Banyak orang mengira bermain saham membutuhkan modal besar. Padahal, kita bisa mulai belajar saham dengan modal kecil. Bahkan, dengan modal Rp100 ribu pun seseorang sudah bisa mulai mengenal cara membeli dan menjual saham.
Yang paling penting bukan seberapa besar uang yang kita punya. Yang lebih penting adalah belajar bagaimana saham bekerja, bagaimana menghitung untung dan rugi, serta bagaimana menjaga uang agar tidak cepat habis.
Cara main saham modal 100 ribu.
Misalnya, kita memiliki uang Rp100 ribu.
Kita tidak harus langsung berpikir, "Bagaimana caranya supaya Rp100 ribu menjadi Rp1 juta?"
Lebih baik berpikir seperti ini:
"Bagaimana caranya saya belajar bermain saham tanpa membuat uang saya habis?"
Cara berpikir seperti inilah yang penting bagi pemula.
Dalam artikel ini, kita akan belajar cara main saham dengan modal kecil, mulai dari Rp100 ribu, Rp500 ribu, sampai Rp1 juta.
Kita juga akan melihat contoh transaksi sederhana agar lebih mudah dipahami.
Daftar Isi
Apakah bisa main saham dengan modal Rp100 ribu?
Cara kerja jual beli saham
Cara main saham dengan modal Rp100 ribu
Contoh trading saham modal Rp100 ribu
Kelebihan dan kekurangan modal Rp100 ribu
Cara main saham dengan modal Rp500 ribu
Contoh trading saham modal Rp500 ribu
Kelebihan dan kekurangan modal Rp500 ribu
Cara main saham dengan modal Rp1 juta
Contoh trading saham modal Rp1 juta
Kelebihan dan kekurangan modal Rp1 juta
Perbandingan modal Rp100 ribu, Rp500 ribu, dan Rp1 juta
Tips bermain saham untuk pemula
Kesimpulan
Apakah Bisa Main Saham dengan Modal Rp100 Ribu?
Bisa.
Tetapi ada satu hal yang harus dipahami terlebih dahulu. Di Bursa Efek Indonesia, saham dibeli dalam satuan lot. Satu lot berisi 100 lembar saham.
Jadi, kalau harga sebuah saham adalah Rp500 per lembar, maka harga satu lot adalah:
Rp500 × 100 = Rp50.000
Artinya, secara sederhana, saham dengan harga Rp1.000 per lembar membutuhkan sekitar Rp100 ribu untuk membeli satu lot, belum memperhitungkan biaya transaksi.
Kalau harga saham Rp100 per lembar, maka satu lot membutuhkan:
Rp100 × 100 = Rp10.000
Dengan begitu, modal Rp100 ribu masih bisa digunakan untuk membeli saham yang harganya sesuai dengan kemampuan modal.
Namun, jangan lupa bahwa saat membeli atau menjual saham ada biaya transaksi. Jadi, jangan menggunakan seluruh uang sampai tidak ada sisa.
Cara Kerja Main Saham
Sebelum masuk ke contoh, kita buat ilustrasi sederhana.
Bayangkan kita membeli sebuah barang. Kita membeli dengan harga murah, kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi.
Dalam saham, prinsip sederhananya juga seperti itu.
Misalnya:
Beli: Rp1.000 per saham
Kemudian harga naik menjadi:
Rp1.100 per saham
Berarti harga saham naik:
Rp100 per saham
Jika kita memiliki 1 lot atau 100 saham, keuntungan kotor kita adalah:
Rp100 × 100 = Rp10.000
Sebaliknya, jika harga turun menjadi Rp900, maka kerugian kotor kita:
Rp100 × 100 = Rp10.000
Jadi, saham bisa memberikan keuntungan, tetapi juga bisa memberikan kerugian.
Karena itu, jangan menganggap saham sebagai mesin uang.
Saham adalah investasi yang harganya bisa naik dan turun.
BACA JUGA: Cara Mendapatkan Passive Income dari Saham
Cara Main Saham dengan Modal Rp100 Ribu
Sekarang kita mulai dari modal yang paling kecil.
Misalnya kita memiliki:
Modal: Rp100.000
Kita menemukan sebuah saham dengan harga:
Harga saham: Rp800 per lembar
Harga satu lot:
Rp800 × 100 = Rp80.000
Kita membeli:
1 lot = 100 saham
Maka uang yang digunakan sekitar:
Rp80.000
Masih ada sisa sekitar:
Rp20.000
Sisa uang ini sebaiknya tidak langsung digunakan untuk membeli saham lain.
Mengapa?
Karena kita masih belajar.
BACA JUGA: ARA Saham IPO Terbaru: Cara Menghitung Batas Auto Reject Atas
Contoh Trading Saham Modal Rp100 Ribu
Misalnya kita membeli 1 lot saham dengan harga Rp800.
Saat membeli
100 saham × Rp800 = Rp80.000
Kemudian beberapa hari kemudian harga saham naik menjadi Rp880.
Kita menjual saham tersebut.
100 saham × Rp880 = Rp88.000
Keuntungan kotor:
Rp88.000 - Rp80.000 = Rp8.000
Jadi, modal Rp80 ribu menghasilkan keuntungan kotor Rp8 ribu.
Persentase kenaikannya:
Rp8.000 ÷ Rp80.000 × 100% = 10%
Jadi dalam contoh ini, harga saham naik 10%.
Bagaimana jika saham turun?
Misalnya setelah membeli di Rp800, harga justru turun menjadi Rp720.
Nilai saham kita:
100 × Rp720 = Rp72.000
Modal awal:
Rp80.000
Kerugian kotor:
Rp8.000
Jadi, penurunan harga 10% membuat nilai saham kita turun sekitar Rp8 ribu.
Inilah pelajaran penting pertama: saham bisa naik dan bisa turun.
Baca Juga: 20 Istilah dalam Saham yang Wajib Diketahui Investor Pemula
Kelebihan Modal Rp100 Ribu
Modal Rp100 ribu memiliki beberapa kelebihan untuk pemula.
1. Risiko uang lebih kecil
Kalau kita masih belajar, menggunakan uang yang lebih kecil membuat kesalahan menjadi lebih mudah ditanggung.
2. Cocok untuk belajar
Kita bisa belajar cara membeli saham, menjual saham, melihat pergerakan harga, dan membaca laporan transaksi.
3. Tidak membutuhkan uang besar
Kita tidak perlu menunggu memiliki puluhan juta rupiah untuk mulai belajar.
4. Membiasakan diri dengan disiplin
Kita bisa belajar bahwa tidak semua saham harus dibeli.
Kekurangan Modal Rp100 Ribu
Tetapi modal kecil juga memiliki keterbatasan.
1. Keuntungan rupiahnya kecil
Jika modal kita Rp100 ribu dan saham naik 10%, keuntungan kotor hanya sekitar Rp10 ribu jika seluruh modal terkena kenaikan tersebut.
2. Pilihan saham lebih terbatas
Tidak semua saham bisa dibeli dengan modal Rp100 ribu.
3. Biaya transaksi terasa lebih besar
Karena modal kecil, biaya transaksi dapat terasa lebih besar dibandingkan keuntungan yang diperoleh.
4. Sulit melakukan pembagian modal
Dengan modal Rp100 ribu, kita mungkin hanya bisa membeli satu saham atau bahkan belum bisa membeli satu lot saham tertentu.
Baca Juga: Kenapa Main Saham Bisa Rugi? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor
Cara Main Saham dengan Modal Rp500 Ribu
Sekarang kita naik satu tingkat.
Misalnya kita mempunyai:
Modal: Rp500.000
Dengan modal ini, pilihan kita menjadi lebih banyak.
Misalnya kita membeli saham dengan harga:
Rp1.000 per lembar
Satu lot membutuhkan:
Rp1.000 × 100 = Rp100.000
Dengan modal Rp500 ribu, secara teori kita dapat membeli beberapa lot saham tersebut.
Tetapi bukan berarti semua uang harus digunakan.
Untuk pemula, lebih baik tidak langsung menghabiskan seluruh modal.
Misalnya:
Modal: Rp500.000
Dana untuk transaksi: Rp400.000
Dana cadangan: Rp100.000
Dengan cara ini, kita masih mempunyai uang jika ada kebutuhan lain atau kesempatan membeli di waktu berbeda.
Baca Juga: Nyangkut di Saham, Lalu Mengaku Jadi Investor!
Contoh Trading Saham Modal Rp500 Ribu
Misalnya kita membeli:
4 lot saham
Harga saham:
Rp1.000
Maka:
4 lot × 100 saham × Rp1.000
= Rp400.000
Kita masih mempunyai:
Rp100.000
Kemudian harga saham naik menjadi Rp1.100.
Nilai saham kita menjadi:
4 lot × 100 × Rp1.100
= Rp440.000
Keuntungan kotor:
Rp440.000 - Rp400.000 = Rp40.000
Jadi, kenaikan harga 10% memberikan keuntungan kotor sekitar Rp40 ribu.
Sekali lagi, ini hanyalah contoh untuk memahami cara menghitung keuntungan. Hasil trading sebenarnya dapat berbeda dan belum memperhitungkan biaya transaksi.
Baca Juga: Rahasia Trading Saham yang Jarang Diketahui, Pemula Bisa Untung Besar
Bagaimana Jika Saham Turun?
Misalnya harga saham justru turun dari Rp1.000 menjadi Rp900.
Nilai saham:
4 lot × 100 × Rp900
= Rp360.000
Modal:
Rp400.000
Kerugian kotor:
Rp40.000
Jadi:
Naik 10% → untung kotor Rp40 ribu
Turun 10% → rugi kotor Rp40 ribu
Ini menunjukkan satu hal penting:
Persentase keuntungan dan kerugian harus selalu dihitung dari modal yang digunakan.
Kelebihan Modal Rp500 Ribu
1. Lebih banyak pilihan
Dibandingkan Rp100 ribu, kita mempunyai lebih banyak pilihan saham yang bisa dibeli.
2. Lebih mudah membagi modal
Misalnya:
Rp200 ribu untuk saham A
Rp100 ribu untuk saham B
Rp100 ribu sebagai cadangan
Rp100 ribu tetap sebagai uang tunai
Pembagian seperti ini membuat kita tidak harus mempertaruhkan semua uang dalam satu transaksi.
3. Keuntungan mulai terasa
Jika modal yang digunakan Rp400 ribu dan saham naik 10%, keuntungan kotor sekitar Rp40 ribu.
Jumlah ini tentu belum besar, tetapi sudah lebih terasa dibandingkan modal Rp100 ribu.
Baca Juga: Jangan Mulai Trading Saham Sebelum Baca Ini! Panduan Pemula Dari Nol
Kekurangan Modal Rp500 Ribu
1. Tetap memiliki risiko rugi
Modal yang lebih besar berarti jumlah kerugian dalam rupiah juga bisa lebih besar.
2. Jangan tergoda terlalu banyak transaksi
Karena memiliki lebih banyak uang, pemula bisa tergoda membeli terlalu banyak saham.
3. Belum tentu cocok untuk trading aktif
Jika terlalu sering membeli dan menjual, biaya transaksi dapat mengurangi keuntungan.
Cara Main Saham dengan Modal Rp1 Juta
Sekarang kita masuk ke modal:
Rp1.000.000
Dengan uang Rp1 juta, kita memiliki ruang yang lebih besar untuk belajar.
Tetapi sekali lagi:
modal lebih besar bukan berarti pasti lebih untung.
Yang berubah hanyalah jumlah uang yang digunakan.
Misalnya kita memiliki Rp1 juta.
Kita bisa menggunakan sebagian untuk membeli saham dan menyimpan sebagian sebagai uang tunai.
Contohnya:
| Penggunaan | Jumlah |
|---|---|
| Saham A | Rp300.000 |
| Saham B | Rp300.000 |
| Saham C | Rp200.000 |
| Dana cadangan | Rp200.000 |
| Total | Rp1.000.000 |
Pembagian tersebut hanyalah contoh. Tidak ada kewajiban bahwa modal harus dibagi seperti itu.
Tujuannya hanya untuk menunjukkan bahwa kita tidak harus memasukkan seluruh uang ke satu saham.
Contoh Trading Saham Modal Rp1 Juta
Misalnya kita menggunakan:
Rp800.000 untuk membeli saham
dan menyimpan:
Rp200.000 sebagai uang tunai.
Kita membeli saham seharga Rp1.000 sebanyak:
8 lot
Perhitungannya:
8 × 100 × Rp1.000
= Rp800.000
Kemudian harga saham naik menjadi Rp1.100.
Nilai saham:
8 × 100 × Rp1.100
= Rp880.000
Keuntungan kotor:
Rp880.000 - Rp800.000 = Rp80.000
Jadi, kenaikan harga saham sebesar 10% menghasilkan keuntungan kotor sekitar Rp80 ribu dari modal Rp800 ribu yang digunakan.
Bagaimana Jika Harga Saham Turun?
Sekarang kita lihat sisi lainnya.
Harga saham turun dari Rp1.000 menjadi Rp900.
Nilai saham:
8 × 100 × Rp900
= Rp720.000
Modal awal:
Rp800.000
Kerugian kotor:
Rp80.000
Jadi, penurunan 10% membuat kerugian kotor sekitar Rp80 ribu.
Karena itu, jangan hanya membayangkan keuntungan.
Saat membeli saham, kita harus selalu bertanya:
"Kalau harganya turun, saya siap rugi berapa?"
Pertanyaan sederhana ini sangat penting.
Kelebihan Modal Rp1 Juta
1. Lebih fleksibel
Kita memiliki lebih banyak pilihan dalam mengatur modal.
2. Bisa belajar membagi modal
Kita dapat belajar membagi uang ke beberapa saham atau menyimpan sebagian dalam bentuk kas.
3. Perubahan harga mulai terasa
Jika modal yang digunakan Rp800 ribu dan saham naik 10%, keuntungan kotor sekitar Rp80 ribu.
4. Bisa belajar mengatur risiko
Dengan uang yang lebih besar, kita dapat mulai belajar bahwa tidak semua modal harus digunakan sekaligus.
Baca Juga: Keuntungan Trading Saham Harian yang Bisa Untung Cepat
Kekurangan Modal Rp1 Juta
1. Kerugian juga lebih besar
Jika modal yang digunakan semakin besar, kerugian dalam rupiah juga dapat semakin besar.
2. Lebih mudah tergoda
Ketika melihat saldo Rp1 juta, pemula mungkin merasa memiliki banyak uang untuk membeli saham.
Padahal, uang tersebut tetap harus dijaga.
3. Salah mengambil keputusan bisa lebih mahal
Kesalahan kecil pada modal Rp100 ribu mungkin terasa ringan.
Kesalahan yang sama dengan modal Rp1 juta dapat menghasilkan kerugian yang lebih besar.
Perbandingan Modal Rp100 Ribu, Rp500 Ribu, dan Rp1 Juta
Agar lebih mudah dipahami, kita buat perbandingannya.
| Modal | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Rp100 ribu | Cocok untuk belajar dengan risiko uang lebih kecil | Pilihan saham lebih sedikit dan keuntungan rupiah kecil |
| Rp500 ribu | Lebih fleksibel dan bisa mulai membagi modal | Risiko dan godaan transaksi lebih besar |
| Rp1 juta | Pilihan lebih banyak dan lebih mudah mengatur modal | Kerugian bisa lebih besar jika salah mengambil keputusan |
Hal yang paling penting bukan memilih modal terbesar.
Pilih jumlah uang yang kalau mengalami kerugian tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.
Berapa Keuntungan yang Bisa Didapat?
Ini pertanyaan yang sering muncul.
Jawabannya sederhana:
Tidak ada keuntungan yang pasti dalam saham.
Tetapi kita bisa menggunakan contoh matematika agar mudah dipahami.
Misalnya harga saham naik 10%.
| Modal yang Digunakan | Kenaikan 10% | Keuntungan Kotor |
|---|---|---|
| Rp100.000 | 10% | Rp10.000 |
| Rp500.000 | 10% | Rp50.000 |
| Rp1.000.000 | 10% | Rp100.000 |
Sebaliknya, jika harga saham turun 10%:
| Modal yang Digunakan | Penurunan 10% | Kerugian Kotor |
|---|---|---|
| Rp100.000 | 10% | Rp10.000 |
| Rp500.000 | 10% | Rp50.000 |
| Rp1.000.000 | 10% | Rp100.000 |
Angka tersebut adalah simulasi sederhana sebelum biaya transaksi, bukan janji keuntungan.
Dari tabel ini kita bisa melihat sesuatu yang sangat penting.
Semakin besar modal, semakin besar pula nilai keuntungan jika persentasenya sama. Tetapi semakin besar pula nilai kerugiannya.
Jangan Mengejar Saham yang Naik Cepat
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah melihat saham yang sedang naik tinggi lalu langsung ikut membeli.
Misalnya kita melihat:
"Wah, saham ini naik 20%!"
Kemudian kita langsung membeli karena takut ketinggalan.
Padahal kita belum tahu:
Mengapa saham tersebut naik?
Apakah kenaikan tersebut hanya sementara?
Bagaimana kondisi perusahaan?
Berapa harga yang kita beli?
Kalau harga turun, kapan kita akan menjual?
Berapa kerugian yang sanggup kita terima?
Jadi, jangan membeli saham hanya karena melihat warnanya hijau.
Cari tahu dulu apa yang sedang kita beli.
Belajar Saham dengan Uang Kecil
Kalau masih sangat baru, kita bisa membuat aturan sederhana.
Misalnya:
Langkah 1 — Siapkan uang
Gunakan uang yang tidak dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Jangan menggunakan uang untuk makan, membayar sekolah, membayar cicilan, atau kebutuhan penting lainnya.
Langkah 2 — Buka rekening saham
Untuk membeli saham, kita membutuhkan rekening efek pada perusahaan sekuritas.
Langkah 3 — Pilih saham yang dipahami
Jangan membeli hanya karena ada orang lain yang mengatakan saham tersebut akan naik.
Cari tahu terlebih dahulu bisnis perusahaan.
Langkah 4 — Mulai kecil
Kalau modal kita Rp1 juta, tidak berarti seluruh Rp1 juta harus langsung digunakan.
Belajar sedikit demi sedikit.
Langkah 5 — Catat setiap transaksi
Tuliskan:
Saham yang dibeli
Harga beli
Jumlah saham
Alasan membeli
Harga jual
Untung atau rugi
Dengan cara ini, kita bisa belajar dari kesalahan sendiri.
Contoh Sederhana Seperti Menabung
Bayangkan kita sedang belajar naik sepeda.
Kita tidak langsung naik sepeda di jalan raya.
Kita belajar dulu di tempat yang aman.
Begitu juga dengan saham.
Modal Rp100 ribu dapat dianggap sebagai uang untuk belajar mengenal pasar.
Setelah mulai memahami cara kerja saham, kita bisa menambah modal menjadi Rp500 ribu.
Jika sudah lebih memahami cara mengatur risiko dan membuat rencana transaksi, modal bisa menjadi Rp1 juta atau lebih sesuai kemampuan.
Jadi, jangan terburu-buru.
Tujuan pertama bukan menjadi kaya.
Tujuan pertama adalah:
belajar supaya tidak mudah kehilangan uang.
Apakah Modal Rp100 Ribu Bisa Menjadi Rp1 Juta?
Secara matematika, pertumbuhan modal memang bisa terjadi.
Tetapi jangan membayangkan Rp100 ribu akan berubah menjadi Rp1 juta dalam waktu singkat hanya karena bermain saham.
Untuk mengubah Rp100 ribu menjadi Rp1 juta, uang harus bertumbuh 10 kali lipat. Itu membutuhkan pertumbuhan yang sangat besar dan tentu tidak mudah. Bahkan jika seseorang mendapatkan keuntungan, hasilnya tidak selalu naik setiap bulan.
Ada saat saham naik.
Ada saat saham turun.
Ada juga saat tidak ada transaksi yang dilakukan.
Karena itu, pemula sebaiknya tidak memasang target seperti:
"Saya harus mendapatkan untung Rp100 ribu setiap hari."
Target seperti itu bisa membuat seseorang memaksakan diri melakukan transaksi.
Padahal, tidak melakukan transaksi juga merupakan pilihan.
Kesalahan yang Harus Dihindari Pemula
Ada beberapa kesalahan sederhana yang perlu diingat.
Jangan menggunakan uang kebutuhan sehari-hari
Saham memiliki risiko. Jangan menggunakan uang yang dibutuhkan untuk hidup.
Jangan membeli karena ikut-ikutan
Teman membeli saham tertentu bukan berarti kita harus ikut membeli.
Jangan memasukkan semua uang sekaligus
Menyimpan sebagian uang sebagai cadangan membuat kita memiliki ruang untuk mengatur langkah berikutnya.
Jangan panik ketika harga turun
Harga saham memang dapat bergerak naik dan turun.
Yang penting adalah memahami alasan kita membeli saham tersebut dan mengetahui batas risiko yang sanggup kita terima.
Jangan berharap cepat kaya
Saham bukan jalan cepat untuk mendapatkan uang.
Belajar membutuhkan waktu.
Jadi, Mulai dari Rp100 Ribu atau Rp1 Juta?
Kalau benar-benar baru belajar, modal kecil dapat digunakan untuk mengenal cara kerja pasar.
Rp100 ribu cocok untuk belajar dasar-dasar transaksi.
Rp500 ribu memberikan ruang yang lebih luas untuk belajar membagi modal.
Rp1 juta memberikan fleksibilitas yang lebih besar, tetapi juga membuat nilai kerugian potensial menjadi lebih besar.
Tidak ada keharusan untuk memulai dari Rp1 juta. Bahkan, seseorang yang memiliki Rp10 juta pun belum tentu lebih siap bermain saham dibandingkan orang yang baru memiliki Rp100 ribu.
Yang membedakan adalah pengetahuan dan cara mengelola risiko.
Kesimpulan
Cara main saham modal kecil sebenarnya tidak sulit untuk dipelajari.
Dengan modal Rp100 ribu, Rp500 ribu, atau Rp1 juta, kita sudah bisa mulai belajar mengenal pasar saham selama jumlah tersebut cukup untuk membeli saham yang dipilih dan memenuhi ketentuan transaksi.
Yang harus dipahami adalah bahwa keuntungan dan kerugian berjalan bersama.
Jika saham naik 10%, modal yang digunakan Rp100 ribu secara sederhana dapat menghasilkan keuntungan kotor sekitar Rp10 ribu.
Jika modal yang digunakan Rp500 ribu, keuntungan kotor sekitar Rp50 ribu.
Jika modal yang digunakan Rp1 juta, keuntungan kotor sekitar Rp100 ribu.
Tetapi jika saham turun 10%, kerugiannya juga bergerak dengan persentase yang sama.
Karena itu, jangan menjadikan saham sebagai permainan untuk mengejar uang cepat.
Jadikan saham sebagai tempat untuk belajar mengelola uang, memahami bisnis, dan membuat keputusan dengan lebih tenang.
Mulai dari kecil tidak masalah.
Yang penting adalah belajar, mencatat, memahami risiko, dan tidak menggunakan uang yang tidak boleh hilang.
Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Saham untuk Pemula
FAQ Cara Main Saham Modal Kecil
Apakah bisa main saham dengan modal Rp100 ribu?
Bisa, selama ada saham yang harga per lot-nya sesuai dengan modal yang tersedia. Ingat bahwa pembelian saham dilakukan dalam satuan lot, yaitu 100 lembar saham per lot, dan ada biaya transaksi.
Apakah modal Rp500 ribu cukup untuk bermain saham?
Rp500 ribu dapat digunakan untuk mulai belajar saham. Dengan modal tersebut, investor memiliki ruang yang lebih besar untuk mengatur pembelian saham dibandingkan modal Rp100 ribu.
Apakah modal Rp1 juta bisa menghasilkan keuntungan?
Bisa mendapatkan keuntungan jika harga saham yang dibeli naik, tetapi tidak ada keuntungan yang dijamin. Harga saham juga dapat turun sehingga investor bisa mengalami kerugian.
Lebih baik mulai dari Rp100 ribu atau Rp1 juta?
Untuk pemula, jumlah modal sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan uang yang memang siap digunakan untuk investasi. Modal kecil dapat menjadi cara untuk belajar sebelum meningkatkan jumlah dana.
Apakah saham bisa membuat kita cepat kaya?
Tidak ada jaminan seperti itu. Saham memiliki risiko dan harga dapat naik maupun turun. Fokus utama pemula sebaiknya memahami cara kerja saham dan mengelola risiko.
Berapa modal minimal untuk beli saham?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua saham. Modal minimal bergantung pada harga saham yang ingin dibeli karena transaksi dilakukan dalam satuan lot, yaitu 100 lembar saham, ditambah biaya transaksi.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan rekomendasi atau perintah jual atau beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.
0 comments
Posting Komentar