ARA Saham IPO Terbaru 2026: Batas Auto Reject Atas 35%, 25%, dan 20%

ARA saham IPO menjadi salah satu hal yang perlu diketahui investor sebelum membeli saham perusahaan yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

ARA merupakan singkatan dari Auto Rejection Atas, yaitu batas maksimal kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan. Jika investor memasukkan pesanan beli di atas batas yang ditentukan, sistem perdagangan BEI akan menolaknya secara otomatis.

Namun, batas ARA saham IPO tidak sama untuk semua saham. Besarnya ARA bergantung pada rentang harga saham dan papan pencatatannya.


ara saham ipo
Ara saham ipo

Berdasarkan ketentuan BEI yang berlaku saat ini, batas ARA untuk saham pada Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru adalah 35%, 25%, atau 20%, tergantung harga saham.

Sementara itu, saham yang tercatat di Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus (Watchlist) memiliki ketentuan ARA tersendiri.

Berapa Batas ARA Saham IPO 2026?

Berikut batas Auto Rejection Atas saham yang berlaku di BEI:

Papan/Rentang Harga

Batas ARA

Papan Utama, Papan Pengembangan, Papan Ekonomi Baru: Rp50–Rp200

35%

Papan Utama, Papan Pengembangan, Papan Ekonomi Baru: >Rp200–Rp5.000

25%

Papan Utama, Papan Pengembangan, Papan Ekonomi Baru: >Rp5.000

20%

Papan Akselerasi & Watchlist: Rp1–Rp10

Rp1

Papan Akselerasi & Watchlist: >Rp10

10%

Ketentuan tersebut efektif sejak 8 April 2025 berdasarkan Peraturan BEI Nomor II-A Kep-00003/BEI/04-2025. BEI juga menetapkan bahwa perdagangan perdana saham hasil penawaran umum menggunakan 1 kali persentase batas Auto Rejection yang berlaku.

Artinya, saham IPO tidak otomatis memiliki batas ARA dua kali lipat dari batas normal.

1. ARA Saham IPO Harga Rp50 sampai Rp200

Saham IPO dengan harga perdana Rp50 sampai Rp200 memiliki batas ARA sebesar 35% apabila saham tersebut berada pada Papan Utama, Papan Pengembangan, atau Papan Ekonomi Baru.

Sebagai contoh, sebuah saham IPO ditawarkan dengan harga Rp100 per saham.

Perhitungannya:

Rp100 × 35% = Rp35

Maka harga saham setelah naik sebesar batas ARA menjadi:

Rp100 + Rp35 = Rp135

Jadi, secara persentase, saham IPO dengan harga Rp100 dapat naik maksimal 35% atau menjadi Rp135 apabila langsung mencapai ARA.

Contoh lain, jika harga IPO Rp150:

Rp150 × 35% = Rp52,50

Harga secara teoritis menjadi Rp202,50. Namun, harga transaksi di Bursa tetap mengikuti fraksi harga saham yang berlaku.

Perlu diperhatikan saat harga melewati Rp200

Ada hal penting yang sering membuat investor bingung.

Misalnya saham IPO dibuka pada harga Rp150 dan kemudian naik hingga melewati Rp200. Ketika harga acuannya sudah berada di kelompok harga di atas Rp200 sampai Rp5.000, batas persentase ARA berikutnya mengikuti kelompok tersebut, yaitu 25%.

Jadi, persentase ARA tidak selamanya 35%.

2. ARA Saham IPO Harga di Atas Rp200 sampai Rp5.000

Untuk saham dengan harga lebih dari Rp200 sampai Rp5.000, batas ARA adalah 25%.

Misalnya harga IPO ditetapkan Rp500.

Perhitungannya:

Rp500 × 25% = Rp125

Jika saham tersebut mencapai batas ARA, harga maksimal berdasarkan persentase tersebut menjadi:

Rp500 + Rp125 = Rp625

Contoh lain, saham IPO dengan harga Rp1.000.

Rp1.000 × 25% = Rp250

Maka harga setelah naik 25% menjadi:

Rp1.250

Ketentuan 25% ini berlaku untuk saham pada Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru dalam rentang harga tersebut.

3. ARA Saham IPO Harga di Atas Rp5.000

Bagaimana jika harga saham IPO berada di atas Rp5.000?

Batas ARA yang berlaku adalah 20%.

Contohnya, sebuah perusahaan menetapkan harga IPO Rp10.000 per saham.

Perhitungannya:

Rp10.000 × 20% = Rp2.000

Jika mencapai batas ARA, harga saham menjadi:

Rp12.000

Jadi, saham dengan harga di atas Rp5.000 tidak menggunakan batas ARA 25% atau 35%, tetapi 20%.

4. Bagaimana ARA Saham IPO Papan Akselerasi?

Saham yang tercatat di Papan Akselerasi memiliki aturan berbeda.

Untuk harga saham Rp1 sampai Rp10, batas ARA bukan dihitung berdasarkan persentase. Batas perubahannya adalah Rp1.

Sementara untuk harga saham di atas Rp10, batas ARA adalah 10%.

Contohnya, saham Papan Akselerasi memiliki harga Rp50.

Maka batas ARA:

Rp50 × 10% = Rp5

Harga maksimal berdasarkan batas ARA menjadi:

Rp55

Sedangkan jika harga saham Papan Akselerasi Rp10, batas perubahannya adalah Rp1, bukan 10%.

Dengan demikian:

Harga Saham Akselerasi

Batas ARA

Rp1–Rp10

Rp1

Di atas Rp10

10%

BEI saat ini mencantumkan Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus dalam kelompok yang menggunakan ketentuan tersebut.

5. Apakah ARA Saham IPO Sama dengan ARA Saham Biasa?

Untuk perdagangan perdana, BEI menetapkan bahwa Auto Rejection saham hasil penawaran umum yang pertama kali diperdagangkan di Bursa ditetapkan sebesar 1 kali persentase batas Auto Rejection yang berlaku.

Dengan demikian, investor tidak perlu menggunakan rumus lama yang menganggap batas ARA saham IPO dua kali lipat.

Misalnya saham IPO berada pada rentang harga Rp50–Rp200.

Batas ARA yang berlaku adalah:

35% × 1 = 35%

Jika harga IPO Rp100, batas kenaikannya secara persentase adalah Rp35.

Harga menjadi sekitar Rp135, dengan tetap memperhatikan ketentuan fraksi harga.

Aturan ini tercantum langsung dalam mekanisme perdagangan BEI.

6. Cara Menghitung ARA Saham IPO

Untuk mempermudah, investor bisa menggunakan rumus sederhana:

Nilai ARA = Harga Saham × Persentase ARA

Kemudian:

Harga ARA = Harga Saham + Nilai ARA

Berikut beberapa contoh.

IPO Rp100

Harga IPO = Rp100
ARA = 35%

Rp100 × 35% = Rp35

Harga ARA = Rp135

IPO Rp500

Harga IPO = Rp500
ARA = 25%

Rp500 × 25% = Rp125

Harga ARA = Rp625

IPO Rp2.000

Harga IPO = Rp2.000
ARA = 25%

Rp2.000 × 25% = Rp500

Harga ARA = Rp2.500

IPO Rp10.000

Harga IPO = Rp10.000
ARA = 20%

Rp10.000 × 20% = Rp2.000

Harga ARA = Rp12.000

Baca Juga: 10 Aplikasi Trading Saham Terbaik

Perhitungan di atas merupakan ilustrasi berdasarkan persentase batas ARA. Harga transaksi aktual tetap mengikuti fraksi harga dan mekanisme perdagangan BEI.

7. Apakah ARA Saham IPO Hari Kedua Tetap Sama?

Belum tentu.

Pada perdagangan berikutnya, batas ARA dihitung berdasarkan harga acuan yang berlaku.

BEI menjelaskan bahwa harga acuan untuk pembatasan harga dapat menggunakan harga previous, harga teoretis hasil aksi korporasi, atau harga perdana untuk saham perusahaan yang baru pertama kali diperdagangkan di Bursa, sesuai kondisi yang berlaku.

Selain itu, perubahan harga saham dapat membuat saham masuk ke kelompok harga yang berbeda.

Misalnya:

·         Harga awal Rp150 → kelompok ARA 35%

·         Harga kemudian berada di atas Rp200 → masuk kelompok ARA 25%

Karena itu, investor tidak bisa berasumsi bahwa sebuah saham akan selalu memiliki batas ARA 35% setiap hari hanya karena harga IPO-nya berada di bawah Rp200.

8. ARA Bukan Berarti Saham Pasti Bagus

Saham yang ARA pada hari pertama memang menarik perhatian pasar.

Namun, ARA bukan ukuran bahwa sebuah perusahaan memiliki fundamental yang bagus.

ARA hanya menunjukkan bahwa harga saham telah mencapai batas kenaikan yang ditentukan dalam sistem perdagangan Bursa.

Kenaikan tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

·         Permintaan investor yang tinggi;

·         Jumlah saham yang ditawarkan saat IPO;

·         Jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan;

·         Valuasi perusahaan;

·         Prospek industri;

·         Sentimen pasar;

·         Kondisi IHSG;

·         Ekspektasi investor terhadap kinerja perusahaan.

Karena itu, investor sebaiknya tidak membeli saham IPO hanya karena melihat saham tersebut ARA.

9. ARA dan ARB Saham Terbaru

Selain ARA, investor juga perlu memahami ARB atau Auto Rejection Bawah.

Jika ARA membatasi kenaikan harga, ARB membatasi penurunan harga saham.

Untuk saham pada Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, batas saat ini adalah:

·         ARA 35% dan ARB 15% untuk harga Rp50–Rp200;

·         ARA 25% dan ARB 15% untuk harga >Rp200–Rp5.000;

·         ARA 20% dan ARB 15% untuk harga >Rp5.000.

Sementara Papan Akselerasi dan Watchlist menggunakan ketentuan tersendiri.

Perubahan batas ARB menjadi 15% merupakan bagian dari kebijakan asymmetric auto rejection yang efektif diberlakukan sejak 8 April 2025.

Baca Juga: Pengertian Saham Akselerasi dan Ciri-cirinya


Kesimpulan

ARA saham IPO 2026 tidak lagi bisa disamaratakan 35% untuk semua saham.

Untuk saham Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, batas ARA berdasarkan harga adalah:

·         Rp50–Rp200: 35%

·         Di atas Rp200–Rp5.000: 25%

·         Di atas Rp5.000: 20%

Sementara untuk Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus, batasnya adalah:

·         Rp1–Rp10: Rp1

·         Di atas Rp10: 10%

Khusus perdagangan perdana saham hasil IPO, BEI menetapkan penerapan Auto Rejection sebesar 1 kali persentase batas ARA yang berlaku.

Jadi, jika ada saham IPO dengan harga Rp100, batas ARA-nya 35%. Jika harga IPO Rp500, batas ARA-nya 25%. Sedangkan jika harga IPO Rp10.000, batas ARA-nya 20%.

Investor juga perlu memahami bahwa saham yang ARA bukan berarti otomatis merupakan saham yang bagus. ARA hanya menunjukkan bahwa harga telah mencapai batas kenaikan yang ditetapkan Bursa.

FAQ ARA Saham IPO

Berapa persen ARA saham IPO 2026?
Batas ARA saham IPO adalah 35%, 25%, atau 20% untuk saham Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, tergantung rentang harga saham. Papan Akselerasi dan Watchlist memiliki ketentuan tersendiri.

Apakah semua saham IPO bisa ARA 35%?
Tidak. Batas 35% berlaku untuk saham dengan harga Rp50 sampai Rp200 pada Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru.

Berapa ARA saham IPO harga Rp500?
Saham IPO dengan harga Rp500 berada pada kelompok >Rp200 sampai Rp5.000, sehingga batas ARA-nya 25%.

Berapa ARA saham IPO harga Rp100?
Batas ARA-nya 35%. Secara sederhana, Rp100 dapat naik Rp35 menjadi Rp135, dengan memperhatikan fraksi harga yang berlaku.

Berapa ARA saham IPO harga Rp10.000?
Batas ARA untuk harga di atas Rp5.000 adalah 20%. Dengan harga Rp10.000, kenaikan berdasarkan batas tersebut adalah Rp2.000, sehingga menjadi Rp12.000.

Apakah ARA saham IPO hari kedua tetap sama?
Tidak selalu. Batas ARA perdagangan berikutnya mengikuti harga acuan dan kelompok harga saham pada hari tersebut.

Apakah saham yang ARA berarti bagus?
Tidak. ARA hanya merupakan batas kenaikan harga dalam mekanisme perdagangan Bursa dan bukan ukuran fundamental perusahaan.


Sumber data: Bursa Efek Indonesia

IPO SUPA Pasang Harga Rp635 Per Lembar, Cek Prospek Saham Superbank!


Kuhuni.com – Jadwal IPO SUPA – PT Super Bank Indonesia Tbk (IDX: SUPA) sedang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dan akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 17 Desember 2025.

Berdasarkan prospektus SUPA, masa masa penawaran umum perdana saham berlangsung pada 10 – 15 Desember 2025.

Harga IPO saham SUPA (Super Bank Indonesia) ditetapkan Rp635 per lembar. Harga ini lebih rendah dari harga tertinggi pada masa penawaran awal yang mencapai Rp695 per saham.

PT Super Bank Indonesia Tbk melepas sebanyak 4,40 miliar saham kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Superbank akan meraup dana sekitar Rp2,79 triliun dari aksi korporasi ini. Penggalangan dana melalui IPO ini menjadi langkah strategis bagi Superbank untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi bisnis ke depan.

Saham RLCO IPO Tanggal 8 Desember 2025 dengan Harga Rp168 Per Lembar

IPO saham Abadi Lestari Indonesia
Ilustrasi IPO Saham RLCO


Saham RLCO akan melantai di BEI di Tanggal 8 Desember 2025 dengan harga Rp 168 per lembar. Harga ini merupakan harga atas dari penawaran awal Rp150–Rp168 per saham. 

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) adalah perusahaan asal Bojonegoro yang berevolusi dari eksportir sarang burung walet menjadi produsen produk kesehatan konsumen (healthy consumer goods).

Saham RLCO menawarkan 625 juta saham (20%) dengan  harga Rp168 per saham, sehingga akan menerima dana segar dari IPO sebesar Rp105 miliar. Artikel ini merangkum profil perusahaan, portofolio produk, jadwal IPO, sorotan keuangan, rencana penggunaan dana, dan risiko yang perlu diperhatikan investor.

Jadwal IPO RLCO, Cek Prospek Saham Abadi Lestari Indonesia Tbk

IPO saham Abadi Lestari Indonesia
Ilustrasi IPO Saham RLCO


PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) adalah perusahaan asal Bojonegoro yang berevolusi dari eksportir sarang burung walet menjadi produsen produk kesehatan konsumen (healthy consumer goods).

Menjelang rencana pencatatan di Bursa Efek Indonesia, RLCO menawarkan 625 juta saham (20% dari modal setelah IPO) dengan rentang harga Rp150–Rp168 per saham, menargetkan penghimpunan dana maksimum Rp105 miliar. Artikel ini merangkum profil perusahaan, portofolio produk, jadwal IPO, sorotan keuangan, rencana penggunaan dana, dan risiko yang perlu diperhatikan investor.

IPO PJHB Tetapkan Harga Rp330 per Saham

 IPO PJHBKuhuni.com, – Dunia pelayaran Indonesia kembali kedatangan pemain baru di pasar modal. Kali ini, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (IDX: PJHB), perusahaan pelayaran asal Samarinda, Kalimantan Timur, resmi menetapkan harga penawaran umum perdana (IPO) di Rp330 per saham.

PJHB dijadwalkan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 November 2025.

Jadwal IPO PJHB, Cek Prospek Saham Pelayaran Jaya Hidup Baru

 

saham PJHB

Kuhuni.com – Jadwal IPO PJHB. PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (IDX: PJHB) akan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 5 November 2025. Masa penawaran awal (bookbuilding) saham PJHB berlangsung pada 22–27 Oktober 2025, dan masa penawaran umum perdana saham dilaksanakan pada 30 Oktober–3 November 2025.

Harga penawaran saham PJHB berada pada kisaran Rp310–Rp330 per lembar, dengan nilai nominal Rp50 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan kepada publik mencapai 480.000.000 lembar saham baru, atau setara 25% dari modal disetor setelah IPO.

Bersamaan dengan penawaran umum, PJHB juga menerbitkan 240.000.000 Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru. Setiap 2 saham baru akan memperoleh 1 Waran Seri I, yang dapat dieksekusi mulai 4 Mei 2026 hingga 4 November 2026 dengan harga pelaksanaan Rp330 per saham.

 Lihat Juga: Tips Trading Saham untuk Pemula Agar Cepat Cuan

Perkiraan total nilai IPO PJHB berada pada kisaran Rp148,8 miliar hingga Rp158,4 miliar, tergantung pada harga final yang akan ditetapkan saat masa penawaran umum. Sementara itu, nilai maksimal pelaksanaan waran mencapai Rp79,2 miliar.

Penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini adalah PT Pilarmas Investindo Sekuritas.

Jadwal IPO COAL, Cek Prospek Saham Black Diamond Resources

Jadwal IPO COAL


Kuhuni.com – Jadwal IPO COAL - Black Diamond Resources Tbk (IDX: COAL) berencana listing di Bursa Efek Indonesia 7 September 2022. Jadwal masa penawaran awal (bookbuilding) saham COAL dimulai tanggal 12–22 Agusutus 2022. Jadwal masa penawaran umum perdana saham diperkirakan tanggal 31 Agustus – 5 September 2022.

Harga saham COAL (Black Diamond Resources) pada masa penawaran awal berkisar dari harga Rp100 – Rp130 per lembar saham.

Jadwal IPO AMMS, Cek Prospek Saham Agung Menjangan Mas

Saham AMMS Agung Menjangan Mas

Kuhuni.com – Jadwal IPO AMMS (Agung Menjangan Mas) akan listing di Bursa Efek Indonesia tanggal 4 Agustus 2022. Jadwal masa penawaran awal (bookbuilding) saham AMMS telah selesai dari tanggal 7 – 13 Juli 2022. Jadwal masa penawaran umum perdana saham mulai tanggal 29 Juli – 2 Agustus 2022.

Harga saham AMMS (Agung Menjangan Mas) ditawarkan ke publik sebesar Rp100 per lembar. Harga ini merupakan harga bawah dari harga Rp100 – Rp150 per lembar saham pada masa penawaran awal.

Jadwal IPO RCCC, Cek Prospek Saham Utama Radar Cahaya Tbk

Prospek Saham RCCC / Utama Radar Cahaya


Kuhuni.com – Jadwal IPO RCCC - Utama Radar Cahaya Tbk (IDX: RCCC) berencana listing di Bursa Efek Indonesia 2 Agustus 2022. Jadwal masa penawaran awal (bookbuilding) saham RCCC dimulai tanggal 8 Juli – 12 Juli 2022. Jadwal masa penawaran umum perdana saham diperkirakan tanggal 27 – 29 Juli 2022.

Harga saham RCCC (Utama Radar Cahaya) pada masa penawaran awal berkisar dari harga Rp110 – Rp150 per lembar saham.

Jadwal IPO ARKO, Cek Prospek Saham Arkora Hydro Tbk

prospek saham Arkora Hydro


Kuhuni.com – Jadwal IPO ARKO - Arkora Hydro Tbk (IDX: ARKO) akan listing di Bursa Efek Indonesia 8 Juli 2022. Jadwal masa penawaran awal (bookbuilding) saham ARKO telah selesari dari tanggal 20–28 Juni 2022. Jadwal masa penawaran umum perdana saham mulai tanggal 4 – 6 Juli 2022.

Harga saham ARKO (Arkora Hydro) ditetapkan pada harga Rp300 per lembar. Harga ini naik 4 poin dari harga masa penawaran awal yang berkisar dari Rp286 – Rp310 per lembar saham.

Terbaru

      Konten Pilihan