KUHUNI.COM, JAKARTA — Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/11) dan masih melanjutkan koreksi tipis pada perdagangan pagi ini, Rabu (4/11). Para investor tampak cenderung menahan diri (wait and see) menantikan kejelasan iklim geopolitik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap pergerakan harga energi global.
Melansir data Bloomberg, harga emas dunia di pasar spot pada Selasa (3/11) ditutup melemah 0,39% ke level US$3.931,7 per troy ons. Tren koreksi berlanjut terbatas pada perdagangan Rabu (4/11) pukul 07.57 WIB, di mana harga sang logam mulia tergerus tipis 0,02% ke posisi US$3.931 per troy ons.
Ketidakpastian geopolitik menjadi faktor utama penahan laju emas. Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan tengah mengkaji proposal draf damai baru dari pihak mediator guna menghindari eskalasi perang total yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu. Kendati demikian, laporan media lokal Iran menyebutkan belum ada kemajuan signifikan dalam perundingan tersebut.
Dinamika ini mendorong kenaikan harga minyak mentah jenis Brent sebesar 1,15% ke level US$104,82 per barel pada pagi ini. Lonjakan harga energi mengancam tingginya laju inflasi global, yang pada gilirannya memperkecil ruang bagi bank-bank sentral dunia untuk memangkas suku bunga acuan. Kondisi suku bunga yang tetap tinggi menjadi sentimen negatif bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).
![]() |
| Emas batangan. Dok. Bank Sinarmas |
Analisis Teknikal Emas: Cermati Level Resisten US$3.941
Secara analisis teknikal dalam grafik harian (daily time frame), pergerakan harga emas dunia saat ini masih berada dalam kecenderungan tren melemah (bearish). Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 36 (di bawah ambang batas neutral 50), mendatangkan indikasi bahwa tekanan jual masih membayangi. Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada pada posisi 44, mengindikasikan area jual (short) yang relatif moderat.
Untuk perdagangan hari ini, emas masih memiliki ruang untuk rebound teknikal. Target resisten terdekat berada di posisi US$3.941 per troy ons yang menempel pada Moving Average (MA) 5. Apabila penembusan terjadi, harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju MA-10 di kisaran US$3.987 per troy ons, dengan target penguatan optimistis pada level psikologis US$4.050 per troy ons.
Sebaliknya, jika tekanan jual kembali berlanjut, level US$3.902 per troy ons menjadi area pendukung (support) terdekat. Apabila titik ini tertembus, harga emas berisiko merosot lebih dalam ke kisaran US$3.890 – US$3.852 per troy ons, dengan target batas pesimistis pada US$3.809 per troy ons.

0 comments
Posting Komentar