Laba Bersih Gudang Garam (GGRM) Kuartal II 2020 Turun 10,75%


Laba Bersih Gudang Garam (GGRM) Kuartal II 2020 Turun 10,75%

Kuhuni.com – Laba bersih Gudang Garam Tbk (GGRM) pada semester 1 tahun 2020 sebesar Rp 3,82 triliun. Laba bersih GGRM kuartal II tahun 2020 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 10,75% dibandingkan kuartal II tahun 2019 laba bersihnya mencapai Rp 4,28 triliun.

Laporan keuangan Gudang Garam Tbk Kuartal II tahun 2020
Sumber: Laporan keuangan Gudang Garam Tbk Kuartal II tahun 2020
Bila diperhatikan pada laporan keuangan GGRM di atas. Pendapatan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dari Januari hingga Juni 2020 sebesar Rp 53,65 triliun. Pendapatan ini terdiri dari pendapatan sigaret kretek mesin sebesar Rp 48,79 triliun, naik dibanding Q2-2019 yang hanya Rp 48,27 triliun. Pendapatan sigaret kretek tangan sebesar Rp 4,21 triliun, naik dibanding Q2-2019 yang hanya Rp 3,79 triliun. Pendapatan rokok klobot sebesar Rp 12,80 miliar, turun dibanding Q2-2019 yang mencapai Rp 14,76 miliar. Kertas karton sebesar Rp 581,17 miliar, naik dibanding Q2-2019 yang hanya Rp 515,83 miliar. Pendapatan lainnya sebesar sebesar Rp 45,19 miliar, turun dibanding Q2-2019 yang mencapai Rp 138,20 miliar


Bila diperhatikan pendapatan Gudang Garam hingga 30 Juni 2020 mengalami keanikan. Pendapatan GGRM naik sebesar 1,72% dibanding semester 1 tahun 2019 yang pendapatannya hanya Rp 52,74 triliun.

Biaya pokok penjualan GGRM pada kuartal II-2020 sebesar Rp 44,99 triliun, mengalami  kenaikan 5,15% dari sebelumnya QII-2019 Rp 42,78 triliun. Meningkatnya biaya pokok penjualan membuat laba bruto jadi Rp 8,66 triliun, turun 13,02% dibanding semester 1 tahun 2019 yang mencapai Rp 9,95 triliun.

Untuk beban usaha tercatat mengalami penurunan, QII-2020 Rp 3,55 triliun (QII-2019 Rp 4,05 triliun). Sedangkan beban lainnya juga mengalami penurunan di QII-2020 Rp 1,94 miliar (QII-2019 Rp 15,63 miliar). GGRM mencatatkan penghasilan lainnya sebesar Rp 112,00 miliar, naik dibanding  QII-2019 yang hanya Rp 90,76 miliar. Sementara beban bunga sebesar Rp 279,92 miliar, naik dibanding QII-2019 yang hanya Rp 263,09 miliar. Meskipun pendapatan GGRM meningkat, namun meningkatnya biaya pokok akhirnya membuat  laba bersih turun, sehingga laba per saham juga ikut turun. Laba bersih per saham GGRM pada kuartal II tahun 2020 menjadi Rp 1.986 per saham (QII-2019  Rp 2.225 per saham).

Hingga 30 Juni 2020 PT Gudang Garam Tbk (GGRM) memiliki total aset sebesar Rp 79,15 triliun. Terdiri dari aset lancar sebesar Rp 51,28 triliun yang di dalamnya terdapat kas dan setara kas sebesar Rp 8,25 triliun. Sementara Aset tidak lancar sebesar Rp 27,87 triliun. Jumlah liabilitas/hutang GGRM tercatat sebesar Rp 24,40 triliun yang terdiri dari jumlah hutang jangka pendek sebesar Rp 21,76 triliun yang di dalamnya terdapat huang bangk sebesar Rp 8,30 triliun. Serta hutang jangka panjang Rp 2,64 triliun. Terakhir, GGRM memiliki total ekuitas sebesar Rp 54,75 triliun.

 BACA JUGA:

0 comments

Posting Komentar

Berita Utama

Jadwal IPO Bukalapak

Kuhuni.com  – IPO Bukalapak (IDX: BUKA) berencana listing di Bursa Efek Indonesia tanggal 6 Agustus 2021. Jadwal IPO Bukalapak dimulai tangg...