20 Istilah dalam Saham yang Wajib Diketahui Investor Pemula

Bagi orang yang baru mulai investasi saham, ada banyak istilah yang mungkin terdengar asing. Mulai dari lot, emiten, sekuritas, bid, offer, capital gain, capital loss, ARA, ARB hingga dividen.

Memahami istilah-istilah tersebut penting karena hampir semua muncul ketika investor membuka aplikasi trading dan melakukan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Istilah 1 lot saham

Berikut 20 istilah dalam saham yang perlu diketahui investor pemula.

1. Lot Saham

Lot adalah satuan yang digunakan dalam transaksi saham di Bursa Efek Indonesia.

Saat ini, 1 lot saham = 100 lembar saham.

Artinya, jika ingin membeli saham sebanyak 1 lot, investor membeli 100 lembar saham. Jika membeli 2 lot, berarti 200 lembar, dan seterusnya.

Contoh membeli saham 1 lot

Misalnya harga saham BBRI adalah Rp4.000 per lembar.

Maka uang yang diperlukan untuk membeli 1 lot:

1 lot × 100 lembar × Rp4.000 = Rp400.000

Jadi, nilai pembelian saham tersebut adalah Rp400.000 sebelum memperhitungkan biaya transaksi.

Kalau membeli 5 lot:

5 × 100 × Rp4.000 = Rp2.000.000

Jadi semakin banyak lot yang dibeli, semakin besar pula nilai transaksi sahamnya.

BACA JUGA: Istilah Pasar Saham yang Wajib Diketahui

2. Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah pihak yang menyediakan sarana untuk mempertemukan pihak-pihak yang melakukan perdagangan efek serta menyelenggarakan dan menyediakan sistem perdagangan efek di pasar modal Indonesia.

Sederhananya, BEI merupakan tempat dan sistem resmi berlangsungnya perdagangan saham di Indonesia.

Investor tidak melakukan transaksi saham langsung kepada BEI. Transaksi dilakukan melalui perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa.

3. Investor

Investor adalah pihak yang membeli atau memiliki instrumen investasi dengan tujuan memperoleh manfaat atau keuntungan di masa depan.

Dalam pasar saham, investor dapat membeli saham perusahaan yang tercatat di BEI.

Investor dapat berupa individu maupun institusi.

Sementara itu, istilah investor ritel biasanya digunakan untuk menyebut investor individu yang melakukan investasi dengan dana pribadi.

4. Sekuritas

Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang memiliki izin untuk menjalankan kegiatan sebagai perantara pedagang efek dan kegiatan lain di pasar modal sesuai izin yang dimilikinya.

Bagi investor saham, sekuritas berfungsi sebagai perantara untuk melakukan transaksi jual beli saham di BEI.

Saat ini sebagian besar perusahaan sekuritas juga menyediakan aplikasi trading sehingga investor dapat melakukan transaksi melalui komputer atau smartphone.

Contohnya, ketika ingin membeli saham BBRI, investor memasukkan kode BBRI melalui aplikasi trading milik perusahaan sekuritas.

BACA JUGA: Aplikasi Trading Saham Terbaik dan Resmi Terdaftar OJK

5. Emiten

Emiten adalah pihak yang melakukan penawaran umum efek sesuai ketentuan pasar modal.

Dalam pembahasan saham, istilah emiten biasanya digunakan untuk menyebut perusahaan yang sahamnya ditawarkan kepada masyarakat melalui pasar modal.

Contohnya adalah perusahaan yang melakukan penawaran umum saham atau IPO dan kemudian sahamnya tercatat serta diperdagangkan di BEI.

Jadi, tidak semua perusahaan otomatis disebut emiten hanya karena merupakan perusahaan yang sahamnya dapat dibeli.

6. Saham

Saham adalah bukti kepemilikan atau bagian kepemilikan atas suatu perusahaan.

Ketika membeli saham sebuah perusahaan, investor memiliki bagian kepemilikan sesuai jumlah saham yang dimiliki.

Saham yang tercatat di BEI dapat diperjualbelikan melalui pasar saham.

Transaksi saham di pasar reguler dilakukan dalam satuan lot, dengan 1 lot terdiri dari 100 lembar saham.

7. Bearish

Bearish adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika harga saham atau pasar sedang mengalami tekanan dan cenderung bergerak turun.

Contohnya, jika IHSG mengalami penurunan dalam beberapa hari dan banyak saham ikut melemah, kondisi pasar dapat disebut sedang bearish.

Lawan dari bearish adalah bullish, yaitu kondisi ketika harga atau pasar cenderung bergerak naik.

8. Kode Saham

Kode saham adalah kode yang digunakan untuk mengidentifikasi saham suatu perusahaan di bursa.

Di BEI, kode saham umumnya terdiri dari empat huruf.

Contohnya:

  • BBCA — Bank Central Asia Tbk.

  • BBRI — Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

  • BMRI — Bank Mandiri (Persero) Tbk.

  • ASII — Astra International Tbk.

  • UNVR — Unilever Indonesia Tbk.

Ketika melakukan transaksi melalui aplikasi sekuritas, investor menggunakan kode tersebut untuk mencari saham yang ingin dibeli atau dijual.

9. RDN

RDN atau Rekening Dana Nasabah adalah rekening dana atas nama nasabah yang digunakan untuk menampung dana terkait transaksi di pasar modal.

RDN berbeda dengan rekening efek.

Secara sederhana:

RDN = tempat menyimpan dana untuk kebutuhan transaksi pasar modal.

Sementara rekening efek digunakan untuk mencatat kepemilikan efek milik investor.

Dana hasil penjualan saham pada akhirnya dapat masuk ke RDN sesuai mekanisme penyelesaian transaksi dan layanan sekuritas yang digunakan.

10. Capital Gain

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga aset ketika aset tersebut dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan harga belinya.

Dalam saham, misalnya investor membeli saham pada harga Rp1.000 per lembar dan kemudian menjualnya pada harga Rp1.200.

Capital gain:

Rp1.200 - Rp1.000 = Rp200 per lembar

Jika investor memiliki 10 lot atau 1.000 lembar, maka keuntungan kotor:

1.000 × Rp200 = Rp200.000

Perhitungan tersebut belum memperhitungkan biaya transaksi dan komponen lain yang mungkin berlaku.

BACA JUGA: Cara Mendapatkan Passive Income dari Saham

11. Capital Loss

Kebalikan dari capital gain adalah capital loss.

Capital loss terjadi ketika investor menjual saham pada harga yang lebih rendah dibandingkan harga belinya.

Contohnya:

Harga beli = Rp500 per lembar
Harga jual = Rp450 per lembar

Maka capital loss:

Rp500 - Rp450 = Rp50 per lembar

Jika saham yang dijual sebanyak 1.000 lembar, kerugian kotor dari selisih harga adalah:

1.000 × Rp50 = Rp50.000

12. Cuan

Cuan adalah istilah informal yang sering digunakan investor atau trader untuk menyebut keuntungan.

Misalnya seseorang membeli saham Rp1.000 kemudian menjualnya Rp1.200, maka investor tersebut bisa mengatakan mendapatkan cuan Rp200 per lembar sebelum memperhitungkan biaya transaksi.

Istilah cuan lebih bersifat bahasa sehari-hari dan bukan istilah teknis resmi dalam pasar modal.

13. Cut Loss

Cut loss adalah tindakan menjual saham dalam kondisi rugi untuk membatasi kerugian atau mengakhiri posisi investasi/trading.

Misalnya investor membeli saham pada harga Rp1.000. Setelah itu harga turun menjadi Rp900.

Investor kemudian menjual saham tersebut untuk membatasi kerugian.

Selisihnya:

Rp1.000 - Rp900 = Rp100 per lembar

Cut loss tidak selalu berarti investor memperkirakan harga saham pasti terus turun. Keputusan tersebut dapat didasarkan pada strategi, batas risiko, perubahan fundamental, kebutuhan dana, atau pertimbangan lainnya.

14. Take Profit

Take profit adalah tindakan menjual saham ketika posisi investor sudah berada dalam kondisi untung.

Contohnya, investor membeli saham pada harga Rp1.000 dan kemudian harga naik menjadi Rp1.300.

Investor dapat menjual saham tersebut untuk merealisasikan keuntungan.

Selisih harga:

Rp1.300 - Rp1.000 = Rp300 per lembar

Keuntungan yang direalisasikan tersebut disebut capital gain sebelum biaya transaksi dan komponen lain.

15. Bid

Bid adalah harga yang sedang diajukan oleh pembeli untuk membeli saham.

Dalam aplikasi trading biasanya terdapat antrean harga bid beserta jumlah lot yang ingin dibeli.

Contohnya:

BidLot
Rp4.000500
Rp3.990700
Rp3.9801.000

Artinya terdapat investor yang memasang permintaan beli pada harga-harga tersebut.

Posisi tampilan bid dapat berbeda-beda tergantung aplikasi sekuritas.

16. Offer atau Ask

Offer atau ask adalah harga yang ditawarkan oleh penjual saham.

Contohnya:

OfferLot
Rp4.010400
Rp4.020600
Rp4.030800

Investor yang ingin membeli secara langsung biasanya akan melihat antrean offer untuk mengetahui harga jual yang tersedia.

Sederhananya:

Bid = antrean beli

Offer/Ask = antrean jual

17. ARA atau Auto Rejection Atas

ARA (Auto Rejection Atas) adalah batas kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan berdasarkan ketentuan Bursa Efek Indonesia.

Jika harga saham sudah mencapai batas ARA, sistem perdagangan bursa akan menolak order yang berada di luar batas harga tersebut.

Besarnya batas ARA tidak selalu sama untuk semua saham. Ketentuannya bergantung pada papan pencatatan dan rentang harga saham.

Karena itu, istilah ARA tidak tepat jika hanya diartikan sebagai "harga tertinggi sebuah saham". ARA lebih tepat dipahami sebagai batas perubahan harga maksimum yang diperbolehkan dalam perdagangan pada periode tersebut.

18. ARB atau Auto Rejection Bawah

ARB (Auto Rejection Bawah) merupakan kebalikan dari ARA.

ARB adalah batas penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Ketika harga saham mencapai batas tersebut, sistem bursa akan menolak order pada harga yang berada di luar batas yang ditentukan.

Jadi:

ARA = batas kenaikan harga

ARB = batas penurunan harga

Besaran persentase ARA dan ARB dapat berbeda sesuai ketentuan Bursa dan karakteristik papan perdagangan saham.

BACA JUGA: ARA Saham IPO Terbaru: Cara Menghitung Batas Auto Reject Atas

19. Dividen

Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sesuai keputusan perusahaan dan ketentuan yang berlaku.

Tidak semua perusahaan membagikan dividen setiap tahun.

Jika perusahaan memutuskan membagikan dividen, jumlahnya dapat dinyatakan dalam rupiah per saham.

Contohnya, sebuah perusahaan menetapkan dividen sebesar Rp100 per saham.

Investor yang memiliki 1.000 saham secara teoritis akan memperoleh:

1.000 × Rp100 = Rp100.000

Besarnya dividen yang diterima investor juga bergantung pada jumlah saham yang dimiliki dan ketentuan pembagian dividen.

20. Cum Dividend

Cum dividend adalah tanggal terakhir perdagangan saham dengan hak atas dividen.

Investor yang membeli saham sampai dengan batas waktu yang ditentukan sesuai jadwal pembagian dividen berhak mendapatkan dividen, dengan tetap memperhatikan mekanisme dan tanggal penting yang ditetapkan dalam jadwal dividen.

Setelah tanggal cum dividend terdapat ex dividend date, yaitu periode ketika saham diperdagangkan tanpa hak atas dividen tersebut.

Karena itu, investor tidak cukup hanya melihat tanggal pembayaran dividen. Investor perlu memperhatikan seluruh jadwal pembagian dividen, termasuk cum date, ex date, recording date, dan payment date.

Dividend Yield

Dividend yield adalah ukuran yang membandingkan dividen per saham dengan harga saham.

Rumus sederhananya:

Dividend Yield = Dividen per Saham ÷ Harga Saham × 100%

Contohnya, sebuah perusahaan membagikan dividen Rp100 per saham dan harga sahamnya Rp2.000.

Maka:

Rp100 ÷ Rp2.000 × 100% = 5%

Jadi dividend yield berdasarkan harga Rp2.000 adalah 5%.

Perlu diperhatikan, dividend yield dapat berubah ketika harga saham berubah. Karena itu, angka dividend yield bukan angka yang selalu tetap.

Mengapa Investor Pemula Perlu Memahami Istilah Saham?

Memahami istilah pasar saham bukan hanya soal menghafal definisi.

Istilah tersebut akan muncul ketika investor:

  • membuka aplikasi trading;

  • membaca laporan perusahaan;

  • melihat antrean bid dan offer;

  • membeli atau menjual saham;

  • menerima dividen;

  • membaca berita pasar;

  • menghitung keuntungan dan kerugian;

  • mempelajari pergerakan harga saham.

Misalnya, ketika melihat saham turun, investor mungkin menemukan istilah ARB, bearish, capital loss, bid, dan cut loss.

Sementara ketika perusahaan membagikan keuntungan kepada pemegang saham, istilah yang muncul bisa berupa dividen, cum dividend, ex dividend date, dan dividend yield.

Dengan memahami istilah tersebut, investor pemula akan lebih mudah mengikuti informasi pasar modal.

Kesimpulan

Ada banyak istilah yang digunakan dalam pasar saham. Beberapa yang paling dasar antara lain lot, saham, emiten, sekuritas, investor, kode saham, RDN, bid, offer, ARA, ARB, capital gain, capital loss, cut loss, take profit, dividen, cum dividend, dan dividend yield.

Hal pertama yang perlu diingat investor pemula adalah 1 lot saham terdiri dari 100 lembar saham.

Namun, nilai uang yang dibutuhkan untuk membeli saham tidak ditentukan oleh jumlah lot saja. Investor juga harus melihat harga saham per lembar serta biaya transaksi.

Semakin memahami istilah pasar modal, semakin mudah bagi investor untuk membaca informasi dan menggunakan aplikasi trading saham.

FAQ

1 lot saham berapa lembar?
1 lot saham terdiri dari 100 lembar saham.

Apakah membeli 1 lot berarti hanya membayar harga saham dikali 1?
Tidak. Karena 1 lot terdiri dari 100 lembar, perhitungannya adalah harga saham × 100. Biaya transaksi juga perlu diperhitungkan.

Apa perbedaan bid dan offer?
Bid adalah antrean atau harga yang diajukan pembeli, sedangkan offer/ask adalah antrean atau harga yang ditawarkan penjual.

Apa itu capital gain?
Capital gain adalah keuntungan dari selisih harga jual yang lebih tinggi dibandingkan harga beli.

Apa itu capital loss?
Capital loss adalah kerugian dari selisih harga jual yang lebih rendah dibandingkan harga beli.

Apa itu ARA dan ARB?
ARA adalah batas kenaikan harga saham dalam perdagangan, sedangkan ARB adalah batas penurunan harga saham sesuai ketentuan Bursa.

Apa itu cum dividend?
Cum dividend adalah tanggal terakhir perdagangan saham dengan hak atas dividen sesuai jadwal pembagian dividen.

Apa itu dividend yield?
Dividend yield adalah perbandingan dividen per saham dengan harga saham, biasanya dinyatakan dalam persentase.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan