Broker saham dengan pertumbuhan nilai transaksi tertinggi 2026 menarik untuk diperhatikan karena menunjukkan perusahaan sekuritas yang mengalami peningkatan aktivitas perdagangan saham paling besar dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini dapat membantu investor mengenali perubahan aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data Total Trade Value Year to Date (YTD) hingga September 2026, Stockbit Sekuritas Digital dengan kode broker XL mencatat pertumbuhan nilai transaksi tertinggi, yakni 195,19% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Di posisi berikutnya terdapat Semesta Indovest Sekuritas (MG) dengan pertumbuhan 57,38% dan Ajaib Sekuritas Asia (XC) sebesar 50,89%.
![]() |
| Ilustrasi transaksi trading saham di aplikasi salah satu broker saham yang terdaftar di BEI. Kuhuni.com |
Namun, broker dengan pertumbuhan nilai transaksi tertinggi tidak selalu sama dengan broker yang memiliki nilai transaksi terbesar. Karena itu, artikel ini membahas persentase pertumbuhan tahunan, kenaikan nominal nilai transaksi, serta daftar 15 broker saham yang mencatat aktivitas perdagangan besar hingga September 2026.
Daftar Broker Saham dengan Pertumbuhan Nilai Transaksi Tertinggi 2026
Berikut daftar 15 broker saham dengan pertumbuhan nilai transaksi tertinggi berdasarkan perbandingan total nilai transaksi YTD September 2026 dengan periode yang sama pada 2025.
| Peringkat | Kode | Nama Sekuritas | Nilai Transaksi YTD 2026 | Nilai Transaksi YTD 2025 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | XL | Stockbit Sekuritas Digital | Rp830,774 triliun | Rp281,433 triliun | 195,19% |
| 2 | MG | Semesta Indovest Sekuritas | Rp243,307 triliun | Rp154,595 triliun | 57,38% |
| 3 | XC | Ajaib Sekuritas Asia | Rp207,541 triliun | Rp137,546 triliun | 50,89% |
| 4 | AK | UBS Sekuritas Indonesia | Rp740,525 triliun | Rp499,259 triliun | 48,32% |
| 5 | LG | Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. | Rp177,561 triliun | Rp125,206 triliun | 41,82% |
| 6 | AZ | Sucor Sekuritas | Rp126,799 triliun | Rp89,818 triliun | 41,17% |
| 7 | PD | Indo Premier Sekuritas | Rp289,384 triliun | Rp207,726 triliun | 39,31% |
| 8 | CC | Mandiri Sekuritas | Rp739,964 triliun | Rp537,498 triliun | 37,67% |
| 9 | NI | BNI Sekuritas | Rp146,778 triliun | Rp106,667 triliun | 37,60% |
| 10 | CP | KB Valbury Sekuritas | Rp202,926 triliun | Rp148,520 triliun | 36,63% |
| 11 | SQ | BCA Sekuritas | Rp164,155 triliun | Rp126,090 triliun | 30,19% |
| 12 | ZP | Maybank Sekuritas Indonesia | Rp473,568 triliun | Rp401,214 triliun | 18,03% |
| 13 | YP | Mirae Asset Sekuritas Indonesia | Rp384,515 triliun | Rp327,522 triliun | 17,40% |
| 14 | BK | J.P. Morgan Sekuritas Indonesia | Rp281,732 triliun | Rp254,521 triliun | 10,69% |
| 15 | YU | CGS International Sekuritas Indonesia | Rp386,046 triliun | Rp360,302 triliun | 7,15% |
Catatan: Nilai transaksi ditampilkan dalam triliun rupiah. YTD merupakan akumulasi sejak awal tahun hingga September. Pertumbuhan YoY membandingkan periode YTD September 2026 dengan YTD September 2025.
Baca: Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia: Resmi Terdaftar di BEI dan OJK (Update Terbaru)
1. Stockbit Sekuritas Digital (XL), Pertumbuhan Transaksi Mencapai 195,19%
Stockbit Sekuritas Digital menjadi broker saham dengan pertumbuhan nilai transaksi tertinggi hingga September 2026. Broker berkode XL ini mencatat total transaksi sebesar Rp830,774 triliun, meningkat dari Rp281,433 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara tahunan, nilai transaksi Stockbit meningkat 195,19%. Artinya, nilai transaksi yang tercatat hampir tiga kali lipat dibandingkan periode YTD September 2025.
Baca: Kode broker XL – Stockbit: Cek Profil, Modal Kerja dan Nilai Trading Saham Stockbit
Jika dihitung secara nominal, kenaikan nilai transaksi Stockbit mencapai sekitar Rp549,341 triliun. Angka tersebut merupakan kenaikan terbesar di antara 15 broker dalam daftar ini.
Stockbit juga menjadi broker dengan nilai transaksi terbesar dalam kelompok 15 sekuritas tersebut. Pangsa nilai transaksinya mencapai 11,32% dari total transaksi yang tercatat pada data.
Kombinasi nilai transaksi yang besar dan pertumbuhan tahunan yang tinggi membuat Stockbit menempati posisi penting dalam pemetaan aktivitas perdagangan saham di BEI.
2. Semesta Indovest Sekuritas (MG), Tumbuh 57,38%
Semesta Indovest Sekuritas berada di posisi kedua dalam daftar broker dengan pertumbuhan nilai transaksi tertinggi 2026. Broker berkode MG ini mencatat nilai transaksi YTD September 2026 sebesar Rp243,307 triliun.
Jumlah tersebut meningkat dari Rp154,595 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Dengan demikian, nilai transaksi MG tumbuh 57,38% secara tahunan.
Baca: Kode Broker MG (Semesta Indovest), Sang Penggerak Harga Saham
Secara nominal, kenaikan nilai transaksi Semesta Indovest mencapai sekitar Rp88,712 triliun. Walaupun nilai transaksinya masih lebih kecil dibandingkan broker papan atas seperti Stockbit, UBS, dan Mandiri Sekuritas, pertumbuhan tahunannya termasuk yang tertinggi dalam daftar ini.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa peringkat berdasarkan nilai transaksi dan peringkat berdasarkan pertumbuhan tidak selalu sama. Broker dengan nilai transaksi yang lebih kecil masih dapat mencatat pertumbuhan persentase yang lebih tinggi.
3. Ajaib Sekuritas Asia (XC), Nilai Transaksi Tumbuh 50,89%
Ajaib Sekuritas Asia menempati posisi ketiga dengan pertumbuhan nilai transaksi sebesar 50,89% secara tahunan.
Broker berkode XC ini mencatat nilai transaksi Rp207,541 triliun hingga September 2026. Pada periode YTD September 2025, nilainya tercatat Rp137,546 triliun.
Baca: Profil Ajaib Sekuritas Asia: Modal dan Nilai Transaksi Trading Saham Broker XC
Dengan demikian, nilai transaksi Ajaib meningkat sekitar Rp69,995 triliun dalam perbandingan tahunan tersebut.
Pertumbuhan di atas 50% menunjukkan peningkatan nilai aktivitas perdagangan yang cukup besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu, data ini tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab kenaikan transaksi atau menunjukkan jumlah investor baru yang menggunakan layanan sekuritas tersebut.
4. UBS Sekuritas Indonesia (AK), Pertumbuhan 48,32%
UBS Sekuritas Indonesia berada di posisi keempat berdasarkan pertumbuhan nilai transaksi. Broker berkode AK ini mencatat nilai transaksi YTD September 2026 sebesar Rp740,525 triliun.
Nilai tersebut meningkat dari Rp499,259 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Secara tahunan, pertumbuhannya mencapai 48,32%, dengan kenaikan nominal sekitar Rp241,266 triliun.
Baca: Broker Asing AK (UBS Sekuritas): Cek Modal dan Nilai Transaksi Saham AK di BEI
Jika dilihat dari nilai transaksi, UBS berada di posisi kedua setelah Stockbit dalam daftar 15 broker ini. Namun, berdasarkan persentase pertumbuhan, UBS berada di bawah Stockbit, Semesta Indovest, dan Ajaib.
Hal ini menunjukkan pentingnya melihat dua ukuran sekaligus ketika membandingkan aktivitas broker, yaitu besarnya nilai transaksi dan persentase kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
5. Trimegah Sekuritas Indonesia (LG), Pertumbuhan 41,82%
Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. menempati posisi kelima dalam daftar broker dengan pertumbuhan nilai transaksi tertinggi 2026.
Broker berkode LG ini membukukan nilai transaksi Rp177,561 triliun hingga September 2026. Pada periode yang sama tahun 2025, nilai transaksinya sebesar Rp125,206 triliun.
Perbandingan tersebut menghasilkan pertumbuhan 41,82% secara tahunan. Secara nominal, nilai transaksi Trimegah meningkat sekitar Rp52,355 triliun.
Pertumbuhan ini menempatkan Trimegah di antara lima broker dengan kenaikan persentase terbesar dalam daftar 15 sekuritas yang dianalisis.
6. Sucor Sekuritas (AZ), Pertumbuhan 41,17%
Sucor Sekuritas dengan kode broker AZ berada di posisi keenam. Nilai transaksi YTD September 2026 tercatat Rp126,799 triliun, naik dari Rp89,818 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan nilai transaksi Sucor Sekuritas mencapai 41,17% secara tahunan, dengan kenaikan nominal sekitar Rp36,981 triliun.
Walaupun nilai transaksinya berada di bawah sejumlah sekuritas lain dalam daftar, pertumbuhan lebih dari 40% membuat Sucor termasuk broker yang mengalami peningkatan aktivitas transaksi cukup tinggi.
7. Indo Premier Sekuritas (PD), Pertumbuhan 39,31%
Indo Premier Sekuritas berada di posisi ketujuh dengan pertumbuhan nilai transaksi sebesar 39,31% secara tahunan.
Nilai transaksi broker berkode PD mencapai Rp289,384 triliun hingga September 2026, meningkat dari Rp207,726 triliun pada periode YTD September 2025.
Baca: Broker PD (Indo Premier): Profil dan Kinerja Transaksi
Kenaikan nominalnya mencapai sekitar Rp81,658 triliun. Dari sisi nilai transaksi terkini, Indo Premier berada di posisi ketujuh dalam daftar 15 broker dengan nilai transaksi terbesar.
8. Mandiri Sekuritas (CC), Pertumbuhan 37,67%
Mandiri Sekuritas mencatat nilai transaksi Rp739,964 triliun hingga September 2026. Angka tersebut meningkat dari Rp537,498 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Broker berkode CC ini mengalami pertumbuhan 37,67% secara tahunan, dengan kenaikan nominal sekitar Rp202,466 triliun.
Baca: Kode Broker CC - Mandiri Sekuritas, Profil, Modal Kerja dan Nilai Trading Saham
Dari sisi nilai transaksi, Mandiri Sekuritas menempati posisi ketiga dalam daftar 15 broker. Nilainya relatif berdekatan dengan UBS Sekuritas Indonesia yang mencatat Rp740,525 triliun.
Namun, jika diurutkan berdasarkan pertumbuhan persentase, Mandiri Sekuritas berada di posisi kedelapan. Ini kembali menegaskan bahwa ukuran nilai transaksi terbesar berbeda dengan ukuran pertumbuhan transaksi tertinggi.
9. BNI Sekuritas (NI), Pertumbuhan 37,60%
BNI Sekuritas mencatat pertumbuhan nilai transaksi sebesar 37,60% hingga September 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Nilai transaksi broker berkode NI meningkat dari Rp106,667 triliun menjadi Rp146,778 triliun. Kenaikan nominalnya mencapai sekitar Rp40,111 triliun.
Baca: Kode broker NI – BNI Sekuritas: Profil dan Besar Nilai Trading Saham Broker NI
Dalam daftar berdasarkan pertumbuhan, BNI Sekuritas berada di posisi kesembilan. Sementara itu, nilai transaksi YTD September 2026 menempatkannya pada posisi ke-14 di antara 15 sekuritas yang dianalisis.
10. KB Valbury Sekuritas (CP), Pertumbuhan 36,63%
KB Valbury Sekuritas berada di posisi kesepuluh berdasarkan pertumbuhan nilai transaksi. Broker berkode CP ini mencatat nilai transaksi Rp202,926 triliun hingga September 2026.
Nilai tersebut meningkat dari Rp148,520 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan tahunannya mencapai 36,63%, dengan kenaikan nominal sekitar Rp54,406 triliun.
Baca: Profil Broker CP (KB Valbury)
Dengan nilai transaksi di atas Rp200 triliun, KB Valbury masuk dalam kelompok sepuluh besar berdasarkan pertumbuhan tahunan maupun dalam daftar 15 broker dengan nilai transaksi terbesar.
Broker Lain dengan Pertumbuhan Nilai Transaksi Positif
Selain sepuluh broker di atas, lima sekuritas lainnya juga mencatat pertumbuhan nilai transaksi secara tahunan hingga September 2026. Berikut ringkasannya.
11. BCA Sekuritas (SQ)
BCA Sekuritas mencatat nilai transaksi Rp164,155 triliun, meningkat dari Rp126,090 triliun pada YTD September 2025. Pertumbuhan tahunannya mencapai 30,19%, dengan kenaikan nominal sekitar Rp38,065 triliun.
12. Maybank Sekuritas Indonesia (ZP)
Maybank Sekuritas Indonesia mencatat nilai transaksi Rp473,568 triliun, naik dari Rp401,214 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan sebesar 18,03% tersebut setara dengan kenaikan nominal sekitar Rp72,354 triliun.
13. Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP)
Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat nilai transaksi Rp384,515 triliun hingga September 2026, dibandingkan Rp327,522 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhannya mencapai 17,40%, dengan kenaikan nominal sekitar Rp56,993 triliun.
Baca: Kode Broker YP - Mirae Asset Sekuritas, Cek Profil dan Nilai Trading Saham Broker YP
14. J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK)
J.P. Morgan Sekuritas Indonesia membukukan nilai transaksi Rp281,732 triliun, naik dari Rp254,521 triliun pada YTD September 2025. Pertumbuhan tahunannya sebesar 10,69%, dengan kenaikan nominal sekitar Rp27,211 triliun.
15. CGS International Sekuritas Indonesia (YU)
CGS International Sekuritas Indonesia mencatat nilai transaksi Rp386,046 triliun hingga September 2026. Nilai tersebut meningkat dari Rp360,302 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tahunannya mencapai 7,15%, atau kenaikan nominal sekitar Rp25,744 triliun. Di antara 15 broker yang masuk dalam daftar ini, CGS International mencatat pertumbuhan persentase paling rendah.
| Top broker Indonesia / Kuhuni.com |
Broker dengan Kenaikan Nilai Transaksi Terbesar Secara Nominal
Persentase pertumbuhan bukan satu-satunya cara untuk menilai perubahan aktivitas transaksi broker. Investor juga dapat membandingkan selisih nominal antara nilai transaksi YTD 2026 dan YTD 2025.
Jika dihitung berdasarkan selisih kedua periode tersebut, berikut broker dengan kenaikan nilai transaksi nominal terbesar di antara 15 sekuritas dalam daftar.
| Peringkat | Kode | Nama Sekuritas | Kenaikan Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|
| 1 | XL | Stockbit Sekuritas Digital | Rp549,341 triliun |
| 2 | AK | UBS Sekuritas Indonesia | Rp241,266 triliun |
| 3 | CC | Mandiri Sekuritas | Rp202,466 triliun |
| 4 | MG | Semesta Indovest Sekuritas | Rp88,712 triliun |
| 5 | PD | Indo Premier Sekuritas | Rp81,658 triliun |
Dari sisi nominal, Stockbit Sekuritas Digital juga berada di urutan pertama. Kenaikan nilai transaksinya mencapai sekitar Rp549,341 triliun, jauh di atas broker lain dalam daftar.
UBS Sekuritas Indonesia dan Mandiri Sekuritas berada di urutan kedua dan ketiga. Keduanya memiliki nilai transaksi yang besar sejak awal periode, sehingga kenaikan persentase yang lebih rendah dibandingkan Stockbit tetap menghasilkan pertambahan nominal yang tinggi.
Perlu diperhatikan bahwa kenaikan nominal pada tabel ini merupakan hasil pengurangan nilai transaksi YTD 2026 dengan YTD 2025. Angka tersebut bukan nilai pembelian bersih atau net buy.
Mengapa Pertumbuhan Nilai Transaksi Broker Penting Diperhatikan?
Data pertumbuhan nilai transaksi broker saham dapat membantu investor memahami perubahan aktivitas perdagangan di pasar modal. Namun, angka tersebut perlu dibaca secara tepat agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
1. Menunjukkan perubahan aktivitas perdagangan
Pertumbuhan nilai transaksi menunjukkan bahwa nilai perdagangan yang tercatat melalui suatu sekuritas meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dapat menjadi petunjuk adanya perubahan aktivitas transaksi, tetapi tidak langsung menjelaskan penyebabnya.
2. Membantu membandingkan broker saham
Investor dapat menggunakan data ini untuk membandingkan perusahaan sekuritas berdasarkan nilai transaksi dan pertumbuhan tahunannya. Dua ukuran tersebut memberikan gambaran yang berbeda: nilai transaksi menunjukkan besarnya aktivitas perdagangan, sedangkan pertumbuhan memperlihatkan perubahan dari tahun ke tahun.
3. Tidak otomatis menunjukkan akumulasi saham
Nilai transaksi yang tinggi tidak berarti broker tersebut melakukan pembelian bersih dalam jumlah yang sama. Data total transaksi mencakup aktivitas perdagangan, sedangkan net buy menunjukkan selisih antara nilai pembelian dan penjualan berdasarkan metode perhitungan yang digunakan.
Jika tujuan analisis adalah mencari broker yang sedang mengakumulasi saham tertentu, investor perlu memeriksa data net buy dan net sell per saham, bukan hanya total nilai transaksi broker secara keseluruhan.
4. Bukan jaminan harga saham akan naik
Pertumbuhan nilai transaksi suatu broker tidak menjamin bahwa pasar saham akan menguat atau saham tertentu akan mengalami kenaikan harga. Pergerakan harga dipengaruhi banyak faktor, termasuk kinerja emiten, kondisi ekonomi, valuasi, sentimen pasar, serta keseimbangan permintaan dan penawaran.
Baca:
Kesimpulan: Broker Saham dengan Pertumbuhan Transaksi Tertinggi 2026
Berdasarkan data YTD hingga September 2026, Stockbit Sekuritas Digital (XL) menjadi broker dengan pertumbuhan nilai transaksi tertinggi di antara 15 sekuritas dalam daftar. Nilai transaksinya mencapai Rp830,774 triliun, naik 195,19% dibandingkan Rp281,433 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Semesta Indovest Sekuritas (MG) berada di posisi kedua dengan pertumbuhan 57,38%, diikuti Ajaib Sekuritas Asia (XC) sebesar 50,89% dan UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar 48,32%.
Sementara itu, jika dilihat dari kenaikan nominal, Stockbit juga menempati posisi pertama dengan pertambahan nilai transaksi sekitar Rp549,341 triliun. UBS dan Mandiri Sekuritas menyusul dengan kenaikan masing-masing sekitar Rp241,266 triliun dan Rp202,466 triliun.
Dengan demikian, Stockbit menjadi sorotan utama berdasarkan dua ukuran sekaligus, yaitu persentase pertumbuhan dan kenaikan nominal nilai transaksi. Meski demikian, data ini sebaiknya digunakan sebagai informasi aktivitas perdagangan, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan keputusan investasi atau menyimpulkan adanya akumulasi saham.
FAQ Seputar Pertumbuhan Nilai Transaksi Broker Saham
Broker saham apa yang pertumbuhan nilai transaksinya tertinggi pada 2026?
Berdasarkan data YTD hingga September 2026, Stockbit Sekuritas Digital dengan kode broker XL mencatat pertumbuhan nilai transaksi tertinggi, yaitu 195,19% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Broker apa yang menempati posisi kedua berdasarkan pertumbuhan transaksi?
Semesta Indovest Sekuritas dengan kode broker MG berada di posisi kedua, dengan pertumbuhan nilai transaksi sebesar 57,38% secara tahunan.
Apakah broker dengan pertumbuhan transaksi tertinggi juga memiliki transaksi terbesar?
Dalam data ini, ya. Stockbit Sekuritas Digital menjadi broker dengan pertumbuhan tertinggi sekaligus nilai transaksi terbesar, yakni Rp830,774 triliun hingga September 2026.
Apa perbedaan pertumbuhan nilai transaksi dan net buy broker?
Pertumbuhan nilai transaksi membandingkan nilai aktivitas perdagangan antara dua periode. Sementara itu, net buy menunjukkan selisih antara pembelian dan penjualan. Keduanya merupakan ukuran berbeda dan tidak dapat dipertukarkan.
Apakah kenaikan nilai transaksi broker bisa menjadi sinyal membeli saham?
Belum tentu. Kenaikan nilai transaksi broker tidak otomatis menunjukkan bahwa broker tersebut melakukan pembelian bersih atau bahwa harga saham akan naik. Investor perlu menganalisis data transaksi per saham, kinerja perusahaan, valuasi, dan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

0 comments
Posting Komentar