IHSG Melonjak 5,65 Persen, tetapi Investor Asing Masih Jual Bersih Rp2,19 Triliun

JAKARTA, Kuhuni.com – Pasar saham Indonesia mencatat penguatan tajam pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 5,65% ke level 5.278,888.

Meski IHSG mengalami kenaikan lebih dari 5%, data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor asing masih melakukan jual bersih atau net sell. Nilai net sell asing pada perdagangan hari tersebut mencapai Rp2.192,99 miliar atau sekitar Rp2,19 triliun.

Kondisi ini menjadi perhatian karena penguatan IHSG yang sangat besar justru terjadi bersamaan dengan keluarnya dana asing secara neto dari pasar saham Indonesia.

Saham Cuan
Ilustrasi Grafik IHSG mengalami kenaikan. Kuhuni.com

IHSG Menguat 5,65 Persen

IHSG memulai perdagangan dengan level sebelumnya sebesar 4.996,609. Pada akhir perdagangan, indeks berhasil ditutup di level 5.278,888.

Data IHSG Nilai
Penutupan sebelumnya4.996,609
Penutupan 20 Oktober 20265.278,888
Kenaikan282,279 poin
Persentase kenaikan5,65%
Tertinggi5.278,888
Terendah4.980,163

Asing Net Sell Rp2,19 Triliun

Data net foreign menunjukkan investor asing berada di sisi penjual pada perdagangan 20 Oktober 2026. Posisi transaksi asing tercatat net sell Rp2.192,99 miliar.

Jika dikonversikan ke triliun rupiah, nilai tersebut setara sekitar Rp2,19 triliun. Dalam dolar AS, data BEI mencatat net sell sekitar US$121,79 juta berdasarkan kurs indikatif USD/IDR BI sebesar 18.006.

Tekanan jual asing juga masih terlihat secara kumulatif. Sepanjang tahun berjalan, investor asing tercatat melakukan net sell sekitar Rp92,11 triliun.

Transaksi Investor Asing Nilai Status
20 Oktober 2026 Rp2.192,99 miliar Net Sell
20 Oktober 2026 US$121,79 juta Net Sell
YTD Rp92.105,92 miliar Net Sell

Penguatan IHSG Tidak Berasal dari Arus Dana Asing

Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara pergerakan IHSG dan posisi transaksi investor asing. IHSG naik 5,65%, tetapi investor asing justru mencatat jual bersih.

Dengan demikian, kenaikan IHSG pada perdagangan tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai hasil dari net buying asing. Data BEI justru menunjukkan bahwa asing secara neto masih melakukan penjualan.

Di sisi lain, pasar domestik mencatat aktivitas transaksi yang besar. Total nilai perdagangan saham mencapai sekitar Rp26,475 triliun, dengan volume sekitar 54,847 miliar saham.

Serial Belajar Saham:

  1. Apa Itu Trading? Pengertian Trading untuk Pemula
  2. Manajemen Risiko dalam Trading: Panduan Lengkap untuk Pemula
  3. Apa Itu Trading Saham? Pengertian, Cara Kerja dan Contohnya untuk Pemula
  4. Cara Menjual Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
  5. 20 Istilah Penting Dalam Saham yang Wajib Diketahui Pemula
  6. Panduan Lengkap Investasi Saham untuk Pemula
  7. Cara Trading Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
  8. Cara Main Saham Modal Kecil: Mulai Rp100 Ribu, Rp500 Ribu, atau Rp1 Juta
  9. 25 Aplikasi Trading Terpercaya dan Resmi di Indonesia yang Terdaftar OJK dan BEI
  10. Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia: Resmi Terdaftar di BEI dan OJK

BBCA Jadi Saham Paling Banyak Diperdagangkan Berdasarkan Nilai

BBCA menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar pada perdagangan 20 Oktober 2026. Nilai transaksi BBCA mencapai sekitar Rp6,004 triliun atau 22,68% dari total nilai perdagangan saham.

Posisi berikutnya ditempati BBRI dengan nilai transaksi Rp1,880 triliun, BMRI Rp1,428 triliun, TLKM Rp1,338 triliun dan BUMI Rp967 miliar.

Peringkat Kode Nilai Transaksi Porsi
1BBCARp6,004 triliun22,68%
2BBRIRp1,880 triliun7,10%
3BMRIRp1,428 triliun5,39%
4TLKMRp1,338 triliun5,05%
5BUMIRp967 miliar3,65%

BBRI, BBCA dan TLKM Jadi Pemimpin Penguatan

Sejumlah saham unggulan mencatat kenaikan harga yang cukup besar. BBRI menguat 9,84%, BBCA naik 7,88%, BMRI naik 9,82%, sementara TLKM melonjak 16,38%.

BRPT bahkan mencatat kenaikan 20,08%, sedangkan TPIA naik 13,33%.

Kode Kenaikan 20 Oktober
BRPT20,08%
TLKM16,38%
TPIA13,33%
BBRI9,84%
BMRI9,82%
ASII8,96%
BBNI8,78%
BBCA7,88%

Semua Sektor Saham Menguat

Penguatan IHSG pada perdagangan 20 Oktober 2026 juga terlihat dari pergerakan indeks sektoral. Seluruh sektor yang tercatat dalam statistik BEI mengalami kenaikan pada hari tersebut.

Sektor dengan kenaikan terbesar adalah transportasi dan logistik yang naik 8,55%. Selanjutnya basic materials naik 6,62%, infrastruktur 5,60%, properti dan real estate 5,19%, serta keuangan 5,07%.

Sektor Perubahan
Transportasi & Logistik+8,55%
Basic Materials+6,62%
Infrastruktur+5,60%
Properti & Real Estate+5,19%
Keuangan+5,07%
Consumer Non-Cyclicals+4,20%
Energi+4,39%
Teknologi+3,93%
Healthcare+2,25%
Consumer Cyclicals+2,66%

Saham yang Mengalami Penurunan

Walaupun IHSG menguat tajam, sejumlah saham tetap mengalami penurunan harga. BEI mencatat beberapa saham dengan penurunan terbesar pada hari tersebut, antara lain BUVA, PSKT, SINI, ARKO dan PTSP.

Kode Harga Sebelumnya Harga Hari Ini Perubahan
BUVA372346-6,99%
PSKT172160-6,98%
SINI11.15010.375-6,95%
ARKO1.7301.610-6,94%
PTSP1.6601.545-6,93%

Kesimpulan Perdagangan Saham 20 Oktober 2026

Perdagangan saham Indonesia pada 20 Oktober 2026 memperlihatkan kondisi yang menarik. IHSG melonjak 5,65% ke 5.278,888 dan hampir seluruh sektor saham mengalami penguatan.

Namun, penguatan tersebut tidak disertai pembelian bersih investor asing. Asing justru mencatat net sell Rp2,19 triliun. Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, net sell asing mencapai sekitar Rp92,11 triliun.

Dengan demikian, salah satu poin penting dari perdagangan hari tersebut adalah IHSG naik tajam di tengah transaksi asing yang masih mencatat jual bersih. Di dalam negeri, aktivitas perdagangan tetap tinggi dengan nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp26,47 triliun.

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX Daily Statistics, 20 Oktober 2026.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan