Kuhuni.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, di zona merah. IHSG turun 41,007 poin atau 0,80% ke level 5.057,050, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 5.098,057.
Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 4.979,342 hingga 5.116,008. Dengan demikian, IHSG sempat turun di bawah level 5.000 sebelum kembali menguat dan memangkas sebagian pelemahannya menjelang penutupan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham pada perdagangan hari ini mencapai Rp11,63 triliun dengan volume 36,65 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,17 juta kali.
![]() |
| Gedung Bursa Efek Indonesia. Dok. Kuhuni.com |
IHSG Melemah, Kapitalisasi Pasar Turun Menjadi Rp8.862 Triliun
Penurunan IHSG turut diikuti penyusutan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia. Total kapitalisasi pasar saham tercatat sebesar Rp8.862 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar IHSG berdasarkan saham beredar bebas atau free float adjusted mencapai Rp2.191 triliun.
Secara akumulasi sepanjang 2026, IHSG telah terkoreksi 41,52%. Rasio valuasi pasar tercatat pada PER 10,76 kali dan PBV 1,32 kali.
Berikut ringkasan perdagangan IHSG pada 30 Oktober 2026:
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Penutupan IHSG | 5.057,050 |
| Perubahan harian | -41,007 poin (-0,80%) |
| Penutupan sebelumnya | 5.098,057 |
| Level tertinggi | 5.116,008 |
| Level terendah | 4.979,342 |
| Volume saham | 36,65 miliar saham |
| Nilai transaksi saham | Rp11,63 triliun |
| Frekuensi transaksi | 1,17 juta kali |
| Kapitalisasi pasar | Rp8.862 triliun |
| Perubahan IHSG YTD | -41,52% |
Investor Asing Catat Net Sell Rp138,71 Miliar
Aktivitas investor asing masih menunjukkan tekanan terhadap pasar saham domestik. Pada perdagangan Jumat, investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp138,71 miliar.
Jika dikonversikan menggunakan kurs yang tercantum dalam publikasi BEI, nilai tersebut setara sekitar US$7,65 juta. Secara akumulasi sepanjang tahun berjalan, investor asing membukukan net sell sebesar Rp97,92 triliun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual investor asing masih menjadi salah satu catatan penting dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.
Saham BBCA Pimpin Nilai Transaksi
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar pada perdagangan hari ini. Nilai transaksi BBCA mencapai Rp1,58 triliun atau sekitar 13,64% dari total nilai transaksi saham.
Posisi berikutnya ditempati BBRI dengan nilai transaksi Rp925 miliar, TLKM sebesar Rp727 miliar, dan BMRI sebesar Rp706 miliar. Saham GOTO berada di urutan berikutnya dengan nilai transaksi Rp417 miliar.
Berikut 10 saham dengan nilai transaksi terbesar:
| Kode | Nilai Transaksi | Porsi |
|---|---|---|
| BBCA | Rp1,588 triliun | 13,64% |
| BBRI | Rp925 miliar | 7,95% |
| TLKM | Rp727 miliar | 6,25% |
| BMRI | Rp706 miliar | 6,06% |
| GOTO | Rp417 miliar | 3,59% |
| AMMN | Rp371 miliar | 3,19% |
| BUMI | Rp357 miliar | 3,07% |
| TPIA | Rp303 miliar | 2,60% |
| ASII | Rp246 miliar | 2,11% |
| PGAS | Rp202 miliar | 1,74% |
Baca:
- Rangkuman Pasar Saham Sepekan: IHSG Anjlok, Asing Net Sell
- Investor Asing Net Sell Rp92,09 Triliun di BEI hingga 21 Oktober 2026
- Buyback Saham 2026: INDF, ICBP dan LSIP Siapkan Dana Rp2,25 Triliun
- Rangkuman IHSG Hari Ini (26/10/26) Turun 1,22%, Asing Net Sell Rp1,85 Triliun dan KREN Top Gainer
- BRIS Siapkan Dana Rp500 Miliar Buyback Saham, Mulai 27 Oktober 2026
- Chandra Asri (TPIA) Buyback Saham Rp2 Triliun, Patok Harga Maksimal Rp3.000 per Saham
- Ini Rangkuman IHSG (29/10/2026): IHSG Anjlok 3,49%, Asing Jualan Rp1,08 Triliun, Seluruh Sektor Turut Melemah, Saham ALKA dan YPAS Top Gainer
GOTO Mendominasi Volume Perdagangan
Dari sisi volume, saham GOTO menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan jumlah mencapai 17,13 miliar saham atau 46,75% dari total volume perdagangan saham.
Jauh di bawah GOTO, saham BUMI menempati posisi kedua dengan volume 2,99 miliar saham. Selanjutnya terdapat BIPI sebanyak 877 juta saham, BRMS sebanyak 564 juta saham, dan DEWA sebanyak 555 juta saham.
Sementara itu, berdasarkan frekuensi transaksi, BBCA menjadi saham paling aktif dengan 54.948 kali transaksi. BBRI berada di posisi kedua dengan 44.768 kali transaksi, disusul BUMI sebanyak 37.375 kali.
ASII dan BBCA Menjadi Penopang IHSG
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan IHSG. Saham ASII menjadi kontributor terbesar dengan kenaikan harga 2,35% dan sumbangan sebesar 4,46 poin indeks.
BBCA berada di posisi berikutnya dengan kontribusi positif 3,64 poin, meskipun nilai kenaikan harganya tercatat 0,81%. Selanjutnya BBNI menyumbang 2,63 poin, PGAS sebesar 2,53 poin, dan GOTO sebesar 1,85 poin.
Berikut saham dengan kontribusi positif terbesar terhadap IHSG:
| Saham | Perubahan Harga | Kontribusi IHSG |
|---|---|---|
| ASII | +2,35% | +4,46 poin |
| BBCA | +0,81% | +3,64 poin |
| BBNI | +2,47% | +2,63 poin |
| PGAS | +8,64% | +2,53 poin |
| GOTO | +4,35% | +1,85 poin |
| NATO | +17,65% | +1,82 poin |
| PTBA | +5,88% | +1,57 poin |
| SMMA | +1,11% | +1,56 poin |
| INDF | +1,99% | +1,23 poin |
| EXCL | +5,85% | +1,17 poin |
Saham BYAN dan BREN Menjadi Penekan Indeks
Dari sisi pemberat indeks, saham BYAN menjadi kontributor negatif terbesar dengan penurunan harga 4,19% dan sumbangan negatif 6,55 poin terhadap IHSG.
Saham BREN menyusul dengan kontribusi negatif 5,24 poin setelah turun 6,99%. Selanjutnya BRPT memberikan tekanan sebesar 4,67 poin, BRMS sebesar 4,00 poin, dan TPIA sebesar 3,55 poin.
Berikut 10 saham dengan kontribusi negatif terbesar terhadap IHSG:
| Saham | Perubahan Harga | Kontribusi IHSG |
|---|---|---|
| BYAN | -4,19% | -6,55 poin |
| BREN | -6,99% | -5,24 poin |
| BRPT | -6,96% | -4,67 poin |
| BRMS | -6,74% | -4,00 poin |
| TPIA | -5,19% | -3,55 poin |
| EMAS | -6,44% | -3,47 poin |
| AMMN | -2,41% | -3,43 poin |
| MORA | -6,97% | -2,96 poin |
| MDKA | -3,39% | -1,76 poin |
| ENRG | -6,77% | -1,66 poin |
ALKA Menjadi Top Gainer, BTEK Top Loser
Pada daftar saham dengan kenaikan harga tertinggi atau top gainers, ALKA memimpin dengan kenaikan 25% dari Rp4.420 menjadi Rp5.525 per saham.
POLI berada di posisi kedua dengan kenaikan 24,81%, disusul KONI yang menguat 24,76%. Sementara itu, ASBI naik 19,67% dan NATO menguat 17,65%.
Di sisi lain, BTEK menjadi saham dengan penurunan harga terdalam atau top losers. Saham ini turun 9,09% dari Rp11 menjadi Rp10 per saham.
Berikut daftar saham dengan kenaikan dan penurunan harga terbesar:
| Top Gainers | Perubahan | Top Losers | Perubahan |
|---|---|---|---|
| ALKA | +25,00% | BTEK | -9,09% |
| POLI | +24,81% | NZIA | -7,00% |
| KONI | +24,76% | TMPO | -7,00% |
| ASBI | +19,67% | ARCI | -6,99% |
| NATO | +17,65% | BREN | -6,99% |
| APIC | +12,82% | ELIT | -6,99% |
| MMIX | +12,77% | ICON | -6,98% |
| CARE | +12,50% | KOKA | -6,98% |
| NPGF | +11,90% | UNSP | -6,98% |
| MAPB | +11,50% | MORA | -6,97% |
Sektor Teknologi dan Keuangan Menguat, Transportasi Melemah
Pergerakan indeks sektoral menunjukkan hasil yang beragam. Dari 11 sektor yang tercatat dalam statistik BEI, sektor kesehatan menjadi salah satu yang mencatatkan kenaikan, yakni 0,76%. Sektor keuangan juga menguat 0,16%.
Sementara itu, sektor transportasi dan logistik mengalami penurunan terdalam sebesar 3,13%. Sektor bahan baku terkoreksi 2,84%, sedangkan infrastruktur turun 1,96%.
Berikut kinerja indeks sektoral pada 30 Oktober 2026:
| Sektor | Perubahan Harian | Perubahan YTD |
|---|---|---|
| Energi | -0,91% | -45,63% |
| Bahan Baku | -2,84% | -38,32% |
| Perindustrian | -1,49% | -41,62% |
| Konsumen Non-Primer | -0,60% | -25,62% |
| Konsumen Primer | -0,41% | -40,58% |
| Kesehatan | +0,76% | -37,68% |
| Keuangan | +0,16% | -22,70% |
| Properti dan Real Estat | -1,43% | -42,84% |
| Teknologi | -0,48% | -50,10% |
| Infrastruktur | -1,96% | -52,65% |
| Transportasi dan Logistik | -3,13% | -23,34% |
Mayoritas Indeks Utama Masih Melemah
Selain IHSG, sejumlah indeks utama BEI juga ditutup melemah. LQ45 turun 0,02% ke level 515,166, sedangkan IDX SMC Composite terkoreksi 0,42% dan IDX SMC Liquid turun 0,05%.
Namun, beberapa indeks berhasil mencatatkan penguatan. IDX30 naik 0,16%, IDX High Dividend 20 menguat 0,89%, dan IDX BUMN20 naik 0,90%.
Di kelompok indeks syariah, ISSI turun 1,18% ke level 169,421. JII terkoreksi 0,77%, sedangkan JII70 turun 0,78%.
Serial Belajar Saham:
- Apa Itu Trading? Pengertian Trading untuk Pemula
- Manajemen Risiko dalam Trading: Panduan Lengkap untuk Pemula
- Apa Itu Trading Saham? Pengertian, Cara Kerja dan Contohnya untuk Pemula
- Cara Menjual Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
- 20 Istilah Penting Dalam Saham yang Wajib Diketahui Pemula
- Panduan Lengkap Investasi Saham untuk Pemula
- Cara Trading Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
- Cara Main Saham Modal Kecil: Mulai Rp100 Ribu, Rp500 Ribu, atau Rp1 Juta
Kesimpulan Perdagangan IHSG 30 Oktober 2026
IHSG menutup perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, dengan pelemahan 0,80% ke level 5.057,050. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level terendah 4.979,342 sebelum memangkas sebagian penurunannya.
Investor asing masih mencatatkan net sell Rp138,71 miliar. Dari sisi saham, ASII, BBCA, BBNI, dan PGAS menjadi penopang indeks, sedangkan BYAN, BREN, BRPT, dan BRMS memberikan tekanan terbesar.
Dengan koreksi 41,52% sepanjang tahun berjalan, kinerja IHSG masih berada dalam tekanan jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya. Data perdagangan ini menjadi gambaran aktivitas pasar saham Indonesia pada penutupan pekan terakhir Oktober 2026.
Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX Daily Statistics, 30 Oktober 2026.

0 comments
Posting Komentar