Kantongi Pendapatan US$ 33,24 Miliar, Anthropic Perbarui Dokumen IPO di Tengah Kerugian Fantastis

Kuhuni.com — Perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pengembang chatbot Claude, Anthropic, resmi memperbarui dokumen pendaftaran Form S-1 kepada U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) pada Senin lalu. Dokumen teranyar ini memberikan gambaran keuangan yang lebih komprehensif kepada calon investor menjelang penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) yang berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah teknologi.

Anthropic Dok. Kuhuni.com

Berdasarkan laporan keuangan terbaru hingga 30 September, Anthropic mencatatkan pendapatan sebesar US$ 33,24 miliar untuk periode sembilan bulan pertama (9M). Angka ini meroket hingga 1.200% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kendati demikian, pertumbuhan pendapatan yang masif tersebut dibarengi dengan nilai kerugian bersih (net loss) yang tak kalah fantastis, yakni mencapai US$ 104 miliar dalam periode sembilan bulan. Manajemen menjelaskan bahwa sebagian besar kerugian tersebut dipicu oleh penyesuaian nilai wajar (fair value) atas obligasi konversi (convertible notes) dan liabilitas derivatif. Sebagai perbandingan, kerugian Anthropic pada periode yang sama di tahun 2025 tercatat sebesar US$ 25,1 miliar.

Pertumbuhan Kuartalan Mulai Melambat

Pada kuartal III, Anthropic membukukan pendapatan sekitar US$ 17 miliar, melonjak 1.127% YoY. Meski pertumbuhan tahunannya sangat tinggi, kinerja pendapatan secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ) mulai menunjukkan sinyal perlambatan.

Baca: Daftar Harga iPhone Terbaru November 2026 di iBox: iPhone 18 Pro & iPhone Duo Resmi Hadir!

Pada kuartal III, pertumbuhan pendapatan Anthropic berada di level 47% QoQ. Angka ini melambat signifikan jika dibandingkan dengan lonjakan pendapatan pada kuartal II sebesar 144% dan kuartal I sebesar 132%. Adapun kerugian bersih khusus untuk kuartal III tercatat sebesar US$ 23,29 miliar.

Beban Infrastruktur Komputasi Membengkak US$ 895 Miliar

Di tengah persiapan menggelar roadshow, perusahaan berusia lima tahun ini harus menghadapi dinamika kekhawatiran pasar terkait besarnya biaya pembangunan infrastruktur AI (AI buildout).

Dalam amandemen Form S-1 tersebut, Anthropic mengungkapkan telah menandatangani komitmen pembelian dan perjanjian sewa dengan total belanja yang disepakati mencapai US$ 895,4 miliar. Manajemen menegaskan bahwa hampir seluruh komitmen anggaran tersebut dialokasikan untuk infrastruktur dan kapasitas komputasi (compute capacity).

Baca: 5 Headphone Terbaik 2026: Rekomendasi Fitur ANC, Bass, Daya Tahan Baterai dan Harga

Beban komputasi dan infrastruktur perusahaan naik US$ 14,4 miliar atau melonjak 329% YoY untuk periode yang berakhir 30 September.

"Seiring berkembangnya kapasitas komputasi dan infrastruktur kami, pengeluaran terkait juga mengalami peningkatan," tulis manajemen Anthropic dalam dokumen prospektus tersebut.

Saat ini, Anthropic mengandalkan pasokan kapasitas utama dari raksasa teknologi seperti Amazon, Google, dan SpaceX, di samping menggunakan penyedia layanan neocloud untuk menyokong ekspansi kapasitasnya.

Baca: Belajar dari Kasus Peretasan Binance Rp114 Triliun, Lindungi Akun Bank, Sekuritas, Kripto, dan Email Sebelum Terlambat!

Fokus Risiko Keamanan dan Persaingan dengan OpenAI

Anthropic didirikan oleh Dario Amodei bersama sejumlah peneliti yang sebelumnya melepaskan diri dari OpenAI—pesaing utamanya saat ini. OpenAI sendiri dikabarkan telah mendaftarkan prospektus secara rahasia pada Juni lalu, namun para eksekutifnya mengisyaratkan baru akan melantai di bursa pada 2027.

Baca: Incar Valuasi Rp31,76 Kuadriliun, Pengembang AI Anthropic Bersiap Gelar IPO Terbesar

Berbeda dari kompetitornya, Anthropic memosisikan diri sebagai pengembang AI yang lebih mengedepankan aspek keamanan. Dokumen S-1 Anthropic memuat lebih dari 90 halaman faktor risiko, termasuk dinamika politik, kompleksitas infrastruktur, hingga tantangan dalam menyeimbangkan keamanan model AI dengan target komersial.

Baca: Komparasi Mendalam & Review: vivo X500 Pro Max vs Xiaomi 17 Ultra

"Kami menganggap ini sebagai tanggung jawab pribadi untuk membantu dunia memahami risiko-risko ini, mencegah atau memitigasinya saat timbul dari model AI kami, serta bekerja sama dengan pemerintah dan industri untuk mengatasinya di tingkat masyarakat," ungkap para pendiri Anthropic dalam pendaftaran IPO tersebut.

Serial Belajar Saham:

  1. Apa Itu Trading? Pengertian Trading untuk Pemula
  2. Manajemen Risiko dalam Trading: Panduan Lengkap untuk Pemula
  3. Apa Itu Trading Saham? Pengertian, Cara Kerja dan Contohnya untuk Pemula
  4. Cara Menjual Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
  5. 20 Istilah Penting Dalam Saham yang Wajib Diketahui Pemula
  6. Panduan Lengkap Investasi Saham untuk Pemula
  7. Cara Trading Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
  8. Cara Main Saham Modal Kecil: Mulai Rp100 Ribu, Rp500 Ribu, atau Rp1 Juta
  9. 25 Aplikasi Trading Terpercaya dan Resmi di Indonesia yang Terdaftar OJK dan BEI
  10. Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia: Resmi Terdaftar di BEI dan OJK

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan