Jadwal Dividen IPCM / Jasa Armada Indonesia 2021

dividen saham ipcm

Kuhuni.com –
 Dividen IPCM (Jasa Armada Indonesia) 2021 sebesar Rp 10,17 per lembar. Jadwal pembagian dividen ke pemegang saham dibayar tangggal 16 Juli 2021. Cum dividen Jasa Armada Indonesia tanggal 25 Juni 2021.

Harga saham IPCM pada perdagangan tanggal 24 Juni 2021 ditutup pada level Rp 276. Dengan demikian perkiraan dividen yield IPCM sebesar 3,6%.

KLBF, INAF, MIKA, SOHO: Ini Daftar Saham Kesehatan IDX Healthcare


Kuhuni.com
– Saham kesehatan khususnya rumah sakit dan farmasi mengalami cuan besar awal perdangan minggu terakhir Juni 2021. Naiknya saham penghuni konstituen IDX Healthcare
 menjadi faktor pendukung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Saham yang naik seperti KLBF, MIKA, INAF, PYFA dan KAEF dan saham lainnya naik hingga di atas 20 persen bahkan diantaranya ada sampai auto rejection atas (ARA). Naiknya saham rumah sakit, farmasi, dan laboratoiun ini tentu saja karena adanya kenaikan kasus Covid-19. Hal ini mendorong sektor saham farmasi, rumah sakit masih dibutuhkan hingga pandemic Covid-19 berakhir.

Dividen Bank BUMN 2021 Mencapai Rp 23,21 Triliun


Dividen Bank BUMN 2021 sebesar Rp 23,21 triliun. Dividen Bank BUMN ini berasal dari bank milik negara yaitu Bank BRI, BNI, BTN dan Mandiri.

Jumlah dividen Bank BUMN yang diterima oleh negara mencapai Rp 13,53 triliun atau sebesar 58 persen dari total dividen yang dibagikan ke pemegang saham. Sisanya diterima oleh pemegang saham publik atau sekitar 42 persen.

Dividen Himbara (Bank BUMN) tahun 2021 ini menurun sebesar 43,33% dibanding jumlah dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 40,96 triliun. Dengan demikian penerimaan kas negara juga menurun dibanding perolehan dividen tahun 2020 yang mencapai  Rp 23,9 triliun.


Dividen Bank BRI (BBRI) 2021

Dividen BBRI 2021 sebesar Rp 12,12 triliun atau Rp 98,9 per lembar. Jumlah dividen BBRI 2021 ini menurun 41 persen dibanding jumlah dividen tahun 2020 mencapai Rp 20,62 triliun.

Pendapatan negara dari dividen Bank BRI tahun 2021 juga akhirnya turun jadi Rp 6,88 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 11,7 triliun di tahun 2020. Turunnya jumlah dividen Bank BRI disebabkan oleh menurunnya laba bersih yang diperoleh perseroan.

LIHAT JUGA: Histori Dividen BRI Sejak IPO

Dividen Bank Mandiri (BMRI) 2021

Dividen Bank Mandiri (BMRI) 2021 sebesar Rp 10,27 triliun atau  Rp 220,27 per lembar. Jumlah dividen BMRI 2021 ini turun sebesar  37 persen dibanding dividen tahun 2020 mencapai Rp 16,48 triliun.

Dividen yang diperoleh negara dari Bank Mandiri akhirnya juga turun menjadi Rp 6,16 triliun dari sebelumnya di tahun 2020 mencapai Rp 9,89 triliun. Turunnya jumlah dividen yang dibagikan juga sama dengan yang dialami Bank BRI yaitu karena turunnya laba yang diperoleh Bank Mandiri.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank Mandiri Sejak IPO

Dividen Bank BNI (BBNI) 2021

Dividen BBNI 2021 sebesar Rp 820,1 miliar atau Rp 44 per lembar. Jumlah dividen BBNI 2021 turun sebesar 80% dibanding dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 3,84 triliun.

Jumlah dividen yang didapatkan negara dari Bank BNI tahun 2021 sebesar Rp 492,58 miliar, turun drastis dibanding dividen tahun 2020 mencapai Rp 2,3 triliun. Penurunan ini juga disebabkan karena turunnya laba bersih Bank BNI di tahun 2020.

Dividen Bank BTN (BBTN) 2021

Bank BTN tahun 2021 tidak membagikan dividen. Alhasil negara tidak mendapat setoran dividen dari bank BUMN yang satu ini. Sementara tahun 2020 Bank BTN masih membagikan dividen sebesar Rp 20,92 miliar dan negara mendapat dividen sebesar Rp 12,55 miliar dari Bank BTN.

LIHAT JUGA: Histori Dividen Bank BTN Sejak IPO

Dividen Pertamina 2021 Turun 53 Persen

pertamina

Dividen Pertamina 2021 sebesar
Rp 4 Triliun. Jumlah dividen Pertamina tahun 2020 ini turun sebesar 53 persen dibanding dividen Pertamina tahun 2020 yang mencapai Rp 8,5 triliun.

PT Pertamina (Persero) menyetor dividen ke kas negara sebagai pemegang saham pengendali mencapai Rp 4 triliun. Rasio pembagian dividen tahun 2021 mencapai 26,11 persen dari laba bersih tahun buku 2020 sebesar Rp 15,3 triliun (US$ 1,05 miliar).

Turunnya jumlah dividen Pertamina tahun 2021 disebabkan menurunnya laba bersih yang diperoleh Pertamina di tahunn 2020.  Laba bersih Pertamina tahun 2020 sebesar US$ 1,05 miliar, turun 58,44% dibanding laba bersih 2019 yang mencapai US$ 2,52 miliar.

Jadwal Dividen PPRE / PP Presisi 2021


Kuhuni.com –
 Dividen PPRE (PP Presisi) 2021 sebesar Rp 1,16 per lembar. Jadwal pembagian dividen anak perusahaan PT PP Tbk ke pemegang saham dibayar tangggal 9 Juli 2021. Dividen PP Presisi turun 82 persen dibanding jumlah dividen tahun 2020 yang mencapai Rp 6,5 per lembar.

Saham PPRE pada perdagangan tanggal 11 Juni 2021 ditutup pada level Rp 180. Dengan demikian perkiraan dividen yield PPRE sebesar 0,6%.

Dividen WEGE 2021 Anjlok 72 Persen


Kuhuni.com -
Dividen WEGE 2021 sebesar Rp 3,21 per lembar atau sebesar Rp 30,73 miliar. Jumlah dividen anak usaha WIKA ini menurun tajam dibanding dividen 2020 yang mencapai Rp 11,8 per lembar atau turun sebesar 72 persen. Turunnya dividen WEGE kali ini disebabkan anjloknya laba perseroan di tahun 2020.

Harga saham WEGE tanggal 3 Juni 2021 ditutup di level Rp 202, maka perkiraan dividen yield saham WEGE yaitu 1,5 persen.

Dividen TLKM 2021 Rp 168 Per Lembar, Dividen Yield 5 persen


Kuhuni.com –
 Dividen TLKM (Telkom) 2021 sebesar Rp 168,01 per lembar atau setara dengan Rp 16,64 triliun. Jumlah pembagian dividen TLKM 2021 telah ditetapkan dalam hasil rapat umum pemegang saham tanggal 28 Mei 2021 di Auditorium Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Jumlah dividen TLKM 2021 meningkat sebesar 9 persen dibanding tahun lalu yang dividennya hanya Rp 154,06 per lembar. Sementara rasio jumlah dividen Telkom 2021 mencapai 80 persen dari laba bersih TLKM. Jumlah dividend payout rasio (DPR) kali ini tidak berbeda jauh dengan DPR tahun 2020.

Tahun 2020 IPCC / IPC Car Terminal Rugi 23,77 Miliar


Kuhuni.com
– Laba bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) tahun 2020 minus 23,77 miliar. Sepanjang tahun 2020 IPCC mengalami kerugian, padahal di tahun 2019 IPPC masih berhasil mencatatkan keuntungan sebesar Rp 135,30 miliar.

Total pendapatan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di tahun 2020 sebesar Rp 356,53 miliar. Turun 31,85% dibanding  tahun 2019 yang mencapai Rp 523,21 miliar. Beban pokok pendapatan IPCC tahun 2020 juga ikut turun menjadi Rp 280,82 miliar dari sebelumnya mencapai Rp 305,57 miliar di tahun 2019.  Laba kotor IPCC juga turun drastic menjadi Rp 75,71 miliar dari sebelumnya mencapai Rp 217,64 miliar.

LIHAT JUGA: Tahun 2020 Waskita Rugi 7,37 Triliun

Menurunnya pendapatan IPCC sepanjang tahun 2020 akhirnya tidak mampu menutupi seluruh biaya operasional, sehingga IPCC mengalami kerugian. Alhasil laba bersih per saham IPCC juga jadi minus yaitu sebesar  Rp -13,07 per saham dari sebelumnya mencapai Rp 74,41 per saham di tahun 2019.

Per 31 Desember 2020 PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) memiliki total aset sebesar Rp 1,82 triliun. Mengalami kenaikan dibanding tahun 2019 yang asetnya Rp 1,26 triliun.

LIHAT JUGA: 20 Istilah Saham yang Sering Dipakai dan Wajib Diketahui

Jumlah aset lancar  IPCC tercatat sebesar Rp 599,96 miliar yang di dalamnya terdapat kas sebesar Rp 519,65 miliar. Sementara Aset tidak lancar sebesar Rp 1,22 triliun.

Hingga tahun 2020 IPCC memiliki hutang/liabilitas sebesar Rp 820,11 miliar. Mengalami kenaikan drastis dibanding tahun 2019 hanya Rp 191,59 miliar. Jumlah hutang jangka pendek sebesar Rp 134,86 miliar. Hutang jangka panjang sebesar Rp 685,25 miliar mengalami kenaikan tajam dibanding tahun 2019 hutang jangka panjangnya tidak ada. Kenaikan hutang jangka panjang ini berupa biaya sewa.

LIHAT JUGA: Tanya Jawab tentang Dividen

Terakhir, IPCC memiliki total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,00 triliun. Mengalami penurunan dibanding tahun 2019 mencapai  Rp 1,07 triliun.

Laba Bersih Telkom / TLKM Tahun 2020 Naik 11,47 Persen


Kuhuni.com
– Laba bersih Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tahun 2020 sebesar Rp 20,80 triliun. Meningkat sebesar 11,47 persen dari sebelumnya Rp 18,66 triliun di tahun 2019. Sepanjang tahun 2020 pendapatan Telkom sebesar Rp 136,46 triliun. Naik tipis sebesar 0,66% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 136,46 triliun.

Pendapatan Telkom ini terdiri dari. Pendapatan telepon sebesar  Rp 21,61 triliun, turun dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp 27,97 triliun. Pendapatan interkoneksi sebesar Rp 7,68 triliun, naik dibanding tahun 2019 Rp 6,28 triliun.

Laba Bersih Bank Syariah Indonesia (BRIS) Kuartal 1 2021 Naik 12,84%


Kuhuni.com
– Laba bersih Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) kuartal 1 2021 naik 12,84 persen. Pendapatan pengelolaan dana Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) per 31 Maret 2021 juga meningkat jadi Rp 4,44 triliun dari sebelumnya hanya Rp 4,24 triliun di kuartal I/2020.

Hak bagi hasil milik BRIS sebesar Rp 3,29 triliun, mengalami kenaikan dari sebelumnya hanya Rp 2,92 triliun. Sementara pendapatan operasional BRIS turun sedikit jadi Rp 637,81 miliar dari sebelumnya mencapai Rp 656,40 miliar.

Dividen TLKM 2021

Kuhuni.com – Dividen Telkom (TLKM) 2021 diestimasikan antara ±Rp 160 per lembar hingga ±Rp 170 per lembar. Estimasi jumlah dividen TLKM 2021 ini dilihat dari kinerja Telkom tahun 2020 serta ketersedian uang kas Telkom untuk membagikan dividen.

Telkom (TLKM) 5 tahun terakhir rutin membagikan dividen dengan rasion di atas 70 persen dari laba bersihnya.  Berikut histori dividen TLKM 5 tahun terakhir.

Jumlah Kredit Macet Bank BNI Meningkat, NPL Mencapai 4,12 Persen Kuartal I/2021

NPL Bank BNI Kuartal 1 2021

Dari hasil laporan keuangan Bank BNI kuartal 1 tahun 2021 yang telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia. Bank BNI (BBNI) sampai akhir Maret 2021 sudah menyalurkan kredit dengan total Rp 559,33 triliun. Turun 4,58% dibanding akhir tahun 2020 total kredit yang diberikan mencapai Rp 586,20 triliun. Bank BNI memiliki cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp 46,23 triliun, sehingga total kredit bersihnya sebesar  Rp 513,10 triliun.

CKPN Bank BNI (BBNI) selama 3 bulan pertama di tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 4,53% jadi Rp 46,23 triliun dari sebelumnya hanya Rp 44,22 triliun di akhir tahun 2020.

Tahun 2020 WSBP Rugi 4,75 Triliun

WSBP

Kuhuni.com
– Laba bersih Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) tahun 2020 sebesar Rp -4,75 triliun. Tahun 2020 WSBP mengalami kerugian yang sangat dalam, padahal pada tahun 2019 WSBP masih mendapatkan laba bersih sebesar Rp 806,14 miliar.

Akibat Pandemi Laba Bersih Jasa Marga 2020 Longsor 77,3 Persen

Kinerja Jasa Marga 2020

Kuhuni.com
– Laba bersih Jasa Marga Tbk (JSMR) tahun 2020 sebesar Rp 501,05 miliar. Laba bersih JSMR tahun 2020 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk anjlok 77,3% dibandingkan tahun 2019 laba bersih mencapai Rp 2,21 triliun.

Jadwal Dividen BBRI 2021

Jadwal Dividen BRI 2021

Kuhuni.com –
 Dividen tunai BBRI (Bank BRI) tahun 2021 sebesar Rp 98,9 per saham. Jadwal pembagian dividen BBRI kepada pemegang saham akan dibayarkan pada tanggal 28 April 2021.

Laba Bersih WIKA (Wijaya Karya) Tahun 2020 Anjlok Jadi Rp 185,76 Miliar.

Kuhuni.com – Laba bersih PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) pada  tahun 2020 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 185,76 miliar. Laba bersih WIKA anjlok 91,9% dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp 2,28 triliun. Laba per saham WIKA akhirnya terjun bebas jadi Rp 20,71 per lembar saham dari sebelumnya mencapai Rp 254,74 di tahun 2019.

Laba Bersih WIKA 2020

Berita Utama

7 Saham Ini Bagi Dividen Oktober 2021: Cek Dividen Tertinggi!

Dividen saham Tertinggi Oktober 2021 yaitu dividen saham MBAP dan saham UNTR. Sementara saham-saham lainnya membagikan dividen yang lebih ...

Pilihan Pembaca