JAKARTA, Kuhuni.com — PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) membukukan laba bersih sebesar Rp153,65 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, meningkat 13,26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp135,66 miliar. Kenaikan laba terjadi di tengah penurunan pendapatan, seiring keberhasilan perusahaan menekan sejumlah beban, terutama beban bunga dan kerugian penurunan nilai aset keuangan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, pendapatan Clipan Finance mencapai Rp1,12 triliun, turun 8,71% dibandingkan Rp1,23 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun, total beban turun lebih besar, yakni 12,83%, dari Rp1,06 triliun menjadi Rp924,92 miliar.
![]() |
| Laporan kinerja Clipan Finance |
Penurunan beban tersebut mendorong laba sebelum pajak meningkat 17,50% menjadi Rp196,39 miliar. Dengan demikian, pertumbuhan laba Clipan Finance terutama ditopang oleh pengendalian beban, sementara pendapatan masih menghadapi tekanan dari segmen pembiayaan konsumen.
Pendapatan Clipan Finance Turun 8,71%
Clipan Finance mencatat total pendapatan sebesar Rp1,12 triliun selama sembilan bulan pertama 2026, turun Rp106,89 miliar dibandingkan Rp1,23 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
| Komponen Pendapatan | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Jual dan sewa-balik | Rp7,33 miliar | Rp8,19 miliar | -10,49% |
| Sewa pembiayaan | Rp56,16 miliar | Rp53,89 miliar | +4,20% |
| Pembiayaan konsumen | Rp805,06 miliar | Rp896,12 miliar | -10,16% |
| Sewa operasi properti investasi | Rp450,00 juta | Rp450,00 juta | 0,00% |
| Sewa operasi kendaraan | Rp3,17 miliar | Rp3,54 miliar | -10,61% |
| Pendapatan bunga | Rp936,14 juta | Rp630,20 juta | +48,54% |
| Keuntungan penjualan aset tetap | Rp1,80 miliar | Rp355,55 juta | +407,52% |
| Pendapatan lainnya | Rp246,40 miliar | Rp265,02 miliar | -7,02% |
| Total Pendapatan | Rp1.121,31 miliar | Rp1.228,20 miliar | -8,71% |
Penurunan pendapatan terutama berasal dari pembiayaan konsumen. Pendapatan segmen ini turun Rp91,06 miliar menjadi Rp805,06 miliar dari Rp896,12 miliar. Dengan kontribusi sekitar 71,80% terhadap total pendapatan, pelemahan pembiayaan konsumen menjadi faktor terbesar yang menekan pendapatan perusahaan.
Pendapatan lainnya juga turun menjadi Rp246,40 miliar dari Rp265,02 miliar. Kedua penurunan tersebut mendominasi perubahan pendapatan, meskipun perusahaan masih mencatat pertumbuhan pada pendapatan sewa pembiayaan, pendapatan bunga, dan keuntungan penjualan aset tetap.
Pendapatan sewa pembiayaan meningkat 4,20% menjadi Rp56,16 miliar. Sementara itu, keuntungan penjualan aset tetap naik dari Rp355,55 juta menjadi Rp1,80 miliar. Namun, peningkatan pada kedua pos tersebut belum cukup untuk mengimbangi penurunan pendapatan pembiayaan konsumen dan pendapatan lainnya.
Beban Turun 12,83%, Beban Bunga Menyusut
Di tengah penurunan pendapatan, Clipan Finance berhasil mengurangi total beban menjadi Rp924,92 miliar dari Rp1,06 triliun. Penurunan sebesar Rp136,14 miliar tersebut lebih besar daripada penurunan pendapatan, sehingga laba sebelum pajak tetap tumbuh.
| Komponen Beban | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Bunga dan beban pembiayaan lainnya | Rp172,32 miliar | Rp213,77 miliar | -19,39% |
| Umum dan administrasi | Rp122,15 miliar | Rp136,24 miliar | -10,34% |
| Tenaga kerja | Rp242,53 miliar | Rp237,48 miliar | +2,13% |
| Imbalan pascakerja | Rp19,81 miliar | Rp10,41 miliar | +90,35% |
| Penyusutan aset sewa operasi | Rp1,42 miliar | Rp3,48 miliar | -59,15% |
| Kerugian penurunan nilai aset keuangan | Rp370,09 miliar | Rp456,31 miliar | -18,89% |
| Pemulihan/(kerugian) penurunan nilai agunan yang diambil alih | (Rp6,34 miliar) | (Rp138,38 juta) | Pemulihan meningkat |
| Beban lainnya | Rp2,95 miliar | Rp3,51 miliar | -15,92% |
| Total Beban | Rp924,92 miliar | Rp1.061,06 miliar | -12,83% |
Penurunan beban bunga dan pembiayaan lainnya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga profitabilitas. Beban ini turun 19,39% menjadi Rp172,32 miliar dari Rp213,77 miliar, sehingga perusahaan menghemat sekitar Rp41,45 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban umum dan administrasi juga berkurang Rp14,09 miliar menjadi Rp122,15 miliar. Penurunan tersebut memperkuat dampak efisiensi beban bunga terhadap laba perusahaan.
Namun, beberapa pos masih mengalami peningkatan. Beban tenaga kerja naik menjadi Rp242,53 miliar dari Rp237,48 miliar, sedangkan beban imbalan pascakerja meningkat menjadi Rp19,81 miliar dari Rp10,41 miliar. Kenaikan kedua pos tersebut menahan sebagian manfaat dari penurunan beban lainnya.
Beban Penurunan Nilai Aset Keuangan Berkurang Rp86,23 Miliar
Beban kerugian penurunan nilai aset keuangan turun menjadi Rp370,09 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan Rp456,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan sebesar Rp86,23 miliar atau 18,89% ini menjadi salah satu kontributor penting terhadap peningkatan laba sebelum pajak.
Meski beban penurunan nilai dalam laporan laba rugi berkurang, cadangan kerugian kredit pada sejumlah kelompok piutang di neraca meningkat dibandingkan akhir 2025.
| Cadangan Kerugian Kredit | 30 September 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Tagihan anjak piutang | Rp163,09 miliar | Rp94,33 miliar | +72,90% |
| Piutang jual dan sewa-balik | Rp1,31 miliar | Rp506,87 juta | +157,45% |
| Piutang sewa pembiayaan | Rp20,33 miliar | Rp15,73 miliar | +29,24% |
| Piutang pembiayaan konsumen | Rp213,34 miliar | Rp178,21 miliar | +19,71% |
Peningkatan cadangan terbesar secara nominal terjadi pada piutang anjak piutang, yang bertambah sekitar Rp68,76 miliar. Cadangan pembiayaan konsumen juga meningkat sekitar Rp35,12 miliar.
Di sisi lain, Clipan Finance mencatat pemulihan penurunan nilai agunan yang diambil alih sebesar Rp6,34 miliar, dibandingkan pemulihan Rp138,38 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perubahan ini turut membantu menekan total beban periode berjalan.
Laba Bersih Naik Menjadi Rp153,65 Miliar
Penurunan total beban yang lebih besar daripada penurunan pendapatan mendorong laba sebelum pajak Clipan Finance meningkat menjadi Rp196,39 miliar, naik 17,50% dibandingkan Rp167,14 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
| Indikator Laba Rugi | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total pendapatan | Rp1.121,31 miliar | Rp1.228,20 miliar | -8,71% |
| Total beban | Rp924,92 miliar | Rp1.061,06 miliar | -12,83% |
| Laba sebelum pajak | Rp196,39 miliar | Rp167,14 miliar | +17,50% |
| Beban pajak bersih | Rp42,74 miliar | Rp31,49 miliar | +35,75% |
| Laba bersih | Rp153,65 miliar | Rp135,66 miliar | +13,26% |
| Laba per saham | Rp38,56 | Rp34,05 | +13,24% |
| Total laba komprehensif | Rp158,08 miliar | Rp135,66 miliar | +16,53% |
Beban pajak bersih meningkat menjadi Rp42,74 miliar dari Rp31,49 miliar. Kenaikan ini membuat pertumbuhan laba bersih lebih rendah daripada pertumbuhan laba sebelum pajak.
Beban pajak tersebut mencakup pajak kini sebesar Rp53,77 miliar dan penyesuaian pajak penghasilan tahun lalu sebesar Rp7,11 miliar. Perusahaan juga mencatat manfaat pajak tangguhan sebesar Rp18,14 miliar yang mengurangi beban pajak bersih.
Setelah memperhitungkan pajak, laba bersih mencapai Rp153,65 miliar, naik 13,26%. Laba per saham juga meningkat dari Rp34,05 menjadi Rp38,56. Sementara itu, penghasilan komprehensif lain setelah pajak sebesar Rp4,43 miliar mendorong total laba komprehensif menjadi Rp158,08 miliar.
Baca Laporan Keuangan Emiten Lainnya
- Laporan Keuangan AXIO September 2026: Pendapatan Naik 24%, Laba Bersih Tembus Rp61 Miliar
- Laporan Keuangan BPFI September 2026: Laba Bersih Naik 89% Jadi Rp97,81 Miliar
- Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
- Laporan Keuangan BOBA September 2026: Penjualan dan Laba Bersih Meningkat
- Laporan Keuangan Saham ARNA September 2026: Penjualan Rp2,51 Triliun, Laba Naik 22,82%
- GUNA Raup Pendapatan Rp1,49 Triliun, Laba Bersih Naik 15,01% hingga September 2026
- Laporan keuangan PTPP September 2026: pendapatan turun 12,69% dan laba tahun berjalan Rp4,57 miliar.
- Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%
- PAMG Catat Rugi Rp2,56 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Turun 10,78%
- Laba AKRA Naik 32% Jadi Rp2,44 Triliun hingga September 2026
- Laba BTPS Naik 7% Jadi Rp1,01 Triliun hingga September 2026
- Clipan Finance Cetak Laba Rp153,65 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Masih Tertekan
Total Aset Clipan Finance Turun Menjadi Rp8,58 Triliun
Pada 30 September 2026, total aset Clipan Finance tercatat sebesar Rp8,58 triliun, turun 9,90% dibandingkan Rp9,53 triliun pada akhir 2025. Penurunan aset terutama berasal dari menyusutnya piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan, piutang jual dan sewa-balik, serta tagihan anjak piutang.
| Komponen Aset | 30 September 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kas dan bank | Rp64,15 miliar | Rp27,52 miliar | +133,08% |
| Tagihan anjak piutang bersih | Rp197,06 miliar | Rp268,63 miliar | -26,63% |
| Piutang jual dan sewa-balik bersih | Rp50,79 miliar | Rp104,08 miliar | -51,20% |
| Piutang sewa pembiayaan bersih | Rp534,07 miliar | Rp684,34 miliar | -21,96% |
| Piutang pembiayaan konsumen bersih | Rp7.275,13 miliar | Rp7.967,01 miliar | -8,69% |
| Piutang lainnya | Rp21,02 miliar | Rp25,03 miliar | -16,00% |
| Aset tetap bersih | Rp140,89 miliar | Rp150,01 miliar | -6,08% |
| Aset takberwujud bersih | Rp7,67 miliar | Rp10,48 miliar | -26,86% |
| Aset pajak tangguhan bersih | Rp67,37 miliar | Rp50,48 miliar | +33,46% |
| Total Aset | Rp8.584,08 miliar | Rp9.527,02 miliar | -9,90% |
Piutang pembiayaan konsumen bersih turun Rp691,88 miliar menjadi Rp7,28 triliun. Karena pos ini merupakan bagian terbesar dari aset perusahaan, penurunannya menjadi faktor utama yang memengaruhi perubahan total aset.
Piutang sewa pembiayaan bersih juga turun Rp150,28 miliar menjadi Rp534,07 miliar. Piutang jual dan sewa-balik bersih berkurang Rp53,29 miliar, sedangkan tagihan anjak piutang bersih turun Rp71,56 miliar.
Di tengah penurunan portofolio piutang, kas dan bank meningkat menjadi Rp64,15 miliar dari Rp27,52 miliar pada akhir 2025. Aset pajak tangguhan juga naik menjadi Rp67,37 miliar dari Rp50,48 miliar.
Utang Bank Turun Rp873,63 Miliar
Total liabilitas Clipan Finance turun menjadi Rp2,84 triliun pada akhir September 2026, dibandingkan Rp3,74 triliun pada akhir 2025. Penurunan sebesar Rp901,78 miliar atau 24,11% ini terutama dipengaruhi oleh berkurangnya utang bank.
| Komponen Liabilitas | 30 September 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Utang bank | Rp2.585,05 miliar | Rp3.458,67 miliar | -25,26% |
| Utang kepada pihak ketiga | Rp12,11 miliar | Rp44,24 miliar | -72,63% |
| Utang pajak | Rp34,44 miliar | Rp22,09 miliar | +55,91% |
| Utang premi asuransi | Rp5,86 miliar | Rp15,21 miliar | -61,46% |
| Beban masih harus dibayar | Rp38,95 miliar | Rp29,96 miliar | +30,01% |
| Utang lain-lain kepada pihak ketiga | Rp70,27 miliar | Rp73,58 miliar | -4,50% |
| Liabilitas sewa | Rp7,13 miliar | Rp12,22 miliar | -41,65% |
| Pendapatan ditangguhkan | Rp2,15 miliar | Rp3,14 miliar | -31,49% |
| Liabilitas imbalan pascakerja | Rp83,27 miliar | Rp81,89 miliar | +1,69% |
| Total Liabilitas | Rp2.839,22 miliar | Rp3.741,01 miliar | -24,11% |
Utang bank menyusut dari Rp3,46 triliun menjadi Rp2,59 triliun. Utang bank kepada pihak berelasi turun menjadi Rp744,47 miliar dari Rp1,06 triliun, sedangkan utang kepada pihak ketiga berkurang menjadi Rp1,84 triliun dari Rp2,40 triliun.
Penurunan utang bank tersebut sejalan dengan arus kas pendanaan yang mencatat pembayaran pinjaman bank lebih besar daripada penerimaan pinjaman baru. Perusahaan membayar pinjaman bank sebesar Rp2,34 triliun dan menerima pinjaman baru Rp1,47 triliun selama sembilan bulan pertama 2026.
Di sisi lain, utang pajak meningkat menjadi Rp34,44 miliar dan beban yang masih harus dibayar naik menjadi Rp38,95 miliar. Namun, kenaikan kedua pos tersebut tidak mengimbangi penurunan utang bank sehingga total liabilitas tetap turun signifikan.
Ekuitas Relatif Stabil di Rp5,74 Triliun
Total ekuitas Clipan Finance tercatat sebesar Rp5,74 triliun pada 30 September 2026, sedikit turun dibandingkan Rp5,79 triliun pada akhir 2025. Modal saham dan tambahan modal disetor tidak berubah, sedangkan perubahan terutama terlihat pada saldo laba.
| Komponen Ekuitas | 30 September 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Modal saham | Rp996,13 miliar | Rp996,13 miliar | Tetap |
| Tambahan modal disetor | Rp351,95 miliar | Rp351,95 miliar | Tetap |
| Penghasilan komprehensif lain | Rp58,57 miliar | Rp56,12 miliar | +4,37% |
| Saldo laba ditentukan penggunaannya | Rp2,75 miliar | Rp2,60 miliar | +5,77% |
| Saldo laba tidak ditentukan penggunaannya | Rp4.335,46 miliar | Rp4.379,21 miliar | -1,00% |
| Total Ekuitas | Rp5.744,86 miliar | Rp5.786,01 miliar | -0,71% |
Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya turun Rp43,75 miliar menjadi Rp4,34 triliun. Selama sembilan bulan pertama 2026, Clipan Finance membukukan laba bersih Rp153,65 miliar dan membayarkan dividen Rp192,67 miliar.
Pembayaran dividen yang lebih besar daripada laba bersih periode berjalan turut menjelaskan tekanan pada saldo laba. Sementara itu, penghasilan komprehensif lain meningkat menjadi Rp58,57 miliar, sejalan dengan adanya penghasilan komprehensif lain setelah pajak selama periode berjalan.
Dengan liabilitas yang turun lebih besar daripada ekuitas, struktur pendanaan Clipan Finance pada akhir September 2026 semakin didominasi oleh ekuitas dibandingkan akhir tahun sebelumnya.
Arus Kas Operasi Melonjak Menjadi Rp1,12 Triliun
Clipan Finance mencatat kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp1,12 triliun selama sembilan bulan pertama 2026, meningkat dari Rp531,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Arus kas operasi tersebut meningkat sekitar 111,27%.
| Komponen Arus Kas | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kas bersih dari aktivitas operasi | Rp1.123,31 miliar | Rp531,71 miliar | +111,27% |
| Kas bersih untuk aktivitas investasi | (Rp14,92 miliar) | (Rp5,49 miliar) | Arus keluar meningkat |
| Kas bersih untuk aktivitas pendanaan | (Rp1.071,77 miliar) | (Rp516,07 miliar) | Arus keluar meningkat |
| Kenaikan bersih kas dan bank | Rp36,62 miliar | Rp10,15 miliar | +260,76% |
| Kas dan bank akhir periode | Rp64,15 miliar | Rp37,93 miliar | +69,12% |
Peningkatan arus kas operasi terutama ditopang oleh penurunan pengeluaran kas untuk pembiayaan serta pembayaran penerusan pinjaman dan pembiayaan bersama. Pengeluaran untuk jual dan sewa-balik, sewa pembiayaan, dan pembiayaan konsumen turun menjadi Rp3,00 triliun dari Rp3,78 triliun.
Pengeluaran untuk penerusan pinjaman dan pembiayaan bersama juga turun menjadi Rp527,16 miliar dari Rp983,31 miliar. Pembayaran beban umum dan administrasi turun menjadi Rp75,98 miliar dari Rp105,15 miliar, sedangkan pembayaran bunga turun menjadi Rp173,98 miliar dari Rp214,48 miliar.
Di sisi pendanaan, pembayaran pinjaman bank sebesar Rp2,34 triliun melampaui penerimaan pinjaman baru Rp1,47 triliun. Perusahaan juga membayarkan dividen Rp192,67 miliar. Kondisi tersebut membuat aktivitas pendanaan mencatat arus kas keluar bersih Rp1,07 triliun.
Arus kas operasi yang meningkat mampu menutup arus kas keluar dari aktivitas investasi dan pendanaan. Kas dan bank pun bertambah Rp36,62 miliar selama periode berjalan menjadi Rp64,15 miliar pada akhir September 2026.
Kesimpulan: Efisiensi Beban Menopang Pertumbuhan Laba
Kinerja Clipan Finance selama sembilan bulan pertama 2026 memperlihatkan pertumbuhan laba di tengah penurunan pendapatan. Pendapatan turun 8,71%, terutama akibat melemahnya pembiayaan konsumen, tetapi total beban menyusut lebih besar sebesar 12,83% sehingga laba bersih meningkat 13,26% menjadi Rp153,65 miliar.
Penurunan beban bunga dan kerugian penurunan nilai aset keuangan menjadi faktor penting dalam perbaikan laba. Di sisi neraca, total aset turun menjadi Rp8,58 triliun, terutama akibat menyusutnya sejumlah portofolio piutang pembiayaan. Pada saat yang sama, total liabilitas turun menjadi Rp2,84 triliun seiring pengurangan utang bank.
Arus kas operasi yang meningkat menjadi Rp1,12 triliun juga menjadi perkembangan positif. Namun, penurunan pendapatan pembiayaan konsumen dan peningkatan cadangan kerugian kredit pada beberapa kelompok piutang tetap menjadi faktor penting dalam membaca kinerja perusahaan.
Secara keseluruhan, pertumbuhan laba Clipan Finance pada sembilan bulan pertama 2026 lebih banyak ditopang oleh penurunan beban daripada pertumbuhan pendapatan. Kemampuan menjaga efisiensi sekaligus mempertahankan produktivitas portofolio pembiayaan akan menjadi faktor penting bagi perkembangan kinerja perusahaan berikutnya.

0 comments
Posting Komentar