Asing Net Sell Saham BBCA Rp5,23 Triliun pada 16–23 Oktober 2026

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp5,23 triliun selama enam tanggal perdagangan pada 16–23 Oktober 2026. Tekanan jual terbesar terjadi pada 16 Oktober 2026, dengan nilai jual bersih mencapai Rp2,33 triliun.

Berdasarkan data Foreign Value pada aplikasi trading, investor asing membukukan net sell saham BBCA dalam lima dari enam tanggal perdagangan yang ditampilkan di gambar bawah. Sementara itu, aksi beli bersih atau net buy hanya terjadi pada 21 Oktober 2026.

Saham BBCA mengalami tekanan jual dari sejak 16-23 Oktober, angka dalam satuan ribuan. Tangkapan layar dari  aplikasi trading saham/Kuhuni.com 

Pada Jumat (23/10/2026), nilai pembelian saham BBCA oleh investor asing tercatat sebesar Rp1,26 triliun. Namun, nilai penjualan mencapai Rp2,03 triliun sehingga menghasilkan net sell sebesar Rp770,54 miliar.

Tekanan jual berlanjut pada Kamis (22/10/2026). Investor asing mencatatkan pembelian sebesar Rp386,01 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp1,01 triliun. Dengan demikian, net sell pada perdagangan tersebut mencapai Rp621,42 miliar.

Sebelumnya, investor asing sempat membukukan net buy pada Rabu (21/10/2026). Nilai pembelian mencapai Rp1,55 triliun, lebih tinggi dibandingkan penjualan sebesar Rp1,10 triliun. Selisih transaksi tersebut menghasilkan net buy sekitar Rp448,09 miliar.

Baca: Saham BBCA: Harga, Cara Beli, Keuntungan dan Profil

Meski sempat terjadi pembelian bersih, tekanan jual kembali mendominasi transaksi asing saham BBCA dalam periode pengamatan tersebut.

Net Sell BBCA Terbesar Terjadi pada 16 Oktober 2026

Aksi jual bersih terbesar investor asing terjadi pada Jumat (16/10/2026). Pada hari itu, nilai pembelian saham BBCA oleh investor asing mencapai Rp1,62 triliun, sedangkan nilai penjualan menembus Rp3,95 triliun.

Selisih kedua transaksi tersebut menghasilkan net sell sebesar Rp2,33 triliun. Nilai ini menjadi yang terbesar dibandingkan lima tanggal perdagangan lainnya dalam data yang ditampilkan.

Baca: Dividen BBCA 10 Tahun Terakhir (2015-2025): Data Lengkap, Kenaikan Konsisten, dan Analisis Mendalam

Tekanan jual juga tercatat pada Senin (19/10/2026), ketika investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp986,87 miliar. Nilai pembelian pada hari itu mencapai Rp370,43 miliar, sementara penjualan tercatat sebesar Rp1,36 triliun.

Sehari kemudian, Selasa (20/10/2026), net sell asing kembali mencapai Rp966,11 miliar. Investor asing membukukan pembelian sebesar Rp2,69 triliun dan penjualan sebesar Rp3,66 triliun.

Secara kumulatif, penjumlahan net sell dan net buy selama enam tanggal perdagangan tersebut menghasilkan net sell sebesar Rp5,23 triliun.

Baca: Kredit Tanpa Agunan BCA: Simulasi, Syarat, dan Tips Cepat Cair

Berikut rincian transaksi asing saham BBCA berdasarkan data Foreign Value pada aplikasi trading.

TanggalForeign BuyForeign SellNet Buy/Sell
16 Okt 2026Rp1.616,46 miliarRp3.945,96 miliar-Rp2.329,49 miliar
19 Okt 2026Rp370,43 miliarRp1.357,30 miliar-Rp986,87 miliar
20 Okt 2026Rp2.691,23 miliarRp3.657,34 miliar-Rp966,11 miliar
21 Okt 2026Rp1.551,24 miliarRp1.103,14 miliar+Rp448,09 miliar
22 Okt 2026Rp386,01 miliarRp1.007,43 miliar-Rp621,42 miliar
23 Okt 2026Rp1.258,37 miliarRp2.028,91 miliar-Rp770,54 miliar
Total net sell

-Rp5.226,34 miliar

Harga Saham BBCA Turun 2,89%

Di sisi pergerakan harga, saham BBCA tercatat berada di level Rp5.025 pada akhir perdagangan 26 Oktober 2026, turun Rp150 atau 2,89% dibandingkan harga penutupan sebelumnya sebesar Rp5.175.

Volume perdagangan yang ditampilkan pada aplikasi trading mencapai 4.956.239 saham.

Baca: Harga Saham BBCA Hari Ini – Bank BCA Tbk (IDX: BBCA)

Penurunan harga tersebut terjadi di tengah dominasi transaksi jual bersih investor asing dalam periode pengamatan. Meski demikian, data aliran dana asing tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk memprediksi arah pergerakan saham selanjutnya.

Pergerakan harga BBCA juga dipengaruhi oleh kinerja keuangan perusahaan, prospek pertumbuhan kredit, kualitas aset, margin bunga bersih, valuasi saham, serta kondisi pasar modal secara keseluruhan.

Baca: Bunga Deposito BCA Terbaru 2026: Bunga Tertinggi 3,5%, Cek Tenor dan Simulasinya!

Selain itu, transaksi investor domestik juga dapat memengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bagi investor, data net sell asing dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam mengevaluasi saham BBCA. Namun, keputusan investasi sebaiknya tetap mempertimbangkan analisis fundamental, teknikal, valuasi, dan profil risiko masing-masing investor.

Disclaimer: Informasi ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat keuangan, rekomendasi investasi, atau ajakan membeli maupun menjual efek.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan