Bank terbaik di Indonesia menjadi salah satu topik yang banyak dicari masyarakat, terutama ketika ingin memilih bank untuk menabung, deposito, transaksi, kredit, maupun investasi saham. Dari ratusan bank yang beroperasi di Indonesia, hanya sebagian yang memiliki skala aset triliunan rupiah dan modal inti yang sangat besar.
Bank-bank tersebut memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Selain menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan kredit, bank besar juga menyediakan layanan perbankan digital, pembayaran, pembiayaan UMKM, layanan korporasi, hingga berbagai produk investasi.
Menentukan bank terbaik di Indonesia tidak cukup hanya melihat jumlah aset. Modal inti, kekuatan permodalan, kualitas layanan, jaringan, teknologi digital, produk perbankan, serta kinerja keuangan juga dapat menjadi pertimbangan.
![]() |
| Tiga Bank Terbesar di Indonesia Mandiri, BRI dan BCA |
Berdasarkan data per Oktober 2026, posisi teratas bank terbesar di Indonesia masih ditempati oleh Bank Mandiri, BRI, BCA, dan BNI. Bank Mandiri memiliki aset terbesar, sementara BRI memiliki modal inti terbesar.
Di bawahnya terdapat bank besar lainnya seperti BSI, CIMB Niaga, OCBC NISP, Permata, SMBC Indonesia, dan Panin.
OJK menyediakan Direktori Perbankan Indonesia yang memuat rangkuman data pokok bank umum, termasuk bank umum syariah, serta data keuangan dan rasio perbankan.
10 Bank Terbesar di Indonesia 2026 Berdasarkan Aset
Berikut daftar 10 bank terbesar di Indonesia 2026 berdasarkan total aset, sekaligus perbandingan modal inti masing-masing bank.
| No | Bank | Kode Saham | Total Aset | Modal Inti |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Bank Mandiri | BMRI | Rp2.528 triliun | Rp284 triliun |
| 2 | Bank Rakyat Indonesia | BBRI | Rp2.250 triliun | Rp338 triliun |
| 3 | Bank Central Asia | BBCA | Rp1.660 triliun | Rp270 triliun |
| 4 | Bank Negara Indonesia | BBNI | Rp1.461 triliun | Rp163 triliun |
| 5 | Bank Syariah Indonesia | BRIS | Rp465 triliun | Rp51 triliun |
| 6 | Bank CIMB Niaga | BNGA | Rp381 triliun | Rp56 triliun |
| 7 | Bank OCBC NISP | NISP | Rp329 triliun | Rp44 triliun |
| 8 | Bank Permata | BNLI | Rp272 triliun | Rp45 triliun |
| 9 | SMBC Indonesia | BTPN | Rp245 triliun | Rp48 triliun |
| 10 | Bank Panin | PNBN | Rp229 triliun | Rp53 triliun |
Baca: Daftar Bank BUKU 4 di Indonesia: Modal Inti dan Aset Terbesar
1. Bank Mandiri (BMRI)
Bank Mandiri menempati posisi pertama dalam daftar bank terbesar di Indonesia berdasarkan aset, dengan total aset sebesar Rp2.528 triliun dan modal inti sebesar Rp284 triliun.
Dari sisi kinerja terbaru, Bank Mandiri juga melaporkan total aset bank only sebesar Rp2.359 triliun hingga Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 20,7% secara tahunan.
Bank Mandiri dapat menjadi pilihan bagi nasabah yang membutuhkan layanan perbankan untuk transaksi pribadi maupun bisnis. Untuk menentukan apakah bank ini sesuai dengan kebutuhan, calon nasabah tetap perlu membandingkan biaya, produk tabungan, layanan digital, jaringan, dan fasilitas kredit yang tersedia.
Bagi investor, saham Bank Mandiri menggunakan kode BMRI. Analisis saham BMRI sebaiknya tidak hanya melihat ukuran aset, tetapi juga laba, kualitas kredit, profitabilitas, permodalan, valuasi, dan dividen.
2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Bank Rakyat Indonesia atau BRI berada di posisi kedua berdasarkan aset dengan total aset sebesar Rp2.250 triliun. Namun, jika dilihat dari modal inti, BRI berada di posisi pertama dengan Rp338 triliun.
Perbedaan antara posisi berdasarkan aset dan modal inti membuat BRI menjadi salah satu bank yang menarik untuk dibandingkan dengan Bank Mandiri.
BRI dikenal luas melalui layanan perbankan untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), selain melayani nasabah ritel dan korporasi. Jaringan layanan serta produk perbankannya menjadi bagian penting dari kegiatan bisnis bank ini.
Bagi calon nasabah, pilihan produk BRI dapat disesuaikan dengan kebutuhan transaksi dan tabungan. Sementara itu, investor saham BBRI perlu memeriksa kinerja laba, kualitas kredit, rasio keuangan, serta harga saham sebelum mengambil keputusan investasi.
Lihat di sini jejak langkah perjalanan Bank BRI dari tahun 1895 hinga jadi raksasa UMKM di Indonesia. Kamu juga bisa mengecek Jenis-JenisTabungan BRI dan Biaya Admin serta besar bunga tabungan BRI.
3. Bank Central Asia (BBCA)
Bank Central Asia atau BCA menjadi bank terbesar ketiga berdasarkan aset, dengan total aset Rp1.660 triliun dan modal inti Rp270 triliun.
BCA merupakan bank swasta terbesar dalam daftar ini. Kekuatan BCA antara lain terdapat pada layanan transaksi, basis nasabah ritel, jaringan, serta pengembangan layanan perbankan digital.
BCA banyak digunakan untuk transaksi sehari-hari, transfer dana, pembayaran, tabungan, serta layanan perbankan digital. Namun, penilaian terhadap kualitas layanan tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan masing-masing nasabah, biaya produk, kemudahan akses, dan pengalaman penggunaan layanan.
Untuk investor, saham BCA diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode BBCA. Investor dapat membandingkan pertumbuhan laba, valuasi, profitabilitas, dan dividen BBCA dengan bank besar lainnya. Cek di sini keuntungan beli saham BBCA dan cara beli sahamnya.
Baca: Daftar Bank Berdasarkan KBMI 2026: Bank KBMI 4, KBMI 3, KBMI 2 dan KBMI 1
4. Bank Negara Indonesia (BBNI)
Bank Negara Indonesia atau BNI menempati posisi keempat dengan total aset Rp1.461 triliun dan modal inti Rp163 triliun.
BNI melayani berbagai segmen, mulai dari nasabah ritel, UMKM, bisnis hingga korporasi. Bank ini juga memiliki bisnis internasional yang mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan lintas negara.
Saham BNI memiliki kode BBNI di Bursa Efek Indonesia. Investor dapat menggunakan laporan keuangan terbaru untuk menilai pertumbuhan laba, kualitas kredit, efisiensi, permodalan, dan dividen.
5. Bank Syariah Indonesia (BRIS)
Bank Syariah Indonesia atau BSI memiliki total aset sebesar Rp465 triliun dengan modal inti Rp51 triliun.
BSI merupakan bank syariah terbesar di Indonesia dan menjadi salah satu bank syariah dengan skala bisnis terbesar di industri perbankan nasional.
Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan perbankan berdasarkan prinsip syariah, BSI menawarkan berbagai produk simpanan, pembiayaan, transaksi, dan layanan digital.
Saham BSI tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode BRIS. BSI adalah bank syariah terbesar sekaligus satu-satunya bank syariah yang masuk kategori KBMI 3
6. Bank CIMB Niaga (BNGA)
Bank CIMB Niaga memiliki total aset sebesar Rp381 triliun dan modal inti Rp56 triliun.
CIMB Niaga merupakan salah satu bank swasta terbesar di Indonesia dengan layanan untuk nasabah individu, bisnis, hingga korporasi.
Bank ini juga memiliki berbagai produk pembiayaan, termasuk kredit pemilikan rumah, kartu kredit, layanan transaksi, dan layanan digital.
Bagi investor BNGA, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah pertumbuhan laba, kualitas kredit, profitabilitas, permodalan, dan valuasi saham. Gunakan laporan resmi terbaru untuk mengetahui perkembangan kinerjanya.
7. Bank OCBC NISP (NISP)
Bank OCBC NISP memiliki total aset sebesar Rp329 triliun dan modal inti sebesar Rp44 triliun.
OCBC NISP mengembangkan layanan perbankan untuk nasabah ritel, bisnis, dan korporasi, termasuk layanan digital dan pembiayaan berkelanjutan.
Saham Bank OCBC NISP tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode NISP.
8. Bank Permata (BNLI)
Bank Permata memiliki total aset sebesar Rp272 triliun dan modal inti Rp45 triliun.
PermataBank melayani kebutuhan perbankan ritel, bisnis, dan korporasi. Pengembangan layanan digital menjadi salah satu bagian dari strategi bank dalam meningkatkan pengalaman nasabah.
Investor yang mempelajari saham BNLI perlu memperhatikan kinerja keuangan, kualitas kredit, profitabilitas, dan valuasi saham berdasarkan informasi resmi perusahaan.
9. SMBC Indonesia (BTPN)
SMBC Indonesia memiliki total aset sebesar Rp245 triliun dengan modal inti sebesar Rp48 triliun.
Bank ini menyediakan layanan bagi berbagai segmen nasabah, termasuk individu dan perusahaan. Sebelum memilih produknya, calon nasabah sebaiknya membandingkan persyaratan, biaya, fasilitas digital, dan layanan yang paling relevan dengan kebutuhannya.
Bagi investor, analisis saham BTPN perlu memperhatikan laporan keuangan, pertumbuhan bisnis, kualitas kredit, profitabilitas, dan valuasi. Data periode terbaru perlu diperiksa sebelum menarik kesimpulan mengenai kondisi perusahaan saat ini.
10. Bank Panin (PNBN)
Bank Panin menempati posisi ke-10 dalam daftar berdasarkan aset, dengan total aset sebesar Rp229 triliun dan modal inti Rp53 triliun.
Bank Panin melayani nasabah individu, bisnis, dan korporasi serta terus mengembangkan layanan perbankan digital.
Saham Bank Panin tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode PNBN.
Bank Terbaik di Indonesia 2026 Berdasarkan Modal Inti
Selain aset, modal inti merupakan salah satu indikator penting untuk melihat kekuatan permodalan bank. Namun, modal inti bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan apakah sebuah bank merupakan bank terbaik.
Berdasarkan data Oktober 2026 yang digunakan dalam artikel ini, BRI memiliki modal inti terbesar dengan nilai Rp338 triliun.
Daftar Bank dengan Modal Inti Terbesar 2026
| Peringkat | Bank | Kode | Modal Inti |
|---|---|---|---|
| 1 | Bank Rakyat Indonesia | BBRI | Rp338 triliun |
| 2 | Bank Mandiri | BMRI | Rp284 triliun |
| 3 | Bank Central Asia | BBCA | Rp270 triliun |
| 4 | Bank Negara Indonesia | BBNI | Rp163 triliun |
| 5 | Bank CIMB Niaga | BNGA | Rp56 triliun |
| 6 | Bank Panin | PNBN | Rp53 triliun |
| 7 | Bank Syariah Indonesia | BRIS | Rp51 triliun |
| 8 | SMBC Indonesia | BTPN | Rp48 triliun |
| 9 | Bank Permata | BNLI | Rp45 triliun |
| 10 | Bank OCBC NISP | NISP | Rp44 triliun |
Apa Perbedaan Bank Terbesar dan Bank Terbaik?
Bank terbesar umumnya merujuk pada bank dengan total aset paling besar. Aset mencakup sumber daya ekonomi yang dimiliki atau dikuasai bank, termasuk kredit yang disalurkan dan instrumen keuangan lainnya.
Sementara itu, istilah bank terbaik tidak memiliki satu ukuran universal yang berlaku untuk semua nasabah. Penilaiannya bergantung pada tujuan pengguna, seperti mencari rekening transaksi, menyimpan dana dalam deposito, mengajukan kredit, menggunakan layanan syariah, atau berinvestasi pada saham perbankan.
Untuk menilai kondisi keuangan bank secara lebih menyeluruh, beberapa indikator yang dapat diperiksa adalah:
- Total aset: menunjukkan skala bisnis bank.
- Modal inti dan rasio kecukupan modal (CAR): membantu menilai kapasitas permodalan.
- Laba dan profitabilitas: menunjukkan kemampuan menghasilkan keuntungan.
- Rasio kredit bermasalah (NPL): membantu menilai kualitas kredit.
- Likuiditas: menunjukkan kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek.
- Layanan dan biaya: relevan untuk menilai kecocokan produk bagi nasabah.
Indikator tersebut sebaiknya dilihat secara bersama-sama dan dibandingkan menggunakan periode pelaporan yang sama. Informasi resmi mengenai industri perbankan dapat ditelusuri melalui Booklet Perbankan Indonesia 2026 dari OJK.
Bank Mana yang Terbesar di Indonesia?
Berdasarkan total aset dalam data Oktober 2026 yang digunakan dalam artikel ini, Bank Mandiri merupakan bank dengan aset terbesar, yaitu Rp2.528 triliun.
Bank Mandiri kemudian diikuti BRI dengan aset Rp2.250 triliun, BCA Rp1.660 triliun, dan BNI Rp1.461 triliun.
Data terbaru Bank Mandiri juga menunjukkan total aset Rp2.528 triliun pada informasi hubungan investor bank tersebut.
Bank Mana yang Memiliki Modal Inti Terbesar?
BRI menjadi bank dengan modal inti terbesar dalam daftar ini, yaitu Rp338 triliun. Posisi berikutnya adalah Bank Mandiri dengan Rp284 triliun dan BCA dengan Rp270 triliun.
Besarnya modal inti menunjukkan kapasitas permodalan yang kuat, tetapi tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk menentukan bank terbaik atau paling aman.
Apakah Bank Terbesar Selalu Menjadi Bank Terbaik?
Tidak selalu. Bank terbesar berdasarkan aset menunjukkan skala bisnis yang besar, tetapi kebutuhan setiap nasabah berbeda.
Nasabah yang mencari rekening transaksi sehari-hari mungkin lebih memperhatikan kualitas mobile banking, biaya administrasi, jaringan ATM, kemudahan transfer, dan layanan pelanggan.
Sementara itu, nasabah yang ingin menempatkan dana dalam deposito dapat lebih memperhatikan bunga deposito, tenor, pajak, syarat pencairan, serta ketentuan penjaminan LPS.
Investor saham juga memiliki pertimbangan berbeda. Selain aset dan modal inti, investor perlu melihat laba bersih, pertumbuhan kredit, kualitas aset, profitabilitas, valuasi saham, serta dividen.
Bank Swasta Terbesar di Indonesia 2026
BCA merupakan bank swasta terbesar dalam daftar ini dengan total aset Rp1.660 triliun.
Di bawah BCA terdapat CIMB Niaga dengan aset Rp381 triliun, OCBC NISP Rp329 triliun, Permata Rp272 triliun, SMBC Indonesia Rp245 triliun, dan Panin Rp229 triliun.
Namun, ukuran aset bukan satu-satunya cara menilai kualitas bank swasta. Nasabah juga perlu mempertimbangkan produk, biaya, layanan digital, jaringan, dan kebutuhan masing-masing.
Bank BUMN Terbesar di Indonesia 2026
Empat bank besar yang umum dikenal sebagai bank BUMN adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. Dalam daftar 10 bank berdasarkan data yang digunakan dalam artikel ini, Bank Mandiri, BRI, dan BNI masuk dalam daftar.
Bank Mandiri memiliki aset Rp2.528 triliun, BRI Rp2.250 triliun, dan BNI Rp1.461 triliun.
Bank Syariah Terbesar di Indonesia 2026
Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan bank syariah terbesar dalam daftar ini dengan total aset Rp465 triliun dan modal inti Rp51 triliun.
BSI juga menjadi salah satu bank syariah terbesar di Indonesia dari sisi skala aset. Bagi masyarakat yang memilih layanan perbankan syariah, ukuran bank dapat menjadi salah satu pertimbangan, tetapi tetap perlu membandingkan akad, produk, biaya, layanan, dan kebutuhan pribadi.
Bank Terbaik untuk Menabung
Tidak ada satu bank yang otomatis menjadi bank terbaik untuk semua nasabah. Untuk memilih bank tempat menabung, beberapa faktor yang dapat dibandingkan adalah:
- Biaya administrasi rekening.
- Biaya transfer dan transaksi.
- Kualitas mobile banking.
- Jumlah ATM dan kantor cabang.
- Suku bunga tabungan.
- Kemudahan layanan nasabah.
- Keamanan dan perlindungan dana sesuai ketentuan yang berlaku.
Bunga Deposito Bank di Indonesia
Bagi pembaca yang mencari bank untuk menempatkan dana dalam bentuk deposito, bunga deposito menjadi salah satu faktor penting yang perlu dibandingkan. Namun, bunga tertinggi tidak selalu berarti produk terbaik karena nasabah juga perlu melihat tenor, pajak, syarat pencairan, dan ketentuan penjaminan LPS.
- Cek Bunga Deposito BRI, BNI dan Mandiri
- Deposito Aladin Bagi Hasil Tinggi dan 100% Online
- Deposito Superbank: Bunga Tinggi, Fleksibel, dan 100% Digital
- Deposito Krom Bank Tertinggi 8%, Cek Simulasi dan Jaminan LPS
- Bunga Deposito BCA Terbaru 2026: Bunga Tertinggi 3,5%, Cek Tenor dan Simulasinya!
- Bunga Deposito CIMB Niaga Terbaru 5,50%: Cek Syarat dan Simulasinya
- Bunga Deposito SeaBank Terbaru hingga 6%: Simulasi Rp100 Juta, Rp500 Juta dan Rp1 Miliar
- Bunga Deposito Bank Jago Tertinggi 6,25% per Tahun, Simulasi Rp100 Juta, Rp500 Juta dan Rp1 Miliar
- Bunga Deposito Amar BankTertinggi 9%, Cek Syarat, Biaya, dan Simulasi
- Bunga Deposito Jenius Terbaru hingga 5,25%, Simulasi Rp100 Juta, Rp500 Juta dan Rp1 Miliar
- Kalkulator Menghitung Bunga Deposito (Simulasi Online)
Bank Terbaik untuk Investor Saham
Bagi investor saham, daftar bank terbesar dapat menjadi titik awal untuk melakukan analisis terhadap saham sektor perbankan.
Beberapa emiten bank besar dalam daftar ini antara lain BMRI, BBRI, BBCA, BBNI, BRIS, BNGA, NISP, BNLI, BTPN, dan PNBN.
Namun, investor tidak sebaiknya memilih saham hanya berdasarkan total aset atau modal inti. Analisis juga perlu mencakup pertumbuhan laba, Return on Equity (ROE), kualitas kredit, rasio kecukupan modal, efisiensi, valuasi, prospek bisnis, dan kebijakan dividen.
Perbedaan Bank Terbesar dan Bank Terbaik
Istilah bank terbesar biasanya digunakan untuk menunjukkan bank dengan ukuran aset paling besar. Sementara istilah bank terbaik lebih subjektif karena bergantung pada tujuan pengguna.
Untuk investor, bank dengan laba dan profitabilitas yang baik mungkin lebih menarik. Untuk nasabah tabungan, kualitas aplikasi dan biaya transaksi bisa lebih penting. Untuk nasabah deposito, bunga dan ketentuan produk menjadi pertimbangan utama.
Karena itu, daftar bank terbesar sebaiknya digunakan sebagai titik awal sebelum melakukan perbandingan lebih mendalam.
FAQ Bank Terbesar dan Terbaik di Indonesia 2026
Bank terbesar di Indonesia 2026 adalah bank apa?
Berdasarkan data Oktober 2026 yang digunakan dalam artikel ini, Bank Mandiri merupakan bank dengan aset terbesar, yaitu Rp2.528 triliun.
Bank dengan modal inti terbesar di Indonesia adalah apa?
BRI menjadi bank dengan modal inti terbesar dalam daftar ini, yaitu Rp338 triliun.
Bank swasta terbesar di Indonesia 2026 apa?
BCA menjadi bank swasta terbesar dalam daftar ini berdasarkan total aset, yaitu Rp1.660 triliun.
Bank syariah terbesar di Indonesia 2026 apa?
Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi bank syariah terbesar dalam daftar ini dengan aset Rp465 triliun.
Apakah Bank Mandiri lebih besar dari BRI?
Jika menggunakan total aset dalam data yang digunakan pada artikel ini, Bank Mandiri lebih besar dengan aset Rp2.528 triliun, sedangkan BRI memiliki aset Rp2.250 triliun. Namun, BRI memiliki modal inti lebih besar, yaitu Rp338 triliun dibandingkan Bank Mandiri Rp284 triliun.
Apakah bank dengan aset terbesar pasti menjadi bank terbaik?
Tidak. Aset menunjukkan skala bisnis, sedangkan penilaian bank terbaik membutuhkan berbagai indikator, termasuk permodalan, kualitas aset, profitabilitas, layanan, teknologi, biaya, dan kebutuhan nasabah.
Kesimpulan
Tahun 2026, Bank Mandiri menempati posisi pertama sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia dengan total aset Rp2.528 triliun.
BRI berada di posisi kedua berdasarkan aset dengan Rp2.250 triliun, tetapi menjadi bank dengan modal inti terbesar, yaitu Rp338 triliun.
Sementara itu, BCA menjadi bank swasta terbesar dalam daftar dengan aset Rp1.660 triliun. BNI, BSI, CIMB Niaga, OCBC NISP, Permata, SMBC Indonesia, dan Panin melengkapi daftar 10 bank terbesar.
Pada akhirnya, bank terbesar tidak selalu berarti bank terbaik untuk semua orang. Nasabah perlu memilih berdasarkan kebutuhan, sedangkan investor perlu melakukan analisis fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.

0 comments
Posting Komentar