GOTO Teraktif Berdasarkan Volume, BBCA Pimpin Nilai Transaksi Saham BEI

Kuhuni.com – Saham GOTO menjadi saham dengan volume perdagangan terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 22 Oktober 2026. Berdasarkan laporan IDX Daily Statistics, volume transaksi GOTO mencapai 5.650 juta saham atau 15,45% dari volume yang tercatat dalam daftar saham berdasarkan volume.

Sementara itu, saham BBCA memimpin daftar berdasarkan nilai transaksi dengan nilai Rp1.621 miliar atau 10,02% dari total nilai yang menjadi dasar perhitungan dalam tabel tersebut. BBRI dan BMRI menempati posisi berikutnya.

GOTO Memimpin Daftar Saham Berdasarkan Volume

Daftar saham berdasarkan volume menunjukkan jumlah saham yang diperdagangkan selama periode laporan. GOTO berada di urutan pertama dengan volume 5.650 juta saham, diikuti BUMI sebanyak 3.276 juta saham dan BIPI sebanyak 1.281 juta saham.

Kode SahamVolume (juta saham)Porsi
GOTO5.65015,45%
BUMI3.2768,96%
BIPI1.2813,50%
DEWA8872,42%
BUVA8572,34%
SQMI7702,11%
DMAS7652,09%
BNBR5961,63%
BRMS5861,60%
ENRG5621,54%

Setelah GOTO dan BUMI, saham BIPI mencatatkan volume 1.281 juta saham. DEWA dan BUVA juga masuk dalam lima besar saham berdasarkan volume, masing-masing sebanyak 887 juta saham dan 857 juta saham.

Besarnya volume perdagangan menggambarkan jumlah saham yang berpindah tangan, tetapi tidak secara langsung menunjukkan besarnya nilai transaksi. Harga saham yang berbeda dapat membuat saham dengan volume besar belum tentu menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar.

BBCA Pimpin Nilai Transaksi Rp1,62 Triliun

Berdasarkan nilai transaksi, BBCA berada di posisi teratas dengan nilai Rp1.621 miliar. BBRI mengikuti dengan Rp1.514 miliar, sedangkan BMRI mencatatkan nilai transaksi Rp922 miliar.

TLKM berada di urutan berikutnya dengan nilai Rp823 miliar, diikuti ASII sebesar Rp478 miliar. Saham BUMI, BBNI, ENRG, ANTM, dan SINI juga masuk daftar sepuluh saham dengan nilai transaksi terbesar yang ditampilkan BEI.

Kode SahamNilai Transaksi (Rp miliar)Porsi
BBCA1.62110,02%
BBRI1.5149,36%
BMRI9225,70%
TLKM8235,09%
ASII4782,95%
BUMI4572,82%
BBNI3662,26%
ENRG3522,18%
ANTM3472,15%
SINI3242,00%

Nilai transaksi BBCA tercatat lebih tinggi dibandingkan saham lain dalam daftar tersebut. BBRI dan BMRI menyusul di posisi kedua dan ketiga. Data ini menunjukkan saham-saham perbankan tersebut termasuk yang memiliki nilai transaksi besar pada hari perdagangan yang dilaporkan.

Berita IHSG:

Total Nilai Perdagangan Saham Rp16,19 Triliun

Secara keseluruhan, laporan BEI mencatat volume perdagangan saham sebesar 36.574.859.355 saham, nilai transaksi Rp16.185.019.738.100, dan frekuensi 2.080.344 kali pada 22 Oktober 2026.

Ringkasan Perdagangan SahamNilai
Volume saham36.574.859.355 saham
Nilai transaksi sahamRp16.185.019.738.100
Frekuensi transaksi saham2.080.344 kali

Angka rekapitulasi tersebut mencakup transaksi saham di pasar reguler, tunai, dan negosiasi. Dalam laporan, nilai perdagangan seluruh instrumen yang dirangkum pada bagian total all tercatat sebesar Rp16.207.234.138.699 dengan volume 37.665.387.166 unit dan frekuensi 2.102.713 kali.

Volume Besar Tidak Selalu Berarti Harga Naik

Volume perdagangan, nilai transaksi, dan perubahan harga merupakan indikator yang berbeda. Saham dapat memiliki volume tinggi ketika terjadi aktivitas jual maupun beli yang besar. Karena itu, daftar saham paling aktif sebaiknya dibaca bersama data perubahan harga dan informasi emiten.

Investor juga perlu membedakan data volume dari nilai transaksi. GOTO memimpin daftar berdasarkan volume, sedangkan BBCA berada di posisi teratas berdasarkan nilai transaksi. Kedua daftar tersebut menggunakan ukuran yang berbeda sehingga hasilnya tidak harus sama.

Sumber Data: Artikel ini menggunakan data Bursa Efek Indonesia, IDX Daily Statistics, Kamis, 22 Oktober 2026. Nilai volume, nilai transaksi, dan frekuensi mengacu pada angka yang tercantum dalam laporan tersebut.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan rekomendasi atau perintah untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan