Kuhuni.com, Jakarta — PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) mencatat penjualan neto sebesar Rp917,99 miliar selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026. Angka ini meningkat 37,94% dibandingkan penjualan Rp665,51 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba bruto meningkat menjadi Rp44,50 miliar dari Rp28,44 miliar.
Perseroan membukukan laba neto tahun berjalan sebesar Rp10,63 miliar, meningkat sekitar 395,8% dibandingkan Rp2,14 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Laba usaha juga berbalik positif menjadi Rp10,36 miliar dari rugi usaha Rp275,91 juta pada periode sebelumnya.
![]() |
| Logo Trimegah Karya Pratama (UVCR) |
Di sisi lain, arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp64,34 miliar. Posisi keuangan per 30 September 2026 menunjukkan total aset Rp245,77 miliar, meningkat dibandingkan Rp217,03 miliar pada 31 Desember 2025.
Penjualan UVCR Tumbuh 37,94%
Penjualan neto PT Trimegah Karya Pratama Tbk mencapai Rp917,99 miliar hingga September 2026, naik Rp252,48 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan meningkat dari Rp637,06 miliar menjadi Rp873,48 miliar.
Meskipun beban pokok penjualan meningkat, pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi mendorong kenaikan laba bruto sebesar 56,47% menjadi Rp44,50 miliar dari Rp28,44 miliar. Margin laba bruto meningkat dari sekitar 4,27% menjadi 4,85%.
| Keterangan | Jan–Sep 2026 (Rp) |
Jan–Sep 2025 (Rp) |
Perubahan |
|---|---|---|---|
| Penjualan neto | 917.986.210.639 | 665.507.684.565 | +37,94% |
| Beban pokok penjualan | (873.484.202.849) | (637.064.775.201) | +37,11% |
| Laba bruto | 44.502.007.790 | 28.442.909.364 | +56,47% |
Pertumbuhan laba bruto yang lebih cepat dibandingkan kenaikan beban pokok penjualan menunjukkan peningkatan margin bruto. Meski demikian, margin bruto perseroan masih berada di bawah 5% dari penjualan neto.
Laba Usaha Berbalik Positif
UVCR mencatat laba usaha Rp10,36 miliar selama Januari–September 2026, berbalik dari rugi usaha Rp275,91 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp28,67 miliar dari Rp24,89 miliar, sedangkan beban penjualan naik menjadi Rp5,48 miliar dari Rp3,83 miliar. Total beban usaha bertambah menjadi Rp34,14 miliar dari Rp28,72 miliar.
Kenaikan laba bruto sebesar Rp16,06 miliar melampaui kenaikan total beban usaha sekitar Rp5,42 miliar. Kondisi tersebut mendorong laba usaha beralih dari posisi negatif menjadi positif.
| Keterangan | Jan–Sep 2026 (Rp) |
Jan–Sep 2025 (Rp) |
Perubahan |
|---|---|---|---|
| Beban umum dan administrasi | 28.668.023.988 | 24.889.239.697 | +15,18% |
| Beban penjualan | 5.475.432.893 | 3.829.579.329 | +42,98% |
| Total beban usaha | 34.143.456.881 | 28.718.819.026 | +18,89% |
| Laba (rugi) usaha | 10.358.550.909 | (275.909.662) | Berbalik laba |
Pendapatan Lain-lain Menopang Laba Sebelum Pajak
Selain laba usaha yang berbalik positif, hasil sebelum pajak juga ditopang oleh penghasilan lain-lain neto. Pos lain-lain neto tercatat Rp7,41 miliar, turun dari Rp8,85 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan keuangan naik menjadi Rp5,75 juta dari Rp3,71 juta. Sementara itu, beban keuangan turun menjadi Rp4,34 miliar dari Rp5,57 miliar. Secara keseluruhan, jumlah penghasilan lain-lain neto mencapai Rp3,08 miliar, dibandingkan Rp3,28 miliar pada Januari–September 2025.
Laba sebelum beban pajak penghasilan meningkat menjadi Rp13,44 miliar dari Rp3,01 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto sebesar Rp2,81 miliar, laba neto tahun berjalan mencapai Rp10,63 miliar.
| Keterangan | Jan–Sep 2026 (Rp) |
Jan–Sep 2025 (Rp) |
Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan keuangan | 5.748.524 | 3.707.121 | +55,08% |
| Beban keuangan | (4.338.015.055) | (5.571.868.695) | -22,15% |
| Lain-lain neto | 7.413.361.161 | 8.851.828.826 | -16,25% |
| Jumlah penghasilan lain-lain neto | 3.081.094.630 | 3.283.667.252 | -6,17% |
| Laba sebelum pajak | 13.439.645.539 | 3.007.757.590 | +346,86% |
| Beban pajak penghasilan neto | (2.814.302.927) | (864.053.690) | +225,71% |
| Laba neto tahun berjalan | 10.625.342.612 | 2.143.703.900 | +395,84% |
Laba neto meningkat sekitar 4,96 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba per saham dasar dan dilusian yang tercantum dalam laporan masing-masing sebesar Rp5,31 dan Rp1,07 untuk periode 2026 dan 2025.
Baca Laporan Keuangan Emiten Lainnya
- Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
- Laporan Keuangan Saham ARNA September 2026: Penjualan Rp2,51 Triliun, Laba Naik 22,82%
- GUNA Raup Pendapatan Rp1,49 Triliun, Laba Bersih Naik 15,01% hingga September 2026
- Laporan keuangan PTPP September 2026: pendapatan turun 12,69% dan laba tahun berjalan Rp4,57 miliar.
- Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%
- PAMG Catat Rugi Rp2,56 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Turun 10,78%
- Laba AKRA Naik 32% Jadi Rp2,44 Triliun hingga September 2026
- Laba BTPS Naik 7% Jadi Rp1,01 Triliun hingga September 2026
- Clipan Finance Cetak Laba Rp153,65 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Masih Tertekan
- Rugi Onix Capital Membengkak Jadi Rp25,34 Miliar pada September 2026, Tertekan Rugi Kurs
- IPCC Catat Pendapatan Rp645,48 Miliar hingga September 2026, Laba Bersih Turun 6,89%
- UVCR Catat Penjualan Rp917,99 Miliar, Laba Bersih Melonjak 395,8% hingga September 2026
Arus Kas Operasi Mengalami Tekanan
Di tengah pertumbuhan penjualan dan laba, arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp64,34 miliar selama sembilan bulan 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, arus kas operasi juga negatif sebesar Rp8,99 miliar.
Penerimaan kas dari pelanggan meningkat menjadi Rp945,79 miliar dari Rp663,79 miliar. Namun, pembayaran kepada pemasok naik menjadi Rp976,64 miliar dari Rp646,36 miliar. Pembayaran kepada karyawan meningkat menjadi Rp16,23 miliar dari Rp14,05 miliar, sedangkan pembayaran beban keuangan mencapai Rp4,37 miliar.
Perbedaan antara penerimaan kas dari pelanggan dan besarnya pembayaran kepada pemasok menjadi komponen utama dalam arus kas operasi yang negatif pada periode berjalan.
| Keterangan | Jan–Sep 2026 (Rp) |
Jan–Sep 2025 (Rp) |
|---|---|---|
| Penerimaan kas dari pelanggan | 945.789.348.628 | 663.788.396.997 |
| Pembayaran kepada pemasok | (976.641.090.456) | (646.358.748.901) |
| Pembayaran kepada karyawan | (16.234.877.453) | (14.045.776.722) |
| Pembayaran beban keuangan | (4.373.476.301) | 318.612.646 |
| Pembayaran pajak penghasilan | (4.692.253.186) | (5.590.254.147) |
| Pembayaran kegiatan operasional lainnya | (8.189.847.885) | (7.101.728.731) |
| Arus kas neto dari (digunakan untuk) aktivitas operasi | (64.336.448.129) | (8.985.791.737) |
Arus Kas Investasi Positif Rp70,78 Miliar
Arus kas neto dari aktivitas investasi mencapai Rp70,78 miliar, berbalik positif dibandingkan arus kas keluar Rp19,83 miliar pada Januari–September 2025.
Penerimaan pembayaran pinjaman dari pihak ketiga tercatat Rp82,02 miliar, sedangkan pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga mencapai Rp10,35 miliar. Perseroan juga mengeluarkan Rp599,62 juta untuk perolehan aset tetap dan Rp282,94 juta untuk perolehan aset takberwujud.
Arus kas dari aktivitas pendanaan menunjukkan penggunaan kas neto sebesar Rp5,88 miliar, dibandingkan penerimaan neto Rp28,21 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode berjalan, perseroan mencatat pembayaran utang bank jangka pendek, pembayaran dividen tunai, pembelian saham treasuri, pembayaran utang bank jangka panjang, penambahan utang bank jangka pendek, dan pembayaran utang pembiayaan.
| Keterangan | Jan–Sep 2026 (Rp) |
Jan–Sep 2025 (Rp) |
|---|---|---|
| Arus kas neto dari (digunakan untuk) aktivitas operasi | (64.336.448.129) | (8.985.791.737) |
| Arus kas neto dari (digunakan untuk) aktivitas investasi | 70.780.538.456 | (19.830.184.843) |
| Arus kas neto dari aktivitas pendanaan | (5.875.227.400) | 28.210.585.375 |
| Kenaikan (penurunan) neto kas dan bank | 568.862.927 | (605.391.205) |
| Kas dan bank pada awal tahun | 1.805.621.319 | 1.573.186.189 |
| Kas dan bank pada akhir tahun | 2.374.484.246 | 967.794.984 |
Kas dan bank pada akhir September 2026 tercatat Rp2,37 miliar, meningkat dari saldo awal tahun sebesar Rp1,81 miliar. Kenaikan neto kas dan bank selama periode berjalan tercatat Rp568,86 juta.
Total Aset Meningkat Menjadi Rp245,77 Miliar
Per 30 September 2026, total aset UVCR mencapai Rp245,77 miliar, meningkat 13,24% dibandingkan Rp217,03 miliar pada 31 Desember 2025.
Aset lancar meningkat menjadi Rp213,33 miliar dari Rp182,22 miliar. Perubahan terbesar terlihat pada persediaan, yang naik dari Rp49,72 miliar menjadi Rp137,66 miliar. Piutang usaha pihak ketiga juga meningkat menjadi Rp15,25 miliar dari Rp10,34 miliar.
Di sisi lain, piutang lain-lain pihak ketiga turun cukup besar dari Rp118,03 miliar menjadi Rp48,33 miliar. Kas dan bank meningkat menjadi Rp2,37 miliar dari Rp1,81 miliar.
Aset tidak lancar turun menjadi Rp32,45 miliar dari Rp34,81 miliar. Penurunan tersebut antara lain terlihat pada aset takberwujud, dari Rp14,62 miliar menjadi Rp11,84 miliar, serta aset pajak tangguhan, dari Rp540,18 juta menjadi Rp88,36 juta.
| Keterangan | 30 Sep 2026 (Rp) |
31 Des 2025 (Rp) |
Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kas dan bank | 2.374.484.246 | 1.805.621.319 | +31,51% |
| Piutang usaha pihak ketiga | 15.247.823.754 | 10.342.153.671 | +47,43% |
| Piutang lain-lain pihak ketiga | 48.334.920.717 | 118.032.410.423 | -59,05% |
| Persediaan | 137.658.856.814 | 49.720.008.844 | +176,88% |
| Total aset lancar | 213.326.247.676 | 182.218.633.608 | +17,07% |
| Total aset tidak lancar | 32.448.282.803 | 34.813.771.844 | -6,79% |
| Total aset | 245.774.530.479 | 217.032.405.452 | +13,24% |
Liabilitas Meningkat 18,18%
Total liabilitas UVCR per 30 September 2026 mencapai Rp134,03 miliar, meningkat 18,18% dibandingkan Rp113,41 miliar pada akhir 2025.
Liabilitas jangka pendek meningkat menjadi Rp130,72 miliar dari Rp110,40 miliar. Uang muka pelanggan naik dari Rp43,04 miliar menjadi Rp65,75 miliar, sedangkan utang bank jangka pendek turun menjadi Rp52,39 miliar dari Rp54,52 miliar.
Utang usaha pihak ketiga turun menjadi Rp3,79 miliar dari Rp4,15 miliar. Utang pajak meningkat menjadi Rp6,75 miliar dari Rp6,12 miliar. Liabilitas jangka panjang naik menjadi Rp3,31 miliar dari Rp3,01 miliar, terutama seiring kenaikan utang pembiayaan jangka panjang.
Ekuitas Naik Menjadi Rp111,75 Miliar
Total ekuitas meningkat menjadi Rp111,75 miliar dari Rp103,62 miliar pada 31 Desember 2025, atau naik sekitar 7,84%.
Modal saham tercatat Rp40,00 miliar dan tambahan modal disetor sebesar Rp33,27 miliar, keduanya tidak berubah dibandingkan akhir 2025. Saldo laba yang belum dicadangkan meningkat menjadi Rp32,86 miliar dari Rp23,23 miliar. Pada September 2026, perseroan juga mencatat saham treasuri sebesar Rp1,50 miliar.
| Keterangan | 30 Sep 2026 (Rp) |
31 Des 2025 (Rp) |
Perubahan |
|---|---|---|---|
| Utang bank jangka pendek | 52.393.436.346 | 54.516.406.696 | -3,89% |
| Uang muka pelanggan | 65.752.533.603 | 43.043.725.531 | +52,77% |
| Total liabilitas jangka pendek | 130.716.745.817 | 110.402.759.625 | +18,40% |
| Total liabilitas jangka panjang | 3.312.043.048 | 3.009.206.954 | +10,06% |
| Total liabilitas | 134.028.788.865 | 113.411.966.579 | +18,18% |
| Saham treasuri | (1.499.967.452) | - | Baru tercatat |
| Saldo laba belum dicadangkan | 32.858.946.645 | 23.233.676.452 | +41,42% |
| Total ekuitas | 111.745.741.614 | 103.620.438.873 | +7,84% |
Kesimpulan Kinerja UVCR hingga September 2026
Kinerja PT Trimegah Karya Pratama Tbk selama sembilan bulan 2026 menunjukkan pertumbuhan penjualan dan peningkatan profitabilitas. Penjualan neto naik 37,94% menjadi Rp917,99 miliar, sementara laba neto meningkat sekitar 395,84% menjadi Rp10,63 miliar. Laba usaha juga berbalik positif setelah mencatat rugi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, arus kas operasi masih negatif Rp64,34 miliar, terutama karena pembayaran kepada pemasok lebih besar daripada penerimaan kas dari pelanggan. Pada sisi neraca, total aset meningkat 13,24%, total liabilitas naik 18,18%, dan total ekuitas bertambah 7,84% dibandingkan posisi akhir 2025.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan rekomendasi atau perintah untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

0 comments
Posting Komentar