Bank Aladin Syariah (BANK) Catat Laba Bersih Rp47,26 Miliar hingga September 2026, Turun 63,10%

Kuhuni.com, Jakarta — PT Bank Aladin Syariah Tbk (IDX: BANK) membukukan laba bersih sebesar Rp47,26 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, turun 63,10% dibandingkan Rp128,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba tersebut terjadi meskipun perseroan mencatat peningkatan pada sejumlah pendapatan usaha lainnya dan penurunan beberapa komponen beban operasional.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, Bank Aladin Syariah mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp44,41 miliar. Sementara itu, laba operasional tercatat Rp42,29 miliar pada periode berjalan, dibandingkan Rp130,18 miliar pada Januari–September 2025.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp14,42 triliun pada akhir September 2026, turun dibandingkan Rp15,94 triliun per 31 Desember 2025. Ekuitas juga menurun menjadi Rp3,29 triliun dari Rp3,32 triliun.

Bank Aladin memberikan promo pada nasabah

Laba Bersih Bank Aladin Syariah Turun 63,10%

Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih Rp47,26 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut lebih rendah Rp80,90 miliar dibandingkan laba bersih Rp128,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak tercatat Rp44,41 miliar. Perseroan juga membukukan manfaat pajak bersih Rp2,85 miliar, sehingga laba bersih periode berjalan menjadi Rp47,26 miliar.

Indikator Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan
Laba operasional Rp42,29 miliar Rp130,18 miliar -67,52%
Laba sebelum pajak Rp44,41 miliar Rp128,15 miliar -65,34%
Manfaat pajak bersih Rp2,85 miliar — —
Laba bersih Rp47,26 miliar Rp128,15 miliar -63,10%
Laba per saham dasar Rp3,36 Rp9,21 -63,52%

Laba per saham dasar Bank Aladin Syariah turun menjadi Rp3,36 dari Rp9,21 pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini sejalan dengan lebih rendahnya laba bersih yang dibukukan perseroan.

Baca: Deposito Aladin Bagi Hasil Tinggi Hingga 8,5%

Pendapatan Pengelolaan Dana dan Bagi Hasil

Pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudharib berasal dari pendapatan jual beli, bagi hasil dan ujrah, serta pendapatan usaha utama lainnya. Pendapatan dari jual beli, bagi hasil dan ujrah tercatat Rp431,60 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan Rp436,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan usaha utama lainnya meningkat menjadi Rp217,07 miliar dari Rp159,06 miliar. Dengan demikian, pendapatan dari komponen tersebut menunjukkan perkembangan yang berbeda: pendapatan jual beli, bagi hasil dan ujrah menurun tipis, sedangkan pendapatan usaha utama lainnya meningkat.

Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer tercatat Rp572,98 miliar. Pos ini merupakan bagian hasil yang menjadi hak pemilik dana syirkah temporer. Perubahan pada pendapatan pengelolaan dana dan hak pihak ketiga atas bagi hasil menjadi bagian penting dalam membaca hasil usaha Bank Aladin Syariah.

Pendapatan Usaha Lainnya Meningkat

Pendapatan usaha lainnya dari layanan perbankan dan transaksi surat berharga tetap menjadi komponen pendapatan perseroan. Pendapatan imbalan jasa perbankan tercatat Rp334,97 miliar, meningkat dibandingkan Rp328,10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Keuntungan atas penjualan surat berharga naik menjadi Rp54,38 miliar dari Rp40,81 miliar. Sementara itu, laba selisih kurs bersih tercatat Rp145 juta, dibandingkan Rp50 juta pada periode Januari–September 2025.

Komponen pendapatan usaha lainnya Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan
Pendapatan imbalan jasa perbankan Rp334,97 miliar Rp328,10 miliar +2,09%
Keuntungan penjualan surat berharga Rp54,38 miliar Rp40,81 miliar +33,26%
Laba selisih kurs bersih Rp145 juta Rp50 juta +190,00%

Kenaikan pendapatan imbalan jasa perbankan dan keuntungan penjualan surat berharga menjadi perkembangan positif pada komponen pendapatan usaha lainnya. Namun, kenaikan tersebut belum tercermin dalam pertumbuhan laba bersih secara keseluruhan.

Baca Laporan Keuangan Emiten

  1. Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
  2. Laporan Keuangan Saham ARNA September 2026: Penjualan Rp2,51 Triliun, Laba Naik 22,82%
  3. Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%
  4. Laba AKRA Naik 32% Jadi Rp2,44 Triliun hingga September 2026
  5. Laba BTPS Naik 7% Jadi Rp1,01 Triliun hingga September 2026
  6. Clipan Finance Cetak Laba Rp153,65 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Masih Tertekan
  7. IPCC Catat Pendapatan Rp645,48 Miliar hingga September 2026, Laba Bersih Turun 6,89%
  8. Sunter Lakeside Hotel (SNLK) Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Menyusut 39,36%
  9. Laporan Keuangan Bank Mandiri (BMRI) per September 2026, Laba Naik 13,86% Jadi Rp47,11 Triliun
  10. Bank Aladin Syariah (BANK) Catat Laba Bersih Rp47,26 Miliar hingga September 2026, Turun 63,10%

Beban Operasional Turun

Total beban operasional Bank Aladin Syariah tercatat Rp417,86 miliar pada Januari–September 2026, lebih rendah dibandingkan Rp452,09 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan beban ini terjadi pada beberapa pos utama, termasuk beban umum dan administrasi, gaji dan kesejahteraan karyawan, promosi, serta penyusutan dan amortisasi.

Komponen beban Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan
Umum dan administrasi Rp225,68 miliar Rp231,37 miliar -2,46%
Gaji dan kesejahteraan karyawan Rp89,73 miliar Rp111,71 miliar -19,67%
Promosi Rp60,66 miliar Rp63,92 miliar -5,09%
Penyusutan dan amortisasi Rp27,00 miliar Rp33,06 miliar -18,33%
Beban lain-lain Rp14,79 miliar Rp12,04 miliar +22,86%
Total beban operasional Rp417,86 miliar Rp452,09 miliar -7,57%

Beban gaji dan kesejahteraan karyawan turun 19,67% menjadi Rp89,73 miliar. Beban umum dan administrasi berkurang 2,46% menjadi Rp225,68 miliar, sedangkan biaya promosi turun 5,09% menjadi Rp60,66 miliar.

Di sisi lain, beban lain-lain meningkat menjadi Rp14,79 miliar dari Rp12,04 miliar. Perseroan juga mencatat pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif sebesar Rp5,02 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp34,67 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Total Aset Menjadi Rp14,42 Triliun

Per 30 September 2026, total aset Bank Aladin Syariah tercatat Rp14,42 triliun, turun sekitar 9,49% dibandingkan Rp15,94 triliun pada 31 Desember 2025. Ekuitas perseroan juga turun dari Rp3,32 triliun menjadi Rp3,29 triliun.

Posisi keuangan 30 Sep 2026 31 Des 2025 Perubahan
Total aset Rp14,42 triliun Rp15,94 triliun -9,49%
Total dana syirkah temporer Rp10,40 triliun Rp10,64 triliun -2,26%
Total ekuitas Rp3,29 triliun Rp3,32 triliun -1,03%

Dalam komponen aset produktif, pembiayaan musyarakah tercatat Rp4,18 triliun sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Pinjaman qardh tercatat Rp993,19 miliar, sedangkan piutang murabahah sebesar Rp32,77 miliar.

Investasi pada surat berharga tercatat Rp5,72 triliun sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Pos ini menjadi salah satu komponen utama aset perseroan bersama pembiayaan musyarakah dan penempatan pada Bank Indonesia.

Dana Syirkah Temporer Didominasi Deposito Mudharabah

Dana syirkah temporer Bank Aladin Syariah tercatat Rp10,40 triliun pada 30 September 2026, turun dibandingkan Rp10,64 triliun pada akhir 2025. Dana tersebut terdiri atas giro mudharabah, tabungan mudharabah, dan deposito mudharabah.

Jenis dana 30 Sep 2026 31 Des 2025 Perubahan
Giro mudharabah Rp21,05 miliar Rp7,12 miliar +195,72%
Tabungan mudharabah Rp2,01 triliun Rp1,09 triliun +84,57%
Deposito mudharabah Rp8,61 triliun Rp9,30 triliun -7,45%
Total dana syirkah temporer Rp10,40 triliun Rp10,64 triliun -2,26%

Deposito mudharabah tetap menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp8,61 triliun, meskipun turun dibandingkan Rp9,30 triliun pada akhir 2025. Sebaliknya, tabungan mudharabah meningkat menjadi Rp2,01 triliun dari Rp1,09 triliun, sementara giro mudharabah naik menjadi Rp21,05 miliar dari Rp7,12 miliar.

Ekuitas Bank Aladin Syariah Tercatat Rp3,29 Triliun

Ekuitas Bank Aladin Syariah mencapai Rp3,29 triliun per 30 September 2026, turun sekitar 1,03% dibandingkan Rp3,32 triliun pada akhir Desember 2025. Modal saham tercatat Rp1,41 triliun, sedangkan tambahan modal disetor mencapai Rp967,38 miliar.

Dana setoran modal tetap sebesar Rp1,64 triliun. Pada sisi saldo laba, saldo laba dari kegiatan konvensional tercatat Rp29,54 miliar, sedangkan saldo rugi dari kegiatan syariah berkurang menjadi Rp696,95 miliar dari Rp744,21 miliar pada akhir 2025.

Akumulasi keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi atas surat berharga yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain berubah dari keuntungan Rp2,80 miliar pada akhir 2025 menjadi kerugian Rp29,06 miliar pada September 2026. Perubahan tersebut turut menjadi bagian dari pergerakan komponen ekuitas perseroan.

Kesimpulan

Kinerja Bank Aladin Syariah hingga September 2026 menunjukkan laba bersih Rp47,26 miliar, turun 63,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba operasional tercatat Rp42,29 miliar, sementara pendapatan imbalan jasa perbankan dan keuntungan penjualan surat berharga mengalami peningkatan.

Dari sisi beban, total beban operasional turun 7,57% menjadi Rp417,86 miliar. Sementara itu, total aset menyusut menjadi Rp14,42 triliun dan dana syirkah temporer turun menjadi Rp10,40 triliun. Tabungan mudharabah meningkat, tetapi deposito mudharabah sebagai komponen dana terbesar mengalami penurunan.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan rekomendasi atau perintah untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan