Kuhuni.com, Jakarta — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan pendapatan sebesar Rp113,50 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan tersebut meningkat 3,54% dibandingkan Rp109,62 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski pendapatan tumbuh, laba periode berjalan Telkom tercatat Rp19,46 triliun, turun 1,91% dibandingkan Rp19,84 triliun pada Januari–September 2025. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga turun menjadi Rp14,45 triliun dari Rp15,03 triliun.
Dari sisi operasional, Telkom mencatat laba usaha Rp28 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp28,24 triliun pada periode sebelumnya. Sementara itu, total aset perseroan per 30 September 2026 tercatat Rp279,81 triliun, turun dari Rp287,76 triliun pada akhir Desember 2025.
| Ilustrasi Kinerja Telkom Indonesia. Foto Mediasaham.com |
Pendapatan Telkom Tumbuh 3,54%
Pendapatan Telkom mencapai Rp113,50 triliun hingga September 2026, bertambah Rp3,89 triliun dibandingkan Rp109,62 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan pendapatan diikuti peningkatan beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi menjadi Rp32,09 triliun dari Rp30,28 triliun. Beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp5,96 triliun dibandingkan Rp5 triliun pada Januari–September 2025.
Di sisi lain, beban penyusutan dan amortisasi turun menjadi Rp25,77 triliun dari Rp26 triliun. Beban karyawan juga menurun menjadi Rp11,68 triliun dibandingkan Rp11,90 triliun pada periode sebelumnya.
| Pos Keuangan | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp113,50 triliun | Rp109,62 triliun | +3,54% |
| Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi | Rp32,09 triliun | Rp30,28 triliun | +5,96% |
| Beban penyusutan dan amortisasi | Rp25,77 triliun | Rp26,00 triliun | -0,87% |
| Beban karyawan | Rp11,68 triliun | Rp11,90 triliun | -1,87% |
| Beban umum dan administrasi | Rp5,96 triliun | Rp5,00 triliun | +19,15% |
| Beban interkoneksi | Rp5,74 triliun | Rp5,66 triliun | +1,43% |
| Beban pemasaran | Rp2,54 triliun | Rp2,38 triliun | +6,94% |
| Laba usaha | Rp28,00 triliun | Rp28,24 triliun | -0,87% |
Laba Bersih Telkom Turun Menjadi Rp19,46 Triliun
Telkom mencatat laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp25,73 triliun hingga September 2026, meningkat 0,91% dibandingkan Rp25,49 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penghasilan pendanaan neto tercatat Rp1,19 triliun, turun dibandingkan Rp1,29 triliun. Sementara itu, biaya pendanaan turun menjadi Rp3,46 triliun dari Rp4,03 triliun pada periode Januari–September 2025.
Salah satu pos yang mengalami kenaikan cukup besar adalah kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi. Nilainya mencapai Rp1,66 triliun, dibandingkan Rp360 miliar pada periode sebelumnya.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp6,26 triliun, laba periode berjalan Telkom mencapai Rp19,46 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Rp19,84 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
| Indikator | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Laba usaha | Rp27,999 triliun | Rp28,244 triliun | -0,87% |
| Laba sebelum pajak | Rp25,726 triliun | Rp25,493 triliun | +0,91% |
| Beban pajak penghasilan | Rp6,264 triliun | Rp5,651 triliun | +10,85% |
| Laba periode berjalan | Rp19,462 triliun | Rp19,842 triliun | -1,91% |
| Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk | Rp14,446 triliun | Rp15,031 triliun | -3,89% |
| Laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali | Rp5,016 triliun | Rp4,811 triliun | +4,26% |
Laba per Saham Turun Menjadi Rp146,31
Penurunan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turut tercermin pada laba per saham Telkom. Laba bersih per saham dasar tercatat Rp146,31 hingga September 2026, turun 3,57% dibandingkan Rp151,73 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba komprehensif periode berjalan mencapai Rp20,50 triliun, meningkat dibandingkan Rp20,16 triliun pada Januari–September 2025. Penghasilan komprehensif lain bersih tercatat Rp1,04 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp313 miliar pada periode sebelumnya.
Total Aset Telkom Turun Menjadi Rp279,81 Triliun
Per 30 September 2026, Telkom membukukan total aset sebesar Rp279,81 triliun, turun 2,76% dibandingkan Rp287,76 triliun pada 31 Desember 2025.
Aset lancar tercatat Rp60,93 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp61,77 triliun pada akhir 2025. Kas dan setara kas mencapai Rp33,63 triliun, turun dari Rp34,23 triliun.
Piutang usaha pihak ketiga meningkat menjadi Rp10,36 triliun dari Rp9,18 triliun. Piutang usaha pihak berelasi tercatat Rp1,87 triliun, turun dibandingkan Rp2,04 triliun pada akhir tahun sebelumnya.
Di sisi aset tidak lancar, nilai aset tetap turun menjadi Rp159,60 triliun dari Rp165,45 triliun. Sebaliknya, aset hak-guna meningkat menjadi Rp28,72 triliun dari Rp27,96 triliun.
| Pos Aset | 30 September 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kas dan setara kas | Rp33,63 triliun | Rp34,23 triliun | -1,76% |
| Piutang usaha pihak ketiga | Rp10,36 triliun | Rp9,18 triliun | +12,82% |
| Aset lancar | Rp60,93 triliun | Rp61,77 triliun | -1,35% |
| Investasi jangka panjang | Rp5,41 triliun | Rp7,39 triliun | -26,77% |
| Aset tetap | Rp159,60 triliun | Rp165,45 triliun | -3,54% |
| Aset hak-guna | Rp28,72 triliun | Rp27,96 triliun | +2,73% |
| Aset tidak lancar | Rp218,88 triliun | Rp225,99 triliun | -3,15% |
| Total aset | Rp279,81 triliun | Rp287,76 triliun | -2,76% |
Liabilitas Meningkat, Ekuitas Turun Menjadi Rp140,46 Triliun
Total liabilitas Telkom per 30 September 2026 mencapai Rp139,35 triliun, naik 1,55% dibandingkan Rp137,22 triliun pada 31 Desember 2025.
Liabilitas jangka pendek meningkat menjadi Rp75,25 triliun dari Rp73,95 triliun. Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun naik menjadi Rp21,68 triliun dibandingkan Rp17,75 triliun pada akhir 2025. Utang pajak juga meningkat menjadi Rp3,44 triliun dari Rp2,03 triliun.
Liabilitas jangka panjang tercatat Rp64,10 triliun, naik dari Rp63,27 triliun. Pinjaman jangka panjang mencapai Rp26,56 triliun, sedangkan liabilitas sewa tercatat Rp17,93 triliun.
Sementara itu, total ekuitas turun menjadi Rp140,46 triliun dari Rp150,54 triliun. Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp122,30 triliun, sedangkan kepentingan nonpengendali sebesar Rp18,17 triliun.
Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya turun menjadi Rp90,62 triliun dari Rp97,86 triliun. Selain itu, modal saham yang diperoleh kembali meningkat menjadi Rp1,78 triliun dari Rp30 miliar pada akhir 2025.
| Pos Liabilitas dan Ekuitas | 30 September 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Liabilitas jangka pendek | Rp75,25 triliun | Rp73,95 triliun | +1,76% |
| Liabilitas jangka panjang | Rp64,10 triliun | Rp63,27 triliun | +1,31% |
| Total liabilitas | Rp139,35 triliun | Rp137,22 triliun | +1,55% |
| Ekuitas pemilik entitas induk | Rp122,30 triliun | Rp130,69 triliun | -6,42% |
| Kepentingan nonpengendali | Rp18,17 triliun | Rp19,85 triliun | -8,49% |
| Total ekuitas | Rp140,46 triliun | Rp150,54 triliun | -6,69% |
Arus Kas Operasi Mencapai Rp48 Triliun
Telkom menghasilkan arus kas bersih dari kegiatan operasi sebesar Rp48,01 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Nilai tersebut turun 3,22% dibandingkan Rp49,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain mencapai Rp110,73 triliun, meningkat dibandingkan Rp108,54 triliun pada Januari–September 2025. Penerimaan restitusi pajak juga naik menjadi Rp1,05 triliun dari Rp934 miliar.
Di sisi pengeluaran, pembayaran kas untuk beban meningkat menjadi Rp38,06 triliun dari Rp35,92 triliun. Pembayaran kas kepada karyawan juga naik menjadi Rp14,09 triliun dibandingkan Rp11,49 triliun pada periode sebelumnya.
Untuk aktivitas investasi, Telkom mencatat arus kas keluar bersih Rp16,67 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp18,55 triliun pada Januari–September 2025. Pembelian aset tetap mencapai Rp14,64 triliun, sedangkan pembelian aset takberwujud sebesar Rp2,21 triliun.
Aktivitas pendanaan mencatat arus kas keluar bersih Rp32,53 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan Rp33,71 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham perusahaan mencapai Rp22 triliun, meningkat dari Rp21,05 triliun.
| Arus Kas | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Arus kas bersih dari kegiatan operasi | Rp48,01 triliun | Rp49,61 triliun | -3,22% |
| Arus kas bersih untuk kegiatan investasi | (Rp16,67 triliun) | (Rp18,55 triliun) | Arus keluar turun 10,13% |
| Arus kas bersih untuk kegiatan pendanaan | (Rp32,53 triliun) | (Rp33,71 triliun) | Arus keluar turun 3,50% |
| Penurunan bersih kas dan setara kas | Rp1,20 triliun | Rp2,66 triliun | Penurunan menyusut 55,04% |
| Kas dan setara kas akhir periode | Rp33,63 triliun | Rp31,55 triliun | +6,57% |
Arus kas pendanaan juga mencakup pencairan utang bank dan pinjaman lainnya sebesar Rp45,88 triliun serta pembayaran pinjaman Rp41,21 triliun. Selain itu, Telkom melakukan pembayaran liabilitas sewa Rp6,61 triliun dan pembelian kembali saham perusahaan sebesar Rp1,75 triliun.
Secara keseluruhan, kas dan setara kas Telkom pada akhir September 2026 tercatat Rp33,63 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Rp31,55 triliun pada akhir September 2025, meskipun selama periode sembilan bulan 2026 perseroan membukukan penurunan bersih kas dan setara kas Rp1,20 triliun.
Baca Laporan Keuangan Emiten
- Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
- Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%
- Laba AKRA Naik 32% Jadi Rp2,44 Triliun hingga September 2026
- Laba BTPS Naik 7% Jadi Rp1,01 Triliun hingga September 2026
- Clipan Finance Cetak Laba Rp153,65 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Masih Tertekan
- IPCC Catat Pendapatan Rp645,48 Miliar hingga September 2026, Laba Bersih Turun 6,89%
- Sunter Lakeside Hotel (SNLK) Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Menyusut 39,36%
- Laporan Keuangan Bank Mandiri (BMRI) per September 2026, Laba Naik 13,86% Jadi Rp47,11 Triliun
- Bank Aladin Syariah (BANK) Catat Laba Bersih Rp47,26 Miliar hingga September 2026, Turun 63,10%
- Bukalapak (BUKA) Catat Rugi Rp881,06 Miliar hingga September 2026
- Laporan Keuangan Vale Indonesia (INCO) per September 2026, Laba US$147,12 Juta Melonjak 180,57%
- Laporan Keuangan Telkom Indonesia (TLKM) Q3 2026: Pendapatan Naik Jadi Rp113,50 Triliun namun Laba Bersih Turun
Kesimpulan Kinerja Telkom Indonesia hingga September 2026
Kinerja Telkom Indonesia hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan sebesar 3,54% menjadi Rp113,50 triliun. Namun, laba periode berjalan turun 1,91% menjadi Rp19,46 triliun, sedangkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 3,89% menjadi Rp14,45 triliun.
Dari sisi neraca, total aset turun menjadi Rp279,81 triliun dan total ekuitas menyusut menjadi Rp140,46 triliun. Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp139,35 triliun. Arus kas operasi mencapai Rp48,01 triliun, sedangkan kas dan setara kas pada akhir September 2026 tercatat Rp33,63 triliun.
Perkembangan pendapatan, biaya operasional, laba bersih, belanja aset, pembayaran dividen, serta posisi liabilitas menjadi sejumlah komponen penting dalam membaca kinerja keuangan Telkom pada sembilan bulan pertama 2026.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan rekomendasi atau perintah untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.
0 comments
Posting Komentar