Ini Rangkuman IHSG (29/10/2026): IHSG Anjlok 3,49%, Asing Jualan Rp1,08 Triliun, Seluruh Sektor Turut Melemah, Saham ALKA dan YPAS Top Gainer

KUHUNI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.098,057, turun 184,255 poin atau 3,49% dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.282,312.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.320,895 sebelum bergerak turun hingga 5.098,057. Posisi terendah harian tersebut sekaligus menjadi level penutupan indeks.

Di tengah pelemahan indeks, investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp1,08 triliun. Secara kumulatif sejak awal tahun, nilai jual bersih asing mencapai Rp97,78 triliun.

Nilai transaksi saham di BEI mencapai Rp11,29 triliun dengan volume 22,64 miliar saham dan frekuensi 1,31 juta kali transaksi. Hampir seluruh indeks utama, indeks sektoral, dan indeks syariah yang tercantum dalam laporan BEI ditutup melemah.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Dok. Kuhuni.com

IHSG Turun 184 Poin ke Level 5.098

Penurunan IHSG sebesar 3,49% menjadi salah satu catatan utama perdagangan saham hari ini. Indeks berakhir 184,255 poin lebih rendah dibandingkan penutupan Rabu, 28 Oktober 2026, di level 5.282,312.

IndikatorData 29 Oktober 2026
Penutupan IHSG5.098,057
Penutupan sebelumnya5.282,312
Perubahan poin-184,255 poin
Perubahan persentase-3,49%
Tertinggi harian5.320,895
Terendah harian5.098,057
Volume saham22,64 miliar saham
Nilai transaksi sahamRp11,29 triliun
Frekuensi transaksi1,31 juta kali
Kapitalisasi pasar BEIRp8.967 triliun
Kapitalisasi IHSG berdasarkan free floatRp2.209 triliun

Dengan koreksi tersebut, kinerja IHSG sejak awal tahun atau year to date (YTD) tercatat minus 41,04%. Angka ini menggambarkan penurunan indeks secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, bukan hanya perubahan pada perdagangan hari ini.

Investor Asing Net Sell Rp1,08 Triliun

Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1.076,76 miliar atau sekitar Rp1,08 triliun pada perdagangan Kamis. Dalam denominasi dolar AS, nilai tersebut setara sekitar US$59,40 juta.

Secara kumulatif sejak awal tahun, investor asing membukukan net sell Rp97.782,91 miliar atau sekitar Rp97,78 triliun. Nilai tersebut setara sekitar US$5,39 miliar berdasarkan konversi yang digunakan dalam statistik BEI.

Transaksi asingNilai
Net sell harianRp1,08 triliun
Net sell harian dalam dolar ASUS$59,40 juta
Net sell kumulatif YTDRp97,78 triliun
Net sell kumulatif YTD dalam dolar ASUS$5,39 miliar

Transaksi harian dan transaksi YTD perlu dibedakan. Net sell harian mencerminkan selisih transaksi beli dan jual asing pada satu hari perdagangan, sedangkan angka YTD merupakan akumulasi sejak awal tahun. Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual asing masih tercatat baik pada perdagangan harian maupun secara kumulatif.

Nilai Perdagangan Saham Turun di Bawah Rata-Rata YTD

BEI mencatat volume perdagangan saham sebesar 22,64 miliar saham, nilai transaksi Rp11,29 triliun, dan frekuensi 1.314.289 kali. Aktivitas tersebut berada di bawah rata-rata harian sejak awal tahun untuk volume dan nilai transaksi.

Indikator perdagangan29 Oktober 2026Rata-rata harian YTD
Volume22,64 miliar saham39,532 miliar saham
Nilai transaksiRp11,29 triliunRp20,387 triliun
Frekuensi1,314 juta kali1,172 juta kali

Rata-rata nilai transaksi harian sejak awal tahun mencapai Rp20,387 triliun. Dengan nilai perdagangan Rp11,286 triliun hari ini, aktivitas transaksi berada di bawah rata-rata tersebut. Volume perdagangan juga lebih rendah daripada rata-rata harian YTD.

Sementara itu, frekuensi transaksi hari ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian YTD sebesar sekitar 1,172 juta kali. Perbedaan ini menunjukkan bahwa jumlah saham yang berpindah tangan dan nilai rupiah transaksi tidak selalu bergerak searah dengan jumlah frekuensi perdagangan.

BBCA Memimpin Nilai Transaksi Saham

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar pada perdagangan Kamis. Nilai transaksi BBCA mencapai Rp1,599 triliun atau 14,17% dari total nilai perdagangan saham.

Di urutan berikutnya terdapat BMRI dengan nilai transaksi Rp668 miliar, BBRI Rp639 miliar, TLKM Rp592 miliar, dan ENRG Rp500 miliar.

10 Saham dengan Nilai Transaksi Terbesar

No.Kode sahamNilai transaksiPorsi
1BBCARp1,599 triliun14,17%
2BMRIRp668 miliar5,92%
3BBRIRp639 miliar5,67%
4TLKMRp592 miliar5,25%
5ENRGRp500 miliar4,43%
6TPIARp494 miliar4,38%
7ASIIRp395 miliar3,50%
8BUMIRp375 miliar3,32%
9ANTMRp229 miliar2,03%
10CUANRp214 miliar1,90%

Daftar tersebut memperlihatkan besarnya aktivitas transaksi pada saham perbankan, telekomunikasi, energi, dan sejumlah emiten lainnya. Peringkat berdasarkan nilai transaksi mengukur total rupiah yang diperdagangkan, sehingga berbeda dengan peringkat berdasarkan volume saham.

Stockbit Memimpin Frekuensi Perdagangan Anggota Bursa

Dalam tabel anggota bursa, Stockbit Sekuritas Digital berkode XL menempati peringkat pertama berdasarkan volume perdagangan sebesar 6,688 miliar saham atau 14,77% dari total volume pada tabel tersebut.

Baca: Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia: Resmi Terdaftar di BEI dan OJK (Update Terbaru)

UBS Sekuritas Indonesia berkode AK berada di urutan kedua dengan volume 4,203 miliar saham, sedangkan Mandiri Sekuritas berkode CC mencatatkan 3,921 miliar saham.

Baca: 15 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2026

Anggota Bursa Berdasarkan Volume

No.KodeAnggota bursaVolumePorsi
1XLStockbit Sekuritas Digital6,688 miliar saham14,77%
2AKUBS Sekuritas Indonesia4,203 miliar saham9,28%
3CCMandiri Sekuritas3,921 miliar saham8,66%
4MGSemesta Indovest Sekuritas3,065 miliar saham6,77%
5YUCGS International Sekuritas Indonesia2,814 miliar saham6,21%
6YPMirae Asset Sekuritas Indonesia2,324 miliar saham5,13%
7CPKB Valbury Sekuritas1,962 miliar saham4,33%
8XCAjaib Sekuritas Asia1,422 miliar saham3,14%
9PDIndo Premier Sekuritas1,361 miliar saham3,01%
10ODBRI Danareksa Sekuritas1,204 miliar saham2,66%

Anggota Bursa Berdasarkan Nilai Transaksi

No.KodeAnggota bursaNilai transaksiPorsi
1AKUBS Sekuritas IndonesiaRp2,926 triliun12,96%
2CCMandiri SekuritasRp2,314 triliun10,25%
3XLStockbit Sekuritas DigitalRp2,164 triliun9,59%
4YUCGS International Sekuritas IndonesiaRp1,606 triliun7,11%
5ZPMaybank Sekuritas IndonesiaRp1,203 triliun5,33%
6BKJ.P. Morgan Sekuritas IndonesiaRp965 miliar4,27%
7YPMirae Asset Sekuritas IndonesiaRp933 miliar4,14%
8MGSemesta Indovest SekuritasRp810 miliar3,59%
9PDIndo Premier SekuritasRp770 miliar3,41%
10XCAjaib Sekuritas AsiaRp700 miliar3,10%

Anggota Bursa Berdasarkan Frekuensi

No.KodeAnggota bursaFrekuensiPorsi
1XLStockbit Sekuritas Digital693.256 kali26,37%
2CCMandiri Sekuritas251.115 kali9,55%
3AKUBS Sekuritas Indonesia210.607 kali8,01%
4YPMirae Asset Sekuritas Indonesia161.115 kali6,13%
5XCAjaib Sekuritas Asia150.553 kali5,73%
6PDIndo Premier Sekuritas118.976 kali4,53%
7ZPMaybank Sekuritas Indonesia90.880 kali3,46%
8BKJ.P. Morgan Sekuritas Indonesia66.637 kali2,54%
9YUCGS International Sekuritas Indonesia63.433 kali2,41%
10NIBNI Sekuritas57.681 kali2,19%

Data tersebut menunjukkan bahwa peringkat anggota bursa bergantung pada ukuran yang digunakan. Stockbit Sekuritas Digital berada di posisi pertama berdasarkan volume dan frekuensi, sementara UBS Sekuritas Indonesia memimpin nilai transaksi pada hari ini.

Baca:

Kapitalisasi Pasar BBCA Tercatat Rp603 Triliun

Kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI tercatat Rp8.967 triliun. BBCA menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar sebesar Rp603 triliun atau 6,72% dari total kapitalisasi pasar bursa.

10 Saham Berkapitalisasi Pasar Terbesar

No.KodeKapitalisasi pasarPorsi
1BBCARp603 triliun6,72%
2BBRIRp422 triliun4,70%
3DCIIRp417 triliun4,65%
4BMRIRp344 triliun3,83%
5BYANRp318 triliun3,55%
6AMMNRp271 triliun3,02%
7BRENRp258 triliun2,88%
8TLKMRp196 triliun2,19%
9ASIIRp190 triliun2,12%
10DNETRp141 triliun1,57%

Kapitalisasi IHSG yang disesuaikan dengan free float tercatat Rp2.209 triliun. Nilai ini berbeda dari total kapitalisasi pasar BEI karena menggunakan penyesuaian terhadap saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik.

ALKA dan YPAS Masuk Daftar Top Gainer

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan harga. ALKA menjadi saham dengan kenaikan persentase terbesar, yakni 24,86%, dari Rp3.540 menjadi Rp4.420. YPAS berada di posisi kedua dengan kenaikan 24,85%, sedangkan TMAS naik 15,45%.

10 Saham Top Gainer 29 Oktober 2026

No.KodeHarga sebelumnyaHarga hari iniPerubahan
1ALKARp3.540Rp4.420+24,86%
2YPASRp845Rp1.055+24,85%
3TMASRp110Rp127+15,45%
4KJENRp112Rp126+12,50%
5MKNTRp9Rp10+11,11%
6NPGFRp39Rp42+7,69%
7INOVRp137Rp147+7,30%
8SMDMRp414Rp442+6,76%
9CSRARp600Rp640+6,67%
10CBUTRp1.000Rp1.065+6,50%

BTEK dan TAXI Menjadi Top Loser

Sementara itu, BTEK dan TAXI mencatatkan penurunan harga terbesar dalam daftar top losers. Kedua saham tersebut turun 8,33%, dari Rp12 menjadi Rp11.

10 Saham Top Loser 29 Oktober 2026

No.KodeHarga sebelumnyaHarga hari iniPerubahan
1BTEKRp12Rp11-8,33%
2TAXIRp12Rp11-8,33%
3MASBRp3.000Rp2.790-7,00%
4UVCRRp200Rp186-7,00%
5BUKKRp930Rp865-6,99%
6ENRGRp715Rp665-6,99%
7OASARp186Rp173-6,99%
8BKSLRp43Rp40-6,98%
9CITYRp129Rp120-6,98%
10HUMIRp86Rp80-6,98%

Daftar top gainer dan top loser menunjukkan perubahan harga saham secara individual. Kenaikan suatu saham tidak otomatis membuat IHSG menguat, sebab pergerakan indeks juga dipengaruhi bobot dan perubahan harga saham-saham lain yang menjadi komponennya.

Mayoritas Indeks Utama BEI Melemah

Tekanan pasar tercermin pada kinerja indeks unggulan. LQ45 turun 4,48% ke 515,284, sedangkan IDX30 melemah 4,49% ke 289,345. IDX80 terkoreksi 4,28% ke 75,652.

IDX High Dividend 20 turun 4,29%, sementara IDX BUMN20 melemah 3,90%. Indeks saham berkapitalisasi kecil dan menengah juga tertekan, dengan IDX SMC Composite turun 2,83% dan IDX SMC Liquid melemah 3,58%.

IndeksPenutupanPerubahan harianYTD
IHSG5.098,057-3,49%-41,04%
LQ45515,284-4,48%-39,13%
IDX30289,345-4,49%-33,83%
IDX SMC Composite325,005-2,83%-35,42%
IDX SMC Liquid253,004-3,58%-29,84%
IDX High Dividend 20388,272-4,29%-23,85%
IDX BUMN20275,115-3,90%-27,80%
IDX8075,652-4,28%-42,93%
IDX Value30107,547-3,89%-22,73%
IDX Growth30100,095-4,11%-29,53%
IDX Quality3097,662-4,16%-30,35%
IDX ESG Leaders87,682-3,63%-41,91%
IDX LQ45 Low Carbon Leaders72,604-4,31%-37,43%
IDX Cyclical Economy 3070,590-4,50%-39,41%

Seluruh Sektor Saham Berakhir di Zona Merah

Seluruh sektor yang tercantum dalam statistik BEI mengalami penurunan pada perdagangan Kamis. Sektor perindustrian melemah 4,64%, barang baku turun 4,53%, dan infrastruktur terkoreksi 4,24%.

Sektor transportasi dan logistik mengalami penurunan paling kecil, yakni 0,70%. Sektor kesehatan turun 1,89%, sedangkan konsumen non-siklikal melemah 2,19%.

SektorIndeksPerubahan harianYTD
Energi2.443,840-3,29%-45,12%
Barang baku1.306,444-4,53%-36,52%
Perindustrian1.277,110-4,64%-40,74%
Konsumen non-siklikal598,463-2,19%-25,17%
Konsumen siklikal731,686-2,55%-40,34%
Kesehatan1.276,784-1,89%-38,15%
Keuangan1.196,316-2,22%-22,82%
Properti dan real estat680,115-2,22%-42,02%
Teknologi4.777,641-2,40%-49,86%
Infrastruktur1.289,992-4,24%-51,71%
Transportasi dan logistik1.555,863-0,70%-20,86%

Secara YTD, seluruh sektor juga masih mencatatkan penurunan. Infrastruktur menjadi sektor dengan koreksi terdalam sebesar 51,71%, disusul teknologi 49,86% dan energi 45,12%. Sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan YTD paling kecil di antara sektor-sektor tersebut, yakni 20,86%.

Pergerakan Saham Berdasarkan Jumlah dan Kapitalisasi Pasar

Dalam pengelompokan pergerakan harga saham berdasarkan jumlah emiten, 494 saham atau 51% berada pada kategori kenaikan lebih dari 2%. Sebanyak 159 saham atau 17% masuk kategori kenaikan 0% hingga 2%, sedangkan 206 saham atau 21% berada pada kategori stabil.

Di sisi penurunan, 58 saham atau 6% turun antara 0% hingga 2%, sementara 46 saham atau 5% turun lebih dari 2% berdasarkan klasifikasi dalam grafik BEI.

Kategori pergerakanJumlah sahamPorsi
Naik lebih dari 2%49451%
Naik 0% hingga 2%15917%
Stabil20621%
Turun 0% hingga 2%586%
Turun lebih dari 2%465%

Pada grafik berdasarkan kapitalisasi pasar, kelompok-kelompok tersebut masing-masing tercatat sebesar Rp5.848 triliun, Rp927 triliun, Rp1.285 triliun, Rp632 triliun, dan Rp275 triliun. Angka ini mengikuti urutan kategori pergerakan harga yang sama dengan grafik jumlah saham.


Rekapitulasi Perdagangan Saham dan Instrumen Lain

Selain saham, BEI mencatat transaksi rights, warrants, structured warrants, ETF, REIT, DINFRA, dan futures. Nilai perdagangan saham hari ini mencapai Rp11,286 triliun, sedangkan nilai perdagangan seluruh instrumen mencapai Rp11,296 triliun.

InstrumenVolume hari iniNilai transaksiFrekuensi
Saham pasar reguler21.422.805.900Rp10,235 triliun1.313.853
Saham pasar tunai58.200Rp17,54 juta10
Saham pasar negosiasi1.218.007.053Rp1,051 triliun426
Rights49.979.800Rp4,626 miliar2.248
Warrants59.707.800Rp1,507 miliar1.731
Structured warrants526.902.300Rp4,153 miliar6.647
ETF, REIT, DINFRA614.500Rp179,21 juta399
Futures20Rp10,19 juta2
Total saham22.640.871.153Rp11,286 triliun1.314.289
Total seluruh instrumen23.278.075.573Rp11,296 triliun1.325.316

Secara kumulatif YTD, total nilai transaksi saham tercatat sekitar Rp4.016 triliun. Jika seluruh instrumen perdagangan digabungkan, nilai transaksi mencapai sekitar Rp4.025 triliun.

Kesimpulan Perdagangan IHSG 29 Oktober 2026

IHSG ditutup turun 3,49% ke level 5.098,057 pada Kamis, 29 Oktober 2026. Investor asing membukukan net sell Rp1,08 triliun, sementara nilai transaksi saham mencapai Rp11,29 triliun dengan volume 22,64 miliar saham.

BBCA menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar sekaligus pemberat utama IHSG berdasarkan kontribusi indeks. GOTO memimpin volume perdagangan, BBCA paling sering ditransaksikan, ALKA menjadi top gainer, dan BTEK serta TAXI mencatat penurunan harga terbesar dalam daftar top losers.

Tekanan juga terlihat pada indeks unggulan, indeks syariah, dan seluruh sektor yang tercantum dalam laporan. Secara YTD, IHSG telah turun 41,04%, sedangkan sektor infrastruktur dan teknologi mencatat koreksi kumulatif yang dalam.

Data ini merupakan rangkuman statistik perdagangan satu hari dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham.

Serial Belajar Saham:

  1. Apa Itu Trading? Pengertian Trading untuk Pemula
  2. Manajemen Risiko dalam Trading: Panduan Lengkap untuk Pemula
  3. Apa Itu Trading Saham? Pengertian, Cara Kerja dan Contohnya untuk Pemula
  4. Cara Menjual Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
  5. 20 Istilah Penting Dalam Saham yang Wajib Diketahui Pemula
  6. Panduan Lengkap Investasi Saham untuk Pemula
  7. Cara Trading Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
  8. Cara Main Saham Modal Kecil: Mulai Rp100 Ribu, Rp500 Ribu, atau Rp1 Juta

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX Daily Statistics, Kamis, 29 Oktober 2026.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan