Kuhuni.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin, 2 November 2026. Indeks naik 39,780 poin atau 0,79% ke level 5.096,830, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 5.057,050.
Penguatan IHSG berlangsung di tengah aktivitas transaksi saham yang mencapai Rp12,42 triliun. Namun, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp112,47 miliar di pasar saham Indonesia.
Berdasarkan statistik perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat bergerak pada rentang 4.981,519 hingga 5.125,739 sepanjang perdagangan. Dengan demikian, indeks berhasil ditutup lebih tinggi dibandingkan posisi pembukaannya.
![]() |
| Gedung Bursa Efek Indonesia. Dok. Kuhuni.com |
Statistik Perdagangan Saham BEI 2 November 2026
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencapai puluhan miliar saham pada awal pekan ini. Total volume transaksi tercatat sekitar 34,65 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,42 triliun.
Berikut ringkasan statistik perdagangan saham BEI pada 2 November 2026.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| IHSG | 5.096,830 |
| Perubahan IHSG | +39,780 poin (+0,79%) |
| Penutupan sebelumnya | 5.057,050 |
| Tertinggi | 5.125,739 |
| Terendah | 4.981,519 |
| Volume transaksi | 34,65 miliar saham |
| Nilai transaksi | Rp12,42 triliun |
| Frekuensi transaksi | 1,44 juta kali |
| Kapitalisasi pasar BEI | Rp8.931 triliun |
| Kapitalisasi pasar IHSG berdasarkan free float | Rp1.774 triliun |
Rata-rata nilai transaksi harian sepanjang tahun berjalan tercatat Rp20,303 triliun. Sementara itu, rata-rata volume perdagangan mencapai 39,493 miliar saham dengan frekuensi 1,167 juta kali transaksi.
Investor Asing Masih Catat Net Sell Rp112,47 Miliar
Meskipun IHSG menguat, investor asing masih membukukan penjualan bersih pada perdagangan 2 November 2026.
BEI mencatat nilai pembelian investor asing sebesar Rp4,432 triliun, sedangkan nilai penjualannya mencapai Rp4,544 triliun. Selisih kedua transaksi tersebut menghasilkan net sell sekitar Rp112,47 miliar.
| Transaksi Asing | Nilai |
|---|---|
| Pembelian asing | Rp4,432 triliun |
| Penjualan asing | Rp4,544 triliun |
| Net sell hari ini | Rp112,47 miliar |
| Net sell sepanjang tahun berjalan | Rp98,034 triliun |
Secara akumulasi sejak awal tahun, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp98,034 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual bersih investor asing masih menjadi salah satu catatan penting dalam perkembangan pasar saham Indonesia sepanjang 2026.
Sektor Material Memimpin Penguatan Sektoral
Sebagian besar indeks sektoral BEI bergerak menguat pada perdagangan 2 November 2026. Sektor barang baku atau basic materials mencatatkan kenaikan tertinggi, yakni 2,12%.
Sektor energi menyusul dengan penguatan 1,53%, sedangkan sektor infrastruktur naik 1,40%. Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi sektor dengan penurunan terdalam sebesar 0,64%.
Berikut kinerja indeks sektoral BEI.
| Sektor | Indeks | Perubahan Harian | YTD 2026 |
|---|---|---|---|
| Basic Materials | 1.296,251 | +2,12% | -37,02% |
| Energy | 2.458,424 | +1,53% | -44,80% |
| Infrastructures | 1.282,439 | +1,40% | -51,99% |
| Industrials | 1.267,581 | +0,76% | -41,18% |
| Financials | 1.202,834 | +0,39% | -22,40% |
| Consumer Cyclicals | 730,887 | +0,30% | -40,40% |
| Consumer Non-Cyclicals | 595,131 | +0,04% | -25,59% |
| Properties & Real Estate | 668,956 | -0,22% | -42,97% |
| Technology | 4.747,187 | -0,16% | -50,18% |
| Transportation & Logistic | 1.505,360 | -0,12% | -23,43% |
| Healthcare | 1.278,277 | -0,64% | -38,08% |
Meski beberapa sektor berhasil menguat pada perdagangan harian, seluruh indeks sektoral dalam daftar tersebut masih membukukan kinerja negatif secara year to date (YTD).
Sektor infrastruktur mencatat penurunan YTD terdalam sebesar 51,99%, diikuti teknologi yang turun 50,18% dan energi sebesar 44,80%.
Sementara itu, sektor keuangan mencatat penurunan YTD sebesar 22,40%, relatif lebih kecil dibandingkan sebagian besar sektor lainnya.
BRMS dan BUMI Masuk Daftar Saham dengan Kontribusi Terbesar terhadap IHSG
Sejumlah saham tercatat masuk dalam daftar Top Leaders IHSG pada perdagangan 2 November 2026. BRMS berada di posisi teratas dengan kontribusi kenaikan sebesar 4,59 poin terhadap IHSG.
Diikuti CASA dengan kontribusi 4,43 poin, BUMI sebesar 4,14 poin, dan TPIA sebesar 4,11 poin.
Berikut daftar saham dalam kelompok Top Leaders berdasarkan kontribusi terhadap IHSG.
| Kode Saham | Perubahan Harga | Kontribusi IHSG (poin) |
|---|---|---|
| BRMS | +6,63% | +4,59 |
| CASA | +4,42% | +4,43 |
| BUMI | +7,56% | +4,14 |
| TPIA | +5,08% | +4,11 |
| MDKA | +6,20% | +3,80 |
| BRPT | +4,67% | +3,63 |
| BBRI | +0,71% | +3,32 |
| ASII | +1,25% | +3,00 |
| PTRO | +10,78% | +2,00 |
| INDF | +2,34% | +1,83 |
Sebaliknya, daftar Top Laggards mencatat beberapa saham yang memberikan kontribusi negatif terbesar terhadap IHSG. AADI berada di posisi pertama dengan kontribusi minus 3,15 poin, disusul TLKM sebesar minus 2,28 poin dan BMRI sebesar minus 1,98 poin.
Daftar Saham Top Gainers dan Top Losers
Pada perdagangan 2 November 2026, DFAM menjadi saham dengan kenaikan harga tertinggi setelah menguat 33,93% ke Rp75 per saham. MKNT menyusul dengan kenaikan 27,27%, sedangkan ROCK naik 24,73%.
Di sisi lain, LINK menjadi saham dengan penurunan harga terdalam sebesar 6,99% ke Rp1.065 per saham.
Berikut daftar 10 saham dengan kenaikan dan penurunan harga terbesar.
Top Gainers
| Kode | Harga Sebelumnya | Harga Penutupan | Perubahan |
|---|---|---|---|
| DFAM | 56 | 75 | +33,93% |
| MKNT | 11 | 14 | +27,27% |
| ROCK | 1.820 | 2.270 | +24,73% |
| AKPI | 510 | 635 | +24,51% |
| BLTA | 28 | 33 | +17,86% |
| INET | 150 | 174 | +16,00% |
| BREN | 1.795 | 2.070 | +15,32% |
| ARII | 454 | 520 | +14,54% |
| KDTN | 250 | 284 | +13,60% |
| ELIT | 173 | 195 | +12,72% |
Top Losers
| Kode | Harga Sebelumnya | Harga Penutupan | Perubahan |
|---|---|---|---|
| LINK | 1.145 | 1.065 | -6,99% |
| LPCK | 488 | 454 | -6,97% |
| KONI | 1.940 | 1.805 | -6,96% |
| ARTA | 2.620 | 2.440 | -6,87% |
| BISI | 655 | 610 | -6,87% |
| KICI | 204 | 190 | -6,86% |
| ASBI | 438 | 408 | -6,85% |
| BLUE | 2.190 | 2.040 | -6,85% |
| SMLE | 234 | 218 | -6,84% |
| AWAN | 161 | 150 | -6,83% |
Kinerja IHSG Sepanjang 2026 Masih Tertekan
Walaupun IHSG menguat pada perdagangan 2 November 2026, kinerja indeks sejak awal tahun masih berada di zona negatif. Secara YTD, IHSG tercatat turun 41,06%.
Indeks LQ45 mengalami penurunan 38,83%, sedangkan IDX30 melemah 33,39%. IDX80 juga turun 42,78% sejak awal tahun.
Berikut beberapa indeks utama BEI beserta kinerjanya.
| Indeks | Level | Perubahan Harian | YTD 2026 |
|---|---|---|---|
| IHSG | 5.096,830 | +0,79% | -41,06% |
| LQ45 | 517,889 | +0,53% | -38,83% |
| IDX30 | 291,235 | +0,49% | -33,39% |
| IDX SMC Composite | 324,434 | +0,25% | -35,54% |
| IDX SMC Liquid | 253,663 | +0,31% | -29,66% |
| IDX High Dividend 20 | 391,476 | -0,07% | -23,22% |
| IDX BUMN20 | 277,084 | -0,18% | -27,28% |
| IDX80 | 75,850 | +0,76% | -42,78% |
Dari sisi valuasi, BEI mencatat rasio harga terhadap laba atau price to earnings ratio (PER) pasar sebesar 10,74 kali. Sementara itu, rasio harga terhadap nilai buku atau price to book value (PBV) tercatat 1,32 kali.
Baca:
- Rangkuman Pasar Saham Sepekan: IHSG Anjlok, Asing Net Sell
- Investor Asing Net Sell Rp92,09 Triliun di BEI hingga 21 Oktober 2026
- Buyback Saham 2026: INDF, ICBP dan LSIP Siapkan Dana Rp2,25 Triliun
- Rangkuman IHSG Hari Ini (26/10/26) Turun 1,22%, Asing Net Sell Rp1,85 Triliun dan KREN Top Gainer
- BRIS Siapkan Dana Rp500 Miliar Buyback Saham, Mulai 27 Oktober 2026
- Chandra Asri (TPIA) Buyback Saham Rp2 Triliun, Patok Harga Maksimal Rp3.000 per Saham
- Ini Rangkuman IHSG (29/10/2026): IHSG Anjlok 3,49%, Asing Jualan Rp1,08 Triliun, Seluruh Sektor Turut Melemah, Saham ALKA dan YPAS Top Gainer
Kesimpulan Perdagangan IHSG 2 November 2026
IHSG menutup perdagangan 2 November 2026 dengan kenaikan 0,79% ke level 5.096,830. Penguatan indeks berlangsung dengan nilai transaksi mencapai Rp12,42 triliun dan volume perdagangan sekitar 34,65 miliar saham.
Sektor basic materials mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,12%, sedangkan BRMS menjadi saham dengan kontribusi positif terbesar terhadap IHSG sebesar 4,59 poin. BBCA juga menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp1,244 triliun.
Namun, investor asing masih membukukan net sell Rp112,47 miliar pada perdagangan hari tersebut. Secara akumulasi sejak awal tahun, net sell asing mencapai Rp98,034 triliun.
Dengan demikian, kenaikan IHSG pada perdagangan tersebut terjadi di tengah tekanan jual bersih investor asing dan kondisi indeks yang masih mencatatkan penurunan cukup dalam secara YTD.
Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX Daily Statistics, Senin, 2 November 2026.

0 comments
Posting Komentar