IHSG Hari Ini Turun 1,02 Persen
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 1 Oktober 2026.
Berdasarkan statistik perdagangan BEI, IHSG ditutup di level 6.009,502, turun 61,636 poin atau 1,02 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.071,138.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 5.973,163 hingga 6.095,234.
Penurunan IHSG tersebut terjadi di tengah aktivitas perdagangan saham yang mencapai puluhan miliar saham. Total volume perdagangan saham tercatat sebanyak 32,038 miliar saham, sedangkan nilai transaksi mencapai Rp11,052 triliun.
Frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 1,571 juta kali.
![]() |
| Gedung Bursa Efek Indonesia. Dokumentasi Kuhuni.com |
Investor Asing Catat Net Sell Rp241,86 Miliar
Tekanan di pasar saham juga terlihat dari aktivitas investor asing.
Pada perdagangan 1 Oktober 2026, investor asing mencatat net sell sebesar Rp241,86 miliar atau sekitar US$13,48 juta.
Secara year to date (YTD), akumulasi net sell investor asing mencapai Rp81,28 triliun atau sekitar US$4,53 miliar.
Sementara itu, market PER tercatat sebesar 12,38 kali dan market PBV berada di level 1,60 kali.
Saham dengan Nilai Transaksi Terbesar
Sejumlah saham berkapitalisasi besar masih menjadi bagian penting dalam aktivitas perdagangan.
Dari sisi nilai transaksi, TLKM mencatat nilai perdagangan sekitar Rp749 miliar, diikuti BBCA Rp737 miliar, BMRI Rp521 miliar, dan BBRI Rp425 miliar.
Selanjutnya terdapat DSSA dengan nilai transaksi Rp395 miliar, ASII Rp393 miliar, CUAN Rp360 miliar, BUMI Rp339 miliar, PTRO Rp292 miliar, serta GOTO Rp257 miliar.
Baca: 25 Aplikasi Trading Terpercaya dan Resmi di Indonesia yang Terdaftar OJK dan BEI
GOTO dan BUMI Ramaikan Aktivitas Perdagangan
Dari sisi volume, GOTO menjadi saham dengan volume perdagangan terbesar, mencapai 9,182 miliar saham atau 28,66 persen dari total volume.
Posisi berikutnya ditempati BUMI dengan volume 1,971 miliar saham, BNBR 559 juta saham, WMPP 536 juta saham, dan BTEK 528 juta saham.
Sementara dari sisi frekuensi transaksi, BBRI mencatat 38.482 transaksi, disusul BUMI sebanyak 36.586 transaksi dan SMLE sebanyak 31.336 transaksi.
Mayoritas Indeks Saham Berada di Zona Merah
Pelemahan tidak hanya terjadi pada IHSG. Sejumlah indeks utama BEI juga mengalami penurunan.
LQ45 melemah 1,46 persen, IDX30 turun 1,41 persen, sedangkan IDX80 terkoreksi 1,47 persen.
IDX SMC Composite turun 0,78 persen, IDX High Dividend 20 melemah 1,25 persen, IDX BUMN20 turun 1,01 persen, dan IDX Value30 terkoreksi 0,82 persen.
Sektor Teknologi Turun Paling Dalam
Dari sebelas indeks sektoral BEI, sektor teknologi mencatat penurunan harian paling besar, yakni 3,93 persen.
Sektor basic materials turun 1,99 persen, transportation & logistic melemah 2,02 persen, sementara industrials terkoreksi 1,81 persen.
Sektor financials relatif stabil dengan perubahan sekitar 0,00 persen. Sementara sektor energi justru mencatat kenaikan 0,31 persen pada perdagangan hari tersebut.
Bursa Asia Bergerak Beragam
Pergerakan bursa regional Asia juga menunjukkan hasil yang beragam.
Di kawasan ASEAN, STI Singapura naik 0,14 persen dan SET Thailand menguat 0,31 persen. Sementara Malaysia KLCI turun 1,26 persen dan Vietnam VN-Index melemah 1,68 persen.
Di Asia Pasifik, Nikkei Jepang naik 3,30 persen dan KOSPI Korea Selatan menguat 1,95 persen. TSE Taiwan juga naik 0,86 persen.
Dalam data BEI tersebut, IHSG tercatat turun 30,50 persen secara YTD.
Baca:
- Cara Main Saham Modal Kecil: Mulai Rp100 Ribu, Rp500 Ribu, atau Rp1 Juta
- Dividen Saham Paling Besar di Indonesia 2026
- Dividen BBNI dari Tahun ke Tahun: Analisis Dividen Per Lembar dan Keuntungannya
- 47 Daftar Saham Sektor Teknologi di Indonesia 2026
- Kenapa Main Saham Bisa Rugi? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor
Kesimpulan
Perdagangan saham BEI pada 1 Oktober 2026 ditutup dalam tekanan. IHSG turun 1,02 persen ke level 6.009,502, sementara nilai transaksi saham mencapai Rp11,05 triliun.
Investor asing juga mencatat net sell Rp241,86 miliar pada perdagangan hari tersebut. Dari sisi sektoral, indeks teknologi mengalami penurunan paling besar, sedangkan sektor energi menjadi salah satu sektor yang masih mencatat penguatan.
Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX Daily Statistics, Trading Day 177, 1 Oktober 2026.

0 comments
Posting Komentar