Profil PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
Indo Tambangraya Megah Tbk (IDX: ITMG) berdiri sejak
tahun 1987 dan pada tahun 1988 mulai menjalankan kegiatan usahanya secara
komersil.
Berikut profil PT Indo Tambangraya Megah Tbk:
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama Perusahaan | PT Indo Tambangraya Megah Tbk |
| Kode Saham | ITMG |
| Tanggal Pencatatan | 18 Desember 2007 |
| Papan Pencatatan | Utama |
| Sektor | Energi |
| Subsektor | Minyak, Gas & Batu Bara |
| Industri | Batu Bara |
| Subindustri | Produksi Batu Bara |
| Bidang Usaha | Pertambangan Batu Bara |
| Biro Administrasi Efek | PT Datindo Entrycom |
| Telepon | 021-2932 8100 |
| Fax | 021-2932 7999 |
| Alamat Kantor | Pondok Indah Office Tower III, 3rd Floor, Jl. Sultan Iskandar Muda Pondok Indah Kav. V-TA, Jakarta Selatan 12310 |
Pemegang Saham ITMG
Struktur pemegang saham ITMG menunjukkan adanya pemegang saham pengendali dengan kepemilikan lebih dari 5%.
Banpu Minerals (Singapore) Private Limited tercatat memiliki 736.071.000 saham, atau sekitar 65,143% saham ITMG.
Selain itu, perusahaan memiliki saham treasury sebanyak 49.600.000 saham, setara sekitar 4,39%.
Sementara masyarakat non-warkat memiliki 342.885.520 saham, atau sekitar 30,346%.
Berikut struktur pemegang saham berdasarkan data dari BEI per September 2026:
| Pemegang Saham | Status | Jumlah Saham | Persentase |
|---|---|---|---|
| Banpu Minerals (Singapore) Private Limited | Lebih dari 5% | 736.071.000 | 65,143% |
| Saham Treasury | Saham Treasury | 49.600.000 | 4,39% |
| Masyarakat Warkat | Masyarakat Warkat | 0 | 0% |
| Masyarakat Non Warkat | Masyarakat Non Warkat | 342.885.520 | 30,346% |
| Fredi Chandra | Komisaris | 1.368.480 | 0,121% |
Susunan Direksi ITMG
Berdasarkan data profil perusahaan, jajaran direksi ITMG terdiri dari sembilan orang.
Mulianto menjabat sebagai Direktur Utama, sedangkan delapan lainnya menjabat sebagai direktur.
Berikut susunan direksi ITMG:
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Mulianto | Direktur Utama |
| Stephanus Demo Wawin | Direktur |
| Yulius Kurniawan Gozali | Direktur |
| Ignatius Wurwanto | Direktur |
| Junius Prakarsa Darmawan | Direktur |
| Isara Pootrakul | Direktur |
| Narin Sampattanavorachai | Direktur |
| Niwat Boonyad | Direktur |
| Warut Waramit | Direktur |
Susunan Komisaris ITMG
Jajaran komisaris ITMG terdiri dari sejumlah komisaris dengan latar belakang independen maupun nonindependen.
Prof. Djisman Simandjuntak tercatat sebagai Komisaris Utama.
Berikut susunan komisaris ITMG:
| Nama | Jabatan | Independen |
|---|---|---|
| Prof. Djisman Simandjuntak | Komisaris Utama | Ya |
| Somsak Sithinamsuwan | Komisaris | Tidak |
| Somruedee Chaimongkol | Komisaris | Tidak |
| Mahyudin Lubis | Komisaris | Ya |
| Fredi Chandra | Komisaris | Tidak |
| Kirana Limpaphayom | Komisaris | Tidak |
| Maneewan Vachiruckul | Komisaris | Tidak |
| Sinon Vongkusolkit | Komisaris | Tidak |
| Jamon Jamuang | Komisaris | Tidak |
| Gede Harja Wasistha | Komisaris | Ya |
Data yang diberikan juga mencantumkan satu posisi komisaris tanpa nama.
Komite Audit ITMG
Untuk mendukung fungsi pengawasan, ITMG memiliki Komite Audit yang terdiri dari tiga orang.
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Prof. Dr. Djisman Simandjuntak | Ketua |
| Prof. Dr. Cynthia Afriani, S.E., M.E. | Anggota |
| Ir. Petrus M. Siregar, M.M. | Anggota |
Sekretaris Perusahaan ITMG
Sekretaris Perusahaan ITMG adalah Monika Ida Krisnamurti.
Informasi kontak Sekretaris Perusahaan:
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama | Monika Ida Krisnamurti |
| Jabatan | Sekretaris Perusahaan |
| monika_krisnamurti@banpuindo.co.id | |
| Telepon | 021-29328100 |
Anak Perusahaan ITMG
ITMG memiliki sejumlah anak perusahaan dengan kegiatan usaha yang berhubungan dengan pertambangan batu bara, pengangkutan, perdagangan energi, jasa penunjang pertambangan, hingga energi alternatif.
Beberapa perusahaan memiliki kepemilikan hampir 100% oleh ITMG, sementara sebagian lainnya dimiliki melalui kepemilikan mayoritas.
Berikut daftar anak perusahaan ITMG:
| Anak Perusahaan | Kegiatan Usaha | Persentase Kepemilikan |
|---|---|---|
| PT Bharinto Ekatama (BEK) | Penambangan batu bara / coal mining | 99% |
| PT Cahaya Power Indonesia | Energi dan penunjang ketenagalistrikan | 55,65% |
| PT Energi Batubara Perkasa | Pengangkutan dan penjualan batu bara | 99,90% |
| PT Gasemas | Perdagangan bahan bakar | 94,80% |
| PT Graha Panca Karsa | Pertambangan batu bara | 70% |
| PT Indominco Mandiri (IMM) | Penambangan batu bara / coal mining | 99,99% |
| PT ITM Batubara Utama | Kepelabuhan | 99,99% |
| PT ITM Bhinneka Power | Perdagangan energi alternatif dan penunjang ketenagalistrikan | 70% |
| PT ITM Energi Utama | Perdagangan energi alternatif dan penunjang ketenagalistrikan | 99,99% |
| PT ITM Indonesia | Perdagangan dan pengangkutan | 99,99% |
| PT Jorong Barutama Greston (JBG) | Penambangan batu bara / coal mining | 99,99% |
| PT Kitadin | Penambangan batu bara, jasa kontraktor pertambangan dan perdagangan batu bara | 99,99% |
| PT Mentari Sinergi Investasi (MSI) | Konsultasi manajemen | 70% |
| PT Nusa Persada Resources | Penambangan batu bara | 99,99% |
| PT Sentral Mutiara Energy | Perdagangan umum | 95,07% |
| PT Tambang Raya Usaha Tama | Jasa penunjang kegiatan pertambangan | 99,99% |
| PT Tepian Indah Sukses | Penambangan batu bara | 99,99% |
| PT Trubaindo Coal Mining (TCM) | Penambangan batu bara / coal mining | 99,99% |
Bisnis Utama ITMG
Dari struktur anak perusahaan tersebut terlihat bahwa bisnis ITMG tidak hanya berkaitan dengan aktivitas penambangan batu bara.
Kegiatan usaha grup mencakup beberapa mata rantai dalam industri batu bara, antara lain:
Penambangan batu bara.
Pengangkutan batu bara.
Perdagangan batu bara.
Kepelabuhanan.
Jasa kontraktor yang berkaitan dengan pertambangan.
Perdagangan bahan bakar.
Perdagangan dan pengangkutan.
Jasa penunjang kegiatan pertambangan.
Energi alternatif.
Penunjang ketenagalistrikan.
Dengan struktur tersebut, aktivitas bisnis ITMG mencakup berbagai kegiatan yang mendukung rantai bisnis pertambangan dan energi.
Berikut ruang lingkup kerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan Akta No.96 tertanggal 28 April 2015.
1. Menjalankan usaha dalam bidang pembangunan dengan melakukan pemborongan di bidang pertambangan umum. Meliputi pemboran, pengupasan, penggalian/penambangan, pengolahan, pemurnian dan kegiatan terkait. Serta pemborongan dalam bidang pertambangan batubara serta pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam terutama batubara dan sumber energi lainnya untuk kepentingan tenaga listrik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan mendirikan pembangkit listrik.
2. Menjalankan usaha penunjang ketenagalistrikan.
Antara lain pembangunan, pemasangan, pemeliharaan peralatan ketenagalistrikan
dan pengembangan teknologi yang menunjang penyediaan tenaga listrik dan
pembangkit listrik tenaga energi baru lainnya dan tenaga energy terbarukan
lainnya.
Baca Juga: Profil dan Sejarah Perkembangan Bisnis Bank BRI
3. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memiliki wilayah kerja di Kalimantan. Tambang batubara dioperasikan dan dikelola anak perusahaan ITMG.
Jejak Sejarah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
1987 — ITMG Didirikan
PT Indo Tambangraya Megah didirikan pada 2 September 1987. Sejak didirikan, nama perseroan tetap menggunakan nama PT Indo Tambangraya Megah dan tidak mengalami perubahan nama hingga sekarang.
2001 — Diakuisisi Banpu
Pada 2001, PT Indo Tambangraya Megah diakuisisi oleh Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd. melalui PT Centralink Wisesa International.
Akuisisi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan ITMG karena perusahaan kemudian berkembang sebagai bagian dari kelompok usaha Banpu.
2007 — Melantai di Bursa Efek Indonesia
Pada 18 Desember 2007, PT Indo Tambangraya Megah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berubah menjadi perusahaan terbuka dengan kode saham ITMG.
Dalam aksi penawaran umum tersebut, ITMG melepas sekitar 20% saham kepada publik. Setelah menjadi perusahaan terbuka, kepemilikan saham perseroan terbagi antara pemegang saham pengendali dan publik.
2008 — Perubahan Struktur Kepemilikan
Pada 2008, saham PT Centralink Wisesa International dialihkan kepada Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan publik di ITMG meningkat dari sekitar 20% menjadi 26,28%.
2010 — Kepemilikan Publik Meningkat
Pada 2010, Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd. melepas sekitar 8,72% saham ITMG kepada publik.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd. di ITMG menjadi sekitar 65%, sementara sisanya dimiliki oleh publik dengan masing-masing pemegang saham memiliki kurang dari 5%.
2013 — Mendirikan Dua Anak Usaha
Pada 5 April 2013, ITMG mendirikan PT ITM Indonesia dengan kepemilikan saham 100%.
Kemudian pada 11 September 2013, ITMG kembali mendirikan anak usaha, yaitu PT Tambang Raya Usaha Tama, dengan kepemilikan 100%.
Langkah tersebut memperluas struktur usaha ITMG sekaligus memperkuat pengelolaan kegiatan operasional dan bisnis pertambangan melalui anak perusahaan.
2014 — Memperluas Struktur Bisnis
Pada 13 Agustus 2014, ITMG mendirikan PT ITM Energi Utama dengan kepemilikan saham sebesar 99,99%.
Pada tanggal yang sama, ITMG juga mendirikan PT ITM Batubara Utama dengan kepemilikan 100%.
Pembentukan kedua perusahaan tersebut memperkuat struktur usaha ITMG dalam mengelola bisnis energi dan batubara.
2016 — Masuk ke Bisnis Pembangkit
Pada 27 September 2016, ITMG mendirikan PT ITM Banpu Power dengan kepemilikan saham sebesar 70%.
Langkah ini menjadi salah satu bagian dari upaya ITMG memperluas kegiatan usahanya tidak hanya pada pertambangan batubara, tetapi juga ke sektor energi.
2017 — Akuisisi Tepian Indah Sukses dan Gas Emas
Pada 2017, ITMG mengakuisisi 70% saham PT Tepian Indah Sukses (TIS).
Pada tahun yang sama, melalui anak usahanya PT ITM Indonesia, ITMG juga mengakuisisi 75% saham PT Gas Emas.
Akuisisi tersebut menambah portofolio aset dan kegiatan usaha dalam kelompok ITMG.
2018 — Akuisisi Nusa Persada Resources dan Energi Batubara Perkasa
Pada 2018, ITMG mengakuisisi 100% saham PT Nusa Persada Resources (NPR).
Pada tahun yang sama, ITMG juga mengakuisisi 100% saham PT Energi Batubara Perkasa.
Akuisisi tersebut semakin memperluas basis aset dan struktur anak usaha ITMG.
2019 — Kepemilikan TIS Menjadi 100%
Pada 2019, ITMG membeli sisa 30% saham PT Tepian Indah Sukses yang sebelumnya belum dimiliki.
Dengan transaksi tersebut, kepemilikan ITMG atas TIS meningkat menjadi 100%.
2022 — Mulai Memperkuat Bisnis Energi Surya
ITMG mulai memperluas bisnisnya ke energi terbarukan.
Perseroan mengakuisisi 65% saham PT Centra Multi Suryanesia Aset melalui PT ITM Bhinneka Power (IBP), perusahaan yang bergerak dalam layanan tenaga surya dengan model Solar-as-a-Service.
Akuisisi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas bisnis tenaga surya atap melalui kemitraan strategis.
Pada tahun yang sama, ITMG mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (solar photovoltaic) di Bunyut, Kalimantan Timur, dengan kapasitas 2,2 MWp. Kapasitas tersebut setara sekitar 11% dari kebutuhan energi di lokasi tersebut.
2023 — Ekspansi ke Kalimantan Tengah dan Pengembangan Tambang
Pada September 2023, PT Gunungbara Pusaka (GPK) memulai kegiatan penambangan di wilayah konsesi seluas 5.060 hektare berdasarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ditetapkan pemerintah.
Di tahun yang sama, ITMG juga merealisasikan pengembangan operasi di wilayah Kalimantan Tengah melalui PT Bharinto Ekatama (BEK).
Selain ekspansi tambang, ITMG menjalankan Program Konservasi Keanekaragaman Hayati di wilayah pratambang melalui PT Nusa Persada Resources (NPR), bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
2024 — Produksi Baru dan Penguatan Program Lingkungan
Pada Februari 2024, GPK berhasil melakukan ekstraksi dan pengangkutan (hauling) batubara setelah menyelesaikan tahap pra-tambang.
Kemudian pada 25 Maret 2024, PT Tepian Indah Sukses (TIS) berhasil melakukan produksi batubara perdana sebagai bagian dari portofolio batubara ITMG.
Produksi tersebut kemudian diikuti dengan hauling perdana pada 10 Mei 2024.
Di sisi lingkungan, ITMG menyelesaikan program pascatambang tahap akhir PT Kitadin di lokasi Tandung Mayang. Program tersebut kemudian dievaluasi oleh pemerintah dan memperoleh hasil sangat memuaskan.
ITMG juga membangun Fasilitas Persemaian Mentawir di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas hingga 15 juta bibit tanaman endemik multikultural per tahun.
2025 — Masuk ke Mineral Kritis dan Buyback Saham
Pada 4 Juli 2025, ITMG merealisasikan investasi strategis dengan mengakuisisi 585 juta saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) atau setara dengan 9,62% kepemilikan.
Investasi tersebut menjadi bagian dari strategi ITMG untuk memperluas bisnis ke sektor mineral kritis (critical minerals), yang memiliki peran dalam perkembangan ekosistem elektrifikasi global.
Baca Juga: Profil dan Sejarah Perkembangan Bisnis Astra International
Kemudian pada 3 November 2025, pemegang saham dalam RUPSLB menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp2,49 triliun.

0 comments
Posting Komentar