Kuhuni.com, Jakarta — PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp22,09 triliun hingga 30 September 2026, meningkat 17,46% dibandingkan Rp18,81 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan naik 2,33% menjadi Rp688,10 miliar dari Rp672,41 miliar.
| Ilustrasi Kinerja Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Sumber foto: Mediasaham.com |
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba kotor menjadi Rp1,60 triliun. Namun, peningkatan beban pokok pendapatan, beban usaha, biaya keuangan, serta kerugian kurs turut memengaruhi pertumbuhan laba perusahaan teknologi informasi tersebut.
Pendapatan MTDL Tumbuh 17,46%
Hingga September 2026, pendapatan bersih Metrodata mencapai Rp22,09 triliun, naik Rp3,28 triliun dibandingkan Rp18,81 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp20,49 triliun dari Rp17,40 triliun.
Dengan perkembangan tersebut, laba kotor MTDL naik 13,25% menjadi Rp1,60 triliun dari Rp1,41 triliun. Margin laba kotor tercatat sekitar 7,23%, sedikit lebih rendah dibandingkan sekitar 7,50% pada periode sebelumnya.
| Indikator Keuangan | 2026 | 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan bersih | Rp22,09 triliun | Rp18,81 triliun | +17,46% |
| Beban pokok pendapatan | Rp20,49 triliun | Rp17,40 triliun | +17,80% |
| Laba kotor | Rp1,60 triliun | Rp1,41 triliun | +13,25% |
| Beban usaha | Rp616,21 miliar | Rp572,54 miliar | +7,63% |
| Laba sebelum pajak | Rp891,27 miliar | Rp854,69 miliar | +4,28% |
| Laba tahun berjalan | Rp688,10 miliar | Rp672,41 miliar | +2,33% |
Beban Keuangan Naik, Laba Bersih Tumbuh Terbatas
Beban usaha MTDL meningkat 7,63% menjadi Rp616,21 miliar dari Rp572,54 miliar. Sementara itu, biaya keuangan naik menjadi Rp126,24 miliar dibandingkan Rp48,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan juga mencatat kerugian kurs mata uang asing bersih sebesar Rp27,91 miliar, lebih besar dibandingkan kerugian Rp7,85 miliar pada periode sebelumnya. Penghasilan keuangan turun menjadi Rp23,34 miliar dari Rp28,04 miliar.
Di sisi lain, bagian atas hasil bersih entitas asosiasi meningkat menjadi Rp33,97 miliar dari Rp26,12 miliar. Setelah memperhitungkan berbagai komponen pendapatan dan beban tersebut, laba sebelum pajak tercatat Rp891,27 miliar, tumbuh 4,28% dibandingkan Rp854,69 miliar.
| Komponen | 2026 | 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Biaya keuangan | Rp126,24 miliar | Rp48,37 miliar | +160,97% |
| Penghasilan keuangan | Rp23,34 miliar | Rp28,04 miliar | -16,77% |
| Bagian hasil bersih entitas asosiasi | Rp33,97 miliar | Rp26,12 miliar | +30,06% |
| Kerugian kurs bersih | Rp27,91 miliar | Rp7,85 miliar | +255,03%* |
| Beban pajak penghasilan | Rp203,17 miliar | Rp182,28 miliar | +11,46% |
*Persentase kenaikan kerugian kurs dihitung berdasarkan nilai kerugian yang tercatat pada masing-masing periode.
Beban pajak penghasilan meningkat menjadi Rp203,17 miliar dari Rp182,28 miliar. Dengan demikian, laba tahun berjalan tumbuh lebih lambat daripada pendapatan, yakni sebesar 2,33% menjadi Rp688,10 miliar.
Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Induk Turun 5,47%
Dari total laba tahun berjalan Rp688,10 miliar, sebesar Rp443,92 miliar diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Nilai tersebut turun 5,47% dibandingkan Rp469,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali meningkat menjadi Rp244,17 miliar dari Rp202,80 miliar, atau tumbuh sekitar 20,40%.
| Distribusi Laba | 2026 | 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pemilik entitas induk | Rp443,92 miliar | Rp469,61 miliar | -5,47% |
| Kepentingan nonpengendali | Rp244,17 miliar | Rp202,80 miliar | +20,40% |
| Total laba tahun berjalan | Rp688,10 miliar | Rp672,41 miliar | +2,33% |
Baca Laporan Keuangan Emiten
- Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
- Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%
- Laba AKRA Naik 32% Jadi Rp2,44 Triliun hingga September 2026
- Laba BTPS Naik 7% Jadi Rp1,01 Triliun hingga September 2026
- Clipan Finance Cetak Laba Rp153,65 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Masih Tertekan
- IPCC Catat Pendapatan Rp645,48 Miliar hingga September 2026, Laba Bersih Turun 6,89%
- Sunter Lakeside Hotel (SNLK) Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Menyusut 39,36%
- Laporan Keuangan Bank Mandiri (BMRI) per September 2026, Laba Naik 13,86% Jadi Rp47,11 Triliun
- Bank Aladin Syariah (BANK) Catat Laba Bersih Rp47,26 Miliar hingga September 2026, Turun 63,10%
- Bukalapak (BUKA) Catat Rugi Rp881,06 Miliar hingga September 2026
- DCI Indonesia (DCII) Catat Pendapatan Rp2,53 Triliun hingga September 2026, Laba Bersih Naik 11,48%
Total Aset MTDL Naik 22,99%
Per 30 September 2026, total aset Metrodata mencapai Rp16,14 triliun, meningkat 22,99% dibandingkan Rp13,12 triliun pada 31 Desember 2025. Aset lancar naik menjadi Rp14,95 triliun dari Rp12,07 triliun, sedangkan aset tidak lancar meningkat menjadi Rp1,19 triliun dari Rp1,05 triliun.
Perubahan aset lancar antara lain terlihat pada persediaan yang meningkat menjadi Rp4,10 triliun dari Rp1,97 triliun. Piutang usaha pihak ketiga juga bertambah menjadi Rp4,94 triliun dari Rp4,29 triliun. Sebaliknya, kas dan setara kas turun menjadi Rp934,16 miliar dari Rp1,30 triliun.
| Posisi Keuangan | 30 September 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kas dan setara kas | Rp934,16 miliar | Rp1,30 triliun | -28,08% |
| Piutang usaha pihak ketiga | Rp4,94 triliun | Rp4,29 triliun | +15,22% |
| Persediaan | Rp4,10 triliun | Rp1,97 triliun | +108,00% |
| Aset lancar | Rp14,95 triliun | Rp12,07 triliun | +23,81% |
| Aset tidak lancar | Rp1,19 triliun | Rp1,05 triliun | +13,52% |
| Total aset | Rp16,14 triliun | Rp13,12 triliun | +22,99% |
Liabilitas Meningkat 41,48%
Total liabilitas MTDL naik menjadi Rp9,63 triliun pada akhir September 2026 dari Rp6,81 triliun pada akhir 2025, atau bertambah 41,48%. Kenaikan tersebut terutama terlihat pada liabilitas jangka pendek yang mencapai Rp9,29 triliun, dibandingkan Rp6,49 triliun sebelumnya.
Pinjaman jangka pendek meningkat menjadi Rp3,19 triliun dari Rp965,00 miliar. Utang usaha naik menjadi Rp3,01 triliun dari Rp2,61 triliun, sedangkan akrual bertambah menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,11 triliun.
Liabilitas jangka panjang tercatat Rp338,05 miliar, meningkat dari Rp321,96 miliar. Di dalamnya terdapat kewajiban imbalan pascakerja sebesar Rp220,73 miliar dan pinjaman bank jangka panjang Rp117,32 miliar.
Ekuitas MTDL Tumbuh 3,05%
Total ekuitas Metrodata meningkat menjadi Rp6,51 triliun pada 30 September 2026 dari Rp6,31 triliun pada akhir 2025, atau tumbuh 3,05%. Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp4,82 triliun, sedangkan kepentingan nonpengendali mencapai Rp1,68 triliun.
Saldo laba belum dicadangkan meningkat menjadi Rp4,29 triliun dari Rp4,18 triliun. Sementara itu, modal saham tercatat Rp122,77 miliar dan tambahan modal disetor sebesar Rp183,18 miliar, keduanya tidak berubah dibandingkan akhir 2025.
| Komponen Neraca | 30 September 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Liabilitas jangka pendek | Rp9,29 triliun | Rp6,49 triliun | +43,29% |
| Liabilitas jangka panjang | Rp338,05 miliar | Rp321,96 miliar | +5,00% |
| Total liabilitas | Rp9,63 triliun | Rp6,81 triliun | +41,48% |
| Ekuitas pemilik entitas induk | Rp4,82 triliun | Rp4,71 triliun | +2,39% |
| Kepentingan nonpengendali | Rp1,68 triliun | Rp1,60 triliun | +5,00% |
| Total ekuitas | Rp6,51 triliun | Rp6,31 triliun | +3,05% |
Arus Kas Operasi Masih Negatif
Dalam laporan arus kas sembilan bulan pertama 2026, MTDL mencatat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp2,16 triliun. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan arus kas operasi negatif Rp650,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp21,82 triliun, sedangkan pembayaran kepada pemasok dan untuk beban operasional lainnya sebesar Rp22,97 triliun. Perusahaan juga membayar Rp661,36 miliar kepada karyawan dan Rp319,16 miliar untuk pajak penghasilan badan.
Aktivitas investasi menghasilkan arus kas bersih Rp10,81 miliar, berbalik dari penggunaan kas Rp6,14 miliar pada periode sebelumnya. Sementara itu, aktivitas pendanaan menghasilkan arus kas bersih Rp1,79 triliun, meningkat dibandingkan Rp240,62 miliar pada Januari–September 2025.
Arus kas pendanaan tersebut mencakup penerimaan pinjaman bank Rp10,57 triliun dan pelunasan pinjaman bank Rp8,29 triliun. Perusahaan juga membayar dividen tunai Rp331,48 miliar kepada pemegang saham serta Rp164,00 miliar kepada kepentingan nonpengendali.
| Arus Kas | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 |
|---|---|---|
| Arus kas dari aktivitas operasi | -Rp2,16 triliun | -Rp650,31 miliar |
| Arus kas dari aktivitas investasi | Rp10,81 miliar | -Rp6,14 miliar |
| Arus kas dari aktivitas pendanaan | Rp1,79 triliun | Rp240,62 miliar |
| Penurunan bersih kas dan setara kas | Rp364,73 miliar | Rp415,83 miliar |
| Kas dan setara kas akhir periode | Rp934,16 miliar | Rp1,14 triliun |
Kesimpulan Kinerja MTDL hingga September 2026
Metrodata Electronics mencatat pertumbuhan pendapatan 17,46% menjadi Rp22,09 triliun hingga September 2026, sedangkan laba tahun berjalan meningkat 2,33% menjadi Rp688,10 miliar. Pertumbuhan laba yang lebih terbatas dibandingkan pendapatan sejalan dengan kenaikan biaya keuangan, beban usaha, dan kerugian kurs.
Dari sisi neraca, total aset naik 22,99% menjadi Rp16,14 triliun. Namun, total liabilitas meningkat lebih cepat, yakni 41,48% menjadi Rp9,63 triliun, sementara kas dan setara kas turun menjadi Rp934,16 miliar. Arus kas operasi juga mencatat penggunaan kas sebesar Rp2,16 triliun selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan rekomendasi atau perintah untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.
0 comments
Posting Komentar