Bunga Deposito BCA Terbaru 2026: Bunga Tertinggi 3,5%, Cek Tenor dan Simulasinya!

Bunga deposito BCA menjadi salah satu informasi yang banyak dicari oleh masyarakat yang ingin menyimpan uang dengan risiko relatif rendah dan mendapatkan imbal hasil yang lebih pasti dibandingkan tabungan biasa.

Deposito BCA merupakan simpanan berjangka yang memiliki pilihan tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Nasabah dapat memilih apakah bunga akan diterima secara berkala atau digunakan untuk menambah pokok deposito pada periode berikutnya.

Besarnya suku bunga deposito BCA dapat berubah sesuai dengan ketentuan bank dan kondisi pasar. Karena itu, sebelum menempatkan dana, sebaiknya nasabah selalu memeriksa suku bunga terbaru di situs resmi BCA.

tabungan deposito bca
Ilustrasi tabungan deposito BCA. Dekumentasi Kuhuni.com

Bunga Deposito BCA Terbaru 2026

Berdasarkan informasi resmi BCA, deposito rupiah memiliki suku bunga yang berbeda berdasarkan jumlah dana yang ditempatkan dan jangka waktu deposito.

Nominal Penempatan 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan
Di bawah Rp10 juta 2,75% 2,75% 3,00% 3,00%
Rp10 juta - di bawah Rp100 juta 2,75% 2,75% 3,00% 3,00%
Rp100 juta - di bawah Rp500 juta 2,75% 2,75% 3,00% 3,00%
Rp500 juta - di bawah Rp2 miliar 2,75% 2,75% 3,00% 3,00%
Rp2 miliar - di bawah Rp5 miliar 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Rp5 miliar - di bawah Rp10 miliar 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Rp10 miliar - di bawah Rp25 miliar 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Rp25 miliar - di bawah Rp100 miliar 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Rp100 miliar atau lebih 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%

Catatan: Suku bunga di atas merupakan informasi yang tercantum pada halaman resmi Deposito Berjangka BCA dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Berapa Minimal Deposito BCA?

Untuk deposito dalam mata uang rupiah, minimal penempatan awal Deposito BCA adalah Rp8 juta.

Selain rupiah, BCA juga menyediakan deposito dalam beberapa mata uang asing seperti USD, SGD, HKD, AUD, JPY, GBP, EUR, dan CNH.

Untuk kebutuhan masyarakat umum, deposito rupiah biasanya menjadi pilihan yang lebih mudah dipahami karena bunga dan nilai pokoknya menggunakan mata uang rupiah.

Tenor Deposito BCA

Tenor deposito BCA adalah jangka waktu dana disimpan sampai tanggal jatuh tempo. BCA menyediakan pilihan tenor:

  • 1 bulan
  • 3 bulan
  • 6 bulan
  • 12 bulan

Semakin panjang tenor tidak selalu berarti bunganya lebih tinggi. Oleh karena itu, nasabah perlu membandingkan suku bunga berdasarkan tenor yang tersedia.

Cara Menghitung Bunga Deposito BCA

Perhitungan bunga deposito sebenarnya cukup sederhana. Yang perlu diketahui adalah jumlah dana yang ditempatkan, suku bunga per tahun, dan lamanya deposito.

Secara sederhana, rumus bunga bruto deposito dapat ditulis sebagai berikut:

Bunga bruto = Nilai deposito × Suku bunga tahunan × Jumlah hari / 365

Setelah mendapatkan bunga bruto, bunga tersebut dikenakan pajak penghasilan sebesar 20% sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian:

Pajak bunga = Bunga bruto × 20%

Sedangkan bunga bersih yang diterima nasabah adalah:

Bunga bersih = Bunga bruto - Pajak bunga

Contoh Perhitungan Bunga Deposito BCA Rp10 Juta

Misalnya Anda mempunyai dana Rp10 juta dan ingin menempatkannya pada deposito BCA selama 1 bulan.

Jika menggunakan suku bunga 2,75% per tahun, dengan asumsi 1 bulan terdiri dari 30 hari, maka perhitungannya adalah:

Bunga bruto:

Rp10.000.000 × 2,75% × 30 / 365 = sekitar Rp22.603

Selanjutnya dikenakan pajak 20%:

Pajak:

Rp22.603 × 20% = sekitar Rp4.521

Maka bunga bersih yang diterima:

Rp22.603 - Rp4.521 = sekitar Rp18.082

Sehingga total dana setelah bunga dan pajak menjadi sekitar:

Rp10.018.082

Perhitungan tersebut juga sejalan dengan contoh simulasi yang ditampilkan BCA untuk deposito Rp10 juta selama 1 bulan dengan bunga 2,75% per tahun.

Contoh Perhitungan Deposito BCA Rp100 Juta

Sekarang kita gunakan contoh yang lebih besar. Misalnya seseorang menempatkan dana Rp100 juta pada deposito BCA dengan tenor 12 bulan.

Dengan asumsi suku bunga sebesar 3% per tahun, perhitungannya adalah:

Bunga bruto = Rp100.000.000 × 3%

Hasilnya:

Rp3.000.000

Kemudian pajak bunga 20%:

Rp3.000.000 × 20% = Rp600.000

Jadi bunga bersih yang diterima:

Rp3.000.000 - Rp600.000 = Rp2.400.000

Jika pokok deposito tidak berubah, total dana setelah jatuh tempo menjadi sekitar:

Rp102.400.000

Contoh Bunga Deposito BCA Rp500 Juta

Bagaimana jika dana yang ditempatkan lebih besar, misalnya Rp500 juta?

Dengan asumsi deposito memiliki bunga 3% per tahun dan ditempatkan selama 12 bulan, maka bunga bruto:

Rp500.000.000 × 3% = Rp15.000.000

Pajak bunga sebesar 20%:

Rp15.000.000 × 20% = Rp3.000.000

Bunga bersih:

Rp15.000.000 - Rp3.000.000 = Rp12.000.000

Dengan demikian, secara sederhana dana Rp500 juta dapat menghasilkan sekitar Rp12 juta bunga bersih dalam satu tahun jika menggunakan asumsi bunga 3% per tahun dan tidak memperhitungkan perubahan suku bunga karena deposito sudah memiliki tingkat bunga sesuai penempatan.

Apa Itu Pajak Bunga Deposito?

Pajak merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan ketika menghitung keuntungan deposito.

Bunga deposito dikenakan pajak penghasilan sebesar 20% dari bunga. Artinya, bunga yang terlihat pada tabel suku bunga deposito bukanlah jumlah bersih yang sepenuhnya diterima nasabah.

Contohnya, apabila bunga bruto sebesar Rp1 juta, maka pajaknya sekitar Rp200 ribu dan bunga bersih menjadi sekitar Rp800 ribu.

Karena itu, ketika membandingkan deposito dengan instrumen investasi atau tabungan lainnya, sebaiknya gunakan angka bunga setelah pajak, bukan hanya melihat bunga bruto.

Deposito BCA Bisa Dicairkan Sebelum Jatuh Tempo?

Deposito berbeda dengan tabungan biasa karena dana ditempatkan untuk jangka waktu tertentu.

BCA menyebutkan bahwa apabila nasabah melakukan pencairan sebelum jatuh tempo, bunga berjalan tidak dibayarkan. Ketentuan penalti juga berbeda berdasarkan jenis perpanjangan deposito.

Karena itu, jangan menempatkan seluruh dana kebutuhan sehari-hari ke deposito. Sebaiknya dana yang dimasukkan ke deposito adalah dana yang memang tidak diperlukan dalam waktu dekat.

Apa Itu ARO, ARO Plus, dan Non ARO di Deposito BCA?

ARO

ARO atau Automatic Roll Over adalah mekanisme perpanjangan deposito secara otomatis. Pokok deposito diperpanjang, sedangkan bunga dapat ditransfer ke rekening yang telah didaftarkan.

ARO Plus

Pada ARO Plus, bunga ikut menambah nominal pokok deposito pada saat perpanjangan berikutnya.

Contohnya, jika pokok deposito Rp100 juta mendapatkan bunga bersih Rp2,4 juta, maka pada perpanjangan berikutnya nominal yang ditempatkan dapat menjadi sekitar Rp102,4 juta sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Mekanisme ini memungkinkan efek compounding atau bunga berbunga apabila deposito terus diperpanjang.

Non ARO

Pada Non ARO, deposito tidak otomatis diperpanjang. Bunga dan pokok akan ditransfer sesuai ketentuan pada saat jatuh tempo.

cek deposito
Ilustrasi cek deposito BCA

Deposito BCA Rp2 Miliar Mendapat Bunga Lebih Tinggi?

BCA juga mencantumkan suku bunga khusus deposito rupiah untuk penempatan minimal Rp2 miliar dengan tenor 6 bulan atau 12 bulan dan menggunakan ARO Plus.

Nominal 6 Bulan 12 Bulan
Rp2 miliar - di bawah Rp5 miliar 3,25% 3,50%
Rp5 miliar - di bawah Rp10 miliar 3,25% 3,50%
Rp10 miliar - di bawah Rp25 miliar 3,25% 3,50%
Rp25 miliar - di bawah Rp100 miliar 3,25% 3,50%
Rp100 miliar atau lebih 3,25% 3,50%

Artinya, untuk nasabah dengan dana besar, tersedia skema bunga deposito BCA khusus yang lebih tinggi dibandingkan suku bunga deposito rupiah reguler.

Apakah Deposito BCA Aman?

Deposito BCA merupakan produk simpanan bank. BCA menyatakan bahwa bank merupakan peserta penjaminan LPS.

Namun, terdapat ketentuan penjaminan yang harus diperhatikan. BCA mencantumkan bahwa maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS adalah Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan mengikuti ketentuan tingkat bunga penjaminan LPS.

Karena itu, nasabah dengan dana besar sebaiknya memahami ketentuan penjaminan LPS sebelum menempatkan dana dalam jumlah besar.

Kelebihan Deposito BCA

  • Memiliki jangka waktu yang jelas.
  • Tersedia pilihan tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan.
  • Minimal penempatan deposito rupiah mulai Rp8 juta.
  • Bunga dapat diterima sesuai pilihan mekanisme deposito.
  • Tersedia pilihan ARO, ARO Plus, dan Non ARO.
  • Deposito dengan bilyet dapat menjadi jaminan kredit.
  • BCA merupakan peserta penjaminan LPS sesuai ketentuan yang berlaku.

Kekurangan Deposito BCA

  • Dana tidak sebebas tabungan biasa karena memiliki jatuh tempo.
  • Pencairan sebelum jatuh tempo dapat menyebabkan bunga berjalan tidak dibayarkan.
  • Bunga deposito dikenakan pajak 20% sesuai ketentuan.
  • Suku bunga dapat berubah sesuai ketentuan BCA.
  • Keuntungan deposito relatif terbatas jika dibandingkan dengan instrumen investasi yang memiliki potensi imbal hasil lebih tinggi.

Apakah Deposito BCA Cocok untuk Anda?

Deposito BCA dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menyimpan dana untuk jangka waktu tertentu dan mengutamakan kestabilan dibandingkan mengejar keuntungan investasi yang tinggi.

Contohnya, seseorang mempunyai dana Rp100 juta yang belum akan digunakan selama satu tahun. Daripada seluruh dana hanya disimpan di rekening biasa, sebagian dana dapat dipertimbangkan untuk ditempatkan dalam deposito sesuai kebutuhan dan profil keuangan masing-masing.

Namun, dana untuk kebutuhan sehari-hari dan dana darurat sebaiknya tetap tersedia dalam bentuk yang lebih mudah dicairkan.

Kesimpulan

Bunga deposito BCA untuk deposito rupiah reguler yang tercantum pada informasi resmi BCA berada pada kisaran 2,75% hingga 3,00% per tahun, tergantung nominal dan tenor. Untuk deposito rupiah dengan nominal minimal Rp2 miliar dan memenuhi kriteria suku bunga khusus, BCA mencantumkan bunga hingga 3,50% per tahun untuk tenor 12 bulan.

Dalam menghitung keuntungan deposito, jangan lupa memperhitungkan pajak bunga sebesar 20%. Dengan demikian, bunga yang benar-benar diterima nasabah akan lebih kecil dibandingkan suku bunga bruto yang tercantum.

Perlu diperhatikan bahwa suku bunga deposito BCA dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, sebelum melakukan penempatan dana, selalu periksa informasi terbaru langsung dari BCA.

FAQ Bunga Deposito BCA

Berapa bunga deposito BCA saat ini?

Berdasarkan informasi resmi BCA yang digunakan dalam artikel ini, bunga deposito rupiah reguler berada pada kisaran 2,75% hingga 3,00% per tahun. BCA juga menyediakan suku bunga khusus hingga 3,50% per tahun untuk kriteria penempatan tertentu.

Berapa minimal deposito di BCA?

Minimal penempatan awal deposito rupiah BCA adalah Rp8 juta.

Berapa pajak bunga deposito BCA?

Pajak bunga deposito yang tercantum pada informasi BCA adalah 20% dari nominal bunga.

Apakah bunga deposito BCA bisa diambil setiap bulan?

Bisa, tergantung jenis deposito yang dipilih. Pada skema ARO, bunga dapat dikreditkan ke rekening yang dipilih setiap bulan sesuai tanggal jatuh tempo. Ketentuan berbeda berlaku pada ARO Plus dan Non ARO.

Apakah deposito BCA bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?

Nasabah dapat mengajukan pencairan sesuai ketentuan BCA. Namun, pencairan sebelum jatuh tempo dapat menyebabkan bunga berjalan tidak dibayarkan.

Berapa bunga deposito BCA Rp100 juta?

Jika menggunakan asumsi bunga 3% per tahun selama 12 bulan, bunga bruto dari deposito Rp100 juta adalah sekitar Rp3 juta. Setelah pajak 20%, bunga bersih sekitar Rp2,4 juta.

Apakah bunga deposito BCA bisa berubah?

Ya. BCA menyatakan bahwa suku bunga deposito dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar dan ketentuan yang berlaku.

Bunga Deposito Bank di Indonesia

  1. Cek Bunga Deposito BRI, BNI dan Mandiri 
  2. Deposito Aladin Bagi Hasil Tinggi dan 100% Online
  3. Deposito Superbank: Bunga Tinggi, Fleksibel, dan 100% Digital
  4. Deposito Krom Bank Tertinggi 8%, Cek Simulasi dan Jaminan LPS
  5. Bunga Deposito BCA Terbaru 2026: Bunga Tertinggi 3,5%, Cek Tenor dan Simulasinya!
  6. Kalkulator Menghitung Bunga Deposito (Simulasi Online)

Sumber: Informasi suku bunga, minimal penempatan, tenor, pajak, dan ketentuan Deposito Berjangka mengacu pada halaman resmi BCA dan dapat berubah sewaktu-waktu.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan