PAMG Catat Rugi Rp2,56 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Turun 10,78%

KUHUNI.COM – PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (IDX: PAMG) membukukan rugi bersih sebesar Rp2,56 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Hasil tersebut berbalik dari laba bersih Rp965,13 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, pendapatan PAMG tercatat sebesar Rp33,70 miliar, turun dari Rp37,77 miliar pada 30 September 2025. Penurunan pendapatan, melemahnya laba kotor, serta meningkatnya biaya keuangan menjadi sejumlah faktor yang menekan kinerja perusahaan.

Di sisi neraca, total aset PAMG meningkat menjadi Rp597,38 miliar per 30 September 2026 dari Rp591,35 miliar pada 31 Desember 2025. Namun, arus kas dari aktivitas operasi berbalik negatif sebesar Rp5,14 miliar.

Manajemen PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. Dokumentasi PAMG

Pendapatan PAMG Turun 10,78%

Pendapatan PT Bima Sakti Pertiwi Tbk selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 mencapai Rp33.696.817.575, turun 10,78% dibandingkan Rp37.770.343.359 pada periode yang sama tahun 2025.

Penurunan pendapatan tersebut diikuti penyusutan laba kotor. Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp18,99 miliar dari Rp20,41 miliar, tetapi penurunannya belum cukup untuk menjaga nilai laba kotor pada tingkat tahun sebelumnya.

Keterangan 9M 2026 9M 2025 Perubahan
PendapatanRp33,70 miliarRp37,77 miliar-10,78%
Beban pokok pendapatanRp18,99 miliarRp20,41 miliar-6,95%
Laba kotorRp14,71 miliarRp17,36 miliar-15,29%
Laba usahaRp6,71 miliarRp9,35 miliar-28,25%
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilanRp275,88 jutaRp4,12 miliar-93,31%
Laba (rugi) periode berjalan(Rp2,56 miliar)Rp965,13 jutaBerbalik rugi

Catatan: Persentase perubahan dihitung berdasarkan angka laporan keuangan, dengan beban dibandingkan berdasarkan nilai absolutnya. Angka dibulatkan untuk memudahkan pembacaan.

Margin Laba Kotor dan Laba Usaha Melemah

Laba kotor PAMG turun dari Rp17,36 miliar menjadi Rp14,71 miliar, atau berkurang sekitar 15,29%. Secara perhitungan, margin laba kotor juga menyusut dari sekitar 45,97% pada sembilan bulan 2025 menjadi 43,65% pada sembilan bulan 2026.

Artinya, meskipun beban pokok pendapatan menurun, penurunan pendapatan yang lebih besar tetap menekan laba kotor perusahaan.

Jumlah beban usaha relatif stabil, yakni Rp8,00 miliar pada 2026 dibandingkan Rp8,02 miliar pada 2025. Namun, karena laba kotor turun, laba usaha ikut menyusut 28,25% menjadi Rp6,71 miliar dari Rp9,35 miliar.

Beban pemasaran meningkat menjadi Rp1,01 miliar dari Rp839,79 juta. Sebaliknya, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp7,00 miliar dari Rp7,18 miliar.

Komponen Beban Usaha 9M 2026 9M 2025
Beban pemasaranRp1.006.108.857Rp839.786.833
Beban umum dan administrasiRp6.995.730.198Rp7.176.966.972
Total beban usahaRp8.001.839.055Rp8.016.753.805

Biaya Keuangan Rp6,81 Miliar Tekan Kinerja PAMG

Salah satu tekanan utama terhadap laba PAMG berasal dari biaya keuangan. Pada sembilan bulan 2026, biaya keuangan mencapai Rp6.809.951.584, meningkat sekitar 19,42% dibandingkan Rp5.702.426.396 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Biaya keuangan tersebut hampir menyamai laba usaha sebesar Rp6,71 miliar. Kondisi ini membuat ruang keuntungan perusahaan menjadi sangat terbatas setelah memperhitungkan pendapatan dan beban lain-lain.

PAMG mencatat penghasilan bunga Rp11,81 juta dan keuntungan lain-lain neto Rp368,22 juta. Namun, setelah memperhitungkan biaya keuangan, beban lain-lain neto mencapai Rp6,43 miliar, lebih besar dibandingkan Rp5,22 miliar pada sembilan bulan 2025.

Laba sebelum pajak final dan beban pajak penghasilan turun tajam menjadi Rp275,88 juta dari Rp4,12 miliar. Setelah dikurangi beban pajak final Rp2,66 miliar dan beban pajak penghasilan neto Rp181,75 juta, perusahaan membukukan rugi bersih Rp2,56 miliar.

Pada periode yang sama tahun lalu, PAMG masih mencatat laba bersih Rp965,13 juta. Dengan demikian, kinerja perusahaan berbalik dari laba menjadi rugi dalam sembilan bulan pertama 2026.

Rugi Bersih Rp2,56 Miliar, EPS Menjadi Negatif

Laporan keuangan mencatat laba per saham dasar dan dilusian PAMG sebesar negatif Rp0,82 pada periode 2026. Angka tersebut berbalik dari laba per saham Rp0,31 pada periode 2025.

Perubahan laba per saham sejalan dengan perubahan hasil akhir perusahaan dari laba bersih menjadi rugi bersih. 

Baca Laporan Keuangan Emiten Lainnya

  1. Laporan Keuangan DIGI September 2026: Pendapatan Turun, Rugi Bersih Menyusut Jadi Rp730 Juta
  2. Laporan Keuangan AXIO September 2026: Pendapatan Naik 24%, Laba Bersih Tembus Rp61 Miliar
  3. Laporan Keuangan BPFI September 2026: Laba Bersih Naik 89% Jadi Rp97,81 Miliar
  4. Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
  5. Laporan Keuangan BOBA September 2026: Penjualan dan Laba Bersih Meningkat
  6. Laporan Keuangan Saham ARNA September 2026: Penjualan Rp2,51 Triliun, Laba Naik 22,82%
  7. GUNA Raup Pendapatan Rp1,49 Triliun, Laba Bersih Naik 15,01% hingga September 2026
  8. Laporan keuangan PTPP September 2026: pendapatan turun 12,69% dan laba tahun berjalan Rp4,57 miliar.
  9. Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%
  10. PAMG Catat Rugi Rp2,56 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Turun 10,78%

Total Aset PAMG Meningkat Menjadi Rp597,38 Miliar

Per 30 September 2026, total aset PAMG mencapai Rp597.383.822.588, meningkat sekitar 1,02% dibandingkan Rp591.352.699.975 pada 31 Desember 2025.

Aset lancar meningkat menjadi Rp7,22 miliar dari Rp5,35 miliar. Kas dan bank naik menjadi Rp2,10 miliar dari Rp443,34 juta. Meski demikian, kas pada akhir periode perlu dilihat bersama arus kas operasi yang negatif.

Aset tidak lancar mencapai Rp590,16 miliar. Porsi terbesar berasal dari properti investasi senilai Rp576,58 miliar, naik dari Rp571,80 miliar pada akhir 2025. Dengan nilai tersebut, properti investasi menjadi komponen dominan dalam struktur aset PAMG.

Posisi Keuangan 30 Sep 2026 31 Des 2025 Perubahan
Kas dan bankRp2,10 miliarRp443,34 juta+373,7%
Aset lancarRp7,22 miliarRp5,35 miliar+34,9%
Properti investasiRp576,58 miliarRp571,80 miliar+0,84%
Aset tidak lancarRp590,16 miliarRp586,00 miliar+0,71%
Total asetRp597,38 miliarRp591,35 miliar+1,02%

Liabilitas Naik, Ekuitas Sedikit Menurun

Total liabilitas PAMG per 30 September 2026 tercatat Rp170,22 miliar, naik dari Rp161,63 miliar pada 31 Desember 2025. Kenaikan tersebut terutama terlihat pada liabilitas jangka panjang dan utang non-usaha kepada pihak berelasi.

Utang non-usaha kepada pihak berelasi meningkat menjadi Rp43,53 miliar dari Rp26,41 miliar. Sementara itu, pinjaman bank jangka panjang tercatat Rp81,83 miliar, sama dengan posisi akhir 2025.

Di sisi lain, liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp10,29 miliar dari Rp19,16 miliar. Pinjaman bank yang jatuh tempo dalam satu tahun tercatat Rp2,18 miliar, turun dari Rp8,70 miliar. Bunga ditangguhkan pada bagian jangka pendek juga turun menjadi Rp300 juta dari Rp1,20 miliar.

Total ekuitas turun tipis menjadi Rp427,17 miliar dari Rp429,73 miliar. Penurunan ini terutama sejalan dengan berkurangnya saldo laba belum dicadangkan dari Rp227,40 miliar menjadi Rp224,84 miliar.

Komponen 30 Sep 2026 31 Des 2025
Liabilitas jangka pendekRp10.293.911.842Rp19.155.605.829
Liabilitas jangka panjangRp159.923.398.674Rp142.469.626.406
Total liabilitasRp170.217.310.516Rp161.625.232.235
Total ekuitasRp427.166.512.072Rp429.727.467.740
Total liabilitas dan ekuitasRp597.383.822.588Rp591.352.699.975

Rasio Keuangan PAMG per September 2026

Berdasarkan angka laporan posisi keuangan, rasio liabilitas terhadap aset PAMG sekitar 28,49%, dibandingkan 27,34% pada akhir 2025. Rasio liabilitas terhadap ekuitas meningkat menjadi sekitar 39,85% dari 37,61%.

Rasio lancar secara perhitungan meningkat menjadi sekitar 0,70 kali dari 0,28 kali. Walaupun membaik, angka tersebut masih di bawah 1 kali, yang berarti aset lancar lebih kecil dibandingkan liabilitas jangka pendek pada tanggal laporan.

Rasio 30 Sep 2026 31 Des 2025
Rasio lancar0,70x0,28x
Liabilitas terhadap aset28,49%27,34%
Liabilitas terhadap ekuitas39,85%37,61%

Rasio dihitung dari angka yang disajikan dalam laporan. Rasio lancar membandingkan aset lancar dengan liabilitas jangka pendek; interpretasinya perlu mempertimbangkan karakteristik bisnis dan komposisi aset perusahaan.

Arus Kas Operasi PAMG Berbalik Negatif Rp5,14 Miliar

Arus kas dari aktivitas operasi PAMG pada sembilan bulan 2026 mencatat arus kas keluar bersih Rp5.143.907.618. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan masih mencatat arus kas masuk bersih Rp722.995.834.

Penerimaan kas dari pelanggan turun menjadi Rp33,48 miliar dari Rp37,65 miliar. Sementara itu, pembayaran kepada pemasok dan beban operasional lainnya meningkat menjadi Rp20,42 miliar dari Rp19,96 miliar, sedangkan pembayaran kepada karyawan naik menjadi Rp8,56 miliar dari Rp8,05 miliar.

Kas yang dihasilkan dari operasi sebelum pembayaran biaya keuangan dan pajak turun menjadi Rp4,50 miliar dari Rp9,64 miliar. Setelah pembayaran biaya keuangan Rp6,70 miliar dan pajak final Rp2,94 miliar, arus kas operasi menjadi negatif.

Pengeluaran Investasi dan Arus Kas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi mencapai Rp3,71 miliar, lebih besar dibandingkan Rp3,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pengeluaran terbesar adalah perolehan properti investasi senilai Rp3,76 miliar, naik dari Rp3,48 miliar.

Dari aktivitas pendanaan, PAMG memperoleh arus kas bersih Rp10,51 miliar, dibandingkan Rp2,92 miliar pada sembilan bulan 2025. Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi mencapai Rp17,12 miliar, sedangkan pembayaran pinjaman bank sebesar Rp6,53 miliar dan pembayaran liabilitas sewa Rp77,73 juta.

Gabungan arus kas operasi, investasi, dan pendanaan menghasilkan kenaikan bersih kas sebesar Rp1,66 miliar. Kas dan bank meningkat dari Rp443,34 juta pada awal periode menjadi Rp2,10 miliar pada 30 September 2026.

Arus Kas 9M 2026 9M 2025
Kas neto dari/(digunakan untuk) aktivitas operasi(Rp5.143.907.618)Rp722.995.834
Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi(Rp3.712.102.902)(Rp3.448.880.618)
Kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaanRp10.513.470.150Rp2.920.947.262
Kenaikan bersih kas dan bankRp1.657.459.630Rp195.062.478
Kas dan bank pada awal periodeRp443.339.374Rp1.045.239.704
Kas dan bank pada akhir periodeRp2.100.799.004Rp1.240.302.182

Kesimpulan Kinerja PAMG hingga September 2026

Kinerja PT Bima Sakti Pertiwi Tbk hingga September 2026 menunjukkan sejumlah tantangan. Pendapatan turun 10,78%, laba kotor melemah 15,29%, dan laba usaha berkurang 28,25%. Beban keuangan yang meningkat ikut menekan hasil akhir hingga perusahaan membukukan rugi bersih Rp2,56 miliar.

Dari sisi neraca, total aset bertambah menjadi Rp597,38 miliar, terutama didukung kenaikan nilai properti investasi dan aset lancar. Namun, total liabilitas juga meningkat, sedangkan ekuitas sedikit menurun. Arus kas operasi yang negatif menjadi hal penting untuk dipantau karena menunjukkan kas yang dihasilkan dari kegiatan operasional belum mencukupi pengeluaran operasi, biaya keuangan, dan pajak pada periode tersebut.

Perkembangan PAMG selanjutnya akan bergantung pada pemulihan pendapatan dan margin, pengendalian biaya keuangan, kemampuan menghasilkan arus kas operasi positif, serta pengelolaan kewajiban. Angka-angka tersebut merupakan bahan evaluasi fundamental, bukan kepastian mengenai arah harga saham.

FAQ Saham PAMG

Berapa pendapatan PAMG hingga September 2026?

Pendapatan PAMG selama sembilan bulan 2026 sebesar Rp33,70 miliar, turun dari Rp37,77 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Berapa rugi bersih PAMG pada 2026?

PAMG membukukan rugi bersih Rp2,56 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan laba bersih Rp965,13 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengapa PAMG mengalami rugi?

Penurunan laba kotor dan laba usaha, bersama biaya keuangan sebesar Rp6,81 miliar serta beban pajak final, menekan hasil akhir perusahaan hingga menjadi rugi bersih.

Berapa total aset PAMG per September 2026?

Total aset PAMG per 30 September 2026 mencapai Rp597,38 miliar, meningkat dari Rp591,35 miliar pada 31 Desember 2025.

Bagaimana kondisi arus kas PAMG?

Arus kas operasi PAMG negatif Rp5,14 miliar selama sembilan bulan 2026. Arus kas pendanaan positif Rp10,51 miliar membantu menutup arus kas keluar dari aktivitas operasi dan investasi.

Disclaimer

Artikel ini disusun berdasarkan angka laporan keuangan PT Bima Sakti Pertiwi Tbk yang diberikan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 dan posisi keuangan per tanggal tersebut. Analisis serta rasio merupakan hasil perhitungan dari angka yang disajikan dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Investor perlu membaca laporan keuangan lengkap, catatan atas laporan keuangan, keterbukaan informasi, serta mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan