IPCC Catat Pendapatan Rp645,48 Miliar hingga September 2026, Laba Bersih Turun 6,89%

Kuhuni.com, Jakarta — PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat pendapatan operasi sebesar Rp645,48 miliar selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026. Angka tersebut turun 2,24% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp660,24 miliar. Sejalan dengan penurunan pendapatan dan kenaikan beban pokok pendapatan, laba bruto perseroan menyusut 9,73% menjadi Rp260,43 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, laba tahun berjalan IPCC mencapai Rp177,18 miliar, turun 6,89% dibandingkan Rp190,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, arus kas neto dari aktivitas operasi tercatat Rp231,03 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp298,00 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Kinerja Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)

Pendapatan Operasi Turun 2,24%

Pendapatan operasi IPCC selama sembilan bulan 2026 tercatat sebesar Rp645,48 miliar, turun Rp14,76 miliar dari Rp660,24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban pokok pendapatan meningkat 3,58% menjadi Rp385,05 miliar dari Rp371,76 miliar. Pergerakan pendapatan yang menurun bersamaan dengan kenaikan beban pokok pendapatan menekan laba bruto, yang turun dari Rp288,48 miliar menjadi Rp260,43 miliar.

Keterangan Jan–Sep 2026
(Rp ribu)
Jan–Sep 2025
(Rp ribu)
Perubahan
Pendapatan operasi 645.477.730 660.240.192 -2,24%
Beban pokok pendapatan (385.046.279) (371.755.687) +3,58%
Laba bruto 260.431.451 288.484.505 -9,73%

Margin laba bruto turun menjadi sekitar 40,35% dari 43,69% pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa porsi pendapatan yang tersisa setelah dikurangi beban pokok pendapatan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba Usaha Turun 5,85%

Laba usaha IPCC pada Januari–September 2026 mencapai Rp205,64 miliar, turun 5,85% dibandingkan Rp218,42 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp61,88 miliar dari Rp63,14 miliar. Di sisi lain, pendapatan operasi lainnya meningkat menjadi Rp7,96 miliar dari Rp2,86 miliar, sedangkan beban operasi lainnya turun menjadi Rp874,19 juta dari Rp9,79 miliar. Perubahan pada pos pendapatan dan beban operasi lainnya tersebut membantu menahan tekanan terhadap laba usaha, meskipun laba bruto mengalami penurunan.

Laba Bersih Turun 6,89%

Laba sebelum pajak penghasilan badan tercatat Rp216,47 miliar, turun 8,61% dibandingkan Rp236,86 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan keuangan turun menjadi Rp38,44 miliar dari Rp43,69 miliar, sementara beban keuangan meningkat menjadi Rp27,62 miliar dari Rp25,25 miliar.

Setelah memperhitungkan pajak penghasilan badan, IPCC membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp177,18 miliar. Nilai ini turun Rp13,12 miliar atau sekitar 6,89% dibandingkan laba Rp190,30 miliar pada Januari–September 2025.

Keterangan Jan–Sep 2026
(Rp ribu)
Jan–Sep 2025
(Rp ribu)
Perubahan
Laba usaha 205.637.686 218.420.635 -5,85%
Pendapatan keuangan 38.444.982 43.693.524 -12,01%
Beban keuangan (27.617.623) (25.253.981) +9,36%
Laba sebelum pajak 216.465.045 236.860.178 -8,61%
Laba tahun berjalan 177.178.651 190.296.750 -6,89%
Laba per saham dasar Rp97,44 Rp104,65 -6,89%

Laba per saham dasar ikut turun dari Rp104,65 menjadi Rp97,44. Penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya laba tahun berjalan pada periode pelaporan.

Baca Laporan Keuangan Emiten Lainnya

  1. Laporan Keuangan BPFI September 2026: Laba Bersih Naik 89% Jadi Rp97,81 Miliar
  2. Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
  3. Laporan Keuangan Saham ARNA September 2026: Penjualan Rp2,51 Triliun, Laba Naik 22,82%
  4. GUNA Raup Pendapatan Rp1,49 Triliun, Laba Bersih Naik 15,01% hingga September 2026
  5. Laporan keuangan PTPP September 2026: pendapatan turun 12,69% dan laba tahun berjalan Rp4,57 miliar.
  6. Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%
  7. PAMG Catat Rugi Rp2,56 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Turun 10,78%
  8. Laba AKRA Naik 32% Jadi Rp2,44 Triliun hingga September 2026
  9. Laba BTPS Naik 7% Jadi Rp1,01 Triliun hingga September 2026
  10. Clipan Finance Cetak Laba Rp153,65 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Masih Tertekan
  11. Rugi Onix Capital Membengkak Jadi Rp25,34 Miliar pada September 2026, Tertekan Rugi Kurs
  12. IPCC Catat Pendapatan Rp645,48 Miliar hingga September 2026, Laba Bersih Turun 6,89%

Arus Kas Operasi Mencapai Rp231,03 Miliar

Arus kas neto dari aktivitas operasi selama sembilan bulan 2026 mencapai Rp231,03 miliar, turun sekitar 22,47% dibandingkan Rp298,00 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penerimaan kas dari pelanggan tercatat Rp633,97 miliar, turun dari Rp664,65 miliar. Sementara itu, pembayaran kepada pemasok, utilitas, dan lainnya meningkat menjadi Rp291,33 miliar dari Rp254,51 miliar. Pembayaran kepada karyawan juga naik menjadi Rp43,50 miliar dari Rp39,54 miliar.

Penerimaan pendapatan keuangan dalam bentuk kas meningkat menjadi Rp37,55 miliar dari Rp34,38 miliar. Adapun pembayaran pajak penghasilan mencapai Rp105,66 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp106,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Keterangan Jan–Sep 2026
(Rp ribu)
Jan–Sep 2025
(Rp ribu)
Perubahan
Penerimaan kas dari pelanggan 633.969.993 664.650.936 -4,62%
Pembayaran pemasok, utilitas, dan lainnya (291.332.568) (254.508.828) +14,47%
Pembayaran kepada karyawan (43.498.096) (39.536.166) +10,02%
Pembayaran pajak penghasilan (105.659.341) (106.990.480) -1,24%
Penerimaan pendapatan keuangan 37.550.343 34.382.158 +9,21%
Kas neto dari aktivitas operasi 231.030.331 297.997.620 -22,47%

Arus Kas Pendanaan dan Pembayaran Dividen

Arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan mencapai Rp238,80 miliar, meningkat dibandingkan Rp135,91 miliar pada Januari–September 2025. Pembayaran dividen naik menjadi Rp203,16 miliar dari Rp124,29 miliar, sedangkan pembayaran liabilitas sewa mencapai Rp35,64 miliar, dibandingkan Rp11,62 miliar pada periode sebelumnya.

Arus kas dari aktivitas investasi menunjukkan penggunaan kas sebesar Rp1,59 miliar untuk perolehan aset tetap, lebih rendah dibandingkan Rp7,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Keterangan Jan–Sep 2026
(Rp ribu)
Jan–Sep 2025
(Rp ribu)
Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (1.593.202) (7.650.571)
Pembayaran dividen (203.156.573) (124.289.411)
Pembayaran liabilitas sewa (35.644.670) (11.619.834)
Kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan (238.801.243) (135.909.245)

Secara keseluruhan, kas dan setara kas pada akhir periode tercatat Rp1,07 triliun. Laporan arus kas menunjukkan kenaikan neto kas sebesar Rp9,36 miliar selama periode berjalan, sementara saldo kas akhir lebih tinggi dibandingkan posisi awal tahun yang tercantum dalam laporan.

Total Aset Turun Menjadi Rp1,98 Triliun

Pada 30 September 2026, total aset IPCC tercatat Rp1,98 triliun, turun 3,89% dibandingkan Rp2,06 triliun pada 31 Desember 2025. Total aset lancar relatif stabil di Rp1,17 triliun, sedangkan aset tidak lancar turun dari Rp887,02 miliar menjadi Rp803,31 miliar.

Kas dan setara kas turun tipis menjadi Rp1,07 triliun dari Rp1,08 triliun. Piutang usaha pihak ketiga meningkat menjadi Rp72,94 miliar dari Rp69,28 miliar. Aset kontrak pihak berelasi naik menjadi Rp17,63 miliar dari Rp13,10 miliar, sedangkan aset hak-guna turun menjadi Rp425,14 miliar dari Rp488,84 miliar.

Keterangan 30 Sep 2026
(Rp ribu)
31 Des 2025
(Rp ribu)
Perubahan
Kas dan setara kas 1.072.918.140 1.082.282.254 -0,87%
Total aset lancar 1.174.818.458 1.171.207.359 +0,31%
Total aset tidak lancar 803.306.621 887.024.659 -9,44%
Total aset 1.978.125.079 2.058.232.018 -3,89%

Liabilitas Menurun, Ekuitas Meningkat

Total liabilitas IPCC per 30 September 2026 mencapai Rp598,01 miliar, turun 14,25% dibandingkan Rp697,43 miliar pada akhir 2025. Penurunan terutama terlihat pada liabilitas jangka pendek, yang turun dari Rp276,56 miliar menjadi Rp177,15 miliar.

Utang dividen yang tercatat Rp47,57 miliar pada akhir 2025 tidak lagi tercatat pada 30 September 2026. Beban akrual turun menjadi Rp55,92 miliar dari Rp96,30 miliar, sedangkan utang usaha pihak berelasi turun menjadi Rp22,52 miliar dari Rp35,47 miliar.

Liabilitas sewa jangka panjang tercatat relatif tetap sebesar Rp420,87 miliar. Sementara itu, total ekuitas meningkat menjadi Rp1,38 triliun dari Rp1,36 triliun, terutama seiring kenaikan saldo laba belum ditentukan penggunaannya dan cadangan umum.

Keterangan 30 Sep 2026
(Rp ribu)
31 Des 2025
(Rp ribu)
Perubahan
Total liabilitas jangka pendek 177.146.860 276.564.623 -35,95%
Total liabilitas jangka panjang 420.866.165 420.866.164 ~0,00%
Total liabilitas 598.013.025 697.430.787 -14,25%
Total ekuitas 1.380.112.054 1.360.801.231 +1,42%
Total liabilitas dan ekuitas 1.978.125.079 2.058.232.018 -3,89%

Kesimpulan Kinerja IPCC hingga September 2026

Kinerja keuangan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk selama sembilan bulan 2026 menunjukkan penurunan pendapatan, laba bruto, laba usaha, dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan turun 6,89% menjadi Rp177,18 miliar, sementara arus kas operasi menyusut 22,47% menjadi Rp231,03 miliar.

Dari sisi posisi keuangan, total aset turun menjadi Rp1,98 triliun dan total liabilitas menyusut menjadi Rp598,01 miliar dibandingkan akhir 2025. Ekuitas meningkat 1,42% menjadi Rp1,38 triliun. Pergerakan tersebut mencerminkan penurunan saldo liabilitas yang lebih besar dibandingkan perubahan total aset, sementara ekuitas mengalami kenaikan.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan rekomendasi atau perintah untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan