Danamon (BDMN) Raih Laba Bersih Rp3,50 Triliun hingga September 2026, Naik 18,67%

Kuhuni.com, Jakarta — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,50 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 18,67% dibandingkan Rp2,95 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Teller Bank Danamon melayani Nasabah. Dok: Danamon.co.id

Dalam laporan keuangan konsolidasian, Bank Danamon mencatat laba bersih sebesar Rp3,89 triliun, meningkat dari Rp3,07 triliun pada periode sebelumnya. Sementara itu, pendapatan bunga neto tumbuh menjadi Rp15,95 triliun dari Rp14,66 triliun.

Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp302,45 triliun per 30 September 2026, meningkat dibandingkan Rp281,74 triliun pada 31 Desember 2025. Total kredit yang diberikan kepada pihak ketiga tercatat Rp180,41 triliun, sedangkan simpanan nasabah pihak ketiga mencapai Rp187,71 triliun.

Laba Bersih Bank Danamon yang Diatribusikan kepada Pemilik Induk Naik 18,67%

Bank Danamon membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3.495,35 miliar atau sekitar Rp3,50 triliun hingga September 2026. Realisasi tersebut meningkat 18,67% dibandingkan Rp2.945,53 miliar pada periode Januari–September 2025.

Baca: Bunga Deposito Bank Danamon: Suku Bunga, Tenor dan Cara Buka Deposito Online

Secara konsolidasian, laba bersih perseroan mencapai Rp3.888,77 miliar atau Rp3,89 triliun, naik 26,87% dibandingkan Rp3.065,10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, Rp393,43 miliar merupakan laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali.

Peningkatan laba didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga neto dan pendapatan operasional neto. Laba sebelum pajak penghasilan juga meningkat menjadi Rp4,97 triliun dari Rp3,95 triliun.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan
Pendapatan bunga Rp22.358,12 miliar Rp20.727,04 miliar +7,87%
Beban bunga Rp6.409,99 miliar Rp6.063,91 miliar +5,71%
Pendapatan bunga neto Rp15.948,13 miliar Rp14.663,13 miliar +8,76%
Pendapatan operasional lainnya Rp4.340,84 miliar Rp4.416,46 miliar -1,71%
Pendapatan operasional neto Rp5.013,61 miliar Rp4.008,83 miliar +25,07%
Laba sebelum pajak penghasilan Rp4.967,27 miliar Rp3.950,40 miliar +25,74%
Laba bersih konsolidasian Rp3.888,77 miliar Rp3.065,10 miliar +26,87%
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp3.495,35 miliar Rp2.945,53 miliar +18,67%

Pendapatan Bunga Neto Tumbuh 8,76%

Pendapatan bunga menjadi salah satu sumber utama pendapatan Bank Danamon. Hingga September 2026, pendapatan bunga tercatat Rp22,36 triliun, meningkat 7,87% dibandingkan Rp20,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban bunga juga mengalami kenaikan, dari Rp6,06 triliun menjadi Rp6,41 triliun. Namun, pertumbuhan pendapatan bunga yang lebih tinggi membuat pendapatan bunga neto meningkat 8,76% menjadi Rp15,95 triliun dari Rp14,66 triliun.

Di luar pendapatan bunga, perseroan mencatat pendapatan operasional lainnya sebesar Rp4,34 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp4,42 triliun pada periode Januari–September 2025.

Beberapa komponen pendapatan operasional lainnya menunjukkan perkembangan berbeda. Imbalan jasa lain meningkat menjadi Rp2,57 triliun dari Rp2,36 triliun. Pendapatan provisi dan komisi tercatat Rp1,20 triliun, sedikit turun dibandingkan Rp1,22 triliun.

Keuntungan yang telah direalisasi atas instrumen derivatif neto meningkat menjadi Rp175,25 miliar dari Rp94,46 miliar. Sebaliknya, keuntungan penjualan efek-efek dan Obligasi Pemerintah neto turun menjadi Rp332,54 miliar dari Rp566,70 miliar.

Beban Operasional dan Penurunan Nilai Aset Keuangan

Total beban operasional lainnya Bank Danamon mencapai Rp15,28 triliun selama sembilan bulan 2026, meningkat dibandingkan Rp15,07 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp4,75 triliun dari Rp4,46 triliun. Beban tenaga kerja dan tunjangan juga meningkat menjadi Rp6,20 triliun dari Rp6,08 triliun.

Sementara itu, kerugian penurunan nilai pada aset keuangan neto turun menjadi Rp3,78 triliun dibandingkan Rp4,03 triliun pada Januari–September 2025. Penurunan pos ini menjadi salah satu perubahan penting dalam struktur beban operasional perseroan.

Setelah memperhitungkan pendapatan dan beban operasional, Bank Danamon mencatat pendapatan operasional neto Rp5,01 triliun, meningkat 25,07% dibandingkan Rp4,01 triliun pada periode sebelumnya.

Komponen Beban Operasional Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan
Beban provisi dan komisi lain Rp360,70 miliar Rp321,83 miliar +12,08%
Beban umum dan administrasi Rp4.749,95 miliar Rp4.463,27 miliar +6,42%
Beban tenaga kerja dan tunjangan Rp6.197,08 miliar Rp6.075,45 miliar +2,00%
Kerugian penurunan nilai aset keuangan neto Rp3.777,03 miliar Rp4.031,07 miliar -6,30%
Beban operasional lainnya Rp15.275,36 miliar Rp15.070,76 miliar +1,36%

Total Aset Bank Danamon Mencapai Rp302,45 Triliun

Per 30 September 2026, Bank Danamon membukukan total aset sebesar Rp302,45 triliun. Jumlah tersebut meningkat 7,35% dibandingkan Rp281,74 triliun pada 31 Desember 2025.

Pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga menjadi salah satu komponen utama aset perseroan, dengan nilai Rp180,41 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan Rp165,80 triliun pada akhir 2025.

Piutang pembiayaan konsumen tercatat Rp34,81 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp35,75 triliun. Sementara itu, piutang sewa pembiayaan meningkat menjadi Rp3,78 triliun dari Rp3,11 triliun.

Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia meningkat menjadi Rp6,59 triliun dari Rp2,38 triliun. Efek-efek pihak ketiga juga meningkat menjadi Rp24,40 triliun dari Rp19,25 triliun.

Di sisi lain, Obligasi Pemerintah turun menjadi Rp17,80 triliun dari Rp21,38 triliun. Kas perseroan tercatat Rp2,08 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp2,95 triliun pada akhir Desember 2025.

Pos Aset 30 September 2026 31 Desember 2025 Perubahan
Kas Rp2.078,37 miliar Rp2.946,96 miliar -29,47%
Giro pada Bank Indonesia Rp6.206,15 miliar Rp7.690,45 miliar -19,30%
Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia Rp6.588,69 miliar Rp2.379,16 miliar +176,94%
Efek-efek pihak ketiga Rp24.404,60 miliar Rp19.254,07 miliar +26,75%
Obligasi Pemerintah Rp17.804,78 miliar Rp21.379,41 miliar -16,72%
Pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga Rp180.407,79 miliar Rp165.802,18 miliar +8,81%
Piutang pembiayaan konsumen Rp34.805,02 miliar Rp35.747,24 miliar -2,64%
Piutang sewa pembiayaan Rp3.775,93 miliar Rp3.111,79 miliar +21,35%
Total aset Rp302.452,43 miliar Rp281.739,00 miliar +7,35%

Simpanan Nasabah Pihak Ketiga Meningkat Menjadi Rp187,71 Triliun

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah pihak ketiga mencapai Rp187,71 triliun per 30 September 2026. Nilai tersebut meningkat 8,13% dibandingkan Rp173,60 triliun pada akhir Desember 2025.

Simpanan nasabah pihak berelasi tercatat Rp509,88 miliar, turun dari Rp560,47 miliar. Sementara itu, simpanan dari bank lain pihak ketiga turun menjadi Rp5,44 triliun dari Rp8,02 triliun.

Bank Danamon juga mencatat kenaikan pada efek yang dijual dengan janji dibeli kembali atau repo menjadi Rp8,89 triliun dari Rp2,28 triliun. Pos tersebut merupakan bagian dari liabilitas perseroan.

Total Liabilitas Meningkat Menjadi Rp239,75 Triliun

Total liabilitas Bank Danamon per 30 September 2026 tercatat Rp239,75 triliun, meningkat 8,70% dibandingkan Rp220,57 triliun pada 31 Desember 2025.

Selain kenaikan simpanan nasabah, perubahan liabilitas juga terlihat pada efek yang dijual dengan janji dibeli kembali, yang meningkat menjadi Rp8,89 triliun. Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain pihak ketiga naik menjadi Rp12,94 triliun dari Rp10,89 triliun.

Di sisi lain, pinjaman yang diterima dari pihak berelasi turun menjadi Rp4,49 triliun dari Rp4,93 triliun. Pinjaman dari pihak ketiga juga turun menjadi Rp5,18 triliun dari Rp6,14 triliun.

Total ekuitas perseroan mencapai Rp62,70 triliun, meningkat dari Rp61,17 triliun pada akhir 2025. Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp55,51 triliun, sedangkan kepentingan nonpengendali sebesar Rp7,19 triliun.

Pos Liabilitas dan Ekuitas 30 September 2026 31 Desember 2025 Perubahan
Simpanan nasabah pihak ketiga Rp187.711,43 miliar Rp173.601,39 miliar +8,13%
Simpanan dari bank lain pihak ketiga Rp5.443,98 miliar Rp8.021,47 miliar -32,13%
Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Rp8.887,74 miliar Rp2.283,43 miliar +289,26%
Pinjaman yang diterima dari pihak berelasi Rp4.488,86 miliar Rp4.930,04 miliar -8,95%
Pinjaman yang diterima dari pihak ketiga Rp5.180,88 miliar Rp6.142,65 miliar -15,66%
Total liabilitas Rp239.749,34 miliar Rp220.565,80 miliar +8,70%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp55.510,77 miliar Rp54.214,37 miliar +2,39%
Kepentingan nonpengendali Rp7.192,33 miliar Rp6.958,83 miliar +3,36%
Total ekuitas Rp62.703,09 miliar Rp61.173,20 miliar +2,50%

Laba Komprehensif Tercatat Rp3,10 Triliun

Selain laba bersih, Bank Danamon mencatat jumlah laba komprehensif sebesar Rp3,10 triliun hingga September 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Rp3,51 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penghasilan komprehensif lain setelah pajak tercatat negatif Rp790,53 miliar. Pada Januari–September 2025, perseroan masih membukukan penghasilan komprehensif lain positif Rp442,94 miliar.

Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,69 triliun, sedangkan bagian kepentingan nonpengendali sebesar Rp411,81 miliar.

Laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp357,63, meningkat dibandingkan Rp301,38 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Laporan Keuangan Emiten

  1. Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
  2. Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%
  3. Laba AKRA Naik 32% Jadi Rp2,44 Triliun hingga September 2026
  4. Laba BTPS Naik 7% Jadi Rp1,01 Triliun hingga September 2026
  5. Clipan Finance Cetak Laba Rp153,65 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Masih Tertekan
  6. IPCC Catat Pendapatan Rp645,48 Miliar hingga September 2026, Laba Bersih Turun 6,89%
  7. Sunter Lakeside Hotel (SNLK) Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Menyusut 39,36%
  8. Laporan Keuangan Bank Mandiri (BMRI) per September 2026, Laba Naik 13,86% Jadi Rp47,11 Triliun
  9. Bank Aladin Syariah (BANK) Catat Laba Bersih Rp47,26 Miliar hingga September 2026, Turun 63,10%
  10. Bukalapak (BUKA) Catat Rugi Rp881,06 Miliar hingga September 2026
  11. Laporan Keuangan Vale Indonesia (INCO) per September 2026, Laba US$147,12 Juta  Melonjak 180,57%
  12. Laporan Keuangan Telkom Indonesia (TLKM) Q3 2026: Pendapatan Naik Jadi Rp113,50 Triliun namun Laba Bersih Turun
  13. Danamon (BDMN) Raih Laba Bersih Rp3,50 Triliun hingga September 2026, Naik 18,67%

Kinerja Bank Danamon hingga September 2026

Kinerja Bank Danamon selama sembilan bulan pertama 2026 memperlihatkan pertumbuhan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 18,67% menjadi Rp3,50 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung kenaikan pendapatan bunga neto menjadi Rp15,95 triliun dan pendapatan operasional neto menjadi Rp5,01 triliun.

Dari sisi neraca, total aset meningkat menjadi Rp302,45 triliun. Pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga mencapai Rp180,41 triliun, sementara simpanan nasabah pihak ketiga tumbuh menjadi Rp187,71 triliun. Total liabilitas tercatat Rp239,75 triliun dan ekuitas mencapai Rp62,70 triliun per 30 September 2026.

Dengan perkembangan tersebut, laporan keuangan konsolidasian Bank Danamon menunjukkan peningkatan laba bersih yang menjadi hak pemilik entitas induk, disertai pertumbuhan aset, kredit, dan simpanan nasabah hingga kuartal III 2026.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan rekomendasi atau perintah untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan