Mencari aplikasi trading legal di Indonesia menjadi langkah penting sebelum mulai berinvestasi atau melakukan trading secara online.
Saat ini ada banyak aplikasi yang menawarkan transaksi saham, reksa dana, aset kripto hingga perdagangan berjangka. Masalahnya, tidak semua aplikasi yang muncul di internet otomatis memiliki izin untuk menjalankan kegiatan perdagangan di Indonesia.
Karena itu, jangan hanya melihat aplikasi dari tampilannya, jumlah pengguna, promo, atau klaim keuntungan yang ditawarkan.
Hal pertama yang perlu dilihat adalah siapa perusahaan di balik aplikasi tersebut dan regulator mana yang mengawasinya.
| Aplikasi trading legal yang ada di Indonesia |
Untuk pasar modal seperti saham, perusahaan sekuritas berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedangkan transaksi saham berlangsung melalui ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara itu, perdagangan aset kripto juga sudah berada dalam kerangka pengawasan OJK. Untuk perdagangan berjangka, termasuk sejumlah produk forex dan komoditas, regulator yang relevan adalah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Dengan dasar tersebut, berikut beberapa aplikasi trading legal di Indonesia yang bisa dipertimbangkan pada 2026.
Daftar Aplikasi Trading Legal di Indonesia
Beberapa aplikasi yang cukup populer dan memiliki dasar legalitas yang dapat diverifikasi antara lain:
Stockbit
Ajaib
IPOT
MOST
Bareksa
Pintu
Aplikasi dari pialang berjangka berizin Bappebti
Perlu dipahami bahwa daftar tersebut bukan berarti semua aplikasi mempunyai produk yang sama.
Stockbit dan Ajaib, misalnya, kuat di pasar saham. Bareksa lebih dikenal sebagai platform investasi dengan berbagai produk, sedangkan Pintu fokus pada aset kripto.
Sementara itu, aplikasi milik pialang berjangka digunakan untuk perdagangan berjangka yang memiliki karakteristik risiko berbeda.
1. Stockbit
Stockbit menjadi salah satu aplikasi yang banyak digunakan investor Indonesia untuk membeli dan menjual saham.
Daya tarik Stockbit bukan hanya pada fasilitas transaksi saham, tetapi juga pada fitur komunitas dan berbagai alat analisis yang tersedia di dalam ekosistemnya.
Untuk transaksi saham, Stockbit menggunakan PT Stockbit Sekuritas Digital sebagai perusahaan sekuritas. Baca profil Stockbit Sekuritas di sini.
Stockbit menjelaskan bahwa transaksi saham dilakukan melalui Stockbit Sekuritas yang diawasi OJK. Perusahaan tersebut juga tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Artinya, pengguna tidak sekadar menggunakan sebuah aplikasi teknologi, tetapi melakukan transaksi melalui perusahaan sekuritas yang berada dalam ekosistem pasar modal Indonesia.
Stockbit juga menyediakan Rekening Dana Nasabah atau RDN untuk menyimpan dana yang digunakan dalam transaksi saham.
Hal ini penting karena investor sebaiknya memahami bahwa aplikasi hanyalah sarana. Legalitas transaksi sebenarnya berkaitan dengan perusahaan yang menjadi penyelenggara atau perantara transaksi tersebut.
Baca: Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia: Resmi Terdaftar di BEI dan OJK (Update Terbaru)
Kelebihan Stockbit
Cocok untuk investor saham pemula.
Menyediakan fasilitas jual beli saham.
Memiliki fitur analisis saham.
Tersedia komunitas investor.
Terhubung dengan ekosistem pasar modal Indonesia.
Transaksi saham difasilitasi perusahaan sekuritas yang diawasi OJK.
Memiliki fitur keamanan berlapis.
Stockbit juga memperkuat keamanan akun dengan sistem 3 Factor Authentication (3FA), yang mencakup Face Recognition, Trusted Device dan Freeze Account. Hal ini menjadi semakin relevan karena jumlah investor saham Indonesia terus bertambah. Bisnis.com mencatat jumlah investor saham mencapai 9,73 juta pada Mei 2026.
2. Ajaib
Ajaib merupakan salah satu aplikasi investasi yang populer di Indonesia dan menawarkan berbagai produk investasi dalam satu ekosistem.
Untuk saham, transaksi dilakukan melalui PT Ajaib Sekuritas Asia.
Ajaib Sekuritas telah mendapatkan izin OJK sebagai Perantara Pedagang Efek. Data resmi perusahaan menyebutkan izin tersebut berasal dari Surat Keputusan OJK Nomor KEP-171/PM/1992.
Ajaib juga menyediakan produk lain seperti reksa dana dan aset kripto. Namun, masing-masing produk memiliki perusahaan dan dasar perizinan yang berbeda.
Ajaib menjelaskan bahwa transaksi reksa dana difasilitasi PT Takjub Teknologi Indonesia, transaksi saham melalui PT Ajaib Sekuritas Asia, sedangkan aset kripto melalui PT Kagum Teknologi Indonesia.
Ini merupakan hal penting yang sering tidak diperhatikan pengguna.
Sebuah aplikasi bisa memiliki banyak produk, tetapi legalitas setiap produk tidak selalu berasal dari perusahaan yang sama.
Kelebihan Ajaib
Menyediakan transaksi saham.
Menyediakan reksa dana.
Memiliki produk aset digital.
Proses pembukaan akun dilakukan secara digital.
Cocok untuk investor pemula.
Berada dalam ekosistem perusahaan yang memiliki izin sesuai jenis produknya.
Bagi pengguna yang ingin memiliki beberapa jenis investasi dalam satu aplikasi, Ajaib menjadi salah satu pilihan yang layak diperhatikan.
Baca: 89 Daftar Aplikasi Trading Saham Resmi dan Legal di Indonesia
3. IPOT
IPOT atau Indo Premier Online Technology merupakan platform investasi dari Indo Premier Sekuritas.
Aplikasi ini telah lama dikenal di kalangan investor pasar modal Indonesia.
IPOT menawarkan fasilitas transaksi saham sekaligus berbagai fitur untuk membantu investor melakukan analisis dan mengelola portofolio.
Keunggulan platform seperti IPOT adalah pengalaman perusahaan sekuritas yang sudah lama berada di industri pasar modal.
Bagi investor yang ingin menggunakan aplikasi dari perusahaan sekuritas dengan ekosistem pasar modal yang kuat, IPOT dapat masuk dalam daftar pilihan.
Namun, seperti aplikasi saham lainnya, pengguna tetap perlu memahami biaya transaksi, fitur aplikasi, kualitas riset dan fasilitas trading sebelum membuka rekening.
| Seorang investor pemula sedang melakukan trading saham |
4. MOST
MOST merupakan platform investasi dari PT Mandiri Sekuritas.
Mandiri Sekuritas merupakan perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh OJK. Platform MOST tersedia melalui aplikasi mobile, desktop dan browser.
MOST menyediakan berbagai fasilitas untuk investor, termasuk transaksi saham, reksa dana dan obligasi.
Platform ini juga menyediakan fitur seperti watchlist, grafik, indikator teknikal, auto order, berita, riset, running trade dan informasi aksi korporasi.
Dengan pilihan platform yang cukup lengkap, MOST dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin menggunakan aplikasi dari perusahaan sekuritas besar.
Kelebihan MOST
Dikembangkan oleh Mandiri Sekuritas.
Berizin dan diawasi OJK.
Tersedia versi mobile dan web.
Memiliki fitur analisis.
Menyediakan berita dan riset.
Mendukung transaksi berbagai produk pasar modal.
MOST lebih cocok bagi pengguna yang menginginkan aplikasi dengan fitur yang relatif lengkap dan tidak hanya digunakan untuk melihat harga saham.
5. Bareksa
Bareksa memiliki karakter yang sedikit berbeda dibandingkan Stockbit, Ajaib atau MOST.
Bareksa dikenal sebagai platform investasi yang menyediakan berbagai produk, termasuk reksa dana, Surat Berharga Negara (SBN), emas dan saham.
Bareksa juga telah menyediakan layanan transaksi saham. Pada halaman resminya, Bareksa menyebut layanan sahamnya terdaftar dan diawasi OJK serta BEI. Transaksi saham dilakukan dengan izin sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek OJK melalui PT Ciptadana Sekuritas Asia.
Untuk investor yang ingin menggabungkan investasi saham dengan produk investasi lainnya, Bareksa dapat menjadi salah satu alternatif.
Bareksa juga menyebut dana investor pada berbagai produk disimpan melalui pihak yang sesuai, seperti bank kustodian untuk reksa dana dan bank subregistry untuk SBN.
Kelebihan Bareksa
Menyediakan banyak produk investasi.
Tersedia reksa dana.
Tersedia SBN.
Tersedia emas.
Menyediakan transaksi saham.
Cocok untuk investor pemula.
Produk investasi berada dalam kerangka regulasi yang berbeda sesuai jenis produknya.
6. Pintu
Jika yang dimaksud dengan trading adalah perdagangan aset kripto, Pintu merupakan salah satu aplikasi yang bisa dipertimbangkan.
Pintu berbeda dengan aplikasi saham karena produk utamanya adalah aset kripto.
Perubahan regulasi di Indonesia membuat perdagangan aset kripto kini berada di bawah pengawasan OJK.
Pintu menyatakan PT Pintu Kemana Saja telah resmi terdaftar sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) di OJK berdasarkan Surat OJK Nomor S-15/D.07/2025. Pintu juga tercatat sebagai anggota bursa kripto CFX dan lembaga kliring terkait.
Pintu menyediakan aplikasi untuk membeli, menjual dan memperdagangkan berbagai aset kripto.
Bagi pemula, aplikasi ini juga menyediakan Pintu Academy sebagai fasilitas edukasi.
Kelebihan Pintu
Legal dan diawasi OJK untuk kegiatan yang berada dalam lingkup izinnya.
Menyediakan perdagangan aset kripto.
Memiliki aplikasi mobile.
Menyediakan fitur edukasi.
Mendukung autentikasi dua faktor.
Menjadi anggota ekosistem perdagangan aset digital Indonesia.
Namun perlu diingat, aset kripto merupakan instrumen berisiko tinggi. Legalitas platform tidak berarti harga aset kripto akan selalu naik atau investor pasti memperoleh keuntungan.
Aplikasi Trading Forex Legal di Indonesia
Bagaimana dengan forex?
Ini bagian yang harus dibedakan.
Trading forex melalui pialang berjangka memiliki mekanisme regulasi yang berbeda dari perdagangan saham.
Untuk memilih aplikasi trading forex, investor sebaiknya memastikan perusahaan di balik aplikasi merupakan pialang berjangka yang memiliki izin sesuai ketentuan dan dapat diverifikasi melalui Bappebti.
Bappebti juga melakukan pemeringkatan pialang berjangka secara berkala.
Dalam rating periode Januari-Maret 2026, Bappebti melakukan penilaian terhadap 67 perusahaan pialang berjangka aktif. Sebanyak tujuh perusahaan mendapatkan peringkat teratas.
Baca: Aplikasi Trading Forex Terbaik di Indonesia, Ini Daftar Resmi Bappebti
Beberapa pialang yang memperoleh grade A+++ dalam periode tersebut antara lain:
PT Finex Bisnis Solusi Futures
PT Valbury Asia Futures
PT Esandar Arthamas Berjangka
PT Handal Semesta Berjangka
PT Monex Investindo Futures mendapatkan grade A++
PT Phillip Futures mendapatkan grade A+++
Data rating ini dapat menjadi salah satu referensi awal ketika calon trader mencari aplikasi trading berjangka.
Namun, rating bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan.
Trader tetap perlu memeriksa izin, biaya transaksi, spread, leverage, mekanisme penarikan dana, layanan pelanggan dan risiko produk.
| Ilustrasi cara memilih aplikasi trading forex terpercaya. Kuhuni.com |
Cara Cek Aplikasi Trading Legal di Indonesia
Jangan langsung percaya pada iklan yang mengatakan sebuah aplikasi "resmi", "terdaftar" atau "aman".
Lakukan pengecekan sendiri.
1. Untuk Saham, Cek OJK dan BEI
Jika aplikasi digunakan untuk membeli saham Indonesia, cari tahu perusahaan sekuritas yang berada di belakang aplikasi tersebut.
OJK menyediakan daftar perusahaan efek, sementara BEI juga menyediakan daftar anggota bursa beserta informasi perizinannya.
Nama perusahaan di aplikasi harus bisa dicocokkan dengan data regulator.
Baca: 12 Aplikasi Trading Saham Terbaik untuk Pemula yang Aman dan Berizin OJK
2. Untuk Forex dan Perdagangan Berjangka, Cek Bappebti
Untuk trading forex melalui pialang berjangka, periksa perusahaan melalui Bappebti.
Jangan hanya mencari nama aplikasi.
Yang harus diperiksa adalah nama badan usaha pialang yang menjalankan kegiatan perdagangan.
3. Untuk Aset Kripto, Cek OJK
Perdagangan aset kripto sekarang memiliki kerangka pengawasan OJK.
Bisnis.com juga memuat daftar pedagang aset kripto yang telah memperoleh izin OJK. Daftar tersebut mencakup berbagai platform seperti Ajaib, Bittime, Bitwewe dan lainnya.
Karena status perizinan dapat berubah, pengecekan langsung ke regulator tetap menjadi langkah paling aman.
Apa Ciri-Ciri Aplikasi Trading Ilegal?
Ada beberapa tanda yang patut dicurigai.
Pertama, aplikasi menjanjikan keuntungan tetap setiap bulan.
Kedua, pengguna diminta menyetor uang ke rekening pribadi.
Ketiga, perusahaan sulit ditemukan secara jelas.
Keempat, tidak ada informasi badan usaha yang dapat diverifikasi.
Kelima, aplikasi mendorong pengguna menggunakan leverage sangat tinggi tanpa menjelaskan risikonya.
Keenam, proses penarikan dana dibuat rumit atau selalu meminta pembayaran tambahan.
Ketujuh, promosi lebih banyak berbicara tentang keuntungan daripada risiko.
Jika menemukan beberapa tanda tersebut, sebaiknya jangan terburu-buru melakukan deposit.
Apakah Aplikasi Trading Legal Pasti Aman?
Belum tentu.
Ini merupakan kesalahan pemahaman yang cukup umum.
Legal bukan berarti investasi pasti untung.
Legalitas menunjukkan bahwa perusahaan atau produk tersebut berada dalam kerangka perizinan dan pengawasan regulator sesuai jenis kegiatan usahanya.
Harga saham tetap bisa turun.
Harga kripto bisa bergerak sangat tajam.
Trading forex dan produk berjangka memiliki risiko leverage.
Reksa dana juga bisa mengalami penurunan nilai.
Jadi, legalitas memberikan lapisan perlindungan dari sisi regulasi, tetapi tidak menghilangkan risiko investasi.
Aplikasi Trading Legal Mana yang Cocok untuk Pemula?
Tidak ada satu aplikasi yang paling cocok untuk semua orang.
Jika ingin fokus pada saham, Stockbit, Ajaib, IPOT dan MOST dapat menjadi pilihan yang patut dibandingkan.
Jika ingin menggabungkan saham dengan reksa dana, SBN atau emas, Bareksa dan Ajaib dapat dipertimbangkan.
Jika ingin masuk ke aset kripto, Pintu merupakan salah satu platform yang legal dan berada dalam pengawasan OJK sesuai perizinannya.
Sementara untuk forex dan perdagangan berjangka, fokus utama bukan hanya mencari aplikasi yang bagus, tetapi mencari pialang berjangka yang legal dan dapat diverifikasi di Bappebti.
Baca: Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia
Kesimpulan
Memilih aplikasi trading legal di Indonesia sebaiknya dimulai dari regulator, bukan dari iklan.
Untuk saham, periksa perusahaan sekuritas melalui OJK dan BEI. Untuk aset kripto, periksa status Pedagang Aset Keuangan Digital melalui OJK. Sedangkan untuk forex dan perdagangan berjangka, periksa pialang melalui Bappebti.
Beberapa aplikasi yang bisa masuk daftar pertimbangan pada 2026 antara lain Stockbit, Ajaib, IPOT, MOST, Bareksa dan Pintu. Masing-masing memiliki produk dan karakter yang berbeda.
Stockbit cocok untuk pengguna yang fokus pada saham dan ingin fitur komunitas serta analisis. Ajaib menawarkan ekosistem investasi yang lebih luas. IPOT dan MOST menarik bagi investor yang menginginkan platform dari perusahaan sekuritas yang telah lama berada di pasar modal. Bareksa unggul pada keragaman produk investasi, sementara Pintu dapat dipertimbangkan untuk perdagangan aset kripto.
Yang tidak kalah penting, jangan memilih aplikasi hanya karena ada promo, bonus atau janji keuntungan.
Pastikan nama perusahaan, izin, regulator, rekening dana dan mekanisme transaksinya jelas.
Dengan begitu, aktivitas trading bukan hanya mudah dilakukan melalui ponsel, tetapi juga dilakukan melalui platform yang status legalitasnya dapat dipertanggungjawabkan.
0 comments
Posting Komentar