Laporan Keuangan ISAT Q3 2026: Laba Bersih Tembus Rp4,92 triliun Triliun Meningkat 37%
Kuhuni.com, Jakarta — PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026. Hingga 30 September 2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp45,75 triliun, meningkat 11,15% dibandingkan Rp41,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba periode berjalan sebesar 33,07% menjadi Rp5,12 triliun dari Rp3,84 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,20% menjadi Rp4,92 triliun, dibandingkan Rp3,59 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
![]() |
| Indosat/ioh.co.id |
Pendapatan Selular dan MIDI Menjadi Penopang Pertumbuhan
Pendapatan Indosat terutama ditopang oleh segmen selular yang menghasilkan Rp37,85 triliun selama Januari-September 2026. Angka tersebut meningkat 9,54% dibandingkan Rp34,56 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Segmen Multimedia, Komunikasi Data, Internet (MIDI) mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Pendapatan MIDI mencapai Rp7,24 triliun, naik 20,66% dari Rp6,00 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Sementara itu, pendapatan telekomunikasi tetap meningkat 8,64% menjadi Rp656,18 miliar dari Rp603,99 miliar.
| Segmen Pendapatan | 9M 2026 | 9M 2025 | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Selular | Rp37,85 triliun | Rp34,56 triliun | 9,54% |
| MIDI | Rp7,24 triliun | Rp6,00 triliun | 20,66% |
| Telekomunikasi tetap | Rp656,18 miliar | Rp603,99 miliar | 8,64% |
| Total pendapatan | Rp45,75 triliun | Rp41,16 triliun | 11,15% |
Secara nominal, segmen selular memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan konsolidasian. Adapun MIDI menjadi segmen dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di antara tiga kelompok pendapatan yang dilaporkan Indosat.
Laba Bersih Meningkat 33,07%
Dari sisi profitabilitas, Indosat membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp6,46 triliun, meningkat 36,16% dibandingkan Rp4,75 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan Rp1,35 triliun, laba periode berjalan tercatat Rp5,12 triliun.
Laba periode berjalan tersebut tumbuh 33,07% dibandingkan Rp3,84 triliun pada Januari-September 2025. Dari total laba, sebesar Rp4,92 triliun diatribusikan kepada pemilik entitas induk, sedangkan Rp193,37 miliar merupakan bagian kepentingan non-pengendali.
Laba per saham dasar dan dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat menjadi Rp152,61 per saham dari Rp111,23 per saham pada periode pembanding. Kenaikannya mencapai 37,20%.
| Indikator | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp45,75 triliun | Rp41,16 triliun | +11,15% |
| Laba sebelum pajak | Rp6,46 triliun | Rp4,75 triliun | +36,16% |
| Laba periode berjalan | Rp5,12 triliun | Rp3,84 triliun | +33,07% |
| Laba diatribusikan kepada pemilik induk | Rp4,92 triliun | Rp3,59 triliun | +37,20% |
| Laba per saham | Rp152,61 | Rp111,23 | +37,20% |
Margin laba periode berjalan terhadap pendapatan turut meningkat menjadi sekitar 11,18%, dibandingkan 9,34% pada periode sembilan bulan pertama 2025. Hal ini menunjukkan pertumbuhan laba bersih lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan.
Beban Penyelenggaraan Jasa dan Karyawan Meningkat
Seiring pertumbuhan pendapatan, sejumlah komponen beban Indosat juga mengalami kenaikan. Beban penyelenggaraan jasa menjadi komponen terbesar, mencapai Rp19,45 triliun atau meningkat 10,51% dibandingkan Rp17,60 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban penyusutan dan amortisasi naik 6,67% menjadi Rp12,68 triliun dari Rp11,89 triliun. Beban karyawan juga meningkat cukup tinggi, yakni 42,22% menjadi Rp3,30 triliun dari Rp2,32 triliun.
Sementara itu, beban pemasaran bertambah 7,70% menjadi Rp1,30 triliun. Berbeda dengan beberapa komponen tersebut, beban umum dan administrasi turun 4,94% menjadi Rp653,00 miliar dari Rp686,93 miliar.
| Komponen Beban | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Penyelenggaraan jasa | Rp19,45 triliun | Rp17,60 triliun | +10,51% |
| Penyusutan dan amortisasi | Rp12,68 triliun | Rp11,89 triliun | +6,67% |
| Karyawan | Rp3,30 triliun | Rp2,32 triliun | +42,22% |
| Pemasaran | Rp1,30 triliun | Rp1,21 triliun | +7,70% |
| Umum dan administrasi | Rp653,00 miliar | Rp686,93 miliar | -4,94% |
Total beban yang tercatat dalam laporan laba rugi meningkat 7,78% menjadi Rp35,91 triliun dari Rp33,32 triliun. Di sisi lain, Indosat mencatat keuntungan bersih Rp1,51 triliun yang berkaitan dengan hilangnya pengendalian atas entitas anak dan transaksi sewa balik. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pos tersebut tidak tercatat.
Biaya keuangan meningkat menjadi Rp3,75 triliun dari Rp3,23 triliun, atau naik sekitar 15,87%. Kenaikan biaya keuangan ini menjadi salah satu komponen yang turut membentuk hasil laba sebelum pajak perusahaan.
Total Aset Indosat Naik Menjadi Rp147,64 Triliun
Pada sisi neraca, total aset Indosat per 30 September 2026 mencapai Rp147,64 triliun. Jumlah tersebut meningkat 24,45% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp118,63 triliun.
Kenaikan terutama berasal dari aset tidak lancar yang bertambah 29,11% menjadi Rp128,63 triliun dari Rp99,63 triliun. Aset tetap meningkat menjadi Rp99,18 triliun dari Rp75,10 triliun, sedangkan investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama naik menjadi Rp3,03 triliun dari Rp1,04 triliun.
Kas dan setara kas juga meningkat signifikan menjadi Rp8,21 triliun dari Rp5,08 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total aset lancar relatif stabil di Rp19,01 triliun, dibandingkan Rp19,00 triliun pada posisi akhir tahun sebelumnya.
| Posisi Keuangan | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total aset | Rp147,64 triliun | Rp118,63 triliun | +24,45% |
| Aset lancar | Rp19,01 triliun | Rp19,00 triliun | +0,04% |
| Aset tidak lancar | Rp128,63 triliun | Rp99,63 triliun | +29,11% |
| Aset tetap | Rp99,18 triliun | Rp75,10 triliun | +32,07% |
| Kas dan setara kas | Rp8,21 triliun | Rp5,08 triliun | +61,80% |
Liabilitas Meningkat 35,05%
Sejalan dengan kenaikan aset, total liabilitas Indosat meningkat menjadi Rp106,85 triliun per 30 September 2026 dari Rp79,12 triliun pada akhir Desember 2025. Kenaikan tersebut mencapai 35,05%.
Liabilitas jangka pendek tercatat Rp50,89 triliun, meningkat 66,86% dari Rp30,50 triliun. Salah satu pos yang mengalami kenaikan besar adalah utang pengadaan jangka pendek, dari Rp8,85 triliun menjadi Rp20,46 triliun.
Pinjaman jangka pendek yang pada akhir 2025 belum tercatat, per September 2026 mencapai Rp7,55 triliun. Utang pajak penghasilan juga meningkat menjadi Rp2,53 triliun dari Rp370,31 miliar.
Liabilitas jangka panjang naik 15,09% menjadi Rp55,96 triliun dari Rp48,62 triliun. Di dalamnya, liabilitas sewa jangka panjang mencapai Rp43,43 triliun, meningkat dari Rp33,10 triliun pada akhir tahun sebelumnya.
Sementara itu, total ekuitas Indosat tumbuh 3,25% menjadi Rp40,79 triliun dari Rp39,51 triliun. Saldo laba belum dicadangkan meningkat menjadi Rp18,61 triliun dari Rp17,26 triliun.
| Komponen | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total liabilitas | Rp106,85 triliun | Rp79,12 triliun | +35,05% |
| Liabilitas jangka pendek | Rp50,89 triliun | Rp30,50 triliun | +66,86% |
| Liabilitas jangka panjang | Rp55,96 triliun | Rp48,62 triliun | +15,09% |
| Total ekuitas | Rp40,79 triliun | Rp39,51 triliun | +3,25% |
Arus Kas Operasi Turun, Belanja Modal Meningkat
Dari sisi arus kas, Indosat memperoleh arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp14,19 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Nilai tersebut turun 9,72% dibandingkan Rp15,72 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penerimaan kas dari pelanggan meningkat menjadi Rp44,34 triliun dari Rp40,15 triliun. Namun, pengeluaran kepada regulator, operator lain, pemasok, dan pihak lainnya juga naik menjadi Rp22,56 triliun dari Rp17,82 triliun. Pembayaran biaya keuangan meningkat menjadi Rp3,60 triliun dari Rp3,24 triliun.
Arus kas investasi mencatat penggunaan kas bersih Rp15,29 triliun, lebih besar dibandingkan Rp10,04 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Salah satu faktor utamanya adalah kenaikan belanja perolehan aset tetap menjadi Rp16,96 triliun dari Rp10,25 triliun, atau meningkat 65,41%.
Pengeluaran untuk perolehan aset takberwujud juga meningkat menjadi Rp379,83 miliar dari Rp29,42 miliar. Pada periode berjalan, Indosat turut mencatat penerimaan Rp1,90 triliun dari penjualan kepemilikan di entitas anak dan transaksi sewa balik atas bagian aset yang dialihkan.
Berbeda dengan arus kas operasi dan investasi, aktivitas pendanaan menghasilkan arus kas bersih positif Rp4,13 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, aktivitas pendanaan justru menggunakan kas bersih Rp7,72 triliun.
Baca Laporan Keuangan Emiten
- Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026
- Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Rp25,30 Miliar, Turun 56,52%
- Laba AKRA Naik 32% Jadi Rp2,44 Triliun hingga September 2026
- Laba BTPS Naik 7% Jadi Rp1,01 Triliun hingga September 2026
- Clipan Finance Cetak Laba Rp153,65 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Masih Tertekan
- IPCC Catat Pendapatan Rp645,48 Miliar hingga September 2026, Laba Bersih Turun 6,89%
- Sunter Lakeside Hotel (SNLK) Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Menyusut 39,36%
- Laporan Keuangan Bank Mandiri (BMRI) per September 2026, Laba Naik 13,86% Jadi Rp47,11 Triliun
- Bank Aladin Syariah (BANK) Catat Laba Bersih Rp47,26 Miliar hingga September 2026, Turun 63,10%
- Bukalapak (BUKA) Catat Rugi Rp881,06 Miliar hingga September 2026
- Laporan Keuangan Vale Indonesia (INCO) per September 2026, Laba US$147,12 Juta Melonjak 180,57%
- Laporan Keuangan Telkom Indonesia (TLKM) Q3 2026: Pendapatan Naik Jadi Rp113,50 Triliun namun Laba Bersih Turun
Penerimaan pendanaan pada 2026 antara lain berasal dari transaksi penjualan kepemilikan entitas anak dan sewa balik atas bagian aset yang dipertahankan sebesar Rp9,79 triliun, penerimaan pinjaman jangka pendek Rp7,40 triliun, serta pinjaman jangka panjang Rp3,35 triliun. Di sisi pengeluaran, perusahaan membayar dividen kepada pemegang saham sebesar Rp3,58 triliun.
| Arus Kas | 9M 2026 | 9M 2025 | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Aktivitas operasi | Rp14,19 triliun | Rp15,72 triliun | Turun 9,72% |
| Aktivitas investasi | (Rp15,29 triliun) | (Rp10,04 triliun) | Penggunaan kas naik 52,29% |
| Aktivitas pendanaan | Rp4,13 triliun | (Rp7,72 triliun) | Berbalik positif |
| Kenaikan (penurunan) bersih kas | Rp3,14 triliun | (Rp2,03 triliun) | Berbalik positif |
Kas dan Setara Kas Mencapai Rp8,21 Triliun
Secara keseluruhan, Indosat mencatat kenaikan bersih kas dan setara kas sebesar Rp3,14 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut berbalik dari penurunan bersih Rp2,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan tambahan dampak selisih kurs sebesar Rp108,20 miliar, kas dan setara kas Indosat pada akhir September 2026 mencapai Rp8,21 triliun. Posisi tersebut meningkat dari Rp5,08 triliun pada awal periode atau akhir Desember 2025.
Secara keseluruhan, kinerja Indosat hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang solid. Pendapatan meningkat 11,15%, sementara laba periode berjalan tumbuh 33,07% dan laba per saham naik 37,20%. Pada saat yang sama, total aset bertambah menjadi Rp147,64 triliun dan kas akhir periode mencapai Rp8,21 triliun. Perkembangan tersebut berjalan beriringan dengan kenaikan liabilitas serta belanja modal yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan rekomendasi atau perintah untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.
.webp)