Kuhuni.com, Jakarta — PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat kinerja keuangan yang menguat sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perseroan mencapai US$896,07 juta, naik US$190,68 juta atau 27,03% dibandingkan US$705,39 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan pendapatan tersebut diikuti peningkatan laba bruto, laba usaha, hingga laba bersih. Laba periode berjalan INCO mencapai US$147,12 juta, melonjak US$94,68 juta atau 180,57% dibandingkan US$52,45 juta pada sembilan bulan 2025.
| Dump Truck Tambang sedang beroperasi di areal pertambangan |
Kinerja Keuangan INCO 9M 2026
Berikut perbandingan kinerja keuangan PT Vale Indonesia Tbk selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 dan 30 September 2025.
| Pos | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan | % |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan | US$896,07 juta | US$705,39 juta | +US$190,68 juta | +27,03% |
| Laba bruto | US$221,41 juta | US$73,49 juta | +US$147,92 juta | +201,30% |
| Laba usaha | US$192,00 juta | US$38,01 juta | +US$153,99 juta | +405,12% |
| Laba sebelum pajak | US$190,80 juta | US$72,18 juta | +US$118,63 juta | +164,36% |
| Laba periode berjalan | US$147,12 juta | US$52,45 juta | +US$94,68 juta | +180,57% |
| Laba per saham dasar dan dilusian | US$0,0140 | US$0,0050 | +US$0,0090 | +180,00% |
Pendapatan Naik 27,03%
Pendapatan INCO pada sembilan bulan 2026 tercatat US$896,07 juta, meningkat US$190,68 juta dari US$705,39 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi US$674,66 juta dari US$631,90 juta. Namun, kenaikan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan beban pokok membuat laba bruto meningkat signifikan menjadi US$221,41 juta dari US$73,49 juta.
Dengan demikian, margin laba bruto INCO meningkat menjadi sekitar 24,71% pada 9M26, dibandingkan sekitar 10,42% pada 9M25.
Laba Usaha Melonjak Lebih dari 400%
Laba usaha INCO mencapai US$192,00 juta pada sembilan bulan 2026, naik US$153,99 juta atau 405,12% dibandingkan US$38,01 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan juga mencatat pendapatan lainnya sebesar US$16,14 juta dan keuntungan selisih kurs neto sebesar US$61,20 juta. Di sisi lain, beban keuangan mencapai US$9,30 juta, meningkat dari US$6,05 juta pada sembilan bulan 2025.
Laba sebelum pajak kemudian mencapai US$190,80 juta, meningkat US$118,63 juta atau 164,36% dari US$72,18 juta.
Laba Bersih INCO Naik 180,57%
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar US$43,68 juta, INCO membukukan laba periode berjalan US$147,12 juta. Angka tersebut naik US$94,68 juta atau 180,57% dari US$52,45 juta pada sembilan bulan 2025.
Margin laba bersih perseroan juga meningkat menjadi sekitar 16,42%, dibandingkan sekitar 7,44% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba per saham dasar dan dilusian naik menjadi US$0,0140 dari US$0,0050.
Baca Laporan Keuangan Emiten
- Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
- Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%
- Laba AKRA Naik 32% Jadi Rp2,44 Triliun hingga September 2026
- Laba BTPS Naik 7% Jadi Rp1,01 Triliun hingga September 2026
- Clipan Finance Cetak Laba Rp153,65 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Masih Tertekan
- IPCC Catat Pendapatan Rp645,48 Miliar hingga September 2026, Laba Bersih Turun 6,89%
- Sunter Lakeside Hotel (SNLK) Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Menyusut 39,36%
- Laporan Keuangan Bank Mandiri (BMRI) per September 2026, Laba Naik 13,86% Jadi Rp47,11 Triliun
- Bank Aladin Syariah (BANK) Catat Laba Bersih Rp47,26 Miliar hingga September 2026, Turun 63,10%
- Bukalapak (BUKA) Catat Rugi Rp881,06 Miliar hingga September 2026
- Laporan Keuangan Vale Indonesia (INCO) per September 2026, Laba US$147,12 Juta Melonjak 180,57%
Total Aset INCO Tembus US$3,65 Miliar
Dari sisi posisi keuangan, total aset INCO per 30 September 2026 mencapai US$3,65 miliar, meningkat US$307,23 juta atau 9,19% dibandingkan US$3,35 miliar pada 31 Desember 2025.
| Komponen Aset | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan | % |
|---|---|---|---|---|
| Kas dan setara kas | US$247,31 juta | US$376,36 juta | -US$129,05 juta | -34,28% |
| Persediaan | US$265,33 juta | US$192,07 juta | +US$73,26 juta | +38,14% |
| Aset tetap | US$2,56 miliar | US$2,31 miliar | +US$245,12 juta | +10,60% |
| Jumlah aset lancar | US$728,63 juta | US$749,50 juta | -US$20,87 juta | -2,78% |
| Jumlah aset | US$3,65 miliar | US$3,35 miliar | +US$307,23 juta | +9,19% |
Kenaikan aset terutama terlihat pada aset tetap yang bertambah US$245,12 juta menjadi US$2,56 miliar. Persediaan juga meningkat US$73,26 juta menjadi US$265,33 juta.
Sementara itu, kas dan setara kas turun US$129,05 juta menjadi US$247,31 juta dari US$376,36 juta pada akhir 2025.
Liabilitas Naik 36,42%
Total liabilitas INCO per 30 September 2026 mencapai US$778,69 juta, meningkat US$207,92 juta atau 36,42% dibandingkan US$570,77 juta pada akhir Desember 2025.
| Komponen Liabilitas dan Ekuitas | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan | % |
|---|---|---|---|---|
| Liabilitas jangka pendek | US$411,49 juta | US$362,39 juta | +US$49,10 juta | +13,55% |
| Liabilitas jangka panjang | US$367,21 juta | US$208,38 juta | +US$158,83 juta | +76,22% |
| Total liabilitas | US$778,69 juta | US$570,77 juta | +US$207,92 juta | +36,42% |
| Ekuitas | US$2,87 miliar | US$2,78 miliar | +US$99,31 juta | +3,58% |
Kenaikan liabilitas jangka panjang terutama terlihat setelah adanya pinjaman bank jangka panjang sebesar US$175 juta per 30 September 2026, sementara pada akhir 2025 pos tersebut tercatat nihil.
Ekuitas perseroan juga meningkat menjadi US$2,87 miliar dari US$2,78 miliar. Dengan posisi tersebut, ekuitas masih menjadi bagian terbesar dari struktur pendanaan aset INCO.
Posisi Keuangan per September 2026
Secara keseluruhan, total aset INCO mencapai US$3,65 miliar, dengan aset tidak lancar sebesar US$2,92 miliar dan aset lancar US$728,63 juta. Aset tetap menjadi komponen terbesar dengan nilai US$2,56 miliar.
Di sisi kewajiban, total liabilitas mencapai US$778,69 juta, sedangkan ekuitas sebesar US$2,87 miliar. Berdasarkan angka tersebut, rasio liabilitas terhadap aset berada di sekitar 21,31%, sementara rasio ekuitas terhadap aset sekitar 78,69%.
Kesimpulan
Kinerja PT Vale Indonesia Tbk hingga September 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan pada profitabilitas. Pendapatan tumbuh 27,03%, laba bruto melonjak 201,30%, laba usaha meningkat 405,12%, dan laba bersih naik 180,57% secara tahunan.
Di neraca, aset bertambah 9,19% menjadi US$3,65 miliar dan ekuitas naik 3,58% menjadi US$2,87 miliar. Namun, total liabilitas juga meningkat 36,42%, antara lain seiring munculnya pinjaman bank jangka panjang US$175 juta.
Pergerakan kas juga menjadi perhatian, dengan saldo kas dan setara kas turun US$129,05 juta dari posisi akhir 2025. Sementara itu, pertumbuhan aset tetap menunjukkan adanya peningkatan investasi pada aset produktif perseroan selama periode berjalan.
FAQ PT Vale Indonesia (INCO)
Berapa pendapatan INCO hingga September 2026?
PT Vale Indonesia mencatat pendapatan US$896,07 juta pada sembilan bulan 2026, naik US$190,68 juta atau 27,03% dibandingkan US$705,39 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berapa laba bersih INCO pada 9M 2026?
Laba periode berjalan INCO mencapai US$147,12 juta, meningkat US$94,68 juta atau 180,57% dibandingkan US$52,45 juta pada sembilan bulan 2025.
Berapa total aset INCO per September 2026?
Total aset PT Vale Indonesia mencapai US$3,65 miliar per 30 September 2026, naik US$307,23 juta atau 9,19% dibandingkan US$3,35 miliar pada akhir 2025.
Bagaimana posisi liabilitas INCO?
Total liabilitas INCO mencapai US$778,69 juta per 30 September 2026, naik US$207,92 juta atau 36,42% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar US$570,77 juta.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
0 comments
Posting Komentar