Laba Bersih Link Net Kuartal 1 2021 Meningkat 26 Persen

Laba Link Net Kuartal 1 2021

Kuhuni.com
– Link Net (LINK) kuartal  1 tahun 2021 meraih pendapatan sebesar Rp 1,06 triliun. Pendapatan Link Net kuartal 1 tahun 2021 meningkat 11,44% dibandingkan kuartal 1 tahun 2020 pendapatan hanya Rp 958,99 miliar.

Pendapatan Link Net ini berasal dari. Pendapatan layanan broadband internet dan jaringan, sebesar  Rp 501,18 miliar. Pendapatan Link Net ini merasal dari lini usaha FastNet. FastNet menyediakan layanan internet cepat melalui Hybrid Fiber Coaxial dan Fiber To The Home. Ditambah pendapatan dari DataComm yang khusus memberikan layanan jaringan internet ke perusahaan-perusahaan.

Pendapatan dari layanan televise kabel sebesar Rp 513,56 miliar. Pendapatan ini bersumber dari layanan penjualan First Media berupa layanan TV Kabel berbayar dan FirstMediaX berupa layanan aplikasi.

LIHAT JUGA: 20 Saham ini Meraih Kinerja Terbaik Kuartal I/2021

Pendapatan  lainnya sebesar Rp 96,63 miliar, naik dibanding kuartal 1 2020 yang hanya Rp 88,13 miliar.

Beban pokok pendapatan Link Net kuartal 1 tahun 2021mengalami kenaikan menjadi Rp 215,04 miliar dari sebelumnya hanya Rp 210,79 triliun. Sementara beban penjualan mengalami penurunan jadi Rp 89,37 miliar dari sebelumnya mencapai Rp 91,01 miliar. Beban umum dan administrasi juga turun jadi Rp 133,69 miliar dari sebelumnya mencapai Rp 141,32 miliar.

Berhasilnya Link Net menekan biaya beban dan meningkatnya pendapatan akhirnya membuat laba usaha naik.

LIHAT JUGA: Luar Biasa! Laba BCA Salip BRI dan Mandiri Kuartal I/2021

Laba bersih Link Net kuartal 1 tahun 2021 sebesar Rp 249,02 miliar, meningkat 25,96 persen dibanding laba bersih kuartal 1 tahun 2020 hanya Rp 197,70 miliar. Alhasil Laba bersih per saham LINK naik menjadi Rp 91 per saham dari sebelumnya hanya Ro 70 per saham.

Link Net Tbk (LINK) memiliki total aset sebesar Rp 9,10 triliun per 31 Maret 2021. Jumlah liabilitas/hutang LINK tercatat sebesar Rp 4,23 triliun. Terdiri dari jumlah hutang jangka pendek sebesar Rp 2,83 triliun yang di dalamnya terdapat pinjaman bank Rp 1,50 triliun. Sedangkan hutang jangka panjang sebesar Rp 1,40 triliun yang di dalamnya terdapat utang bank Rp 1 triliun. Terakhir, LINK memiliki total ekuitas sebesar Rp 4,8 triliun.

LIHAT JUGA: 15 Saham ini Dapat “Tato” dari BEI, Cek Apakah Saham Kamu Ada?

0 comments

Posting Komentar

Berita Utama

Jadwal IPO Bukalapak

Kuhuni.com  – IPO Bukalapak (IDX: BUKA) berencana listing di Bursa Efek Indonesia tanggal 6 Agustus 2021. Jadwal IPO Bukalapak dimulai tangg...