Rp21,41 miliar | Rp21,76 miliar | -1,59% |
| Total ekuitas | -Rp4,60 miliar | -Rp4,09 miliar | Defisiensi membesar |
| Kas dan bank | Rp490,36 juta | Rp3,47 miliar | -85,86% |
Aset lancar DIGI mencapai Rp13,84 miliar, turun dari Rp15,04 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, aset tidak lancar meningkat menjadi Rp2,96 miliar dari Rp2,62 miliar.
Kas dan bank menjadi salah satu komponen yang mengalami penurunan paling besar. Posisi kas turun dari Rp3,47 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp490,36 juta per 30 September 2026.
Kas dan Bank DIGI Turun 85,86%
Kas dan bank DIGI tercatat Rp490,36 juta per 30 September 2026, turun sekitar 85,86% dibandingkan Rp3,47 miliar pada akhir 2025. Penurunan tersebut sejalan dengan arus kas bersih yang keluar selama periode berjalan.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp3,76 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, arus kas operasi juga negatif, tetapi jumlahnya lebih kecil, yakni sekitar Rp847,74 juta.
Kondisi ini perlu diperhatikan karena kas merupakan salah satu sumber utama untuk membiayai kebutuhan operasional dan memenuhi kewajiban jangka pendek. Meski rugi bersih menyusut, arus kas operasi yang semakin negatif menunjukkan bahwa perbaikan laba belum diikuti peningkatan arus kas dari kegiatan operasi.
Arus Kas Operasi DIGI Masih Negatif
Berikut ringkasan arus kas konsolidasian DIGI untuk sembilan bulan pertama 2026 dan 2025.
| Arus Kas | 9M 2026 | 9M 2025 |
|---|---|---|
| Arus kas operasi | -Rp3,76 miliar | -Rp847,74 juta |
| Arus kas investasi | -Rp1,40 miliar | -Rp412,70 juta |
| Arus kas pendanaan | -Rp730,33 juta | -Rp1,03 miliar |
| Penurunan bersih kas dan bank | -Rp2,98 miliar | -Rp5,20 miliar |
| Kas dan bank akhir periode | Rp490,36 juta | Rp970,14 juta |
Arus kas investasi mencatatkan penggunaan kas sebesar Rp1,40 miliar, terutama terkait perolehan aset tetap. Sementara itu, arus kas pendanaan menunjukkan pengeluaran bersih Rp730,33 juta, antara lain dari pembayaran sewa pembiayaan dan utang lain-lain.
Secara keseluruhan, kas dan bank turun Rp2,98 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, penurunan bersih kas mencapai Rp5,20 miliar. Dengan demikian, penurunan kas bersih secara keseluruhan lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun arus kas operasi mencatatkan tekanan yang lebih besar.
Liabilitas DIGI Sedikit Menurun, tetapi Masih Melebihi Aset
Total liabilitas DIGI per 30 September 2026 mencapai Rp21,41 miliar, turun sekitar 1,59% dibandingkan Rp21,76 miliar pada akhir 2025. Liabilitas jangka pendek tercatat Rp14,21 miliar, sedangkan liabilitas jangka panjang mencapai Rp7,20 miliar.
Walaupun total liabilitas sedikit menurun, nilainya masih lebih besar daripada total aset perseroan yang mencapai Rp16,81 miliar. Kondisi tersebut membuat DIGI masih mencatatkan ekuitas negatif atau defisiensi modal.
Liabilitas yang lebih besar daripada aset tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh kondisi keuangan perusahaan, tetapi merupakan indikator penting yang perlu diperhatikan bersama kemampuan menghasilkan kas, struktur kewajiban, dan prospek operasional.
DIGI Masih Mengalami Defisiensi Modal Rp4,60 Miliar
Total ekuitas DIGI per 30 September 2026 tercatat negatif Rp4,60 miliar, memburuk dibandingkan negatif Rp4,09 miliar pada akhir 2025. Dengan kata lain, defisiensi modal meningkat sekitar Rp513 juta.
Saldo defisit perseroan mencapai Rp50,71 miliar, dibandingkan Rp49,98 miliar pada akhir 2025. Kerugian periode berjalan turut memengaruhi posisi akumulasi defisit tersebut.
Ekuitas negatif menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor ketika menilai ketahanan keuangan DIGI. Pemantauan terhadap perbaikan profitabilitas, arus kas operasi, dan kemampuan memenuhi kewajiban akan tetap penting pada periode berikutnya.
Laba Per Saham DIGI Masih Negatif
Rugi per saham dasar DIGI tercatat Rp0,45 pada sembilan bulan pertama 2026, membaik dibandingkan rugi per saham Rp1,72 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan rugi per saham sejalan dengan menyusutnya rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Meski demikian, indikator tersebut masih menunjukkan bahwa perseroan belum menghasilkan laba bagi pemegang saham selama periode pelaporan.
Kesimpulan Laporan Keuangan DIGI September 2026
Kinerja PT Arkadia Digital Media Tbk pada sembilan bulan pertama 2026 memperlihatkan perbaikan dari sisi laba meskipun pendapatan mengalami penurunan. Pendapatan turun 5,27% menjadi Rp26,48 miliar, tetapi laba kotor naik 20,62% menjadi Rp15,09 miliar dan rugi usaha menyusut menjadi Rp690,33 juta.
Rugi periode berjalan juga turun dari Rp2,79 miliar menjadi Rp729,93 juta. Namun, perbaikan tersebut perlu dibaca bersama sejumlah tantangan keuangan, terutama penurunan kas dan bank menjadi Rp490,36 juta, arus kas operasi negatif Rp3,76 miliar, serta defisiensi modal yang membesar menjadi Rp4,60 miliar.
Dengan demikian, perkembangan DIGI hingga September 2026 menunjukkan kemajuan dalam menekan kerugian, tetapi belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan arus kas dan struktur permodalan. Investor perlu memantau laporan keuangan berikutnya untuk melihat apakah perbaikan laba dapat berlanjut dan diikuti kondisi kas yang lebih kuat.
Baca Laporan Keuangan Emiten
- Laporan Keuangan DEWA 9 Bulan 2026: Laba Melonjak 114,5% Jadi Rp513 Miliar
- Pendapatan Waskita Karya (WKST) Naik 53,7% pada 9 Bulan 2026, Rugi Bersih Masih Rp3,26 Triliun
- Laporan Keuangan DIGI September 2026: Pendapatan Turun, Rugi Bersih Menyusut Jadi Rp730 Juta
FAQ Laporan Keuangan DIGI 2026
Berapa pendapatan DIGI hingga September 2026?
Pendapatan PT Arkadia Digital Media Tbk mencapai Rp26,48 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, turun sekitar 5,27% dibandingkan Rp27,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berapa rugi bersih DIGI pada September 2026?
Rugi periode berjalan DIGI mencapai Rp729,93 juta hingga 30 September 2026, menyusut dibandingkan rugi Rp2,79 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Apakah laba kotor DIGI meningkat?
Ya. Laba kotor DIGI meningkat dari Rp12,51 miliar menjadi Rp15,09 miliar, atau naik sekitar 20,62%.
Berapa kas dan bank DIGI per September 2026?
Kas dan bank DIGI tercatat Rp490,36 juta per 30 September 2026, turun dari Rp3,47 miliar pada 31 Desember 2025.
Apakah DIGI masih mencatatkan ekuitas negatif?
Ya. Ekuitas DIGI per 30 September 2026 tercatat negatif Rp4,60 miliar, dibandingkan negatif Rp4,09 miliar pada akhir 2025.
Bagaimana arus kas operasi DIGI pada 2026?
Arus kas operasi DIGI masih negatif sebesar Rp3,76 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, lebih besar dibandingkan arus kas operasi negatif Rp847,74 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Serial Belajar Saham:
- Apa Itu Trading? Pengertian Trading untuk Pemula
- Manajemen Risiko dalam Trading: Panduan Lengkap untuk Pemula
- Apa Itu Trading Saham? Pengertian, Cara Kerja dan Contohnya untuk Pemula
- Cara Menjual Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
- 20 Istilah Penting Dalam Saham yang Wajib Diketahui Pemula
- Panduan Lengkap Investasi Saham untuk Pemula
- Cara Trading Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
- Cara Main Saham Modal Kecil: Mulai Rp100 Ribu, Rp500 Ribu, atau Rp1 Juta
- 25 Aplikasi Trading Terpercaya dan Resmi di Indonesia yang Terdaftar OJK dan BEI
- Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia: Resmi Terdaftar di BEI dan OJK
Catatan: Artikel ini membahas laporan keuangan interim konsolidasian PT Arkadia Digital Media Tbk untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026. Angka keuangan disajikan dalam rupiah dan sebagian dibulatkan agar lebih mudah dibaca.

0 comments
Posting Komentar