Update Terlengkap Kode Transfer Bank di Indonesia 2021

Kode Transfer Bank di Indonesia

Kode transfer bank sangat diperlukan saat melakukan transfer uang ke bank lain. Bank Indonesia menetapkan tiga angka kode transfer bank sebagai identitas tiap bank. Sehingga seluruh bank di Indonesia selalu memiliki tiga angka kode transfer. Dan setiap bank memiliki kode transfer yang berbeda-beda.

Cara Nelpon Gratis OCBC NISP Call Center

OCBC NISP Call Center

OCBC NISP Call Center (021) 2650-6300 bisa dihubungi gratis lewat telpon rumah maupun ponsel. Nasahab Bank OCBC NISP bisa menghubungi lewat provider Telkomsel, Indosat, XL, Smartfren  dan provider lainnya.

Syarat menelepon call center Bank OCBC NISP supaya gratis yaitu pastikan kamu memiliki paket nelpon gratis ke operator lain. Apabila kamu tidak memiliki paket nelpon gratis kamu bisa mengaktifkan terlebih dahulu paketnya.

Call Center OCBC NISP 1500-999

Berbeda dengan call center 1500-999. Apabila kamu menghubungi nomor 1500999 kamu akan kena biaya yang mahal. Meskipun kamu punya paket gratis nelpon ke operator lain, tetap aja pulsa kamu akan habis tepakai. Untuk itu jangan menghubungi 1500999, tetapi kamu bisa menghubungi OCBC NISP Call Center (021) 2650-6300 supaya gratis.

Line Bank, Cek Kelebihan dan Promonya

link bank promo cashback

Line Bank resmi meluncur di Indonesia. Line Bank adalah sebuah aplikasi bank digital milik PT Bank KEB Hana Indonesia atau lebih dikenal sebutan Hana Bank. Line Bank menawarkan 3 layanan sekaligus dalam satu aplikasi yaitu: simpanan / tabungan, deposito dan pembayaran. Nah kamu pasti bertanya, apakah Line Bank aman dan resmi? Tentu, Line Bank telah terdaftar resmi di OJK dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga sudah aman untuk dipakai. Selain itu, Hana Bank juga sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bunga Deposito Bank BRI: Cara Menghitung Bunga Deposito BRI

Bank BRI

Bunga Deposito Bank BRI - Deposito BRI adalah simpanan berjangka dalam periode waktu tertentu dengan memberikan keuntungan berupa bunga deposito kepada nasabah.

Pendapatan bunga deposito BRI dapat dioptimalkan dengan cara memperpanjang pokok dan bunga. Bank BRI memberikan penawaran ke nasabah untuk meperpanjang pokok dan bunga setiap bulan, sehingga keuntungan yang diperoleh lebih besar. Hal ini sering dikenal dengan istilah bunga berbunga.

Bagi nasabah yang membuka deposito di kantor cabang Bank BRI, sebaiknya meminta ke CS (costumer service) untuk memperpanjang pokok dan bunga tiap bulan. Apabila tidak menyampaikannya, maka secara otomatis yang diperpanjang hanya pokoknya saja.

Dividen Bank BUMN 2021 Mencapai Rp 23,21 Triliun


Dividen Bank BUMN 2021 sebesar Rp 23,21 triliun. Dividen Bank BUMN ini berasal dari bank milik negara yaitu Bank BRI, BNI, BTN dan Mandiri.

Jumlah dividen Bank BUMN yang diterima oleh negara mencapai Rp 13,53 triliun atau sebesar 58 persen dari total dividen yang dibagikan ke pemegang saham. Sisanya diterima oleh pemegang saham publik atau sekitar 42 persen.

Dividen Himbara (Bank BUMN) tahun 2021 ini menurun sebesar 43,33% dibanding jumlah dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 40,96 triliun. Dengan demikian penerimaan kas negara juga menurun dibanding perolehan dividen tahun 2020 yang mencapai  Rp 23,9 triliun.


Dividen Bank BRI (BBRI) 2021

Dividen BBRI 2021 sebesar Rp 12,12 triliun atau Rp 98,9 per lembar. Jumlah dividen BBRI 2021 ini menurun 41 persen dibanding jumlah dividen tahun 2020 mencapai Rp 20,62 triliun.

Pendapatan negara dari dividen Bank BRI tahun 2021 juga akhirnya turun jadi Rp 6,88 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 11,7 triliun di tahun 2020. Turunnya jumlah dividen Bank BRI disebabkan oleh menurunnya laba bersih yang diperoleh perseroan.

LIHAT JUGA: Histori Dividen BRI Sejak IPO

Dividen Bank Mandiri (BMRI) 2021

Dividen Bank Mandiri (BMRI) 2021 sebesar Rp 10,27 triliun atau  Rp 220,27 per lembar. Jumlah dividen BMRI 2021 ini turun sebesar  37 persen dibanding dividen tahun 2020 mencapai Rp 16,48 triliun.

Dividen yang diperoleh negara dari Bank Mandiri akhirnya juga turun menjadi Rp 6,16 triliun dari sebelumnya di tahun 2020 mencapai Rp 9,89 triliun. Turunnya jumlah dividen yang dibagikan juga sama dengan yang dialami Bank BRI yaitu karena turunnya laba yang diperoleh Bank Mandiri.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank Mandiri Sejak IPO

Dividen Bank BNI (BBNI) 2021

Dividen BBNI 2021 sebesar Rp 820,1 miliar atau Rp 44 per lembar. Jumlah dividen BBNI 2021 turun sebesar 80% dibanding dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 3,84 triliun.

Jumlah dividen yang didapatkan negara dari Bank BNI tahun 2021 sebesar Rp 492,58 miliar, turun drastis dibanding dividen tahun 2020 mencapai Rp 2,3 triliun. Penurunan ini juga disebabkan karena turunnya laba bersih Bank BNI di tahun 2020.

Dividen Bank BTN (BBTN) 2021

Bank BTN tahun 2021 tidak membagikan dividen. Alhasil negara tidak mendapat setoran dividen dari bank BUMN yang satu ini. Sementara tahun 2020 Bank BTN masih membagikan dividen sebesar Rp 20,92 miliar dan negara mendapat dividen sebesar Rp 12,55 miliar dari Bank BTN.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank BTN Sejak IPO

Deposito OCBC NISP: Informasi Suku Bunga Terbaru 2021


Deposito OCBC NISP
adalah simpanan tabungan berjangka yang disediakan oleh Bank OCBC NISP kepada nasabah dengan memberi keuntungan berupa bunga dalam jangka waktu tertentu.

Bunga Deposito OCBC NISP dapat dioptimalkan dengan cara memperpanjang pokok dan bunga. OCBC NISP menawarkan ke nasabah berupa perpanjangan bunga dan pokok, sehingga bunga akan dibungakan kembali saat diperpanjang atau bunga berbunga.

Siap-siap Bagi Dividen, Adira Mau RUPST


Kuhuni.com
- Pembagian dividen Adira Finance (ADMF) tahun 2021 akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  tanggal 30 Juni 2021. RUPST Adira akan diselenggarakan pukul 14:00 WIB  di Hall Adira Millennium Centennial Center Lantai 60 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 25 Jakarta 12920.

Salah satu agenda pembahasan dalam RUPST  Adira adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2020. Adira (ADMF) selama tahun 2020 berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 1,02 triliun.

Adira Finance sejak tahun 2005 selalu royal membagikan dividen ke pemgang saham. Bahkan Adira pernah membagikan dividen sebesar Rp 2.700 per lembar di tahunn 2014 dan dividen yield mencapai 37 persen.

Dividen Adira tertinggi selanjutnya ada di tahun 2020 mencapai Rp 1.054 per lembar dan dividen yield sebesar 13 persen.

Adira Finane belum pernah absen membagikan dividen ke investor. Tiap tahunnya selalu membagikan dividen hingga 50 persen dari laba bersih.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Adira Sejak IPO

Informasi Singkat Adira Finance

Adira Finance adalah perusahaan pembiayaan yang memberikan kredit motor, kredit mobil, kredit elektronik dan furnitur, kredit multiguna, pembiayaan syariah umrah dan Asuransi Adira.

Adira berdiri sejak tahun 1990 dan mulai beroperasi sejak tahun 1991. Per 31 Maret 2021 Adira Finance (ADMF) telah memberikan pembiayaan ke konsumen sebesar Rp 46,59 triliun. Terdiri dari pembiayaan mobil sebesar Rp 25,06 triliun, pembiayaan sepeda motor Rp 17, 66 triliun, pembiayaan barang elektronik dan furniture Rp 182,53 miliar dan pembiyaan lainnya sebesar Rp 3,68 triliun.

Hingga akhir Maret 2021 Adira Finance (ADMF) memiliki total aset sebesar Rp 25,58 triliun dan ekuitas sebesar Rp 8,19 triliun.

LIHAT JUGA: Asuransi Mobil Terbaik 2021, Terbaru!

Jadwal IPO Bank Mas dan Prospek Sahamnya

Kuhuni.com –  Jadwal IPO Bank Mas (Bank Multiarta Sentosa Tbk) diperkirakan tanggal 23-25 Juni 2021. Bank Mas berencana akan listing di Bursa Efek Indonesia pada 29 Juni 2021. Sementara masa penawaran awal dimulai dari tanggal 7-15 Juni 2021 dengan rentang harga Rp 3.000 – Rp 4.000 per lembar saham.

Penawaran awal Bank Mas telah berlangsung secara E-IPO. Para investor dapat memasan saham Bank Mas lewat website e-ipo.co.id hingga tanggal 15 Juni 2021.

Bank Mas akan menerbitkan saham sebanyak 186.176.500 (seratus delapan puluh enam juta seratus tujuh puluh enam ribu lima ratus) saham baru  dengan nilai nominal saham Rp 1.000, jumlah ini setara dengan 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Kredit Macet Bank BRI, BNI, BCA dan Mandiri Kuartal I/2021, Siapa Terbesar?


Kuhuni.com
– Kredit macet adalah kredit yang cicilannya terlambat dibayar dan berpotensi untuk tidak dibayar. Untuk itu setiap bank biasanya melakukan pengawasan terhadap kredit yang diberikan ke setiap debitur. Baik dibitur perorangan maupun korporasi.

Kredit macet bank seperti Bank BCA, BRI, BNI dan Bank Mandiri juga selalu dinformasikan jumlahnya setiap kuartal ke pada publik. Pelaporan ini dilakukan untuk memberikan keterbukaan informasi mengenai kualitas kredit yang dimiliki setiap bank. Berikut akan diuraikan jumlah kredit macet dari masing-masing bank besar di atas pada kuartal 1 tahun 2021. Bank mana yang memiliki kredit macet terbesar? Dan bank mana yang memiliki kredit macet terkecil? Berikut ulasan kredit macetnya.

Kredit Macet Bank BNI, BCA, BRI dan Mandiri Kuartal 1 Tahun 2021

1. Kredit Macet Bank BNI

Kredit macet Bank BNI (BBNI) hingga kuartal I/2021 tercatat sebesar Rp 12,13 triliun. Meningkat sebesar 2,70% dari sebelumnya Rp 11,81 triliun pada akhir tahun 2020.

Bank BNI memiliki rasio rasio kredit bermasalah (NPL) bruto sebesar 4,12% dan rasio NPL neto 1,03%. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto Bank BNI turun dibandingkan akhir tahun 2020 yang NPL bruto mencapai 4,25%. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) neto mengalami kenaikan dari sebelumnya hanya 0,98%.

2. Kredit Macet Bank BCA

Kredit macet Bank BCA kuartal I/2021 macet sebesar Rp 8,13 triliun. Meningkat sebesar 13,14% dibanding akhir tahun 2020 kredit macetnya hanya sebesar Rp 7,18 triliun.

Kredit macet terbesar terjadi di sektor ekonomi Perdangan, Restoran dan Hotel sebesar Rp 4,29 triliun. Bank BCA memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) bruto 1,83%, naik dibanding akhir tahun 2020 NPL tercatat sebesar 1,79%.

LIHAT JUGA: Luar Biasa! Laba BCA Salip BRI dan Mandiri Kuartal I/2021

3. Kredit Macet Bank Mandiri

Kredit macet Bank Mandiri sebesar Rp 20,00 triliun. Turun sebesar 12% dari sebelumnya mencapai Rp 22,78 triliun di akhir tahun 2020. Kredit bermasalah banyak terjadi di modal kerja sebesar Rp 11,84 dan investasi sebesar Rp 2,05 triliun.

Bank Mandiri memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) bruto 3,30%, meningkat dibanding akhir tahun 2020 hanya 3,29%.

4. Kredit Macet BRI

Kredit macet BRI sebesar Rp 9,47 triliun di kuartal 1 tahun 2021. Naik 10% dibanding tahun 2020 kredit macetnya hanya Rp 8,60 triliun. Bank BRI memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) bruto 3,12% meningkat dibanding akhir tahun 2020 hanya 2,94%.

LIHAT JUGA: Aplikasi Trading Saham Terbaik dan Resmi Terdaftar di OJK

Kesimpulan

Bank Mandiri memiliki jumlah kredit macet paling besar yaitu Rp 20 triliun. Lalu diikuti kredit macet Bank BNI sebesar Rp 12,13 triliun. Kredit Macet Bank BCA paling sedikit hanya sebesar Rp 8, 13 triliun dan diikuti Bank BRI Rp 9,47 triliun.

Kredit macet yang paling besar dimiliki oleh BNI. Bank BNI memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) bruto paling tinggi yaitu sebesar 4,12%, kemudian diikuti oleh Bank Mandiri sebesar 3,30%. Bank BCA memiliki rasio kredit bermasalah (NPL) bruto paling rendah hanya 1,83%.

LIHAT JUGA: Histori Dividen BCA Sejak IPO

Luar Biasa! Laba BCA Salip BRI dan Mandiri Kuartal I/2021


Kuhuni.com
– Laba bersih Bank BRI (BBRI) kuartal 1 tahun 2021 Rp 16,37 triliun. Laba bersih BBRI kuartal I/2021 turun 16,37 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Dari segi pendapatan BBRI juga mengalami penurunan di kuartal I/2021 jadi Rp 29,63 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 30,38 triliun. Alhasil laba bersih per saham BBRI pada kuartal 1 tahun 2021 menjadi Rp 55 per lembar saham (QI-2020 Rp 66 per lembar saham).

Jadi kenapa laba bersih Bank BRI turun? Laba Bersih Bank BRI kuartal I/2021 turun karena naiknya beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan Bank BRI menjadi Rp 8,46 triliun sedangkan kuartal I/2020 hanya Rp 6,54 triliun atau naik 29,3 persen.

Berita Utama

7 Saham Ini Bagi Dividen Oktober 2021: Cek Dividen Tertinggi!

Dividen saham Tertinggi Oktober 2021 yaitu dividen saham MBAP dan saham UNTR. Sementara saham-saham lainnya membagikan dividen yang lebih ...

Pilihan Pembaca