BSU Rp 900 Ribu Segera Cair Lewat Kantor Pos? Simak Syarat dan Cara Ambil Lewat Pospay

KUHUNI.COM, JAKARTA — Pemerintah kembali menggulirkan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp900.000 bagi para pekerja atau buruh dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bantuan langsung tunai (BLT) ini dijadwalkan cair pada kuartal IV (Oktober–Desember) 2026.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan 13,3 juta pekerja di seluruh Indonesia. Mengingat penyaluran dilakukan secara sekaligus untuk periode tiga bulan (Oktober, November, dan Desember), maka setiap pekerja yang memenuhi syarat akan langsung menerima total dana sebesar Rp900.000 (Rp300.000 per bulan).

pencairan BSU
Ilustrasi Pencairan BSU

Bagi para pekerja yang tidak memiliki rekening bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BTN), pencairan dana umumnya dilakukan melalui PT Pos Indonesia menggunakan aplikasi Pospay. Dengan aplikasi ini, penerima dapat memunculkan kode QR (QR Code) atau barcode untuk dicairkan langsung di Kantor Pos terdekat.

Berikut adalah panduan lengkap cara mengecek status penerima, memunculkan kode QR di Pospay, hingga alur pencairan dana BSU Rp900.000 di Kantor Pos.

Harga Emas Masih Sukar Tembus US$ 4.000, Cermati Level Support dan Resisten Hari Ini

KUHUNI.COM, JAKARTA — Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/11) dan masih melanjutkan koreksi tipis pada perdagangan pagi ini, Rabu (4/11). Para investor tampak cenderung menahan diri (wait and see) menantikan kejelasan iklim geopolitik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap pergerakan harga energi global.

Melansir data Bloomberg, harga emas dunia di pasar spot pada Selasa (3/11) ditutup melemah 0,39% ke level US$3.931,7 per troy ons. Tren koreksi berlanjut terbatas pada perdagangan Rabu (4/11) pukul 07.57 WIB, di mana harga sang logam mulia tergerus tipis 0,02% ke posisi US$3.931 per troy ons.

Ketidakpastian geopolitik menjadi faktor utama penahan laju emas. Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan tengah mengkaji proposal draf damai baru dari pihak mediator guna menghindari eskalasi perang total yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu. Kendati demikian, laporan media lokal Iran menyebutkan belum ada kemajuan signifikan dalam perundingan tersebut.

Dinamika ini mendorong kenaikan harga minyak mentah jenis Brent sebesar 1,15% ke level US$104,82 per barel pada pagi ini. Lonjakan harga energi mengancam tingginya laju inflasi global, yang pada gilirannya memperkecil ruang bagi bank-bank sentral dunia untuk memangkas suku bunga acuan. Kondisi suku bunga yang tetap tinggi menjadi sentimen negatif bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Emas batangan. Dok. Bank Sinarmas

Rangkuman IHSG (03/11/2026): IHSG Anjlok 3,78% ke 4.904, Asing Net Sell Rp575 Miliar, BBRI dan BBCA Tertekan

Kuhuni.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa, 3 November 2026. IHSG ditutup anjlok 3,78% atau turun 192,543 poin ke level 4.904,287.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka dari posisi sebelumnya di 5.096,830. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.143,582, tetapi kemudian merosot hingga level terendah 4.895,596 sebelum ditutup di 4.904,287.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Dok. Kuhuni.com

Penurunan tersebut menunjukkan tekanan jual yang cukup luas di pasar saham Indonesia. Dari sisi jumlah saham, sebanyak 596 saham atau 62% saham tercatat mengalami kenaikan lebih dari 2%, 121 saham atau 13% naik antara 0% hingga 2%, sementara 177 saham atau 18% berada dalam kondisi stabil.

Di sisi lain, 33 saham atau 3% mengalami penurunan antara 0% hingga 2%, sedangkan 36 saham atau 4% turun lebih dari 2%.

OJK Sikat DSSA, BREN, dan CUAN dengan Denda Jumbo Rp 2,1 Triliun di Tengah Ancaman MSCI

Kuhuni.com, Jakarta — Praktik goreng-menggoreng saham di Pasar Modal Indonesia yang selama ini berhasil melambungkan kekayaan para konglomerat Tanah Air kini berbalik menjadi bumerang mematikan. Bursa Efek Indonesia (BEI) kini berada di ambang penyesuaian status (downgrade) yang mahal dari lembaga penyedia indeks global, MSCI Inc.

Melansir dari Bloomberg dan diperkuat oleh data resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dugaan skema perdagangan semu (wash trade) yang terstruktur ketat telah menyeret nama-nama besar dari kalangan pialang hingga jajaran orang terkaya di Indonesia.

OJK dalam media briefing di Gedung Soemitro Djojohadikusumo.Dok. OJK

Awal Petaka Saham Gorengan & Peran Pialang

Dugaan rekayasa ini mencuat saat kenaikan fantastis 5.000% terjadi pada saham produsen olahan makanan, PT Abadi Lestari Indonesia (RLCO). Pada akhir Januari 2026, Samuel Sekuritas merilis riset yang menyebut bahwa lonjakan saham Abadi baru permulaan dan bakal meroket hingga 50,000% demi menembus indeks MSCI.

Namun, laporan Bloomberg mengungkapkan bahwa di balik layar, para trader Samuel Sekuritas diduga bekerja sama dengan manajemen Abadi untuk memompa harga dan merekayasa volume perdagangan. Dengan memanfaatkan akun atas nama orang lain (nominee accounts)—yang diduga menggunakan identitas asisten rumah tangga hingga sopir—serta portofolio nasabah, transaksi beli-jual buatan diciptakan.

Rangkuman IHSG (02/11/2026): IHSG Naik 0,79%, Asing Masih Net Sell Rp112,47 Miliar, Saham DFAM Top Gainers dan LINK Top Losers

Kuhuni.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin, 2 November 2026. Indeks naik 39,780 poin atau 0,79% ke level 5.096,830, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 5.057,050.

Penguatan IHSG berlangsung di tengah aktivitas transaksi saham yang mencapai Rp12,42 triliun. Namun, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp112,47 miliar di pasar saham Indonesia.

Berdasarkan statistik perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat bergerak pada rentang 4.981,519 hingga 5.125,739 sepanjang perdagangan. Dengan demikian, indeks berhasil ditutup lebih tinggi dibandingkan posisi pembukaannya.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Dok. Kuhuni.com

Statistik Perdagangan Saham BEI 2 November 2026

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencapai puluhan miliar saham pada awal pekan ini. Total volume transaksi tercatat sekitar 34,65 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,42 triliun.

Berikut ringkasan statistik perdagangan saham BEI pada 2 November 2026.

Cek Rangkuman IHSG (30/10/2026): IHSG Turun 0,80%, Asing Jualan Rp138,71 Miliar, Sektor Keuangan Menguat, Saham BTEK Top Loser

Kuhuni.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, di zona merah. IHSG turun 41,007 poin atau 0,80% ke level 5.057,050, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 5.098,057.

Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 4.979,342 hingga 5.116,008. Dengan demikian, IHSG sempat turun di bawah level 5.000 sebelum kembali menguat dan memangkas sebagian pelemahannya menjelang penutupan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham pada perdagangan hari ini mencapai Rp11,63 triliun dengan volume 36,65 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,17 juta kali.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Dok. Kuhuni.com

IHSG Melemah, Kapitalisasi Pasar Turun Menjadi Rp8.862 Triliun

Penurunan IHSG turut diikuti penyusutan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia. Total kapitalisasi pasar saham tercatat sebesar Rp8.862 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar IHSG berdasarkan saham beredar bebas atau free float adjusted mencapai Rp2.191 triliun.

Ini Rangkuman IHSG (29/10/2026): IHSG Anjlok 3,49%, Asing Jualan Rp1,08 Triliun, Seluruh Sektor Turut Melemah, Saham ALKA dan YPAS Top Gainer

KUHUNI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.098,057, turun 184,255 poin atau 3,49% dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.282,312.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.320,895 sebelum bergerak turun hingga 5.098,057. Posisi terendah harian tersebut sekaligus menjadi level penutupan indeks.

Di tengah pelemahan indeks, investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp1,08 triliun. Secara kumulatif sejak awal tahun, nilai jual bersih asing mencapai Rp97,78 triliun.

Nilai transaksi saham di BEI mencapai Rp11,29 triliun dengan volume 22,64 miliar saham dan frekuensi 1,31 juta kali transaksi. Hampir seluruh indeks utama, indeks sektoral, dan indeks syariah yang tercantum dalam laporan BEI ditutup melemah.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Dok. Kuhuni.com

IHSG Turun 184 Poin ke Level 5.098

Penurunan IHSG sebesar 3,49% menjadi salah satu catatan utama perdagangan saham hari ini. Indeks berakhir 184,255 poin lebih rendah dibandingkan penutupan Rabu, 28 Oktober 2026, di level 5.282,312.

IndikatorData 29 Oktober 2026
Penutupan IHSG5.098,057
Penutupan sebelumnya5.282,312
Perubahan poin-184,255 poin
Perubahan persentase-3,49%
Tertinggi harian5.320,895
Terendah harian5.098,057
Volume saham22,64 miliar saham
Nilai transaksi sahamRp11,29 triliun
Frekuensi transaksi1,31 juta kali
Kapitalisasi pasar BEIRp8.967 triliun
Kapitalisasi IHSG berdasarkan free floatRp2.209 triliun

Dengan koreksi tersebut, kinerja IHSG sejak awal tahun atau year to date (YTD) tercatat minus 41,04%. Angka ini menggambarkan penurunan indeks secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, bukan hanya perubahan pada perdagangan hari ini.

Chandra Asri (TPIA) Buyback Saham Rp2 Triliun, Patok Harga Maksimal Rp3.000 per Saham

KUHUNI.COM, JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham. Emiten petrokimia dan infrastruktur terkemuka ini mengalokasikan anggaran maksimal sebesar Rp2 triliun untuk memuluskan rencana tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perseroan pada Kamis (29/10/2026), periode pelaksanaan buyback akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 29 Oktober 2026 hingga 28 Januari 2027.

Manajemen TPIA menegaskan bahwa seluruh pendanaan transaksi buyback saham berasal dari kas internal perseroan, termasuk untuk menutupi biaya transaksi, komisi broker, dan pengeluaran terkait lainnya. Perseroan memastikan tidak menggunakan pendanaan eksternal karena memiliki arus kas yang solid untuk mendukung kegiatan operasional sekaligus ekspansi modal (capital expenditure).

TPIA Berencana Buyback Saham Rp2 Triliun

Rangkuman IHSG (28/10/2026): IHSG Naik 0,31% ke 5.282, Asing Beli Bersih Rp665 Miliar, Saham KOPI Top Gainer dan TGUK Top Loser

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.282,312 atau naik 16,182 poin setara 0,31% dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.266,130.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Dok. Kuhuni.com

Penguatan tersebut berlangsung setelah IHSG mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 5.167,335 hingga 5.282,312. Dengan demikian, level tertinggi harian sekaligus menjadi posisi penutupan IHSG.

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencapai nilai Rp15,88 triliun dengan volume sekitar 31,54 miliar saham dan frekuensi 1,54 juta kali transaksi. Sementara itu, investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy sebesar Rp665,22 miliar, meskipun secara kumulatif sejak awal tahun masih membukukan jual bersih Rp96,71 triliun.

PGLI Eksekusi Saham Bonus Rasio 6:4 dari Kapitalisasi Agio, Cek Jadwal Lengkapnya!

KUHUNI.COM — JAKARTA. PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PGLI) bersiap menerbitkan saham bonus kepada pemegang saham dengan rasio 6:4. Melalui aksi korporasi ini, investor yang mengapit 6 saham lama PGLI berhak memperoleh 4 saham bonus secara cuma-cuma.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), total saham bonus yang disiapkannya sebanyak-banyaknya 514.118.680 saham. Berbekal nilai nominal Rp22 per saham, total nilai nominal saham bonus yang dikucurkan PGLI mencapai Rp11,31 miliar.

Aksi pembagian saham bonus ini sebelumnya telah mengantongi restu pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Oktober 2026.

Darmawan Suryadi SM. Direktur Utama PGLI

Jumlah Saham PGLI Melejit Jadi 1,28 Miliar

Manajemen PGLI menegaskan bahwa saham bonus ini berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor (agio saham) tahun buku 2025 yang tercipta sejak penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) perseroan pada 2020. Adapun total agio saham yang dikapitalisasi tercatat sebesar Rp13,21 miliar.

Rangkuman IHSG 27 Oktober 2026: IHSG Anjlok 1,99% ke 5.266 dan IHSG telah Terkoreksi 39,10% Sejak Awal Tahun

Kuhuni.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2026). IHSG ditutup di level 5.266,130, turun 106,964 poin atau 1,99% dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 5.373,094.

Berdasarkan data IDX Daily Statistics Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan penutupan di level 5.266,130, IHSG telah terkoreksi 39,10% sejak awal 2026.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.418,137 dan terendah 5.182,368 sepanjang perdagangan. Koreksi indeks terjadi bersamaan dengan aksi jual bersih investor asing dan pelemahan mayoritas indeks sektoral.

IHSG Anjlok 1,99% ke 5.266

Investor Asing Net Sell Rp651,26 Miliar

Investor asing membukukan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp651,26 miliar pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Dalam denominasi dolar AS, nilai tersebut setara sekitar US$35,90 juta berdasarkan statistik BEI.

Secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date (YTD), investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp97,37 triliun. Angka ini merupakan akumulasi penjualan bersih sepanjang tahun berjalan, bukan perbandingan tahunan atau year on year (YoY).

BRIS Siapkan Dana Rp500 Miliar Buyback Saham, Mulai 27 Oktober 2026

KUHUNI.COM, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Aksi korporasi tersebut dilakukan di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi secara signifikan.

Rencana buyback saham BRIS 2026 tersebut disampaikan Bank Syariah Indonesia melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 26 Oktober 2026.

Perseroan menyatakan pelaksanaan buyback mengacu pada Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan, serta Surat OJK No. S-112/D.04/2026 tanggal 9 September 2026.

Bank Syariah Indonesia
Logo Bank Syariah Indonesia

Buyback Saham BRIS Maksimal Rp500 Miliar

Bank Syariah Indonesia menyiapkan dana maksimal Rp500 miliar untuk pembelian kembali saham. Dana tersebut sudah termasuk biaya transaksi dan biaya lainnya yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan buyback.

Perseroan akan menggunakan kas internal sebagai sumber dana. BSI memastikan dana yang digunakan bukan berasal dari hasil penawaran umum maupun pinjaman atau utang dalam bentuk apa pun.

Jumlah buyback tersebut juga tidak melebihi 20% dari modal disetor perseroan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Rangkuman IHSG Hari Ini (26/10/26) Turun 1,22%, Asing Net Sell Rp1,85 Triliun dan KREN Top Gainer

Kuhuni.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (26/10/2026). IHSG turun 66,164 poin atau 1,22% ke level 5.373,094 dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 5.439,258.

Berdasarkan data IDX Daily Statistics Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.453,647 dan level terendah 5.349,754. Tekanan jual mewarnai perdagangan saham di pasar domestik.

Total volume perdagangan saham tercatat sekitar 36,13 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp14,98 triliun. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 1,79 juta kali.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Dok. Kuhuni.com

Investor Asing Catat Net Sell Rp1,85 Triliun

Investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp1,85 triliun pada perdagangan Senin (26/10/2026).

Secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date (YTD), investor asing membukukan net sell sebesar Rp96,72 triliun. Angka ini merupakan akumulasi transaksi sejak awal tahun, bukan perbandingan tahunan atau year on year (YoY).

Pergerakan dana investor asing menjadi salah satu indikator yang dicermati pelaku pasar. Namun, transaksi asing saja belum cukup untuk menjelaskan seluruh penyebab pelemahan IHSG.

Buyback Saham 2026: INDF, ICBP dan LSIP Siapkan Dana Rp2,25 Triliun

JAKARTA – Program buyback saham 2026 kembali menjadi perhatian pasar setelah tiga emiten yang terafiliasi dengan Grup Indofood, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), menyiapkan dana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal masing-masing Rp750 miliar.

Jika seluruh dana tersebut digunakan, total nilai buyback saham 2026 dari ketiga emiten mencapai Rp2,25 triliun. Ketiganya juga menetapkan periode pelaksanaan yang sama, yakni mulai 26 Oktober 2026 hingga 31 Desember 2026.

Aksi korporasi ini menjadi salah satu perhatian investor karena pembelian kembali saham dapat memengaruhi struktur ekuitas, jumlah saham beredar dan laba per saham atau earnings per share (EPS).

Buyback saham dilakukan oleh INDF, ICBP dan LSIP

Daftar Buyback Saham 2026 INDF, ICBP dan LSIP

Emiten Nilai Maksimal Buyback Mulai Akhir EPS Sebelum EPS Proforma
INDF Rp750 miliar 26 Oktober 2026 31 Desember 2026 Rp538 Rp545
ICBP Rp750 miliar 26 Oktober 2026 31 Desember 2026 Rp317 Rp321
LSIP Rp750 miliar 26 Oktober 2026 31 Desember 2026 Rp131 Rp141
Total Rp2,25 triliun - - - -

INDF Mulai Buyback Saham 26 Oktober 2026

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menjadi salah satu emiten yang menyiapkan dana maksimal Rp750.000.000.000 untuk pembelian kembali saham.

Dana untuk pelaksanaan buyback berasal dari kas internal perseroan. Nilai maksimal tersebut belum termasuk biaya transaksi, biaya pedagang perantara efek maupun biaya lainnya yang berkaitan dengan transaksi pembelian kembali saham.

INDF akan melakukan buyback melalui Bursa Efek Indonesia pada periode 26 Oktober 2026 sampai dengan 31 Desember 2026. Perseroan dapat menghentikan program lebih awal apabila dana yang digunakan telah mencapai batas maksimal.

Dampak Buyback terhadap EPS INDF

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, total aset INDF tercatat sebesar Rp231.245.059 juta. Setelah memperhitungkan dampak buyback sebesar Rp750.000 juta, total aset secara proforma menjadi Rp230.495.059 juta.

Total ekuitas sebelum buyback tercatat sebesar Rp124.712.134 juta dan secara proforma menjadi Rp123.962.134 juta.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp4.724.250 juta. Dalam perhitungan dampak buyback, angka laba bersih tersebut tidak mengalami perubahan.

Adapun EPS INDF sebelum dampak buyback tercatat sebesar Rp538 per saham. Berdasarkan perhitungan proforma perusahaan, EPS tersebut menjadi Rp545 per saham.

ICBP Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga masuk dalam daftar emiten yang menjalankan buyback saham 2026.

ICBP menyiapkan dana maksimal Rp750.000.000.000 yang bersumber dari kas internal perusahaan. Pembelian kembali saham dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia mulai 26 Oktober 2026 hingga 31 Desember 2026.

Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor, dengan tetap memperhatikan ketentuan mengenai saham yang dimiliki masyarakat atau free float.

EPS ICBP Diproyeksikan Menjadi Rp321

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2026, ICBP mencatat total aset sebesar Rp143.985.924 juta. Setelah memperhitungkan dampak buyback sebesar Rp750.000 juta, total aset secara proforma menjadi Rp143.235.924 juta.

Total ekuitas ICBP tercatat sebesar Rp75.272.636 juta sebelum buyback dan secara proforma menjadi Rp74.522.636 juta.

Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp3.702.564 juta dan tidak berubah dalam perhitungan dampak buyback.

EPS ICBP sebelum buyback tercatat sebesar Rp317 per saham. Berdasarkan perhitungan proforma, EPS menjadi Rp321 per saham.

Perseroan menyatakan pembelian kembali saham tidak akan mengurangi pendapatan maupun memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional perusahaan.

LSIP Ikut Gelar Buyback Saham 2026

Emiten perkebunan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) juga menyiapkan dana maksimal Rp750.000.000.000 untuk program pembelian kembali saham.

Buyback LSIP menggunakan dana internal perseroan dan dilaksanakan melalui Bursa Efek Indonesia pada periode 26 Oktober 2026 sampai 31 Desember 2026.

Seperti INDF dan ICBP, jumlah saham yang dibeli kembali oleh LSIP tidak akan melebihi 20% modal disetor, dengan tetap memperhatikan ketentuan free float.

EPS LSIP Naik dari Rp131 Menjadi Rp141

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, total aset LSIP tercatat sebesar Rp16.294.964 juta. Setelah memperhitungkan dampak buyback sebesar Rp750.000 juta, total aset secara proforma menjadi Rp15.544.964 juta.

Total ekuitas tercatat sebesar Rp14.318.210 juta sebelum buyback dan menjadi Rp13.568.210 juta secara proforma.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp890.988 juta dan tidak berubah dalam perhitungan dampak buyback.

EPS LSIP tercatat sebesar Rp131 per saham. Berdasarkan perhitungan proforma perusahaan, EPS setelah memperhitungkan dampak buyback menjadi Rp141 per saham.

Total Buyback Mencapai Rp2,25 Triliun

Jika INDF, ICBP dan LSIP menggunakan seluruh batas dana yang telah disiapkan, total nilai buyback saham 2026 dari ketiga emiten mencapai Rp2,25 triliun.

Nilai tersebut terdiri dari Rp750 miliar untuk INDF, Rp750 miliar untuk ICBP dan Rp750 miliar untuk LSIP.

Kesamaan nilai buyback dan periode pelaksanaan membuat aksi korporasi ketiga emiten tersebut menjadi salah satu agenda yang perlu diperhatikan investor di pasar modal pada akhir Oktober hingga akhir Desember 2026.

Bagaimana Dampak Buyback terhadap Saham?

Secara mekanisme, perusahaan menggunakan kas untuk membeli kembali saham yang beredar di pasar. Saham yang telah dibeli kembali kemudian menjadi saham treasuri sesuai ketentuan yang berlaku.

Salah satu dampak yang dapat muncul adalah perubahan jumlah saham yang menjadi dasar perhitungan EPS. Apabila laba bersih tetap sama sementara jumlah saham yang diperhitungkan menurun, EPS secara matematis dapat meningkat.

Hal tersebut terlihat dalam perhitungan proforma ketiga emiten. INDF memperkirakan EPS meningkat dari Rp538 menjadi Rp545, ICBP dari Rp317 menjadi Rp321, sedangkan LSIP dari Rp131 menjadi Rp141.

Namun, angka tersebut merupakan perhitungan proforma berdasarkan dampak buyback dan bukan jaminan bahwa EPS aktual perusahaan pada periode berikutnya akan berada pada angka tersebut.

Buyback Bukan Berarti Seluruh Dana Pasti Terserap

Investor juga perlu memahami bahwa nilai Rp750 miliar pada masing-masing emiten merupakan batas maksimal dana yang disiapkan untuk buyback.

Artinya, realisasi transaksi dapat berada di bawah nilai maksimal tersebut. Program juga dapat berakhir sebelum 31 Desember 2026 apabila batas dana yang telah ditentukan tercapai.

Selain jumlah dana, harga saham ketika transaksi dilakukan akan menjadi faktor penting yang menentukan jumlah saham yang berhasil dibeli kembali oleh masing-masing perusahaan.

Perusahaan Klaim Kondisi Keuangan Tetap Memadai

Ketiga perusahaan menggunakan kas internal untuk membiayai program buyback. Dalam dokumen aksi korporasi, perseroan memperhitungkan kecukupan modal dan arus kas setelah pelaksanaan pembelian kembali saham.

Buyback akan mengurangi kas perusahaan sesuai dengan nilai transaksi yang terealisasi dan pada saat yang sama mencatat saham yang dibeli kembali sebagai saham treasuri.

Dengan demikian, investor tidak hanya perlu melihat potensi perubahan EPS, tetapi juga perlu memperhatikan posisi kas, ekuitas, kinerja laba dan prospek bisnis masing-masing emiten setelah program buyback berlangsung.

Berita IHSG:

Perhatian Investor pada Buyback Saham 2026

Program buyback INDF, ICBP dan LSIP akan dimulai bersamaan pada 26 Oktober 2026. Dengan total dana maksimal Rp2,25 triliun, aksi korporasi tersebut menjadi salah satu program pembelian kembali saham dengan nilai signifikan yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

Meski buyback berpotensi memberikan dampak positif terhadap EPS secara proforma, investor tetap perlu mencermati realisasi transaksi, jumlah saham yang dibeli, harga pelaksanaan, kinerja laba serta kondisi fundamental masing-masing perusahaan.

Dengan demikian, buyback saham 2026 pada INDF, ICBP dan LSIP tidak hanya menjadi aksi korporasi terkait pengelolaan modal, tetapi juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi struktur permodalan dan indikator per saham ketiga emiten tersebut.

Catatan: Seluruh angka aset, ekuitas, laba bersih dan EPS dalam artikel ini mengacu pada data serta perhitungan dampak buyback yang disampaikan masing-masing perseroan. Angka EPS setelah buyback merupakan angka proforma sesuai dokumen perusahaan.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan  rekomendasi atau perintah jual atau beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

IHSG Menguat 4,90 Persen ke 5.439,258, Ini Rangkuman Pasar Saham BEI Sepekan 19-23 Oktober 2026

JAKARTA, Kuhuni.com — Pasar saham Indonesia mencatat penguatan signifikan sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 19-23 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.439,258, naik 254,153 poin atau 4,90 persen dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya di level 5.185,105.

Penguatan IHSG tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya nilai transaksi dan frekuensi perdagangan saham. Namun, volume rata-rata perdagangan harian justru mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Dok. Kuhuni.com

Berdasarkan laporan IDX Weekly Statistics Bursa Efek Indonesia untuk periode 19-23 Oktober 2026, kapitalisasi pasar BEI juga meningkat dari Rp9.157 triliun menjadi Rp9.583 triliun atau bertambah 4,66 persen.

IHSG Naik 4,90 Persen dalam Sepekan

IHSG mengawali pekan dari posisi penutupan sebelumnya sebesar 5.185,105 dan mengakhiri perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026 pada level 5.439,258.

Dengan demikian, indeks utama pasar saham Indonesia tersebut bertambah 254,153 poin dalam satu pekan.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak cukup volatil. Level tertinggi mingguan tercatat di 5.455,211, sementara level terendah berada di 4.907,370.

Indikator Pekan Sebelumnya 19-23 Oktober 2026 Perubahan
IHSG Close5.185,1055.439,258+4,90%
IHSG Low5.185,1054.907,370-5,36%
IHSG High6.128,7235.455,211-10,99%

Nilai Transaksi Harian Naik 25,42 Persen

Aktivitas perdagangan saham mengalami peningkatan dari sisi nilai transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian pada pekan 19-23 Oktober 2026 mencapai Rp20.337 miliar, dibandingkan Rp16.215 miliar pada pekan sebelumnya.

Artinya, rata-rata nilai transaksi harian meningkat Rp4.122 miliar atau 25,42 persen.

Kenaikan juga terlihat pada frekuensi perdagangan. Rata-rata frekuensi harian meningkat dari 1.717 ribu kali menjadi 1.953 ribu kali atau naik 13,80 persen.

Namun, rata-rata volume harian turun 9,39 persen dari 44.102 juta saham menjadi 39.959 juta saham.

IndikatorPekan LaluPekan IniPerubahan
Volume harian44.102 juta saham39.959 juta saham-9,39%
Nilai transaksi harianRp16.215 miliarRp20.337 miliar+25,42%
Frekuensi harian1.717 ribu1.953 ribu+13,80%
Kapitalisasi pasarRp9.157 triliunRp9.583 triliun+4,66%

Total Perdagangan Saham Mencapai Rp101,68 Triliun

Secara keseluruhan, perdagangan saham selama pekan tersebut menghasilkan volume sebesar 199.795.671.547 saham. Nilai transaksi mencapai Rp101.683.566.631.983, dengan total frekuensi transaksi sebanyak 9.767.365 kali.

Pasar reguler menjadi penyumbang terbesar aktivitas perdagangan. Volume di pasar reguler mencapai 186.002.242.400 saham atau 93,10 persen dari total volume. Nilai transaksi pasar reguler mencapai Rp90.116.987.268.400 atau 88,62 persen dari total nilai transaksi.

Sementara itu, pasar negosiasi menyumbang volume 13.793.230.047 saham atau 6,90 persen dengan nilai Rp11.566.516.154.483 atau 11,38 persen.

Berita IHSG:

Saham Bank Menjadi Penggerak IHSG

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi motor penguatan IHSG sepanjang pekan. BMRI mencatat kenaikan harga 15,04 persen dan memberikan kontribusi 40,65 poin terhadap IHSG.

BBRI naik 10,23 persen dengan kontribusi 39,76 poin, sedangkan TLKM melonjak 17,89 persen dan menyumbang 31,31 poin.

BREN, BBNI, ASII, BRPT, AMMN, UNTR, dan TPIA juga masuk dalam jajaran saham yang memberikan kontribusi positif terhadap IHSG.

TRUK Menjadi Top Gainer, ALDO Top Loser

Pergerakan saham individu juga sangat beragam. TRUK menjadi saham dengan kenaikan terbesar sepanjang pekan dengan lonjakan 87,11 persen, dari 3.220 menjadi 6.025.

PNSE berada di posisi kedua dengan kenaikan 70,57 persen, disusul WMUU 63,64 persen dan TOBA 53,85 persen.

Top GainerHarga Pekan LaluHarga Pekan IniKenaikan
TRUK3.2206.02587,11%
PNSE38465570,57%
WMUU223663,64%
TOBA33852053,85%
ANDI192847,37%

Di sisi lain, ALDO menjadi top loser dengan penurunan 29,92 persen, dari 1.955 menjadi 1.370.

AIMS turun 29,29 persen, MMIX turun 28,92 persen, IFSH turun 24,50 persen dan ALKA turun 21,79 persen.

Indeks BEI Kompak Menguat

Penguatan tidak hanya terjadi pada IHSG. Sejumlah indeks utama BEI juga mencatat kenaikan signifikan. IDX30 naik 7,95 persen, LQ45 naik 7,57 persen, IDX SMC Liquid naik 6,53 persen, serta IDX High Dividend 20 naik 10,03 persen.

IDX BUMN20 menjadi salah satu indeks dengan performa paling kuat, yakni naik 12,84 persen. Sementara IDX-MES BUMN 17 meningkat 11,83 persen dan SMinfra18 naik 11,62 persen.

Di indeks sektoral, Transportation & Logistic mencatat kenaikan 9,02 persen. Energy naik 6,37 persen, Financials 4,96 persen, Properties & Real Estate 5,39 persen, dan Infrastructures 5,68 persen.

Sektor Technology menjadi pengecualian karena hanya meningkat 0,03 persen.

Kesimpulan

Perdagangan BEI sepanjang 19-23 Oktober 2026 menunjukkan pemulihan yang kuat pada IHSG dan mayoritas indeks. IHSG naik 4,90 persen, kapitalisasi pasar bertambah 4,66 persen, sementara nilai transaksi harian meningkat 25,42 persen.

Di tengah penguatan tersebut, pasar tetap memperlihatkan volatilitas tinggi pada saham individual. TRUK menjadi top gainer dengan kenaikan 87,11 persen, sedangkan ALDO menjadi top loser dengan penurunan 29,92 persen.

Sumber: Bursa Efek Indonesia, IDX Weekly Statistics periode 19-23 Oktober 2026.

GOTO Teraktif Berdasarkan Volume, BBCA Pimpin Nilai Transaksi Saham BEI

Kuhuni.com – Saham GOTO menjadi saham dengan volume perdagangan terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 22 Oktober 2026. Berdasarkan laporan IDX Daily Statistics, volume transaksi GOTO mencapai 5.650 juta saham atau 15,45% dari volume yang tercatat dalam daftar saham berdasarkan volume.

Sementara itu, saham BBCA memimpin daftar berdasarkan nilai transaksi dengan nilai Rp1.621 miliar atau 10,02% dari total nilai yang menjadi dasar perhitungan dalam tabel tersebut. BBRI dan BMRI menempati posisi berikutnya.

GOTO Memimpin Daftar Saham Berdasarkan Volume

Daftar saham berdasarkan volume menunjukkan jumlah saham yang diperdagangkan selama periode laporan. GOTO berada di urutan pertama dengan volume 5.650 juta saham, diikuti BUMI sebanyak 3.276 juta saham dan BIPI sebanyak 1.281 juta saham.

Kode SahamVolume (juta saham)Porsi
GOTO5.65015,45%
BUMI3.2768,96%
BIPI1.2813,50%
DEWA8872,42%
BUVA8572,34%
SQMI7702,11%
DMAS7652,09%
BNBR5961,63%
BRMS5861,60%
ENRG5621,54%

Setelah GOTO dan BUMI, saham BIPI mencatatkan volume 1.281 juta saham. DEWA dan BUVA juga masuk dalam lima besar saham berdasarkan volume, masing-masing sebanyak 887 juta saham dan 857 juta saham.

Besarnya volume perdagangan menggambarkan jumlah saham yang berpindah tangan, tetapi tidak secara langsung menunjukkan besarnya nilai transaksi. Harga saham yang berbeda dapat membuat saham dengan volume besar belum tentu menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar.

Saham ASMI Melonjak 35%, ENAK Naik 34,81%, Ini Daftar Top Gainers BEI

Kuhuni.com – Sejumlah saham mencatatkan kenaikan tajam pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 22 Oktober 2026. Berdasarkan laporan IDX Daily Statistics, saham ASMI menempati posisi teratas dalam daftar top gainers dengan kenaikan 35% menjadi Rp27 per saham.

Di posisi berikutnya, saham ENAK naik 34,81% dari Rp135 menjadi Rp182. Sementara itu, AYLS, BUKK, dan PNSE masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 25% pada perdagangan hari tersebut.

top gainers
Saham top losers dan saham top gainers. Kuhuni.com

Daftar Saham Top Gainers 22 Oktober 2026

Daftar top gainers menunjukkan saham dengan persentase kenaikan harga terbesar dalam data perdagangan harian BEI. Berikut sepuluh saham yang tercantum dalam daftar tersebut.

KodeHarga Sebelumnya (Rp)Harga Hari Ini (Rp)Perubahan
ASMI202735,00%
ENAK13518234,81%
AYLS16020025,00%
BUKK9801.22525,00%
PNSE56070025,00%
PTSP1.4401.80025,00%
ARTA2.1502.68024,65%
TOBA33441624,55%
PTSN27834624,46%
OASA16019823,75%

ASMI mencatat kenaikan tertinggi dalam daftar tersebut, yakni 35%, setelah harga sahamnya bergerak dari Rp20 menjadi Rp27. ENAK berada di urutan berikutnya dengan kenaikan 34,81% ke Rp182.

Sejumlah saham lain, termasuk AYLS, BUKK, PNSE, dan PTSP, juga naik 25%. Adapun ARTA menguat 24,65%, TOBA naik 24,55%, PTSN bertambah 24,46%, dan OASA meningkat 23,75%.

Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%

KUHUNI.COM – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (IDX: PJAA) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp781,77 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Namun, pendapatan tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring penurunan laba bruto dan laba usaha.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026, perusahaan mencatat laba bersih tahun berjalan Rp25,30 miliar, turun 56,52% dibandingkan Rp58,19 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Laporan posisi keuangan per September 2026 berstatus tidak diaudit, sedangkan posisi pembanding per 31 Desember 2025 telah diaudit.

ancol
Wahana permainan di Dufan Ancol. Sumber foto: ancol.com

Ringkasan Kinerja Keuangan PJAA

Pos Keuangan 9M 2026 9M 2025 Perubahan
Pendapatan usahaRp781.774 jutaRp798.529 juta-2,10%
Laba brutoRp318.704 jutaRp358.495 juta-11,10%
Laba usahaRp116.803 jutaRp164.289 juta-28,90%
Laba sebelum pajakRp48.234 jutaRp87.946 juta-45,15%
Laba bersihRp25.302 jutaRp58.185 juta-56,52%
Laba per saham dasarRp16Rp37-56,76%
Kas bersih dari operasiRp80.675 jutaRp113.604 juta-28,98%

Catatan: 9M berarti sembilan bulan yang berakhir pada 30 September. Angka dalam laporan keuangan dinyatakan dalam jutaan rupiah, kecuali laba per saham.

Investor Asing Net Sell Rp92,09 Triliun di BEI hingga 21 Oktober 2026

JAKARTA, Kuhuni.com — Investor asing masih mencatat penjualan bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara kumulatif sejak awal 2026. Berdasarkan IDX Daily Statistics tanggal 21 Oktober 2026, akumulasi net sell investor asing mencapai Rp92,09 triliun.

Data BEI mencatat nilai penjualan bersih tersebut sebesar Rp92.093,43 miliar sejak awal tahun atau year to date (YTD).

Meski demikian, pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026, investor asing justru membukukan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp12,49 miliar. Dengan demikian, transaksi harian investor asing menunjukkan pembelian bersih, sementara posisi kumulatif sejak awal tahun masih berada di wilayah penjualan bersih.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Dokumentasi Kuhuni.com

Apa Arti Net Sell Asing di Pasar Saham?

Net sell asing merupakan kondisi ketika nilai penjualan saham oleh investor asing lebih besar dibandingkan nilai pembeliannya dalam periode tertentu. Sebaliknya, net buy terjadi ketika nilai pembelian lebih besar daripada penjualan.

Rugi Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) Membengkak Jadi Rp706 Juta hingga September 2026

KUHUNI.COM – PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) mencatat penurunan pendapatan selama sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perseroan turun 27,43% menjadi Rp928 juta, sedangkan rugi bersih membesar menjadi Rp706,03 juta dibandingkan rugi Rp172,62 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang tidak diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, pendapatan AIMS tercatat Rp928.000.000. Pada Januari–September 2025, pendapatan perseroan mencapai Rp1.278.750.000.

Di tengah penurunan pendapatan, beban umum dan administrasi meningkat 12,53%. Pada sisi neraca, total aset naik 3,24% menjadi Rp4,43 miliar, tetapi total liabilitas meningkat 23,85% menjadi Rp4,39 miliar. Ekuitas pun turun tajam menjadi Rp43,34 juta pada akhir September 2026.

Logo Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS)

Ringkasan Kinerja Keuangan AIMS September 2026

Berikut perbandingan laporan laba rugi AIMS untuk sembilan bulan pertama 2026 dan 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba atau rugi per saham.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan
Pendapatan928.000.0001.278.750.000-350.750.000-27,43%
Beban pokok pendapatan————
Laba kotor928.000.0001.278.750.000-350.750.000-27,43%
Beban umum dan administrasi1.629.098.8541.447.747.912+181.350.942+12,53%
Beban lain-lain4.932.2463.620.484+1.311.762+36,23%
Rugi sebelum pajak706.031.100172.618.396Rugi bertambah 533.412.704Rugi naik 309,00%
Rugi bersih periode berjalan706.031.100172.618.396Rugi bertambah 533.412.704Rugi naik 309,00%
Rugi per sahamRp3,21Rp0,78Rugi per saham bertambah Rp2,43Rugi per saham naik 311,54%

Pendapatan AIMS Turun 27,43% Menjadi Rp928 Juta

Pendapatan PT Artha Mahiya Investama Tbk mencapai Rp928 juta selama Januari–September 2026. Angka tersebut turun Rp350,75 juta atau 27,43% dibandingkan Rp1,28 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan berlangsung bersamaan dengan kenaikan beban umum dan administrasi. Kondisi tersebut menekan hasil usaha perseroan dan membuat rugi bersih membesar dibandingkan periode pembanding.

Laporan mencatat beban pokok pendapatan nihil pada kedua periode. Dengan demikian, laba kotor sama dengan pendapatan, yakni Rp928 juta pada 2026 dan Rp1,28 miliar pada 2025. Namun, nilai laba kotor tersebut belum cukup untuk menutup beban umum dan administrasi serta beban lain-lain.

Terbaru

      ARTIKEL PILIHAN