KUHUNI.COM – PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba selama sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan neto perseroan meningkat 19,08% menjadi Rp1,49 triliun, sedangkan laba tahun berjalan naik 15,01% menjadi Rp87,44 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, GUNA membukukan pendapatan neto sebesar Rp1.493.362.996.838. Pada Januari–September 2025, pendapatan neto tercatat Rp1.254.064.046.689.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba bruto sebesar 25,57% dan laba operasi sebesar 22,69%. Namun, kenaikan beban pokok pendapatan, beban operasional, dan beban pajak menahan pertumbuhan laba bersih. Di sisi lain, arus kas operasi turun, sementara total liabilitas meningkat seiring bertambahnya pinjaman bank jangka panjang.
![]() |
| Laporan Keuangan Saham GUNA per September 2026. Sumber tangkapan layar laporan keuangan yang diterbitkan perseroan |
Ringkasan Kinerja Keuangan GUNA September 2026
Berikut perbandingan kinerja keuangan konsolidasian GUNA untuk sembilan bulan pertama 2026 dan 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba per saham dan persentase.
| Pos Keuangan | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan Nominal | Perubahan |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan neto | 1.493.362.996.838 | 1.254.064.046.689 | +239.298.950.149 | +19,08% |
| Beban pokok pendapatan | 1.291.021.581.273 | 1.092.921.333.065 | +198.100.248.208 | +18,13% |
| Laba bruto | 202.341.415.565 | 161.142.713.624 | +41.198.701.941 | +25,57% |
| Beban penjualan | 16.796.229.880 | 11.677.403.356 | +5.118.826.524 | +43,84% |
| Beban umum dan administrasi | 55.468.530.747 | 44.481.149.503 | +10.987.381.244 | +24,70% |
| Rugi selisih kurs neto | 4.001.799.562 | 1.772.381.802 | +2.229.417.760 | +125,79% |
| Laba operasi | 127.389.948.339 | 103.830.883.496 | +23.559.064.843 | +22,69% |
| Laba sebelum pajak | 115.436.961.848 | 97.470.838.254 | +17.966.123.594 | +18,43% |
| Beban pajak penghasilan | 27.994.707.922 | 21.443.584.416 | +6.551.123.506 | +30,55% |
| Laba tahun berjalan | 87.442.253.926 | 76.027.253.838 | +11.415.000.088 | +15,01% |
| Laba pemilik entitas induk | 57.030.302.442 | 48.014.528.813 | +9.015.773.629 | +18,78% |
| Laba per saham | Rp22,81 | Rp19,21 | +Rp3,60 | +18,74% |
Pendapatan GUNA Naik 19,08% Menjadi Rp1,49 Triliun
Pendapatan neto PT Gunanusa Eramandiri Tbk mencapai Rp1,49 triliun selama Januari–September 2026. Nilai tersebut meningkat Rp239,30 miliar dibandingkan Rp1,25 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan sebesar 19,08% menjadi salah satu pendorong kenaikan laba bruto dan laba operasi. Meski demikian, kenaikan pendapatan belum sepenuhnya tercermin pada pertumbuhan laba bersih karena sejumlah beban juga meningkat selama periode laporan.
Laba Bruto GUNA Tumbuh 25,57%, Margin Meningkat
Laba bruto GUNA naik dari Rp161,14 miliar pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi Rp202,34 miliar pada periode yang sama 2026. Kenaikannya mencapai Rp41,20 miliar atau 25,57%, lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan sebesar 19,08%.
Beban pokok pendapatan meningkat 18,13% menjadi Rp1,29 triliun. Karena pertumbuhan beban pokok pendapatan lebih rendah daripada kenaikan pendapatan, laba bruto tumbuh lebih cepat.
Margin laba bruto meningkat dari sekitar 12,85% menjadi 13,55%, atau naik sekitar 0,70 poin persentase. Ini berarti bagian pendapatan yang tersisa setelah dikurangi beban pokok pendapatan menjadi lebih besar dibandingkan periode pembanding.
Laba Operasi Naik 22,69%, Beban Penjualan Melonjak
Laba operasi GUNA mencapai Rp127,39 miliar, meningkat Rp23,56 miliar atau 22,69% dibandingkan Rp103,83 miliar pada Januari–September 2025. Margin laba operasi juga meningkat dari sekitar 8,28% menjadi 8,53%, bertambah sekitar 0,25 poin persentase.
Namun, sejumlah beban tumbuh lebih cepat daripada pendapatan. Beban penjualan naik 43,84% menjadi Rp16,80 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi meningkat 24,70% menjadi Rp55,47 miliar.
Rugi selisih kurs neto juga meningkat dari Rp1,77 miliar menjadi Rp4,00 miliar. Nilai kerugian bertambah Rp2,23 miliar atau sekitar 125,79%. Kenaikan ini perlu dicermati karena menjadi tambahan beban dalam laporan laba rugi, meskipun laba operasi secara keseluruhan tetap tumbuh.
Laba Bersih GUNA Naik 15,01% Menjadi Rp87,44 Miliar
GUNA membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp87,44 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat Rp11,42 miliar atau 15,01% dibandingkan Rp76,03 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba sebelum pajak meningkat 18,43% menjadi Rp115,44 miliar. Namun, beban pajak penghasilan naik lebih cepat, yakni 30,55% menjadi Rp27,99 miliar. Perbedaan laju pertumbuhan tersebut ikut menahan kenaikan laba setelah pajak.
Margin laba bersih turun dari sekitar 6,06% pada Januari–September 2025 menjadi 5,86% pada periode yang sama 2026. Artinya, meskipun pendapatan dan laba bersih meningkat secara nominal, persentase laba yang diperoleh dari setiap rupiah pendapatan sedikit menurun.
Dari total laba tahun berjalan, sebesar Rp57,03 miliar diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan Rp30,41 miliar kepada kepentingan nonpengendali. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 18,78% dibandingkan Rp48,01 miliar pada periode pembanding.
Laba per Saham GUNA Naik Menjadi Rp22,81
Laba per saham dasar dan dilusian GUNA tercatat Rp22,81, meningkat dari Rp19,21 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikannya sebesar Rp3,60 atau 18,74%.
Laba per saham atau earnings per share (EPS) menunjukkan laba yang diatribusikan kepada pemegang saham biasa untuk setiap saham berdasarkan perhitungan akuntansi. Angka tersebut bukan dividen per saham dan tidak menunjukkan jumlah kas yang pasti diterima investor.
Baca Laporan Keuangan Emiten
- Laporan Keuangan DEWA 9 Bulan 2026: Laba Melonjak 114,5% Jadi Rp513 Miliar
- Pendapatan Waskita Karya (WKST) Naik 53,7% pada 9 Bulan 2026, Rugi Bersih Masih Rp3,26 Triliun
- Laporan Keuangan DIGI September 2026: Pendapatan Turun, Rugi Bersih Menyusut Jadi Rp730 Juta
- Laporan Keuangan AXIO September 2026: Pendapatan Naik 24%, Laba Bersih Tembus Rp61 Miliar
- Laporan Keuangan BPFI September 2026: Laba Bersih Naik 89% Jadi Rp97,81 Miliar
- Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
- Laporan Keuangan BOBA September 2026: Penjualan dan Laba Bersih Meningkat
- Laporan Keuangan Saham ARNA September 2026: Penjualan Rp2,51 Triliun, Laba Naik 22,82%
- GUNA Raup Pendapatan Rp1,49 Triliun, Laba Bersih Naik 15,01% hingga September 2026
Aset GUNA Naik 26,42% Menjadi Rp1,37 Triliun
Pada 30 September 2026, total aset konsolidasian GUNA mencapai Rp1,37 triliun, meningkat Rp286,04 miliar atau 26,42% dibandingkan Rp1,08 triliun pada 31 Desember 2025.
| Pos Keuangan | 30 September 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kas dan setara kas | Rp23,93 miliar | Rp55,86 miliar | -57,17% |
| Deposito berjangka | Rp54,10 miliar | Rp35,00 miliar | +54,57% |
| Piutang usaha pihak ketiga | Rp372,55 miliar | Rp327,63 miliar | +13,71% |
| Persediaan | Rp275,64 miliar | Rp179,22 miliar | +53,80% |
| Uang muka | Rp55,84 miliar | Rp30,51 miliar | +83,01% |
| Total aset lancar | Rp816,60 miliar | Rp657,17 miliar | +24,26% |
| Aset tetap | Rp510,70 miliar | Rp387,56 miliar | +31,77% |
| Total aset tidak lancar | Rp552,19 miliar | Rp425,57 miliar | +29,75% |
| Total aset | Rp1.368,78 miliar | Rp1.082,74 miliar | +26,42% |
Perubahan yang menonjol terlihat pada persediaan, yang meningkat Rp96,43 miliar atau 53,80% menjadi Rp275,64 miliar. Piutang usaha pihak ketiga bertambah Rp44,93 miliar menjadi Rp372,55 miliar, sementara uang muka meningkat Rp25,32 miliar menjadi Rp55,84 miliar.
Kenaikan persediaan dan piutang menunjukkan bertambahnya nilai kedua pos pada tanggal pelaporan. Namun, perubahan tersebut tidak otomatis berarti terjadi penumpukan stok atau masalah penagihan. Penilaian lebih lanjut memerlukan data mengenai perputaran persediaan, umur piutang, kebijakan kredit, dan perkembangan aktivitas usaha.
Aset tetap meningkat Rp123,13 miliar menjadi Rp510,70 miliar. Kenaikan ini sejalan dengan besarnya pengeluaran untuk perolehan aset tetap selama periode berjalan. Perubahan bersih aset tetap juga dapat dipengaruhi penyusutan, pelepasan aset, dan transaksi terkait lainnya.
Liabilitas GUNA Naik 65,09%, Pinjaman Jangka Panjang Bertambah
Total liabilitas GUNA mencapai Rp590,03 miliar per 30 September 2026, meningkat Rp232,62 miliar atau 65,09% dibandingkan Rp357,41 miliar pada akhir 2025.
Liabilitas jangka pendek naik 34,13% menjadi Rp438,59 miliar. Sementara itu, liabilitas jangka panjang meningkat dari Rp30,43 miliar menjadi Rp151,44 miliar. Dalam laporan posisi keuangan per September 2026, perseroan mencatat pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp121,01 miliar setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun.
| Pos Keuangan | 30 September 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pinjaman bank jangka pendek | Rp108,97 miliar | Rp85,89 miliar | +26,87% |
| Utang usaha | Rp278,03 miliar | Rp210,97 miliar | +31,79% |
| Utang pajak | Rp11,48 miliar | Rp7,70 miliar | +48,97% |
| Biaya yang masih harus dibayar | Rp12,74 miliar | Rp7,04 miliar | +81,13% |
| Total liabilitas jangka pendek | Rp438,59 miliar | Rp326,98 miliar | +34,13% |
| Pinjaman bank jangka panjang, setelah bagian lancar | Rp121,01 miliar | — | Baru tercatat |
| Total liabilitas jangka panjang | Rp151,44 miliar | Rp30,43 miliar | +397,74% |
| Total liabilitas | Rp590,03 miliar | Rp357,41 miliar | +65,09% |
| Total ekuitas | Rp778,75 miliar | Rp725,33 miliar | +7,36% |
Utang usaha bertambah Rp67,06 miliar menjadi Rp278,03 miliar. Kenaikan ini berlangsung bersamaan dengan pertumbuhan persediaan dan uang muka, tetapi data yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan penyebab perubahan modal kerja tersebut.
Perlu dibedakan bahwa total liabilitas mencakup berbagai kewajiban, bukan hanya pinjaman berbunga. Meski demikian, kenaikan total liabilitas yang lebih cepat daripada pertumbuhan ekuitas membuat struktur pendanaan perusahaan perlu dicermati, terutama terkait pinjaman bank dan kemampuan menghasilkan kas dari kegiatan operasional.
Ekuitas GUNA Bertambah 7,36% Menjadi Rp778,75 Miliar
Total ekuitas GUNA meningkat dari Rp725,33 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp778,75 miliar per 30 September 2026. Kenaikannya mencapai Rp53,42 miliar atau 7,36%.
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp636,95 miliar, sedangkan kepentingan nonpengendali mencapai Rp141,81 miliar. Pada saat yang sama, saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya naik dari Rp193,24 miliar menjadi Rp236,95 miliar.
Perubahan ekuitas tidak hanya dipengaruhi laba yang dihasilkan, tetapi juga pembagian dividen dan transaksi ekuitas lainnya. Laporan arus kas mencatat pembayaran dividen kepada pemilik entitas induk sebesar Rp18,65 miliar serta pembayaran dividen oleh entitas anak kepada kepentingan nonpengendali sebesar Rp15,37 miliar.
Arus Kas Operasi GUNA Turun 33,15%
Berbeda dari laba yang meningkat, arus kas neto dari aktivitas operasi GUNA turun menjadi Rp25,95 miliar pada Januari–September 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, arus kas operasi mencapai Rp38,81 miliar. Penurunannya sebesar Rp12,87 miliar atau 33,15%.
| Pos Arus Kas | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kas neto dari aktivitas operasi | Rp25.945.535.835 | Rp38.811.815.451 | -33,15% |
| Kas neto untuk aktivitas investasi | -Rp146.855.195.130 | -Rp11.787.707.999 | Arus keluar meningkat |
| Kas neto dari aktivitas pendanaan | Rp88.974.501.942 | -Rp25.852.752.554 | Berbalik positif |
| Perubahan neto kas | -Rp31.935.157.353 | Rp1.171.354.898 | Berbalik negatif |
| Kas dan setara kas akhir periode | Rp23.928.002.342 | Rp29.757.790.516 | -19,59% |
Penerimaan kas dari pelanggan meningkat menjadi Rp1,45 triliun dari Rp1,20 triliun. Namun, pembayaran kas kepada pemasok naik menjadi Rp1,16 triliun dari Rp912,42 miliar. Pembayaran kepada karyawan juga meningkat menjadi Rp132,55 miliar dari Rp120,78 miliar.
Selain itu, pembayaran pajak penghasilan naik menjadi Rp28,40 miliar. Perseroan menerima pengembalian pajak sebesar Rp10,09 miliar, lebih besar daripada Rp2,85 miliar pada periode pembanding. Meski ada penerimaan pengembalian pajak, total arus kas operasi tetap turun.
Arus kas operasi pada sembilan bulan pertama 2026 setara sekitar 29,67% dari laba tahun berjalan, dibandingkan sekitar 51,05% pada periode yang sama 2025. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kenaikan laba belum diikuti kenaikan kas bersih dari aktivitas operasi. Perlu analisis lebih lanjut atas modal kerja dan waktu penerimaan serta pembayaran kas untuk menilai faktor penyebabnya.
Investasi Aset Tetap Meningkat, Pendanaan Berbalik Positif
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi mencapai Rp146,86 miliar, jauh lebih besar daripada Rp11,79 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pengeluaran utama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp146,41 miliar, dibandingkan Rp11,60 miliar pada periode pembanding. Perseroan juga mencatat kenaikan deposito berjangka sebesar Rp19,10 miliar sebagai penggunaan kas investasi, serta pengeluaran untuk aset takberwujud dan uang muka pembelian aset tetap.
Di sisi lain, perseroan menerima Rp23,79 miliar dari penjualan aset tetap, meningkat dari sekitar Rp473,88 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan ini membantu mengimbangi sebagian pengeluaran investasi, tetapi tidak cukup untuk menutup keseluruhan arus kas keluar dari aktivitas tersebut.
Arus kas dari aktivitas pendanaan berbalik positif menjadi Rp88,97 miliar, dibandingkan arus kas keluar Rp25,85 miliar pada Januari–September 2025. Perseroan menerima pinjaman bank sebesar Rp314,90 miliar dan membayar kembali pinjaman bank Rp173,87 miliar. Aktivitas pendanaan juga mencakup pembayaran dividen, bunga, liabilitas sewa, dan utang pembiayaan konsumen.
Meski arus kas pendanaan berbalik positif, pengeluaran investasi yang besar dan penurunan arus kas operasi menyebabkan kas dan setara kas turun Rp31,94 miliar selama sembilan bulan pertama 2026.
Saldo Kas GUNA Turun 57,17%
Saldo kas dan setara kas GUNA turun dari Rp55,86 miliar pada 31 Desember 2025 menjadi Rp23,93 miliar pada 30 September 2026. Penurunan tersebut mencapai Rp31,94 miliar atau 57,17%.
Namun, kas dan setara kas bukan satu-satunya komponen aset likuid yang tercatat dalam laporan posisi keuangan. GUNA juga memiliki deposito berjangka Rp54,10 miliar, naik dari Rp35,00 miliar pada akhir 2025. Dengan demikian, kas dan deposito berjangka secara gabungan mencapai sekitar Rp78,03 miliar pada akhir September 2026.
Jumlah gabungan tersebut lebih tinggi daripada saldo kas dan setara kas saja, tetapi penilaian likuiditas tetap perlu mempertimbangkan jangka waktu deposito, ketersediaan dana, kebutuhan pembayaran, dan kewajiban yang jatuh tempo.
Rasio Keuangan GUNA Menunjukkan Margin Beragam
Rasio sederhana berikut dihitung dari angka laporan keuangan yang tersedia. Rasio ini memberikan gambaran tambahan dan bukan penilaian menyeluruh atas kondisi perusahaan.
| Rasio | 2026 | Pembanding | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Margin laba bruto | 13,55% | 12,85% | Naik 0,70 poin persentase |
| Margin laba operasi | 8,53% | 8,28% | Naik 0,25 poin persentase |
| Margin laba bersih | 5,86% | 6,06% | Turun 0,20 poin persentase |
| Rasio lancar | 1,86 kali | 2,01 kali | Turun sekitar 0,15 kali |
| Liabilitas terhadap aset | 43,11% | 33,01% | Naik 10,10 poin persentase |
| Liabilitas terhadap ekuitas | 75,77% | 49,28% | Naik 26,49 poin persentase |
Rasio lancar dihitung dengan membagi aset lancar dengan liabilitas jangka pendek. Rasio GUNA turun dari sekitar 2,01 kali pada akhir 2025 menjadi 1,86 kali per September 2026. Aset lancar masih lebih besar daripada liabilitas jangka pendek, tetapi selisih relatifnya menyempit.
Rasio liabilitas terhadap aset meningkat menjadi 43,11%, sedangkan rasio liabilitas terhadap ekuitas naik menjadi 75,77%. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa proporsi liabilitas dalam struktur pendanaan perusahaan bertambah. Rasio ini mencakup seluruh liabilitas dan bukan hanya pinjaman berbunga.
Perbaikan margin laba bruto dan laba operasi menjadi perkembangan positif. Namun, penurunan margin laba bersih, arus kas operasi yang melemah, dan kenaikan rasio liabilitas menunjukkan bahwa pertumbuhan laba perlu dilihat bersama perkembangan arus kas serta struktur pendanaan.
Kesimpulan Kinerja Keuangan GUNA September 2026
PT Gunanusa Eramandiri Tbk mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 19,08% menjadi Rp1,49 triliun selama Januari–September 2026. Laba bruto meningkat 25,57% menjadi Rp202,34 miliar, laba operasi tumbuh 22,69% menjadi Rp127,39 miliar, dan laba tahun berjalan naik 15,01% menjadi Rp87,44 miliar.
Margin laba bruto dan laba operasi meningkat, sedangkan margin laba bersih turun tipis menjadi 5,86%. Pada sisi neraca, total aset bertambah 26,42% menjadi Rp1,37 triliun dan ekuitas naik 7,36% menjadi Rp778,75 miliar.
Sejumlah hal tetap perlu dicermati. Arus kas operasi turun 33,15% menjadi Rp25,95 miliar, saldo kas dan setara kas menyusut 57,17%, dan total liabilitas meningkat 65,09% menjadi Rp590,03 miliar. Pengeluaran untuk aset tetap juga meningkat, sementara pinjaman bank jangka panjang tercatat Rp121,01 miliar setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun.
Dengan demikian, kinerja GUNA menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba, disertai perbaikan margin pada tingkat bruto dan operasi. Namun, perkembangan arus kas, kebutuhan investasi, dan kenaikan liabilitas menjadi faktor penting dalam menilai kondisi keuangan perseroan secara lebih menyeluruh. Informasi ini merupakan analisis laporan keuangan dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham.
FAQ Laporan Keuangan GUNA September 2026
Berapa pendapatan GUNA hingga September 2026?
Pendapatan neto GUNA mencapai Rp1,49 triliun selama Januari–September 2026, meningkat 19,08% dibandingkan Rp1,25 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berapa laba bersih GUNA hingga September 2026?
Laba tahun berjalan GUNA mencapai Rp87,44 miliar, naik 15,01% dibandingkan Rp76,03 miliar pada Januari–September 2025.
Berapa laba operasi GUNA pada 2026?
Laba operasi GUNA mencapai Rp127,39 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, meningkat 22,69% dibandingkan Rp103,83 miliar pada periode pembanding.
Bagaimana arus kas operasi GUNA?
Arus kas operasi GUNA tercatat Rp25,95 miliar, turun 33,15% dibandingkan Rp38,81 miliar pada Januari–September 2025.
Berapa total aset GUNA per September 2026?
Total aset konsolidasian GUNA mencapai Rp1,37 triliun pada 30 September 2026, naik 26,42% dibandingkan posisi 31 Desember 2025.
Apakah kas GUNA meningkat?
Tidak. Kas dan setara kas turun dari Rp55,86 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp23,93 miliar per 30 September 2026. Namun, perseroan juga mencatat deposito berjangka Rp54,10 miliar.
Mengapa liabilitas GUNA meningkat?
Total liabilitas meningkat menjadi Rp590,03 miliar. Salah satu perubahan yang terlihat dalam laporan posisi keuangan adalah pencatatan pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp121,01 miliar setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun. Data yang tersedia belum cukup untuk menjelaskan seluruh penyebab perubahan liabilitas.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan rekomendasi atau perintah untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

0 comments
Posting Komentar